Senin, November 05, 2018

1000 Hari Pertama Ananda adalah Kesempatan Emas



1000 Hari Pertama Ananda adalah sebuah kesempatan emas bagi para orang tua. 1000 hari pertama ini dimulai sejak 270 hari masa kehamilan, kemudian dilanjutkan 730 hari hingga anak berusia 2 tahun.

Mengapa 1000 Hari Pertama penting?
Tak lain, tak bukan karena itulah 1000 hari terbaik bagi tumbuh kembang anak kita. Pada rentang waktu 1000 hari inilah kita harus terus memantau, menjaga, dan menstimulasi anak agar terhindar dari Stunting.


Tentang Stunting

Beberapa waktu belakangan ini, Teman-teman mungkin sering mendengar istilah ini. Berdasarkan artikel dari depkes.go.id, Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama - dimulai sejak 1000 hari pertama.


sumber: pixabay.com

Gagal tumbuh yang bagaimana? Dari beragam artikel disebutkan beberapa kondisi anak yang mengalami gagal tumbuh/ stunting ini. Antara lain tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya dan keterlambatan dalam berfikir.

sumber: pixabay.com

Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang diinginkan. Untuk itulah 1000 Hari Pertama Ananda menjadi kesempatan emas untuk ibu dan bapak dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak-anaknya.


Stunting di Indonesia

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang diperoleh Dinas Kesehatan, kasus Stunting ini sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu lebih dari 20%.

Ini cukup mengkhawatirkan karena kita sepakat bahwa masa depan bangsa ini dipegang oleh generasi penerusnya. Apa yang terjadi jika keadaan generasi penerus ini justeru menyedihkan karena Stunting?

Maka dari itu, penting agar para orang tua untuk mengetahui penyebabnya agar dapat mengambil langkah tepat penanggulangan kasus ini.


Penyebab Stunting

Sumber: pixabay.com 

Penyebab Stunting, berdasarkan artikel informasi untuk masyarakat di laman depkes, adalah karena kekurangan gizi dan faktor ibu (pola asuh serta pola makan).

Faktor lain yang dapat menyebabkan Stunting pada anak adalah terjadinya infeksi pada ibu, kehamilan remaja, jarak kelahiran yang pendek, hipertensi, dan gangguan mental pada ibu.

Selain faktor lalai atau ketidaktahuan, rendahnya akses untuk makanan bergizi menjadi pemicu hal ini.


Perhatikan Asupan Gizi

Ibu hamil mulai menambah asupan vitamin untuk tubuhnya juga untuk membantu perkembangan janin di rahimnya.

Dalam trimester awal, pembentukan sel-sel penting sangat membutuhkan tambahan vitamin dan mineral tersebut. Namun, tidak berhenti di trimester awal saja. Sepanjang masa kehamilan semua organ tubuh janin berkembang.

Sumber: pixabay.com 

Pola makan sejak hamil pun menentukan. Asupan makanan bergizi dan beragam (kecuali yang tidak dianjurkan dokter atau bidan) perlu diatur.

Bahkan tak jarang, dokter pun memberikan tambahan nutrisi dan suplemen pada tiap trimesternya untuk mendukung progres perkembangan janin di tiap bulannya. Jadi, penting bagi para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya per bulan.


Perhatikan Pola Makan

Sumber: pixabay.com 

Pola makan yang dimaksud adalah sejak kehamilan seperti penjabaran di atas. Kemudian, perhatikan juga pola makan bayi setelah lahir.

Makanan dengan gizi seimbang yang memenuhi kaedah 'Piringku'.

Sumber: Medisindo.co.id

Sangat disarakan juga untuk membuat catatan penting tentang data lahir bayi kelak. Seperti berat badan lahir dan panjang badannya.

Hal ini penting karena akan menjadi acuan ibu dalam memantau tumbuh kembang anaknya.

Sejak kontrol pertama kehamilan di Bidan atau Puskesmas, para ibu akan mendapatkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di dalamnya terdapat borang atau formulir isian untuk data ibu semasa hamil. Ketika anak lahir, ada pula bagian untuk mencatat data anak berikut informasi grafik acuan kesehatannya.

Info dari dr. Fatima saat itu, bahwa ibu harus memantau tumbuh kembang anak dari berat badan, tinggi badan, dan prilakunya.

Berat badan anak usia 1 tahun, normal atau idealnya adalah tiga kali (3x) berat lahirnya. Dan untuk tinggi badan normal atau ideal anak usia 1 tahun adalah satu setengah kali (1,5x) panjang badannya saat lahir.

Di dalam buku KIA ini juga ada catatan informasi tentang berapa banyak penambahan berat badan anak ideal setiap bulannya. Berbekal informasi tersebut, pola makan dapat diatur atau diprogramkan dengan baik.


Perhatikan Pola Asuh

Sumber: pixabay.com 

Pola asuh ini masih berhubungan dengan perilaku menyediakan makanan bagi anak (bayi dan balita). Bahwa penting sekali agar para ibu ataupun calon ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan terkait informasi ini.

Edukasi tentang pentingnya IMD atau Inisiasi Menyusu Dini pada bayi yang baru lahir. Lalu, pemberian ASI Ekslusif berikut MP-ASI (makanan pendamping ASI) pada waktunya nanti perlu diketahui dengan baik.

Selain itu, minimal 4 kali memeriksakan kandungan semasa hamil pun perlu dipahami agar para ibu hamil dapat dipantau dengan baik.

Sumber: pixabay.com

Sejak menyadari kehamilan, hendaknya para ibu mulai memperhatikan asupan gizinya. Karena kita tahu bahwa ada satu nyawa lagi yang ikut bertumbuh di dalam rahim. Dimana ia butuh banyak asupan vitamin, mineral, dan beragam makanan sumber energi.

Untuk itu, ibu bidan dan dokter selalu membekali para ibu hamil dengan vitamin serta suplemen tambahan. Ditambah lagi dengan nasehat informasi kesehatan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi.


Perhatikan Sanitasi dan Akses Air Bersih

Hal penting yang seringkali dipandang sebelah mata adalah aspek kebersihan. Cuci tangan merupakan suatu hal yang masih perlu digalakkan.

Sumber: pixabay.com 

Masyarakat masih perlu banyak seruan dan edukasi tentang ini. Bahwa penting sekali mencuci tangan dengan bersih agar segala hal yang mungkin masuk dari mulut melalui tangan terjaga kebersihannya.

Pola Asuh, Pola Makan, dan Sanitasi ini menjadi pilar pencegahan Stunting sejak bayi dikandung. 1000 Hari Pertama Ananda kita jadikan kesempatan emas untuk menjaga dan menata pola makan/ pola asuh agar anak kita terhindar dari Stunting.

Pemahaman ibu selaku orang tua yang mengandung anaknya merupakan tonggak awal 1000 Hari Terbaik Ananda.




Referensi: 
Website Departemen Kesehatan Indonesia (depkes.go.id) 
Konsultasi langsung dengan dr. Fatima Safira Alatas, Ph. D, Sp. A(K) 

26 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES