Thursday, February 06, 2020

Menanamkan Sopan Santun Pada Anak Usia Dini




Ada banyak sekali cerita maupun video yang beredar. Tentang tingkah laku anak-anak masa kini. Jujur, sebagai seorang ibu ada sedikit rasa khawatir dalan hati. Aku takut jika kelak ada norma yang terlewat olehku dalam menanamkan nilai moral pada Faraz (dan mungkin adik-adiknya kelak. *uhuk).

Well, sopan santun adalah suatu keniscayaan rasanya ketika melihat kepesatan teknologi di sekitar kita. Apa mungkin aku masih bisa mengontrolnya saat ia sudah piawai bergawai ria? Tentu jawaban adalah tidak. Maka, menyiapkan nilai-nilai moral sehingga betul-betul terpatri dalam alam bawah sadar anak-anak ini menjadi PR besar bagi para orang tua.

Secara teknis, ada banyak sekali teori berseliweran. Tentang cara menanamkan nilai moral pada anak usia dini. Cara A, B, C, hingga Z tersedia. Namun, pada akhirnya orang tua harus memilah dan memilih sesuai dengan kemampuan kedua belah pihak. Yaitu kemampuan si orang tua dalam mengimplementasikannya, juga kemampuan si anak dalam peluang penerimaannya.

Kali ini aku membatasi PR nilai moral yang akan ditanamkan. Karena ada banyak sekali nilai-nilai penting kehidupan yang memang harus dikenalkan pada anak sejak diri. Dengan harapan agar kelak ia terbiasa dan tercermin dalam tingkah lakunya. Maka dari itu, batasan bahasan kali ini seputar sopan santun dulu yaa...



Disclaimer: 
Aku bukanlah ahli parenting. Sharing ini adalah sedikit dari pengalamanku membersamai anakku sendiri dengan beragam trial and error pengalikasian beragam teori yang kubaca. Semoga bermanfaat.



Aku mengikuti akun IG Retno Hening, Ibunya Kirana dan Rumaysa sejak mereka masih awal-awal berbagi di Instagram dulu. Waktu itu aku belum menikah alias masih gadis.

Jujur, Bu Retno Hening ini menjadi salah satu idolaku. Bahkan saat aku menikah, belum juga dipercayakan untuk menjaga buah hati, aku bahkan mendaftar ikut kuliah online-nya melalui whatsapp. Aku juga selalu menyimak dan membeli buku-bukunya. Katakanlah, aku belajar dari dia.

Satu hal yang sangat aku highlight dari buku yang ditulisnya adalah kesannya pada ibunya. Betapa belum pernah sekalipun ibunya marah. Pertanyaanku, kok bisa?

Masa ada ibu yang ga pernah marahin anaknya?

Aku maulah begitu juga ke anakku nanti.


Kira-kira begitu yang ada dalam benakku kala itu. Hingga akhirnya aku punya anak, beragam tantangan muncul. Tak mudah mengadopsi cara seseorang berinteraksi, bahkan mendidik anak-anak mereka. Ada banyak sekali faktor yang akan membuat kita berbeda.

Sebut saja latar belakang secara umumnya. Kemudian ada banyak lagi perintilannya. Mulai dari cara didik orang tua pada kita yang juga memengaruhi cara kita pada anak. Sederhananya dalam bahasa ilmiah: inner child.

Dan aku terkukung di dalamnya juga.

Sosok Bu Retno dan ibundanya yang ideal dalam mendidik juga menanamkan nilai moral itu tak bisa serta merta kuduplikasi. Sussyaaah cyint ternyata. LOL


Lalu, bagaimana cara menanamkan sopan santun pada anak usia dini?

Jawabannya: tergantung.


Tergantung pada siatuasi dan kondisi masing-masing keluarga. Tapi, satu hal yang bisa menjadi kunci adalah petuah tentang jadilah anak-anak saat membersamai anak-anak.

Petuah itu yang kupegang dan alhamdulillah sedikit memudahkanku dalam menyisipkan sedikit pelajaran tentang sopan santun.

Seringnya dengan bermain peran. 
Faraz suka sekali jika diceritakan dengan beragam tokoh hewan. Setelah aku bercerita, maka kemudian dia akan menjadi tokoh tersebut.

Alaaamaaak, sungguh sederhana sekali sebenarnya pola pikir anak-anak itu. Memang kita orang dewasa saja yang terlalu memperumit keadaan.

Ketika aku berkisah tentang keluarga beruang, maka setelahnya ia berpura-pura menjadi baby bear. Sooo cute.

Kemudian, seharian dia bisa menjadi baby bear. Dia akan menyebut dirinya sendiri sebagai baby bear, dan memanggilku dengan panggilan mommy bear.

Atau kadang seenaknya saja dia menyampur bahasa. Nanti dia sebut dirinya anak bear dan aku mama bear. Hahahaha...

Ketika kita masuk dalam dunia 'bear' yang dia harapkan itu, maka pelan-pelan bisa disisipkan pesan moral tentang sopan santun.

Biasanya aku akan membujuknya ketika ia memberikan barang dengan cara melempar seenaknya. Aku akan berakting sebagai mama bear sesuai panggilan yang diberikannya tadi.

Dan berkata: "Duh, mama bear lupa bilang ya? Anak bear harusnya kalo mau kasih barang itu sambil disamperin ke sini. Letakkan pelan-pelan ya..."

Lalu, dia akan sumringah dan mengikuti inatruksiku. Sambil tertawa bilang: "Oh, anak bear lupa. Ini mama bear (sambil memungut kembali barang yang dilemparnya dan memberikan padaku)."


Sesederhana itu.

Aku banyak belajar saat membersamainya ini. PR besar kita masih banyak. Tak hanya soalan sopan santun, tapi banyaaaak lagi.

Semangat ya, buibu dan pakbapak.
Selamat mencoba!


Ps. Soal marah-marah, jujur aku belum bisa tanpa marah sama sekali seperti ibuknya bu retno itu. Sering auto nada tinggi saat melarang juga masih. Tapi, aku berusaha untuk mengontrol dan belajar lagi. Bismillah yaa...

10 comments:

  1. Eh jadi pengen nikah juga ya. Tapi tunggu-tunggu Lim masih buntu nih. Eh bener banget ya, mendidik anak itu penting banget sedini mungkin. Karena dalam ilmu sosiologi, orang tua itu tempat pendidikan pertama bagi seorang anak. Karena apa yang mereka lakukan diluar nanti, itu sebelumnya melihat dan menurunkan apa yang kita lakukan dirumah.

    Salut banget sebenarnya sama orang tua yang nggak marah, tapi bagus banget parentingnya. Eh mbak Alma, kode keras tuh mau ngasi Faraz adek. Hehehe 🤭🤭

    ReplyDelete
  2. Pertama, idola kita sama Mbak! Ibok dan anak-anaknya. Aku mulai belajar ilmu parenting karena memang sepenting itu.. dan paling suka bacain cerita-cerita pendek bu-ibu disekelilingku tentang kesahariannya merawat anak. Berharap kelak bisa siap saat sudah waktunyaa.. Terus jadi Ibu yang happy ya Mba, karena Ibu adalah sumber kebahagiaan untuk rumah dan keluarga..

    ReplyDelete
  3. Attitute SANGAT penting. Biarin gak jadi ranking pertama di sekolah asalkan sama orang lain sopan, rajin senyum, ramah dsb. Kadang suka takjub sama anak-anak yang gragasan dan dikasih pembiaran sama orang tuanya :(

    ReplyDelete
  4. Info yang bermanfaat. Memang harus sejak dini menanamkan sopan santun pada anak. Apalagi menhhadapi lingkungan kita yang haiyah, semakin harus kita waspadai. Salam mba Alma. Semangat terus sama bujang kecilnya ya.

    ReplyDelete
  5. Jangan pake 'uhuk' mb buat nambah adeknya Faraz hii hii. Faraz usia berapa sekarang? Memang mesti masuk ke dunia mereka untuk bisa memahami mereka dan memberikan nilai-nilai kemudian. Remaja juga begitu. Mereka suka didengarkan.

    ReplyDelete
  6. bener banget mba alma. apalagi anak2 generasi net ini punya karasteristik cenderung lebih kurang peka terhadap sosial dibandingkan generasi kita. PR besar ini buat kita sebagai orang tua

    ReplyDelete
  7. Mbak, ngajarin sopan santun ke anak itu jauh lebih mudah ketimbang ngajarin sopan santun ke orang tua yang ngerasa dirinya paling bener 😹

    ReplyDelete
  8. catatan yang di bold : Jadilah anak-anak saat membersamai anak-anak benar adanya, saat itu anak-anak akan menjadi lebih attention sama kita. dia akan tahu bahwa orangtuanya saat ini menjadi yg terdekat dengannya. hingga disaat kita ingin memberikan masukan dengan perbedaan sikap, mereka pun akan paham bahwa hal ini serius adanya tanpa perlu menggunakan nada tinggi, hehee...

    semangat maa.. semua berproses. Setiap usia akan selalu ada tantangannya, hingga saat inipun aku masih terus belajar:P

    ReplyDelete
  9. Setuju banget sopan santun itu memang harus diajarkan dan dicontohkan sejak kecil.Biar sebagai ortu kita ndak baper kalo ditegur orang soal anak yg kurang ajar

    ReplyDelete
  10. Lucunya si adik kecil memperagakan jadi anak bear *sambil membayangkan.

    Saya sendiri masih single ni wkwk
    Walau belum menikah, setidaknya sedikit demi sedikit perlu mempelajarinya ya mbak, kayak mbak Alma dulu hehe

    ReplyDelete

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES