Senin, Desember 18, 2017

Menggapai Cita dan Cinta, Ketekunan yang Berbuah Manis

Perjalanan penuh inspirasi astra 2017 menggapai cita cinta

Perjalanan penuh inspirasi.
Mimpi Melanjutkan Sekolah untuk Penghidupan Yang Lebih Baik Itu Pun Terwujud.

Siapa sangka Pilék, begitu panggilannya, berhasil menggapai mimpinya untuk terus belajar- melanjutkan sekolah demi cita-citanya memeroleh penghidupan yang lebih baik.

Namanya Akhmad Firli, seorang pemuda yang ulet dalam setiap pekerjaannya, termasuk belajar di masa sekolahnya. Keinginannya untuk melanjutkan sekolah; untuk belajar sangatlah besar. Untuk itu ia tekun belajar.

Menurutnya, ia bukanlah siswa pandai, melainkan hanya seorang siswa yang fokus dengan apa yang dijalaninya. Tapi bagiku, ia siswa yang cemerlang. Ia adalah bukti nyata sebuah perjalanan penuh inspirasi bagiku.



Langganan Juara 1

Firli adalah temanku semasa SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sepanjang pengetahuanku, beliau memang sering direferensikan para guru karena kepintarannya. Sebut saja Pak Supri, guru Matematika sekaligus guru Fisika kami yang kerap menyanjungnya saat sedang menjelaskan materi pelajaran.

Kami berbeda kelas saat itu. Tiap kali siswa di kelasku tak paham materi yang disampaikan oleh Pak Supri, beliau akan menyebut nama Firli dan mereferensikan agar kami belajar darinya. Jelas ini adalah indikasi bahwa Firli memang berbakat terlepas dari pengakuannya soal fokus tadi.

"Dari awal aku yakin kalo mau nguasain sesuatu, kita harus suka dulu," jelasnya padaku saat kutanya bagaimana ia bisa begitu mahir.

Saat ini ia adalah salah satu mekanik alat berat dengan spesialisasi unit khusus. Setamat SMP ia melanjutkan pendidikan ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan memilih jurusan otomotif.

Kami sudah tak satu sekolah lagi sejak saat itu. Takdirlah yang kemudian membawaku bertemu ia kembali. Kemudian, aku berkesempatan mengambil banyak pembelajaran dari perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi itu.

Selama di SMK kudengar ia semakin melejitkan prestasinya. Juara 1 tiap semester dan tiap kenaikan kelas selalu dikantonginya.

"Firli mah langganan juara!" kata Ijum temanku yang satu sekolah dengannya kala itu.

Kabar tentangnya di masa SMK itu turut menjadi motivasiku dalam belajar. Sejak referensi dari Pak Supri dulu, kami sepakat untuk saling belajar dan menyemangati satu sama lain. Motivasi kami yang sama-sama ingin terus belajar menjadikan hubungan pertemanan ini mengakar walau terbatas jarak.

Perjalanan penuh inspirasi astra 2017 menggapai cita cinta
Wisuda UT-School 2010

Aku pun tak heran ketika akhirnya ia berhasil menyelesaikan pendidikan keterampilan mekanik dari YKB-UT (Yayasan Karya Bakti United Tractor) yang merupakan salah satu program CSR Astra.



Agar berdaya, haruslah terampil!

Fokus yang dimiliki temanku ini memang tak perlu diragukan. Sejak berteman dekat dengannya aku paham satu hal. Bahwa tak ada yang tak mungkin jika memang diperjuangkan.

Hal ini berlaku untuk cita dan cintanya.

Tamat SMK dengan nilai yang bagus, bahkan memeroleh nilai tertinggi se-kabupaten adalah prestasi besar. Namun, pencapaian tersebut tak serta-merta membuka jalan mulus bagi pemuda tanggung dari keluarga sederhana itu.

Keinginan untuk melanjutkan sekolah terpaksa ditahan karena masalah klasik, biaya. Tawaran guru SMK-nya untuk ikut pelatihan otomotif dengan ikatan dinas 9 tahun di kota kembang pun harus ditolaknya dengan tegar.

Dengan penuh keyakinan ia menolak karena harus ada biaya awal sebesar Rp6000.000. Sementara ia paham, saat itu belum memungkinkan untuk menyediakan dana tersebut walaupun gurunya membujuknya untuk berdiskusi dengan keluarga dahulu.

Perjalanan penuh inspirasi catur dharma astra

Beragam cerita tentang kerja di bengkel knalpot hingga menjadi CS sekaligus teller di kantor pos cabang di Kapahiang, Bengkulu ikut menghiasi perjalanan Firli menggapai citanya.

Hingga akhirnya sebuah kesempatan hadir. Guru SMK yang tak lelah mendukungnya, Pak Agus mengabarkan tentang program CSR Astra untuk Indonesia cerdas dan kreatif, sebuah program yang nantinya akan menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas seperti 4 pilar tanggung jawab dalam kontribusi sosial Astra.

sumber: astra.co.id

UT-School (United Tractors School) adalah program CSR Astra dalam naungan Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB-UT). Berdiri sejak tahun 2008 dengan mengusung visi:

Menjadi lembaga pendidikan keterampilan mekanik dan operator alat-alat berat terbaik di dunia.” Melalui UT School (YKB UT) menjadi wadah pelaksanaan program pendidikan yang secara intensif mempersiapkan operator dan mekanik alat berat yang professional dan terampil sesuai persyaratan internasional.

Setelah melalui beberapa tahapan tes, Firli akhirnya lulus untuk ikut program UT-School. Ketekunannya dalam belajar di masa sekolah mulai menunjukan hasil. Dengan latar belakang jurusan otomatif yang dimilikinya, ia pun terpilih menjadi salah satu siswa UT-School dari 2 orang yang lulus di wilayah tesnya.

"Waktu itu memang masih perlu biaya untuk hidup di Jakarta tentu saja. Namun, melihat kesempatan untuk belajar lagi dan peluang bekerja setelahnya, aku akhirnya mendiskusikan kemungkinan berangkat ke UT-School itu dengan keluarga," ceritanya.

Mekanik teladan UT perjalanan penuh inspirasi

Hambatan klasik soal biaya itu memang selalu ada. Tapi dengan pertimbangannya, Firli memutuskan untuk ikut program Astra itu. Keluarga mendukungnya dengan membekali uang hasil pinjaman untuk biaya hidupnya semasa belajar di Jakarta.

Sebuah kesempataan emas yang mengantarnya melalui banyak kisah lainnya. Termasuk ikut kompetisi Mekanik Teladan United Tractors.



Hadiah Kecil 

Sejak lulus pendidikan UT-School, gaji magang pertamanya sudah ditabungnya. Firli tak mau menyiakan kesempatan sedikit pun dalam menggapai cita-citanya: penghidupan yang lebih baik.

Hingga akhirnya diterima bekerja di salah satu anak perusahaan Astra dan menerima penghasilan lebih dari cukup, ia pun berangan mempersembahkan sedikit hadiah untuk keluarganya.

Sebuah rumah untuk orang tuanya yang dibangun sedikit demi sedikit menjadi hadiah pertamanya. Kemudian, hadiah kecil lainnya untuk saudara perempuannya. Ia bertekad untuk menyekolahkan adiknya ke perguruan tinggi.

Perjalanan penuh inspirasi astra 2017 menggapai cita cinta
Pelatihan Militer UT-School

Alhamdulillah cita cintanya untuk keluarga kini terwujud satu per satu. Betapa sekarang Firli menjadi salah satu SDM profesional yang berhasil mengembangkan diri juga menjadi tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab.

Dari salah satu program Astra, yakni UT-School yang digagas oleh YKB-UT ini, ada banyak insan Indonesia yang terbantu ekonominya.

Ada banyak Firli- Firli lain yang telah ikut menikmati manisnya buah ketekunan fasilitas belajar itu. YKB-UT dalam bentuk UT-School ini turut bekerja sama dengan sekolah kejuruan di penjuru Indonesia.

Tak hanya menyelenggarakan program pendidikan pelatihan jangka panjang dan jangka pendek seperti yang diikuti temanku ini saja.

Hal ini dilakukan Astra untuk mendorong peningkatan mutu dan standar industri nasional sebagaimana yang tertera dalam filosofi catur dharmanya dalam mencapai yang terbaik.


Perjalanan takdir memang tak ada yang tahu. Siapa sangka perjalanan penuh inspirasi ini dilalui oleh teman SMPku yang tekun ini. Takdir memang penuh rahasia.

Entah bagaimana cerita alternatif lain yang mungkin dijalani Firli jikalau Astra tak menyelenggarakan program ini.

Mungkin ia akan tetap melanjutkan sekolah pada akhirnya. Namun, entah berapa lama harus menunggu kesempatan itu. Mungkin hadiah-hadiah kecil untuk cintanya tadi belum akan terwujud secepat itu.

Inilah bukti ketekunan yang akhirnya berbuah manis. Mewakili temanku, sahabat baikku, yang karena takdir juga saat ini menjadi suamiku, aku berterima kasih.

Terima kasih pada Allah, juga pada kesempatan yang dibentangkan oleh Astra. Semoga tak henti menyambung asa para insan di Indonesia dengan rangkaian program-program bermanfaatnya.

Salam Satu Indonesia!

Perjalanan penuh inspirasi astra 2017 menggapai cita cinta


Sabtu, Desember 09, 2017

Kontur untuk Mempertegas Garis Wajah [BS Makeup Collaboration]



Assalamualaikum, Teman- teman.
Setelah sebelumnya aku ikut makeup collaboration perdana dalam rangka merayakan ulang tahun Beautiesquad (BS) lalu, ini adalah kolaborasi keduaku.

"Akhirnya, pecah telor!" 

Itu ungkapan khas orang Palembang ketika berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Harapannya, aku bisa terus ikut berkontribusi di agenda-agenda kece BS ini.

Nah, untuk kolaborasi makeup bulan Desember ini, temanya adalah: Makeup adalah Hak KamiTema ini diangkat dalam rangka memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) yang jatuh pada tanggal 10 Desember.




IDE KONSEP MAKEUP
Untuk tampian make up dalam kolaborasi ini, saya fokus ke sesuatu yang sangat ingin saya lakukan dari dulu. Yaitu  fokus di garis wajah. Idenya lebih ke menampilkan garis wajah dan mata. Harapannya final look: Tegas dan Dewasa.

Kenapa?

Soalnya saya selalu dikira anak SMP. Hahahaaha...
Selain itu, kontur dan makeup mata merupakan hal yang selalu membuat saya takjub. Saat sedang melihat menonton video tutorial, saya lebih suka memperhatikan bagian makeup mata dan kontur garis wajah. Rasanya fresh dan enak dilihat ketika garis-garis wajah itu dibuat tegas.

Bahkan tak jarang membuat tampilan sebelum dan sesudah makeup sangat berbeda alias bikin pangling. Pengaplikasian kontur di garis wajah dengan tepat bisa membuat hasil akhir makeup mengesankan. Begitu kesannya menurutku.

Tapi, aku sendiri tidak terlalu percaya diri untuk mengaplikasikannya di seluruh garis wajahku. Pengaplikasian kontur paling standar yang kulakukan adalah di bagian tulang hidung.
Should I try it this time?

Sedangkan make up mata, adalah sesuatu yang hingga saat ini masih menjadi PR besar.
Bentuk mataku yang asimetris; yang satu lumayan terbuka dengan garis kelopaknya, tapi yang satunya tanpa garis kelopak dan cenderung lebih slanted.
Keadaannya ini membuat pengaplikasian makeup mata lebih tricky. Aku belum menemukan makeup mata yang seperti apa yang kurasa cocok.
Jadi, sepanjang waktu ini lebih ke trial and error. Padahal, aku sangat penasaran dan ingin sekali mencoba make up mata smokey. Can I?

Nah, dalam rangka memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) ini, aku akan mencoba sesuatu yang baru. Semoga tidak menjadi bulan-bulanan karena hasilnya yang 'yaaaah... begitulah' LOL
Karena MAKE UP ADALAH HAK KAMI!!!

Yeayyy!!!

Misi:
1. Menegaskan garis wajah dengan mengaplikasikan kontur
2. Membuat make up smokey eyes

Wish me luck!


STEP BY STEP MAKEUP APPLICATION
Tahapan pengaplikasian makeup-ku kali ini sama seperti biasa. Diawali dengan skincare sebelum pengaplikasian makeup. Berikut tahapannya:

💜SKINCARE
Skincare ini penting sekali bagiku. Karena kalau ingat riwayat kulitku sebelumnya, aku tidak mau melewatkan tahapan penting ini.

Sebelum berkreasi dan asyik menggambar di wajah, aku membersihkannya terlebih dahulu. Pertama, aku cuci muka dan mengaplikasikan toner setelahnya. Skincare yang kupakai adalah rangkaian daily set Jafra untuk jenis kulit kombinasi berminyakku.

💜💜PRIMER
Setelah skincare wajib itu, aku menggunakan Make Over Hydration Serum sebagai Primer. Cukup sekali pump dan kuratakn ke seluruh permukaan wajah sambil ditepuk-tepuk setelahnya.

💜💜💜FOUNDATION + SET BEDAK
Ketika primer telah meresap, saatnya menggunakan foundation. Sebenarnya riwayat perjalanan kulitku menyikan beberapa scars berbentuk bopeng yang lumayan dalam. Ada yang bekas jerawat dulu, ada juga bekas cacar yang kudapat saat SMP. Bagian ini masih menjadi PR.

Foundation tak bisa serta merta menghalaunya. Walaupun menyisakan lubang bopeng yang agak dalam, untungnya kecil saja alias tak melebar. Jadi, masih aman setelah pengaplikasian foundation. Aku menggunakan Wardah Exluive Liquid Foundation Shade 03 (Sandy Beige).
Sebenarnya foundation ini agak sedikit gelap untuk tone kulitku. Aku sengaja menggunakannya karena ingin membuat kesan tegas di wajah saat full countour nanti.

Selain liquid foundation wardah, aku juga menggunakan PIXY BB Cream Bright Fix yang agak lebih terang dibanding wardah tadi sebagai concealer di bawah mata, dagu, dan bagian tengah dahi.
Baik foundie maupun concealernya kubaurkan dengan menggunakan brush agar hasil covernya bisa merata menutupi scars tadi. Menggunakan brush juga memudahkanku untuk build up coverage-nya tanpa takut terlalu tebal hasilnya.
Selesai meratakan foundie, aku pun membubuhkan bedak untuk membuatnya set di wajah. Bedak yang kupakai adalah PIXY UV Whitening Two Way Cake Cover Smooth Shade 04 (Natural Peach). Pengaplikasiannya sangat tipis menggunakan kabuki brush.

💜💜💜💜EYE MAKEUP + ALIS
Selanjutnya, aku beralih ke makeup mata. Ini yang lumayan menghabiskan waktu. Karena membuat smokey eyes look dengan modal berani nekad ini cukup challenging.
Aku mengaplikasikan Automatic Eyeliner Skincare Makeup CARING by BIOKOS di seluruh kelopak mata.

Literally, seluruh permukaan kelopak. Lalu kubaurkan dengan brush dan membubuhkan PIXY Eye Shadow (05) yang warna terangnya di bagian tengah kelopak. Kubaurkan kembali hingga memberikan warna abu-abu. Bagian bawah mata kuberikan warna coklat dari eye show tadi, juga warna hitam dan dibaurkan kembali.

Masih menggunakan eyeline Caring, aku menegaskan eye line bawah. Untuk line atas, kugunakan liquid liner My Darling karena mudah digunakan untuk pemula sepertiku. Juga cepat kering sehingga tidak takut merusak makeup sebelumnya.

Bentuk eye line atas kubuat sedikit bersayap. Honestly, aku merasa wing eye liner tidak pernah cocok untukku. Tapi kali ini aku ingin mencoba apa yang aku inginkan. *wink

Lanjut dengan white lining di line bawah mata menggunakan PIXY Line & Shadow putih. Juga di bagian sudut dalam mata kububuhkan warna putih ini. Akhirnya bagian akhir untuk make up mata ini adalah maskara.

Well, hampir seluruh rangkaian makeup mata ini sulit bagiku. Maskara salah satunya. Bulu mataku awalnya pendek, tapi aku coba treat dengan Petroleum Jelly dan lumayan membantu. Meskipun begitu tidak bisa serta-merta membuat pekerjaan eye makeup-ku jadi mudah. Tetap saja perjuangan. Hahahaha...

Kujepit dulu bulu matanya, dan kemudian kuaplikasikan Waterproof Mascara dari SILKYGIRL Eye Opener. Beberapa lapis untuk bulu mata atas, dan hanya selapis untuk bulu mata bawah.
Hasilnya mungkin tak terlalu mencolok. Selain karena aku tak menggunakan bulu mata palsu, aku juga kerepotan menggunakan maskara ini. Untung saja eye shadow gelap untuk mata tadi sedikit membantu.

Harusnya kalau aku ada stok bulu mata yang dramatis, akan lebih memuaskan kehendakku. Tak apalah! Untuk percobaan pertama, hasil ini sudah cukup mewakili tampilan smokey eyes yang kuinginkan.

Kemudian untuk alis, masih jadi kesukaanku pensil alisnya SULAMIT yang brown. Garis alisnya hanya mengikuti bentuk alisku saja. Seperti biasa aku membuat bingkai dari ujung alis ke depan. Lalu mengisi warnanya hingga setengah saja. Disikat dengan sikat alis menuju bagian luar agar tercipta gradasi dan tidak membuat alis jadi kaku berbentuk kotak simetris.

💜💜💜💜💜CONTOUR
Ini dia bagian lain yang menjadi misi kali ini!
Saya memulai dengan kontur tulang pipi, dilanjutkan ke dahi dan rahang, lalu sedikit di garis dagu juga hidung pastinya.

Menggunakan PIXY Highlight & Shading Perfecting Face Shape, bagian tulang pelipis, puncak hidung, dan atas bibir juga kuberi highlight untuk mendukung kontur tadi.

Kontur dan highlight dari PIXY ini bentuknya powder, jadi sangat mudah dibaurkan menggunakan kuas agak besar. Untuk shade konturnya aku suka. Warnanya pas dan sangat pigmented. Jadi, pakai sedikit sudah bagus hasilnya. Tapi, untuk highlight-nya kurang cetar. Perlu beberapa kali aplikasi barulah nampak shining.^^

💜💜💜💜💜💜LIPSTICK
Saat mengalikasikan primer di awal tadi, aku telah membubuhkan NIVEA lip butter aroma raspberry rose di bibir. Karena dari awal aku berencana akan menggunakan matte lipstick. Hasilnya akan lebih bagus saat bibir sudah lembab menurutku.

Untuk tampilan dengan kesan tegas ini, aku menggunakan Me Now Kiss Proof Matte Lipstick no.12 full di permukaan bibir. Agar hasilnya bold, karena shade Me Now yang ini warnanya coklat bibir (ah, gimana penjelasannya ini? LOL). Intinya hasilnya akan mendukung final look nanti menurutku. Let's see!

💜💜💜💜💜💜💜MAKEUP SPRAY
Biasanya aku pakai spray ini agar hasilnya tahan lama. Tapi, kali ini aku skip.
So, tidak ada makeup spray yang kugunakan untuk look ini.


Tadaaaaaa!!!
Inilah hasil akhir makeup yang selama ini sangat ingin kucoba.

Kesan tegas dan dewasa yang ingin kutampilkan ini kira-kira tersampaikan tidak ya?



Aku menggunakan jilbab paris warna merah agar kontras dengan eye makeup-ku. Ditambah dengan aksesoris di atasnya berupa rangkaian manik-manik berwarna silver dan biru.
Ini sebenarnya adalah belt. Hehehehe...

Tadinya aku hendak menggunakan bros bunga tepat di dahi.
Tapi kesannya kok jadi manis ala artis Indiahe, kan aku inginnya kesan tegas.^^
Akhirnya, belt ini jadi pilihan!

Bagaimana menurutmu?
Tercapaikah kedua misiku soal percobaan kontur dan smokey eyes itu?
Apakah konsep tampil tegas dan dewasa tercermin di hasil akhir makeup ini?

Hehehehe...
Please kindly share your opinion in the comment column below! *kiss

Terima kasih sudah mampir membaca yaaaa...
Teman-teman juga bisa ikut berkreasi menyalurkan hobi dan ikut beragam kolaborasi makeup bersama Beautiesquad loh! Cuss, kepoin akun sosial media BS agar tak ketinggalan info kece lainnya.

Lihat juga hasil makeup Sani untuk kolaborasi bulan ini ya.
Keren kan hasilnya?


Lihat juga kolaborasi teman BS lainnya di akun sosial media Beautiesquad.
Ini dia kolase fotonya!



Kamis, Desember 07, 2017

Mengenal HIV-AIDS Lebih Jauh #SayaBeraniSayaSehat



Assalamualaikum, Teman-teman.
Selamat Hari Kamis! Semangat jadi produktif dari hari ke hari yaaaa...

Setelah kemarin memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) yang jatuh pada tanggal 10 Desember dengan ikut Makeup Collaboration Beautiesquad, saya juga mau berbagi salah satu hari peringatan penting di bulan ini.

Tahukah teman sekalian bahwa tiap tanggal 1 Desember adalah peringatan Hari AIDS Sedunia? Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyelenggarakan sebuah kegiatan "Temu Blogger Kesehatan" dalam rangka memperingatinya. Salah satunya diselenggarakan di kota Palembang pada hari Senin, 4 Desember 2017. Acara ini diadakan di The Excelton Hotel lantai 2.

Beruntung sekali saya berkesempatan hadir memenuhi undangan ini. Ada banyak informasi penting yang membuka cakrawala pemikiran tentang apa itu HIV-AIDS.

Ternyata HIV dan AIDS itu adalah dua hal yang berbeda namun ada kaitan satu sama lain. Nanti kita bahas soal ini ya...



Setelah mendapat undangan via email beberapa hari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan diri. Menurut informasi yang diperoleh dari teman blogger Palembang, salah satu rangkaian acaranya ada Creative Writing. Selain berniat tahu lebih banyak tentang info kesehatan terkait HIV-AIDS, materi Creative Writing ini memberikan daya tarik tersediri bagiku yang juga ingin belajar banyak tentang menulis.

Persiapan dan rencana keberangkatan sudah disiapkan. Ijin suami dan ibunda pun sudah dikantongi. Maklum, sebagai bumil dengan usia kehamilan (uk) yang mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) tapi masih suka bepergian ini membuat keluarga geleng-geleng. Apalagi ini adalah calon anak pertamaku, dan cucu pertama bagi keluargaku. LOL

Berhubung Ayah dan adikku juga menulis di blogger dan mendapat undangan, jadilah kami berangkat bertiga hari itu.

Pukul 4.00 WIB ayah membangunkan kami untuk bersiap. Bagi para pembaca blog ini pasti sudah tahu bahwa aku adalah blogger Palembang coret. Dari tempat tinggalku ke kota Palembang membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk perjalanan ideal tanpa hambatan. Lain cerita kalau hari sedang tak bersahabat, 5 jam perjalanan bisa jadi waktu minimal yang akan kami tempuh. Bisa lebih lama? Bisa. Pernah beberapa kali kami terjebak macet berpuluh jam (hingga dini hari) lantaran beberapa truk batubara/kayu yang rusak di tengah jalan.

Well, let's say we are preparing our best to arrive on time to the venue of the day!

Walaupun bangun pukul 4, kami bertolak ke Palembang tepatnya pukul 5.30 WIB setelah sholat subuh dan sarapan terlebih dahulu. Ibuku juga membekali kami dengan 3 kotak nasi untuk berjaga jika lapar di jalan nanti.



Hahaha.. Ibu tahu sekali bumil cepat lapar. Sementara adikku memang belum makan karena bukan kebiasaannya makan terlalu pagi. Jadi, kotak nasi bekalnya dimakan ketika kami sudah setengah perjalanan ke Palembang.

Alhamdulillah perjalan pagi itu aman dan lancar. Tak ada macet bahkan kami bisa tiba lebih cepat daripada perkiraan waktu ideal.

Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di The Excelton Hotel. Beberapa teman blogger Palembang pun sudah tiba. Ada Mbak Diba, Fikri, dan Mbak Wawa yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk mengordiniir kami. *love

Kami berkumpul di lobby hotel dan naik ke lantai 2 bersama. Di depan ruangan acara sudah tampak meja yang menyediakan layanan tes HIV-AIDS secara cuma-cuma, juga banner acara yang langsung menjadi background kami berfoto.

Mumpung kumpul kan yaaa??? Foto dulu lah kita!^^



Ada juga meja lainnya untuk absen/registrasi undangan. Kami berbaris rapi mengisi daftar hadir dan kemudian mendapatkan kaos keren tentang kampanye peduli HIV-AIDS dan pencegahannya. Dengan suka cita kami pun mengenakannya. Sembari menunggu acara dimulai, saya dan teman lainnya ikut pula berbaris ikut tes HIV-AIDS yang disediakan panitia acara ini.



Petugas kesehatan yang berasal dari Puskesmas Sungai Baung Kota Palembang ini begitu cekatan memberikan konsultasi terkait HIV-AIDS kepada kami. Ada beberapa kuesioner pelayanan konsultasi yang diisi berikut surat kesediaan menjalani tes yang hasilnya bersifat rahasia itu. Kami hanya perlu menunjukan kartu identitas dan pelayanan pun diberikan.



Tadinya kupikir tes HIV-AIDS itu akan seperti tes narkoba yang dilihat dari air seni.
Hahaha... Saya betul-betul awam soal ini.

Ternyata tesnya melalui darah. Prosesnya seperti tes golongan darah itu loh. Jari kita dilukai sedikit dengan alat seperti pena berjarum, kemudian darahnya ditampung di media tes khusus untuk mengetahui adakah HIV. Seperti test pack yang ada indikator positif (+) dan negatif (-) itu.



Menurut ibu dokter yang mengetesku, hasilnya dapat diketahui jauh lebih cepat daripada test pack. Hanya butuh kurang lebih 5 menit saja nanti kami akan segera tahu hasilnya.
Bismillah! Semoga hasilnya sehat ya... (Jujur penasaran nih. Hehehe...)

Seperti yang diagendakan, acara pun dimulai. Para undangan berdiri untuk mengikuti senam bersama.
Setelahnya pemandu acara mengajak kami bermain online game tanya-jawab tentang HIV-AIDS.



Acara berlangsung meriah dan bersemangat. Sukses ice breaking, acara inti temu blogger kesehatan ini pun dimulai. Dilanjutkan dengan sharing materi tentang HIV-AIDS yang disampaikan oleh 3 orang narasumber yaitu materi tentang:

  1. Epidemi HIV/AIDS di Prov Sumatera Selatan oleh Kabag P2P Dinkes Prov Sumsel, Feri Yanuar, SKM, MKes
  2. Kebijakan nasional program HIV/AIDS dan Infeksi menular Seksual oleh dr. Endang Budi Hastuti, Kasubdit HIV AIDS
  3. Kenali penyakit perilaku dan hidup sehat dg GERMAS oleh Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Indra Rizon, SKM M.Kes
Dimoderatori oleh Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI, drg Widyawati, MKes




Apa Bedanya HIV dan AIDS?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.
Jadi, HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Setelah terjangkit virus tadi (HIV), kekebalan (daya imun) tubuh menurun dan menunjukan gejala-gejala akibat infeksi dari HIV. AIDS adalah dampak paling berat dari terinfeksinya virus HIV. Bisa dikatakan bahwa terinfeksi HIV belum tentu membuat orang terkena AIDS. Karena selama virus tersebut ditekan jumlahnya, peluangnya untuk menggerogoti sistem imun pun dapat diminimalisir.

Jadi, jika ditemukan adanya virus HIV kita bisa cegah pengembangbiakannya dengan terapi ARV. Artinya mengonsumsi ARV ini agar virus tak sempat berkembang biak. Sudah terbayang? HIV bukan akhir dunia dan teman yang mendapati virus ini di tubuhnya perlu kita support agar segera melakukan terapi ini.



HOAX Seputar HIV-AIDS

Tahukah kamu bahwa penyebaran virus ini sering kali dibalut berita HOAX?
Pernah dengar tentang tusuk gigi yang katanya bekas dipakai seseorang dengan HIV/AIDS dapat menularkan virus tersebut? Tentang bersentuhan yang juga menjadi penyebab menularnya HIV/AIDS? Atau tentang nyamuk yang menggigit sesorang dengan HIV kemudian hinggap dan menggigit yang sehat lalu virus tertular?

Guys, Itu berita HOAX alias tidak benar!!!

Tidak mudah untuk HIV bertahan di luar tubuh. Jadi kemungkinan untuk menular seperti berita hoax di atas itu tentu saja salah. Buruknya, malah memberikan pandangan negatif kepada teman yang terjangkit HIV itu. Alih-alih memberi dukungan kepada mereka, kita malah jadi menjauhinya karena berita hoax itu kan?

Jadi, baiknya kita tahu apa info yang bernar tentang itu.






Tentang ODHA

Ternyata ada banyak sekali hoax alias info yang salah tentang HIV AIDS. Tahukah kamu bahwa teman kita yang terjangkit HIV akan lebih senang jika disapa dengan sebutan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)  daripada penderita HIV? Ya, karena pada dasarnya kata penderita cenderung berisi energi negatif. ODHA dan kita semua tentu lebih senang jika mendapat dukungan bukan? Daripada menyematkan kata 'menderita' itu akan lebih baik jika dukungan yang diberikan. Toh, ternyata ada banyak teman ODHA kita yang berhasil bangkit untuk tetap menjalani hidup normal bahkan berprestasi dan menginspirasi.



Dalam kesempatan ini, para blogger Palembang yang hadir berkenalan dengan teman ODHA. Salah satunya adalah blogger kece asal kota kembang, Bandung. Namanya Teh Ayu Oktariani. Teh Ayu menceritakan tentang pengalaman hidupnya terkait HIV-AIDS. Dimulai dengan informasi darinya bahwa kebanyakan ODHA berlatar belakang Ibu Rumah Tangga yang notabene hidupnya telah memiliki pasangan sah, dan jauh dari hingar bingar kehidupan ala dunia malam yang sering kita dengar jika berhubungan dengan AIDS.

Ternyata, memiliki pasangan sah dan hidup sehat saja tidak cukup. Ada ibu rumah tangga yang terjangkit lantaran latar belakang pasangannya yang ternyata jauh sebelum menikah dengannya telah terjangkit. Well, dari sini kita bisa belajar tentang pentingnya mengetahui latar belakang calon pasangan kita. Demi kepentingan bersama, jangan takut untuk sama-sama mengecek keadaan diri. Berani untuk mengetes kesehatan bersama, sehingga tahu keadaan kesehatan kita. Selanjutnya kita bisa menentukan apakah diperlukan terapi/treatment dan langkah pencegahan lainnya.



Ingat TOP yaaaaa!!!



Tes HIV
Obati
Pertahankan/ Pengobatan

Sabtu, Desember 02, 2017

Review Kafe Papi Frank di Prabumulih



Assalamualaikum, Teman- teman.
Aku mau sharing tentang tempat jajan dan nyantai yang nyaman banget di Kota Prabumulih.

Prabumulih adalah salah satu kota administratif di daerah Sumatera Selatan. Kalo dari Palembang butuh waktu 2,5 - 3 jam ke sana (di luar macet). Dari Palembang ke Prabumulih, kamu bakal ngelewatin kampungku. Bilang- bilang ya kalo mau ke Prabu, biar bisa mampir 😉

Prabu, begitu kami sering menyebutnya, adalah kota kecil yang ramai. Dibanding ibu kota kabupaten kampungku, Muara Enim, menurutku Prabu ini lebih maju.

Baca juga: Angkringan COD Tempat Nongkrong di Muara Enim

Fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit aja ada 4. Belum lagi klinik yang bertebaran. Di Prabu ini juga sedang dibangun Mall. Namanya Citimall, sama seperti di kota Lahat. Di Muara Enim mah nggak ada nggak tau bakal ada atau nggak.

Di sana juga ada outlet KFC loh. Gede lagi! Di mataku, kalo suatu tempat di Indonesia ada KFcnya berarti rame. Secara masyarakat kita kan akrab banget sama ayam goreng itu. Hohohoho...

Belum lagi pasar tradisional Prabumulih yang mulai dirapikan.  Ditata sedemikian rupa dengan desain los pasar yang ada jembatan penyeberangan dengan aksesoris patung nanas, ikon kota.

Bahkan kafe serta tempat nongkrong tematik yang mulai marak. Sebut saja tempat ngopi dan tempat makan santai yang instagramable.

Salah satunya ada Papi Frank.
Sebuah kafe yang membidik kawula muda Kota Prabumulih. Lokasinya dekat balai kota, relation di sisi kiri jalan kalo dari arah Palembang.

Waktu aku masih di pulau seberang, adekku kirim foto saat sedang jajan di sana. Tempatnya terlihat nyaman dan cantik.



Benar saja, saat aku ke sana tempatnya oke. Ada beberapa ruko yang disinyalir satu manajemen. Paling ujung ada salon dan tempat cuci mobil. Ruko kedua ada tempat yang kulihat tampaknya arena bermain anak dengan tema Barbie. Dan paling ujung ialah ruko yang ditempati Papi Frank.



Rukonya lebih besar. Mungkin gabungan 2- 3 pintu. Di bagian luar ada meja payung untuk pelanggan yang merokok nampaknya. Juga di lantai atas yang tangganya dari luar sebagai area makan terbuka.



Dengan animo para pemilik akun sosmed yang ingin memberikan "kepuasan" pada pengikutnya. Postingan akun yang berbasis foto seperti IG dan Pinterest tentulah menuntut tampilan apik, cantik, nan ciamik. *Pemborosan kata. Redundant! 😅

Akhirnya, tempat makan pun menyediakan ruang pengaktualisasian diri ini melalui tema- tema di pondokannya.

Ada kafe dengan tema retro, shabby yang imut- imut, warna pastel yang menenangkan, kebun, komik, super hero, dan lain sebagainya. Dengan memberikan tema berbeda untuk tampilan tempat makannya, para pebisnis ini memiliki poin plus, diantaranya:

Menjadi pusat perhatian. Tempat baru dengan tampilan yang unyu pastinya bakal membuat orang penasaran. Selain karena rasa ingin tahu, tema- tema tersebut bisa jadi materi untuk postingan di akun sosmed. Kalo sudah masuk sosmed, tampilan kafe yang lucu, menarik, trus di geo-tag lokasinya, kan jadi sounding!

Boom!
Inilah targetnya.

Kalo diposting di feed para influencer atau selebgram? Kebayang dong hemat berapa duit buat anggaran promosi? 👍👍👍


Masuk ke dalam kita langsung disambut kasir. Hihihi...

Saat pertama kali masuk  rasanya nyaman. Mungkin karena masih pagi siang dan belum banyak yang mampir. Kami masih merasakan udara segar tanpa asap rokok. Ruangannya juga bersih.

Sekarang banyak tempat makan sekalian tempat nongkrong yang kekinian ya?^^

Kalau dulu, tempat makan itu yang penting ada menu enak, meja dan kursi pastinya, dan lokasi strategis.


Gampangnya, tempat makan itu bakal rame kalo menunya enak, ditambah dengan lokasinya yang dekat pusat keramaian. Entah itu di dalam dan sekitaran mall, dekat sekolah ataupun kampus, bahkan di pinggir jalan yang mudak di akses.

Sekarang?
Standar menariknya suatu tempat nongkrong or makan juga bertambah lantaran maraknya pengguna media sosial alias Social Media (sosmed).

Sebut aja Instagram (IG), Facebook (Fb), Pinterest, Twitter, Path, dan banyak lagi lainnya. Hampir semua media sosial itu telah memfasilitasi penggunanya dengan fitur geo-tagging. Itu loooh yang buat check-in info kalo kita lagi di mana--- dengan siapa--- sekarang berbuat apa--- 🎤🎵🎶

Ups!
Malah nyanyi deh! 😁

Tapi beneran deh! Media sosial itu beneran kaya jadi ajang woro- woro. Dengan geo-taggingnya kita bisa tau si anu lagi makan di kafe itu tuh. Trus langsung klik aja nanti langsung diarahkan ke aplikasi peta di ponsel pintar masing- masing.

Daebaaaak!

Trus juga lagi apa, lagi merasa apa, ada semua tuh di Facebook (Fb). Aku paling suka pake fitur yg "feeling" di Fb itu. Seperti menambah makna pada postingan kita. Soalnya suka ada yang baper terus merasa tersindir biasanya. Padahal ga maksud.
Nah, fitur feeling ini menambah info kalimat yang diterbitkan kalo menurutku.

Makanya aku sendiri suka nulis feeling kalo lagi komentar postingan Fb, IG, dan lainnya dengan caraku. Begini misalnya:

"Oh My! Itu bajunya bagus banget. Belinya di mana nih? *love "

Hehehehe...
Soalnya ga ada fitur feeling kaya di Fb sih. Jadi ya tulis aja buat mengekspresikan diri. ^^

Kembali ke the Power of Social Media, para pelakon bisnis tentu tak mau menyia-nyiakan peluang yang ada dong.

Ada beberapa bagian dengan tema-tema khusus di bagian dalam kafe ini. Ada sofa dan meja besar yang cocok sekali buat rombongan, ada meja dengan kursi tinggi, juga lesehan.

Bagian mini bar juga diperlihatkan.
Jadi pelanggan bisa melihat ketika minuman atau makananya dibuat.



Buat penyuka tema shabby atau pastel berbunga-bunga ada juga nih! Temanya dapur rumahan dengan wallpaper bunga pink pastel. Lengkap beserta ornamen dapur dan chandelier unyu.


Tematik kafe ini memang harus dipikirkan konsepnya. Agar ga cepet basi dan membuat bosan. Tentu saja kualitas menu adalah yang utama. Rasa yang enak dan membuat orang jatuh cinta lah yang membuat pembeli mau repot- repot kembali lagi. Walaupun dengan keadaan tempat yang biasa saja.

Punya tempat jajan langganan yang makanannya ngangenin karena enak banget? Tapi tempatnya biasa aja, bahkan pinggir jalan pake gerobak dorong doang?

Pasti punya kan?
Memang rasa ga pernah bohong. *lha, kok kaya tagline "itu" ya? LOL

Jumat, Desember 01, 2017

Halo, Desember! Kunanti Kado TerindahMU



Selamat datang, Desember!

Aku deg-degan.
Hari ini tanggal 1 Desember, hari Jum'at dan libur.
Kalau biasanya pagi-pagi ibu sudah pamit berangkat ngajar, hari ini tidak.

Beliau memanggil kami untuk sarapan kue gunjing buatannya. Pada tau kue gunjing ga?
Mirip apem teksturnya tapi rasanya berbeda. Khas tanah kelahiranku, tanah penghasil kopi arabika, Semendo. Pernah coba kopinya? Biasanya aku bawa ini sebagai oleh-oleh untuk teman atau guruku di tanah Jawa sana.

Kami penikmat kopi memang.
Ups! Terlalu jauh melebar ke kopi. Kita bahas dulu kue gunjing tadi.

Yup!
Kue gunjing buatan ibuku memang juara.
Lembut, manis, gemuk (kelapa). Enaklah jadi teman teh!

Cara membuat kue gunjing khas semendo enak
Kue gunjing buatan ibuku

Kue buatan ibuku sudah berinovasi dari segi tampilannya.
Kalian tau kue pukis? atau kue cubit yang bentuknya setengah lingkaran itu?
Nah, bentuk kue gunjing yang asli sama persis seperti itu. Cetakannya sama menurutku, hanya sedikit lebih besar. Buatan ibuku pagi ini berbeda. Beberapa hari sebelumnya ibu beli cetakan baru. Bentuknya beragam. Ada bentuk hati, bintang, bunga, segitiga, dan segi lima. Menarik kan?

Hari libur ini bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.
Lumayan quality time selain hari Minggu.

Kutebak jalanan ke Puncak dan ke Lembang padat merayap hari ini..
Pemandangan jalan yang padat ke atas sana biasa tersaji saat kami keluar beli sesuatu untuk sarapan dulu. Harpitnas alias Hari Kejepit Nasional katanya. Libur Jum'at berarti hitungannya 3 hari hingga Minggu. Tentu banyak yang tak mau menyiakannya toh? Hatiku tiba-tiba mengingat kota kembang.

Oh, Desember!


Hari libur ini ibu sudah punya agenda yang direncanakan sejak kemarin sore.
hendak ke pasar katanya kemarin. Putri, adikku akan ikut.

Aku? Tinggal.

Karena memang menurut ibu aku baiknya tak banyak bepergian (lagi). Walaupun terkadang aku merayu-rayu untuk dibolehkan pergi, kali ini tidak. Ke pasar mengajakku bukan ide yang bagus. Bisa dibayangkan aku hanya akan duduk menunggu di mobil dan itu membosankan. Jangan harap aku bisa membantu angkat-angkat. Walaupun aku mau, tentu tak dibolehkan. 😂

Lagi pula pasarnya dekat saja.
Kalau ke Palembang aku mau. Sekalian main. Ehehheehhee...

( Baca: Hamil 37 weeks Pergi Main Ke Palembang )

Akhirnya aku tinggal sementara Ayah, Ibu, dan Putri pergi ke pasar.
Setelah sarapan kue gunjing dan minum teh hangat aku melihat sekeliling.
Apa yang bisa aku lakukan?

Mulai dengan membereskan meja sisa sarapan tadi lalu mengelapnya.
Hendak kucuci piring kotor, ada nenekku yang melarang.

Well, ini yang dinamakan perlakuan istimewa selama hamil.
Terkadang aku senyum-senyum sendiri, tapi tak menyiakan kesempatan juga.
Aku cuma membantu hal-hal kecil yang menurut mereka wajar saja. Atau asyik menyiapkan perlengkapan baby.

( Baca: Menyiapkan Perlengkapan Bayi )



Kata teman-teman yang sudah berpengalaman: Nikmati saja.
Nanti setelahnya akan banyak waktu terjaga dan sibuk dengan berbagai pekerjaan.
Sekarang saatnya santai simpan tenaga untuk persalinan. Begitu kata beberapa temanku.

Okelah!
Kita nikmati dulu masa ini. Siapa tahu sebentar lagi akan rindu dengan perlakuan istimewa ini.

Setelah membantu beres-beres ringan, aku keluar rumah dan berjalan-jalan di jalan aspal.
Lumayan terapi kaki dan katanya memang baiknya jadi agenda rutin.

Sayang, aku kadang terlewat momen pagi yang sejuk seperti hari ini dan lebih memilih exercise menggunakan bola senam. Mudah dan menyenangkan.

Kuambil bolanya, sambil duduk mengetik dan melakukan gerakan senam hamil.
Aku bisa berolah raga sambil menulis deh!

( Baca: Menulis Sebagai Terapi )

Setelah 15 menit berjalan mondar-mandir di depan rumah, aku kembali ke kamar dan membereskannya. Selesai satu bagian!

Oh, sudah Desember!
Aku deg-degan.

Menurut dokter, tanggal 19 atau 20 bulan ini adalah HPL-ku.
Tapi tak menutup kemungkinan lebih cepat dan sebaliknya. Bu dokterku bilang, kalaupun baby mau keluar sekarang tak apa. Sudah cukup bulan katanya. Ditambah lagi, berat badan baby sudah hampir 'kegedean'. Keluar sekarang ya bagus, begitu katanya.

Aku sih berdoa agar baby sehat, persalinan lancar dan selamat.
Kapanpun itu, aku akan menunggu dengan usaha-usaha juga pastinya agar baby mudah keluar.
Contohnya exercise mudah tadi. Mau lebih cepat atau lebih lambat, kuserahkan padaNYA.

Aku deg-degan.

Karena ini pengalaman pertama juga.
Beberapa hari yang lalu ibu bertanya, "Sudah ngeraso sakit, Ci?"

Aku cengar-cengir sambil jawab,"Sakit yang kayak mano? Kalo pas tidur ya sakit ngadep kanan atau kiri. Hehehhe..."


Itu memang jawaban jujurku.
Aku bingung karena memang tak tahu sensasi sakit yang dimaksud.
Pernah kubaca-baca, katanya seperti mulas mau BAB. Ada lagi yang menuliskan rasanya seperti nyeri haid yang superrrrrr nyeri. Ada kiasan yang bilang: seperti putus urat 1000. Hiyyyyy!!!

Aku deg-degan tapi tak sabar juga ingin bertemu baby, kadoku.

Yang kurasakan mungkin bukan sakit.
Menurutku itu LINU.


Apa itu yang dimaksud??? Hahahaha...
I have no idea!

Bagian ini juga akan sebisa mungkin kunikmati saja.
Mana tahu nanti akan segera rindu rasanya linu itu.



Setelah ke pasar dan memasak menu untuk makan siang, Ibu, Ayah, dan Nenek berencana pergi ke Inderalaya. Hendak melihat rumahnya yang selesai dikontrak. Mau dibersihkan, kata Ayah.

Aku tinggal di rumah bersama Putri dan Arif, keponakanku.

Sembari menata hati yang penuh suka cita plus deg-degan, aku mencari-cari kegiatan.


Ah, aku mau melihat lagi isi hospital bag!
Barangkali ada yang belum kumasukkan.

FYI, hospital bag ini sudah disiapkan ibuku sejak bulan Oktober lalu.
Alasannya karena aku sering bepergian. Jadi, tas itu selalu dibawa kemana-mana.
Termasuk saat aku pergi ke acara blog di Palembang kemarin. Hehehe...


Di kamar tempat tas itu disimpan, aku mulai mencocokan kembali isi dan daftar barang bawaan.
Ada yang kurang! Aku belum memasukkan toiletries dan kaos kaki.
Baju suami juga belum masuk.

Aku pun mulai sibuk menyortir dan menyusun lagi.
Kegiatan seperti ini, yang ringan tapi bisa membuatku fokus dan sibuk sendiri menjadi hiburan juga loh. Kadang rasanya jenuh cuma diam di rumah saja. Maklum, jiwa petualang! LOL

Aku membereskan tas itu dan juga memilah baju-baju baby yang belum kucuci.
Tak terasa hari sudah siang. Arif sudah pulang dari masjid.
Ternyata sudah jam setengah satu.

Pantas juga kurasa lapar.

Aih, Desember!
Aku jadi salah tingkah.

Aku deg-degan dan cari-cari kesibukan.
Lucunya suasana hati ini 💦💦💦

Pasti benar nanti akan kurindukan suasana dan sensasinya.


Halo, Desember!
Kunanti kado terindahMU!



#MaternityLog
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES