Senin, Agustus 13, 2018

NHW #2: Indikator Ibu Profesional



Assalamualaikum.
Kali ini saya mau berbagi tentang Nice Home Work (NHW) pekan kedua.

Setiap hari bahasan diskusi di WAG Matrikulasi Ibu Profesional semakin seru. Selain sesi STOD dan tamu spesial dari jajaran Ibu Profesional Pusat tentunya.

Baca:

STAR OF THE DAY PERDANA DI KELAS SUMATERA 3 MIIP BATCH 6



Pekan kedua ini bahasannya adalah tentang menjadi Ibu Profesional. Ada banyak sekali bahasannya. Dari materi itu, kami dikenalkan pula dengan daftar acuan atau indikator perempuan profesional.

Seperti semboyan di IIP ini: Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Hal itu menjadi salah satu indikator untuk dibilang profesional. Apakah keluarga bangga dengan kita?

Well, I'm in the process of learning

Semoga setiap usaha saya itu dinilai sebagai sesuatu yang positif dan menjadi kebanggaan suami, anak, orang tua, dan saudara. Aaamiin.

Ada 3 indikator profesionalisme perempuan seperti yang disampaikan oleh Tim Matrikulasi IIP di kelas. Berikut ranah tolok ukurnya:

  1. Sebagai Individu
  2. Sebagai Istri
  3. Sebagai Ibu

Tugas NHW #2 ini adalah membuat indikator profesionalime diri sendiri. Yang kira-kira mampu dijalankan dan mampu membawa kita maju ke arah tujuan menjadi profesional itu.

Berdasarkan kaidah indikator yang baik, yaitu memenuhi kriteria SMART (specific, measurable, achievable, realistic, and timebond), maka berikut indikator saya:


SEBAGAI INDIVIDU, saya bisa:
  • beribadah tepat waktu. Minimal untuk hang wajibnya.
  • khatam Al-Qur'an dengan teratur membacanya minimal 1 lembar per hari.
  • membuat konten untuk blog. Minimal 1 postingan per minggu.
  • membaca buku minimal 1 buku per bulan.
  • membaca artikel pendidikan minimal 1 artikel per minggu.
  • meluangkan waktu untuk merawat tubuh (scrubbing, maskeran, luluran, creambath). Minimal dikerjakan sendiri di rumah sebulan sekali.

Secara garis besar, indikator profesional saya sebagai individu adalah bisa mengakomodasi waktu untuk melakukan hal yang saya sukai, saya geluti, dan saya butuhkan dengan baik.



SEBAGAI ISTRI, saya bisa:
  • membuatkan sarapan suami setiap hari.
  • memasak makanan kesukaan suami minimal sebulan sekali (by request). Karena biasanya saya masak dengan daftar menu yang sudah saya buat sendiri.

Indikator umumnya adalah saya mampu menggandeng suami saya sebagai seorang pasangan, partner kerja, teman, dan adiknya setiap saat.



SEBAGAI IBU, saya bisa:
  • bermain sambil belajar setiap waktu dengan anak saya.
  • membuat makanan kesukaannya (by request) minimal seminggu sekali.
  • membacakan 1 buah cerita pengantar tidurnya setiap malam.

Secara umum, indikator keprofesionalan saya sebagai ibu adalah saat saya bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak sembari melakukan hal yang menyenangkan bersama setiap saat.


Kira-kita begitulah indikator yang saya buat untuk menjadi perempuan profesional. Jika nanti saya terlalu melenceng dalam perjalanannya, catatan ini yang akan jadi pengingatnya.


Kalau dilihat, nampaknya masih timpang antara cerminan capaian menjadi profesional di tiga ranah itu.

Saya cenderung banyak menuliskan indikator sebagai individu. Mungkin karena saya sudah melihat dan merencanakan hal apa saja yang akan saya kerjakan, akan saya kembangkan, dan lainnya. 

Sementara untuk ranah sebagai istri dan sebagai ibu, nampaknya saya masih bingung. Apa lagi ya???

Sebagai istri ya beginilah saya di rumah.
Memasak menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan semua urusan domestiknya. Karena begitulah yang saya tahu. Karena saya happy mengerjakannya. Hobi saya ya masak. Kalo saya suka bilang ke suami, "Dapur itu kerajaan saya."

Hahaha...

Lha wong salah naro sendok aja mamak rewel haha...

Apakah teman-teman punya perspektif lain tentang menjadi istri? 

Dan sebagai ibu, saya juga mungkin masih bingung. Sejauh ini saya selalu berusaha menjadi teman terbaik untuk bayi 7 bulan saya ini. Bermain dengannya sambil sesekali menyelipkan pembelajaran, menyuapinya, membaca bersama. Itulah yang saya lakukan.

Sependek pengetahuan dan pemahaman saya, saya sudah melakukan seperti apa yang seorang istri dan ibu lakukan. Maka dari itu, saya terus melakukannya dan mencoba menjadi lebih baik dalam hal itu.

Apakah betul begitu caranya berperan sebagai istri dan sebagai ibu? Apakah teman-teman punya pengalaman lain?

Maka dari itu, beberapa hal yang saya lakukan sebagai individu itulah yang menjadi semacam 'me time' bagi saya. Sebuah kesempatan saya untuk mengenal diri saya lebih jauh dan obat dikala saya merasa jenuh dengan rutinitas yang terkesan menoton.

Bukan.
Bukan saya ga happy tentang peranan lainnya. Jelas saya happy dengan bayi imut saya. Saya juga happy dengan suami saya yang baik dan santun. Hanya saja memang manusiawi terkadang kita perlu keluar sedikit dari zona nyaman itu.

So, peranan saya sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu ini melengkapi satu sama lain. Alhamdulillah.

Terlepas kadang mamak butuh hiburan yaaa... 

Kadang sebatas keluar rumah, duduk di taman. Atau sekedar ke swalayan cuci mata rasanya cukup menepis penat. Hahaha...

Receh sekali memang saya ini. Tak apa toh?
Tinggal butuh konsistensi dan kebersamaan agar tidak jomplang. Agar tidak merasa berjuang sendiri. Karena sejatinya keluarga adalah SALING.


Puisi yang kutulis. Judulnya: Salinglah!


Indikator yang saya buat ini bisa saja bertambah dari waktu ke waktu. Nanti akan saya update setiap saya merasa ada hal lain yang harus saya capai untuk menjadi profesional.

Saat ini, segitu aja ya...


Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga bisa konsisten. Aaamiin.

Ketika lelah merasa sendiri, kalimat Pak Dodik yang dikutip saat pembelajaran di kelas MIIP Batch 6 ini juga jadi motivasiku.

"_Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik_"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo!
Terima kasih sudah membaca. Ayo tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa...

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES