Monday, February 10, 2020

Cara Menghilangkan Bintik Hitam di Baju



Aku mau share tentang cara menghilangkan bintik hitam di baju. Soalnya nih ya para emka pasti related banget nih soal bintik-bintik hitam di baju gini ya kaaan???


Sebelumnya aku cerita dulu nih, kenapa akhirnya aku mau nulis tentang cuci-mencuci ini. Ga lain ga bukan karena emang salah satu agenda kerjaan domestikku ya cuci baju.

Entah kenapa juga nih, aku paling suka sama warna putih. Baju-baju Baby F pun paling banyak kubelikan yang warnanya putih. Padahal, nyuci pakaian warna putih tuh sebenernya superrr duperr challenging looh.

Pertama, karena pakaian putih itu mesti dicuci terpisah. Ini urusannya demi warnanya ga nyampur. Jadi, tetap putih bersinar gitu.

Kedua, pakaian putih itu gampang buluk sekalipun sudah dicuci dengan cara dipisah. Ini aku alami langsung sih. Baju-baju putihnya kami sekeluarga itu udah dicuci dengan hati-hati, tapi masih aja warnanya ga seputih awal beli. Cenderung gampang menguning dan ujung-ujungnya jadi buluk. Sebel banget kan tuh!

Dua alasan tadi itu sudah sangat cukuplah bagiku buat menjelaskan betapa challengingnya merawat baju-baju putih ini.

Apalagi nih ya, kalau bajunya sering dipake dan ga rajin digantung, akan ada kejutan yang bikin kita ngedumel. Yaitu, bintik hitam!!!

Semua serat kain sebenarnya rentan terpapar noda bintik-bintik hitam. Tanpa pengecualian warna apapun. Apalagi buat warna putih. Makin nampak jelas jika sudah terpapar noda bintik hitam.

Aku akan share beberapa caraku menghilangkan noda bintik hitam pada baju-bajuku selama ini. Ini berdasarkan pengalamanku yaa...

Nah, untuk itu kita perlu tahu dulu apa saja penyebab noda bintik-bintik hitam itu. Sepanjang pengetahuanku yang modal pengalaman doang ini, bintik-bintik hitam itu muncul karena serat kain kita lembab.

Seringnya aku temukan pada mukenah nih. Kan habis berwudhu, kemudian kita pakai mukenah. Otomatis air sisa wudhu tadi membuat kain mukenah basah. Idealnya, gantung mukenahmu setelah dipakai. Baik menggunakan gantungan baju (hanger) atau dikaitkan di tempat gantungan belakan pintu.

Tujuannya agar kain yang sempat basah tadi bisa terkena angin dan perlahan mengering. Sayangnya, kebiasaan yang ada setelah pakai mukena tidak langsung digantung melainkan dilipat dan digulung dalam sejadah. Betul ga?

Kebiasaan inilah yang berpotensi membuat bintik-bintik hitam pada kain mukenah. Karena kondisi lembab itulah ia muncul. Seperti jamuran.

Pada bajupun demikian. Seringnya, baju sekolah atau seragam yang telah selesai dipakai, tapi belum akan dicuci. Baiknya ya digantung juga. Jangan asal ditumpuk karena bisa menyebabkan lembab seperti kasus mukenah tadi.


Kalau memang sudah terlanjur jadi bintik-bintik hitam, maka lalukan beberapa hal ini untuk menghilangkannya.


  1. Pisahkan baju yang terkena noda bintik-bintik hitan dengan yang masih aman. 
  2. Rendam dengan air hangat.
  3. Kemudian baru dicuci (agak disikat yaaa...)

Semoga bajumu kembali bersih tanpa bintim hitaaam.

Thursday, February 06, 2020

Menanamkan Sopan Santun Pada Anak Usia Dini




Ada banyak sekali cerita maupun video yang beredar. Tentang tingkah laku anak-anak masa kini. Jujur, sebagai seorang ibu ada sedikit rasa khawatir dalan hati. Aku takut jika kelak ada norma yang terlewat olehku dalam menanamkan nilai moral pada Faraz (dan mungkin adik-adiknya kelak. *uhuk).

Well, sopan santun adalah suatu keniscayaan rasanya ketika melihat kepesatan teknologi di sekitar kita. Apa mungkin aku masih bisa mengontrolnya saat ia sudah piawai bergawai ria? Tentu jawaban adalah tidak. Maka, menyiapkan nilai-nilai moral sehingga betul-betul terpatri dalam alam bawah sadar anak-anak ini menjadi PR besar bagi para orang tua.

Secara teknis, ada banyak sekali teori berseliweran. Tentang cara menanamkan nilai moral pada anak usia dini. Cara A, B, C, hingga Z tersedia. Namun, pada akhirnya orang tua harus memilah dan memilih sesuai dengan kemampuan kedua belah pihak. Yaitu kemampuan si orang tua dalam mengimplementasikannya, juga kemampuan si anak dalam peluang penerimaannya.

Kali ini aku membatasi PR nilai moral yang akan ditanamkan. Karena ada banyak sekali nilai-nilai penting kehidupan yang memang harus dikenalkan pada anak sejak diri. Dengan harapan agar kelak ia terbiasa dan tercermin dalam tingkah lakunya. Maka dari itu, batasan bahasan kali ini seputar sopan santun dulu yaa...



Disclaimer: 
Aku bukanlah ahli parenting. Sharing ini adalah sedikit dari pengalamanku membersamai anakku sendiri dengan beragam trial and error pengalikasian beragam teori yang kubaca. Semoga bermanfaat.



Aku mengikuti akun IG Retno Hening, Ibunya Kirana dan Rumaysa sejak mereka masih awal-awal berbagi di Instagram dulu. Waktu itu aku belum menikah alias masih gadis.

Jujur, Bu Retno Hening ini menjadi salah satu idolaku. Bahkan saat aku menikah, belum juga dipercayakan untuk menjaga buah hati, aku bahkan mendaftar ikut kuliah online-nya melalui whatsapp. Aku juga selalu menyimak dan membeli buku-bukunya. Katakanlah, aku belajar dari dia.

Satu hal yang sangat aku highlight dari buku yang ditulisnya adalah kesannya pada ibunya. Betapa belum pernah sekalipun ibunya marah. Pertanyaanku, kok bisa?

Masa ada ibu yang ga pernah marahin anaknya?

Aku maulah begitu juga ke anakku nanti.


Kira-kira begitu yang ada dalam benakku kala itu. Hingga akhirnya aku punya anak, beragam tantangan muncul. Tak mudah mengadopsi cara seseorang berinteraksi, bahkan mendidik anak-anak mereka. Ada banyak sekali faktor yang akan membuat kita berbeda.

Sebut saja latar belakang secara umumnya. Kemudian ada banyak lagi perintilannya. Mulai dari cara didik orang tua pada kita yang juga memengaruhi cara kita pada anak. Sederhananya dalam bahasa ilmiah: inner child.

Dan aku terkukung di dalamnya juga.

Sosok Bu Retno dan ibundanya yang ideal dalam mendidik juga menanamkan nilai moral itu tak bisa serta merta kuduplikasi. Sussyaaah cyint ternyata. LOL


Lalu, bagaimana cara menanamkan sopan santun pada anak usia dini?

Jawabannya: tergantung.


Tergantung pada siatuasi dan kondisi masing-masing keluarga. Tapi, satu hal yang bisa menjadi kunci adalah petuah tentang jadilah anak-anak saat membersamai anak-anak.

Petuah itu yang kupegang dan alhamdulillah sedikit memudahkanku dalam menyisipkan sedikit pelajaran tentang sopan santun.

Seringnya dengan bermain peran. 
Faraz suka sekali jika diceritakan dengan beragam tokoh hewan. Setelah aku bercerita, maka kemudian dia akan menjadi tokoh tersebut.

Alaaamaaak, sungguh sederhana sekali sebenarnya pola pikir anak-anak itu. Memang kita orang dewasa saja yang terlalu memperumit keadaan.

Ketika aku berkisah tentang keluarga beruang, maka setelahnya ia berpura-pura menjadi baby bear. Sooo cute.

Kemudian, seharian dia bisa menjadi baby bear. Dia akan menyebut dirinya sendiri sebagai baby bear, dan memanggilku dengan panggilan mommy bear.

Atau kadang seenaknya saja dia menyampur bahasa. Nanti dia sebut dirinya anak bear dan aku mama bear. Hahahaha...

Ketika kita masuk dalam dunia 'bear' yang dia harapkan itu, maka pelan-pelan bisa disisipkan pesan moral tentang sopan santun.

Biasanya aku akan membujuknya ketika ia memberikan barang dengan cara melempar seenaknya. Aku akan berakting sebagai mama bear sesuai panggilan yang diberikannya tadi.

Dan berkata: "Duh, mama bear lupa bilang ya? Anak bear harusnya kalo mau kasih barang itu sambil disamperin ke sini. Letakkan pelan-pelan ya..."

Lalu, dia akan sumringah dan mengikuti inatruksiku. Sambil tertawa bilang: "Oh, anak bear lupa. Ini mama bear (sambil memungut kembali barang yang dilemparnya dan memberikan padaku)."


Sesederhana itu.

Aku banyak belajar saat membersamainya ini. PR besar kita masih banyak. Tak hanya soalan sopan santun, tapi banyaaaak lagi.

Semangat ya, buibu dan pakbapak.
Selamat mencoba!


Ps. Soal marah-marah, jujur aku belum bisa tanpa marah sama sekali seperti ibuknya bu retno itu. Sering auto nada tinggi saat melarang juga masih. Tapi, aku berusaha untuk mengontrol dan belajar lagi. Bismillah yaa...

Thursday, December 12, 2019

Aliran Rasa Game Level 8: Cerdas Finansial



Sejujurnya topik pada Game Level 8 ini sedikit berat bagiku. Cerdas finansial? Laaaah... aku aja masih sering melewatkan anggaran kok.


SEBUAH KONSEP

Ketika materi game level 8 launching beberapa minggu lalu, akupun manggut-manggut. Hati yang tadinya merasa berat merasa terbebani akhirnya sadar.

Nyatanya tak serumit apa yang kubayangkan. Semua dimulai dari hal yang paling dasar, yaitu konsep uang.

Dalam materinya disebutkan bahwa, IIP memiliki sebuah konsep dimana uang adalah sebagian kecil dari rejeki. Tugas selanjutnya adalah bagaimana bertanggung jawab atas rejeki itu.

Panduannya gamblang dijabarkan. Dengan berpegang pada sebuah prinsip dasar bahwa Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari.



MEMULAI DAN MERAPEL

Berlanjut dengan diskusi sebelum hari-hari tantangan dimulai. Ada sedikit-banyak gambaran kegiatan yang bisa kulakukan untuk menstimulasi Faraz, juga kegiatan yang kulakukan untuk juga belajar.

Ada semangat dalam hati. Walaupun aku tak berani mematok standar yang tinggi dalam tantangan ini. Cukup level sebelumnya aku harus menelan pahit karena terlambat submit link. Padahal aku melakukan 17 hari tantangan. Konyol sekali.

Jadi, level ini aku berharap agar tidak ada keterlambatan submit lagi. Walaupun seperti sebelumnya, aku merapel.

Ketika di hari terakhir aku berhasil submit link portofolio praktekku, rasanya senang sekali. Aku banyak belajar lagi.




REFLEKSI

Sepuluh hari praktek menanamkan konsep dan pembiasaan, Faraz dan aku jadi semakin dekat. Sedekat midahnya ia menggenggam erat uang kertas dengan alasan untuk ditabung. Aiiih,,,, bayi 2 tahun ini cepat sekali tumbuh.

Ada sebuah catatan yang rasanya bisa jadi senjataku untuk menanamkan konsep. Ialah Faraz yang gemar minta bacakan buku ataj sekadar bercerita. Dari cerita-cerita itu aku pun menyelipkan value yang menjadi highlight saat itu. Seperti pada level 8 ini: cerdas finansial.

Untukku sendiri, aku perlu menjadwalkan waktu merapikan catatan. Aku sembarang menulis cashflow dalam bulan ini. Tak tanggung-tanggung, pas sekali dengan topik yang ada, kami tengah membangun dapur rumah. Catatanku makin banyak. Tentang belanja bahan bangunan, tentang budget belanja bahan makanan atau sembako, tentang keperluan susu dan popok Faraz, tentang tagihan air dan listrik, dan lainnya.

Aku jelas mencatat dan menganggarkan. Sayangnya, catatan itu tidak terlalu memberi dampak atau data penting. Aku harus mulai kembali dan mencoba cara yang berbeda. Bulan ini aku banyak belajar.



#aliranrasacerdasfinansial
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Wednesday, December 11, 2019

HP yang Bagus untuk Ngeblog




Untuk dia yang sangat mengapresiasi hobiku juga mendukungku sepenuh hati dengan cinta.


Warning: 
Postingan ini penuh cinta. Harap maklum pada penulisnya yang sedang membuat catatan untuk dibaca kelak. Tentang sebuah HP yang bagus untuk ngeblog.

***

TUKANG FOTO, TUKANG REKAM

Hari itu kami pergi ke satu-satunya taman di kota ini. Aku yang memang hobi mendokumentasikan segala sesuatu pun melakukan hal yang sama: ambil foto dan video. Bahkan selama dibonceng motor pun aku asyik merekam jalan.

Kenapa? Karena aku suka.

Alasan yang mungkin klise ketika disebutkan. Aku suka mengambil foto dan video dengan 'alasan' untuk blog. Padahal, mungkin 60% dari semua footage itu hanya nangkring di galeri. Kemudian membuat memori penuh dan aku mulai sibuk mengirimnya ke penyimpanan lain.

Dalam perjalanan ke taman itu, aku meminjam pundak kanannya sebagai penyangga. Berharap hasil video yang kurekam tidak terlalu goyang dan tidak membuat orang yang menontonnya mendadak pusing nanti. Biasanya ada beberapa yang masuk dapur editor dan kuunggah ke saluran YouTube-ku. Menyenangkan.

Tak lama dia tertawa sembari bertanya: 
"Memangnya HP mama tuh ada stabilizer-nya?" tanyanya sambil cekikikan.

Akupun mencubit pinggangnya. Kembali ia tergelak. 

"Biarin, weee...." Aku menjulurkan lidahku. Entah dilihatnya atau tidak tapi kudengar semakin ia senang tertawa. Aku pun ikut menertawakan kebiasaan 'konyol' ambil foto dan video ini.

Herannya, aku tak bisa berhenti. Aku tetap suka jepret-jepret objek dan momen yang ada. Juga asyik merekam segala hal yang aku suka. 

Hobi kah? Maniak kah?
Ah, sudahlah. Toh aku tak merugikan dan tak mengganggu orang. Ehehehee...

Memang dasar tukang foto, tukang rekam!



SERIUS

Beberapa hari berselang, dia asyik melihat-lihat spesifikasi HP. Memang sudah saatnya HP yang ia pakai segera di-upgrade. Setelah layarnya pernah pecah seribu kemudian diperbaiki, spesifikasi kameranya, memorinya, dan hal lainnya sudah agak kurang pas dengan pekerjaannya. Jadi, selama ia bertanya tentang HP, akupun menjawab santai. Walaupun sebenarnya ada keperluan lain yang lebih mendesak.

Sudahlah. Kan memang dia yang punya uang. Dia yang kerja dan dia yang mau belanja, toh? Monggooo...


Nampaknya ia betul-betul akan beli HP baru. Waktu libur kerja, dia sibuk bertanya dari toko ke toko tentang HP yang diminatinya. Ada 2 merk dengan seri yang sudah ditandainya. Berminggu-minggu ia sibuk membandingkan kedua HP itu berdasarkan review tulisan maupun video di internet.

Untuk itu, ia ingin melihat secara langsung di toko offline. Akhirnya, ia sudah menetapkan hati pada satu pilihan.

Spesifikasinya bagus. Baik dalam urusan ketersediaan memorinya, kemampuan kameranya, juga onderdil dalamnya. Pilihannya adalah sebuah seri dari merk ternama. Masih lihat-lihat saja sih di toko-toko itu. Dia hanya ingin melihat dan memegang langsung untuk memantapkan pilihannya.

Harganya?
Jelas diluar kemampuanku yang kadang ada pemasukan, kadang tak ada sama sekali ini.

Hingga kemudian saat perjalanan pulang ia berkata:
"Udah fix yang Samsung A50s aja, Mah."

Aku mengiyakan.
Dia sudah melakukan riset dan melihat sendiri, jadi aku pun mengamini saja.

"Cocok itu buat Mama ngeblog." Ia menyambung.

Hah?
Aku tertawa. Tawa yang aneh karena ada rasa senang tapi juga merasa sungkan. 

Pertama, karena harganya mahal.
Kedua, bukan aku yang butuh HP baru.

HP yang kupergunakan sudah cukup kok untuk ngeblog. Aku juga melakukan riset seperti dia sebelum membelinya dulu. Hasil potretnya juga bagus. Hanya memang videonya tak ada fitur stabilizer seperti yang dia pilih itu.

Lagi pula ber-HP baru? memang itu tak terlalu perlu. Kan kerjaku hanya menulis. Foto-foto pendukung dari hasil jepret Mi A1-ku bagus-bagus kok. Soal video? Itu bukan sebuah keharusan. Aku merekam karena aku suka. Itu saja.

Apalagi jika kupikir lagi, aku ini bukan blogger kelas produktif. Bahkan banyak yang modal seadanya jauh lebih produktif. Jadi, aku merasa tak pantas untuk 'dimodali' HP yang bagus untuk ngeblog. Sudah cukup dengan HP yang kupunya saat ini saja. Justru dialah yang harus ganti HP.



BEBAN ATAU PECUTAN SEMANGAT

Ternyata dia betul-betul memesan HP pilihannya itu. Aku tahu ketika pulang kerja beberapa minggu serelahnya, ia menyerahkan paket yang masih terbungkus lengkap dengan tempelan alamat penerima. 

Aku memerah.
Antara senang juga malu.

Pantaskah?

Bahkan sudah hampir beberapa bulan aku tak menulis. Kenapa malah diberi HP baru?

Sementara aku sibuk menyusun apa-apa yang ada di hati, ia sudah sibuk menyuruhku membuka SIM Card dari Mi A1-ku. Hmmmm....

Siapa yang tak suka? Aku suka HP baru yang dibelinya itu. Dengan segala kecanggihan dan fitur yang menurutnya AKU BANGET itu, kelas semakin menggoda. Cocok untuk ngeblog. Begitu terus ia berkilah.

Aiiiih...
Kenapa lah merasa ini jadi sebuah beban? Suara hati yang lain malah menyemangatiku: Hayoo looh, jangan malas menulisnya. Kan sudah dikasih HP yang bagus untuk ngeblog.

Sibuk hatiku berperang.
Aku pun menurut saja ketika disuruh memindahkan kartu teleponku. Kemudian, ia memasukkan kartu dari HP lamanya di Mi A1 sembari berkata: ini jadi HP baru Papa.

Aku mencelos.

Dia sukarela memakai Mi A1 saja dan aku diberi HP baru. Bahkan case HP itu masih bergambar Cony, si boneka Line. Aku juga punya case cadangan Brownie yang juga tokoh boneka Line. Jelas itu membuatnya sebagai HP perempuan.

Aku pun tersenyum tak enak hati.
Tapi dia tersenyum tulus sekali.

Ah, dasar pecinta.
Kenapa selalu melakukan hal yang membuatku makin cinta?

Baiklah. Hatiku berkompromi.
Ini bukanlah sebuah beban. Ini adalah sebuah pecutan agar aku tetap semangat. Dengan sebuah HP yang bagus untuk ngeblog seperti katanya, aku akan belajar lebih serius.

Dimulai dengan postingan perdana ini menggunakan HP yang bagus untuk ngeblog seperti katanya. Akhirnya, setelah semingguan aku enggan mengutak-atiknya. Mulai hari ini, akan kupakai sebagai mana harapan pemberinya.

Thank you, Dear.

Thursday, November 14, 2019

Aliran Rasa: Setiap Anak adalah Bintang



You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You'll never know, dear
How much I love you
Please don't take my sunshine away

Penggalan lirik lagu di atas berasal dari salah satu lagu kesukaanku. Bahkan aku menjadikannya sebagai nada dering di HP. Konon katanya, setelah menjadi orang tua kita akan menjadi lebih perasa. Segala sesuatu tentang anak akan jadi topik utama. Dan aku akui memang begitu adanya.

Ketika akhirnya berkeluarga kemudian diamanahi seorang putra, orientasiku pada hidup hampir separuhnya berubah. Apa-apa keluarga yang didahulukan. Termasuk akhirnya aku giat mencari tahu komunitas yang bisa membuatku makin berdaya dalam hal berkeluarga ini.

Alhamdulillah, bertemu dengan IIP. Ceritanya sudah pernah aku tuliskan di sini.

Baca:

Siap Belajar di Institut Ibu Profesional (Harapanku)



Ada banyak sekali ilmu, pengalaman, serta keluarga baru yang aku dapatkan. Sejak dari kelas Matrikulasi hingga kelas Bunda Sayang ini. Berkenalana dengan beragam orang secara virtual saja, kemudian ada kesempatan berjumpa dengan yang satu wilayah, masyaallah senangnya rasa hati. Dari sini aku pun mendapatkan bintang-bintang yang indah.

Yang berbeda dari kelas Bunda Sayang dibandingkan kelas Matrikulasi adalah jam praktek yang lebih banyak. Kusebut saja hari menjalani tantangan. Waktu untuk membahas teorinya singkat. Selebihnya adalah 17 hari beraksi.

Awalnya tentu ada rasa kaget. Tapi jelas jiwa menggelora meras tertantang. Ingin memberikan yang terbaik yang bisa. Yang paling kusuka adalah saat game tentang komunikasi produktif. Energiku besar sekali untuk praktek dan menuliskan cerita selama tantangan itu berlangsung.

Baca:

Faraz Berenang: Melatih Kemandirian #Day1



Niat hati ingin meninggalkan jejak tulisan sembari melaksakan tantangan keren-keren itu. Sayang beribu sayang, terkait beberapa hal jadi tak memungkinkan. Waktu dan hal lainnya membuatku megap-megap persis ikan mas kekurangan oksigen. Istilah sini sih: keteteran.

 Pada game berikutnya, aku berubah media. KAhirnya memanfaatkan akun media sosial Instagram @celotehmamak sebagai tempat bercerita. Pertimbangannya adalah caption tak perlu sepanjang artikel blog. Entah mengapa, kalau di blog rasanya kurang enak kalau tulisan sedikit. Jadinya, aku agak tertekan. Lebih tepatnya tertekan karena sifat sedikit perfeksionisku, tapi tak didukung dengan kedisiplinanku. Tentang pengaturan waktu masih menjadi PR serius untukku.

Kemudian, pergantian semester. Memasuki semester kedua dengan pergantian fasilitator, juga permulaan game baru. Antara siap dan tak siap sebenarnya. Tapi aku tekadkan untuk bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Allah  maha baik kan? Niat saja sudah dihitung pahala loooh...


Jeng... Jeng... Jeng...
Game level 7 dimulai!!! 

Judulnya adalah setiap anak adalah bintang. Setelah membaca materi yang diberikan oleh fasilitator, aku bersemangat. Karena materi ini bagus sekali. Saatnya aku kembali mengobservasi putraku. Tujuannya adalah untuk Meninggikan Gunung BUKAN Meratakan Lembah.

Aku suka sekali dengan istilah itu. Kemudian aku bersiap dengan catatan kecilku, juga kamera HP yang senantiasa siap untuk mengabadikan momen. Memang aku selalu membuat footage tentang anakku. Untuk kenangan saja awalnya. Tapi, semakin hari aku sadar bahwa ini bisa jadi portofolio lembar pengamatanku tentangnya.

Sehari, aku kumpulkan tugas. Senang sekali akhirnya berhasil mengumpulkan tanpa terlambat pada hari pertama. Walaupun sebenarnya aku deg-degan. Berkaca dari level- level yang lalu, aku patah semangat jika gagal kirim. Karena artinya potensi dapat badge yang kuinginkan akan sirna. Dan jujur aku belum pernah dapat selain badge dasar. Sedih rasanya.

Ternyata yang kutakutkan kejadian. Hari kedua aku gagal kirim link setoran. Aiiiih.... kesalnya bukan main. Yasudahlah. Aku tetap mengirimkannya walaupun terlambat. Lalu akhirnya aku absen mengirim link setoran. Tapi, aku sudah mengunggah pekerjaanku di media sosial sebenarnya. Akan aku kumpulkan untuk disetor serempak saja, begitu pikirku.

Malam terakhir setor, aku gagal. Hanya 3 dari 17 hari unggahan catatan aktivitas faraz disetorkan. Sisanya, absen. Hari itu Faraz demam tinggi. Bintangku melemah. Tak ada yang lain kupikirkan kecuali dia. No HP. Hanya termometer yang kudekatkan demi memantau kondisinya.

Mulanya suhu tubuh Faraz berada di 38,6 celcius. Hari itu masih siang. Aku masih berusaha tenang. Sambil mengompresnya, memberi paracetamol, membaluri tubuhnya dengan parutan bawang merah bercampur minyak telon sudah kulakukan.

Pukul 10 malam, panasnya mencapai 39 derajat. Aku mulai panik. Ingin langsung memboyongnya ke IGD saja rasanya. Untunglah, hari itu suami sedang off kerja. Ada teman membersamai. Aku sedih dan panik. Semalaman kami tak tidur. Faraz merasa tidak nyaman dan menangis terus. Mungkin kepalanya pusing. Tak laam, ia muntah banyak sekali. Kuukur suhunya 39.8 derajat. Hari sudah pagi kembali.

Itu hari Minggu. Masa setor sudah berlalu tengah malam tadi. Biasanya aku meminta tolong pada teman sekelas untuk menyetorkan. Sekelas kami biasa saling membantu begitu. Saling mengingatkan dan membantu setor link bila teman kesulitan karenasatu dan lain hal. Tapi aku sudah tak sempat lagi menghubungi salah satunya. Fokusku hanya pada bintang hatiku yang tengah sakit itu.

Aku sedih karena gagal pada level ini. Tapi lebih sedih mendapati anakku kesakitan begitu.
Aku menyesal karena tak berhasil menjadi lebih baik dari aku di level sebelumnya. Singkatnya, mungkin aku  masih jalan di tempat. Tapi, aku sayang teman sekelasku. Mereka terus menyemangatiku yang serba kurang tapi berani-beraninya menunjuk diri sebagai ketua mereka.

Level ini, aku malu pada diriku sendiri. Aku merasa kecewa dan menyesal, tapi aku tau itu konsekuensi tersendiri.


Terlepas dari semua itu, aku bangga pada bintangku. Untuk 17 hari mengamati, aku senang dengan setiap perkembangannya. Semua adalah hal yang bersinar bagiku. Mari kita lihat terus apa lagi yang mungkin bisa kita optimalkan.



 

Sunday, October 27, 2019

Manfaatkan Promo Dufan 2019 untuk Wisata Keluarga Lebih Murah



Sebagai wisata rekreasi keluarga yang berlokasi di ibukota, Dufan dilengkapi dengan berbagai wahana yang memiliki teknologi canggih. Tidak hanya menjadi kawasan untuk bermain, Dufan juga mengusung konsep edukasi dan entertainment sekaligus. Manfaatkan promo Dufan 2019 untuk mendapatkan berbagai diskon harganya.

Meskipun sudah sangat terkenal di seantero Indonesia, wisata ini masih layak untuk diulik. Terlebih, perkembangannya yang cepat membuat wahana-wahana baru bermunculan.


Selayang Pandang Dunia Fantasi


Taman rekreasi yang merupakan singkatan dari Dunia Fantasi ini dibangun pada tahun 1985. Bisa dibilang sebagai wisata hiburan outdoor berteknologi paling tua. Kini, Dufan Amcol juga menawarkan konsep indoor untuk menarik pengunjung. Ada banyak keseruan wahana yang bisa dimainkan oleh segala usia.

Fasilitas yang Tersedia


Wahana yang begitu beragam dan mewah di Dufan tidak membuat wisata ini melupakan fasilitasnya. Ada banyak fasilitas penunjang yang membuat pengunjung semakin betah. Diantaranya:

  • Toilet
  • ATM Center
  • Ruang Menyusui
  • P3K
  • Musala
  • Masjid
  • Charging Point
  • Locker
  • Pusat informasi
  • Baby Stroller
  • Fresh water


Jam Buka dan Aktivitas yang Dapat Dilakukan


Jam operasional dari Dunia Fantasi adalah mulai pukul 10.00 sampai 17.00 WIB pada weekday. Sedangkan pada weekend, jam bukanya menjadi pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Kamu bisa datang kapan saja meski di hari libur sekalipun.

Aktivitas seru yang bisa kamu lakukan tentu saja terkait dengan wahana yang tersedia. Beberapa diantaranya:


  • Menjajal Berbagai Wahana Anak

Dufan sangat children friendly dengan menawarkan ragam wahana untuk anak-anak. Mulai dari Turangga-rangga yang merupakan komidi putar berwujud kuda, Ubangga yang berwujud hewan purba, dan ada juga alap-alap, semacam roller coaster yang berwujud ulat hijau.

Selain itu, kamu juga bisa menjajal ombang-ambing. Yang mana membuatmu berputar pada satu tempat berkali-kali.


  • Memacu Adrenalin dengan Wahana Ekstrim

Kalau kamu punya cukup nyali untuk senam jantung, sepertinya Dufan adalah surganya. Ada Tornado yang membuat kamu jungkir balik di atas ketinggian. Ada juga Hysteria, wahana yang menaikkan kamu ke atas dengan cepat, pada detik selanjutnya, kamu sudah diluncurkan ke bawah dengan kecepatan tinggi.

Atau bisa juga menjajal Halilintar yang akan membawamu melintasi rel dengan liukan tak beraturan. Pastikan kamu tidak mempunyai penyakit jantung untuk mencoba permainan ekstrem ini.


  • Mencoba Permainan Air Arung Jeram

Kamu pun bisa merasakan permainan air secara berkelompok dengan mencoba arung jeram.


  • Berpetualang di Ice Age

Bagi yang suka dengan karakter dalam film Ice Age, bisa datang ke Dufan. Rasakan serunya menjelajahi dunia Antartika. Kamu akan mendapatkan pengalaman berpetualang berkonsep dark ride. Kamu pun akan merasakan seramnya kutub selatan. Efek spesial akan terasa nyata dengan adanya teknologi yang canggih.

Nikmati setiap jengkal lokasinya dengan berbagai promo tiket Dufan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.


Lokasi dan Rute Dufan


Lokasi tempat wisata ini ada di Ancol. Tepatnya di Jalan Lodan Timur, Kota Tua. Untuk wilayahnya masuk ke Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Untuk menuju ke Dufan, kamu bisa naik angkutan umum berupa busway. Melalui koridor satu dan juga lima. Silakan kamu turun tepat di halte Ancol. Mudah sekali kan? Namun, disebabkan TransJakarta tidak pernah sepi, kamu bisa mempertimbangkan menggunakan KRL Commuter Line.


Harga Tiket


Harga tiket masuk Dufan 2019 bisa lebih murah dengan adanya promo Dufan 2019 yang berlaku. Silakan pantau harga tiket Dufan 2019 melalui website resminya. Namun, sebagai patokan, harganya bisa kamu simak di tabel berikut:




Kamu harus menjajal berbagai wahana yang ada di Dufan untuk menghabiskan masa liburan. Jika kamu berasal dari luar kota, silakan pilih akomodasi favorit di Jakarta Utara dengan memanfaatkan Traveloka. Kami akan membantumu mencari hotel ternyaman dan sesuai dengan budget. Sebelum traveling, Traveloka dulu!

Bagikan info ini ke teman-teman di media sosialmu agar lebih cinta pada wisata Nusantara.

Deskripsi: Sebagai wisata rekreasi keluarga yang berlokasi di ibukota, Dufan dilengkapi dengan berbagai wahana yang memiliki teknologi canggih. Tidak hanya menjadi kawasan untuk bermain, Dufan juga mengusung konsep edukasi dan entertainment sekaligus. Manfaatkan promo Dufan 2019 untuk mendapatkan berbagai diskon harganya.

Friday, October 25, 2019

Cara Mudah Kirim Paket dengan Alfatrex


Apakah Teman-teman sedang mencari tahu cara mudah kirim paket dengan Alfatrex? Atau mungkin penasaran banget sama tutorial cara kirim paket melalui Alfatrex, si produk layanan jasa dari Alfamart ini?

Baca:

JASA PENGIRIMAN PAKET TERBAIK DI PALEMBANG: ALFATREX


Selamat yaaa...
Karena kamu berada di web yang tepat. Karena melalui artikel ini, aku akan berbagi pengalamanku mengirimkan paket lewat Alfatrex. Yeaay!!!

Sebagai informasi, Alfatrex punya banyak sekali produk yang bisa jadi pilihan dalam mengirimkan paket. Trus, ada promo-promo serunya juga loooh...

Baca:

TIPS KIRIM PAKET MURAH DENGAN ALFATREX


Poin sharing aku kali ini adalah tutorial cara mudah kirim paket dengan Alfatrex.

Sebelum membahas tutorial cara kirimnya, kita bisa install aplikasi Alfatrex melalui app store maupun langsung mengunjungi website-nya www.alfatrex.id

Dari pengalamanku sih, ada 3 langkah penting untuk Penggunaan Layanan Alfatrex.

  1. Unduh aplikasi/ buka web Alfatrex
  2. Bikin akun atau pilih Login mudah melalui Fb maupun akun google
  3. Pilih menu pengiriman dan lanjutkan hingga selesai.

Sebelum kita bahas secara rinci, mari kita lihat ada apa saja yang disediakan oleh Alfatrex ini.


Service Kirim Paket Alfatrex


Layanan pengiriman yang disediakan oleh Alfatrex ini, ada dua kategori yaitu umum dan premium.

Layanan pengiriman umum yang bisa dipakai oleh semua adalah pengiriman dengan sistem Drop at Store. Sementara layanan pengiriman premium memungkinkan kita hanya diam di rumah untuk mengirimkan paket. Hal ini dikarenakan sistem Pick up yang dipakai.

Yang sudah bisa digunakan adalah fitur drop at store-nya.  Ternyata fitur premiumnya belum aktif. Mungkin ada  ketentuan khusus untuk menggunakan layanan premium ini. Aku sih belum tahu karena belum pakai juga. Nanti kalo teman-teman ada yang udah nyobain komen di bawah ya 😘



Nah, untuk Drop at Store terbagi lagi jadi dua, yaitu:

  • Store to Door: layanan kirim paket dari gerai Alfamart ke rumah sesuai alamat yang tertera
  • Store to Store: layanan kirim paket dari gerai Alfamart tempat mengirin ke gerai Alfamart dekat alamat tujuan.


Sementara layanan Pick up juga terdiri dari dua jenis:

  • Door to Door: layanan kirim paket dari rumah dijemput petugas Alfatrex dan diantarkan ke rumah sesuai alamat tujuannya.
  • Door to Store: layanan kirim paket dari rumah, dijemput petugas Alfatrex dan dikirimkan menuju gerai Alfamart dekat alamat tujuan.



Produk Kirim Paket Alfatrex


Ada 4 macam jenis service kirim paket yang tersedia di Alfatrex. Mulai dari SDS (Same Day Service), NDS (Next Day Service), RGS (Regular Service), ECS (Economy Service).



Masing-masing punya kelebihannya. Tinggal kita sesuaikan kebutuhan saja. Misalnya ingin layanan super cepat bisa pilih SDS atau ketika tidak terlalu terburu-buru dan keuangannya sedang perlu dihemat, bisa pilih ECS saja.  Pilihan lengkap ada di Alfatrex.



Tutorial Cara Mudah Kirim Paket dengan Alfatrex


Di atas tadi sudah aku sebutkan 3 langkah utamanya ya. Nah, di sini akan aku jabarkan dengan detil setiap langkah itu.




1. Unduh aplikasinya di Playstore atau buka website resmi alfatrex.id melalui browser Hp kamu.

2. Pilih login dengan Fb/Google atau buat akun baru dengan cara mendaftar. (Lewati tahapan nomor

3. Nanti akan ada email masuk untuk verifikasi jika kamu mendaftar. Klik tautannya dari email agar bisa masuk.

4. Jika hendak mengirimkan barang, pilih kirim sekarang. Ada banyak menu yang bisa ditelusuri. Teman-teman nanti bisa langsung klik untuk pengalaman langsung.

5. Pilih service yang akan digunakan. Apakah store to door atau store to store. Aku pilih yang store to door. Jadi, aku bawa paketnya ke Alfamart nanti.



6. Isi data pengiriman. Aku kemarin memilih servis store to door. Jadi ketika mengisi alamat pengiriman, aku pilih kecamatan lokasi store Alfamart yang kudatangi itu. Sila tanyakan kecamatan dan kode pos toko pada petugas di sana ya. Mereka helpful kok :) Kemudian, isi juga data penerima. Aku kan pilih minta antar ke alamat tujuan ya, jadi aku masukkan alamat tujuanku lengkap dengan kecamatan dan kode posnya.

7. Isi Data Paket. Apa isinya dan berapa perkiraan ukurannya. Hal ini akan mempengaruhi tarif ongkos kirim juga nantinya selain jarak tujuan.

8. Pilih produk pengiriman. Bisa pilih SDS, NDS, dll seperti yang sudah dijelaskan tadi ya. Nah, pengalamanku kemarin itu, pas dimasukin semua data isiannya sudah langsung tertera produk layanan kirimnya. Yaitu RGS atau layanan reguler.

9. Ini tips hemat yaaa. Masukkan kode voucher/promo jika ada. Nah, teman-teman bisa cek di beranda aplikasi biasanya suka ada info promo loh. Sekarang aja ada promo diskon ongkir 50% untuk wilayah Palembang. Cek kode promo DI SINI. Setelah itu, klik lanjut.

10. Lalu, kamu akan dapatkan kode booking. Nah, aku catat kode booking ini untuk pembayaran ke kasir Alfamart. Nanti, dari kode itu petugas akan kroscek jumlah ongkir yang harus dibayarkan. Selesai deh. Jangan lupa serahkan paket yang mau dikirim yaaa...




Hints:


Teman-teman juga bisa pilih menu cetak label. Nanti akan terunduh file pdf data kiriman. Kalo mau dicetak di kertas, bagus juga. Tinggal tempel di paketnya deh.



Kode booking ini berlaku selama 3 hari sejak input data ya. Jadi, ada waktu selama itu kalo belum sempat nganter paketnya ke. Alfamart.

Ada pula pula email notifikasi tentang data pengiriman kita ke email. Di sana juga dijelaskan langkah apalagi yang harus dilakukan dengan kode booking itu. Jadi, sangat membantu sekali.

Untuk status pengiriman paket, kita bisa lihat di menu history pengiriman. Nanti akan ada trackingnya. Jadi ga harus cek dari nomor AWB.



Ini aku share pengalamanku sendiri ya. Aku udah nyobain. Aku pake produk RGS dan itu sehari sampe. Dikirim dari Alfamart dermaga point Ampera tujuan ke Panca Usaha, Kertapati. Dalam kota sih aku nyobainnya. Tapi, teman-teman bisa nyobain di semua gerai Alfamart yaaa...

Dan kita tahu, Alfamart ada dimana-mana. Jadi, kirim-kirim paket makin gampang deh! 😘

Tertarik untuk coba? Ikutin tutorialnya di atas yaa...


COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES