Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya

Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya


Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya- Assalamualaikum, Teman semua!
Saya ingin berbagi pandangan pribadi sesuai judul postingan saya kali ini.

Dunia maya adalah sebutan lain untuk suatu lingkungan yang terjalin komunikasi baik satu maupun dua arah tanpa harus bertemu fisik. Itu yang kutangkap. Untuk pengertian yang lebih baku, saya mengutip wikipedia:

"Dunia maya (cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung)."

Dunia maya atau yang biasa disingkat menjadi 'dumay' bukanlah hal yang asing di kalangan masyarakat. Baik laki- laki maupun perempuan, tua atau muda, dan dari berbagai kalangan. Meminjam istilah kekinian: Anak zaman now sudah ga gaptek lagi.

Begitu pula dengan kaum hawanya. Tak ada perlakuan berbeda saat memasuki dunia maya. Semua orang bisa dan boleh saja ikut terlibat dan melibatkan diri di sini. Wanita muslim (muslimah) tak ketinggalan jua. Saya salah satunya.

Seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa dunia maya tidak membatasi siapa saja yang mau menjajaki dan terlibat di dalamnya.

Sejak di tingkat SMA saya mengenal dunia maya. Dimulai dengan mesin penelusuran mbah gugel yang menjadi sahabat saat membuat tugas praktikum dan pekerjaan rumah lainnya. Interaksi masih satu arah: saya mencari bahan materi pelajaran dan internet menyediakannya.

Kemudian, saya dikenalkan dengan salah satu situs jejaring yang tenar di masanya kala itu, Friendster (FS). Dari sana mulai terjadi hubungan timbal balik antar akun pengguna. Saya jadi tahu bahwa ada orang lain di sisi sana yang berinteraksi dengan saya tanpa harus bertemu; bahwa tulisan saya juga berpeluang dibaca oleh mereka. Secara tak langsung bibit-bibit eksis sudah tertanam. Akun FS dibuat semenarik mungkin dengan beragam efek dan background demi menarik orang lain.

Apakah hal tersebut salah? Saat itu kurasa semua masih baik-baik saja. Dan memang baik-baik saja. Kemudian ada banyak sekali situs jejring sosial yang kuikuti. Aku bahkan pernah membuat daftar-daftarnya dalam artikel di blog ini. Saat itu saya juga baru mengenal blog. Jangan tanya isinya apa dan punya tujuan/ misi apa dalam menuliskannya.

Lihat saja buktinya di sini: FUN N FLY IN THE WEB

Jangan kaget yaaa saat teman-teman mampir membaca tulisan itu. Isinya ditulis dengan bahas Inggris acakadul πŸ˜‚ ditambah lagi dengan format bahasa alay (huruf besar dan kecil serta beragam singkatan). Sengaja tak saya hapus, karena tulisan-tulisan itu adalah rekam jejak pertama kali saya mengenal blog.

Sejauh itu, saya menulis untuk kepuasan sendiri. Lantaran memang hobi menulis dan masih jiwa anak muda labil jadilah tulisan pertama yang mengisi blog ini berbentuk demikian. *sorry

Hanya satu yang saya tetap pegang adalah: mengetahui bahwa akan ada orang yang MUNGKIN membaca tulisan ini. Entah satu atau dua, yang jelas saya sadar betul ketika tulisan diterbitkan di internet akan dengan mudah diakses siapapun. Berbekal kesadaran itu saya membatasi diri dengan niat menuliskan hal yang bersifat informasi diselingi tulisan ringan saya seperti lirik-lirik lagu yang saya suka dan puisi. Hehehehe...


Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya 

Semakin hari saya terus belajar tentang dunia maya ini. Sebagai muslimah pun saya mulai memosisikan diri agar dapat terus menekuni hobi menulis ini namun tetap berusaha belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

Sejak mengenal dunia maya saat itu, bisa dikatakan saya cukup melek media. Bersosialita di akun-akun sosial media pun saya lakukan. Saya juga  pernah membuat akun di berbagai platform blog lantaran masih belum terlalu fokus dan paham fungsinya. Beberapa masih bisa diakses dan beberapa lainnya entahlah. Menyapa Kembali Rumah di Wordpress adalah salah satu artikel yang saya tulis di blog platform lain pada tahun 2009. Sama seperti ketika saya mulai menulis di sini. Lucunya, saya baru sadar bahwa saya pernah membuat akun blog di sana. Iseng- iseng pun saya menemukan beberapa blog lain yang tercecer tak bisa diakses lagi. Tak lain tak bukan karena saya sudah lupa kata kunci dan alamat email mana yang dipakai. Hahaha...

Niat hati ingin menghapus tapi apa daya. Biarlah! Biar ia jadi jejak ke-alay-anku pembelajaranku.

Setelah akhirnya makin mengenali dunia maya, saya pun belajar banyak hal. Tak hanya perkara kemungkinan tulisan kita dibaca orang, tapi juga tentang perkara sisi kehidupan kita lainnya yang akan dilihat. Dunia maya saat ini makin beragam sosial medianya. Sebut saja Instagram, Facebook, dan pemain lama seperti twitter, snapchat, dan lain sebagainya.

Semuanya tentu memiliki dua sisi sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang penciptaan yang berpasang-pasangan. Kita bisa memilih untuk melihat dari sisi positif maupun sebaliknya.

Ada poin pokok yang bisa menjadi acuan kita, para muslimah saat ikut andil di dunia maya:

πŸ’œ INGAT MANFAAT. Sebenarnya ini berlaku pada semua sendi kehidupan kita. Tak hanya bersosialisasi di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Asas kebermanfaatan itu dapat menjadi pedoman kita saat memutuskan untuk berandil baik saat menulis blog, berinstagram, dan lainnya.

πŸ’œπŸ’œ INGAT PRASANGKA BAIK. Niat melakukan sesuatu karena ada manfaat sudah dijalankan, namun apakah kita sudah menjalankan perihal prasangka baik? Terkadang ada khilaf yang menyusup. Kita sadar bahwa menerbitkan tulisan A atau postingan B di akun sosial media karena ada tujuan baiknya. Entah itu tuntutan pekerjaan sebagai penulis, influencer, atau lainnya. Niat baik kita ini belum tentu dapat ditangkap atau berterima dengan orang lain. Yang tak mengerti bisa saja 'nyinyir'. Hal itu juga berlaku untuk postingan mereka yang kadang tak tertangkap maksudnya oleh kita.

Untuk itu, kita harus ingat tentang prasangka baik ini. Dengan harapan dan doa semoga orang lain pun memberikan prasangka baik untuk apa yang kita lakukan. Semacam give and take. Kita dulu yang lakukan, maka orang lain mungkin akan berlaku sama. So, jangan serta-merta menilai orang yaaa.... Ingat prasangka baik *wink


Itulah yang perlu kita ingat ketika ikut andil di dunia maya. Mengenai batasan agama, tentu saja sudah jelas untuk diikuti. Perihal muslimah ikut andil di dunia maya, KENAPA TIDAK? Ada banyak sisi positif yang bisa menjadi jalan amal dan dakwah. Ingat manfaat tadi salah satu poin pokoknya. Ngeblog seperti ini contohnya! #eaaaaa

Tetap semangat para muslimah!





#PostinganTematik
#BloggerMuslimahIndonesia


Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya
  1. Sebelum mengenal facebook, twitter, blog dll saya juga pertama mainnya di friendster, dan sempat juga bikin blog beberapa kali tapi dengan bahasa yang alay banget, maklum saat itu masih labil haha. Tp intinya sih, selama ngeblog, sy banyak merasakan dampak positifnya dan seperti yg mbak bilang, muslimah ikut andil di dumay, why not gitu?😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. why not?
      Semoga kita menjadi orang-orang yang menebar manfaat ya, Mbak.
      Bismillah

      Delete
  2. folback ya mbak
    bersosial media yang cerdas memang harus punya etika dan rambu-rambu. yang pasti harus memiliki visi yang positif.

    ReplyDelete
  3. Wah, kita sama2 pernah maenan FS nih.
    Jaman old banget itu ya mba πŸ˜„.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... Sejaman kita mbak.
      Sekarang jadi muslimah jaman now ;)

      Delete
  4. Hihi, pernah ternak blog ya, Mbak? Sejauh ini saya pun punya 3. Tapi insya Allah mau seriusin yang sekarang dipakai. Yuk, semangaaat ✊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu bukan ternak blog mbak. Tp baru kenal internet. Pas ga bisa masuk buat lagi, trus lupa deh kebanyakan email hahaa...

      Delete
  5. Selama tidak menyalahi syariat, malah keren itu Mbak, blog lamanya masih terdokumentasikan dengan baik... Ingat blog sendiri yang raib soalnya, hehehe.

    ReplyDelete
  6. Jadi inget juga dulu sering pake kata-kata alay dengan penambahan huruf yg ga perlu sebenernya :D dulu nulis alay di sosmed aja kalo di blog masih normal dan mikirnya "harus keren di sosmed" duuuh :'D

    ReplyDelete
  7. Betul Mba. Selalu prasangka baik. Di dunia Maya sekali pun.

    ReplyDelete
  8. Saya juga mba. Ngalami masa-masa yang subhanAllah alay luar biasa. Curhat gak jelas. Pakai huruf besar kecil pakai angka lagi.. duhh kalo inget jadi bener" malu.. tapi jadi pembelajaran sekarang hehe. Terimakasih artikelnya ^^ semangatt perbaiki diri

    ReplyDelete
  9. Saya termasuk yang suka bermedsos. Tapi alhamdulillah, sampai hari ini bisa mengambil manfaatnya

    ReplyDelete
  10. kadang main didunmay emang bikin rusuh bikin status bwt sapa eh ada status tandingan jd prasangka bhkn berujung didunia real berantem makanya skrg ku males ngeadd yg ikatan sodara kecuali sodara deket krn itu point 2 kbnykn prasangka akhirnya skrg ku unfirend aja biar tenang hahaha

    ReplyDelete
  11. Udah dari dulu ya mba , jadi ingat dong perkembangan dunia Maya dari tahun ke tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mayan tau aja mbak tapi nggak terlalu fokus. Hehehe

      Delete
  12. Setuju mbak..
    eksis di dunia maya, harus berprasangka baik dan nggak baperan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah, Mbak.
      Tapi pas lagi melow kadang ga bisa kontrol juga buat ga baper hehehe

      Delete
  13. Saya jadi inget awal-awal main fb sering banget debat gak jelas sama teman yang gak sepikiran sama kita, sekarang mah udah insafπŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe...
      Alhamdulillah ya, pengalaman mbak.
      Sama, saya pas awal kuliah pernah berantem sama orang yang aslinya ga terlalu kenal. Aduh, kalo diinget ya malu sih, kok segitunya.

      Sekarang malah temenan ^^

      Delete
  14. Ngeblog sebagai jalan amal dan dakwah..Insya Allah:)

    ReplyDelete
  15. Banyak manfaat dari menulis, salah satunya lewat blog.

    ReplyDelete
  16. Benar2 harus hati2 di media sosial, kadang yang sulit masih terpancing ikutan mengomentari sesuatu dan ujung2nya debat dan nggak mau kalah.

    ReplyDelete
  17. Iyaaa mbaaa.. Tulisan yang isinya memberi nasihat dan pandangan baru kayak gini juga kan manfaat banget. Keep it up mba. Semangat

    ReplyDelete
  18. Dulu kenal internet jaman kuliah... sebelum friendster (apa sih itu namanya lupa), yang chat rame-rame trus nanti masuk ke grup. Sebelum yahoo messanger.. (jangan tebak umur) :D
    Sekarang anak belum sekolah udah kenal internet...
    Semoga makin banyak blogger yang menyebar manfaat. 😊

    ReplyDelete
  19. kita sezaman kayaknya nih mba alma.. yang awalnya kehadiran internet satu arah.. trus sejak ada FS saya juga masih sekolah pasan itu, hehe.. dan akhirnya mulai muncul deh banyak sampai sekarang anak-anak juga udah pada punya.. mesti dilihat dari dua sisi setujuu.. jadi tetap kontrol mah dari penggunanya ya mba.. nice post.. salam kenal ya mba :)

    ReplyDelete
  20. bermanfaat dan berprasangka baik. penting ini..makasih ya mbak

    ReplyDelete
  21. Gak ada yang salah kok ya Mbak muslimah berkutat dengan dunia maya, yang penting bermanfaat😊

    ReplyDelete
  22. Semoga dengan ngeblog kita bisa bermanfaat bagi sesama ya mbak

    ReplyDelete
  23. jadi inget dulu punya FS tapi jarang buka juga sih.. :D

    ReplyDelete
  24. Sipp, boleh bermedsos, asal ingat rambu-rambunya

    ReplyDelete
  25. Jadi ingat jaman awalan ngeblog alay banget hehe. Sekarang alhamdulillah sudah berkurang alay nya hihi. Makasih sudah berbagi reminder yg kece mbak.

    ReplyDelete
  26. Hahahahaha. Aku dulu SMP mainan FS, Mirc, wkwkwkwkwk. Muslimah jaman jadul. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Yes, muslimah ngeblog why not, bisa mengcover artikel-artikel batil yang bertebaran. Jangan cuma misuh dengan konren batil yang bertebaran, tp musti kita ikut andil memeranginya

    ReplyDelete