Selasa, Juli 09, 2019

Berapa Biaya Renovasi Rumah?

rincian biaya renovasi rumah

Apakah kamu termasuk orang yang selalu mencatat pengeluaranmu?
Kalo aku sih iya.

Semua dicatat. Beli permen catat. Beli karet catat. Beli Kerupuk catat. Kirim uang catat.

Kok ya segitunya, Al? Iya. Karena aku lagi belajar mengatur ulang catatanku. Awalnya aku catat bagian penting-penting saja. Yang besar dan penting nampaknya. Urusan permen, karet gelang, dan pulsa tak terlalu dipikirkan.

Ternyata eh ternyata, justeru disanalah sering kejadian bocor halus.
Aku mulai makin peduli soal catatan ini setelah membaca paparan pengalaman teman blog-ku. Mbak Rinda.

Kalau kamu mau belajar banyak soal mengelola keuangan, bisa main ke IG-nya @rumahbarangtinggalan atau mampirlah baca tulisan-tulisannya yang aduhai sangaaaat detail sekali di sini.

Bismillah. Saat ini berbekal pengalaman beliau yang didokumentasikan melalui tulisan itu, aku pun belajar. Catat semua! Tujuannya untuk mengetahui pola keseharianku dan mengontrol pengeluaranku.

Sejauh ini self- healing sih.
Ketika honor-honor yang kudapat ikut kucatat sebagai pemasukan, kemudian aku bisa bebas menggunakannya bersama orang tuaku tanpa menunggu uang dari suami. Masyaallah rasanya senang!

Hingga akhirnya, rencana "bangun rumah" pun terlaksana.

Berbekal uang 10 juta, suami dan aku deg-degan takut kurang. Rencana awal hanya sampai pondasi saja. Nanti jika ada uang lagi baru dissihkan untuk melanjutkannya.

Bukannya ngoyo mau sok-sokan dibangun padahal duit hanya segitu, kami menganut sistem beguyur ala orang Sumsel ini. Alias bangun nyicil seadaanya - secukup uang yang ada dulu. Hehehe.

---

Kok, buru-buru langsung bangun tambahan 'ekor' rumah sih? Baru juga nempatin rumahnya 7 bulan kan ya? Soalnya rumah mini kami ini terletak di bantaran sungai. Yang kalau musim hujan bikin suamiku was-was ninggalin aku dan anak berdua di rumah. Takut air naik.

Memang sih agak jauh dengan sungai. Tapi karena bangunan developer ga cover nimbun juga, alhasil halaman rumah baik depan maupun belakang jadi tempat aliran air.

Pernah sekali pas hujan gede. Air naik sekitar 4 meter lagi ke rumah. Hiyyyy....

Setidaknya kalau di-DAM agak amanlah suasana hatinya pas ninggal anak istri kerja malam. Ditambah lagi dengan bangunan pondasi rumah yang membuat jarak makin jauh karena tinggi. Gitu.


Berapa Biaya Bangun Nambah atau Renovasi Rumahnya?


Harusnya besar sekali jika dikerjakan sampai selesai betul. Kalau kami sih mematok keadaan budget pribadi saja. Jadi, pembangunan dipastikan stop saat keuangan tidak memungkinkan lagi. Begitu saja patokannya.

Kami beri budget bangun DAM sungai san pondasi tambahan rumah dengan kisaran Rp15.000.000
Untuk biaya belanja bahan dan upah tukangnya sekaligus. Dalam prosesnya masih dibantu oleh ibu dan ayahku.

Kadang sengaja dia kasih uang: Ini untuk Faraz beli tanah timbunan, katanya. Tapi, suamiku bilang jangan dipakai dulu. Siapa tahu nanti ibu butuh unutk biaya sekolah kedua adikku yang masih kuliah. Pegang saja dulu anggap ibu nitip simpan.

Sehingga, sampai proses bangunan DAM dan pondasi rumah selesai, kupastikan angka yang kami keluarkan mendekati Rp18.000.000 ternyata. Hitungan kasar saja. Nanti aku coba tuliskan rinciannya ya. Akan ku-update lagi postingan ini. Aku mau cari dulu nota-nota belanjanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES