Sabtu, April 07, 2018

Barang Idola Para Busui

Assalamualaikum.

Selamat datang April! Be nice to me ya! Akhir bulan lalu, Baby Faraz genap 3 bulan. Alhamdulillah makin hari makin menul doi. Hahaha...

Sedikit cerita pengalaman mama baru nih! Maklum aja ya namanya anak pertama. Apalagi udah setahun dinanti. Selama tahun pertama penantian itu, aku menyibukan diri dengan membaca beragam buku dan sumber tentang parenting, tentang ragam permainan edukatif, tentang cara gendong-mengendong, tentang perASIan, dan lainnya.

Sambil belajar, sambil turut mencari dukungan. Minimal dukungan dari lingkungan rumah dulu. Ternyata prosesnya susah-susah gampang. Beberapa diantaranya tentang perASIan dan gendong-menggendong.

Ngomongin soal mamamnya, hari pertama Faraz udah icip-icip sufor alias susu formula loh. Harapan calon mama yang ingin anaknya icip ASI pertama kali pupus sudah. Soalnya ga tega sama suara tangis anak yang katanya lapar. Sementara ASI mama baru ini belum keluar. Ditambah lagi neneknya udah khawatir dengar tangisan sang cucu pertama itu. Runtuh deh pertahananku! Padahal udah lekat di ingatan tentang lambung bayi yang baru sebesar kelereng- tentang bayi yang mampu bertahan hingga 4 hari tanpa makan/minum. Jerit tangisnya sudah cukup membuat otak merespon dan memutuskan solusi darurat.

Toh sufor bukan racun kan? Begitu catatan dari sumber tentang ASI yang kubaca. Akhirnya perjalanan mama baru di dunia persusuan pun dimulai.

Hari kedua Faraz sudah bisa mencicipi ASI. Alhamdulillah. Belum banyak sih, tapi insyaallah terlihat cukup. Selanjutnya mamam Faraz semakin cukup. Bahkan bisa dibilang agak berlebih. Karena aku juga pompa untuk maintain produksinya. Lagi-lagi berbekal referensi yang kubaca bahwa ASi berprinsip supply = demand. Intinya semakin banyak yang dikeluarkan maka semakin banyak pula produksinya. Wallahualam.

Betul tidaknya mungkin bisa dicari referensi berbasis data penelitian ya. Yang pasti dari yang kualami betul ada hubungannya supply dan demand tadi. Syukurlah stok ASIp (ASI perah) buat Faraz sudah 20 botol (@120ml). Ditambah stok di kantong ukuran 180ml.


Buat apa stok ASIp? Saat ini jawabannya sebagai cara untuk maintain produksi ASI aja sih. Kadang ASIp-nya dipakai kalau Faraz terpaksa harus ditinggal sama neneknya. Biasanya kalau aku ke pasar, sudah sedia ASI segar dalam botol dotnya. ASIp cuma dipakai kalau stok ASI segarnya kebetulan habis.

Well, syukurlah metode jaga produksi ASI ini masih berlangsung efektif hingga saat ini. Stok ASIp Faraz bertambah dari hari ke hari. Walaupun doi biasanya mamam langsung, sistem pompa masih aku lakukan.

Hasilnya? Alhamdulillah.

Resmi menyandang predikat "Busui" alias Ibu Menyusui, aku jadi punya tips untuk dibagi. Terutama buat para Mama Baru sepertiku. Menjadi busui ini ada banyak perintilan yang perlu disiapkan. Yuk, aku kasih tau perintilan busui ala aku!

1. Pompa ASI. Menurutku pompa ini penting banget. Waktu awal ASI belum keluar, pompa jadi alat bantu yang efektif looh. Pun setelahnya, pompa ini berguna banget buatku. Aku pribadi udah cari-cari referensi tentang pompa ASI ini dari umur kandungan 6 bulan. Kecepetan? Nggak sih kayanya. Jadi punya waktu banyak untuk pilah-pilih. Hingga akhirnya aku menggarisbawahi hal penting: Mahal bukan jadi patokan karena banyak juga yng udab beli tapi ga cocok pas pake pompanya. So, coba dipilih pompa yang nyaman dipake dan nyaman di kantong ya...

2. Breast Pad. Aku pakai yang washable alias yang bisa dicuci untuk dipakai ulang. Karena sistem maintain ASI seperti yang kuceritain tadi, alhamdulillah produksi ASIku lumayan melimpah. Bisa buat stok di kulkas, juga sampe sering rembes di baju. Jadi, breast pad ini penting banget bagiku.

3. Dot atau media lainnya untuk minum susu. Waktu Faraz lahir kan sempat sekali minum sufor. Karena doi nangis dan ASIku belum keluar. Eh, aku udah cerita ya tadi? Hehehe. Media awal yang kupake untuk ngasih susu ke Faraz adalah cup feeder. Jadi, aku ikutin saran dari referensi soal mamam bayi yang kubaca. Niatnya biar ga bingung puting (bingput). Apalagi kan doi belum pandai mamam ke aku. Trus ASIku juga belum keluar. Kalau langsung dot takutnya bingput tadi. Syukurlah berhasil! Setelah doi mulai menyusu langsung, dot pelan-pelan dikenalkan.

4. Gamis Katun Jepang. Loh? Harus gamis katun jepang gitu? Aku sih yes. Memang sejak HPL mulai dekat, aku udah nyicil belanja baju yang sekiranya enak dan nyaman buat menyusui. Yang kupilih adalah model gamis. Alasannya biar kepake kemana-mana. Gamis yang kubeli rata-rata yang berbahan katun. Jenis kain katun juga banyak kan ya? Nah, saranku pilih gamis katun jepang yang ada bukaan depan (baik kancing ataupun retsleting) agar nyaman dipakai. Bahannya yang adem cocok sekali untuk busui.



Aku lebih suka gamis katun jepang yang bukaan depannya pakai kancing. Ternyata lebih praktis daripada yang retsleting loh. Kalaupun mau pilih gamis katun jepang dengan bukaan retsleting, pastikan bentuk retsletingnya aman ke bayi. Kan suka ada yang kepala retsleting yang tajam tuh? Baiknya pilih yang aman ya...

Bra menyusui? Cooler bag plus ice gel-nya gimana?

Aku juga udah menyiapkan perintilan yang itu. Tapi, sepanjang 3,5 bulan bersama Faraz ini, aku belum terlalu memerlukannya. Bra menyusui memang dirancang khusus dan bagus buat para busui, tapi karena aku kerjaannya di rumah aja, jadi belum terlalu kepake. Begitu juga halnya dengan cooler bag, ice gel, dan beberapa peralatan tempur ala busui biasanya itu.

So far, masih menitikberatkan gamis katun jepang di atas bra menyusui itu. Karena menurutku, memilih baju bagi ibu menyusui itu susah-susah gampang. Maunya pakai yang nyaman tapi tetap bisa tampil kece. Hahahaa...


Untungnya, gamis katun jepang yang jadi idolaku itu punya beragam model dan motif. Tinggal pilih mau yang motif bunga atau abstrak? Atau polosan? Banyaak!

Bisa dipake sehari-hari di rumah, bisa juga dipake pergi-pergi. Jadi one for all kan?Prinsip ibu tentang hemat pun terpenuhi! Yash!

Itulah beberapa perintilan busui yang jadi idolaku. Nanti bakal aku update di artikel lainnya tentang perintilan tambahan yang mungkin akan kupakai ya. Sejauh ini, 4 item tadi yang jadi juaranya. Paling idola si Gamis Katun Jepang itu tuh jadi barang yang dibutuhkan para Busui.

2 komentar:

  1. Gamis katun jepang juga favorit saya, plus bukaan depan ya. Iya restletingnya yang jepang juga hehehe..lebih masuk ke dalam kepalanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Jadi aman ga watir bakal ngelukai kan ya.

      Hapus

Hai! Terima kasih sudah mampir yaaa...
Mari tinggalkan jejak biar aku tahu kalau kamu udah ke sini ;)
Mana tau nanti aku mau main juga ke tempatmu!^^

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES