Minggu, Agustus 26, 2018

NHW 4: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Mendidik dengan kekuatan fitrah nhw 4 institut ibu profesional

Assalamualaikum.
Tak terasa sudah di minggu ke empat. Materi pelajaranku di kelas Matrikulasi IIP ini semakin 'berat'. Berat karena masib asing sekali dengan beberapa istilah.

Misalnya saja ketika disebutkan seperti pada judul: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah.

Dalam hati saat membaca materinya langsung ribut sahut-menyahut.

"Hah? Gimana pula itu mendidik berbasis fitrah?"

"Fitrah yang bagaimana?" Atau malah makin kacaunya lagi, hati bertanya-tanya "Fitrah itu apa ya sebenarnya?"

Karena saat menyelami kembali materi yang diberikan itu, semakin tenggelam dalam kebingungan.

Untung saja, Mbak Mimi selaku fasilitator di kelas kami datang membawa pencerahan. Banyak pertanyaan dari para teman yang sudah mewakili apa yang hendak kutanyakan.

Akhirnya aku tinggal menyimak jawaban dalam diskusi NHW 4 itu.

Tugas yang diemban untuk NHW 4 itu adalah:




Itu tugasnya. Ada sampai F point artinya 6 buah instruksi yang harus dilakukan.

Kalau bisa kubilang, nampaknya di NHW 4 ini kami dibimbing untuk tetap berada di jalur yang benar. Caranya adalah dengan meriviu NHW sebelumnya dan mulai membuat titik poin untuk beranjak kembali. Bismillahirrahmanirrahim.

Akan kumulai dengan instruksi yang pertama.


Jurusan di Universitas Kehidupan


Jurusan yang kupilih adalah JURUSAN WANITA SHOLEHA. Sudah kuceritakan asal muasal, alasan, serta beberapa strategi yang kurencanakan selama menempuh pendidikan di jurusan itu di postingan NHW 1.

Apakah aku akan tetap memilih jurusan ini? 

Karena pembelajaran selama di kelas MIIP ini kuikuti dengan penuh rasa ingin tahu, penasaran, dan semangat. Walaupun bingung aku coba untuk menjalaninya. Tadinya aku takut salah mengerjakan tiap NHW yang diberikan. Tapi, seiiring waktu perjalanannya terlihat kemana arah pembelajaran ini.

Aku makin ringan melangkah.
Betul katanya: JUST DO IT! Sambil percaya Insyaallah bisa dan memeroleh ilmu yang baik.

Kukira jurusanku terlalu umum atau cakupannya terlalu luas dan melebar kemana-mana. Tapi, setelah kubaca e-bulletin vol. 01 bahwa semuanya boleh. Tak salah asal sudah diatur perencanaan penguasaannya.

Jadi, aku tetap pada jurusan pilihanku ini, Jurusan Wanita Sholeha. Bismillah.


Konsistensi Checklist NHW 2


Pada saat mengerjakan NHW 2, aku mulai teringat materi kuliah dulu. Yaitu tentang pembuatan indikator pembelajaran. 

Di kelas MIIP ini, kami juga diajak untuk menuliskan indikator hidup. Indikator yang dibuat adalah untuk skala pribadi (individu), istri, dan ibu. Sementara, indikator tersebut harus memenuhi unsur SMART. Sudah kujabarkan di postingan NHW 2.

Entah kenapa, ketika hendak membuat indikator capaian sebagai wanita profesional baik sebagai pribadi, istri, dan ibu rasanya aku mentok sekali mikirnya.

Sempat kutuliskan beberapa poin saja. Berkecamuk rasa antara takut tak mampu mencapainya juga bimbang menuliskannya.

Ketika diskusi riviu NHW itu, ada penerangan lagi yang kudapat. Yaitu lebih baik menulis dengan sebanyak-banyaknya dan sedetail-detailnya. 

Pun ketika kulihat NHW yang dibuat teman lainnya di e-bulletin 2. Aku manggut-manggut takzim saat membacanya. Salut dengan perencanaan hidup teman-teman yang sudah sangat terarah secara detail.

Jadi, akupun merevisi indikator yang kubuat sembari membuat format checklistnya sebagaimana yang dicontohkan teman-teman.

Waaah...
Ternyata banyak juga yaa...


Sudah konsistenkah aku mengerjakannya? Segenap hati kucoba untuk lakukan sesuai rencana yang sudah kutuliskan itu. 

Beberapa memang masih ngos-ngosan mengerjakannya. Lantaran masih belum piawai mengatur ritme dan waktunya.

Ini salah satu PR besarku: Manajemen Waktu!

Bismillahirrahmanirrahim.
Mulai hari ini harus lebih keras pada diri sendiri. Seperti pesan Bunda Peni: agar kelak, lingkungan pun melunak pada kita.


Peran Hidup


Peran hidup. Ini adalah inti dari pengerjaan NHW 3 lalu. Betapa minggu itu menjadi minggu yang cukup menguras emosi jiwa.

Karena untuk memahami peran hidup itu, ada sebuah tugas 'besar' yang harus kami kerjakan. Yaitu IKHLAS.

Tentang memaafkan masa lalu dan membangun serta memupuk cinta (mulai dari rumah).

Aku juga menuliskan surat cinta untuk suami seperti yang diinstruksikan. Rasanya nano-nano! Sudah kuceritakan di postingan NHW 3.

Lalu, belajar membaca 'kode' dariNYA. Tentang mengapa saya ada di dunia ini, di lingkungan ini, dan di keluarga ini. Untuk kemudian menentukan bidang apa yang ingin didalami dalm dalam hidup ini.

Duh, sesungguhnya kode itu tersirat dimana-mana. Tentang potensi diri yang kucoba baca, juga tentang apa yang bisa kulakukan untuk sekitar sudah kutulis dan kurencanakan ketika itu.

Aku adalah ibu satu anak yang berlatar belakang pendidikan. Karena satu dan lain hal, aku memutuskan untuk membersamai anakku bermain di rumah saat ini.

Hobiku menulis dan aku tetap melakukannya saat di rumah bersama anakku. Dari sekian banyak potensi yang kubaca seperti yang kusampaikan di NHW 3 lalu, akupun memutuskan satu potensi saja yang akan kuperdalam.

Yaitu Menulis. Aku memilih MENULIS sebagai bidang yang akan kuperdalam- kupelajari lebih jauh.

Dari tulisanku, aku berharap tetap bisa memberikan pembelajaran juga (berbasis online).


  • Misi hidup: Berbagi melalui tulisan
  • Bidang: Pembelajaran Bahasa Inggris, Sharing kehidupan sehari-hari (lifestyle), beauty
  • Peran: Penulis


Menyusun Ilmu


Setelah aku mulai mengerucut dengan pilihan bidang yang akan kutekuni, saatnya membuat kurikulum.

Yaitu menyusun ilmu apa saja yang aku perlukan untuk bisa menjadi ahli di bidang ini. Agar aku bisa maksimal mencapai misi yang telah kubuat tadi.

Berikut susunan ilmu dalam kurikulum yang kucoba buat:


  1. Pra Menulis: memperbanyak sumber bacaan agar wawasan menulis berkembang
  2. Pondasi Menulis: ilmu tentang kepenulisan (tata bahasa, dll)
  3. Pernik Menulis: ilmu tentang membuat tulisan enak dibaca, dilihat secara visual, dan mampu menyampaikan pesannya.
  4. Pro Menulis: ilmu tentang menjadikan tulisan bermanfaat dan mampu membawa kebaikan (income, dll)


Milestone


Ini adalah hal yang tak kalah penting. Setelah membuat indikator kehidupan dan berusah konsisten melaksanakannya, harus ada garis waktu agar tidak terlena.

Di sinilah milestone bekerja.

Dari materi sesi ke-4 di kelas MIIP ini kami belajar bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar.

Semua orang memiliki Km. 0 dalam hidupnya saat memulai sesuatu. Dan di sinilah Km.0 ku bermula. Saat aku genap berusia 27 tahun. 

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga bisa terus maju ke Km (kilometer) selanjutnya.

Km 0 hingga Km 1 dianalogikan sebagai tahun pertama. Km 1 hingga Km 2 adalah tahun kedua, dan begitu seterusnya.

Bagaimana milestone-ku untuk setiap kilometernya?

Km 0 - Km 1: Menguasai ilmu Pra Menulis
Km 1 - Km 2: Menguasai Pondasi Menulis
Km 3 - Km 4: Menguasai Pernik Menulis
Km 4 - Km 5: Menguasi ilmu Pro Menulis



Koreksi Checklist


Seperti yang kusampaikan di sub judul kedua tadi, konsistensi checklist NHW 2, bahwa aku akan merivisi checklist agar indikator capaian menjadi wanita profesionalku mudah dikerjakan.

Sekaligus agar aku bisa menguatkan diri berusaha lebih keras untuk mengerjakan tiap daftarnya.

Berikut revisi yang kubuat:




Bismillah.
Semoga semua indikator ini bisa tercapai dengan baik dan diberikan kemudahan dalam mengerjakannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES