Kamis, April 25, 2019

Faraz Berenang: Melatih Kemandirian #Day1


Bismillah.
Mungkin dalam minggu kemarin, Teman-teman heran karena blog ini mendadak rame lagi. Tapi, kok melulu tentang Faraz ya??? Blognya nambah tema tentang keluarga dan parenting nih! Ha Ha Ha.

Walaupun agak terlambat, aku akan sampaikan awal mulanya. Jadi, postingan-postingan bertemakan keluarga dan parenting ini bermula dari cerita tentang kelas Institut Ibu Profesional (IIP) dan aku yang kemudian mendaftar ikut kelas matrikulasinya.

Baca:

SIAP BELAJAR DI INSTITUT IBU PROFESIONAL (HARAPANKU)



Alhamdulillah, niat belajar dimudahkan dengan adanya kelas online gini. Tau sendirilah Mamak Faraz nih agak susah mondar-mandir. Apalagi kalo ga direncanakan dari jauh hari.

Nah, setelah lulus kelas matrikulasi IIP (Alhamdulillah). Akupun kembali mendaftar untuk kelas lanjutannya. Yaitu kelas Bunda Sayang. Kurikulum kelas ini adalah tentang parenting memang. Jadi, akan banyak entri terkait yaaa...

Semoga adanya ragam tulisan tentang keluarga dan pendidikan ini ga bikin kalian bosan mampir.

Kabar baiknya lagi adalah ...
Setelah lulus #Tantangan10HariGameLevel1 kemarin, aku akan ikut Game Level 2!!!

Nah, berikut adalah entri untuk #TantanganLevel2 dengan target MELATIH KEMANDIRIAN. Untuk game kali ini, targetku masih sama, yaitu Faraz. Hehehe.

Setelah diskusi materi game level 2 ini, aku merasa bahwa aku juga perlu berlatih soal kemandirian ini. Jadilah aku membuat target pencapaian juga. Tapi mungkin ceritanya akan kurapel nanti yaa...


Baiklah, akan kumulai dengan cerita hari ini.


Faraz Berenang



Hari ini, Papa Faraz masuk malam. Jadi, kami ada banyak waktu bersama di siang hari. Setelah menyuapi Faraz pada jam sarapannya tadi, tiba-tiba Papa mengajak pergi berenang.

Yeay!

Sebenarnya sudah dari awal bulan kemarin niat mau berenang. Aku juga sudah membelikan baju renang untuk Faraz. Sayangnya, rencana itu terpaksa ditunda.

Qadarullah, Papa agak kurang sehat awalnya. Kemudian disusul aku yang demam tinggi. Berhubung Faraz memang masih ASI, mau tak mai cepat sekali ia tertular. 3 hari aku demam, esoknya Faraz ikut demam tinggi. Bahkan disertai batuk dan hidung meler yang membuatku dan Papanya kasihan.

Sampai-sampai, adik keduaku pun naik bus menuju rumah sini. Mau membantuku menjaga Faraz katanya. Barakallah, Dek.

Semingguan akhirnya kami semua sehat. Sudah tak demam lagi. Walaupun masih ada batuk-batuk kecil Faraz. Adikku pun pulang.

Ternyata beberapa hari setelahnya, aku masih lesu. Setiap makan mual dan selalu ke toilet. Lidah terasa pahit dan perasaanku semua benda berputar. Aku pusing.

Papa Faraz pun mengajakku cek darah. Ternyata aku positif tipes. Huhuhuhu...

Nah, hari ini nampak semua sudah sehat. Rencana berenang pun dilanjutkan.


Berani Mencoba


Pas sekali ajakan Papa untuk berenang hari ini. Langsung kutuliskan beberapa rencana pencapaian untuk skill minggu ini. Dalam garis besar kubuat: Berani Mencoba Hal Baru

Ini karena memang akan menjadi pengalaman pertama Faraz.

Saat Faraz dan Papa berenang, aku asyik mendokumentasikan sambil mengamati mereka. Ada beberapa hal yang membuatku takjub dengan perkembangan Faraz. Alhamdulillah.

Salah satunya adalah ini.


Faraz dengan inisiatif sendiri berani berdiri di dalam kolam. Papanya berusaha tetap memegang agar ia aman. Tapi malah ditolaknya. Tak kulihat raut takut melainkan senyum kesenangan.

"Waaah, Faraz hebat. Berani yaaa berdiri sendiri gitu." pujiku.

Makin semangat dia mengeksplore segala hal di kolam saat itu. Dia juga mau ketika papanya mengajarkan posisi renang dan gerakan dasar. Aku senang melihatnya.

Kemudian, dia menunjuk slide alias perosotan (bahasa bakunya apa ya? LOL) yang ada di pinggir kolam.

Duh, emang bisa??? batinku.

Papanya menuruti rasa ingin tahu si kecil. Didudukkannya Faraz di ujung perosotan itu. Kupikir dia akan duduk santai dan bermain air saat papanya menyiram-nyiramnya.


Ternyata, dia mengulurkan tangan minta ditangkap. Untung suamiku sigap. Faraz dengan berani 'memerosotkan' diri, gaeees.

Aku kaget sekaligus bangga.

Kaget karena takut dia kenapa-napa. Tapi juga bangga karena dia sangat berani. Duh, Naaaak... I love you, full pokoknya.

Conteng satu. Semangat!!!

Sekian cerita bahagia hari ini. Mampir lagi besok yaaaa... Kalau kamu apa cerita bahagianya hari ini?



#Hari1
#TantanganLevel2
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

1 komentar:

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES