Posts

Showing posts from April, 2019

Honda PCX dan Yamaha NMax Pilih Mana nih Wong Palembang?

Image
Pilih mana hayooo... Honda PCX apa Yamaha NMax? Ecieeee... Aromanya mau punya motor baru nih. Pasti pada ngegodain gitu kaaan???

Emangnya kamu ga punya kendaraan di rumah, Al?

Well, selama ini sih kami punya motor buat mobilitas sehari-hari. Eh, akhir-akhir ini motornya mulai sering ngasih kode. Kode lem biru alias lempar beli baru. Ha Ha Ha.

Kode-kode itu akhirnya menyadarkanku kalo kami butuh motor baru loooh. Bukan cuma karena nih motor udah agak sakit. Tapi, sebenernya kita tuh ga punya motor.

Lah? Trus itu motor sakit yang ngasih kode punya siapa? Kan keluargamu yang pake katanya tadi?

Ehm,,, iya emang ada motor. Tapi ini tuh motor pinjeman doang. Punya babeh. Hihihi...

Awalnya sih karena ga sengaja. Kebetulan pas suamiku pindah kerja di sini, ada motor nganggur di rumah ayahku. Katanya daripada rusak ga dipake, mending dipake sama kami sambilan dirawat gitu kan.

Deal!

Toh, sebenernya mobilitas kami ga terlalu tinggi sih. Untuk ke lokasi kerjanya, suamiku ada bus antar-jemput. Dan…

Faraz Berenang: Melatih Kemandirian #Day1

Image
Bismillah.
Mungkin dalam minggu kemarin, Teman-teman heran karena blog ini mendadak rame lagi. Tapi, kok melulu tentang Faraz ya??? Blognya nambah tema tentang keluarga dan parenting nih! Ha Ha Ha.

Walaupun agak terlambat, aku akan sampaikan awal mulanya. Jadi, postingan-postingan bertemakan keluarga dan parenting ini bermula dari cerita tentang kelas Institut Ibu Profesional (IIP) dan aku yang kemudian mendaftar ikut kelas matrikulasinya.

Baca:
SIAP BELAJAR DI INSTITUT IBU PROFESIONAL (HARAPANKU)

Alhamdulillah, niat belajar dimudahkan dengan adanya kelas online gini. Tau sendirilah Mamak Faraz nih agak susah mondar-mandir. Apalagi kalo ga direncanakan dari jauh hari.

Nah, setelah lulus kelas matrikulasi IIP (Alhamdulillah). Akupun kembali mendaftar untuk kelas lanjutannya. Yaitu kelas Bunda Sayang. Kurikulum kelas ini adalah tentang parenting memang. Jadi, akan banyak entri terkait yaaa...

Semoga adanya ragam tulisan tentang keluarga dan pendidikan ini ga bikin kalian bosan mampir.

K…

Jangan Monetisasi Blog Sebelum Melakukan 4 Hal Ini

Image
Tahukah kamu? Bagi sebagian orang, blogging bukanlah sekadar hobi. Blog bisa menjadi ladang uang yang menjamin rekening bank tetap terisi meskipun kita sedang santai bahkan liburan. Apalagi, modal ngeblog ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan bisnis lainnya. Tidak heran jika orang berbondong - bondong membuat blog dan berlomba menikmati manisnya aliran uang dari bisnis berbasis hobi yang satu ini.

Beneran bisa menghasilkan loooh...

Nah, gimana caranya biar bisa menghasilkan uang melalui blog?  Jawabannya adalah dengan melakukan monetisasi. Tapi, monetisasi blog tidak bisa dilakukan segera setelah kamu memposting artikel pertama. Butuh ketekunan dan kreativitas untuk memulai dan meningkatkan performa blog hingga akhirnya bisa menghasilkan uang. Maka dari itu, jangan monetisasi blog sebelum kamu melakukan 4 hal ini.


1. Pilih niche blog yang diminati
Ada beberapa alasan penting mengapa memilih niche menjadi hal yang cukup penting dalam membangun sebuah blog. Salah satunya adalah …

Lestari Hutanku. Sebuah Kisah Tentang Aku dan Hutan

Image
Aku dan Hutan
Hutan. Sebuah kata yang tak asing kudengar. Sejak aku kecil hingga sekarang. Kebetulan ayahku adalah seorang yang berkecimpung tentang itu. Saat aku kecil, kuingat betul bahwa masyarakat desa sering berkunjung ke rumah kami. Di teras rumah yang tak terlalu lebar itu mereka duduk berkumpul membicarakan hal yang aku tak terlalu paham kala itu. 
Dari merekalah aku tahu bahwa ayahku adalah seorang PPL. Begitu mereka menyebutnya. Walaupun aku tak tahu artinya. 
"Betul ini rumah Pak Al yang PPL itu?" tanya salah satunya yang baru pertama kali berkunjung ke rumah kami. 
Oh, ayahku adalah seorang PPL. Berteman dengan banyak orang, sering mengajarkan cara-cara menanam, membagikan berbagai bibit. Itulah yang kutahu tentangnya. 
Kemudian kenapa hutan menjadi akrab denganku? Konon ibu bercerita. Saat aku kecil, aku menangis ingin ikut ayah kerja. Saat itu aku tak tahu kalau ayah pergi bekerja artinya pergi ke hutan atau melihat kebun warga. 
Hari itu jadwalnya adalah masuk …

Kakak Bayi: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day12

Image
Faraz dah jadi Kakak Bayi nih.
Sebenernya emang udah semenjak ada Adek  Fatih, anaknya Te Imel. Trus sekarang ada Adek Inaya. Senengnyaaaa...

Dari Karang Endah kemarin itu, aku sudah sounding ke Faraz kalau nanti di Muara Enim kita mau jenguk bayi.

"Faraz, nanti kita liat Baby yaaa..." kataku waktu itu.

Faraznya ketawa dan senyum aja. Dipikir aku becanda kali ya? Ha Ha Ha.

"Faraz nanti sayang baby ya. Kan Faraz tu Kakak Baby sekarang." kataku di lain kesempatan. Masih sounding aja terus.

Aku memang begitu. Untuk melakukan aktivitas baru atau kalau aktivitasnya sudah lama tidak dilakukan biasanya sounding lagi.

Niatnya biar dia ga kaget. Misalnya kalau mau pergi naik bus. Aku akan bilang oada Faraz soal itu minimal di malam sebelum berangkat. Bahkan seringnya justru sejak sehari atau dua hari sebelumnya.

Begitu pula tentang pergi menjenguk bayi ini. Alhamdulillah kakak sepupuku melahirkan. Mumpung masih di Muara Enim aku mau menjenguk sekalian.

Waktu kami sampai di…

Membiasakan Menabung: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day11

Image
Weekend kemarin kan Faraz mudik ke rumah neneknya di Karang Endah. Dalam rangka menghadiri undangan walimah Bundari-nya.

Ternyata pas mau pulang, nenek buyutnya memberi sebuah amplop. Katanya untuk Faraz. Alhamdulillah barakallah, Nek.

Namanya orang tua kan ya, ada aja mau memberi pada anak cucu. Eh, Faraz ini mah udah cicit itungannya. Hehehe...

Nah, begitu sampai di rumah, aku ajak Faraz untuk membuka amplop pemberian nenek buyut. Lalu kuajak ia memberi makan 'ayam' - nya.

"Ini dari Nek Buyut, Dek." aku memperlihatkan uang miliknya itu.

Kemudian kulipat dan kuberikan dalam genggamannya. Sambil bercerita, kuselipkan juga jurus komunikasi produktif yang kupelajari. Yaitu Refleksi Pengalaman.

"Ini tuh uang dari nenek. Faraz kan masih kecil, kita tabung aja uangnya. Masukkan kasih makan ayam Faraz. Nanti pas mau sekolah ada uang deh buat beli buku dan pensil Faraz. Gitu ya, Dek." Aku mulai mengoceh. 

Walaupun Faraz belum bisa bicara, aku selalu mensugestikan ba…

Kondangan: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day10

Image
Masuk hari kesepuluh.
Faraz ikut aku pulang ke Karang Endah atas instruksi Papahnya. Beberapa minggu lalu kami diingatkan sebuah undangan melalui DM Instagram.

Walimahan Bundari.

Karena tidak memungkinkan untuk mengajukan izin atau cuti kerja lagi pada bulan ini, terpaksa papah tidak bisa ikut. Katanya: "Faraz dan Mama aja yaaa... Sampaikan salam buat Dek Dera."

Akupun mengiyakan dan pulanglah kami berdua naik bus Damri. Alhamdulillah Faraz tidak terlalu rewel dalam perjalanan. Bisa dibilang sepanjang jalan ia tertidur. Memang kupilih jam-jam tidurnya.

Baca:


Saat kondangan, biasanya ia tertidur. Jam 10 hingga jam 12 itu waktu kritis matanya mulai berat. Pengalaman sebelumnya, Faraz selalu tidur saat kondangan, tak peduli dengan suasana yang ramai. Makanya kami selalu bawa stroller-nya.

Tapi hari itu berbeda, Faraz belum mengantuk dan semangat lari ke sana kemari. Untung aku ditemani adikku. Jado, bisa bergantian momong Faraz walau tanpa papanya.

Mumpung kondangan hari ini i…

Faraz Berpose: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day9

Image
Aku mulai paham kenapa akhirnya Game ini disebut tantangan. Jelas menantang sekali ternyata ketika harus mengaplikasikan ilmu, mendokumentasikannya, lalu menarasikan ulang hasil prakteknya.

Yang membuat ini semakin menantang adalah pengerjaan yang runtut setiap hari. Whoooaah... Walaupun aku suka menulis dan bisa menulis dalam 30 menit dengan jumlah kata yang lumayan, tapi tantangan ini bukan kaleng-kaleng. Ha Ha Ha.


Hari ini Mama Faraz lumayan (sok) sibuk. Alhamdulillah tetangga sebelah baru menempati rumah beberapa minggu lalu. Malam ini rencananya akan ada doa bersama. Diajaklah mama rewang alias masak-masak untuk menu makan malamnya.

Syukurnya Faraz anteng dan ada teman-temannya juga yang bersedia main bareng sambil ngasuh. Walaupun sesekali perlu mama intip. Maklum masih anak-anak kan yaaa...

Saat sedang melihat aktivitas main mereka mama keidean mau mengabadikan kebersamaan itu. Kelak saat semuanya sudah tumbuh dewasa tentu senang punya foto kenangan bersama. Ups, sebenarnya in…

Pasang Kunci: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day8

Image
Sudah tiga hari ini Faraz jadi cengeng. Ketika Papahnya pamit kerja pada pagi hari, ia akan mulai menangis, merengek kuat ingin ikut. Tidak cuma Papahnya yang kewalahan dibuatnya, aku pun jadi bingung. Karena memang tak memungkinkan menuruti maunya itu, akhirnya Faraz dibiarkan menangis sebentar.

Tugasku adalah segera membujuknya agar ceoat berhenti menangis. Beberapa hal yang sudah kulakukan adalah mengajaknya memberi makan ikan,

Baca:
KASIH MAKAN IKAN YAAA: GAME LEVEL 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF #DAY6

Juga mengajaknya menari alias joget-joget, dan minum susu. Semuanya berhasil membuat Faraz diam. Alhamdulillah.

***

Pagi ini terulang kembali. Saat Papahnya pamit hendak berangkat kerja, Faraz menggantungi lehernya minta diajak. Demi membujuknya, Papah pun mengajaknya naik ke atas motor. Tak hanya itu, ia diajak berkeliling sekali putaran demi tak menangis lagi. Padahal, hari sudah siang. Bisa-bisa telat nih.

Sayangnya, sekali putaran tak memuaskan Faraz. Ia meraung hebat ketika aku terpaks…

Makan Pakai Tangan Kanan: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day7

Image
Hari ini entri ke-7 untuk tantangan 10 hari game level 1 (Komunikasi Produktif). Tidak terasa sudah seminggu menerapkan poin-poin komunikasi produktif kepada anak.

Masih ingat cerita pada hari pertama aku menjalankan tantangan ini?

Baca:
KOMUNIKASI PRODUKTIF GAME LEVEL 1 #DAY1
Apa daya karena lebih leluasa praktek untuk log keseharian bersama si kecil Faraz, jadinya tidak ikut menceritakan komunikasi produktif bersama pasangan nih. Insyaallah poin-poinnya tetap terus dicoba untuk diterapkan dalam keseharian.

Langsung ke cerita hari ini yaaa...

***

Pagi ini aku bangun lebih awal. Tumben efek kopinya bekerja. Semalam aku habiskan 2 gelas cappuccino sambil sibuk membuat laporan kerja.

Memang hanya ketika Faraz tidur malam hari lah aku lebih leluasa. Kalau saat tidur siang, seringnya aku menemani dan ikut tidur juga. Entah kenapa kalau aku memanfaatkan waktu tidur Faraz untuk mengerjakan tugasku, biasanya tidurnya cepat.

Berbeda dengan jika ada aku menemaninya tidur. Bisa 3 - 4 jam waktu …

Kasih Makan Ikan yaaa: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day6

Image
Kedatangan ayah minggu kemarin memberikan rutinitas baru untukku dan Faraz. Setiap pagi sebelum mandi, ia akan menunjuk pintu belakang minta dibukakan. Kenapa? Tak lain dan tak bukan adalah untuk mengajakku ke kolam: memberi makan ikan.

Baca:
CARA GAMPANG MEMBUAT KOLAM LELE SEDERHANA

Untuk rutinitas baru ini, aku dan Faraz bergantian mengingatkan. Kadang ia yang duluan ingat dan menunjuk pintu seperti tadi. Kadang akulah yang mengingatkannya untuk memberi makan ikan kecilnya.

Faraz sudah pernah melihat baik aku ataupun papanya saat memberi makan ikan. Dia tahu betul ember mana yang berisi pur/pelet makanan ikannya.

Ketika alas kakinya sudah terpasang sempurna, Faraz bergegas menuruni undakan tangga di belakang rumah kami. Kemudian menunjuk-nunjuk ember bekas cat 5kg yang berisi makanan ikannya.

Aku pun membawakan ember itu untuknya.

"Lempar makanan ikannya ke dalam kolam, Dek!" begitu intruksiku.
Faraz pun antusias memasukkan tangannya hendak mengambil makanan ikan.

"Ayo …

Observasi: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day5

Image
Puas tidur siang hari ini. Alhamdulillah ikutan segar karena aku juga tidur bersama Farazku.

Papa Faraz baru pulang kerja jam 8 pagi tadi. Kebetulan jadwal kerjanya minggu ini adalah malam. Jadi ada banyak waktu untuk membersamai Faraz saat siang harinya.

Ada undangan dari salah satu teman dekatku hari ini. Sebuah acara aqiqah untuk putranya yang baru saja lahir. Memang kami berniat untuk berkunjung ke rumahnya. Menjenguk bayi, begitu istilahnya di sini.

Pas aja ada undangan acara aqiqahnya. Sembari ikut mengaminkan doa dan harapan yang tersemat pada namanya, kamipun menghadiri undangan itu.

Sampai di rumah sudah siang. Tepatnya pukul 14:00 wib. Aku ngantuk berat, begitu pula Faraz. Ia sudah tertidur sejak di perjalanan pulang di motor tadi. Akhirnya, kami semua tidur dan terbangun pukul 4:30 sore.

Mata yang sudah segar juga tenaga yang sudah terisi kembali sehabis tidur siang itu membuat Faraz semangat mengajakku ke luar is rumah. Terdengar ada suara anak tetangga yang gembira main …