Rabu, April 03, 2019

Makan Pakai Tangan Kanan: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day7


Hari ini entri ke-7 untuk tantangan 10 hari game level 1 (Komunikasi Produktif). Tidak terasa sudah seminggu menerapkan poin-poin komunikasi produktif kepada anak.

Masih ingat cerita pada hari pertama aku menjalankan tantangan ini?

Baca:

KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 #DAY1


Apa daya karena lebih leluasa praktek untuk log keseharian bersama si kecil Faraz, jadinya tidak ikut menceritakan komunikasi produktif bersama pasangan nih. Insyaallah poin-poinnya tetap terus dicoba untuk diterapkan dalam keseharian.

Langsung ke cerita hari ini yaaa...

***

Pagi ini aku bangun lebih awal. Tumben efek kopinya bekerja. Semalam aku habiskan 2 gelas cappuccino sambil sibuk membuat laporan kerja.

Memang hanya ketika Faraz tidur malam hari lah aku lebih leluasa. Kalau saat tidur siang, seringnya aku menemani dan ikut tidur juga. Entah kenapa kalau aku memanfaatkan waktu tidur Faraz untuk mengerjakan tugasku, biasanya tidurnya cepat.

Berbeda dengan jika ada aku menemaninya tidur. Bisa 3 - 4 jam waktu tidurnya. Waktu yang cukup untuk sambil-sambil membereskan rumah. Aku mencuri kesempatan untuk masak dan mencuci biasanya. Kemudian lanjut rebahan bersamanya.

Berhubung efek kopi masih terasa dan membuat mataku segar, aku segera beberes dapur. Langsung siap menanak nasi, sambil mencuci piring. Dilanjutkan lagi dengan menyiapkan sarapan.

Menu pagi ini adalah bihun goreng dan pancake coklat. Segelas cappuccino hangat untuk Papahnya Faraz, dan sebuah dot susu Faraz. Siap menanti yang tidur bangun aja deh.

Aku mulai membereskan mainan faraz dan menyapu lantai. Sampai akhirnya suara rengekan kecil pertanda Faraz bangun kudengar.

Kupeluk badan mungil bayiku itu. Dan dia bertepuk tangan. Gemas sekali.

Tidak setiap hari ia bangun sambil merengek. Ada kalanya ia langsung bangun menyusulku ke dapur tanpa merengek.

Papanya mengajak Faraz membaca doa bangun tidur. Lalu menggendongnya keluar. Aku sudah berjalan keluar kamar lebih dulu tadi.

Faraz didudukan di atas karpet di depan tv. Aku masih melanjutkan mengelap meja dapur. Pukul 5:45 wib suamiku pamit berangkat kerja.

Faraz menangis ingin ikut. Tumben sekali. Selama ini dia langsung dadah-dadah kalau papanya pamit kerja. Kayanya karena seharian kemarin ia main berdua. Jadi masih kepingin main lagi eh ditinggal kerja. Hehehe...

Sabar ya, Dek.

Setelah papanya berangkat, Faraz masih menangis. Aku membujuknya dengan pancake coklat. Sukses!

Faraz teralihkan dari rasa sedih ditinggal kerja. Dia mulai sibuk dengan sepiring pancake dan dot susu di hadapannya.

Faraz mulai makan pancake-nya dan bola matanya menunjukan bahwa ia suka akan rasanya. Yeay!!!

Ia kuberikan garpu untuk makan pancake itu. Tapi, pada suapan kesekian kalinya ia pindahan garpu ke tangan kiri. Mungkin licin atau rasa tak nyaman lainnya.

Aku khawatir ia mulai makan dengan tangan kiri. Aku pun menyampaikan keinginanku dengan tegas dan singkat.

"Makannya pake tangan kanan aja, Dek."

Faraz cepat menangkap informasi. Dengan cekatan ia meraih potongan pancake-nya dengan tangan kanannya, tanpa garpu.

"aaaaaam..." suaranya.

Aku terkikik geli.
Tangan kirinya masih menggenggam garpu dengan pancake.


#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang


@institut.ibu.profesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES