Selasa, Agustus 28, 2018

Aku Mau Beli Ini Itu di Akulaku


Pernah ga sih kamu ngerasain ketika butuh banget sama sesuatu (benda) tapi harus super sabar nunggu karena uang kamu belum cukup?

Aku pernah.

Kisahnya lumayan drama dan menyedihkan (bagiku) soalnya bikin mewek waktu itu. Hahaha.

Yaitu ketika Hp Android mulai muncul dalam kehidupan ini.

Waktu itu, sebelum Hp Android rame di pasaran dan dipake oleh orang-orang, semua masih pake smartphone di bawah benderanya Blackberry alias BB.

Dulu Hp BB itu barang elit. Ketika teman-teman kuliah yang biasanya kirim sms pemberitahuan tentang info kuliah (jadwal, deadline tugas, perubahan ujian, dll) beralih ke broadcast chat (BC) di Blackberry Messenger (BBM). Aku termasuk salah satu mahasiswa yang ketinggalan info.

KM (Ketua Mahasiswa) menjelaskan bahwa sekarang sudah pada pakai BB. Jadi ga boros pulsa karena udah 'dipaketin'. Lebih enak kirim pesannya di BBM, begitu katanya.

Aku bengong.
Patah hati karena merasa ditinggalkan.
Tapi memang begitulah keadaan.

Aih, andai aku punya BB.



Perlu beberapa semester berlalu hingga akhirnya aku pun punya BB itu. Untunglah, ketika itu masih ada teman yang berbaik hati meneruskan BC yang didapatnya melalu sms padaku.

Walau pernah juga karena keterbatasan keuangan selaku anak kos, sms tak kuterima. Habis pulsa, katanya.

Pulanglah aku ke kosan karena ternyata jadwal kuliah pindah di hari berikutnya. Untuk keadaan begitu masih aman rasanya.

Pernah pula keberuntungan belum berpihak padaku. Jadwal pengumpulan tugas akhir semester dimajukan. Jadi 3 jam lebih awal.

Jeleknya aku yang sering kali memanfaatkan 'The Power of Kepepet' pun kena batunya. Makalahku masih jauh dari setengah perjalanan. Sementara waktu pengumpulan jadi 3 jam lebih cepat daripada jadwal sebelumnya dan aku baru tahu 1 jam sebelum itu.

Ngos-ngosan hati dan pikiran sampai bingung mau berbuat apa.



Mandi dulu atau buka laptop dulu nih???

Alhasil, buka laptop dan terburu-buru meramu kata-kata untuk makalah berbekal rujukan yang 'sempat dibaca'. Lalu, berpakaian dan melesat ke kampus sebelum Pak Dosen menutup pintu ruangannya. Tanpa mandi.

Mungkin Tuhan kasihan padaku.
Dilihatnya aku begitu, diberilah aku sedikit rezeki ikut memeriahkan perhelatan Sea Games 2011 lalu. Beberapa minggu mendampingi atlet dan official nya, kuterima amplop coklat yang isinya cukup untuk membeli BB Tour 2. Itu nama smartphone pertamaku.

Bayangkan!
Butuh sabar karena memang aku tak punya alokasi dana untuk belanja Hp saat itu. Butuh beberapa semester baru aku bisa beli sendiri. Keuanganku masih ditopang orang tua. Yang mana uang bulanan dari mereka diperuntukan sebagai uang sekolah (makan, kos, SPP, dan buku).

Hikmahnya adalah aku mulai belajar menyicil setiap pekerjaan. Agar tak limbung disergap info dadakan.

Alhamdulillah.

Apakah drama selesai?

Sayang sekali ternyata BB tak lama berkibarnya. Saat aku merantau ke Pulau Jawa, aroma Hp Android sudah menyeruak.

BB-ku masih bertahan hingga semester ketigaku di sana. Lumayan lama sih. Tapi, sejarah seperti terulang kembali.

Yang tadinya setiap informasi melalui BC, perlahan melalui WA (Whatsapp).



Astaganaga!

Apa lagi itu? Cepatnya zaman ini berubah.
Makin maju artinya makin bagus. Sayangnya, kemampuanku tak kunjung maju. Hahahhaa...

Sabaaaaaar...

Kenapa tak install WA di BB-mu, Al?
Karena waktu itu belum ada WA buat BB.
Pun sebaliknya, belum ada BBM di Android.
Mereka masih berjalan masing-masing kala itu.


Beberapa waktu kemudian, WA akhirnya bisa dipasang ke perangkat BB. Tapi, memori BB-ku terlalu renta untuk bisa menampungnya.

Saat akhirnya bisa dipasang, ternyata WA butuh banyak lagi ruang untuk setiap pesan yang masuk (belum kenal clear chat dan trik membuat WA ringan kala itu).

Sudah 5 tahun pula BB Tour 2 itu menemani. Kadang perlu siap siaga bawa power bank agar ia tak mati mendadak.

Ya Allah, beri aku rezeki untuk bisa upgrade beli Android yaaa...

Duh, manusiaaa kurang mulu. Minta mulu. Akupun tersipu. Malu sama Allah.

Tapi butuh.

Sebenarnya ada cara buat bisa beli barang yang dibutuhkan itu agar terasa ringan. Yaitu dengan cara kredit.

Iya, kredit.

Pernah dengar kan?
Ini adalah salah satu metode jual- beli yang cukup membantu. Utamanya buat kasus seperti saya dulu itu.

Mau beli barang, tapi dananya terbatas. Mau tunggu sampai cukup, tapi sudah ga bisa nunggu terlalu lama. Penting dan mendesak nih ceritanya. Demi keberlangsungan mencari ilmu. Eaaaaa...

Beneran loh itu.
Sampe mewek dulu tuh karena seringnya ketinggalan bahkan ga dapet info. Cuma gara-gara orang dah ga isi pulsa lagi setelah beli paket data. Hiks.

Sistem kredit itu bisa meringankan kita yang terkendala dana. Cukup menyiapkan uang muka/ DP, lalu bayar sisanya setiap bulan.

Jadi lebih ringan toh?

Tapi, dulu itu kalo mau kredit kudu punya kartu kredit alias Credit Card (CC), gitu orang bilangnya. Dan untuk punya CC syaratnya ya gitu deh. Njelimet.

Apalagi masih mahasiswa yang keuangan belum tetap dan masih tutup-tambal kemana-mana. Jauh harapan bisa diterima buat CC. Kasiaaaan.

Nah, sekarang sudah enak.
Makin maju. Makin mudah akses apapun. Termasuk tentang pengajuan kredit untuk belanja. Bahkan belanja online.

Iya. On-li-ne.

Ga usah bingung-bingung deh! Sekarang ada aplikasi Akulaku.


Kalo belanja online kan udah jadi lifestyle kan ya. Jaman now sih ga usah capek pergi buat belanja. Tinggal pake Hp, Tablet, Laptop, atau komputer - pokoknya terkoneksi dengan jaringan internet. Aman.

Klik. Klik. Klik.
Beres.

Tinggal tunggu barang sampe.
Hemat ongkos plus ga capek juga deh!

Bayarnya gimana?
Transfer aja.


Nah, kalo dana buat belanjanya terbatas. Cuma ada buat uang muka aja, belanjanya ke Akulaku deh. Kamu bisa bawa pulang barang yang kamu mau, cuma dengan bayar uang muka yang GA SAMPE 50%

Bahkan sering ada Flash Sale. Enak ga tuh???


Akulaku ini adalah aplikasi yang memungkinkan kita untuk belanja online dengan sistem pembayaran kredit. Yang bikin keren adalah kita tidak harus punya kartu kredit alias si CC yang sulit buat didapetin itu.

Pengajuan kreditnya juga gampang banget. Jadi belanja gampang dan kekinian kaaaan...


Apa Untungnya Belanja Online?


Udah aku sebutin di atas ya tadi. Selain ga capek, hemat waktu juga ongkos karena ga perlu datang langsung, dengan belanja online kita juga bisa melihat komentar orang lain tentang produk yang mau kita beli. Sudah ada review-nya jadi enak milihnya.

Untungnya Belanja di Akulaku?


Bisa bayar dengan cara kredit. Uang pertama yang dikeluarkan ga bikin nyesek. Selanjutnya tinggal dibayar bertahap tiap bulan. Belanja jadi terasa ringan dan barang yang kita butuhkan sudah sampai di tangan. Yihaaa!!!


Perpaduan antara kemudahan belanja secara online serta kemudahan bayar secara kredit. MANTAP!


Cara belanja di Akulaku itu juga ga sulit. Teman-teman yang udah sering belanja online pasti piawai deh.

Caranya begini:


Yang bikin lebih mantap lagi adalah program seru dari Akulaku yang berlangsung dari tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Beli Ini-Itu di Akulaku

Akulaku menyelenggarakan HARPITNAS (Hari Pesta Kredit Nasional) sejak tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Di periode HARPITNAS itu, kita bisa bawa pulang barang impian kita hakita hanya dengan membayar Rp1.000 saja tiap hari!

Terhitung tanggal 20 Agustus kemarin, Akulaku juga menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan kredit limit kalian ditolak. Kompensasinya adalah uang cash dengan total hingga Rp888.000!

Kece beneeer!

Ini aku kasih liat aplikasinya ya...
Lagi banyak Flash Sale juga nih!



Seandainya dulu udah ada Akulaku.
Enaknyaaaa...

Ga ada drama salah jadwal dan ketinggalan info lagi deh. Pas butuh Hp yang sesuai jaman Now tinggal jual hp lama buat jadi DP beli Hp baru di Akulaku.

Sisanya mulai menabung buat bayar kreditan. Kan ambil kredit di Akulaku ga bikin nyesek. Insyaallah mah bisaaaa...

Duh senangnyaaa...
Pas sekarang udah ga jadi anak kos lagi apa masih perlu kreditan?

Perlu dong!
Sebagai emak-emak, sekarang malah harus makin pinter mengelola uangnya.

Udah ada pos pengeluaran masing-masing yang harus dipenuhi. Eh, tiba-tiba butuh teflon 2 sisi Happy Call. Soalnya belum punya, trus bakal sering bikin menu bakaran biar mengurangi minyak.

Cusss...
Dengan uang yang ada jadiin DP di Akulaku aja dulu. Kebetulan tadi liat di aplikasi Akulaku lagi ada diskon peratan dapur. Eh iya, lagi periode HARPITNAS pula nih.

Siapa tau emak bisa untung banyak: belanja kredit seribuan per hari.

Waaah, melek nih bola mata.
Udah dulu ya sharingnya. Aku mau meluncur ke aplikasi Akulaku-nya.

Kamu juga yaa...
Jangan ketinggalan momen HARPITNAS ini loooh.


Love and Share!



#HARPITNASKUY, #1000DapetSemua, #AkulakuKreditOnline, #JamanNow

Senin, Agustus 27, 2018

Praktis Membersihkan Wajah dengan Micellar Water

Membersihkan wajah praktis dengan micellar water


Yang lagi viral di ranah kecantikan sekarang adalah hadirnya produk perawatan kulit baru untuk para wanita khususnya para beauty enthusiast.

Produk apakah gerangan??? Gak lain dan gak bukan ialah micellar water.

Teman- teman pasti udah pada tau kan bahwa micellar water itu adalah produk pembersih wajah dengan bahan dasar air. Udah ketebak dong ya dari namanya jugaaaa...

Nah, produk ini tuh dipakai sebagai remover alias untuk menghapus makeup,  menyegarkan wajah,  dan cuci muka. Cara pakenya mudah banget. Tinggal tuangin  aja micellar waternya ke kapas. Terus usapkan ke bagian wajah yang mau dibersihkan.

Jelas aja nih produk dapat sambutan meriah dari para wanita.

Karena ternyata Micellar water ini udah ada dan digunakan sebagai pembersih wajah dari tahun 1990-an di Prancis. Waktu itu,  wanita-wwanita di Prancis lagi cari cara buat membersihkan wajah dan kulit. Soalnya kualitas air di kota Paris saat itu sangat buruk.

Mulai dari itulah cikal bakal para ahli meracik formula yang ampuh buat mengusir kotoran,  debu,  dan minyak berlebih pada wajah. Dan lahirlah micellar water yang sekarang banyak digunakan wanita.

Micellar water tuh lain  dengan produk-produk pembersih wajah lain yang mengandung sabun dan/atau alkohol untuk mengangkat kotoran.  Micellar water, seperti namanya, mengandung micelles,  yaitu molekul-molekul minyak berukuran sangat kecil seperti butiran mikro yang tersimpan dalam air yang lembut.

Molekul-molekul  inilah yang bisabisa meng serta mengangkat berbagai kotoran, debu,  kuman,  dan minyak kotor yang menempel di wajah. Dengan menggunakan micellar water kita gak perlu lagi membilasnya baik dengan air maupun sabun.





Salah satu contoh micellar water yang bagus menurutku adalah Ovale Micellar Water.

Ovale Micellar Water ini kemasannya praktis banget. Ada dua varian yaitu pink (untuk mencerahkan) dan hijau (untuk kulit sensitif dan mencerahkan).

Ukurannya ada yang 200 ml dan 100 ml. Buat kamu yang senang travelling,  bisa milih botol 100 ml yang bentuknya travel pack banget!  Jadi dimanapun berada,  kamu tetap bisa membersihkan wajah dengan Ovale Micellar Water yang praktis.




Ovale Micellar Water terdiri dari bahan-bahan, ringan dan gak perih di wajah seperti beberapa produk pembersih lainnya yang mengandung alkohol. Selain itu, ovale micellar  juga gak bikin kulit kering loooh.

Sok cobain deh biar langsung ngerasain sendiri. ^^



Minggu, Agustus 26, 2018

NHW 4: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Mendidik dengan kekuatan fitrah nhw 4 institut ibu profesional

Assalamualaikum.
Tak terasa sudah di minggu ke empat. Materi pelajaranku di kelas Matrikulasi IIP ini semakin 'berat'. Berat karena masib asing sekali dengan beberapa istilah.

Misalnya saja ketika disebutkan seperti pada judul: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah.

Dalam hati saat membaca materinya langsung ribut sahut-menyahut.

"Hah? Gimana pula itu mendidik berbasis fitrah?"

"Fitrah yang bagaimana?" Atau malah makin kacaunya lagi, hati bertanya-tanya "Fitrah itu apa ya sebenarnya?"

Karena saat menyelami kembali materi yang diberikan itu, semakin tenggelam dalam kebingungan.

Untung saja, Mbak Mimi selaku fasilitator di kelas kami datang membawa pencerahan. Banyak pertanyaan dari para teman yang sudah mewakili apa yang hendak kutanyakan.

Akhirnya aku tinggal menyimak jawaban dalam diskusi NHW 4 itu.

Tugas yang diemban untuk NHW 4 itu adalah:




Itu tugasnya. Ada sampai F point artinya 6 buah instruksi yang harus dilakukan.

Kalau bisa kubilang, nampaknya di NHW 4 ini kami dibimbing untuk tetap berada di jalur yang benar. Caranya adalah dengan meriviu NHW sebelumnya dan mulai membuat titik poin untuk beranjak kembali. Bismillahirrahmanirrahim.

Akan kumulai dengan instruksi yang pertama.


Jurusan di Universitas Kehidupan


Jurusan yang kupilih adalah JURUSAN WANITA SHOLEHA. Sudah kuceritakan asal muasal, alasan, serta beberapa strategi yang kurencanakan selama menempuh pendidikan di jurusan itu di postingan NHW 1.

Apakah aku akan tetap memilih jurusan ini? 

Karena pembelajaran selama di kelas MIIP ini kuikuti dengan penuh rasa ingin tahu, penasaran, dan semangat. Walaupun bingung aku coba untuk menjalaninya. Tadinya aku takut salah mengerjakan tiap NHW yang diberikan. Tapi, seiiring waktu perjalanannya terlihat kemana arah pembelajaran ini.

Aku makin ringan melangkah.
Betul katanya: JUST DO IT! Sambil percaya Insyaallah bisa dan memeroleh ilmu yang baik.

Kukira jurusanku terlalu umum atau cakupannya terlalu luas dan melebar kemana-mana. Tapi, setelah kubaca e-bulletin vol. 01 bahwa semuanya boleh. Tak salah asal sudah diatur perencanaan penguasaannya.

Jadi, aku tetap pada jurusan pilihanku ini, Jurusan Wanita Sholeha. Bismillah.


Konsistensi Checklist NHW 2


Pada saat mengerjakan NHW 2, aku mulai teringat materi kuliah dulu. Yaitu tentang pembuatan indikator pembelajaran. 

Di kelas MIIP ini, kami juga diajak untuk menuliskan indikator hidup. Indikator yang dibuat adalah untuk skala pribadi (individu), istri, dan ibu. Sementara, indikator tersebut harus memenuhi unsur SMART. Sudah kujabarkan di postingan NHW 2.

Entah kenapa, ketika hendak membuat indikator capaian sebagai wanita profesional baik sebagai pribadi, istri, dan ibu rasanya aku mentok sekali mikirnya.

Sempat kutuliskan beberapa poin saja. Berkecamuk rasa antara takut tak mampu mencapainya juga bimbang menuliskannya.

Ketika diskusi riviu NHW itu, ada penerangan lagi yang kudapat. Yaitu lebih baik menulis dengan sebanyak-banyaknya dan sedetail-detailnya. 

Pun ketika kulihat NHW yang dibuat teman lainnya di e-bulletin 2. Aku manggut-manggut takzim saat membacanya. Salut dengan perencanaan hidup teman-teman yang sudah sangat terarah secara detail.

Jadi, akupun merevisi indikator yang kubuat sembari membuat format checklistnya sebagaimana yang dicontohkan teman-teman.

Waaah...
Ternyata banyak juga yaa...


Sudah konsistenkah aku mengerjakannya? Segenap hati kucoba untuk lakukan sesuai rencana yang sudah kutuliskan itu. 

Beberapa memang masih ngos-ngosan mengerjakannya. Lantaran masih belum piawai mengatur ritme dan waktunya.

Ini salah satu PR besarku: Manajemen Waktu!

Bismillahirrahmanirrahim.
Mulai hari ini harus lebih keras pada diri sendiri. Seperti pesan Bunda Peni: agar kelak, lingkungan pun melunak pada kita.


Peran Hidup


Peran hidup. Ini adalah inti dari pengerjaan NHW 3 lalu. Betapa minggu itu menjadi minggu yang cukup menguras emosi jiwa.

Karena untuk memahami peran hidup itu, ada sebuah tugas 'besar' yang harus kami kerjakan. Yaitu IKHLAS.

Tentang memaafkan masa lalu dan membangun serta memupuk cinta (mulai dari rumah).

Aku juga menuliskan surat cinta untuk suami seperti yang diinstruksikan. Rasanya nano-nano! Sudah kuceritakan di postingan NHW 3.

Lalu, belajar membaca 'kode' dariNYA. Tentang mengapa saya ada di dunia ini, di lingkungan ini, dan di keluarga ini. Untuk kemudian menentukan bidang apa yang ingin didalami dalm dalam hidup ini.

Duh, sesungguhnya kode itu tersirat dimana-mana. Tentang potensi diri yang kucoba baca, juga tentang apa yang bisa kulakukan untuk sekitar sudah kutulis dan kurencanakan ketika itu.

Aku adalah ibu satu anak yang berlatar belakang pendidikan. Karena satu dan lain hal, aku memutuskan untuk membersamai anakku bermain di rumah saat ini.

Hobiku menulis dan aku tetap melakukannya saat di rumah bersama anakku. Dari sekian banyak potensi yang kubaca seperti yang kusampaikan di NHW 3 lalu, akupun memutuskan satu potensi saja yang akan kuperdalam.

Yaitu Menulis. Aku memilih MENULIS sebagai bidang yang akan kuperdalam- kupelajari lebih jauh.

Dari tulisanku, aku berharap tetap bisa memberikan pembelajaran juga (berbasis online).


  • Misi hidup: Berbagi melalui tulisan
  • Bidang: Pembelajaran Bahasa Inggris, Sharing kehidupan sehari-hari (lifestyle), beauty
  • Peran: Penulis


Menyusun Ilmu


Setelah aku mulai mengerucut dengan pilihan bidang yang akan kutekuni, saatnya membuat kurikulum.

Yaitu menyusun ilmu apa saja yang aku perlukan untuk bisa menjadi ahli di bidang ini. Agar aku bisa maksimal mencapai misi yang telah kubuat tadi.

Berikut susunan ilmu dalam kurikulum yang kucoba buat:


  1. Pra Menulis: memperbanyak sumber bacaan agar wawasan menulis berkembang
  2. Pondasi Menulis: ilmu tentang kepenulisan (tata bahasa, dll)
  3. Pernik Menulis: ilmu tentang membuat tulisan enak dibaca, dilihat secara visual, dan mampu menyampaikan pesannya.
  4. Pro Menulis: ilmu tentang menjadikan tulisan bermanfaat dan mampu membawa kebaikan (income, dll)


Milestone


Ini adalah hal yang tak kalah penting. Setelah membuat indikator kehidupan dan berusah konsisten melaksanakannya, harus ada garis waktu agar tidak terlena.

Di sinilah milestone bekerja.

Dari materi sesi ke-4 di kelas MIIP ini kami belajar bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar.

Semua orang memiliki Km. 0 dalam hidupnya saat memulai sesuatu. Dan di sinilah Km.0 ku bermula. Saat aku genap berusia 27 tahun. 

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga bisa terus maju ke Km (kilometer) selanjutnya.

Km 0 hingga Km 1 dianalogikan sebagai tahun pertama. Km 1 hingga Km 2 adalah tahun kedua, dan begitu seterusnya.

Bagaimana milestone-ku untuk setiap kilometernya?

Km 0 - Km 1: Menguasai ilmu Pra Menulis
Km 1 - Km 2: Menguasai Pondasi Menulis
Km 3 - Km 4: Menguasai Pernik Menulis
Km 4 - Km 5: Menguasi ilmu Pro Menulis



Koreksi Checklist


Seperti yang kusampaikan di sub judul kedua tadi, konsistensi checklist NHW 2, bahwa aku akan merivisi checklist agar indikator capaian menjadi wanita profesionalku mudah dikerjakan.

Sekaligus agar aku bisa menguatkan diri berusaha lebih keras untuk mengerjakan tiap daftarnya.

Berikut revisi yang kubuat:




Bismillah.
Semoga semua indikator ini bisa tercapai dengan baik dan diberikan kemudahan dalam mengerjakannya.



Selasa, Agustus 21, 2018

Tips Agar Ibu-ibu (tetap) Tampil Cantik

Sepatu wedges wanita cantik


Assalamualaikum. Hihihi. Kok udah ketawa duluan ya liat judul postingan kali ini. Judulnya 'Tips Agar Ibu-ibu (tetap) Tampil Cantik".

Secara kan ya sekarang aku juga udah masuk kategori buibu alias ibu-ibu. Sering kali wanita yang sudah menikah apalagi sudah memiliki anak, lupa memperhatikan penampilannya.

Contohnya ga usah kemana-mana deh. Aku aja nih contoh yang terpampang nyata. Pas udah punya anak kok ya rasanya agak males meluangkan waktu untuk urus penampilan.

Padahal yah, dulu pas masih berduaan sama Paksu, tiap sore sambil nungguin doi pulang dah cantik. Dandan iya. Trus juga milih baju biar enak diliat.

Waktu lagi hamil Baby F pun begitu. Malah makin getol sama perawatan. Entah kenapa ya mungkin karena hormon juga, pas hamil tuh kulit lebih cerah. Ga ada jerawat juga. Jadi aja makin doyan dandan.

Sempet-sempetnya ikut challenge makeup pulak. Hahhaa...


Baca:

PINKISH BIRTHDAY MAKEUP LOOK: 1 YEAR ANNIVERSARY COLLABORATION BEAUTIESQUAD



Herannya, pas udah ada Baby F, udah mulai berat tuh buat gitu-gituan. Tepatnya pas si imutku ini dah makin aktif. Mulai merayap, trus merangkak, dan sekarang sibuk berdiri pegangan gitu. Pokoknya kita udah kaya kejar-kejaran aja gitu.

Nah, semenjak itulah kadang Paksu pulang malah blom mandi. LOL

Bahkan, saking ga kepegangnya sama bayi unyu itu, aku ga masak buat makan malam. Request makan di luar. Untungnya doi pengertian. Alhamdulillah.

Tapiiiiii, pernah doi ngomong, intinya menceritakan kegiatannya pas di kantor. Jadi, para bapak-bapak ngobrol bahas penampilan istrinya yang berubah sejak jadi buibu.

Yang bikin aku jleb adalah, Paksu ternyata ikut nyamber dan bilang, 'Iya, istri ya gitu juga. Dulu sebelum ada anak, tiap pulang ke rumah, dianya udah rapi, wangi, cantik. Sekarang udah ga sempet lah."

Uhuk!
Gimana buibu? Jleb banget kaaaaan???

Trus dalem hati mulai deh. Bapernya Bapernya wanita keluar.

Ish lah. Ternyata Papa gitu. Berarti udah ga suka ama aku. #drama

Hahhaa...
Perempuan ya bu. Biasa baper dulu nanti baru logisnya jalan. Dan setelah ditelaah lagi ceritanya beliau, aku jadi senyum-senyum sendiri.

Iya juga ya, pas kilas balik ya emang ada perubahan. Tapi, ga sampe tiap hari kucel kok. Adalah hari yang dandan juga. Kan itu juga kalo pas Baby lagi nempel banget ga mau ditinggal. Makanya jadi ga bisa ngapa-ngapain.

↑↑↑↑ Tuh lah aku. Sadar siiiih, tapi masih ngeles aja bikin pembelaan. Hahaa...

Ada yang samaan kaya aku??? LOL

Well, manusiawi ya. Semoga bisa saling mengingatkan dengan cara yang baik aja keduanya. Biar langgeeeng sampe tutup usia. Eaaaa...

Itulah akhirnya aku share postingan ini. Untuk berbagi pengalaman menjawab komentar bapak-bapak itu.

Hey!!!
Buibu ini bukannya ga mau dandan atau rapi kaya dulu loh. Tapi ya kadang keadaan memang bikin rasanya dandan tuh ngabisin waktu. Hahaha...

So, pakbapak, tolong bantu ingatkan dengan manis ya. Ga usah sampe digosipin rame-rame gitu. Kan maluuuu...

(((Suara hati)))

Sejak itu, aku makin getol dandan (Pas faraz bisa kerjasama, baca: ga rewel). Aku yang tadinya pake gamis doang (lebih ke arah daster sih, tapi bukan bahan batik juga) dan jilbab langsungan, dengan alasan ga ribet. Udah punya anak.

Akhirnya, mulai melirik baju gamis (yang modern - lagi). Biar enak diliat kan. Utamanya buat pas pergi ke luar sih. Kalo masih di lingkungan rumah, masih pake gamis n jilbab langsung aja. Hehehe.

Trus juga, yang tadinya sepatu tinggi digantung aja. Udah pensiun. Akhirnya dilirik lagi dan mulai melirik sepatu wedges wanita di toko online. Buat ganti-ganti gitu.

Buatku yang berpostur 'imut' gini, sepatu wedges wanita tuh sangat membantu. Misal nih ya, penampilan dari baju dan make up udah 80% ditambah pake sepatu wedges wanita langsung naik jadi 100%. Hohoho.

Sepenting itu bagiku pake sepatu wedges wanita.  So, ini adalah salah satu tipsnya biar buibu tetap tampil cantik ya.

Jangan lupa juga, penting buat belajar basic make up.  Biar pas diajak kondangan atau jalan, doi merasa puas karena punya istri terawat. Selain bikin kita PD juga karena tampil cantik menawan, ternyata jadi pahala kaaaan.

Itulah tipsnya agar Ibu-ibu tetap tampil cantik menawan!

Kalo kamu ada tips lain ga???

Senin, Agustus 20, 2018

NHW #3: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum. Kali ini aku mengerjakan NHW alias Nice Homework pekan ketiga. Temanya adalah Membangun Peradaban dari Dalam Rumah. Subhanallah!

Materinya daging dan sukses bikin baper. Soalnya asli mengaduk-aduk emosi jiwa. Membuat diri yang tadinya cuma remahan peyek ini jadi merasa jauh lebih baik dan berharga.

Woow banget ga tuh?

Well, itulah yang aku rasain ketika materi di pekan ketiga itu disampaikan. Sesi diskusi pun berlangsung hangat, ramai respon dari para peserta pembelajarnya.

Sampe-sampe, Bu fasilitator kami, Mbak Mimi menyebutnya dengan minggu melankolis nasional. Hahhaa...

Beres materi disampaikan, keluarlah instruksi untuk NHW #3

Jeng-jeng-jeng!!!

Baper lagi lah Mamak Faraz ini. Hahahaa...
Setelah NHW sebelumnya bikin indikatoe wanita profesional, kali ini semacam lanjutannya.

Baca:

NHW #2: INDIKATOR IBU PROFESIONAL


Waktu bikin indikator ini aja rasanya campur aduk. Sedih ada. Takut ada. Pokoknya baper maksimal juga tuh pas buatnya. Sampe takut bikin banyak, karena takut ga bisa menjalaninya.

Ternyata, setelah didiskusikan kembali, justeru lebih baik banyak karena jadi lebih detail. Hmmm... Indikator itu nanti bakal direvisi (ditambah atau diganti beberapa).

Nah, NHW #3 ini semakin membuat hati melow. Selain rasa takut, rasa sedih karena jadi throwback ke masa lalu lebih dominan.

Ada apa gerangan?

Karena kurang lebih inti dari membangun peradaban ini adalah wanita/ibu yang menjadi Pioneer-nya.

Ini pemahaman versiku ya:
Jadi, kalo wanita, dalam konteks keluarga, yaitu istri atau ibu di dalam rumah itu punya jiwa yang sehat serta pikiran yang positif, maka kedepannya akan terbangun keluarga yang 'sehat' pula.

Istri/Ibu, wanita di dalam rumah adalah dia yang bersentuhan langsung dengan berbagai aspek dalam rumah. Menyediakan makanan, terlepas dari masak sendiri atau beli di luar. Jelas dia yang menentukan. Makanan seperti apa yang akan ia sajikan untuk keluarganya.

Dari hal sekecil itu, peranannya sudah mencakup pemenuhan gizi, berikut supply cinta dan kasih sayang untuk anggota keluarga.

Lalu, ia pula yang menghabiskan banyak waktu dengan anaknya. Ialah yang secara langsung menjadi contoh pembelajaran anaknya. Ibu sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi sang anak. Begitu sering kita dengar pepatahnya.

Dan itu benar adanya. Jika ibu dengan jiwa dan pemikiran positif, maka hal itu akan tersalur pada anaknya. Pun sebaliknya.

Maka, penting sekali untuk mengontrol diri, belajar jadi lebih baik dari ke hari.

Sayangnya, istri/ibu juga adalah manusia biasa. Kadang lelah menerpa. Kadang godaan syetan melanda. Sementara iman yang naik turun inilah bentengnya. Saya pribadi sambil terus belajar agar bisa menjaga iman tetap di atas. Sebagai tameng kehidupan.

Sederhananya adalah agar tetap waras.

Karena ketika semua energi negatif memancing untuk membuat kita jadi merugi, hanya iman yang mampu menghalaunya. Bismillah.

Dimulai dengan menerima. Itulah yang diajarkan dalam materi pekan ini. Menerima apa yang pernah terjadi. Barangkali ada luka di masa lampau, kenangan tak mengenakan, dan hal negatif lainnya yang berpotensi membuat jiwa kita 'sakit'.

Yang demikian itu baiknya mulai diterima, dimaafkan. Sehingga tidak akan memengaruhi kehidupan kita yang sekarang. Barangkali ada kisah masa kecil yang akhirnya membuat diri takut, terima, maafkan dan lupakan. Begitu katanya.

Aku pun mulai mencoba menata hati sedemikian itu. Barangkali memang ada yang membuat langkahku tersendat karena memori masa lalu. Dan itu membuat langkahku sekarang ragu-ragu atau malah tertahan. Bismillahirrahmanirrahim.

Selanjutnya, adalah mulai menata hati kembali. Mencoba menemukan kembali alasan mengapa kita sekarang ada di sini, berada dalam keluarga dan lingkungan ini.

Instruksinya adalah membuat surat cinta.

Astaga, sudah berapa purnama tidak menulis surat cinta untum suami. Hahaha...

Ada rasa malu menyeruak, ada juga rasa rindu memori dahulu. Waah, betul-betul yaaaa NHW pekan ini penuh kejutan. Hahaha...

Sehari terlewati, surat cinta masih ditata di dalam kepala. Benak mulai menyusun rangkaian kata.

Niatnya adalah sebuah surat penuh romantisme karena ada rindu yang bergumul.

Tapi nyatanya???

Nampaknya kemampuan ngegombal menulisku memang tak pernah ada. Yang tertoreh jadi tulisan adalag beribu kata maaf dan terima kasih. Sambil dikenai tetesan air mata selama menulisnya.

Sambil main dengan Faraz, aku tulis suratnya. Entah kenapa, di sudut mata malah mengalir anak sungai.

Duh, tercyduk!!!
Faraz liat mamanya nangis.

Ekspresinya lucu. Mungkin dia bingung. Terlanjur basah, mamak ini malah curhat ke anaknya. Padahal dia mungkin ga terlalu ngerti omongan mama. Hahaha...

Kubilang, "Faraz, mama ni lagi tulis surat buat papa. Soalnya lagi bikin PR. Tapi, pas nulisnya mama sedih. Makanya nangis."

Hahaha...
Farazku... Makasih ya dah dengerin mama walaupun bingung. Melihat ekspresi bingungnya begitu akupun tertawa. Tangisan tadi hilang entah kemana.

Subhanallah.
Cepat sekali Allah bolak-balik perasaan yang dari super baper, kembali riang.

Ini adalah hikmah. Pesannya untuk tak terlalu terlarut karen badai pasti berlalu. Eaaaaa...

Oya, tentang surat tadi.

Paragraf pertama, kedua, dan ketiga, isinya tentang maaf dan cerita masa lalu. Tentang rasa yang pernah disampaikan tapi kesannya belum selesai.

Mamak baper karena hal itu sangat membekas di hati. Ada luka yang tertoreh tapi beliau adem ayem saja.

Rasa kesal, rasa kecewa, semua bercampur tiap ingat itu. Kenapa kutuliskan di sana? Bukannya tugasnya adalah untuk menulis surat cinta yang isinya adalah menyampaikan alasan kuat bahwa dialah yabg dipilih layak menjadi suami dan ayah buat anak-anak?

Ya. Karena sebelum maju ke sana. Ada hal yang harus diselesaikan dulu. Aku harus bisa menerima, memaafkan, lalu melupakan kemudian kembali melangkah maju. Bukan begitu nasehatnya?

Itulah yang kulakukan. Kutuliskan dalam surat cintaku. Entahlah. Karena aku merasa kalau di rumah kok rasanya tak bisa dibahas. Tak mau tiba-riba suasana jadi tak enak. Tapi kenyataannya hati masih menyimpan luka. Dan itu lebih tak enak lagi.

Dia ini mungkin terlalu cuek atau mungkin tak peka. Baginya oke sudah berlalu, tapi perempuankan kompleks. Bagiku ini belum selesai. Aku masih sedih kalo ingat.

Ternyata mungkin karena aku belum memaafkan dari hati. Mulut memang sudah bilang oke. Tapi hati tak terima. So, dalam surat itu aku selesaikan semua rasa tak terimaku.

Anak sungai mengalir deras membersamai usahaku meluruhkan rasa tak enak itu. Bismillah aku lepaskan, aku terima, aku maafkan, dan akan kulupakan.

Paragraf berikutnya adalah ucapan maaf dan terima kasih. Karena setelah kusampaikan semua rasa pedih itu, pikiranku mulai 'agak waras' kembali.

Kusampaikan terima kasih, karena terbayang kembali alasan mengapa aku pilih dia dan kami memilih bersama. Kemudian episode perjuangan untuk akhirnya menikah pun terputar kembali.

Ada banyak alasan kuat yang akhirnya menjadi keputusan kebersamaan dalam keluarga ini. Egois sekali pikiran perempuanku karena hampir buta lantaran goresan sedikit. Sakit memang, tapi kalau kucoba putar kembali memori. Ada banyak hal yang patut disyukuri.

Dengan begitu aku pun ingat lagi alasanku memilih bersamanya.

Duh emaaak, hidup berkeluarga itu memang benar seperti berlayar di tengah lautan. Ombak menerjang, belum lagi cuaca buruk, jangan lupa juga soalan hewan buas yang mengintai. Masyaallah!

Keep strong!!!
Hanya iman yang mampu membuat kita 'sehat'.


Beres 2 lembar surat virtual kutuliskan. Kukirimkan saat beliau lagi kerja.

Dag-dig-dug menunggu responnya sambil membaca ulang surat yang kutulis. Semoga pilihan kata-kataku ini bisa mewakili perasaan di hati dan mampu diterima sehingga pesannya tersampaikan. Begitu harapan di hati.

Menjelang siang, di waktu istirahat kerjanya, kuliat pesanku sudah masuk dan sedang dibaca.


Wooow... Rasanya seperti sedang ujian dan menanti kalimat respon penguji. Hahaha...

Tring!
Pesan masuk ke WA-ku.


Hmmmm...
Oke fix. Panjang kali lebar kali tinggi kutulis surat sambil banjir air mata. Beliau balasnya sedikit gitu aja.

Hahahaaa...
Antara yang 'what???!! Gini doang responnya?" dan lucu.

Yah, jelas memang otak laki-laki dan perempuan itu beda toh. Hahhaa...

Okelah.
Baiklah.

Kemudian aku lanjut main sama Faraz lagi.

Lalu, apakah kemudian terasa hasil dari surat itu? Tentang jatuh cinta lagi?

Sebenarnya ga disuruh tulis surat cinta lun aku selalu jatuh cinta pada suamiku. Setiap hari. Saat kulelah, lalu kulihat dia. Kutau ia lebih lelah. Saat kusedih, lalu kulihat dia, kutak mau dia ikut sedih.

Ya jadinya begitu sih, ada jeleknya tadi. Aku ternyata jadi sedih sendiri dan full of negativity. Tapi sekarang sudah belajar di kas MIIP. Udah tau kalo itu ga penting. Jadi, ga mau lagi capek-capek gitu.

Sekarang fokus mau jadi better!

Selanjutnya, adalah disuruh melihat kekuatan anak. Sebenarnya aku bingung. Faraz ini masih bayi. Baru 7 bulan lewat umurnya. Mau kutanya, jelas belum bisa. Jadilah aku menjelma sebagai observer penelitian. Hehee...

Kulihat, Faraz ini cepat sekali tanggapnya. Dia pandai meniru dan mudah diajari. Waktu itu di jatuh dari kasur. Selanjutnya dia tak mau dekat-dekat pinggir kasur lagi.

Well, walaupun aku pernah baca juga. Bahwa memang semua anak itu jenius. Mereka adalah pembelajar ulung. Apalagi di masa usia emasnya hingga 3 tahun. Semacam ada insting belajar dari yang sudah pernah mereka alami.

Jadi, kupikir tak hanya Faraz yang pandai begitu. Semua anak juga begitu. Lalu, aku mencoba melihat lagi apa yang ada padanya.

Faraz mungkin memang masih bayi, selain karena banyak stimulus yang kuberikan, memang rasanya dia ada potensi belajar yang baik. Dia senang mengamati lalu mencoba sendiri.

Aku sering mencoba bermain bola warna-warni dan menanyakan warna-warna padanya. Surprisingly, Faraz bisa menunjuk warna yang kuminta. Subhanallah buatan Allah nih!

Di usia 7 bulannya ini, Faraz juga sudah bisa mengambil sikap. Dia bisa menunjukan mana yang ia mau dan yabg tidak ia mau. Ia juga senang saatanak-anak baik sebaya maupun labih tua daripada ia main bersama. Kemampuan komunikasinya makin terbangun. Alhamdulillah.

Bisa kusimpulkan untuk saat ini potensi kekuatan Faraz adalah dalam bersosial dan belajar.

Lalu, aku mencoba mencari tau kekuatan dan potensi diri. Mencoba membaca kehendak Allah tentang mengapa aku dihadirkan di tengah keluarga ini, di lingkungan ini, serta tantangan di depan nanti.

Duh, apa potensi diri ini? Rasanya lebih enak kalau orang yang menyampaikan. Karena menilai diri sendiri itu rentan subjektif.

Tapi, karena begitu tugasnya, aku coba membaca pesan Allah yang dititipkan padaku. Bismillah.

Aku menekuni dunia mengajar, aku suka menulis, aku suka berkerajinan berkerajinan tangan, memasak, dan berkebun.

Apa potensiku?
Kalau sesuai dengan pendidikanku, ya tentu saja mengajar. Tapi untuk saat ini aku memilih membersamai bayiku terlebih dahulu. Ada rencana kedepannya, tapi masih dalam bayang-bayang.

Yang bisa kulakukan agar bisa terus mengajar dan membersamai Faraz adalah dengan mengajar di/dari rumah. Sudah kulakukan sejam dulu. Aku mengajar siapa saja yang datang berkunjung ke blogku. Blog khusus yang isinya materi ajar.

Aku juga berencana mungkin akan menyediakan tempat belajar di rumah. Yah, sudah banyak yang meminta juga sebenarnya tapi saat ini aku masih fokus untuk Faraz. Insyaallah tahun depan akan dimulai proyek belajar bersama di rumahku.

Selanjutnya, menulis. Untum hobiku yang ini aku masukkan ke kategori potensi juga. Karena 2 tahun belakangan, dari hobi menulisku ini ada peluang penghasilan tambahan yang kuperoleh.

Senang sekali rasanya menggeluti hobi kemudian menghasilkan. Alhamdulillah. Aku juga mengajak (masih lingkup keluarga dulu) untuk mulai menulis. Sebenarnya, adik-adikku sudah terbiasa menulis dan masing-masing memiliki blog sendiri juga. Namun, jarang menulisnya. Makanya aku pun mengajak mereka untum aktif kembali. Karena sungguh menulis itu memiliki efek positif. Ini juga yang menjadi hiburanku selama di rumah.

Aku tinggal di lingkungan yang sangat dekat dengan masjid. Mungkin ini adalah cara Allah mengatakan padaku untuk belajar lebih banyak lagi. Semoga aku bisa konsisten dan jadi lebih baik dalam beribadah juga. Aaamin.

Ternyata membaca maksud Allah dari lingkungan seperti ini asyik juga ya.

Aku jadi menemukan banyak alasan positif untuk tetap terjaga dan melakukan hal-hal baik.

Bismillah.

Kamis, Agustus 16, 2018

Review ZAP Brightening Facial Wash, Translucent Powder, dan Lip Cream Matte


Assalamualaikum...
Teman-teman udah ngintip teaser produk ZAP yang aku dapat pas acara 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger (PBB) kemarin? Kalo belum, bisa cek di highlight Instastory aku yaaa... Buat yang belum follow-followan ayo ke @alma.wahdie ^^

Nah, ini foto pembukaan pas aku unboxing goodie bag dari ZAP. Ada 3 produk ZAP yang aku dapat, yaitu facial wash, translucent powder, dan lip cream matte. Teru, aku juga dapet voucher untuk perawatan di ZAP sebesar Rp.250.000,-


Seru ga tuh??? Seru banget kaaaan...

Baca keseruan acara 1st Anniversary PBBnya di sini ya:

SERUNYA ACARA 1ST ANNIVERSARY PALEMBANG BEAUTY BLOGGER



Nah, di postingan ini aku bakal ngereview ketiga produk ZAP tadi. Sengaja banget ini aku review di ujung. Soalnya aku pake facial washnya dari pertama dapet itu sampe hari aku nulis ini. So, lumayan lama buat aku tau gimana reaksinya di kulit wajah aku yaa...

Disclaimer:
Ini adalah review untuk pemakaian skincare ZAP yang facial washnya. Untuk rangkaian toner beserta krimnya, aku ga pake. Dan foto untuk pemakaiannya adalah saat first impression aku. Foto akhir dengan powder dan lip cream, diambil sebelum tulisan ini dibuat dengan jilbab yang sengaja disamain. Untuk melihat improvement-nya.


ZAP Brightening Facial Wash



Packagingnya handy banget. Bentuknya seperti di atas ya. Pas aku terima, ini semua dalam keadaan disegel pake pake plastik press. Untum tutupnya kaya tutupan shampoo gitu. Lubang untuk akses produknya lumayan besar.

Untung bentuknya gel, jadi ga terlalu takut kebanyakan keluar. Facial wash ini warnanya bening. Aromanya enak.

Pas awal aku basahin, kesannya kaya creamy daripada foamy. Terus, aku tambah air lagi dan akhirnya mulai berbusa. Tapi emang busanya ya ga banyak.

Aku pake kaya pake facial wash biasanya. Diratakan ke seluruh bagian wajah. Sambil agak dipijat dengan gerakan memutar. Setelah itu, baru dibilas dengan air.

First Impression Pemakaian

FYI, saat ini kulit wajahku itu normal cenderung kering. Setelah aku cuci muka pake ZAP facial wash ini kulitnya berasa kesat, bersih gitu. Dan setelah dikeringkan, memang rasanya lebih bersih tapi aku juga merasa kurang lembab.

Mungkin bagus dipake pas kulit lagi kombinasi atau berminyak. Dia bisa angkat minyak banget.

Pemakaian aku lanjutkan dan akhirnya aku sampe ke suatu kesimpulan. Tapi sebelum itu, ayo lihat dulu review untuk dua produm ZAP lainnya.



ZAP Translucent Powder



Ini adalah produk ZAP yang langsung bikin aku jatuh cinta. Pas pertama buka goodie bagnya, mataku langsung tertuju ke kotak putih dengan corak abstrak. Elegan banget.

Dusnya kan perpaduan warna pilos dan corak ya, jadi makin enak dilihat. Trus Truisan ZAP Beauty-nya itu diemboss di dus yang warna putih polos. Makin bagus jadinya.

Aku emang seneng banget kalo ada produk yang detail merhatiin tampilan mulai dari kemasan gini. Great work, ZAP!

I love it!

Buat translucent powder ini aku juga udah bikin unboxingnya. Bener-bener ekspresi aku seneeeeng banget pas liat packaging ZAP Translucent Powder ini. Pokoknya intip di highlight Beauty Instastori @alma.wahdie yaaa...

Nah, ini tuh bagus banget dari segi packaging. Finishingnya sheer jadi enak dipake untuk sehari-hari.

Pas pertama buka bedaknya, kamu harus lepasin dulu stikernya. Biar bedaknya bisa keluar dari lubang-lubang kecil itu ya.

Untuk warna bubuknya emang putih ya. Tapi, pas dipake aman aja kok karena memang ga pigmented. Enak buat dipake ngeset foundie.

Oya, satu lagi. Puff-nya itu halus banget. Aku pake buat ngerasain aja sih. Kalo biasanya aku lebih suka pake brush.

Next!


ZAP Lip Cream Matte



Ga tau kenapa, ini packagingnya juga elegan banget. Mulai dari dusnya itu. Mirip sama yang powder tadi. Jadi ini perpaduan antara warna putih polos dan corak.

Nah, aku tebak sih ini warna coraknya menyesuaikan sama shade lip creamnya. Soalnya sama.

Ini kebetulan aku dapet yang shade Ashley alias nomor 080. Agak- agak violet kalo kata aku sih. Pas banget sama trend warna tahun 2018 ini, violet.

Lebih pas lagi, karena aku belum punya lipen ungu. Ahhahaaa...

Sejujurnya aku ga tau apakah warna ini akan aman cocok buatku. Nanti coba teman-teman liat yaaa...


Sejak tahun kemarin, nampaknya hype lip cream belum turun ya. Aku udah nyobain beberapa merk lip cream. Baik per seri dalam satu merk, ataupun salah satu per merk aja.

Well, ga banyak lip cream yang yang betah dipake buat seharian. Aku cuma punya 2 lip cream dengan merk dan shade berbeda. Mereka itu andalan aku kalo lagi mau pake pake lip cream.

Rata-rata masalahnya ada pada formulanya. Pertama dipake oke. Tapi setelah beberapa jam udah yang ga oke gitu. Atau rasanya pas dioles yang kadang terlalu berat.

Nah, setelah nyobain ZAP Lip Cream share 080 ini, kayanya nambah lagi lip cream yang bisa jadi andalanku.

Ini aplikatornya enak banget. Miring gitu. Jadi mudah pas diolesin di bibir. Ditambah lagi ini tuh formulanya bikin bibir lembab dan super ringan kaya ga pake lip cream.

Warnanya juga sama banget kaya yang di kemasan. Super pigmented. Plus, ZAP Lip Cream Matte ini mayan tahan lama.

Abis makan aku ga perlu touch up banget kalo pengen warnanya kaya tipis gitu. Soalnya dia ga abis-abis banget. So, aku suka.


Tadaaa...

Ini dia tampilan aku dandan pake pake translucent powder dari ZAP. Juga pake Lip Cream Matte ZAP-nya nih

Gimana?
Cocok ga aku pake pake warna ini???

Oya, ini aku ga pake foundie. Cuma pake primer aja trus setelah meresap languang diset pake translucent powder ZAP.

Lanjut bikin alis.
Pake eye shadow warna aman (coklat n cream), blush on biar ga pucet (eaaaa.....), dan ditutup dengan Lip Cream Matte Shade Ashley dari ZAP.

Segitu aja udah bisa create look gini kan?
Pas buat look jalan ke taman bareng Faraz nih. Hohohoho...

Nah, kesimpulan pemakaian facial washnya per hari ini di kulitku:

  • Bikin kulit bersih, tapi cenderung jadi kering. Jangan lupa langsung pake pelembab jadinya.
  • Efek mencerahkannya juga ada. Setelah pemakaian kurang lebih 3 minggu gini. Ga terlalu signifikan tapi ada. Baiknya memang langsung konsul ke ZAP biar komplit pake skincare yang dibutuhkan.

Apa aku bakal lanjut pake facial wash ini?

Untuk sekarang kayanya bakal disimpen dulu. Karena keadaan kulitku ga berminyak saat ini. Jadi, bakal pake yang biasanya dulu.

Ini bagus banget buat dipake pas kulitku berminyak nanti. Begitu menurutku.

Trus, pengen banget main ke ZAP nanti sekalian lake vouchernya. Hehhee...


Kalo untuk translucent powdernya, pasti bakal dipake terus karena aku suka main make up. So, seneng banget dapet harta karun baru. Juga lip creamnya ini.

Eh, tapi beneran loh aku pengen tau pendapat teman-teman pas aku pake lipen warna violet gini. Gimana? Enaknya dipake pas kapan/ momen apa ya???

Senin, Agustus 13, 2018

NHW #2: Indikator Ibu Profesional



Assalamualaikum.
Kali ini saya mau berbagi tentang Nice Home Work (NHW) pekan kedua.

Setiap hari bahasan diskusi di WAG Matrikulasi Ibu Profesional semakin seru. Selain sesi STOD dan tamu spesial dari jajaran Ibu Profesional Pusat tentunya.

Baca:

STAR OF THE DAY PERDANA DI KELAS SUMATERA 3 MIIP BATCH 6



Pekan kedua ini bahasannya adalah tentang menjadi Ibu Profesional. Ada banyak sekali bahasannya. Dari materi itu, kami dikenalkan pula dengan daftar acuan atau indikator perempuan profesional.

Seperti semboyan di IIP ini: Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Hal itu menjadi salah satu indikator untuk dibilang profesional. Apakah keluarga bangga dengan kita?

Well, I'm in the process of learning

Semoga setiap usaha saya itu dinilai sebagai sesuatu yang positif dan menjadi kebanggaan suami, anak, orang tua, dan saudara. Aaamiin.

Ada 3 indikator profesionalisme perempuan seperti yang disampaikan oleh Tim Matrikulasi IIP di kelas. Berikut ranah tolok ukurnya:

  1. Sebagai Individu
  2. Sebagai Istri
  3. Sebagai Ibu

Tugas NHW #2 ini adalah membuat indikator profesionalime diri sendiri. Yang kira-kira mampu dijalankan dan mampu membawa kita maju ke arah tujuan menjadi profesional itu.

Berdasarkan kaidah indikator yang baik, yaitu memenuhi kriteria SMART (specific, measurable, achievable, realistic, and timebond), maka berikut indikator saya:


SEBAGAI INDIVIDU, saya bisa:
  • beribadah tepat waktu. Minimal untuk hang wajibnya.
  • khatam Al-Qur'an dengan teratur membacanya minimal 1 lembar per hari.
  • membuat konten untuk blog. Minimal 1 postingan per minggu.
  • membaca buku minimal 1 buku per bulan.
  • membaca artikel pendidikan minimal 1 artikel per minggu.
  • meluangkan waktu untuk merawat tubuh (scrubbing, maskeran, luluran, creambath). Minimal dikerjakan sendiri di rumah sebulan sekali.

Secara garis besar, indikator profesional saya sebagai individu adalah bisa mengakomodasi waktu untuk melakukan hal yang saya sukai, saya geluti, dan saya butuhkan dengan baik.



SEBAGAI ISTRI, saya bisa:
  • membuatkan sarapan suami setiap hari.
  • memasak makanan kesukaan suami minimal sebulan sekali (by request). Karena biasanya saya masak dengan daftar menu yang sudah saya buat sendiri.

Indikator umumnya adalah saya mampu menggandeng suami saya sebagai seorang pasangan, partner kerja, teman, dan adiknya setiap saat.



SEBAGAI IBU, saya bisa:
  • bermain sambil belajar setiap waktu dengan anak saya.
  • membuat makanan kesukaannya (by request) minimal seminggu sekali.
  • membacakan 1 buah cerita pengantar tidurnya setiap malam.

Secara umum, indikator keprofesionalan saya sebagai ibu adalah saat saya bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak sembari melakukan hal yang menyenangkan bersama setiap saat.


Kira-kita begitulah indikator yang saya buat untuk menjadi perempuan profesional. Jika nanti saya terlalu melenceng dalam perjalanannya, catatan ini yang akan jadi pengingatnya.


Kalau dilihat, nampaknya masih timpang antara cerminan capaian menjadi profesional di tiga ranah itu.

Saya cenderung banyak menuliskan indikator sebagai individu. Mungkin karena saya sudah melihat dan merencanakan hal apa saja yang akan saya kerjakan, akan saya kembangkan, dan lainnya. 

Sementara untuk ranah sebagai istri dan sebagai ibu, nampaknya saya masih bingung. Apa lagi ya???

Sebagai istri ya beginilah saya di rumah.
Memasak menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan semua urusan domestiknya. Karena begitulah yang saya tahu. Karena saya happy mengerjakannya. Hobi saya ya masak. Kalo saya suka bilang ke suami, "Dapur itu kerajaan saya."

Hahaha...

Lha wong salah naro sendok aja mamak rewel haha...

Apakah teman-teman punya perspektif lain tentang menjadi istri? 

Dan sebagai ibu, saya juga mungkin masih bingung. Sejauh ini saya selalu berusaha menjadi teman terbaik untuk bayi 7 bulan saya ini. Bermain dengannya sambil sesekali menyelipkan pembelajaran, menyuapinya, membaca bersama. Itulah yang saya lakukan.

Sependek pengetahuan dan pemahaman saya, saya sudah melakukan seperti apa yang seorang istri dan ibu lakukan. Maka dari itu, saya terus melakukannya dan mencoba menjadi lebih baik dalam hal itu.

Apakah betul begitu caranya berperan sebagai istri dan sebagai ibu? Apakah teman-teman punya pengalaman lain?

Maka dari itu, beberapa hal yang saya lakukan sebagai individu itulah yang menjadi semacam 'me time' bagi saya. Sebuah kesempatan saya untuk mengenal diri saya lebih jauh dan obat dikala saya merasa jenuh dengan rutinitas yang terkesan menoton.

Bukan.
Bukan saya ga happy tentang peranan lainnya. Jelas saya happy dengan bayi imut saya. Saya juga happy dengan suami saya yang baik dan santun. Hanya saja memang manusiawi terkadang kita perlu keluar sedikit dari zona nyaman itu.

So, peranan saya sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu ini melengkapi satu sama lain. Alhamdulillah.

Terlepas kadang mamak butuh hiburan yaaa... 

Kadang sebatas keluar rumah, duduk di taman. Atau sekedar ke swalayan cuci mata rasanya cukup menepis penat. Hahaha...

Receh sekali memang saya ini. Tak apa toh?
Tinggal butuh konsistensi dan kebersamaan agar tidak jomplang. Agar tidak merasa berjuang sendiri. Karena sejatinya keluarga adalah SALING.


Puisi yang kutulis. Judulnya: Salinglah!


Indikator yang saya buat ini bisa saja bertambah dari waktu ke waktu. Nanti akan saya update setiap saya merasa ada hal lain yang harus saya capai untuk menjadi profesional.

Saat ini, segitu aja ya...


Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga bisa konsisten. Aaamiin.

Ketika lelah merasa sendiri, kalimat Pak Dodik yang dikutip saat pembelajaran di kelas MIIP Batch 6 ini juga jadi motivasiku.

"_Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik_"

Jumat, Agustus 10, 2018

Menghemat Bahan Bakar Minyak di Perjalanan

Cara Menghemat Bahan bakar minyak


Menghemat bahan bakar minyak di perjalanan? Gimana caranya menghemat bahan bakar minyak? Memangnya bisa?

Kadang muncul pertanyaan begitu ya di hati kita. Secara namanya juga dipake buat jalan, pasti bahan bakar minyaknya mau ga mau bakal kepake dong.

Tapi, bukan ga mungkin loh. Kita bisa aja menghemat bahan bakar minyak selama di perjalanan. Hal utama yang harus kita tau adalah gimana cara menghemat bahan bakar minyak itu dulu.

Ada beberapa hal yang bikin pemakaian bahan bakar minyak alias BBM boros. Misalnya kondisi mesin mobil ya. Tiap mesin punya kemampuan berbeda dalam hal penggunaan bahan bakar minyaknya. Selain itu kalo mesinnya agak kurang terawat juga bisa mempengaruhi performanya.

Selain itu, cara berkendara kita juga bisa jadi penentu hemat atau tidaknya bahan bakar minyak di kendaraan kita.

Sering ngebut dan ngerem mendadak? Ini jadi salah satu hal yang menyebabkan bahan bakar minyak boros loooh...

Coba cari tau tentang eco-driving deh!
Cara menggunakan kendaraan dengan eco-driving bisa membantu kita menghemat bahan bakar minyak hingga 2 literan. Lumayan banget kan????^^


Pilih juga bahan bakar minyak yang sesuai dengan mesin kendaraan kamu ya.

Ingat! Mahal belum tentu cocok. Hohoho...
Jadi memang pakai yang sesuai dengan specs istilahnya. Kalo emang bahan bakarnya solar ya jangan pake bensin.

Ya iyalah, Aaaaal....


Hahhaaha...


Ini beneran ngaruh banget loooh.
Waktu itu kondisi ban mobil ayahku udah yang kaya ngasih kode minta ganti gitu.

Terus akhirnya, diganti secara bertahap. Maklum ini urusan dompet juga soalnya. Ternyata mahal juga ya beli ban mobil. Hahhaa...

Tapi, memang performanya ga bohong deh. Setelah ganti dua ban belakang, mobilnya jadi lebih smooth gitu. Enak dipake.

Kalo kupikir, dia ngaruh jadi bikin laju mobil lancar. Imbasnya ke kinerja mesin yang ga terlalu berat kaaan. Ujung-ujungnya ya ga makan minyak. Hemat deh!

Berasa banget pas bikin totalan belanja bbm bulanan itu. Bisa lah buat nambahin beli-beli gula dan kopi. Prinsip: dapur tetap harus ngebul yes. Hohooho...

Nah, gitu deh beberapa cara menghemat bahan bakar minyak yang kubaca. Setelah dipraktekan asli bikin senyum-senyum kareba dompet agak tertolong.

Yeay!!!

Kalo kamu ada cara lain buat menghemat bahan bakar minyak boleh share di kolom komentar yaaa...



Rabu, Agustus 08, 2018

X2 Big Eyes ft. X2 Bio Color! Kusuka X2 Softlens!


Halo!
Lagi-lagi aku mau kasih review tentang softlens. Aku masih setia pake X2 Softlens dari Exoticon. Kali ini aku cobain X2 Softlens seri Big Eyes a+ dan Bio Color. Untuk yang X2 Big Eyes a+, aku pake yang tone Hazel. Sementara yang X2 Bio Color, aku pake yang Blue. Apa bedanya dengan X2 Bio Glaze yang pernah aku review kemaren?

Baca:

REVIEW X2 BIO GLAZE SOFTLENS, ANTI KERING. ALMAWAHDIEXEXOTICON


Kamu klik aja link di atas itu kalo mau tau tentang X2 Bio Glaze-nya yaaa...

Di postingan kali ini aku mau bahas tentang dua seri X2 softlens seperti yang aku sebutin tadi.

Ini sekilas aku kasih liat gimana tampilannya las aku pake ya...

Foto yang kiri aku pake X2 Big Eyes a+ Hazel dan yang kanan aku pake yang X2 Bio Color blue.

Gimana???
Oke gaaaa???

Lanjut yaaa...
Kita bagi dua dulu. Pertama kita bahas yang X2 Big Eyes a+


Jadi, aku dapetnya yang warna coklat, Hazel. Pas banget sama seleraku.

Hahaha... Iya. Aku main aman.
Karena pernah pake yang warna selain hitam dan coklat kok ya ga PD. Makanya selalu pake warna aman ini kalo beli softlens.

Seperti produk softlens dari Exoticon lainnya, produk X2 Big Eyes a+ ini udah terdaftar di Kemenkes RI juga ya.

Seri X2 Big Eyes a+ ini untuk masa pemakaian 6 bulan. Diameternya lumayan gede, yaitu 14.5mm. Segitu udah bagus banget buat mata kecilku. Udah langsung berasa bedanya pas pake pake softlens ini.

Klaimnya softlens ini punya kenyamanan yamg lebih lama saat dipake karena kaya oksigen dan ga bikin kering (55% water).

Pertama pake rasanya perih. Kayanya terbalik sih hahaha...

Soalnya ini tuh tipis dan aku suka bingung mana bagian dalam dan luar. Tapi berikutnya aman udha ga perih lagi.


Bagus ya tone Hazel ini.
Dan aku bener-bener ngerasin sensasi Big Eyes-nya. Sayang aku masih belom piawai make up mata. Jadi ya gitu aja.

Ngelesnya gini: Inilah pemakaian softlens sehari-hari.

Eaaa...
Kan kalo daily kita ga pake fake lashes yes ^^

Next, ayo intip X2 Bio Color Blue yang kudapet.


Nah ini dia!
X2 Bio Color ~ Blue!!!

Ini cantik banget tone-nya.
Walaupun diawal aku agak khawatir gimana tampilannya pas dipake. Secara kan aku ga PD main warna terang.

Kalo dari kemasannya, X2 Bio Color ini sama persis kaya kemasan X2 Bio Glaze. Di dalam packagingnya udah langsung dapet softlens casenya.

Diameter softlens X2 Bio Color ini sama seperti yang Big Eyes a+ yaitu 14.5mm.

Trus ini juga buat pemakaian selama 6 bulan aja. Sama-sama klaim kenyamanan saat dipakai untuk waktu yang lama dan kaya oksigen. Tapi, yang X2 Bio ini cuma 45% kandungan airnya.

Desainnya bagus. Baik X2 Big Eyes a+ dan X2 Bio Color ini sama-sama terdiri dari 2 tone warna. Selain warna lensanya, ada pinggiran/tepiannya yang berwarna gelap (hitam).

Pas aku pake dan ngaca, VOILA!!!

YAAAA AMPUUUN BAGUS BANGEEET!!!

Se-SENANG itu aku pas ngaca. Karena buat pertama kali aku ngerasa cocok sama warna terang. Apalagi biru gini. Hehee...

Entah karena desainnya atau warna birunya yang pas ke warna kulit aku. Pokoknya aku sukaaa sekali pas ngaca.



Kaya gini tampilannya pas dipake.
Biru tapi ga bikin norak.

Eh gimana?

Biru tapi dalem.

Laaaah???


Hahaa...
Ga bisa dijelasin lah. Intinya aku suka birunya karena pas dipake aku jadi cakep hahaa...

Pas diupload ke IG story aja mendulang decak kagum (cieee bahasanya) karena 'manglingi' katanya.

Papanya Faraz aja suka pas liat aku pake X2 Bio Color Blue ini.

Duuuh, jadi nambah peralatan tempur buat ngedate minggu besok. Hahaha...


Well, makasih banyak ya X2 Softlens 😘

Kalo kalian lebih suka liat aku pake yang Big Eyes apa yang Bio Color hayoooo???

Selasa, Agustus 07, 2018

Atlet Sepak Bola Wanita Asal Palembang Ikut Berjuang di Asian Games 2018 loooh...

Atlet Sepak Bola Wanita Asal Palembang Ikut Berjuang di Asian Games 2018 loooh...


Count down menuju Opening Ceremony (OC) Asian Games makin bikin aku deg-degan. Kenapa? Soalnya ikut bangga akhirnya Indonesia dipercaya lagi untuk jadi tuan rumahnya. Setelah pertama kali di tahun 1962 dulu. Belum lagi makin bangga karena ada beberapa atlet asal Palembang yang ikut berjuang. Salah satunya adalah atlet sepak bola wanita asal Palembang yang akan berjuang di Asian Games 2018 ini.

Sebelum kita kenalan sama Ayuk cantik itu, yuk kita ngobrolin Asian Games dulu.


Di bulan yang sama, Agustus, Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games IV tahun 1962. Jauuuh banget aku mah belum lahir. Hehehe...

Waktu itu ada 12 negara peserta yang berjuang untuk 13 cabang olahraga (cabor).

Kerennya lagi, Indonesia berhasil jadi runner-up loooh!

Mengumpulkan 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Joss!!!


Nah, untuk Asian Games 2018 ini sebenarnya bukan Indonesia yang tadinya bakal jadi tuan rumah.

Berikut fakta menariknya!
Bahwa Indonesia mengajukan diri untuk jadi tuan rumah. Karena tuan rumah terpilih, yaitu Vietnam mundur.

Dan seharusnya bukan diselenggarakan di tahun 2018. Namun, karena tahun 2019 Indonesia menyelenggarakan Pemilu. Maka, jadwal Asian Games dimajukan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.

Tahun ini ada 40 cabor yang dipertandingkan dan diikuti oleh 12000 atlet. Awak media yang ikut memberitakan pun ada sekitar 5000an.

Wow!!!
Sudah mulai terbayang keseruannya kaaaan...


Duh, makin deg-degan.


Venue pertandingan untuk Asian Games 2018 ini akan dilangsungkan di dua kota besar di Indonesia. Yaitu di Jakarta dan di Palembang.

Kebetulan aku warga Sumatera Selatan nih. Makin bangga lah yaaa Palembang ikut jadi tempat ramenya Asian Games 2018.

Teman-teman udah pernah ke Palembang belum??? Kuy, main ke Palembang sambil nonton Asian Games 2018.

Buat yang belum tau, nih di atas udah aku kasih liat 8 Fakta unik tentang Kota Palembang.

Hayoooo...
Mupeng ga main ke Palembang?^^

Memang untuk event olahraga apalagi tingkat Internasional seperti ini, Palembang hampir selalu ikut serta berpartisipasi menyediakan venue. Karena Palembang punya Jakabaring Sport City.


Apa itu Jakabaring Sport City?

Ini adalah spot olahraga di Palembang.
Lokasinya strategis di pusat kota, wilayah Jakabaring. Nama lokasi itu yang melekat di nama spots centre ini.

Kota lain juga punya kok pusat olahraga. Trus apa bedanya Jakabaring Sport City?

Sepanjang yang kutau, JSC ini dibangun dengan standar internasional untuk tiap bagiannya. Jadi memang layak untuk digunakan tiap pertandingan internasional. Udah sesuai standar gitu deh poinnya.

Ada stadion sepak bola Gelora Sriwijaya, venue voli pantai, menembak, sepatu roda, lempar lembing, dayung, kayak, akuatik, tenis lapangan, dan baaaanyaaak lagi.

Terus, JSC itu terintegrasi dengan fasilitas lainnya yang dibutuhin para atlet dan pengunjung. Ada kampung atlet (dulu disebutnya wisma atlet), 5 rumah ibadah, dan diperindah dengan taman-tamannya yang menghijau plus instagramable.

Liat aja nih, kita puas-puasin foto di JSC. Hohoohooo...






Dan lagiiii...
Spesial untuk Asian Games ini, area JSC terintegrasi dengan LRT (Light Rapid Transit). Yaitu kereta atas gitu. Langsung dari Bandara SMB II sampai stasiun akhirnya di JSC itu.

Jadi akses ke sana emang udah mantap lah!

Udah makin tau lah ya tentang Asian Games dan Venue yang di Palembangnya.

Sekarang, ayo kita kenalan sama Ayuk Debi Puspita Rani!

Ayuk adalah panggilan untuk kakak perempuan dalam Bahasa Palembang.




Ayuk Debi ini adalah Atlet Sepak Bola Wanita Asal Palembang. Doi bakal ikut berjuang membawa nama Indonesia di ajang Asian Games 2018 ini.

Yuk Debi ini masih muda loooh...
Umurnya baru 21 tahun.

Karena penasaran, aku cari tau deh tentang Yuk Debi. Lahir di Palembang, 22 Juni 1997. Waah, baru saja berulang tahun beberapa bulan lalu.

Yuk Debi ini adalah mahasiswi UNSRI (Universitas Sriwijaya) FKIP prodi Penjas. Di dalam tim sepak bola wanita ini, doi bertugas sebagai kiper handal.

Bersama tim sepak bola wanita Persimura, Yuk Debi berhasil menjaga gawang dari ancaman lawan dalam ajang Piala Pertiwi 2017 lalu.

Katanya, dia memang suka sepak bola
sejak SD. Mengaku tidak ikut sekolah bola, tapi bergabung dengan tim Villa Star Palembang yang kemudian akhirnya terpilih masuk tim Persimura itu.

Hebat ya, Ayuk Debi!
Aku jadi makin ikut bangga. Soalnya satu almamater nih. Hehehe...


Semua pilihan yang ada di dunia ini selalu berpasangan. Termasuk pilihan jadi atlet. Tentu ada suka dan dukanya.

Pertama, para atlet harus terus konsisten menjaga kesehatan agar terus prima. Belum lagi jadwal latihannya, pola makannya, dan banyak lagi yang lainnya.

Beberapa atlet juga harus rela berjauhan dengan keluarga ketika jadwal pertandingan mengharuskan mereka untuk berjuang. Melewatkan liburan lebaran misalnya.

Tapi, tentu ada juga sukanya.
Salah satunya bisa mengharumkan nama keluarga dan bangsa.

Keren banget kan yaaa...
Ayo kita dukung bersama atlet kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini!!!

Ini juga jadi salah satu cerminan warga Indonesia yang baik tentunya.


Semangat berjuang para atlet Indonesia!
Kami bangga padamu!!!
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES