Minggu, Maret 31, 2019

Mandi Dulu, Yuk! Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day4

Masih ada Cik Putri hari ini. Karena lagi asyik main, Faraz enggan diajak mandi. Waduh, gawat nih!

Sambil tetap berusaha tenang walaupun sudah ditolak si kecil, akupun memberi pilihan padanya:

"Faraz mau mandi pake baskom di kamar mandi atau pake ember di luar?"

Nampaknya pertanyaan tadi sukses membuatnya berpaling ke arahku. Akupun mengulangi pertanyaan tadi.

Kali ini Faraz merespon dengan cepat-cepat beranjak dan berlari ke arah pintu belakang.

Okay, Faraz memutuskan untuk mandi di luar! Aku menginstruksikan dengan singkat agar ia mengambil handuknya terlebih dahulu.

"Tolong ambilkan handuknya yaa..." kataku. 

Faraz langsung menuju rak jemuran handuk dan menarik handuk kecil miliknya. Mari kita mandi!!!



#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Sabtu, Maret 30, 2019

Cara Gampang Membuat Kolam Lele Sederhana



Rabu sore kemarin ayah kirim pesan WA.
Jum'at Nek Anang ke rumah Faraz yooo. Nak buatin Faraz kolam ikan lele samo Nek Buyut dan Cik Putri. Siapin lah tempatnyo.

Pesan singkat yang bikin aku senyam-senyum. Cepat saja ku-forward WA ayah itu ke Papahnya Faraz.

Hehehehe...

Kok sesenang itu aku sampe senyam-senyum sendirian? Simply karena aku suka main-main di pekarangan belakang rumah itu. Me time-ku itu misal Faraz main sama Papahnya ga rewel atau pas dia tidur, trus cuaca ga panas menyengat (syukur-syukur pas teduh), asyik deh aku merumput.

Setelah itu sibuk ubah susunan pot bunga yang bisa dihitung jari. Atau sibuk tanam jahe, kunyit, dan teman sebangsanya. Rasanya puas kalo lihat kebun kecilku itu bersih dan rapi.

Nah, ditawari ayah buatkan kolam ikan pula? Makin senanglah aku. Ada kesibukan baru: ngasih makan ikan! Yeayyy!!!

Trus jadi makin enak bebersih kebun belakang. Ada pemandangan baru. Hehehe.

Sebenarnya, sudah dari beberapa waktu lalu ayah berniat bikin kolam ikan di pekarangan rumah kecil kami ini. Katanya ga rugi pelihara ikan. Selain untuk hiburan, nanti bisa dipanen sendiri juga.

Aku saaaangat setuju dengan ide itu. Pernyataan ayah sudah sangat terbukti. Di rumahnya di Karang Endah sana ada dua buah kolam Ikan Gurame. Waktu acara nikahanku dulu, kita panen gurame yang besaaaaar sekali.

Puas rasanya bisa makan ikan peliharaan sendiri. Apalagi ukurannya bikin semua orang terperangah. Hihihi...

Sampai-sampai, di malam sebelum walimahanku, ada acara lomba kartu gaple. Pemenangnya ayah beri ikan Gurame besar. Diperkenankan tangkap sendiri. Semua senang, kamipun senang. Barakallah ayah dan ibu.

Setelah acara pernikahanku, ayah beli bibit ikan lagi. Untuk panen saat acara adik-adikku kelak katanya. Memang benar tak ada rugi dan bikin hati senang ketika kita punya peliharaan yang bermanfaat toh?

Di belakang rumah kami di Muara Enim ini ada sebuah tempat bekas bak air. Cocok untuk dijadikan penampungan bakal kolam ikan. Ini adalah bekas para pekerja perumahan sini dulu. Dipakai untuk menadah air dan aduk semen. Sayangnya, sudah bocor besar. Jadi, pengawas perumahan sini bilang bahwa akan dibuang saja. Bahkan meminta bantuan Papah Faraz untuk membakarnya waktu itu.

Karena sayang dan mungkin berguna untuk jadi kolam nanti (dalam benak kami), bekas bak air itupun kami minta. Jadilah ia teronggok di belakang rumah hingga saat ini. Kemudian ketika ayah WA akan datang dan buatkan kolam ikan, Papah Faraz cepat membersihkan bekas bak bocor tadi. Nanti akan diberi alas terpal saja. Begitu idenya.

Tak sabar aku menanti Hari Jum'at. Tak sabar mau lihat ayah buat kolam lele, juga tak sabar berjumpa ayah, nenek, dan adikku. Senangnya ada teman malam hari. Kebetulan dalam minggu ini Papah Faraz dinas malam. Hiks.

Pukul 10:30 pagi Waktu Indonesia Barat, ayah sampai ke rumah mungil kami. Ada nenekku (Nek Buyutnya Faraz), Adikku nomor dua (Putri), dan Ayah pastinya. Ya iyalah kan ayah yang nyetir mobil. Wk.

Saat sampai banyak sekali oleh-oleh Ayah. Selalu begitu. Apa saja hasil kebun yang ada dibawakannya jika ia ke rumah saudaranya, dan anaknya ini. Kali ini ayah bawa pisang, pucuk daun ubi (singkong), serai, bibit pisang, dan tanaman lalapan untuk ditanam. Sebagian disiapkan oleh ayah, dan sebagian lagi oleh nenekku. Dari merekalah mungkin aku dapat minat dalam berkebun ini.

Aku sudah masak dan beberes rumah. Sudah siap mau ikut dan lihat ayah membuat kolam ikan lele. Antara penasaran dan senang sekali rasanya hatiku. Kebetulan ayah juga membawa golok dan pengajah tanah (semacam alat untuk menggali). Papahnya Faraz yang memang niat potong rumput pun akhirnya kesampaian niatnya. Dibabat habis rumput dan semak tinggi yang menutupi pinggiran sungai di belakang rumah kami itu.

Aura segar karena luas mata memandang membuatku bergairah. Yihaaa!!! Aku suka berkebun!!!

Kulihat nenek pun sudah sibuk mengambil cengkuit (entah apa Bahasa Indonesia-nya). Ia membersihkan rumlut pendek dan mulai menanamkan bibit-bibit yang dibawanya.

Ini adalah kali pertama nenek datang ke rumah kami. Memang baru sebulan yang lalu kami pindah menempati rumah ini. Senang hati nenek ada lahan untuk dieksplor. Hehehe... Sehati ya kita, Nek.

Sebelum Jum'atan, Ayah dan suamiku mulai menyiapkan tempat untuk kolam ikan lele. Berhubung bak bekas penampungan air itu bocor, akhirnya tidak jadi dipakai. Percuma kalau mau dilapisi terpal kata ayah. Bak bekas itu bagus dan kuat, nanti kita tampal saja untuk tempat kolam jika ikan sudah besar. Untuk kolam bibit ikan lele sekarang kita buat saja menggunakan papan dan dilapisi terpal katanya.


Alat dan Bahan Membuat Kolam Lele


Alat dan bahan membuat kolam lele


Cara Membuat Kolam Lele Sederhana


Pertama, Ayah menyusun kayu sebagai kerangka kolam. Karena halaman belakang rumah kami belum ditimbun tanah, jadi tak perlu membuat galian. Dan untuk efisiensi, Ayah membuat kolam bersebelahan dengan dinding bak pembuangan. Tujuannya agar tak perlu bikin kerangka di satu sisi itu.

Cara mudah membuat kolam lele sederhana


Jika, teman-teman ingin membuat di tanah datar pun tak mengapa. Kata ayah tak harus digali kok. Asal kerangka kuat biar kolam tidak jebol. Kalau ingin aman, ya bikin galian tanah.



Kolam lele sederhana kami ini salah satu yang tidak menggunakan galian. Alasannya, karena dalam beberapa bulan lagi insyaallah akan kami timbun halaman belakang ini. Maka dari itu, ayah memastikan kerangka kayu untuk sandaran papan dan triplek sebagai dinding kolam ini betul-betul kokoh. 

***

Tahap kedua adalah memadatkan dasar kolam. Dasar kolam lele ini hanya menggunakan tanah. Agar makin kuat ketika dilapisi terpal nanti, tanah harus dipastikan padat yaaa...

Lalu, rencananya mau dibuatkan saluran pembuangan saat menguras kolam. Ayah menggunakan pipa pvc (paralon) bekas untuk saluran itu. Sudah diukur dan dipotong sesuai letak posisi, tapi kemudian urung. Kata ayah, nanti malah bocor. 

**

Selanjutnya, pembuatan kolam dihentikan. Sudah mendekati azan panggilan sholat Jum'at nih. Ayah dan Papah Faraz pun bebersih dan bersiap ke masjid. 

Selain halaman belakang dan pemandangan sungai, salah satu hal yang kusukai dari rumah kami adalah posisinya yang strategis. Dekat dengan pasar, pusat kota, dan juga masjid serta sekolah. Tak jauh berbeda dengan rumah kontrakan kami sebelumnya yang dekat masjid dan sekolah. Hanya saja ada nilai plus lain di sini, yaitu dekat dengan pasar dan fasilitas umum lainnya. Aku bisa bersepeda bahkan jalan kaki saja untuk pergi ke minimarket terdekat, ke puskesmas ajak Faraz imunisasi, juga ke perpustakaan. Alhamdulillah.

Selepas sholat Jum'at, kami makan bersama. Rasanya lebih nikmat karena makan bersama. Biasanya hanya berdua hahaha... 

Sore hari setelah istirahat, aku ikut ayah ke pasar membeli plastik hitam untuk alas kolam lele sederhana kami tadi. Harganya Rp20.000/meter dengan ukuran lebar 4 meter. Di Muara Enim sini harga barang memang sedikit lebih mahal. Ayah biasa beli 15 ribu saja per meternya. 

Ukuran kerangka kolam yang sudah dibuat ayah dibantu Papah Faraz tadi sekitar 1.35 x 1.25 meter. Jadi, kami akan membeli 2.5 meter plastik hitam untuk kolam itu. Sayangnya, ya g tersedia hanya 2.3 meter saja. Penjualnya memberi harga Rp45.000. Deal! Plastik kolam lele pun kami bawa pulang. 


Pekerjaan membuat kolam lele sederhana ini dilanjutkan keesokan harinya. Udara sangat sejuk dan matahari tidak terik. Pas sekali untuk berlama-lama di luar. Dengan semangat ayah melanjutkan pembuatan kolam lele sederhana yang katanya untuk Faraz, cucu imutnya itu. 

Aku tak kalah semangat ikut melihat dan tak lupa mendokumentasikannya. Usai sarapan dan masak, kami main lagi di halaman belakang. 

Langkah berikutnya setelah kerangka dinding kolam sudah kokoh dan tanah dasarnya sudah padat, saatnya melapisi kolam dengan terpal atau plastik hitam untuk kolam yang sudah kami beli kemarin. 


Caranya, lebarkan plastik dan susun dengan rali dan teliti hingga membentuk persegi sesuai kerangka dinding kolam. Jangan lupa bagian sudutnya dilebihkan untuk dilipat. 

Kemudian, gunakan paku kecil untuk menempelkan ujung-ujung plastik pada kerangka. Gunanya agar saat kolam diisi air, plastik tidak turun/jatuh. 

Pastikan setiap bagian merekat kuat yaa... 

Setelah yakin semua dasar dan dinding kolam tertutup plastik rapi, saatnya kita isi air. Cek apakah ada kebocoran atau tidak. 

Terakhir adalah masukkan ikan lelenya. 
Tadaaaa!!! 
Kolam lele sederhana sudah jadi!!! 



Ayah sudah membelikan 100 ekor anak lele untuk dilepas di kolam lele sederhana Faraz ini. Jauh sekali perjalanan para lele untuk sampai ke rumah Faraz  Hahaha... 

Terima kasih, Ayah! 
Terima kasih Nek Anangnya Faraz! 

Puas hati ayah akhirnya jadi bikin kolam lele untuk Faraz. Hehehe...

Kami pun senang sekali sudah ada kolam ikan di rumah sini. Semoga nanti lelenya sehat semua dan kita panen bikin pecel lele yaaa...


Barakallah...

Itulah cara gampang membuat kolam lele sederhana ala ayahku. Teman-teman bisa coba bikin di rumah juga yaaa...

Oya, selain model kerangka kayu begini, kita juga bisa pelihara ikan dengan ember bekas cat itu loooh... Bagian atas bisa diberi tanaman juga kata ayah.

Waaah, penasaran juga ga kaya aku? Nanti kita minta tolong ayah untuk ajarkan bagian itu juga ya. Nah, teman-teman minat bikin kolam juga ga nih? 

Begini atau Begitu? Gamel Level 1 Komunikasi Produktif #Day3


Yang jadi gambar untuk postingan ini adalah kutipan dari Canva. Aku merasa ini tuh pas banget dengan apa yang sedang aku perjuangkan: berjuang jadi lebih baik.

Karena sadar kemampuan fokusku yang tidak terlalu baik, aku targetkan minimal satu hal saja yang bisa meningkat levelnya jadi baik hari ke hari.

Sampai hari ini fokus utamaku adalah membersamai Faraz. Sembari berusaha juga melakoni peranku sebagai pelajar di IIP ini. Sebenarnya aku agak 'keteteran' dengan tugasnya. Tapi semangat untuk belajar selalu mengakar. Doakan aku bisa lulus dan berhasil menerapkan ilmu-ilmunya yaaa...

Baru hari ketiga untuk entri tantangan 10 hari di level 1 ini. Sebenarnya kondisiku ini mungkin lebih leluasa dibandingkan teman pembelajar lainnya. Baru punya 1 anak ditambah kesempatan membersamai yang cukup banyak. Tantangan ini harusnya bisa dilakukan dengan baik.

Teman-teman sekelas pun sangat memotivasi. Bisa sukses submit tugas pada waktunya bahkan ada pula yang mengaplikasikan ilmu ini kepada seluruh anggota keluarga di rumah.

Hari ini saat membersamai Faraz, kembali kupraktekan poin dari komunikasi produktif.

***

Ceritanya, pagi ini Faraz mau minum susu kemasan. Dengan semangat dia buka kulkas dan mmeilih sendiri susunya. Awalnya dia duduk di kursi untuk minum susu itu seperti biasanya.

Entah kenapa atau entah ada ide apa yang terbersit di kepalanya, ia beranjak menuju kamar main. Tentu saja sambil membawa susu tadi.

Aku tak curiga.

Pagi itu aku memang sambil cuci piring dan membersihkan dapur. Faraz minum susu dan kupikir akan berjalan lancar seperti hari-hari sebelumnya.

Ketika kulihat ia tak ada lagi di kursi serta hening tak ada kericuhan sedikit pun, aku pun melongok ke dalam kamarnya.

Kaget.

Dia tengah menumpahkan susunya dan asyik memainkan tangan di genangan coklat itu.

Aduh!

Kalau mengikuti refleksnya diri, aku sudah mai teriak: Faraaaaaaz!!! Karena panik dan juga kesal kamar jadi kotor mungkin.

Aku ingat diskusi materi kemarin. Saran Uni Lisa, ada baiknya tarik nafas dulu. Konon katanya begitu sukses membuat otak berpikir jernih  Jadi ga akan mengikuti kalut hati yang mau marah.

Oke.
Inhaleeeee....
Exhaleeee....

Aku dekati Faraz. Dia mematung  Mungkin mengira-ngira apa aku akan marah atau apa. Jurus komunikasi produktif pun aku lancarkan.

"Duh, kasihan adek. Susunya tumpah ya?" tanyaku.

Dia menangguk dengan tmapang lucu. Menurutku dia masih mencoba menebak reaksiku berikutnya.

"Ga apa-apa ya tumpah. Minum aja yang ada ini lagi. Kalo habis berarti selesai." sambungku.

Dia geleng-geleng pertanda sudah tak ingin minum susu itu. Sebenarnya masih ada sisa sedikit di dalam kotaknya. Tapi memang nampaknya dia hanya ingin bermain dengan susunya. Alias dia memang sengaja tumpahkan itu.

" Ayok, kita lap dulu basah ini. Mana lapnya? Bisa tolong ambilkan lapnya, Dek?" aku mengajaknya.

Faraz cepat menuju dapur dan membawakan lap yang kupinta. Kemudian dia langsung sibuk meletakan lap itu tepat di atas genangan susu yang ia tumpahkan. Lagaknya sedang membersihkan. Hahha lucunyaaa...

"Pinternya, Faraz dah bantu mama bersihkan susu tumpah. Makasih ya, Dek. Allah sayang anak yang bertanggung jawab." sekalian saja aku puji dia. Tak sisa-sia. Senyum manisnya merekah sempurna.

Siapa yang mau marah sama anak lucu ini??? Akupun langsung memeluk dna menciumi pipinya.

Masyaallah Tabarakallah.


Setelah kuulangi mengelap genangan susu tadi, kami berdua main dengan mobil-mobilannya. Aku bertanya dengan lembut pada bayi setahunku itu.

"Kok adek tumpahkan susunya? Dah kenyang ya?" tanyaku.

Dia jawab dengan babbling yang hanya dimengertinya. Cuma sebuah gelengan yanh membuatku menebak bahwa dia tidak setuju kubilang kenyang.

Akhirnya kuberikan sebuah pilihan.
Apakah ia mau menghabiskan susunya dan minum di kursi atau sisa susu tadi dibuang saja.

Faraz merespon dengan mengambil kursinya lalu duduk di atasnya. Artonya ia memilih untuk menghabiskan susunya tadi.

Sekarang dia tenang minum susu sambil duduk di kursinya. Mama pun tenang ga jadi marah-marah.

Oh, senangnyaaa dapat ilmu ini  Semoga sukses jadi kebiasaan hidup. Aaamiiin.

Kita bertumbuh dan belajar bersama ya, Nak. Terima kasih sudah membersamai mama.


#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Jumat, Maret 29, 2019

Aku Bisa! Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day2


Aku ingat kisah tentang saudaraku. Mereka yang laki-laki selalu disandingkan dengan kami, anak-anak ayah yang semuanya perempuan.

Entahlah.
Waktu itu kami masih kecil sehingga tidak terlalu paham maksud dan tujuannya. Hingga kami beranjak dewasa dan hingga aku merasakan sensasi jadi seorang ibu ini barulah kutahu apa yang terjadi.

Kesimpulanku adalah PEMBENARAN.

Mereka yang menyanding-nyandingkan dengan bumbu merendah itu hanya mencari pembenaran atas sebuah kesalahan (yang tadinya kecil) mereka sendiri. Sampai tak disadari kesalahan tersebut menggunung dan membentuk sebuah pribadi.

Miris sekaligus ngeri bagiku ketika menyadarinya. Aku tak mau hal serupa terjadi padaku, anak-anakku, dan keluargaku.

Penyandingan yang bagaimana?
Misal:
Dia ini laki-laki, wajar saja begini. Tentu berbeda dengan kalian perempuan. 

Kalo nakal artinya betul laki-laki. Yang penurut itu anak perempuan. 

Masakkan ini untuk adik laki-lakimu itu. Kan yang di dapur itu perempuan.


Jika sekali-dua kali disebutkan demi menenangkan gejolak hati pribadi mungkin tak masalah. Namun, ketika disebutkan terus-menerus. Ditambah lagi dengan dalih lainnya, dan diutarakan di depan si anak pula, ternyata menyumbang sifat pada pribadinya.

Belajar dari pengalaman itu, aku pun berhati-hati dan mulai belajar sedikit demi sedikit. Beruntung bertemu Institut Ibu Profesional ini.


Ini adalah entri hari kedua ntuk Game Level 1 Tantangan 10 hari. Temanya Komunikasi Produktif.

Saat bermain bersama Faraz, aku mencoba menerapkan poin-poin komunikasi produktif (komprod) pada anak. Ada 11 poin untuk mencapai komunikasi produktif pada anak. Hari kedua ini ada 2 poin yang kami terapkan bersama.


Baca sebelumnya: Komunikasi Produktif #Day1

Hari itu Faraz bangun tidur. Kami tak langsung mandi karena Faraz langsung semangat saat melihat kartu-kartu remi bertaburan di karpet.



Kebetulan gambar di belakang kartu itu adalah dua buah ikan koi yang lucu. Sontak Faraz semakin menggebu hendak meraihnya.

Setelah puas menyusun dan melipat-lipat kartu itu, Faraz melihat kotak tempat kartunya. Mungkin pernah liat aku atau Papahnya memasukkan kartu tersebut ke kotak dusnya.

Mulailah Faraz mencoba untuk mengembalikan kartu-kartu itu ke dalam kotak.

Kartu pertama masuk. Lanjut kartu kedua agak susah dan dia mulai nampak tak sabar. Akhirnya kartu kedua pun masuk dengan jejalan tangan setengah kesalnya.

Faraz makin tak sabar ketika kartu ketiga tak bisa dimasukkannya. Dia mulai menangis kesal. Pelan-pelan aku bujuk dia.

"Bisa kok, Nak. Coba lagi."

Raut mukanya nampak serius berusaha kembali. Yippi!!! Faraz berhasil. Dia nampak puas dan tertawa senang setelahnya.

Tanpa buat kesempatan aku selipkan poin komunikasi produktif untuk membuatnya percaya diri: memuji dengan detail.

" Waah, Faraz hebat bisa masukin kartu ke kotaknya." 


Saat sore hari Faraz enggan diajak mandi. Sudah keasyikan mandi dia. Padahal kalau sudah mulai mandi biasanya ga mau berhenti. Hahhahaa...

Akhirnya, aku coba jurus lainnya: Memberi pilihan alih-alih memerintahnya.

" Faraz mau nge-dot dulu apa mandi dulu?"

Aku tanyakan padanya sambil menatap langsung ke manik matanya.

Faraz merespon dengan memberi kode 5 jari. Artinya ia minta dot dulu. Cik Putrinya pernah mengajarkan dia bahwa takaran susunya adalah 5 sendok sambil memeragakan gerakan angka 5. Faraz sukses menirunya. Tiap kali kubilang akan buat dot, tangan lucunya langsung memberi kode 5. Hihihi...

Sore yang tenang ditutup dengan Faraz yang asyik menghabiskan susu dalam dotnya. Kemudian kami pun mandi sore.



#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Kamis, Maret 28, 2019

Komunikasi Produktif Game Level 1 #Day1



Whoaaah tak terasa sudah dimulai kelas Bunda Sayang (Bunsay) Batch 5 Kelas Sumatera 1 ini. Sebenarnya memang sudah dimulai sejak beberapa minggu yang lalu. Tapi, baru semacam pemanasan saja. Dimulai dengan perkenalan, lalu penunjukan pengurus kelas, pembagian kalender akademik untuk semester pertama, juga beberapa latihan Pra-Bunsay.


Eh? Tadi kamu bilang 'Penunjukan Perangkat Kelas' , Al? Ga salah tuh? Kan biasanya pemilihan.

Nah, inilah istimewanya kuliah di IIP (Institut Ibu Profesional). Kita semua dilatih untuk berani dan bertanggung jawab. Kalau ada 'lowongan' tugas, para mahasiswi IIP tuh berbondong-bondong menunjuk dirinya sendiri.

Bukan karena songong loh yaaaa...
Lebih karena ingin memanfaatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak. Jadi, yang menunjuk dirinya sendiri ga mesti udah ahli atau apa. Justeru, nanti akan ada kelas trainingnya. Semua dari nol. Kita dilatih dan dibimbing agar bisa menjalankan peran yang sudah dipilih sendiri tadi.

Konsep ini aja udah bikin aku cinta sama IIP sejak gabung kelas matrikulasi-nya tahun lalu. Ditambah lagi materi-materi dan kegiatannya yang daging semua.

Alhamdulillah aku beruntung bisa berkumpul dalam lingkungan ini.

Nah, hari ini aku akan berbagi tentang materi pertama kelas Bunsay kami. Yaitu tentang Komunikasi Produktif.

Penjabaran materinya bisa liat di sini nanti yaa...

Sekarang adalah hari pertama tantangan 10 hari. Jadi, menurut kalender akademik, akan ada 10 hari pertama, 10 hari kedua, ketiga, dan seterusnya yang kemudian disebut level.

Postingan kali ini adalah entri untuk Game Tantangan 10 Hari Level 1 (Day 1).

Tugasnya adalah sebagai berikut:



Singkatnya adalah kami akan mempraktekan materi tentang komunikasi produktif. Ada beberapa poin yang sudah dijadikan acuan untuk itu.

Berkomunikasi produktif dibagi menjadi dua. Yaitu komunikasi dengan anak-anak dan komunikasi dengan orang dewasa.

Untuk tantangan di kelas ini, aku akan mempraktekannya pada anakku (Faraz, 15 bulan) dan suamiku (29 tahun).

Kalau boleh sedikit curhat, game ini tuh betul-betul sebuah tantangan bagiku pribadi. Betapa pola berkomunikasi kita sebagai orang dewasa ini sudah terbentuk dan menjadi perangai kan? Ibarat kata: udah dari sononya gini.

Padahal, hal tersebut ada sumbangan hasil dari tempaan hidup. Bisa saja dari faktor lingkungan, latar belakang komunikasi dalam keluarga, lingkaran pertemanan, hasil pendidikan, pengalaman hidup, bahkan bisa juga berasal dari daerah.

Pernah dengar orang bilang kalo Bahasa Palembang itu keras? Orangnya kasar?

Hello...
Itu karena kamu tak terbiasa di lingkungannya. Bagi kita ya itulah nada dan intonasi daerah, bukan sedang marah. Kira-kira begitulah ilustrasinya.

Nanti kita bahas soal ini lebih jauh pada postingan terpisah yaaaa...

Kembali ke tantangan hari ini. Berikut poin- poin penting untuk berkomunikasi positif dari materi kelas Bunsay IIP:


Hari ini, 28 Maret 2019 aku coba praktekan komunikasi produktif kepada anakku. Niatnya ingin praktek kepada kedua cintaku, Faraz dan Papahnya. Sayangnya belum bisa langsung praktek ke Paksu. Mungkin kita coba besok yaaaa...


Mengendalikan Emosi

Bagian ini nampaknya aku gagal. Karena aku masih suka teriak ke Faraz. Seperti tadi ketika dia gigit tanganku. Langsung teriak karena sakit. Tapi kasih ekspresi marah juga sampe dia takut kayanya (liat ekspresinya). Pas sadar, aku buru-buru pasang senyum. Baru deh dia ketawa trus mau gigit lagi. Jurus emak keluar akhirnya: Manggil papahnya. Hahahaa. .
Mission failed! X


Keep Information Short and Simple (KISS)

Bagian ini sebenarnya memang sudah kupraktekan dari awal. Jadi tidak terlalu susah. Respon Faraz juga bagus. Mungkin karena sudah tahu.

Tadi pagi, belum mandi masih pake piyama. Faraz keukeuh mau minta bukain pena. Kebetulan ada buku yang masih tergeletak di ruang keluarga. Dia pernah lihat bagaimana aku pakai buku dan pena. Akhirnya, aku bukakan penanya. Aku gambarkan sebuah ikan (jangan berharap gambar ikannya bagus ya...).

Faraz kasih makan ikan


"Tadaaa... Ini ada ikan buat teman Faraz. Coba kasih makan, Dek."

Kemudian dia arahkan pena ke ikannya  Hehhee. Mamam yang banyak ya, Ikan.


Intonasi Suara dan Nada yang Ramah

Selama berinteraksi menemani Faraz main, aku menerapkan kaidah Intonasi Suara dan Nada yang Ramah. Responnya memang bagus. Apa yang kusampaikan bisa dipahami dengan baik. Misalnya ketika ngemil siang, aku berikan semangka untuknya.

Pada momen ngemil itu pula aku cobakan KISS.


Keep Information Short and Simple 


Makan semangka dulu yaaa


Biasanya aku potongkan semangka dengan ukuran kotak kecil atau bulat dengan alat kerok es buah. Hari ini aku coba dengan potongan besar.

"Dek, pegangnya gini ya..." kataku sambil membimbing kedua tangannya.

Takjub juga ketika dia langsung mengikuti dan paham maksudku. Kemudian semangka tandas dilahapnya. Alhamdulillah.


***


Ternyata menyampaikan apa yang ada dalam benak kita tuh susah-susah gampang juga nih. Untungnya langsung praktek komprod (Komunikasi Produktif) ke anak bayi. Notabenenya kan doi masih suci, masih polos bak sebuah kertas. Jadi, kasoh input positif agar masuk ke sanubari.

Semoga nanti bisa jadi perangai baik yang melekat pada pribadinya. Juga padaku. Aaamiiin.

Ga sabar mau praktek hari berikutnya. Penasaran sama respon-respon lainnya. Apalagi kalo praktek ke orang dewasa yaa...

Wuih, gimana responnya? Aku sih ngebayangin awalnya pasti canggung. Karena perangaiku kan sudah terbaca sebagaimana dia melihatku selama ini.

(((dia)))

Mau praktekin komprod gini antara antusias, ragu, dan juga malu. Aiih, gimana mulainya besok ya?

Doakan aku, Teman-teman.



#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Yuk, Kenali Potensi Anak!


Ada banyak sekali artikel yang saya baca sejak jadi teman main Faraz, anak lelaki pertama saya. Secara alami insting emak ini pun bergerak. Saya sadar bahwa zaman terus bergerak maju. Tuntutannya dan lingkungannya jelas sudah jauh berbeda dengan masa saya kanak-kanak dulu. Alhasil, mamak mulai membuka diri belajar lebih banyak tentang ilmu terkait pengasuhan dan pendidikan.

Dimulai sejak mengandung Faraz, saya membekali diri dengan bacaan tentang parenting. Oaaalaaaah... Baca artikel-artikel itu sukses bikin saya meluap-luap ingin praktek.

"Kok kayanya seru ya?"
"Ihhh, ga sabar deh pengen dicobain seperti kata buku." 

Ternyata Buibu, benar adanya teori mah lebih gampang daripada praktek. Hahaha...

Contohnya sebuah ilmu cara melarang atau menolak. Kesannya sih mudah dan sederhana. Seringkali dibahas dan dicontohkan baik dari sebuah buku, juga kulwhap (kuliah/seminar online via WhatsApp Group). Hati ikut adem pas ada materi yang lembut dan kayanya enak dipraktekin.

Bahwa melarang anak itu SEBAIKNYA tidak dengan mengucapkan kata "JANGAN" atau malah menakut-nakutinya. Cukup katakan saja maunya kita.

Misal: Melarang anak agar tidak berdiri di pinggir tempat tidur.

Dont: Jangan berdiri di sana, Dek!
Do: Sini yuk berdirinya agak ke tengah aja. 

Nampak sederhana sekali kan?
Terbayang lemah-lembutnya kita melarang dan adem-ayemnya suasana parenting itu.

Namun kenyataannya?
Respon sang anak yang mesam-mesem cengengesan trus kitanya kagetan. Sontak deh teriak bilang: Jangaaaaan! atau Awas jatuh, Dek!!!


Hmmm...
Jadi, betul adanya parenting itu menantang. Tantangan ini jadi menarik karena ngerjainnya seru dan memang butuh konsistensi. Tekad yang kuat adalah kunci suksesnya.

Pengasuhan dan pendidikan anak jadi semakin berwarna. Apalagi ketika saya sudah mulai masuk fase mengamati. Beruntung bahwa saya bekerja di ranah domestik, jadi untuk observasi/mengamati Faraz masih bisa dilakukan dengan leluasa.

Menjadi teman main Faraz membuat saya melihat banyak perkembangannya. Secara tak langsung saya juga mulai mengenali beberapa sifatnya yang nampak dalam berkegiatan.

Faraz tuh antusias ketika dibacakan buku dan diajak menunjuk-nunjuk gambar. Dari observasi atau mengamati inilah aku bisa memfasilitasi kegiatan bermain yang menyenangkan untuknya.

Observasi begini hanyalah salah satu cara untuk mengenali karasteristik, bakat, dan minat anak. Tentu banyak cara lainnya yang bisa kita lakukan yaaa...

Ini berhubung kerjaan saya ya main sama Faraz, jadi gampang ngobservasinya. Hehehe...


#YukKenaliAnakKita


Kenapa penting bagi para orang tua untuk kenal anaknya secara detail dan mendalam? Bahkan bagi praktisi pendidikan selevel guru juga penting, menurutku.

Karena ada banyak hal yang bisa kita berdayakan saat kita mengenali mereka dengan seksama. Hal-hal kecil yang penting dalam setiap tumbuh kembangnya itu bisa dimanfaatkan untuk menggali potensi, minat, dan bakat yang dimilikinya.

Tujuannya adalah membimbing mereka sesuai fitrahnya. Saya adalah orang tua yang percaya bahwa setiap anak terlahir dengan fitrah hebat masing-masing. Cakrawala berfikir saya ini terbentuk setelah banyak mengikuti kelas-kelas parenting dan bacaan terkait. Saya mengamini bahwa orang tua tinggal berusaha untuk melihat tanda-tanda peluang menuju fitrahnya itu dan mengantarkannya.


Anak sulit diajar atau kita yang salah ajar?


Cerita tentang masa laluku. Ketika itu ada seorang keponakan tinggal di rumah orang tuaku. Saya merasa lelah sekali mengajarinya. Memang waktu itu saya belum punya anak sih. Faktor lelah itu bisa karena saya belum berpengalaman dan belum banyak membekali diri dengan bacaan seperti tadi. Bisa jadi juga karena saya merasa 'harusnya dia bisa'.

Kalau dipikirkan kembali dan mengingat-ingat masa itu, rasanya saya sangat bersalah. Ingin nangis dan minta maaf sama keponakan saya itu. Mana bisa kita menyamakan level pengajar dan yang diajar, toh?

Kok bisa saya memaksakan inginnya saya agar dia langsung bisa? Jahat sekali kalau dilikir ulang. Ibarat meminta ikan untuk memanjat, seperti perumpamaan yang pernah saya tonton.

Andai saya mampu melihatnya seperti kepercayaan saya tentang fitrah tadi. Oh, bukan. Andai saat itu saya sudah baca artikel-artikel parenting. Andai oh andai...

Saya merasa bahwa dia itu susah diajari. Mungkin karena dia kurang aktif? Begitu pikirku. Padahal kalo dengar kata gurunya di sekolah, dia bukan anak yang introvert atau pendiam. Justeru sangat aktif hingga bernyali menjahili dan berantem di sekolah.

Entah kenapa kalau di rumah, sikapnya itu 180 derajat berbeda dari cerita para guru itu. Hmmm... Apa yang salah?

Saya coba dekati dengan buku-buku cerita. Awalnya tertarik. Tapi pada akhirnya malah berujung dengan saya yang marah karena buku-buku itu kemudian bergeletakan tak diurus. Huhuhu...

Kok ya diajarkan begitu saja ga ngerti? Begitu saja terus pikirku saat itu.

Seandainya (lagi) aku lebih sabar dan mau belajar serta mencari tau. Mungkin aku sudah mulai menerapkan metode observasi mendalam padanya. Mencatat segala tingkahnya sebagai bahan portofolio untuk pertimbangan metode yang akan kucobakan kembali. Terus-menerus melakukannya hingga akhirnya menemukan cara yang ia nyaman dalam menerima pembelajaran.

Nyatanya aku belum sampai ke tahap itu dulu. Maaf ya, Boy. Semiga kamu bisa mendapat pembelajaran yang lebih baik lagi dengan orang yang lebih baik.

***

Well, selain menghabiskan waktu mengobservasi tingkah laku dan polah anak, kita juga bisa melakukan serangkaian tes. Sebut saja tes IQ yang sering kita dengar.

Sering dengar kan???
Walaupun aku sendiri belum pernah ikut tes itu. Hehhee...

Nah, dibanding tes IQ yang notabenenya berupa saduran dari luar negeri, alangkah baiknya kita mengikuti tes yang sesuai dengan lingkungan bertumbuhnya anak kita.

Ada sebuah tes kognitif yang sudah berdasarkan standar untuk anak yang bertumbuh di lingkungan Indonesia. Namanya AJT Cog Test.


Apakah AJT CogTest itu? 

AJT CogTest ini adalah sebuah produk jasa yang memfasilitasi tes kognitif pada anak usia 5 - 18 tahun. Ditawarkan oleh satu-satunya perusahaan tes kognitif Indonesia, yaitu PT. Melintas Cakrawala Indonesia.

Hadirnya Tes Konitif pertama khusu untuk anak Indonesia ini adalah buah dari penelitian mendalam selama 4 tahun. Sampelnya adalah 5000 siswa dari 6 provinsi di Pulau Jawa.


Penelitian ini melibatkan Fakultas Psikologi UGM, Kevin McGrew selaku konsultan proyek, serta ahli dari teori CHC (Cattell – Horn – Carroll) dan Co-author Woodcock-Johnson III & IV. 

Bayangkan bahwa ini adalah tes kognitif pertama dan satu-satunya dengan latar belakang budaya Indonesia loooh... Bukan kaleng-kaleng bahkan melibatkan banyak ahli dibidangnya. AJT CogTest ini pun sudah diujicobakan pada 10 sekokah ternama se-Jabodetabek.

Hasil AJT CogTest ini memproyeksikan 8 kecerdasan anak. Sehingga kita sebagai orang tua bisa dengan mudah memetakan mana kelemahan dan mana kelebihan anak. Sehingga dapat kita optimalkan metode dan gaya belajarnya.


Paket Tes Kognitif AJT

Ada 2 paket AJT CogTest:
  1. AJT CogTest Full Scale. Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak.
  2. AJT CogTest Comprehensive. Diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes.



Nah, Tes Kognitif AJT ini pas kalau mau diikuti menurutku, karena karakteristik dan bahasanya dibuat berdasarkan budaya kehidupan di Indonesia. Ini poin penting. Setidaknya sudah meminimalisir perbedaan latar dari segi soal tes IQ yang menggunakan latar budaya barat.

Dari hasil #AJTCogTest ini bisa tampak data tentang potensi yang paling menonjol pada anak, tentang perkembangannya, dll. Sehingga kita bisa mudah menentukan langkah selanjutnya dalam mengajari anak kita tadi. Kita bisa lebih maksimal dalam mengarahkannya sesuai minat dan bakat anak itu sendiri.

AJT CogTest membantu orang tua dan guru untuk lebih memahami kemampuan unik belajar anak Indonesia.


Info lebih lanjut tentang #TesKognitifAJT ini bisa melalui:




Rabu, Maret 27, 2019

Tantangan Berwirausaha Kuliner


Wisata kuliner memang sedang hype saat ini. Urusan perut memang ga ada habisnya. Kadang bukan hanya dilatarbelakangi naluri lapar, tapi kuliner juga sudah menjadi sebuah gaya hidup. Tak heran banyak usaha pada bidang kuliner yang makin berkembang. Menjamurnya wirausahawan bidang kuliner ini tentu memberikan tantangan tersendiri.

Tantangan berwirasusaha kuliner bisa berasal dari dalam diri sendiri dan juga dari faktor luar. Sebelum kita bahas beberapa tantangan dalam wirausaha kuliner, aku mau sharing pengalaman pribadiku.


Bakat Dagangku


Sejak kecil aku sudah akrab dengan perniagaan. Waktu masih SD, aku membawa es lilin buatan ibuku ke sekolah. Ramai teman-teman yang beli daganganku saat itu. Walau tak jarang, di hari-hari tertentu pernah juga tak laku.

Naik kelas, ganti pula musim dagangan kala itu. Aku tak lagi menjajakan es lilin. Selain tempat es-nya berat dibawa, saat itu anak-anak sedang gemar ngemil di dalam kelas.

Apa yang kujual?
Kacang goreng bikinan ibuku juga. Malam-malam aku dan adikku membantu ibu mengemasi kacang yang sudah dingin dari penggorengan. Dimasukkan ke dalam plastik panjang, kemudian direkatkan dengan bantuan panas api lilin.

Kadang terlalu panas hingga plastik itu meleleh dan membuat kulit nyeri. Tapi, membayangkan esok semua plastik berisi kacang itu akan bertransformasi menjadi rupiah, kami tak peduli pada nyeri.

Itu kisahku berdagang semasa SD yang masih kuingat. Entah apalagi yang pernah kujajakan. Es dan kacang gorenglah yang masih terbayang.

Saat duduk di bangku kuliah pun aku masih melakoni perdagangan. Kebetulan teman sekamarku gemar membuat kerajinan tangan.



Kalian tahu boneka karakter dari kain flanel? Tahun 2011-an rasanya boneka itu hits. Banyak peminatnya tapi masih dikit suppliernya. Yuk Septi membuat sendiri boneka-bonekanya berdasarkan pesanan khusus pelanggan.

Ada yang pesan boneka polisi dan ibu bhayangkari-nya. Ada juga pesanan karakter tentara dan ibu persitnya. Karakter dokter, pemain bola, dan banyak lagi pesanan datang. Hampir kerepotan kami memenuhi permintaan.

Kali ini aku ikut membantu Yuk Septi tak hanya sebagai marketer-nya, tapi ikut pula menjahit bagian-bagian boneka flanel itu. Bisa kubilang, Yuk Septi ini pengusaha yang telaten. Hingga akhirnya di tahun akhir kuliahku, aku tak lagi mengurus boneka-boneka Yuk Septi.

Yuk Septi membeli banyak aksesoris. Baik berupa gelang, kalung, ikat pinggang, dan banyak lagi. Aku diperbolehkan menjual dengan hargaku sendiri. Ya, aku jadi reseller-nya. Daganganku laku keras di kampus.

Sampai hari ini Yuk Septi masih berjualan hasil karyanya. Membuat banyak aksesoris cantik, dompet, dll. Di sini nampak bahwa beliau selalu melakukan pembaruan. Dalam usaha kuliner pun hendaknya demikian.

Berdagang mungkin sudah melekat dalam diriku. Bisa dibilang bahwa aku ada bakat menjajakan barang. Hanya saja aku kurang pandai mengatur perputaran uangnya. Setelah kuhitung dan kusisihkan uang modal, ternyata ada selisih dibelakangnya.

Alhasil, aku kelabakan. Uangku habis saja.

***

Belajar dari pengalaman itu, ada beberapa hal yang bisa kubagikan tentang berwirausaha.

Apapun jenis dagangan kita, mau itu makanan, aksesoris, ataupun mainan, berdagang adalah sebuah karya seni.

Bagiku berwirasusaha adalah sebuah seni yang dipadukan dengan keberanian dan tekad yang kuat. 


Mengatasi Tantangan Berwirausaha 


Melihat peluang usaha yang menjanjikan saat ini, yaitu wirausaha kuliner, kita bisa mengembangkan sayap ke sana. Perhatikan beberapa hal berikut terkait membuka usaha:

  1. Riset. Penting sekali untuk melakukan riset sebelum memulai usaha kuliner. Kita harus jeli melihat jenis makanan atau minuman apa yang cocok dan menarik oleh orang sekitar. 
  2. Berani. Setelah menentukan isi menu untuk usaha kuliner kita, saatnya mengambil keputusan untuk berani mencoba. Mungkin diawal akan butuh waktu untuk menyesuaikan ritme dagang. Bisa jadi laku atau tidak laku. Berani mengambil resiko ini adalah awal mula keberhasilan. 
  3. Inovasi. Ketika percobaan awal menarik perhatian pembeli kemudian laku keras, kita bisa mempertahankannya dalam menu sebagai sajian khas/utama. Tapi, inovasi atau pembaruan tetap perlu. Kita tak mau pelanggan lari karena bosan toh? 
  4. Fleksibel. Pada era industri 4.0 ini pelayanan dalam berdagang pun sudah apik dan canggih. Layanan pesan-antar bahkan bayar online sudah tersedia. Saatnya mendaftarkan konter usaha kuliner kita agar dapat diakses secara fleksibel oleh calon pembeli. 
  5. Kemudahan transaksi. Ini adalah sebuah fasilitas yang tak hanya memenangkan pelanggan semata. Sebagai pemilik usaha kuliner pun akan sangat terbantu jika setiap transaksinya teratur dan mudah diakses pembeli. 

Poin nomor 5 itu sebenarnya sebuah jawaban atas masalahku yang lalu. Sudah baca cerita bakat dagangku tadi? Dagangan laris manis tapi uangku habis. Hahaha...

Konyol tapi itulah kenyataannya. 

Kurang rapi dalam urusan catatan keuangan, ketidakselarasan hitunganku sehingga uang modal malah bocor deh!

Jadi, memang penting untuk memfasilitasi diri dan juga pelanggan dengan kemudahan bertransaksi. Baik dari urusan pesan-memesannya, juga termasuk urusan bayar-bayarannya. 

Misalnya, karena kelalaianku soal catat pemasukan dan hitung keuangan dagang, memang perlu pakai mesin kasir. Agar meminimalisir kerugian. 


Jaman industri 4.0 ini ada jawaban untuk kebutuhan wirausahawan kuliner itu. Ga perlu mahal beli mesin kasir. Ada loh ni aplikasinya. Sebut aja SPOTS POS.



Coba dilihat-lihat dulu nih. Sudah menjawab tantangan berwirausaha kuliner kan ya? So, jangan ragu untuk memulai!

Artikel ini didukung oleh SPOTS

Artikel ini didukung oleh SPOTS

Selasa, Maret 26, 2019

Sewa Bus untuk Mudik Lebaran Ternyata Banyak Untungnya!



Ritual yang tidak bisa ditinggalkan ketika libur lebaran adalah pulang kampung, alias mudik. Berbagai macam cara ditempuh untuk dapat balik kampung dengan selamat dan nyaman, mulai dari naik pesawat, kereta api, naik bus umum, mobil, bahkan hingga nekat memakai sepeda motor. Namun, tidak jarang dalam satu kelompok, lebih memilih menyewa bus untuk bisa mudik. Bahkan, banyak pula LSM atau perusahaan yang menyediakan bus khusus mudik ke suatu daerah. Hal tersebut membuat pemesanan bus untuk mudik lebaran pun meningkat drastis daripada hari-hari biasa. Mengapa demikian? Ternyata, mudik dengan bus sewaan memiliki banyak keuntungan.


Manfaat Jika Sewa Bus untuk Mudik Lebaran


1. Tujuan perjalanan jelas dan tidak khawatir tersesat

Ketika kamu menyewa bus untuk perjalanan mudik, artinya bus tersebut adalah kendaraan rombonganmu yang memiliki tujuan ke tempat yang sama. Misal, mudik dari Jakarta ke Surabaya dengan bus sewaan. Berarti kamu tidak perlu oper-oper bus dan tidak perlu takut salah naik bus karena bus tersebut bukan kendaraan umum. Dan karena satu rombongan, maka jika ada keperluan seperti berhenti untuk urusan kamar mandi, makan dan lain-lain pastinya akan lebih mudah dikoordinasi.

Selain itu, driver bus juga pastinya orang yang profesional. Mereka akan mengantarkan rombonganmu dengan baik. Risiko tersesat akan sangat kecil, dibandingkan jika kamu mudik sendiri dengan membawa kendaraan sendiri.



2. Mudik bersama orang-orang yang dikenal akan lebih aman dan nyaman

Ketika kamu mudik sendiri menggunakan kendaraan umum, kamu akan melakukan apa pun sendiri. Mulai dari mengurus barang-barang dan lain sebagainya. Selain itu, terkadang keadaan juga kurang kondusif karena satu penumpang dengan lainnya tidak saling mengenal. Berbeda jika satu rombongan adalah teman-teman, keluarga, maupun rekan kerja, perjalanan jadi lebih menyenangkan karena kamu sudah tahu satu sama lain. Selain itu, karena tidak ada orang luar, kamu juga akan merasa lebih aman.


3. Bisa bersantai sepanjang perjalanan


Naik kendaraan sendiri ketika mudik pastinya akan melelahkan, kamu menyetir sepanjang jalan dan tidak bisa berleha-leha menikmati perjalanan. Namun, jika menyewa bus, kamu bisa menyerahkan urusan kepada pak driver, sehingga kamu bisa tiduran, mendengarkan musik, karaoke, membaca, dan lain sebagainya.


4. Tidak repot membawa barang bawaan

Bus memiliki ruang bagasi yang besar, sehingga kamu bisa memasukkan semua barang bawaan ke dalamnya. Meskipun bus umum juga memiliki ruang bagasi yang sama, tetapi jika menyewa bus kamu jadi tidak khawatir barang akan hilang atau tertukar. Sebab, biasanya ada seseorang yang dijadikan koordinator yang biasanya mengurus penumpang. Jika ada barang-barang yang tertukar bisa langsung diinformasikan dengan mudah karena saling mengenal.



Sewa Bus untuk Mudik Sangat Mudah dan Cepat

Untuk sewa bus sendiri sebenarnya bukan hal yang sulit. Banyak sekali rental kendaraan yang memiliki bus untuk disewakan. Yang terpenting adalah kamu bisa menyesuaikan bus tersebut dengan kebutuhan rombongan. Misalnya, sewalah bus yang harga sewanya sesuai dengan budget rata-rata yang mampu dibayarkan rombongan. Kemudian, pilih bus dengan fasilitas yang sesuai dengan harga yang diberikan. Jika tidak mampu menemukan rental yang cocok di sekitar kamu, bisa mencari rental bus lewat internet.

Salah satu rental bus yang dapat kamu percaya dan pastinya akan memberikan pelayanan terbaik adalah TRAC. Tempat penyewaan kendaraan satu ini sudah lama melayani penyewa bus yang ingin mudik lebaran. Artinya, TRAC sudah berpengalaman. Selain itu, cara bookingnya juga sangat gampang dan praktis..

Senin, Maret 25, 2019

Harus Coba Honor 8A Bagi yang Suka Musik


Kalo sebelumnya aku sudah menceritakan tentang Honor 10 Lite pada Teman-teman, kali ini aku mau bahas Honor 8A. Ini adalah seri lain ya g dikeluarkan oleh Honor bersamaan dengan Honor 10 Lite-nya. Aku sudah senggol sedikit di tulisan sebelumnya.

"Apa sih bagusnya Honor 8A?" 

Pasti ini adalah salah satu pertanyaan yang muncul dalam benak teman semua. Kok ya Alma ngomongin Smartphone Honor 8A juga? Kan kemarin bilang Honor 10 Lite yang bagus.

Well, kedua seri ini tuh emang bagus loh. Baik seri 10 Lite maupun Honor 8A masing-masing punya keunggulan. Jadi, tinggal sesuaikan dengan karakter dan kebutuhan kamu selaku pengguna smartphone ini.

Honor 8A punya spesifikasi unggulan dalam range harga yang bersahabat. Bayangkan fitur-fitur kece berikut yang bisa kamu dapatkan dari Smartphone seharga 1 jutaan.

Spesifikasi Unggulan Honor 8A:

Kamu tim pendengar radio sepertiku? Cocok banget deh pake Honor 8A ini. Yang keren dari fitur radionya Honor 8A adalah teknologi wireless alias tanpa kabel. Udah langsung nyala aja radionya tanpa perlu nyolokin headset ataupun headphones gitu. Yeay!!!


Honor 8A ini juga jenis smartphone berponi. Tampilan ini bikin 87% lebih luas, lebih besar, nyaman dilihat. Sudah lulus sertifikasi untuk tes keamanan dan kenyamanan bagi mata juga loh. Jadi, bisa mengurangi kerusakan mata yang terpapar cahaya dari Hp dalam waktu lama.


 Prosesornya ini punya kecepatan hingga 2,3GHz. Bikin ga lemot pas dipake.


 Untuk sediaan slot sim card-nya juga mandiri alias ga tumpang-menumpang. Bida pake kartu 2 tanpa mengorbankan slot kartu memori tambahan.


 Dibandingkan seri lain keluaran Honor, si 8A ini punya speaker dengan output suara super besar. Hal ini didukung dengan teknologi gabungan suspensi. Teknologi itu sukses bikin peningkatan suara 30% dari seri lainnya.


 Ga cuma unggul soal entertaiment/ musik seperti pada fitur radio, speaker, tampilan layar, Honor 8A ini punya kamera yang oke banget buat jepret.

 Ga cuma berbodi kece, Honor 8A ini punya kapasitas baterai yang besar. Yaitu 3020 MAh. Lumayan banget kaaaan?


Selanjutnya adalah bagian penting tentang kapasitas penyimpanan (storage dan memory). Honor 8A menyediakan memory 3GB dan storage 32GB. Gede ga tuh?


Nah, dari beberapa spesifikasi unggulan Honor 8A ini teman-teman bisa menggolongkan smartphone seperti apakah Honor 8A ini?

Seperti kubilang: kalo kamu suka musik, pakai Honor 8A. Fitur-fitur dan spesifikasi yang disediakannya jelas mendukung soal itu.

Kabar baik lain yang mau aku bagikan adalah ...  Jeng jeng jeng

Honor 8A

Info Diskon gede-gedean!!!
Tepatnya mulai besok, 26 - 28 Maret 2019 ini, Honor ikut memeriahkan program Super Brand Sale di Shopee loooh...

Selain beragam aksesoris Honor, diskon juga diberlakukan untuk pembelian Honor 8A dan Honor 10 Lite.

Di hari puncaknya Super Brand Sale ini, Honor bakal kasih diskon produk-produknya hingga 60%. Selain itu, Honor juga menyediakan hadiah voucher belanja dan program cashback.


Kalo kamu suka musik, jangan sampai ketinggalan Super Brand Sale di Shopee tanggal 26-28 Maret besok. Biar smartphone Honor 8A-nya bisa kamu bawa pulang yaaa...

Minggu, Maret 24, 2019

6 Keuntungan Menggunakan Shipping Service Profesional dan Terpercaya, Pengiriman akan Aman



Shipping service semakin dibutuhkan oleh siapapun khususnya mereka yang sering melakukan jual-beli secara online. Tidak heran, dengan meningkatnya jumlah orang yang membutuhkan jasa pengiriman barang inilah membuat nama perusahaan pengiriman barang juga semakin banyak anda temukan. Setiap jasa pengiriman barang tersebut tentu memiliki keunggulan masing-masing.


Keuntungan adanya shipping service

Jika zaman dulu, proses pengiriman barang sulit untuk dilakukan maka tidak untuk sekarang dimana mereka semakin mudah untuk mengirimkan barang kemanapun saja. Ada banyak keuntungan yang bisa anda peroleh dengan hadirnya shipping service ini. Tentunya keuntungan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan melakukan pengiriman barang baik itu ke dalam atau keluar negeri. Berikut ini keuntungan menggunakan jasa service.


1. Bisa digunakan untuk mengirim dokumen penting



Tidak hanya memberikan layanan untuk mengirimkan barang-barang dari jual beli online saja, ternyata salah satu manfaat atau kelebihan yang bisa anda peroleh dari menggunakan shipping service adalah untuk mengirimkan dokumen-dokumen penting. Tidak mungkin bukan apabila anda akan mengirimkan dokumen tersebut ke tujuan luar kota sendiri?

Dengan memanfaatkan jasa inilah maka proses pengiriman dokumen tersebut juga lebih menghemat waktu dan tenaga. Hal ini karena perusahaan pengiriman barang yang professional tentu sudah memiliki kantor cabang di setiap daerah di Indonesia.


2. Bisa digunakan untuk mengirim barang berharga



Selain bisa digunakan untuk mengirimkan dokumen penting ke semua wilayah, kehadiran jasa pengiriman barang ini ternyata juga akan memberikan keuntungan bagi anda yang akan mengirimkan barang berharga ke tempat tujuan.

Beberapa barang berharga yang bisa dikirimkan oleh kurir shipping service adalah emas hingga peralatan elektronik. Mereka bahkan akan memberikan garansi ketika barang rusak ataupun hilang. Inilah mengapa anda harus cermat dan teliti ketika akan bekerja sama dengan jasa service.


3. Tersedianya layanan pengiriman kilat


Jika anda ingin mengirimkan barang yang harus sampai ke tempat tujuan dengan cepat maka anda tidak perlu khawatir lagi. Hal ini karena semakin banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan pengiriman cepat kilat.

Dengan menggunakan jasa mereka maka barang/dokumen yang akan anda kirim akan sampai dengan cepat. Sudah ada banyak perusahaan pengiriman barang yang menawarkan layanan pengiriman barang yang satu ini.


4. Tersedianya jenis pengiriman yang lengkap


Tak hanya itu saja, saat ini perusahaan pengiriman barang ternyata juga sudah memiliki layanan pengiriman barang yang sesuai dengan kebutuhan anda. Perusahaan yang professional biasanya akan menawarkan pengiriman melalui jalur darat, laut hingga jalur udara.

Dengan adanya berbagai macam jalur yang bisa dilewati itulah maka anda bebas akan mengirimkan barang kemanapun bahkan ke luar negeri. Pengiriman dengan jalur udara bisa menjadi pilihan yang tepat untuk anda yang ingin mengirim barang dengan cepat tetapi tetap ada syarat dan ketentuan.


5. Terjamin dengan adanya system garansi


Keuntungan lainnya yang bisa anda dapatkan dengan menggunakan jasa pengiriman barang adalah adanya system garansi. Dengan adanya system garansi inilah maka anda tidak perlu khawatir dengan barang anda selama diperjalanan. Jika nantinya terjadi kerusakan atau hilang maka pihak asuransi akan menggantinya.


6. Ekspor impor yang semakin mudah


Karena tersedia jenis jalur yang bisa dilewati maka proses impor ekspor barang juga akan semakin mudah untuk dilakukan. Tetapi tetap , anda bisa memilih jasa pengiriman yang professional dan terkenal.

Demikian keuntungan dari menggunakan shipping service. Jika anda sedang mencari shipping service yang siap melayani kebutuhan pengiriman anda, SERA bisa menjadi pilihan yang tepat.
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES