Kamis, Agustus 29, 2019

Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai Pengunjung



Halo, Teman-teman. Aku mau menuliskan sebuah tips tentang Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai. Jadi, tulisan kali ini akan masuk dalam kategori blogging di sini ya.

Buat teman-teman yang memiliki website, seperti blog misalnya, tentu menginginkan trafik yang tinggi. Trafik tinggi berarti ada banyak pengunjung ke websitenya. Hal ini sangat penting karena masuk hitungan PV (Page View) yang berarti poin bagus untuk sebuah web. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar website ramai dikunjungi. Misalnya, memperhatikan hal yang berhubungan dengan SEO (Search Engine Optimization).

Baca:

TRIK SEO BLOG SUPER GAMPANG


Bisa juga dari pemilihan template untuk tampilan website yang kamu pergunakan. Performa web-mu juga menjadi faktor yang mempengaruhi ramai atau tidaknya pengunjung yang datang membaca.

"Loh, masa sih, Al? Emangnya template ngaruh juga?"


Hayooo...
Kamu mau ikut-ikutan nanya kaya yang di atas itu kan? Tenaang... Aku udah siap membeberkan alasannya. Template yang bagus jelas akan memengaruhi k-e-b-e-t-a-h-a-n pengunjung. Dalam hal ini kita bicara soal pembaca artikel yang kita tulis ya.



Kenapa? Karena hal yang berkaitan dengan template itu penting. Yaitu tentang tampilan/ wajah website, kecepatan loading website, serta navigasi yang mudah dan lancar.

Ga usah pake acara ngeles tentang penampilan walaupun ada kalimat: wajah bukanlah segalanya. Jelas kita akan betah saat membaca sebuah halaman web yang bersih. Termasuk soal kerapihan susunan widget-nya, soal bentuk dan ukuran font yang enak dipandang, bahkan soal pemilihan tema warna. FYI nih ya, ada sebuah rahasia umum tapi kayanya ga semua mempraktekannya bahwa gunakanlah background warna putih untuk halaman web-mu. Beberapa alasan yang pernah saya baca menyebut background warna putih membuat mata tak mudah lelah. Jadi, coba pertimbangkan untuk menggunakan putih sebagai warna latar website-mu agar pembaca betah mampir berlama-lama.

Dulu nih ya, sebelum tau info penting tapi sering dianggap sepele ini, aku suka sekali ganti-ganti template. Trus, suka berwarna-warni latarnya. Belum lagi coraknya. Duh, rame! Belum lagi soal font yang kupakai.


"Font ngaruh juga, Al?"


Well, ternyata iya, Teman.
Penggunaan font memberikan sumbangsih pada kebetahan pengunjung. Banyak sekali artikel yang sudah membahas hal ini. Bahkan ada yang dengan sangat baik hati turut mengedukasi dengan memerikan contoh font yang layak untuk dibaca berlama-lama. Yang aku ingat sih begini:

Pakailah font yang tidak bikin pusing bentuknya. Disarankan kelompok yang arial itu, kaya default-nya office lah. Kesannya lebih bersih dan rapih.  Tapi, ga berarti ga boleh atau ga bisa pake yang artistik juga. Bisa tetap dipakai untuk judul artikel atau bagian judul blog. Terakhir soal font, maksimal pakai 3 jenis font dalam blog kamu. Pembagiannya untuk judul artikel, isi artikel, header blog/judul widget. Gitu. Itu dari baru segi template loh ya.

Ada juga faktor lain yang tak kalah penting. Yaitu kecepatan loading web dan nama yang ciamik alias mudah dihapal alias menarik. Kedua hal ini sering disebut sebagai hosting dan domain.



Hosting itu semacam tempat untuk menyimpan data dari web kita. Baik berupa data gambar, dokumen tulisan, video, musik, dan media lainnya. Singkatnya adalah storage. Kalau di HP kita biasa disebutnya tuh memori penyimpanan. Gitu deh gampangnya ya.

Jadi, web kita butuh memori. Semakin banyak media yang kita masukkan dalam blog misalnya, tentu makin butuh banyak ruang penyimpanan. Analoginya ya seperti Hp tadi. Pernah ga kamu ngalamin Hp jadi lemot karena kepenuhan memori? Ya, seperti itu juga halnya pada web. Kecepatan loading web kita ikut terpengaruh. Kalo memori penyimpanannya lega, makin lancar deh wara-wirinya.

Nah, untuk itu kita perlu hosting. Tentu ada beda wordpress, joomla, drupal, prestashop dan juga blogspot. Begitu juga penyediaan hosting-nya. Bisa saja pakai yang gratis maupun yang berdiri sendiri/berbayar.


Kapan kita butuh hosting? tentu kita sendiri yang menentukan. Kalau memang kita membangun sebuah web untuk hal yang akan diseriuskan atau istilahnya profesional, baiknya memang menyewa hosting tersendiri.

Misalnya pada Blogspot nih ya, kita bisa saja menggunakan hosting gratis yang tersedia dan hanya berlangganan untuk domain saja. Namun, ketika web kita menampilkan banyak gambar, juga video, maupun media lainnya tentu kita bisa menakar kebutuhan memorinya.

Biar lancar pembaca wara-wiri di setiap artikel kita, dan betah deh berlama-lama. Jadi ramai kan?

Hosting gratis yang tersedia tentu memiliki kelemahan karena dipakai keroyokan oleh banyak pengguna lainnya. Belum lagi kepastian server yang stabil demi menunjang kelancaran loading web kita. Hal-hal seperti itulah yang menjadi pertimbangan saat menentukan penggunaannya.

src: domainesia.com



Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai

Setelah memutuskan untuk menyewa hosting sendiri, saatnya kita memilih layanan penyedia hosting. Ada banyak VPS Indonesia untuk hosting yang bisa teman-teman rujuk.
Saranku, pilihlah layanan hosting dengan kriteria minimal sebagai berikut:
  1. Terpercaya
  2. Terjangkau
  3. Bisa Diandalkan



Memilih layanan penyedia hosting dan domain yang terpercaya dalam artian sudah jelas kualitasnya. Kita harus pandai-pandai memilih layanan yang tidak membuat ragu akan keamanannya. Jadi, ga perlu parno takut diretas oleh hacker, misalnya.

Yang kedua yaitu terjangkau. Penting banget karena kita perlu mempertimbangkan keadaan dompet dong. Tentunya yang yakin bisa kita bayar per bulan atau per tahunnya.

Lalu, faktor bisa diandalkan. Ini erat hubungannya dengan performa website kita yang memakai layanan penyedia hosting itu. Maunya website stabil tanpa sering down kan ya??? Agar para pengunjung  ga kapok main-main ke web kita.

Nah, ketiga faktor utama itu adalah yang yang perlu banget diperhatikan saat memilih layanan penyedia hosting agar website kita ramai pengunjung.

Jadi, teman-teman bisa pastikan ketiga hal tersebut ya untuk mengotimalkan websitenya. Happy blogging!!!^^

Rabu, Agustus 28, 2019

3 Pertimbangan Dalam Membeli Mobil

3 Pertimbangan Dalam Membeli Mobil

Banyak orang bermimpi membeli mobil ekonomis seperti harga avanza. Karena mobil adalah kebutuhan sekunder yang akan memfasilitasi fasilitas transportasi dan meningkatkan derajat seseorang di mata sosial. Yah, banyak orang Indonesia membeli mobil hanya untuk pamer. Padahal, kebutuhan transportasi mereka telah dipenuhi oleh kehadiran sepeda motor yang memiliki harga jual lebih rendah. Karena alasan ini, banyak orang tidak ragu untuk membeli mobil secara kredit.

Pertimbangkan lebih banyak kapasitas keuangan sebelum memutuskan untuk membeli mobil baru secara kredit. Pertimbangkan penghasilan Anda setiap bulan, dan kumpulkan biaya setiap bulan, sehingga pembeli dapat merasa tenang ketika dibebani dengan hutang kredit. Apalagi biaya kredit mobil bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung jenis mobil yang dibeli. Bahkan untuk mobil premium, Toyota Fortuner, Pajero Sport dan lainnya dapat menembus puluhan juta rupiah.

Cara membeli mobil baru secara kredit adalah pilihan kedua setelah membeli mobil secara tunai atau tunai. Tetapi banyak orang merasa kesulitan untuk membeli mobil secara tunai, karena harga mobil sebenarnya sangat mahal. Seperti kita ketahui bersama, harga mobil termurah di Indonesia adalah 80 juta dan yang paling mahal adalah miliaran rupiah. Nah, inilah yang membuat sebagian besar orang Indonesia membeli mobil baru secara kredit, karena dengan hanya 20 juta hingga 30 juta, kita dapat membeli mobil baru seperti yang diinginkan.

Tidak hanya mobil baru, kita juga dapat membeli mobil bekas yang secara otomatis lebih murah. Tetapi itu membutuhkan akurasi dan kesabaran tinggi ketika membeli mobil bekas, karena tidak semua mobil memiliki kondisi sempurna. Tentu saja lebih baik membeli mobil baru, kita akan mendapatkan layanan purna jual yang lebih baik, dan teknologi terbaru yang tidak dimiliki oleh mobil bekas. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membeli mobil, silakan lihat tips dan cara untuk membeli mobil baru dan bekas yang telah kami rangkum di bawah ini.


1. Pertimbangkan Biaya Angsuran Kredit


Jika tidak ada cukup uang untuk dibeli secara tunai, Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli secara kredit. Seperti yang kami katakan di atas, teman saya harus mempertimbangkan biaya kredit setiap bulan. Jangan mendapatkan pasak yang lebih besar dari tiang, jadi teman saya akan kesulitan membayar bulanan. Biasanya dealer memberikan beberapa opsi keuangan yang menawarkan biaya kredit yang berbeda. Nah, lebih baik bagi Anda untuk menemukan yang termurah dan jangan lupa memiliki keuangan yang memiliki reputasi baik. Tentu saja teman saya tidak ingin dikejar oleh penagih utang karena dia sudah membayar cicilan.


2. Temukan Informasi Produk Sebelum Membeli


Cara pertama membeli mobil adalah, Anda harus terlebih dahulu memahami spesifikasi mobil yang Anda beli. Walaupun ada salesman yang menjelaskan spesifikasi dan fitur mobil ketika kita datang ke dialer, tetapi biasanya salesman masih dangkal, dan tidak tahu spesifikasi lengkap dari mesin, suspensi, dan fitur di sektor eksterior dan interior. Jadi lebih baik bagi Anda untuk menemukan informasi sebanyak mungkin tentang jenis mobil yang ingin Anda beli, sehingga Anda tidak akan menyesal ketika Anda membelinya.


3. Tentukan Anggaran (uang / biaya)


Dengan uang yang kita miliki, kita dapat membeli mobil sesuai impian. Tetapi bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas, lebih baik bagi Anda untuk membeli mobil LCGC dengan harga di bawah 150 Juta. Selain itu, banyak mobil LCGC dilengkapi dengan fitur yang sangat lengkap, dan dilengkapi dengan mesin yang kuat. Tetapi semuanya kembali ke anggaran Anda dalam membeli mobil. Semakin banyak uang yang Anda miliki, tentu saja Anda dapat membawa mobil berkualitas tinggi. Sekarang yang terpenting jangan sampai melebihi anggaran untuk membeli mobil, karena masih banyak kebutuhan lain setelah membeli mobil.

Selasa, Agustus 27, 2019

Resep Pizza No Oven Paling Mudah


Assalamualaikum, Teman-teman.
Kali ini aku mau membagikan sebuah resep pizza no oven yang paling mudah. FYI, aku adalah penggemar roti-rotian. Termasuk lah pizza salah satunya. Nah, aku juga suka sekali bereksperimen di dapur. Beberapa resep pizza yang katanya gampang sudah sering kucoba. Tapi, resep ini yang benar-benar gampang menurutku.

Kalau kita ngomongin gampang atau nggak-nya Pizza, yang kita maksud adalah bikin roti (dough) itu ya. Kalau soal toping mah kan gampang. Tinggal tabur-tabur, oles-oles aja. He He He...


Bagi teman-teman yang bikin roti manual kaya aku alias modal tangan buat nguleninya, jangan sedih. Kamu ga sendiri. Ahahaahhaa...

Tadinya aku ngerasa males bikin rerotian karena kadang capek banget pas nguleni adonan biar kalis sempurna. Nah, semenjak tau salah satu teknik asyiknya, udah ga bermasalah lagi deh bikin roti gitu. Walupun yaaah, kalo pake mixer atau cooper khusus tentu lebih terbantu dan efisien juga dong.

Teknik asyik bikin adonan roti kalis yang aku pake akhir-akhir ini adalah dengan membanting adonan.  Iya. Dibanting. Lempar-lempar aja dari tinggi sampe jatuhnya ke baskom tempat nguleni tuh bunyi bakbuk kaya digebukin, Hahhahaa....

Paling banter 20 kali dibanting gitu udah halus alias kalis adonannya. Bagus kan kalo lagi kesel bikin roti aja. Energi jadi tersalurkan. Ahahhahaaa....

Oya, dari berbagai tutorial (((tutorial))) bikin Pizza yang pernah kutonton di YouTube, ada Pizza garing alias pizza crispy yang aku suka. Dari resepnya channel Hidupku Sebagai Debby. CMIIW.

Mbak Debby itu ngajarin untuk pake alas yang tipis dan dibolongin gitu pas manggang pizza-nya. Atau kalo manggangnya pake teflon, bikin adonannya tipis- tipis aja. Gitu.

So far, resepnya itu suka aku pake juga sih selama ini. Sampai aku nonton resep pizza di channel Puguh Kristanto Kitchen itu. Aku mulai pake resepnya Mas Puguh terus. Super gampang, bahannya sederhana, seadanya, dan ga ribet.

Langsung aja ini aku tuliskan resep Pizza No Oven Paling Gampang ala #PKK (Puguh Kristanto Kitchen) andalanku yaaaa....

Eh, iya nih aku mau kasih tau dulu kala no oven yang dimaksud kali ini juga bukan pake teflon ya. Melaikan pake rice cooker alias mejikom. Jadi super gampang banget tinggal set alarm. Angkat dan jadi deh!

Nah, ini dia Resep Pizza No Oven Paling Mudah




Bahan Roti: 
❥ Tepung Terigu 18 sdm
❥ 1/2 sdt Ragi Instan (Permifan)
❥ 1 sdm Gula Pasir
❥ 1 sdm Minyak Goreng
❥ 7-8 sdm Air
❥ Sejumput Garam

Bahan Isian/ Topping:
❥ Saus Tomat
❥ Saus Sambel
❥ Saus spagheti yang bolognaise
❥ Sayuran (aku pake buncis, pas adanya itu di kulkas)
❥ Paprika hijau, merah, kuning (jika ada. Aku sih ga ada. LOL)
❥ Bawang Bombay
❥ Sosis
❥ Nugget
❥ Keju (Aku pakenya Cheddar, Kalo ada Mozzarella boleh banget. Atau pake yang Quick Melt tp jangan kebanyakan soalnya too salty dan bikin asam)

Intinya, topping sesuka kamu. Sesuai selera. Seadanya apa. Gitu.

❥ margarin buat olesan panci teflon/ mejikom



Cara Membuat: 


Bikin roti dengan cara mencampur bahan-bahannya. Kemudian uleni sampe kalis. Bisa pakai cara asyik yang kubilang tadi tuh. Dibanting aja. Wk.

Perlu diperhatikan agar waktu memasukkan garam jangan didekatkan ragi ya. Biar raginya ga mati. Kalau air 7 sendok makan dirasa kurang, boleh tambah 1 sendok lagi.


Setelah adonan kalis diamkan 30 menit. Setelah itu kempeskan adonan dan langsung digepengin. Caranya adalah dengan digilas. Aku pake botol sirup. Ohohoohhoo.. Gilas tipis sesuai ukuran panci rice cooker atau mejikom kamu.

Lalu, bikin pinggirannya dengan menggulungkan sosis. Jangan lupa juga rotinya ditusuk-tusuk dengan ujung garpu biar ada rongga saat dimasak. Ga menggelembung gitu.

Barulah oleskan saus-saus yang ada. Berhubung aku bikin untuk sekalian makan sama Baby Faraz, jadinya ga pake saus sambel ya. Aku cuma pake saus Bolognaise itu aja. Bagusnya juga, dalam sausnya udah ada cincangan daging kan. Nyaaaaaam.... Mayan nambahin topping.

Kemudian, susun irisa dan topping lainnya. Aku pakai bawang bombay, buncis yang kupotong pendek, sosis yang kupotong bulat tipis, kemudian atasnya kutaburi parutan keju. Dan terakhir adalah mayonaise yang banyak. Simply karena aku suka rasa mayonaise-nya. Kalau di resep PKK sih ga ada ya. Ehehhee...

Setelah siap, olesi panci mejikom dengan m inyak atau mentega atau margarin. Masukkan pizza yang udah dibikin tadi. Dan terakhir adalah nyalakan mejikomnya. Tunggu 40 menit. Angkat dan sajikan.



Trik kalo mejikom kamu yang manual (ga ada mode masak lain yang pakai timer otomatisnya), kamu bisa ganjel cetekan (apa ya bahasa bakunya?) dengan lidi atau tusuk gigi. Intinya, pencetan untuk masaknya itu diganel biar stay di mode masak. Karena kan otomatis kalo enteng dia suka langsung naik. Kalau diganjel gitu, kita yang atur mau dimasak seberapa lama.

Jangan lupa atur alarm kamu di 40 menit yaaaa...
Pas alarm bunyi, baru deh kamu lepasin ganjelannya. Sekalian cabut aja listriknya.
Pizza kamu dah mateng, gaeeeees....


Selamat menikmati!
Faraz doyan loooh...


Berikut video singkat pas aku bikin Pizza ini:



Selamat mencoba yaaa...

Sabtu, Agustus 24, 2019

Tutorial Mudah DIY Rak Cantik dari Keranjang Buah

Tutorial diy rak baju

Assalamualaikum, Teman-teman.
Akhirnya aku bisa posting sebuah tutorial DIY  rak cantik nan elegan dari keranjang buah ini. Untuk kamu yang suka bikin-bikin sendiri alias model-model DIY (Do it Yourself), artikel ini akan sangat menyenangkan untuk jadi panduan praktekmu. Bisa juga buat kamu yang lagi cari ide recycle barang bekas, atau ide usaha misalnya? Bisa banget kalo mau jual rak beginian. Harganya murah meriah, hasilnya kokoh dan bagus. Ga kalah sama model rak ala IKEA. Wohohoohoho...

Sebelum aku jabarkan cara membuatnya, aku mau cerita dulu awal-mula akhirnya ada rak keranjang buah ini.

Disclaimer yaaaa:
Ini tuh bukan ide aku sepenuhnya. Melainkan recreate juga dari melihat karya sesorang yang dijual.


ALASAN DIBALIK KERANJANG



Bermula dari sebuah keinginan luhur untuk hidup minimalis. #eaaaaaaa...

Jadi, aku punya teman yang udah kayak kakak aku banget. Walaupun kami jarang bertemu, ga intens juga berinteraksi, tapi semua rasa itu selalu ada di hati. Sekalinya chat bisa haha-hihi sendiri, bisa manggut-manggut sendiri, bisa melow, bisa happy, pokoknya all out deh!

Intinya, keterbatasan waktu dan jarak itu bukan jadi alasan kedekatan. Kami dekat dengan cara kami sendiri. Tetap saling support dengan gaya kami sendiri. Misalnya ketika curhat tentang anak yang BB-nya seret, atau cuma ngomongin film yang lagi hype. Intinya hubungan kami tuh semacam quality over quantity. Ga sering tapi selalu bermakna. *tsaaaaaaah

Hingga suatu hari kita ngobrol sana-sini dan bahas topik minimalisme. Katanya ada sebuah buku yang membuat hidupnya more meaningful. Yang tadinya tiap pagi pusing liat rumah berantakan, akhirnya ga lagi.

Bener loh, Teman-teman.
Bagi Stay-at-home-Mom (SAHM) alias ibu yang bekerja di ranah domestik seperti kami ini, kerjaannya ya seputar rumah. Dari A sampai Z. Dan untuk tipe kami berdua ini memang yang agak "drama".

Kalo boleh kubilang, aku tuh agak perfeksionis. Tapi, belum nemu ritme yang pas untuk mengakomodir sifat itu. Ujung-ujungnya jadi penundaan tanpa akhir.

Singkatnya gini, aku mau bagus- mau rapi- tapi waktuku terasa kurang. Daripada ga maksimal akhirnya ga aku kerjain dulu ((((dulu)))). Soalnya aku ga mau kalo hasilnya ga oke. Atau aku kerjain demi ga bikin mataku sepet, tapi ga maksimal. Asal jadi. Dan itu malah bikin aku sebel sendiri.

Dengan ritme dari pagi ke pagi untuk semua pekerjaan yang seolah tak berjeda itu, wajar kalo SAHM kaya aku merasa jengah, letih, ujungnya rungsing dan ga happy deh.

Apalagi kalo pas ketemu hari yang aku maupun suami sama-sama minim energi positif. Bisa-bisa berabe deh!

Dia, Nok-ku itu bercerita bahwa paginya sudah ga sepet lagi. Katanya berkat praktek tentang kesederhanaan hidup ala Marie Kondo. Sampai di sini teman-teman pasti sudah angguk-angguk nih. Hehehe...

Siapa yang masih asing dengan nama Marie Kondo? Atau belum pernah dengar soal KonMari Method alias metode KonMari?

Kurasa 80% sudah ga asing lagi dengan itu. Aku juga udah sering liat hal-hal yang menyebut istilah KonMari itu berseliweran di timeline sosmedku.

Well, sekilas sih intinya susun-menyusun trus bikin rapi dan enak diliat. Dengan satu kunci utama: discarding. Alias pilah dulu sampe tersisa yang benar-benar kamu suka pake. Level sukanya ini penuh  perenungan pokoknya. Baiknya baca langsung buku Marie Kondo itu. Aku sampe pinjem buku Nok biar dapet feel-nya langsung sesuai sarannya. Dan bener deh. Langsung action!

Discarding hampir 80% baju. Akhirnya bikin happy trus juga bikin hidup lebih hidup. *Eeeeeeeh

Padahal belum discard perintilan lain kaya make up, perintilan dapur, dll. Nanti kita pilih hari yang pas untuk hal menyenangkan itu 💪💪💪


ASAL IDE 

Bermula pas aku susun baju-baju di lemari suami. Trus kan susah karena lemarinya bukan model drawer alias laci. Jadi emang ga pas sama konsep KonMari Method kan. Akhirnya aku pake kardus-kardus bekas.

Tapi, mataku ga suka liatnya. Jadi ga rapi malah. Eh, rapi sih tapi warnanya ga sinkron. Duh, apalah aku ini. Segitu aja sampe pusing.

Teringat lah aku sama keranjang buah di rumah ibuku. Beliau punya banyak keranjang buah pas beli untuk cuci-cuci daging pas acara masak-masak nikahanku.

Nah, sekarang keranjang itu dipake untuk tempat gelas-gelas yang ga dipake. Cantik tersusun rapi. Dipake juga buat susun buku. Bahannya kokoh dan elegan menurutku. Mungkin ini agak personal dan ada bias subjektif karena aku suka warna putih. Jadi, auto suka sama keranjang itu. Hahahaha...

Akhirnya aku telepon ibuku. Nanyain di mana dia dulu beli keranjang-keranjang itu. Ga lupa juga nanyain harganya. Dasar emang ya kalau child will always be child. Ibuku, dengan naluri keibuannya langsung nanyain buat apa aku butuh keranjangnya, butuh berapa banyak. Dan kemudian minggu depan ada banyak keranjang sudah nongkrong di dekat dapur.

Oh, Mom!
I love you! Tapi, aku akan tetap bayar dong. Kan judulnya beli ahhaha...

Walaupun sampe ini keranjang dah dibikin jadi rak, aku belum kasih uangnya. Soalnya aku bingung gimana ngasihnya. Ibuku itu biasanya suka ga mau. Huhuhu...

Nantilah kita pikirkan soal itu ya.

Kembali ke asal ide. Asalnya adalah dari keranjang yang dibeli ibu buat acara nikahan itu. Kemudian liat keranjangyang dibelikan dan dibawa ibu itu, yang udah nongkrong cantik di dapur itu. Karena selain beli keranjang yang satuan, ibu juga beli yang udah dirangkai jadi rak begitu. Dari sana aku kepikiran untuk buat juga.

Nah, jadi ini bukan ide murni kita ya. Singkatnya, ini adalah recreate atau ikut membuat ulang dengan model yang udah dicontohkan. Ngono gaees...


Cara Membuat Rak dari Keranjang Buah



Udah denger cerita-cerita dibalik rak keranjang buah ini kan? Saatnya kamu persiapkan alat dan bahan untuk membuat rak ini yuk!

Alat & Bahan:
👉 3 - 4 keranjang buah
👉 Pipa paralon pvc (sesuai ukuran lubang di sudut keranjang. Tiap keranjang beda ukuran. Baiknya diperiksa dan ukur dulu)
👉 Lem G
👉 Gergaji besi (buat potong pipa)
👉 Penutup pipa (untuk kaki rak)

Caranya:
Ukur tinggi jarak tiap keranjang sesuai keinginanmu. Aku maunya agak berjarak biar leluasa masukin baju di sana. Jadi, aku minta sekitar 25cm panjang kaki jarak tiap rak. Potong sesuai tingkat yang kamu inginkan. Mau bikin 2 tingkat atau 4 tingkat kayak punyaku? Berarti butuh 3 (tingkat)  x 4 (kaki). Yaitu 12 potong pipa ukuran 25cm.



Nah, untuk kaki bawahnya sesukamu juga. Aku mintanya ga terlalu tinggi. Cuma 10cm aja itu kira-kira. Kemudian pasang penutup pipa agar tegak rata dan enak dilihat juga.

Faraz and Friends berpose depan rak baru

Kalau sudah dipotong-potong pipanya sesuai keinginan, tinggal pasan dan dilem biar merekat kuat.

Udah gitu aja.
Jadi deh rak dari keranjang buahnya.

FYI, ini aku pake raknya buat baju loh yaaa...

Selamat mencoba!
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES