3+ Dasar Strategi Pemasaran Online Jitu untuk UKM Indonesia

dasar-strategi-pemasaran-online-jitu

Tahun 2020 ini, pemasaran online semakin sering terdengar. Terlebih ketika sebuah pandemi yang disebabkan oleh COVID-19 mengguncang dunia.

Ada banyak sekali bisnis yang tedampak, baik bisnis kelas raksasa maupun bisnis yang baru saja hendak naik. Sebut saja beberapa UKM di Indonesia yang terpaksa memutar otak untuk terus bertahan.

Bermacam strategi dijalankan agar bisnis-bisnis rintisan ini bisa terus menopang kehidupan pemiliknya. Kali ini, aku akan mengulas tentang strategi pemasaran dan 3 dasar jitunya untuk pemasaran online UKM Indonesia.

Belajar tentang strategi penjualan seperti ini adalah sebuah usaha mempertahankan bisnis terlepas adanya pandemi atau tidak. 

Bukankah saat ini pemasaran online menjadi salah satu bagian penting era revolusi 4.0? Yuk, kita lihat bersama-sama.

Pemasaran Online

Pemasaran online adalah bentuk promosi menggunakan ragam media daring. Ketika dulu kita harus pergi ke toko untuk melihat ketersediaan barang, saat ini sudah bisa diakses dengan toko virtual. Tentu saja dengan memastikan ketersediaan jaringan internet ya. 

Saat ini belanja online bukan suatu hal yang baru. Kita semua pasti mulai piawai melakukan transaksi secara daring ini. Sebuah data mencatat bahwa sejak 2016, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia semakin marak.

Beberapa yang kutahu dijalankan oleh anak-anak muda inspiratif. Semakin hari ternyata bisnis online ini merambah semua kalangan usia. Mulai dari ibu-ibu paruh baya, hingga angkatan ibuku sudah ikut terjun dalam bisnis digital saat ini.

Maka, jangan heran ketika beranda facebook-mu mulai ramai dengan bakulan tetangga dan teman-teman. Hehehe.

Aku pun bakulan online kok. Karena memang prospek bisnis online ini cukup menjanjikan.

Strategi Pemasaran Online

Kemudahan ikut berkecimpung dalam bisnis online tadi membuat banyak orang berbondong-bondong turut serta. Beberapa diantaranya bisa sukses dengan bakulannya.

Tapi, tak jarang juga ada yang mulai mundur teratur. Ada apakah gerangan? Survey membuktikan bahwa kebanyakan mereka yang mundur itu karena tidak memiliki strategi dasar dalam usahanya.

Sebuah bisnis memiliki banyak faktor penentu keberhasilannya. Bisa saja karena banyak link, banyak relasi, track record yang memang baik dan terpercaya, atau karena menjual produk yang sedang banyak dicari.

Nah, semua faktor tersebut masuk dalam kategori strategi pemasaran. Sekarang, mari kita lihat apa saja strategi pemasaran online untuk UKM.

Strategi Pemasaran Online untuk UKM

Ehm, ini cerita pengalamanku langsung sih. Katakanlah aku menjual produk fashion, kategori aksesoris kacamata. Kamu bisa intip-intip Creative Mojang deh. Promosi!!!

Waktu itu omset yang pernah kudapatkan lumayan besar. Tapi, aku masih dikategorikan aku adalah pemula. Belum bisa masuk kategori UKM. Dari sebuah usaha kecil itu aku akan berbagi strategi pemasaran online yang kulakukan. Waktu itu aku memanfaatkan media sosial, Instagram.

Targetku adalah para anak sekolah, mahasiswa/ mahasiswi. pokoknya siapa saja yang tertarik dengan produk yang kujual. Sayangnya, strategiku belum optimal.

Ditambah lagi dengan hal dasar yang seharusnya sudah settled sebelum usaha berjalan. Dari sana aku bisa katakan ada 3 dasar strategi pemasaran online.

3 Dasar Strategi Pemasaran Online

Walaupun  strategi pemasaran online yang kujalankan saat itu sudah lumayan oke jika dilihat dari pendapatannya, kuakui memang belum sepenuhnya maksimal.

Beberapa hal penting yang menjadi catatan, bahwa pelaku UKM harus tahu beberapa hal berikut agar pemasaran produknya dapat dikembangkan dan mencapai sasaran:
  1. Memiliki tujuan bisnis
  2. Membuat target yang jelas
  3. Menjual produk pilihan


Tujuan Bisnis

Pernah dengar kalimat 'segala sesuatu dimulakan dengan niat'? Kurang lebih kalimat ini bisa membuat otak kita berfikir tentang tujuan yang jelas.

Pengalamanku dengan usaha kecil-kecilan tentang aksesoris dulu sangatlah bodoh. Karena memang aku hanya bilang bahwa aku jualan aksesoris kacamata untuk mengisi waktu luang.

Gaeees, sejak saat itu aku merasa bahwa lebih baik diam daripada hanya 'asal sebut'. Aku menyesali kenapa aku hanya mengatakan hal itu. Karena imbasnya sangat terasa.

Aku jadi bekerja seadanya. Tidak ada tujuan yang jelas dalam hal yang kukerjakan itu: hanya mengisi waktu luang. Konyol sekali kan? Kenapa kita tidak sebutkan dengan jelas tujuannya.

Coba saat itu aku bilang: 'aku jualan aksesoris ini buat bisnis' atau 'aku jualan ini buat dapat uang tambahan.' Setidaknya aku bisa menata target yang lebih detail berbekal kalimat tujuan itu kan?

Target yang Jelas

Karena aku kerja 'seenaknya', aku tak punya target pencapaian. Beruntungnya aku tidak merugi, justru jualanku banyak peminatnya. Lucunya, aku masih belum sadar juga sampai titik itu.

Jika saja sebuah tujuan sudah disebutkan, aku bisa merincikan capaian-capaian yang ingin aku kejar.

Maka dari itu, ketika kamu memutuskan akan berkecimpung dalam bisnis online pastikan tujuanmu. Lalu, rincikan target yang ingin kamu raih.

Misalnya, penjualan minggu pertama harus berapa buah. Kemudian, mulai juga dengan target jangka panjang.

Apakah akan membuka toko virtual atau mungkin menggunakan jasa iklan produk, dan lain sebagainya. Intinya, tentukan tujuan dan mulai rincikan target bisnis UKM kamu ya.

Penentuan Produk

Nah, apa yang membuatku tidak merugi padahal aku kerja asal-asalan? Inilah jawabannya. Aku beruntung karena produk yang kujual adalah sesuatu yang menarik. Mungkin beberapa pelangganku juga menyukainya karena unik.

Aku menjual rantai kacamata yang kubuat sendiri. Jadi, tagline handmade itu ternyata menarik bagi pelanggan. Selain itu, aku juga menjual pouch dengan bahan kain tenun asli.

Kurasa ini juga yang membuat mereka senang membelinya. Hanya faktor inilah yang membuatku tidak merugi. Setidaknya itu yang kurasa. Ada rencana untuk kembali melakoni usaha itu suatu hari nanti.

Aku sendiri masih belajar untuk memasarkannya secara online untuk mencapai hasil yang oke. Jadi, kamu perlu perhatikan barang atau jasa yang hendak kamu promosikan secara online itu. Menurutku, coba cari sesuatu yang unik dan menarik, atau sesuatu yang memang dibutuhkan.

Intinya, produk kita harus memenangkan hati calon pelanggan. Entah secara keunikannya atau secara manfaatnya.

Kapan Strategi Pemasaran Online diperlukan?

Jangan tanya kapan. Lebih cepat tentu lebih baik. Tahun 2020 loh ini, Gaeeesss...

Era Industri 4.0 sudah digaungkan sejak beberapa tahun belakang. Belum lagi kondisi dunia saat ini yang masih melawan pandemi.

Dengan segala keterbatasan kita untuk berada di luar atau berinteraksi langsung, tentu bisnis online menjadi salah satu hal yang menjanjikan.

Jadi, kapan kita perlu menjalankan strategi pemasaran online? SEKARANG JUGA.

Jangan tunggu nanti atau ditunda terlalu lama. Apalagi kalo kamu emang sudah mulai buka jalan ke arah sana, Misal nih, udah mulai bakulan di Facebook, Whatsapp, atau media sosial yang kamu punya. Jangan sampai malah jadinya berantakan seperti yang kulakukan dulu ya.

Gagal itu berat. Biar aku aja. Eaaaa...

Siapa Saja yang Membutuhkan Strategi Pemasaran Online?

Ketika muncul pertanyaan ini, jawabannya sudah jelas para pelaku bisnis online. Sederhananya, strategi pemasaran online ini dibutuhkan bagi siapa saja yang menggunakan media online untuk menyuarakan barang atau jasa yang dimilikinya.

Jadi, jika kamu adalah bakulers keripik pisang dan ingin produk kamu dilirik hingga dibeli oleh banyak orang, maka kamu perlu strategi promosi penjualan online ini.

Strategi Pemasaran Online untuk Bisnis

Bisnis adalah segala aktivitas produsen barang atau jasa yang meliputi proses penjualan, pembelian, maupun pertukaran baik oleh perorangan hingga komunitas.

Seperti pengalaman yang kuceritakan tadi, sangat bagus jika pelaku bisnis online ini paham dasar strategi jitu agar pemasaran produknya berjalan dengan baik.

Strategi Promosi Penjualan Produk UKM Indonesia

Pentingnya menjalankan sebuah strategi dalam berbisnis membuat saya merasa produk-produk UKM Indonesia perlu paham hal ini.

Sudah banyak yang melek promosi daring, tapi tak sedikit juga yang masih 'ngasal' seperti yang saya lakukan beberapa tahun lalu. Sayang sekali kan?

Tentu kita tidak mau membuang waktu berharga hanya untuk tidak mendapatkan apa-apa. Sudah saatnya pelaku UKM bahkan para bakulers pemula yang merambah dunia maya untuk mendapatkan berjuta manfaat dari sini.

Ada banyak sekali media yang bisa dimanfaatkan. Bisa dengan metode asal dapat, atau rencanakan denga terstruktur demi hasil yang lebih besar.

Tinggal pilih saja, Gaessss...

Mengapa UKM Perlu Strategi Promosi Penjualan Online?

Ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan para pebisnis online. Hal tersebut bisa diperoleh jika mereka paham dan menjalankan strategi pemasaran online beserta tahapan lainnya. Ingat loh, marketing hanya bagian kecil dari sistem penjualan. Tetapi, perannya sangat besar.

Logika begini: jika kamu berjualan tapi tak ada orang yang mengetahuinya, apakah peluang penjualanmu akan besar? atau malah sebaliknya? 

Bagaimana orang tertarik hingga akhirnya membeli jika mereka tidak pernah tau ada penjualan barang atau jasa itu kan? Inilah letak pentingnya promosi. Yang bergerak di sini adalah bagian pemasaran

Seperti yang kita tahu, promosi bisa dilakukan dengan cara konvensional (offline) atau modern (online). Selain latar belakang era industri 4.0 dan juga keadaan pandemi yang memaksa kit amenjadi lebih kreatif, pemasaran online mempunyai banyak kelebihan. Di antaranya sebagai berikut:

Target dan Jangkauan Luas

Jika metode offline mengharuskan kita pergi ke sebuah toko fisik, barulah bisa melihat apa saja barang yang dijual, sekarang tidak lagi. Berbekal teknologi dan jaringan internet, barang atau jasa yang kita promosikan bisa dilihat oleh seluruh dunia.

Tinggal foto, klik.
Lalu unggah ke beragam media.
Bagikan.
Ya. Sesederhana itu.

Sebagaimana kamu sering melihat ingo jual ini-itu di beranda FB. Dengan sedikit ilmu marketing online, kamu bahkan bisa menentukan target khusus untuk calon pembelimu. Hebat kan?

Hemat Biaya

Seperti yang kubilang, modal foto saja. Uang untuk pembangunan toko fisik bisa dialokasikan untuk keperluan lain. Misalnya, untuk alokasi iklan-iklan promosi barang dan jasa kamu.

Percayalah, semua itu akan jauh lebih  murah ketimbang beli bahan bangunan, kemudian mengisi toko dengan beragam produknya.

Bahkan, bisnis online juga bisa dilakukan tanpa modal belanja produk loh. Aku sendiri pernah melakukakannya. Kalau istilahnya itu adalah dengan menjadi agen reseller.

Jadi, kita tidak perlu stok barang atau beli dulu. Barang bisa kita pesan langsung pada produsen setelah pembeli deal dan membayar sejumlah harga yang disepakati. See? Jauh lebih hemat toh???

Lebih Potensial

Potensial yang kumaksud di sini berkaitan dengan keuntungan. Untung yang bisa didapatkan UKM dan pebisnis lainnya jika melakukan strategi pemasaran online bisa meningkat drastis.

Sebuah artikel yang pernah kubaca menyebutkan bahwa dari transaksi online, kita bisa meningkatkan 80% keuntungan dibanding dengan transaksi offline.

Hal ini tentu saja tidak mengherankan. Karena jangkauan pemasaran kita tidak hanya di lingkungan toko saja. Apalagi dengan pengaturan target jangkauan yang bisa diatur sedemikian rupa.

Mudah Dijalankan

Bisnis online bukan hal yang baru. Bisa dibilang bahwa hampir semua orang sudah melek internet. Beberapa hanya main internet untuk bertemu teman lama di media sosial. Beberapa lagi kenal internet karena harus mulai memantau kegiatan anak-anaknya.

Katakanlah, zaman sekarang semua orang mau tidak mau mulai bersinggungan dengan internet. Let's say: Everybody goes online! LOL Paling tidak, saat ini orang-orang kenal dengan Facebook dan Whatsapp.

Berbekal hal ini, para pelaku UKM dan pebisnis pemula sekalipun bisa menjalankan strategi promosi penjualan mereka secara online.

Dimana Strategi Pemasaran Online Bisa Diterapkan?

Sudah kusebutkan bahwa hampir semua orang kenal Facebook. Jadi, kita bisa manfaatkan media ini untuk menerapkan strategi promosi secara online.

Singkatnya, kita membuat iklan sedemikian rupa secara online. Beberapa tempat yang bisa kita masuki antara lain:

Blog/ Website

Barang atau jasa sangat mungkin dipromosikan melalui sebuah blog ataupun websitenya langsung. Promosinya bisa berupa ulasan tentang barang atau jasa yang dimaksur. Contohnya saja seperti usaha kuliner.

Aku paling sering memromosikan tempat makan. Seperti sebuah kafe di Kota Prabumulih yang tempatnya strategis dan punya banyak pilihan menu. Nama tempatnya adalah Papi Frank.

Salah satu tulisan ulasan seperti itu bisa masuk kategori promosi penjualan secara online. Karena dengan membaca artikelku itu, orang-orang bisa tahu bahwa ada sebuah kafe yang cukup recommended di Prabumulih sana. Begitu pula jika ada artikel di website khusus milik UKM-nya.

Kira-kira begitulah cara pemasaran online ini berlangsung. Aku sendiri lebih senang membaca ulasan dari sebuah blog pribadi. Seperti tulisanku yang sebagian besar adalah cerita dari pengalaman langsung, rasanya ulasan dari blogger lebih terpercaya.

Tak cuma blog kok, beberapa media online lain bisa menjadi alternatif.

Media Sosial

Ada banyak loh daftar media sosial yang kita kenal. Aku mulai dari yang paling akrab dalam keseharian kita ya. Sebut saja Facebook. 

Keberadaan media sosial yang satu ini bukan yang pertama sebenarnya. Dulu, orang lebih ramai di twitter. Tapi, saat ini Facebook rasanya lebih akrab. Mungkin karena kemudahan dalam penggunaan, banyak orang memiliki akun di sana, serta rentang usia yang lebih bervariasi. 

Soalnya, twitter saat ini lebih didominasi anak muda.

Nah, kalau Facebook rasanya dari Sabang sampai Merauke semua sudah kenal. Mau generasi jaman now, hingga rombongan kakek-neneknya anakku pun pada main Facebook. Ha Ha Ha.

Kemudian disusul dengan Whatsapp (WA). Hampir semua pengguna gawai pintar pasti punya WA dooong. Bisa aku tebak, kamu pasti punya grup keluarga di aplikasi ini. 

Selain memudahkan komunikasi, bisnis online juga bisa banget memanfaatkan WA. Aku pribadi lumayan sering promosi online di status story WA ini.

Ga main-main loh, banyak juga sering deal. Ho Ho Ho. Lalu, untuk media sosial lainnya bisa menggunakan Instagram (IG). 

Ini biasanya rombongan generasi kakek-nenek Faraz tidak terlalu aktif di sini. Tapi, jika target pasarmu adalah orang tua paruh baya atau anak-anak muda, maka Instagram adalah pilihan yang cocok.

e-Commerce

Market place yang berisi kumpulan pedagang online bisa jadi satu strategi dasar kamu untuk bergabung. Sudah kenal dong dengan Shopee, Tokopedia, Lazada, Aliexpress, dan lain sebagainya?

Sebagai pelaku UKM, kamu bisa buka toko virtual dan berjualan di sini. Ada banyak lagi platform dan media online yang bisa menjadi tempat kamu menerapkan strategi pemasaran online ini.

Sekarang, kita harus tahu cara membuat strategi promosi penjualan online ini menjadi jurus jitu bisnis kita.

Bagaimana Cara Membuat Strategi Pemasaran Online Jitu?

Kita sudah tahu banyak hal penting mendasar terkait promosi penjualan secara online. Ada banyak sekali keuntungannya bagi para UKM untuk menerapkan strategi pemasarannya di sini.

Nah, berikut jurus jitu yang harus diperhatikan yaaa... 

Tak hanya sekedar berbagi atau posting-posting produk. Tentunya kita punya trik khusus agar penjualan kita menyenangkan. Penjualan yang menyenangkan adalah solusi terbaik untuk pelaku bisnis maupun konsumennya.

Kalau hanya posting foto di beranda FB, IG, Story WA, bahkan japri-japri kontak di Hp kita, duuuh alamat pelanggan kabur deh! Kita tidak mau dianggap sebagai spammer, kan?

Sekali lagi, aku akan berbagi pengalaman sebagai pelaku bisnis online jadul.

LOL

Selain membuat sendiri aksesoris kacamata dan menjualnya waktu itu, aku pernah juga menjadi agen reseller. Dulu, kukira promosi online artinya posting terus produk jualan kita.

Ternyata aku salah, Gaesss. Syukurnya aku diberi tahu langsung oleh temanku. Ia keberatan melihat beranda media sosialnya penuh dengan postingan jualanku. Ahahhaaa... 

Saat itu aku sadar bahwa aku sudah membuat impresi yang buruk. Tak cuma untuk bisnisku yang baru kumulai, tapi juga dengan citraku sebagai pribadi.

Walaupun memang, tak semua merasa keberatan. Kusadari bahwa aku kurang main cantik. 

Belajar dari pengalaman itu, mari perhatikan hal berikut agar kamu tidak dianggap spammer seperti aku dulu. Karena rasanya ga enak loh. Itu berat, biar aku saja. Uhuk!

Persiapkan Toko Virtual

Hal dasar saat kamu memutuskan ingin menjual barang atau jasa secara online, coba mulai kumpulkan portofolio produk dan jasamu.

Bisa berupa foto produk, kumpulan testimonial, dan lain sebagainya. Lalu daftarkan UKM-mu pada salah satu market place yang ada.

Aku punya loh toko di Shopee. Ehehhee... 

Kenapa penting punya toko virtual? Tentunya lebih membuat usaha kita terlihat profesionalitasnya. 

Selain itu, banyak pelanggan pengguna e-commerce yang bisa menjadi target bisnis kita. Peluang akan menjadi semakin besar lagi.

Siapkan Email marketing/ Customer Service Line

Untuk melengkapi semua strategi promosi penjualan online-mu, pastikan ada kontak yang bisa menghubungkan konsumen dengan pihak penyedia barang atau jasa.

Bisa berupa kontak WA, Line, atau mungkin portal chat khusus. Kalau di e-commerce biasanya sudah tersedia jalur chat pembeli dan penjual secara langsung.

Di Instagram, kamu bisa sisipkan link ke WA bisnis dengan meletakkan URL pada bagian biodata akun IG-mu. Begitu juga jika kamu posting di Fb, pastikan ada kontak bisnis yang membuat pembeli bisa menghubungimu ya.

Dengan adanya jalur yang bisa menghubungkan penjual dan pembeli, tentu rasanya lebih menyenangkan.

Pembeli bisa dengan leluasa menanyakan produk yang diinginkan atau mungkin mereka ingin membeli dalam partai besar. 

Bisa jadi kan? Kita tidak pernah tahu rejeki bisa lewat segala arah looooh.

Mulai Sounding/ Iklan

Tak hanya toko virtual saja, saatnya sebarkan jaring lebih banyak. Pada dasarnya, semakin banyak yang tahu, lihat, dan dengar tentang usaha kita, maka semakin besar peluangnya. Manfaatkan semua portal online seperti yang sempat disebut awal tadi.

Kamu bisa menggunakan semua media sosial seperti Blog, Facebook, Instagram, Whatsapp, Line. Tentu jangan sampai menjadi perusuh alias spammer loooh. Ada kiat khususnya nih.
  1. Terapkan copywriting. Pada setiap unggahan, coba perbaiki bentuk kalimat promosi. Buat sehalus mungkin jangn terkesan frontal. Tips: kamu bisa masukkan alur cerita sehingga lebih menarik.
  2. Product Knowledge. Unggahan pada IG misalnya, akan lebih baik jika diselingi dengan infografis tentang info terkait produk. Seandaikan kamu jual produk perawatan kulit, kamu bisa posting infografis tentang cara merawat kulit, untuk membuat variasi postingan foto produk.
  3. Gunakan jasa pengiklan. Untuk jangkauan yang semakin luas, kamu bisa manfaatkan fitur dari Facebook ads, IG ads, atau langsung menghubungi blogger maupun influencer. Konsumen lebih nyaman dengan produk yang diulas secara langsung dan jujur.
 

Sekarang kita sudah sama-sama tahu hal mendasar tentang strategi pemasaran online. Semuanya bisa kita terapkan untuk menunjang kesuksesan bisnis. Terutama bagi para pelaku UKM. Strategi promosi penjualan begini harus betul-betul dikulik hingga mencapai target penjualan yang diinginkan.

3+ Dasar Strategi Pemasaran Online Jitu untuk UKM Indonesia
  1. emang buat masakin produk jualan kita itu butuh tsrategi ya mbak, main jualan di IG klo gak pake strategi juga bakalan zonk hasilnya malah buang2 waktu aja,,, bagus nih buat belajar strategi yg lbh bener, hihi

    ReplyDelete
  2. sangat bermanfaaat

    ReplyDelete
  3. Diera digital seperti sekarang ini memang harus melek banget dengan perkembangan teknologi apalagi Yang menyangkut perihal bisnis,kalo gaptek malah ketinggalan kita, mau jualan mau bisnis apapun sekarang kebanyakan memang sudah pada lari ke online ya mba ☺️ ada yang memang fokus jualan online ada yang ngembangin bisnis melalui offline dan online ada yang melakukan pemasaran tapi sekedar ikut ikutan tanpa mengerti strategi nya seperti apa pokoknya jualan aja deh tapi sangat disayangkan bila blm memahami pemasaran online yang ada ga jalan ��

    ReplyDelete
  4. Suka banget baca tulisannya Alma karena langsung ditulis oleh pelaku bisnis online, ya. Setuju juga untuk ukm memanfaatkan blog/website untuk promosi atau meningkatkan brand awareness. Nice writing, sangat bermanfaat ❤️

    ReplyDelete
  5. Pemasaran online ini kudu juga didukung dengan pengembangan kemampuan literasi sebagai sebuah strategi. Kayak kaum yang literasinya baik, mereka akan merasa aman belanja online karena mereka memahami yang dijual lewat informasi yang dibaca. Volume pembelian oleh mereka tinggi. Kalau kemampuan itu merata, shiftingnya dari offline ke online akan besar banget. sekarang aja baru di bawah 15% udah booming.

    ReplyDelete