Jumat, Maret 27, 2015

To work or not to work is totally yours!

"Who am I? I am [not] Spiderman."

Well, teman- teman tentu tahu kalimat itu adalah potongan dialog dalam salah satu film Box Office.
Kenapa tiba- tiba ngomongin Spiderman??? karena saya akan menceritakan tentang who I am.

Ini bermula dari ketika saya tamat Madrasah Aliyah. Layaknya para lulusan baru tingkat sekolah menengah, kami mendaftarkan diri untuk SPMBN Universitas di Indonesia. Saya memilih jurusan pendidikan untuk ketiga pilihan yang tersedia dengan urutan Pend. Matematika, Pend. Fisika, dan Pend. Bahasa Inggris. Apakah ini mengejutkan??? Mungkin teman- teman pembaca laman ini tahu dan dapat menebak profesi saya dari postingan dan laman yang ada di blog ini. Benar sekali, saya adalah seorang pengajar Bahasa Inggris.

Namun, ternyata Tuhan punya rencana lain, saat pengumuman SPMBN itu tak satu pun pilihan saya lulus. Saya kembali mendaftar pada seleksi mandiri universitas. Kali ini saya bermain- main dengan urutan pilihan, masih dalam dunia pendidikan, nomor satu Pend. Bahasa Inggris, Pend.Matematika, dan Pend. Fisika. Kenapa malah bermain- main? karena memang saya berminatnya pada hitungan^^
bukan berarti saya tak berminat pada bahasa. Saya suka Pend. Bahasa Inggris sebatas hobi saja.

Memang benar pepatah -Do what you love and love what you do-

Dari sekadar hobi ternyata saya lulus pada pilihan Pend. Bahasa Inggris dan karena memang saya suka setiap materinya, saya tertantang untuk melewati semua tantangan yang ada selama proses pembelajarannya. Memang menyenangkan melakukan hal kita sukai.

Suka tak berarti tanpa kesulitan- suka tak berarti mulus saja, tapi suka mampu memberi energi positif untuk terus maju dan berkembang menjadi lebih baik. Selama kuliah strata- 1 saya mengajar di berbagai lembaga pendidikan untuk berlatih menjadi pengajar professional nantinya. Suka duka menjadi pemacu untuk terus berlatih. Alhamdulillah, ternyata banyak membawa manfaat dalam profesi saya saat ini.

Menjalani profesi sebagai pengajar memang mengasyikan bagi saya, bertemu anak- anak dan berbagi pengetahuan yang saya miliki. Di sisi lain, disinilah tempat saya mengikat ilmu- dengan membagikannya.

So, who am I? I am a teacher.
 
The Professors wonna be and Prof. Lengkanawati

Semoga dalam proses belajar saya sekarang, saya bisa mengembangkan kemampuan profesional mengajar saya, having competency in teaching for adult.
Aaaamiiin.


Catatan: Tulisan ini diikutkan dalam IHB March Blog Post Challenge

Senin, Maret 02, 2015

How to start writing?

Hari ini masih membahas tentang writing, Teman.
Tapi sebelum masuk pada topik tulisan ini, saya mengajak teman- teman pembaca untuk menuliskan beberapa masalah yang dihadapi saat akan mulai menulis, saat sedang menulis, atau hal lain pada proses menulis. Silahkan tuliskan hal tersebut pada kolom komentar di bawah postingan ini ya...

Terima kasih.

------------------------------------------------------------------------

Pada postingan kali ini, saya akan membagi trik agar tulisan kita dapat terorganisir dengan baik.
Trik ini akan sangat berperan untuk penulis pemula seperti saya.
Selayaknya penulis lain dan alasan pentingnya menulis seperti yang pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, menulis akan membantu kita mengingat sesuatu.

Jadi, agar kita ingat ide mana saja yang akan kita masukan dalam tulisan kita, maka tuliskan!
Loh??? kok bolak- balik??? Iyaaa ^^

Ide yang ada dalam mind kita tentulah banyak sekali, namun terkadang ada ide yang menurut kita relevan ternyata malah membawa para pembaca kita kesulitan menangkap apa yang kita maksudnya alias melebar bahkan keluar topik. Ini juga menjadi kendala saya pribadi dalam menulis ilmiah. Ada banyak hal yang menurut saya berkaitan tapi ternyata kurang mendukung ide utama yang saya utarakan. Hal ini membuat tulisan saya menjadi sulit dipahami lantaran menimbulkan topik besar lainnya. Maka dari itu, perlu didaftar ide- ide mana saja yang dapat menjadi bagian pengembangan ide pokok tulisan kita ini.

Ada beberapa cara untuk menuliskan ide- ide tersebut.
  1. Membuat daftar nomor
  2. Membuat peta ide (mind mapping)
  3. Membuat diagram pohon
Apapun bentuknya, intinya adalah mengurutkan ^^ alias membuat outline untuk tulisan kita.
Contoh:
Topik besar: Wisata di tanah melayu besemah: Semende
Dari topik besar ini, kita fokuskan lagi dengan cara menuliskan daftar urutan ide pendukung lainnya.

A. Daftar nomor:
  1. Wisata alam di tanah melayu besemah: Cuhup Tenang, Gemughak, dan Bukit ijang (Misal dalam tulisan ini 3 lokasi wisata alam ini yang hendak kita tuliskan. Jika ada tambahan lagi silahkan)
  2. Wisata kuliner di tanah melayu besemah: Lemang, Bak gulai liling, sambal masam deghian (tempoyak), dan kince (Boleh ditambahkan)
Pada paragraf pembuka berikan kalimat- kalimat pembuka agar sampai pada topik yang mengarahkan pada pembagian wisata, yakni wisata alam dan wisata kuliner (sebutkan nama lokasi wisata dan makanan khas daerah yang telah didaftar tadi). Paragraf berikutnya masing- masing membahas satu- persatu tentang lokasi dan makanan yang didaftar. Untuk memudahkan buat lagi daftar ide yang akan disampaikan.
  1. Cuhup tenang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  2. Gemughak: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  3. Bukit Ijang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  4. Lemang: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  5. Bak gulai liling: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  6. Sambal Masam deghian (tempoyak): Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  7. Kince: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
Dengan begitu, tulisan kita akan terarah dan tidak keluar dari bahasan utama kita. Pastikan pada paragraf penutup ada kalimat yang merangkum pemaparan paragraf isi hasil pengembangan ide paragraf pembuka tadi. Tulisan yang baik dapat dideteksi oleh pembacanya pada saat membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Dapat dikatakan juga bahwa beberapa pembaca yang sudah expert akan tertarik membaca tulisan kita hanya jika mereka dapat menemukan ide utama kita. Itulah mengapa, paragraf pembuka yang mengarahkan pembaca pada isi tulisan kita sangat penting sama halnya dengan paragraf penutup yang merangkum isi tulisan kita. Pembaca akan tertarik membaca keseluruhan tulisan kita jika mereka merasa ada info lebih lanjut dari topik utama kita yang terangkum dari paragraf penutup yang dibacanya dengan cepat (scanning/ skimming).

Walaupun mungkin pembaca tidak tertarik membaca keseluruhan tulisan kita lantaran ide yang kita tuliskan sedang tidak sesuai dengan literatur yang sedang dicarinya, namun dengan organisasi tulisan yang baik ini, kita telah  menyumbang pengetahuan tanpa membuat pembaca kesulitan menangkap ide kita hanya dengan membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Itu artinya, kita berhasil sebagai penulis.


Selain dengan daftar nomor, saya juga telah  membagi cara lainnya dengan pemetaan ide (mind mapping), dan diagram pohon. Intinya sama saja dengan daftar nomor ini, yaitu mengurutkan ide mana saja yang akan kita sampaikan, namun bentuk pengurutannya berbeda. Teman- teman dapat memilih sesuai dengan bentuk mana yang lebih teman sukai karena hal ini bergantung pada gaya belajar kita juga. Beberapa teman dengan gaya belajar visual biasanya memilih bentuk pengurutan ide dengan mind mapping atau diagram pohon untuk memudahkannya.

contoh mind mapping. sumber: google.com

contoh diagram pohon. sumber: google.com

Demikianlah beberapa cara yang dapat membantu kita untuk memulai menulis. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa komentarnya ya^^

------------------------------------------------------------------------------

Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini daftar hal- hal yang membuatmu berat atau kesulitan saat menulis. Terima kasih :-)

It's time to write it down!

Halo...
Selamat sore, Teman- teman.

 -----------------------------------------------------

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES