Minggu, Juli 29, 2018

Serunya Acara 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger


Hari itu tanggal 28 Juli 2018. Adalah hari terakhir cutinya Pak Suami. Hehehe...

Eh, bukan itu ceritanya.
Tanggal 28 Juli itu adalah hari perayaan ultah pertamanya komunitas kami, yaitu Palembang Beauty Blogger (PBB).


Secercah kisah

Setahun yang lalu, para beauty blogger Palembang bertemu di suatu event. Waktu itu aku masih tinggal di Bandung. Kebetulan dalam proses mau pindah balik lagi ke sini, Sumatera Selatan.

Ada undangan untuk datang ke acara bertemakan kecantikan waktu itu. Sebelumnya juga ada namun aku tidak bisa hadir. Nah, akhirnya setelah cari tau siapa aja ya blogger di Palembang ini? Aku pun berkenalan dengan cewek-cewek cantik Palembang.

Kontaknya masih di sosmed waktu itu, dengan Silta dan Bebe.

Ada juga blogger Palembang yang sudah kukenal namanya, karena pas aku lagi nyari-nyari pake hestek #bloggerpalembang gitu, mereka lah yang paling sering muncul. Yaitu Mbak Suzannita dan Mbak Sumarni.

Aku juga pernah ikut giveaway salah satu dari mereka waktu masih di Bandung dulu. Tapi mungkin hadiahnya sampai di kontrakan saat aku sedang tak ada. Hahaha...

Well, long story short, aku janjian ketemuan sama Silta itu karena sama-sama diundang ke even yang aku bisa hadir. Dari sana kita banyak ngobrol soal bikin perkumpulan beauty blogger Palembang.

Sebelumnya, aku lupa juga pas ada acara apa gitu. Aku ngontak Bebe via DM IG. Ini sebelum kenal Silta seingatku. Bebe juga udah pernah ngasih wacana buat bikin perkumpulan itu. Tapi memang realisasinya blom ada.

Maklum, ibu-ibu nih kami berdua. Yang satu mobile PP Bandung-Palembang. Yang satu pengantin baru. Hehee...

Sampai akhirnya setelah ketemu Silta, Mbak Suzan, dan teman-teman lainnya kita mulai ngobrolin ini lagi.

Diinisiasi oleh Silta yang kemudian didaulat sebagai ketua dari PBB ini, perlahan aktivitas PBB dimulai.


Kegiatan Palembang Beauty Blogger


Setelah hadir di event yang mempertemukan kami itu, kami berkumpul membahas agenda untuk PBB.

Dimulai dengan Monthly Challenge.
Tantangan berdandan dengan tema tertentu ini diadakan secara online. Biasanya mengikuti hari besar yang ada di tiap bulannya.





Awalnya member PBB masih sedikit. Dari tim pengurus yang semula hanya berlima, akhirnya bertambah semakin solid.


Logo Palembang Beauty Blogger


Di momen perayaan ulang tahun pertama PBB ini ada sesuatu yang spesial. Yaitu launching logo baru!

Logo sebelumnya adalah yang ini:

Logo pertama PBB

Itulah logo PBB pertama kali. Didesain oleh Mbak Suzannita waktu itu, disela kesibukannya sebagai reporter.

Beruntung sekali di tim pengurus kami punya Mbak Suzan. Hal yang berkaitan desain biasanya beliau cepat tanggap membantu membuatkan. Seperti frame yang dipakai untuk foto monthly challenge di atas tadi.

Beberapanya adalah dari bantuan Mbak Suzan. Kemudian Desti juga.

Logo Baru PBB

Nah, mulai saat ini Palembang Beauty Blogger punya logo baru. Makin gemes ya liat logonya. Honestly, aku belum nanyain ini desain siapa. Jadi aku nggak tau. Hehehe...

Soon nanti aku tanyain ya...


Serunya Acara Anniversary PBB



Tak terasa dari wacana akhirnya menjadi nyata. Terima kasih banget buat Teman-teman di Palembang Beauty Blogger (PBB) ini. Terutama buat tim pengurus yang aktif ribet menyiapkan acara ini.

Maaf ya, daku tidak banyak membantu secara langsung karena stay di Palembang coret. LOL

Yang pasti, PBB selalu di hatiku. Aku bantuin semampu dan sebisaku yaaa gaess...

Asli terharu ini akhirnya ulang tahun. Mana keren banget acaranya. Salut sama Bu Ketupel, Desti. Juga tim super sibuk lainnya, Silta, Mbak Suzan, Eka, Nia, dan semuanya pokoknya. You rock it, girls!

Untuk itu aku memang udah ijin jauh-jauh hari biar bisa hadir at least. Hampir aja meleset juga karena pindah hari nih acaranya. Untung banget karena masih masuk hari terakhir cuti Papanya Faraz.

So, bisa nganterin dan bantu jagain Faraz. Heehehe...

Faraz and Aunty Eka

Acara berlangsung santai dan seru dipandu oleh Eka. Doi emang terampil banget ngebawain acaranya. Jadi ngalir dan natural banget.

Kemudian ga lupa ada sharing penting tentang Cantik Luar Dalam nih. Langsung disampaikan oleh tim dari ZAP. Langsung sama ahlinya, yaitu dokter kecantikan.


Sebelumnya kita kenalan dulu sama ZAP. Ternyata ada banyak perawatan yang disediakan ZAP untuk membuat kulit kita sehat terawat. Teknologi laser yang dipakai oleh ZAP ini terbukti ampuh untum mengatasi masalah kulit pada wanita.

Kita dikasih liat foto ibu-ibu dengan flek yang sangat banyak. Kemudian memudar bahkan hampir hilang setelah beberapa kali perawatan di ZAP.

Hmmm...
Jadi pengen nyobain nih!

Lutfi bertanya pada bu bokter cantik

Lanjut dengan sesi tanya-jawab yang berlangsung ga kalah seru. Karena bu dokternya sangat informatif dan lugas dalam menjawab setiap pertanyaan dari member PBB ini.

Tak lupa ada games seru dengan hadiah-hadiah menarik dari para sponsor acara 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger ini.

Ada juga lomba sosial media. Yaitu posting foto dan instastory dengan pose di klinik ZAP.

Ikut meramaikan kuis sosmed

Senengnya itu adalah bisa ketemu teman-teman sehobi. Apalagi kita berbagi hobi kita ini dengan positif melalui tulisan di blog.

Nah, iya mumpung lagi ngomongin Palembang Beauty Blogger nih. Suka ada yang nanya gimana caranya join jadi member PBB.

Caranya adalah follow sosmed kita (IG @palembangbeautyblogger) dan isi form pendaftaran (link di bio). Syarat utamanya adalah suka hal yang berbau beauty dan menulis di blog. Gitu deh.

Kalo nanyanya: aku ga punya blog, gimana?
Ya buat dulu yaa. Gampang kok. Tutorialnya banyak di google.


Ngumpuul. Nambah teman. Nambah sodara.

Rame yaaa kita.
Ada yang udah pernah aku ketemu. Ada juga yang baru pertama ketemu.

Pokoknya jadi nambah sodara. Alhamdulillah.

At the end, ada acara tur ke klinik ZAP juga nih. Sayangnya aku ga bisa ikutan karena harus pamit duluan. Maklum lokasi tinggal di Palembang coret, takut kesorean kejebak macet truk. Hiks.

Padahal pengen banget liat ke dalemnya ZAP. Eh, pas pulang dibawain oleh-oleh juga. Yaa ampuuun, PBB!!! Gimana ga makin sayang coba? :*

Pose dulu mumpung ketupelnya bisa diculik. Hihihi

Selama acara, Faraz di mana???

Untungnya venue acara kami ini di The Little Kanteen. Sebelahnya ada tempat main buat anak-anak.

Betah deh Faraz main di sana sama Papanya. Makasih ya cintakuuu...



Ini sebelum acara mulai, Faraznya udah disuapin makan dulu. Sekalian Papanya juga makan siang di Little Kanteen.

Trus Faraz juga bawa air minum dan cemilan buat main sama Papa.

My boys


Honestly, hati mamanya ternyata terbagi-bagi selama acara. Mikir terus, Faraz masih betah ga ya? Nangis ga ya?

Hahaha...
Kayanya bakal ga bisa sering-sering ikut acara lagi nih. Sampe doi cukup besar untuk bisa duduk manis bareng mama. Hahahaa...

Well, terima kasih PBB!!!
Terima kasih, Team!!!
Terima kasih para sponsor!!!

I love you, all!

Kamis, Juli 26, 2018

Siap Belajar di Institut Ibu Profesional (Harapanku)



Assalamualaikum.
Beberapa bulan yang lalu hatiku deg-degan berebut kursi. Loh? Kok rebutan kursi? Emang anaknya udah masuk sekolah? Bukannya masih bayi? Mungkin itulah beberapa pertanyaan yang terbersit bagi para teman yang sudah kenal padaku.

Jadi seperti ini ceritanya. Sudah dari tahun-tahun sebelumnya aku melihat teman di lingkungan sosial mediaku bicara soal Institut Ibu Profesional (IIP).

Aku yang awalnya tidak tahu-menahu jadi kepo deh! Setelah ngulik sana-sini aku penasaran dan jadi sangat tertarik untuk ikut bergabung. Pertamanya, aku follow akun Instagram IIP ini.

Nah, dari sanalah aku mulai makin bermandikan informasi. Salah satunya informasi tentang pembukaan pendaftaran kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP).

Pendaftarannya dilakukan serentak di jam yang telah ditentukan. Yaitu pada tanggal 25 Juni 2018, pukul 10:00 WIB. Kuota peserta pun terbatas hanya 1500 orang untuk seluruh Indonesia.

Bisa dibayangkan betapa deg-degan hatiku. Ingin bisa ikut diangkut masuk ke MIIP Batch 6 itu. Wow!!!

Akun Instagram IIP (@institut.ibu.profesional) mulai mengingatkan sejak tanggal 31 Mei lalu.

Sejak itu, aku pun mulai aktif nongkrong di sana. Sembari melihat jadwal dan membaca banyak info lainnya terkait pembukaan kelas Matrikulasi itu sendiri.

Institut Ibu Profesional (IIP) ini memiliki beberapa tingkatan kelas. Masing-masing diikuti sesuai jenjang. Untuk permulaannya, seperti aku yang belum pernah ikut sama sekali, wajib daftar untuk kelas Matrikulasi terlebih dahulu.

Berikut kelas-kelas yang disediakan di IIP:


Setelah berkutat mendaftar sesuai jadwal pembukaan tanggal 25 Juni lalu, aku pun menanti pengumuman.

Ada cerita lucu saat hendak mendaftar lalu. Aku tahu bahwa ada biaya investasi kelas Matrikulasi Rp100.000 yang sekaligus sebagai biaya keanggotaan IIP seumur hidup. Tapi, aku belum tahu bahwa harus bayar dulu dan foto bukti bayar itu akan dilampirkan saat mengisi formulir pendaftaran.

Lucunya adalah saldo direkeningku sangat mepet. Tersisa 100 ribu sekian saja. Memang rekening ini hanya digunakan untuk tempat lewat. Alias bukan rekening tabungan.

Bismillahirrohmanirrohim.
Aku coba transfer dan Alhamdulillah masih bisa. Alhasil, saldo hanya beberapa ratus rupiah saja. Hahaha...

Hari yang dinanti akhirnya tiba.
Tanggal 6 Juli 2018, sebuah email cinta diterima. Isinya menyatakan bahwa aku diterima bergabung di kelas foundation IIP batch 6.

Berbekal link undangan ke grup WhatsApp, aku pun masuk ke kelas Sumatera 3. Kelas ini merupakan gabungan peserta dari Padang, Payakumbuh, Pekanbaru, Prabumulih, dan Bangka Belitung. Demikian yang dijelaskan oleh Ummu Uwais saat para peserta telah berkumpul dalam grup.

Salam kenal ya semuanya!
Mari kita belajar bersama!
Mari saling membantu, mendampingi, mengingatkan, pokoknya kita jadi Ibu Profesional bersama yaaa...

Begitulah suara hatiku saat pertama kali menjejak. Kesan pertama rasanya campur aduk. Antara senang, penasaran ingin tahu apa yang akan dilakukan, khawatir gagal mengikuti materi, aah berjuta!!!

Kelas Matrikulasi belum langsung dimulai. Kami masih saling mengenal antar peserta juga dengan IIP berikut fasilitator, wali kelas, dan para observernya di kelas foundation.

Ada beberapa materi keren dari kelas foundation, yang mulai aku terapkan perlahan. Nanti akan kuceritakan lebih jauh di postingan lainnya. Tidak di sini karena di sini aku akan bercerita tentang harapan yang ingin diwujudkan selama belajar di MIIP Batch 6 Sumatera 3 ini.

Apa-apa saja harapan yang ingin diwujudkan selama belajar di MIIP Batch 6 Sumatera 3 ini?

Harapanku belajar di sini adalah menjadi pribadi yang unggul.

Unggul dalam hal apa?
Seperti judulnya: Aku belajar di Institut Ibu Profesional. Secara naluriah aku ingin jadi Ibu Profesional.

Yang pandai membawa diri baik di lingkungan kerja, rumah, dan keluarga. Juga ingin memberdayakan potensi diri sembari berjejaring dengan para ibu hebat lainnya.


Begitulah sekilas harapanku secara umum. Secara khusus??? Akan kujabarkan dilain kesempatan. Tunggu kelanjutannya yaaa...


Salam.
Love and Share!

Sabtu, Juli 14, 2018

Merencanakan Backpacker dari Palembang ke Belitung

Assalamualaikum.
Happy weekend everyone!!!

Yeaay!!!
Ini adalah postingan yang kusukaaa banget. Soalnya di sini aku bakal bercerita tentang RENCANA perjalanan dari Palembang ke Belitung.

Ini tuh cerita pembukaan sebelum nanti aku ceritain tentang jalan-jalan ke Belitungnya yaaa...

Semacam pemanasan gitu deh! LOL
Soalnya baru perkara rencana aja makan waktu 2 tahun untuk terealisasi. Nah, itulah alasan The Akhmad's bertahan jadi orang-orang impulsif. Hahahhaa...

Semoga bermanfaat buat kamu yang mau jalan-jalan ke Belitung nanti. Ini tempat yang baguuus banget menurutku.

Oke. Aku mulai ya curhat rencana ini.

Dalam rangka apa The Akhmad's alias keluarga (kecil) kami ke Belitung?

Jalan-jalan kah? Ciyeee liburan ya???

Hmmm...
Bolehlah dibilang liburan. Tapi ini liburannya super low-budget. Ahhahaa...

Makanya di judul bilang 'backpacker'.
Mohon maaf buat 'penyelewengan' maknanya nanti ya.

Karena ga murni backpack-an atau ranselan doang. Kami bawa koper kok. Dan itu more than one! LOL



Jadi kenapa bilang backpacker, Al?
Soalnya low-budget aja. Kita seru-seruan di Belitung sampe isi dompet kosong di rumah.


Bukan. Bukan karena jajan atau belanja oleh-oleh. Tapi memang karena ga ada uang banyak tapi udah terlanjur basah. Ahahhaa.

Asli nekat pokoknya mah!

Jalan-jalan (baca: keluyuran) low budget atau dengan dana minim ini bukan yang pertama bagi The Akhmad's ini.

Kami memang tipikal yang suka jalan tapi sebenernya tidak ada penganggaran khusus untuk jalan. Tipe-tipe impulsif gitu deh.

Pas ada waktu, ada uang (cukup) ya hayo! Kurang-lebih begitu lah kami. Karena biasanya, kalo udah direncanain seringmya malah ga jadi.

Adaaaa aja yang bikin ga jadi. Yang waktunya tiba-tiba ga cocok lah. Yang uangnya akhirnya kepake lah. Dan beragam alasan lainnya. Intinya kalo berencana jauh-jauh hari, lebih sering ga jadi. Itu aja. Hahaha...

Kaya tentang belitung ini. Sebenarnya, ini tuh destinasi buat honeymoon tahun 2016 dulu.

What?!

Iya. Udah basi kan yah? Lewatnya udah 2 tahun. Ternyata waktu dan keadaan belum memungkinkan. Aku masih harus balik ke Bandung dan berjibaku dengan kertas-kertas dulu. Dan itu jauh lebih URGENT kala itu.

Dengan rela, urusan Belitung ditunda dulu.

Kemudian, ternyata Allah kasih kepercayaan setelah setahun menikah. Ada calon Baby F di perut. Alhamdulillah.

Belitung apa kabar?
Pak Akhmad bilang boleh tuh kalo mau babymoon.

Aww!!!
Happy!!! Mau bangeeeet...

Mata udah berbinar-binar ngebayangin main di pantai.

Ternyata lagi nih, aku bukan tipe bumil yang setrong gitu. Di bulan kelima Baby F di perut, ternyata ada flek. Mamaknya lemah nih. Disuruh bedrest total.

Hormon juga lagi kacau banget. Segala aroma bikin mamak pusing. Boro-boro mau jalan-jalan kaaan?

Bulan selanjutnya, kondisi Baby dah aman. Aroma-aroma juga udah mulai berterima. Tapi, para neneknya Baby F kompak jagain calon cucunya.

Mamak ga boleh banyak kerjaan (bagian ini enak sih, walau pernah ngerasa agak bosan. Wk), ga boleh banyak 'keluyuran'. Sampe-sampe untuk dateng ke undangan aja dianterin sama Nek Anang Baby F (ayahku). Ga tanggung-tanggung, Nek Inonya Baby F juga mengutus ajudan buatku. Hahahaa...

Dialah Cik Putri, adekku, yang ikut kemana pun aku pergi waktu lagi hamil. Cik Putri ini ajudan handal. Sampe urusan makan, dll dia sigap. Laaah... Jadi kemana-mana ceritanya ya?

Intinya (lagi), babymoon batal. Belitung bye-bye!



Sampe akhirnya, di suatu sore yang syahdu, Pak Akhmad menyebut nama Belitung kembali. Eaaaaa...

Mulanya begini:
Mah, tiket tahun ini mau dipake kemana? Kalo mau, Papah ambil cuti 2 minggu deh. Kalo ga akan dipake, ya cuti seminggu aja. Biar ga kelamaan dan bosen.

Uhuk.
Wooow!!! Dijatahin tiket!!!
Hati mamak sudah menangkap kode bahwa Pak Akhmad ngajak 'keluyuran' nih!

Lanjut:
Aku: Memangnya mau kemana?
Doi: Maunya kemana? Bali boleh. Lombok? Atau Labuan Bajo bagus tuh mah katanya. Eh, apa ke Belitung? 

Uhuy!!!
Asli mamak happy. Padahal baru ditawarin doang kan yaaa... Belum tentu jadi kan???

Kutanya, "Emang ada duit?"

Katanya, "Alhamdulillah, ada lebih dikit piket lebaran. Bisalah buat beli tiket."

Hahahhaa...
Polosnya kita ya. Kalo jalan-jalan emang murni jalan-jalan. Ga ada kepikiran (buat budgetin) oleh-oleh. Karena ya emang ga terbiasa dan ga membiasakan sih.

Tapi, naluri mamak ini sudah mulai terbentuk. Oleh-oleh udah mulai jadi pikiran. Kan udah berkeluarga ceritanya cyiiin. Trus kan suka liat dan dikasih kalo ada yang pulang jalan gitu. Semacam ada gengsi mungkin?


Ah, ini sih yang bikin kita berdua ga mau membiasakan oleh-oleh (kecuali emang pas di sana ada yang nyantol mau dibeliin dan duitnya ada). Kita tuh ga mau tradisi oleh-oleh tu jadi memberatkan orang. Ya, maksudnya kaya yang kurasain itu loh.

Suka dikasih oleh-oleh trus semacam ada rasa: nanti aku juga bawa oleh-oleh nih buat doi. Kan ga enak dikasih mulu.

Bagus sih. Jadi ada niat berbagi. Tapi, kadang pas di momen yang ga adaan. Gimana coba?

Makanya bagi The Akhmad's oleh-oleh itu boleh. Bukannya wajib.

Kita pribadi sih berharap kalo pergi maunya bisa berbagi. Jadi, tetap niat mau beli oleh-oleh tapi ya itu, ga woro-woro. Sedapetnya dan sebisanya aja.

Oya, kalo perihal duit tiket sih biasanya yang dimaksud Pak Akhmad adalah ongkos. Ya termasuk ongkos lain selama perjalanan lah. Makanya mamak girang. Hehehe...

Mulai deh bayang-bayang liburan membanjiri otak. Waaah... Labuan Bajo??? Hmm... Bali??? Etapi, Belitung aja lah!

Deket sama Palembang. Trus juga inikan rencana yang tertunda sejak dulu.

FYI, kami berdua ini fansnya cerita Laskar Pelangi. Jadi, memang Belitung itu masuk dalam wishlist kami.

Akhirnya, hitung punya hitung keuangan lumayan memadai untuk short gateway ini. Rencana 3 hari lumayan lah.

Penginapan juga udah settled.
Udah dibooking dan dibayar. Kebantu sama invoice yang udah cair dikit. Alhamdulillah.

Siap berangkat!!!
Tanggal 21 Juli sudah dilingkari.

Belitung, tunggu kami ya!!!

Baca: Tempat-tempat Wisata Kece di Belitung
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES