Minggu, Mei 05, 2019

Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Blog


Selamat Ramadhan !!! Sebelum aku ceritakan tentang cara menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog, aku mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankan.

Insyaallah ini hari pertama para umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selain fokus dan berlomba dalam beribadah serta melakukan hal baik lainnya, pekerjaan sehari-hari jangan sampai terbengkalai yaa...

Kan biasa nih, perubahan pola saat Ramadhan seringkali mempengaruhi ritme rutinitas juga. Hal ini ikut-ikutan jadi pemantik latihan sabar.

Baca:

9 HAL YANG MEMBUATMU MELATIH KESABARAN SAAT BULAN RAMADHAN


Nah, walaupun dalam keadaan berpuasa, aktivitas ngeblogku juga akan tetap berjalan seperti biasa. Seperti yang kubilang tadi, bahwa puasa bukan alasan walaupun ada ritme yang sedang beradaptasi. 

Artikel blogku kali ini akan membahas tentang tips blogging. Tepatnya adalah menjadikan hobi menulis (di blog) sebagai sumber penghasilan. Itulah yang kumaksud dengan menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog pada judul di atas.

Cung, siapa yang suka nulis? Atau mau mencoba menulis di blog mungkin?

Kamu semua bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog, kalau kamu mau tentunya. Sebelum kita bahas lebih jauh, aku akan bikin disclaimer dulu. 😉

Diclaimer: Hal-hal yang aku bagikan dalam artikel ini terkait tips blogging yang didasarkan pada pengalamanku. Aku bukan belum bisa disebut blogger profesional dan menghasilkan uang dalam jumlah yang WOW. Tapi semoga tips ini berkenaan dan bisa menjadi titik mulaimu


Katakanlah baru 3 tahun belakangan ini aku serius menekuni blog sebagai sumber penghasilan. Sebelumnya aku hanya menggunakannya sebagai media diary online. Alias tempatku menuliskan apa saja baik itu curhat belaka, cerita jalan-jalan, acara-acara yang sempat kuhadiri. Apapun.

Ternyata beberapa artikel sharingku itu mendatangkan trafik kunjungan yang tinggi pada blog ini. Dan hal itu berujung dengan sebuah email cinta berisi tawaran kerjasama dari sebuah brand ternama. Jadi, ada banyak sekali alasan menulis di blog/ ngeblog. Bisa sebagai media penyalur hobi, arsip tulisan akademis, tempat berlatih menulis juga, bahkan bisa menghasilkan pundi rupiah.

src: instagram.com/naqiyyahsyam

Beberapa blogger profesional yang kukenal di media sosial, karena jaringan blogger ada yang bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang fantastis. Contohnya, para blogger tapis ini. Bisa menghasilkan hingga 50juta/bulan looh. Cuss baca di timeline IG Mbak Naqi @naqiyyahsyam kece kaaaan??? 😍

Aku juga alhamdulillah sudah merasakan penghasilan dari blog walaupun belom sampai 50juta/bulan sih. Semoga nanti sampai rejekinya juga. Aaamin.

Jadikan semangat yaaa...

Nominal yang lumayan banget dan cukup buat sesekali aku jajanin adik-adikku juga ini, membuatku ingin berbagi lebih jauh tentang cara membuat blog dengan mudah. Akhirnya, aku memulai kelas pemula dari grup WhatsApp. Alhamdulillah pesertanya ada sekitar 18 orang.

Selain dasar dan tutorial membuat hingga menerbitkan tulisan dari blog, aku juga memotivasi teman-teman di grup belajar itu tentang blog yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Nah, aku jabarkan poin-poin pentingnya melalui artikel ini.

Untuk menghasilkan pundi rupiah dari blog, berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan:

Merencanakan Blog



Saat merencakan sebuah blog yang akan kamu bangun dan kamu asuh, menurutku penting untuk merumuskan 3 hal ini. Yaitu tujuan, niche, lalu judul blogmu.

Kenapa?

Dari tujuan menulis di blog, kita bisa memetakan apa saja artikel yang akan kita terbitkan dalam blog itu. Kemudian judul blog memberikan semacam ringkasan atau hint tentang isi blog tadi.

Kalau aku, blogku kugunakan sebagai tempat berlatih menulis dan berbagi informasi positif. Sebagian besar akan berisi segala kegiatanku. Baik keseharian, hobi, maupun kegiatan yang kulakukan di luar agenda, misal liburan, hadir undangan acara, dll. Judul blogku adalah Love and Share! FYI, niche blog ini masuk dalam kategori Lifestyle.

Kalau kamu sukanya dandan dan mencoba membuat ulang bentuk riasan-riasan tertentu, lalu ingin menuliskannya di blogmu. Maka niche-nya masuk dalam kategori beauty. Judulnya bebas asal memberikan hint tentang tema besar isi artikel dalam blogmu. Contoh nih ya: Brush me up! Atau Dandan ala ... (namamu), dan lain sebagainya.

Setelah itu apa lagi?


Membuat Akun Blog



Ada banyak sekali platform penyedia blogging gratis. Misalnya yang google punya ada blogger (blogspot), ada juga WordPress, Kompasiana, Tumblr, dan banyak lagi. Coba dicari sendiri yaaa...

Sebagian besar blogger di Indonesia yang kutahu, menggunakan empat platform yang kusebut tadi. Nah, 2 yang paling laris adalah blogspot dan WordPress. Semua ada kelebiham dan kekurangannya masing-masing. Berhubung aku mainnya di blogspot dan menimbang hampir semua orang saat ini punya akun Gmail toh? Minimal untuk akun smartphone nih. Alhasil, kuputuskan tutorial blogspot yang akan kubagikan di grup WA tadi.


Menentukan Domain



Berikutnya adalah menentukan domain. Menurutku, setelah kamu selesai membuat sebuah akun blog di salah satu paltform yang kamu pilih, langsung saya berlangganan domain.

Domain apaan sih? Gampangnya, domain itu adalah alamat blogmu. Seperti blogku yang sedang kamu kunjungi ini. Domain alias alamatnya adalah www.almawahdie.id

Nah, kamu bisa bikin domain atau alamat blog sesukamu. Misalnya namamu.com asal jangan akuchayankkkamucellaallu.com yaaa... (wkwkwkw... Ketauan umur dari guyonnya)

Trus, kenapa harus segera bikin dan berlangganan domain?

Karena umur blog TLD (Top Level Domain) memberikan sumbangsih pada nilai DA (Domain Authority) atau umur kepemilikan domain itu.

Gunanya apa? Nah, untuk menghasilkan pundi-pundi uang, artinya kita mulai memonetisasi blog kita. Biasanya klien akan memberikan nilai dengan melihat faktor nilai DA itu. Walaupun ya tetap saja CONTENT IS THE KING! Isi blog alias artikel yang kita tulislah yang paling utama.

Jadi, segera tentukan domain blogmu dan belilah di layanan web hosting terbaik yang kamu percayakan.


***

Udah? Itu aja???

Untuk sementara dicukupkan dulu. Selanjutnya isi blogmu. Berlatih konsisten dengan memberikan jadwal khusus. Per minggu misalnya, atau bahkan per hari.

Ingat: CONTENT IS THE KING! 

Urusan template, navigasi, kecepatan akses, dan lainnya kita pelajari sambil berjalan.

Kalau kamu udah bikin blog, saatnya untuk menulis! Semangat yaaaa 💪💪💪

Jumat, Mei 03, 2019

9 Hal Yang Membuatmu Melatih Kesabaran Saat Bulan Ramadhan

9 Hal yang membuatmu melatih kesabaran saat bulan Ramadhan

Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba dan semuanya sangat bergembira menyambut kedatangannya. Ada banyak hal positif yang bisa diambil saat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Selain itu beberapa kegiatan berbeda tentunya akan dijalani hingga menjadi rutinitas yang sayang untuk dilewatkan. 

Tapi tentu saja semuanya harus dilalui dengan rasa sabar dan kebahagiaan. Puasa sebagai jalan untuk menahan diri mengendalikan hawa nafsu bisa membuat kita jadi orang yang lebih baik setelah Ramadhan usai. Tak heran memang jika kita sering rindu dengan Ramadhan karena akan ada banyak hal-hal baik yang tak lagi dikerjakan.

Namun, melatih kesabaran bukanlah hal yang mudah. Justru kesulitan-kesulitan dalam melatih kesabaran inilah yang membuat penggembelengan selama bulan Ramadhan menjadi berkesan. Sehingga saat Lebaran nanti kita bisa jadi manusia yang lebih baik lagi dari sisi religius dan juga fisik.


Ini dia hal-hal sederhana yang melatih kesabaran saat puasa Ramadhan

Inti dari puasa tak hanya menahan lapar dan haus saja sejak subuh hingga maghrib. Lebih dari itu, ternyata dalam penerapannya ada banyak hal sepele yang justru mampu membatalkan puasa atau mengurangi nilai puasa kita. Coba kita perhatikan dulu hal-hal sepele di bawah ini yang mungkin sering sekali kamu temui saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.


1. Sahur dalam keadaan ngantuk


Mulai dari kegiatan makan sahur, biasanya kamu akan merasa kantuk yang luar biasa sehingga tidak terlalu selera makan. Karena ngantuk yang mendera ingin segera tidur lagi maka makan sahur pun seadanya. Padahal sudah ada pilihan makanan yang menggiurkan untuk disantap tapi rasa kantuk dan ingin kembali tidur begitu kuat. Hingga akhirnya saat puasa di siang hari telah tiba, kamu merasa menyesal karena sahur tadi pagi hanya makan sedikit dan berharap hal itu bisa diulang lagi.


2. Kesiangan karena kegiatan sahur


Berbeda dari poin sebelumnya, kamu justru sangat menikmati suasana sahur. Kamu bangun dengan penuh semangat dan menyiapkan sajian sahur dengan penuh kebahagiaan. Hingga waktu santap sahur dan shalat Subuh. Namun sayangnya setelah selesai Subuh kamu justru diserang ngantuk yang tak tertahankan hingga tertidur pulas. Tak disadari ternyata kamu bangun kesiangan dan telat menjalani aktifitas rutin. Dan ini terjadi hingga satu bulan ke depan selama bulan Ramadhan.


3. Orang lapar sering marah


Memang tak dipungkiri orang yang sedang lapar akan lebih mudah terpancing emosinya. Ini yang membuat puasa Ramadhan semakin terasa sulit. Tidak hanya dari diri sendiri, terkadang kamu juga akan menemui banyak orang di sekitarmu yang marah-marah karena alasan tak jelas. Bisa jadi ini karena efek lapar sementara waktu berbuka masih lama. Rasa lapar akan membuat orang merasa gelisah dan inilah sebenarnya inti dari puasa yaitu sabar menahan amarah. Atau jangan-jangan kamu yang sering marah-marah di ruang publik karena kelaparan.


4. Rasa lelah berlebihan


Jika biasanya kamu masih aktif dalam berkegiatan hingga waktu siang, kini saat berpuasa kamu malah jadi lemas. Tugas-tugas yang biasanya bisa dikerjakan dengan sangat ringan mendadak jadi sangat berat untuk diselesaikan karena tubuh sedang berpuasa. Ini juga yang membuat beberapa kantor dan sekolahan menganjurkan untuk pulang lebih awal dari jam aktif biasanya karena mereka tahu orang yang berpuasa biasanya tingkat produktifitasnya akan menurun tak sampai sore hari. Padahal lagi banyak tugas yang harus dikerjakan tapi entah kenapa badan terasa lemas dan malas untuk beraktifitas lebih.


5. Tempat makan mendadak ramai


Biasanya tak sulit menemukan tempat makan yang sepi dan santai. Tapi jika bulan Ramadhan tiba, jangan harap kamu bakal dapat kursi di restoran kesayanganmu saat menjelang berbuka. Semua orang sudah memesan tempat untuk bisa berbuka puasa di tempat yang tenang di waktu yang tepat. Kalau kamu terlambat sedikit saja maka bisa dipastikan tidak akan mendapat tempat. Padahal di hari-hari biasa, tak banyak orang yang makan malam di luar seperti halnya saat bulan Ramadhan tiba.


6. Pesan makan lebih lama dari biasanya


Tak hanya soal restoran yang penuh, tapi juga berdampak bagi pelayanan yang jadi lemot. Jika biasanya kamu pesan makanan dengan pelayanan yang cepat dan memuaskan, maka berbeda jika kamu berbuka puasa di restoran karena pelayanan akan sangat ramai dan lambat. Niatnya ingin buka puasa tepat waktu malah terkendala dengan sajian yang belum siap. Akhirnya tetap menunggu dan jadwal buka puasa pun bergeser lebih lama dari yang diperkirakan. Untungnya beberapa restoran tetap menyediakan air putih atau minuman gratis untuk orang-orang yang ingin berbuka puasa terlebih dahulu sebelum sajian utama yang dipesan siap dihidangkan.


7. Petasan dan anak ramai


Entah kenapa saat bulan Ramadhan tiba, produk petasan ramai dijual di tempat umum dan sasaran utamanya adalah anak-anak. Biasanya anak-anak yang hendak berangkat tarawih beramai-ramai akan membawa petasan dan beraktifitas berbeda dari biasanya. Bahkan setelah shalat tarawih biasanya banyak anak-anak yang masih nongkrong di sekitaran masjid atau ruang publik. Suara-suara petasan yang ramai pun jadi aktiftas tak terelakan selama bulan Ramadhan. 

Belum lagi suasana masjid yang sebelumya hening kini mendadak berubah ramai karena banyaknya anak-anak yang ikut shalat tarawih. Tidak jarang suasana khusyuk dalam beribadah menjadi terkendala karena ramainya suara anak-anak yang mendadak hadir di masjid. Padahal saat hari biasa, hampir tidak ada sosok anak-anak yang datang ke masjid untuk shalat berjamaah.


8. Janji buka bersama yang tidak jelas


Agenda buka puasa bersama sepertinya tak bisa dihindari jika kamu adalah orang yang memiliki pergaulan luas. Tapi tak jarang rencana buka bersama yang sudah dijadwalkan ternyata tak jelas hingga hari H dari yang disepakati di awal. Padahal kamu sudah mempersiapkan semuanya tapi yang datang hanya beberapa orang saja. Banyak yang membatalkan janji karena satu dan lain alasan. Alhasil kamu terjebak dengan agenda buka bersama yang tidak jelas.


9. Mau beli baju lebaran tapi THR belum cair


Pendapatan istimewa yang ditunggu saat Ramadhan adalah tunjangan hari raya yang diberikan dalam rangka hari Raya Idul Fitri. Biasanya uang tambahan ini akan digunakan untuk mempersiapkan Lebaran dan keperluan ibadah lainnya. Misalnya membeli baju lebaran atau kue Lebaran sebagai persiapan jika ada saudara dan rekan yang berkunjung ke rumah. Tapi terkadang cairnya THR ini tak pernah diduga sekalipun kapan tanggal pastinya. 

Sehingga kamu yang sudah berburu produk-produk impian di Ramadhan Sale pun harus memutar anggaran agar tetap bisa berbelanja dengan hemat tanpa harus risau keuangan jebol karena THR tak kunjung turun. Tak perlu khawatir karena iLotte memberikan penawaran Ramadhan Sale selama bulan Ramadhan untuk membuat kamu lebih fleksibel dalam mempersiapkan Lebaran dan membelanjakan THR dengan bijak.

Jumat, April 26, 2019

Honda PCX dan Yamaha NMax Pilih Mana nih Wong Palembang?


Pilih mana hayooo... Honda PCX apa Yamaha NMax? Ecieeee... Aromanya mau punya motor baru nih. Pasti pada ngegodain gitu kaaan???

Emangnya kamu ga punya kendaraan di rumah, Al?

Well, selama ini sih kami punya motor buat mobilitas sehari-hari. Eh, akhir-akhir ini motornya mulai sering ngasih kode. Kode lem biru alias lempar beli baru. Ha Ha Ha.

Kode-kode itu akhirnya menyadarkanku kalo kami butuh motor baru loooh. Bukan cuma karena nih motor udah agak sakit. Tapi, sebenernya kita tuh ga punya motor.

Lah? Trus itu motor sakit yang ngasih kode punya siapa? Kan keluargamu yang pake katanya tadi?

Ehm,,, iya emang ada motor. Tapi ini tuh motor pinjeman doang. Punya babeh. Hihihi...

Awalnya sih karena ga sengaja. Kebetulan pas suamiku pindah kerja di sini, ada motor nganggur di rumah ayahku. Katanya daripada rusak ga dipake, mending dipake sama kami sambilan dirawat gitu kan.

Deal!

Toh, sebenernya mobilitas kami ga terlalu tinggi sih. Untuk ke lokasi kerjanya, suamiku ada bus antar-jemput. Dan aku sendiri paling juga pergi ke pasar doang. Selama ini masarnya juga dianter suami pas off atau aku naik ojek deh.

Apa karena aku ga bisa motoran? Bukan. Karena motor yang ada itu motor cowok. Motor sport. Selain ga bisa karena pake 'gigi'. Jelas juga kakiku ga nyampe, boook. Ha Ha Ha.

Ini nih motornya. Ga bisalah aku wkwk

So far, motor ini kepake buat suamiku berangkat kerja. Tapi cuma buat jarak pendek dari rumah ke titik penjemputan bus. Ga sampe 5 menit dari rumah. Malah kadang suamiku suka sepedaan aja. Sambil olahraga katanya. Pernah juga jalan kaki doang. Intinya, jarak tempuh motor itu super dekat.

Yah, sesekali pas hari off kami jalan agak jauh dikit. Ke rumah makcikku misalnya. Atau main ke Tanjung Enim sana, duduk santai di taman sambil kulineran. Ga rutin juga sih. Memang motornya udah sampai umurnya kali. Jadi aja ngasih kode sekarang.

In short, motor pinjeman yang kami pake sudah mulai usang. Sudah waktunya dikembalikan juga. Artinya kami ga punya kendaraan lagi buat dipake nanti. Agak kasihan ya...

Walaupun ga terlalu urgent untuk punya kendaraan, kalo ditilik dari mobilitas kami yang santai itu. Aku tetap pengen punya motor sendiri. Biar tetap bisa main agak jauhan dikit pas hari off kerja suami. Ehehehe...

***

Naksir Yamaha NMax


Trus, aku mulai nyari tau motor-motor yang oke saat ini. Jujur aja, aku juga emang ga pernah beli motor sendiri. Ga sering juga ngurusin atau nemenin orang/keluarga beli-beli motor.

Jadi, aku agak kudet soal motor ini. Baik soal model ataupun harganya.

Tapi, ada satu motor yang sempat mencuri perhatianku. Kubaca di sisi tempat duduknya itu ada tulisan NMax.

Kok bisa?

Nah, kebetulan tetangga depan rumah kontrakan kami dulu pakenya motor itu. Menurutku nih, bentuknya bagus. Gagah tapi bukan berarti macho khas cowok aja. Bisa kok dipake cewek juga. Seingatku motor NMax tetanggaku tuh warnanya gini:

src: yamaha-motor.co.id

Warnanya kombinasi antara hitam, abu tua, dan abu muda. Bagus banget dilihatnya. Pertama liat trus langsung naksir. Duuuh, gimana nih?

Kalo bilang ke suami, pasti doi akan tanya perihal spesifikasi dan juga harga pastinya.

Ga mau ketauan sekedar naksor, akupun nyari tahu lebih banyak lagi soal NMax. Eh, pas lagi riset gitu aku nemu info soal Honda PCX. Katanya sih ini satu level gitu sama Yamaha NMax.

Nah looohh...
Pilih mana? Bagus mana Honda PCX sama Yamaha NMax?

Aku ga bisa jawab karena emang aku belum pernah pake keduanya. Test drive palagi. Well, berbekal kecanggihan jaman now aku pun riset dari berbagai sumber. Kubaca dari kedua website resmi motor-motor tadi.


Pilih Honda PCX atau Yamaha NMax?


Memang banyak godaan ketika kita naksir sesuatu. Makanya harus segera dihalalkan sebelum ditikung duluan. Eh, ngomong apa yak? Ahhahaha...

Singkat cerita aku mulai bingung dengan beragam istilah otomotif yang asing bagiku. Ngebacain daftar spesifikasi motor ternyata lebih membingungkan daripada baca daftar specs HP. Yah, karena ga biasa sih. Kalo HP kan sudah banyak istilah yang disebut-sebut jadi lumayan paham.

Jadilah agak makan waktu menghadapi daftar spesifikasi kedua motor ini. Karena aku ga terlalu paham soal otomotif, kalian langsung liat gambar ini deh. Barangkali kalian ga terlalu asing.

Spesifikasi mesin PCX 150 CBS

Spesifikasi Yamaha NMax 155x

Oya, sebelumnya aku mau kasih tau dulu batasannya. Honda PCX sendiri ada
3 jenis. Yaitu PCX 150 CBS, PCX 150 ABS, dan PCX Hybrid. Sementara Yamaha NMax juga ada varian lainnya. Yaitu Yamaha NMax 155 (standard), NMax 155x, dan Yamaha NMax ABS. Ini yang kudapat dari kedua web resmi masing-masing ya.

Nah, yang sedang aku cari tau perbadingannya adalah Honda PCX 150 ABS dan Yamaha NMax 155x. Karena kayanya mereka satu kelas dengan range harga di tengah-tengah.

Kalo kalian mau baca spesifikasi lengkapnya sila langsung ke web-nya aja ya...

Apa yang kudapat dari daftar specs itu tadi? Sedikit banyak ada laaah...

Aku ngerti ketika dia bilang soal cc mesin. Dimana yang kupahami dari info suamiku (yang memang orang otomotif), NMax menang banyak. Lebih enak tarikannya, gitu katanya. Secara kecepatannya lebih bagus dan oke.

Selain ngeliat dari data spesifikasi, aku juga riset dengan liat review yang test drive langsung yang mendukung soal tarikan enak tadi. NMax terbukti lebih unggul.

src: YouTube Channel Otomotif TV

Untuk pilihan warna sangat bervariasi keduanya ini. Tapi, mohon maaf aku idah naksir Yamaha NMax dari pertama karena perpaduan warna yang punya tetanggaku itu. So, bagiku NMax oke.

Yamaha NMax ini sporty baik dari desainnya maulun mesinnya. Jadi, cocok buat pak suami nih. Jalan jauh misalnya, ga bikin capek kurasa.

Dari review yang kulihat juga, Yamaha NMax dudukannya lebih empuk. Jadi emang cocok kalo dipake motoran lama. Muara Enim ke Tanjung lumayanlaah. Berarti enak lagi pas Muara Enim ke Lahat. Hohoho.

Apalagi ya???

Ah, soal ukuran. Yamaha NMax ini lebih panjang dan tinggi bodinya. Sementara si PCX lebih lebar. Nah, aku sih suka yang ramping. Berarti milihnya NMax nih yaaa ...

Kemudian muncul masalah (selain budget), kalo posturnya tinggi khawatir aku ga nyampe juga dong motorannya. Hahahahaa...

Tak apa lah.
Toh, selama ini juga sukanya dibonceng daripada ngebonceng. Biar aja pak suami yang anterin kemana-mana. Yang jelas kalo pake NMax kayanya lebih nyaman deh!

Lagian, belum tentu lah aku ga nyampe kakinya. Tunggu sampe NMax-nya kucobain langsung. Mana tau sampe kaaan? *Ngarep

Langkah selanjutnya sekarang adalah 'propose' pak suami buat ke dealer. Sebelum motor pinjaman kami ngadat parah trus jadi marah-marah ga bisa nyantai parah. Yihaaaa!!!

Dah, soal lainnya bisa dipertimbangkan sesuai selera masing-masing nih. Misalnya soal fitur, desain, ukuran, yang gitu-gitu

Kalo aku pribadi milihnya Yahama NMax karena kenyamanan berkendara yang disajikan. Soal tarikan yang luwes, dudukan yang enak, gitu deh.

Semiga segera dapet rejeki biar punya NMax. Aaaamiiin. Gaees, jangan lupa bilang aaaamiiin juga yaaa...

Makasih 😘

Kamis, April 25, 2019

Faraz Berenang: Melatih Kemandirian #Day1


Bismillah.
Mungkin dalam minggu kemarin, Teman-teman heran karena blog ini mendadak rame lagi. Tapi, kok melulu tentang Faraz ya??? Blognya nambah tema tentang keluarga dan parenting nih! Ha Ha Ha.

Walaupun agak terlambat, aku akan sampaikan awal mulanya. Jadi, postingan-postingan bertemakan keluarga dan parenting ini bermula dari cerita tentang kelas Institut Ibu Profesional (IIP) dan aku yang kemudian mendaftar ikut kelas matrikulasinya.

Baca:

SIAP BELAJAR DI INSTITUT IBU PROFESIONAL (HARAPANKU)



Alhamdulillah, niat belajar dimudahkan dengan adanya kelas online gini. Tau sendirilah Mamak Faraz nih agak susah mondar-mandir. Apalagi kalo ga direncanakan dari jauh hari.

Nah, setelah lulus kelas matrikulasi IIP (Alhamdulillah). Akupun kembali mendaftar untuk kelas lanjutannya. Yaitu kelas Bunda Sayang. Kurikulum kelas ini adalah tentang parenting memang. Jadi, akan banyak entri terkait yaaa...

Semoga adanya ragam tulisan tentang keluarga dan pendidikan ini ga bikin kalian bosan mampir.

Kabar baiknya lagi adalah ...
Setelah lulus #Tantangan10HariGameLevel1 kemarin, aku akan ikut Game Level 2!!!

Nah, berikut adalah entri untuk #TantanganLevel2 dengan target MELATIH KEMANDIRIAN. Untuk game kali ini, targetku masih sama, yaitu Faraz. Hehehe.

Setelah diskusi materi game level 2 ini, aku merasa bahwa aku juga perlu berlatih soal kemandirian ini. Jadilah aku membuat target pencapaian juga. Tapi mungkin ceritanya akan kurapel nanti yaa...


Baiklah, akan kumulai dengan cerita hari ini.


Faraz Berenang



Hari ini, Papa Faraz masuk malam. Jadi, kami ada banyak waktu bersama di siang hari. Setelah menyuapi Faraz pada jam sarapannya tadi, tiba-tiba Papa mengajak pergi berenang.

Yeay!

Sebenarnya sudah dari awal bulan kemarin niat mau berenang. Aku juga sudah membelikan baju renang untuk Faraz. Sayangnya, rencana itu terpaksa ditunda.

Qadarullah, Papa agak kurang sehat awalnya. Kemudian disusul aku yang demam tinggi. Berhubung Faraz memang masih ASI, mau tak mai cepat sekali ia tertular. 3 hari aku demam, esoknya Faraz ikut demam tinggi. Bahkan disertai batuk dan hidung meler yang membuatku dan Papanya kasihan.

Sampai-sampai, adik keduaku pun naik bus menuju rumah sini. Mau membantuku menjaga Faraz katanya. Barakallah, Dek.

Semingguan akhirnya kami semua sehat. Sudah tak demam lagi. Walaupun masih ada batuk-batuk kecil Faraz. Adikku pun pulang.

Ternyata beberapa hari setelahnya, aku masih lesu. Setiap makan mual dan selalu ke toilet. Lidah terasa pahit dan perasaanku semua benda berputar. Aku pusing.

Papa Faraz pun mengajakku cek darah. Ternyata aku positif tipes. Huhuhuhu...

Nah, hari ini nampak semua sudah sehat. Rencana berenang pun dilanjutkan.


Berani Mencoba


Pas sekali ajakan Papa untuk berenang hari ini. Langsung kutuliskan beberapa rencana pencapaian untuk skill minggu ini. Dalam garis besar kubuat: Berani Mencoba Hal Baru

Ini karena memang akan menjadi pengalaman pertama Faraz.

Saat Faraz dan Papa berenang, aku asyik mendokumentasikan sambil mengamati mereka. Ada beberapa hal yang membuatku takjub dengan perkembangan Faraz. Alhamdulillah.

Salah satunya adalah ini.


Faraz dengan inisiatif sendiri berani berdiri di dalam kolam. Papanya berusaha tetap memegang agar ia aman. Tapi malah ditolaknya. Tak kulihat raut takut melainkan senyum kesenangan.

"Waaah, Faraz hebat. Berani yaaa berdiri sendiri gitu." pujiku.

Makin semangat dia mengeksplore segala hal di kolam saat itu. Dia juga mau ketika papanya mengajarkan posisi renang dan gerakan dasar. Aku senang melihatnya.

Kemudian, dia menunjuk slide alias perosotan (bahasa bakunya apa ya? LOL) yang ada di pinggir kolam.

Duh, emang bisa??? batinku.

Papanya menuruti rasa ingin tahu si kecil. Didudukkannya Faraz di ujung perosotan itu. Kupikir dia akan duduk santai dan bermain air saat papanya menyiram-nyiramnya.


Ternyata, dia mengulurkan tangan minta ditangkap. Untung suamiku sigap. Faraz dengan berani 'memerosotkan' diri, gaeees.

Aku kaget sekaligus bangga.

Kaget karena takut dia kenapa-napa. Tapi juga bangga karena dia sangat berani. Duh, Naaaak... I love you, full pokoknya.

Conteng satu. Semangat!!!

Sekian cerita bahagia hari ini. Mampir lagi besok yaaaa... Kalau kamu apa cerita bahagianya hari ini?



#Hari1
#TantanganLevel2
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional

Rabu, April 24, 2019

Jangan Monetisasi Blog Sebelum Melakukan 4 Hal Ini


Tahukah kamu? Bagi sebagian orang, blogging bukanlah sekadar hobi. Blog bisa menjadi ladang uang yang menjamin rekening bank tetap terisi meskipun kita sedang santai bahkan liburan. Apalagi, modal ngeblog ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan bisnis lainnya. Tidak heran jika orang berbondong - bondong membuat blog dan berlomba menikmati manisnya aliran uang dari bisnis berbasis hobi yang satu ini.

Beneran bisa menghasilkan loooh...

Nah, gimana caranya biar bisa menghasilkan uang melalui blog?  Jawabannya adalah dengan melakukan monetisasi. Tapi, monetisasi blog tidak bisa dilakukan segera setelah kamu memposting artikel pertama. Butuh ketekunan dan kreativitas untuk memulai dan meningkatkan performa blog hingga akhirnya bisa menghasilkan uang. Maka dari itu, jangan monetisasi blog sebelum kamu melakukan 4 hal ini.


1. Pilih niche blog yang diminati


Ada beberapa alasan penting mengapa memilih niche menjadi hal yang cukup penting dalam membangun sebuah blog. Salah satunya adalah sulitnya mengembangkan konten karena niche yang bukan sesuatu yang kita kuasai sepenuhnya. Sebelum hitung-hitungan masalah untung-rugi dari niche blog yang kamu tetapkan, mulailah dari apa yang  diminati dulu. Bisa juga dengan memulai dari alasan nge-blog itu sendiri.

Baca:

KENAPA MENULIS BLOG? AKU DAN BLOG, CERITA DALAM SEPENGGAL TULISAN


Untuk mengetahui apa yang sekiranya benar-benar kamu minati, kamu bisa mencoba menuliskan list rutinitas sehari-hari. Bisa mulai dari kegiatan apa yang paling ditunggu, apa yang membuat kamu tidak pernah bosan, apa hal yang muncul berulang kali sejak beberapa tahun yang lalu, hingga forum/komunitas apa yang selalu kamu ikuti. Dari situlah kamu bisa menetapkan niche apa yang sekiranya cocok untuk blog kamu itu.


2. Tentukan nama blog dan domain yang mewakili niche


Setelah memilih niche apa yang cocok untuk blogmu, langkah selanjutnya adalah menentukan domain yang merepresentasikan niche blog dan konten-konten yang ada di dalamnya. Kamu tidak perlu terburu-buru dalam menentukannya karena fungsi domain dalam nama blog termasuk krusial dan berperan penting untuk menyukseskan blogmu. Kamu bisa memanfaatkan Blog Name Generators sebagai tools yang membantu memudahkanmu dalam menentukannya.

Selain itu, ada baiknya apabila kamu menggunakan Top Level Domain (TLD) sebagai pilihan nama blog kamu. Dengan TLD, nama blog kamu akan lebih mudah diingat oleh para pengunjung. Blog pun akan terlihat lebih profesional daripada blog yang masih menggunakan subdomain. Pilihan harga domain yang murah untuk Top Level Domain seperti .com, .net, .org, dan yang lain pun bisa didapatkan di berbagai penyedia web-hosting.


3. Pilih template yang responsif


Berbagai informasi yang ada di internet saat ini bisa diakses dengan lebih mudah. Dulu sebelum adanya smartphone, akses internet hanya terbatas pada perangkat komputer saja. Hal ini juga mempengaruhi tren pengunjung blog yang mulai beralih lebih banyak ke perangkat seluler daripada komputer. Faktor ini pula yang menjadikan pemilihan template yang responsif sebagai salah satu hal yang krusial dan harus dipertimbangkan sejak awal pembuatan blog. Selain mempermudah waktu load siapapun yang mengakses blog kamu, template yang responsif juga mampu mempercepat Google untuk mengindex konten yang kamu publish.

Template yang responsif dapat dilhat melalui seberapa lama halaman blog kamu ter-load saat pengunjung melakukan klik untuk membukanya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi responsivitas suatu template blog. Beberapa di antaranya adalah image, plugin, hingga desain web dari template tersebut. Semakin sederhana desainnya, semakin responsif template tersebut bekerja pada blogmu.

Untuk memastikan kembali apakah template yang kamu gunakan sudah termasuk template yang responsif, kamu bisa melihatnya dari seberapa lama halaman blog-mu ter-load. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi responsivitas suatu template, seperti besaran image, plugin, hingga desain web yang ada di dalamnya.


4. Buatlah konten yang berkualitas secara konsisten


Ketika kita mengunjungi satu blog secara rutin dari waktu ke waktu, kita tahu bahwa blog tersebut telah mengakomodir kebutuhan informasi yang kita perlukan. Maka dari itu, penting sekali untuk membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat. Tujuannya agar para pengunjung blog tidak bosan dan terus kembali berkunjung ke blog kamu.

Membuat konten yang berkualitas dan menjamin pengunjung blog datang kembali bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, hal ini tidak berarti susah untuk dilakukan. Manfaatkan Google Trends maupun AdWords Keyword Planner untuk menemukan kata kunci yang tepat. Dari situ, kamu bisa mengembangkan outline konten menjadi lebih relevan bagi pembaca. Makin baik lagi apabila kamu bisa membuat konten evergreen yang akan terus dicari melalui search engine seperti Google, agar pembaca baru juga lebih banyak berdatangan ke blog kamu.

Dari keempat hal tersebut, adakah yang sudah kamu lakukan untuk persiapan memonetisasi blog? Apabila kamu konsisten dalam mengelolanya, percayalah bahwa blog yang kamu miliki pasti akan menghasilkan dan menjadi fulltime blogger bukanlah isapan jempol belaka.

Happy blogging!

Senin, April 08, 2019

Lestari Hutanku. Sebuah Kisah Tentang Aku dan Hutan



Aku dan Hutan


Hutan. Sebuah kata yang tak asing kudengar. Sejak aku kecil hingga sekarang. Kebetulan ayahku adalah seorang yang berkecimpung tentang itu. Saat aku kecil, kuingat betul bahwa masyarakat desa sering berkunjung ke rumah kami. Di teras rumah yang tak terlalu lebar itu mereka duduk berkumpul membicarakan hal yang aku tak terlalu paham kala itu. 

Dari merekalah aku tahu bahwa ayahku adalah seorang PPL. Begitu mereka menyebutnya. Walaupun aku tak tahu artinya. 

"Betul ini rumah Pak Al yang PPL itu?" tanya salah satunya yang baru pertama kali berkunjung ke rumah kami. 

Oh, ayahku adalah seorang PPL. Berteman dengan banyak orang, sering mengajarkan cara-cara menanam, membagikan berbagai bibit. Itulah yang kutahu tentangnya. 

Kemudian kenapa hutan menjadi akrab denganku? Konon ibu bercerita. Saat aku kecil, aku menangis ingin ikut ayah kerja. Saat itu aku tak tahu kalau ayah pergi bekerja artinya pergi ke hutan atau melihat kebun warga. 

Hari itu jadwalnya adalah masuk hutan. Kau merengek ingin ikut. Akhirnya, ibu membekali ayahku sebuah tas yang berisi cemilan serta beberapa botol susu sebagai sangu. Sebuah tindakan berjaga mana tahu aku lapar saat di hutan. 

Katanya, kami pulang kemalaman. Hari itu hujan deras dan aku bersembunyi di belakang ayah tertutup mantel hujan model ponconya. Katanya juga, sejak saat itu aku sudah tak merengek ingin ikut lagi saat ayah pamit berangkat kerja. 

"Di rumah bae. Jauh masuk ke hutan. Gelap." kataku ketika ditawari ayah ikut kerja lagi. 


Puisi Tentang Hutan




Entah kapan tepatnya sebuah puisi karangan ayah ini dibuat. Memori yang masih tersimpan yaitu aku yang masih sekolah TK sering kali membacakan puisi ini. Pernah saat lomba atau ketika bu guru meminta kami tampil di depan kelas. 

Pada saat keluarga besar berkumpul di rumah nenek, biasanya saat lebaran, anak-anak diminta untuk menampilkan sesuatu. Baik itu nyanyian, tarian/joget, pokoknya apapun. Semacam ajang unjuk bakat antar sepupu. Setelah menampilkan kemampuan masing-masing, para nenek, tante, om, dan uwak biasanya memberi uang jajan atau makanan ringan. Semacam amplop THR anak jaman sekarang.

Tak usah ditanya apa yang kutampilkan. Tentu puisi karya ayah ini yang selalu jadi oncak

Baru ketika beranjak SMA aku mulai paham betul apa dan siapa ayahku. Ia yang mengawali karirnya sebagai Penyuluh Kehutanan atau biasa dipanggil masyarakat setempat PPL, kemudian adalah Patriot Rimba bagiku. 

Banggaku ketika pulang kampung di perbukitan wilayah Semendo. Seseorang menceritakan tentang ayah semasa muda. Melihat hijaunya bukit di sana membuatku senang. Puisi itu adalah cerita tentang pekerjaan yang dicintainya. Mulai saatku jiwaku bergelora ingin ikut melestarikan hutan.


Forest Talk with Blogger Palembang 


Sebuah notifikasi dari ponselku membuat mata berbinar saat itu. Ada sebuah acara bertajuk hutan. Kubaca bahwa acara itu bertemakan "Menuju Pengelolaan Hutan Lestari". 



Waaaah... Pas!!! 

Dengan cepat akupun mendaftarkan diri. Kemudian berharap menjadi salah satu yang mendapat undangannya. Aku penasaran apa saja yang akan dibahas sepanjang acara. Hingga akhirnya undangan yang kutunggu sudah tersenyum dalam emailku. Kubalas senyumnya lebar-lebar. 

Hari Sabtu, 23 Maret yang lalu akupun berangkat pagi-pagi ke Palembang. Jaraknya hanya 2 jam saja dari rumah ibuku di Karang Endah. Sudah kusiapkan dari minggu sebelumnya sejak undangan diterima. Ketika ijin sudah di tangan, aku pun berangkat. 

Sejak Jum'at aku sudah sampai di Karang Endah bersama anakku. Pagi-pagi kami berangkat dari Muara Enim. Sudah janjian dengan ibu untuk menitipkan Faraz pada hari Sabtu. Aku semangat berangkat karena acara ini memang sangat dinanti. Bersama adik dan ayah kami menuju lokasi acara, Kuto Besak Theater Palembang. 

Faraz dan Mama otw Karang Endah

Semacam mendapat hadiah besar rasanya ketika kuterima undangan untuk hadir ke acara itu. Betapa tidak, rasanya aku mungkin bisa mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di hati tentang usaha konkret pelestarian hutan itu. 

Tunggu sebentar, aku ceritakan sebuah rencana gila yang pernah kubuat. Inginku melestarikan hutan, kemudian kumulai sendiri. Hingga akhirnya tak jadi-jadi. 


Rencana Gila


Tamat kuliah tahun 2012 dulu, aku sempat memikirkan sebuah rencana 'gila'. Aku ingin menanam pohon sepanjang jalan dari Karang Endah ke Palembang. Pikirku, aku bisa berhenti di beberapa titik dengan jarak tanam yang sidah kutentukan, lalu membuat lubang tanam, dan voila!!! Tertaman satu pohon. 

Bahkan aku sudah mencorat-coretkan rencana gila itu di buku. Lalu kemudian agak buyar ketika kusampaikan pada orang dewasa lainnya. 

Katanya: memang itu tanah siapa? Maukah empunya tanah ditanami? Nanti kalau malah mengganggu jalan gimana? Mana tau jalan akan dilebarkan lagi suatu hari nanti. 


Ha Ha Ha. 
Memang gelora muda itu cuma modal mau. Akhirnya, pelan-pelan kumundurkan target setelah mendengar masukan dari ayah: Ajak orang lain. Buat komunitas dulu misalnya. 

Akhirnya lahir sebuah Fan Page Facebook yang kuprakasai: Keep Green Sumateraku

FP Komunitas yang kubuat dulu

Kalau diingat-ingat, saat itu aku nekat karena musibah kabut asap parah. Sekarang halaman di facebook ini vakum. Tak tahu harus kuapakan. Hingga akhirnya aku punya beberapa ide lanjutan untuknya setelah hadir ke Forest talk. 


Upaya Mudah Melestarikan Hutan 


Dari bincang tentang hutan tanggal 23 lalu itulah aku medapat banyak jawaban. Baru kutahu ada sebuah yayasan yang peduli perihal itu. Bahkan memiliki banyak koneksi dengan pihak lain dalam upaya pelestarian hutan ini. 

Sebut saja Yayasan Doktor Sjahrir. Ada Ibu Amanda Katili yang kemudian menceritakan bahwa hutan kita di Indonesia ini tengah sekarat. Sedih rasa hati mendengarnya. Berbagai fakta disampaikan dan aku melongo duduk di depan. 



Acara Forest Talk ini dipandu oleh Kang Amril Taufik Gobel. Urutan pembicaranya dimulai dengan Ibu Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia, lalu Ibu Dr. Atiek Widayati, dari Tropenbos Indonesia, ada juga Ibu Ir.Murni Titi Resdiana,MBA dari Kantor Utusan Khusus Presiden bidang  Pengendalian Perubahan Iklim, dan Bapak Janudianto dari APP Sinarmas.

Narasumber dan Moderator Acara


Ketika Ibu Atiek mulai menyampaikan paparan tentang keadaan hutan, serta memberikan data hasil penelitian terkait, aku sedih. Apalagi bagian koridor hutan di Kalimantan. Tentang habitat Orangutan yang rusak. Rasanya benar-benar terbayang kasihannya para Orangutan itu. Selama ini hanya dengar dan lihat dari infografis saja. Betul ada rasa kasihan dan sedih juga namun makin tersentuh ketika ada sesorang yang memang meneliti di sana kemudian menceritakannya. Seperti membayangkan aku ada di sana. 

Tapi, Bu Atiek menghibur sekaligus mengobati hati yang sedih ini dengan sebuah kalimat penuh semangat: Fokus kita adalah mencari solusi atas duka tersebut! 💪 


Mengenai keadaan hutan belantara yang memang semakin sedikit luasnya, kita tak bisa berbuat banyak. Rimba itu adalah bentukan dari berpuluh bahkan beratus tahun sehingga jelas tak mudah untuk mengembalikannya. 

Jangan marah ketika kemudian cadangan oksigen kita berkurang drastis ditengah jumlah manusia yang terus bertambah. Miris kan??? 

Lalu, apa yang bisa kita perbuat??? 

  • Mulai dari diri sendiri. Bisa mulai menanam pohon di sekitar. Memang tak akan menutup jumlah cadangan oksigen dari belantara, tapi lebih baik daripada dibiarkan menyemak saja. 
  • Mulai ambil/manfaatkan hasil hutan non kayu. Jelas kita butuh waktu untuk membesarkan sebatang pohon. Jadi, jangan ringan tangan menebangnya. Sudah ada HTI (Hutan Tanaman Industri). Jangan ditambahi dengan penebangan liar. 
  • Pakailah produk yang ramah lingkungan  Agar ekosistem tak cepat rusak. 
  • Kurang-kurangi sampah non-organik. Pakai kantung belanja dari kain misalnya, pakai sedotan stainless atau langsung minum dari gelas saja. 

Lihat, kita bisa melakukannya di rumah kan? Melestarikan hutan bukan hanya menyoal tanam pohon. Walaupun memang jika setiap orang menanam satu pohon tentu akan jadi lebih baik. 


Hasil Hutan dan Ekonomi Kreatif


Selanjutnya Ibu Titi bergantian menyampaikan tentang alternatif hasil hutan yang bisa dimanfaatkan.


Saat semua orang mulai mengincar produk kayu, Bu Titi membuat kami terpesona dengan alternatifnya. Dalam paparannya, ada beragam produk hasil hutan non-kayu yang nampaknya bisa diproduksi masal sebagai pengganti kayu itu.

Salah satu yang membekas di hatiku ketika beliau menyampaikan sebuah inovasi dari kelapa. Kulihat semacam papan yang katanya terbuat dari serbuk kayu kelapa yand di-pressed. Aku membayangkan sejenis multiplex nampaknya. Hmmm... Oke juga kan? 

Lalu, sabut kelapa. 
Jaman aku kecil masih sempat merasakan penggunaan sabut kelapa untuk jadi penggosok piring. Nah, dalam presentasi Bu Titi dari kelapa itu juga dibuat sabut namun dengan bentukan spons ala Scott bright. Jadi, sudah berbentuk modern. 

Ada juga gambar baju yang terbuat dari serat nanas. Hebat toh? Jika memang kemudian bahan-bahan alternatif ini membudaya marak digunakan mungkin kita bisa membuat hutan kembali rimba. Begitu bayanganku. 

Ah, seandainyaaa... 


Terakhir adalah cerita dari Pak Janu tentang program yang diusung oleh APP Sinarmas. Namanya DMPA (Desa Makmur Peduli Api).

Ingat pemantik rencana gilaku dulu? Asap. Gara-garanya ya api dari kebakaran hutan dan lahan itu. Ternyata penyebabnya bukan karena kekeringan semata. Lebih banyak disebabkan oleh 'kecelakaan' sengaja tak sengaja.

Kenapa kubilang sengaja-tak-sengaja? Karena budaya masyarakat yang membuka lahan untuk ditanami dengan metode bakar. Niatnya mungkin ya untuk bercocok tanam kelak. Dipilih lah musim kemarau agar proses bakar mudah, lalu karena kirangnya edukasi tak sengajalah jadi kebakaran. 

Nah, program DMPA ini mengedukasi masyarakat terkait hal bakar-membakar itu. Bahwa baiknya tidak melalui metode bakar melainkan tebas saja. Juga mendukung masyarakat desanya agar maju hasil pertaniannya dengan memberika pelatihan-pelatihan bernarasumber handal. 

Tak cuma itu, disepanjang acara ini juga ada pojok-pojok meja yang memamerkan barang-barang industri kreatif memanfaatkan dan mengombinasikan hasil hutan non-kayu. Ada juga pojok yang menampilkan hasil olahan limbah kayu. 

Mellin Gallery Palembang

Eco-Print dari Galeri Wong Kito 

Abon lele, Bubuk Jahe, Jagung dna Beras Organik (Binaan APP Sinarmas) 

Dengan melirik pada potensi hutan selain kayu ini, kita bisa melihat ragam alternatif yang tak kalah bagusnya. Lihat! Melestarikan hutan bisa dimulai kapan saja ternyata. 

Dengan melakukan hal-hal yang seringkali dianggap sepele itu ternyata memberi dampak hebat pada alam, khususnya ketersediaan hutan. 

Kemudian aku tahu, halaman Facebook yang kubuat dulu bisa dipakai untuk menyuarakan pesan-pesan ini. Mungkin aku tak harus menanami sepanjang jalan, melainkan melalui tulisanku akan kuketuk perlahan rasa peduli alam itu. 

Lestarilah hutanku! 

Terima kasih telah membuka wawasanku kembali melalui Forest Talk ini. 



***
Bae: saja (bahasa Palembang)
Oncak: yang dijagokan 

Kakak Bayi: Game Level 1 Komunikasi Produktif #Day12


Faraz dah jadi Kakak Bayi nih.
Sebenernya emang udah semenjak ada Adek  Fatih, anaknya Te Imel. Trus sekarang ada Adek Inaya. Senengnyaaaa...

Dari Karang Endah kemarin itu, aku sudah sounding ke Faraz kalau nanti di Muara Enim kita mau jenguk bayi.

"Faraz, nanti kita liat Baby yaaa..." kataku waktu itu.

Faraznya ketawa dan senyum aja. Dipikir aku becanda kali ya? Ha Ha Ha.

"Faraz nanti sayang baby ya. Kan Faraz tu Kakak Baby sekarang." kataku di lain kesempatan. Masih sounding aja terus.

Aku memang begitu. Untuk melakukan aktivitas baru atau kalau aktivitasnya sudah lama tidak dilakukan biasanya sounding lagi.

Niatnya biar dia ga kaget. Misalnya kalau mau pergi naik bus. Aku akan bilang oada Faraz soal itu minimal di malam sebelum berangkat. Bahkan seringnya justru sejak sehari atau dua hari sebelumnya.

Begitu pula tentang pergi menjenguk bayi ini. Alhamdulillah kakak sepupuku melahirkan. Mumpung masih di Muara Enim aku mau menjenguk sekalian.

Waktu kami sampai di sana, Faraz nampak salah tingkah. Dia mondar-mandir di seputar ruang tamu itu.

Ketika bayinya dibawa ke depan dan aku menggendongnya, Faraz senyum-senyum sambil mendekat.

Ayuk Lia, sepupuku yang baru melahirkan ini membolehkan Faraz mencium Baby Naya. Faraz pun menciumnya. Lucu sekali sayang tidak sempat diabadikan.

Aku sempat mewakili Faraz untuk menolak ijin cium bayi tadi. Karena aku takut bayinya kenapa-napa. Kan bayi itu sensitif, trus Faraz juga sudah sangat aktif. Takutnya ada kotoran di kulit Faraz atau Faraz terlalu keras cium bayinya.

Ternyata ketakutanku ditepisnya. Tak apa cium baby, begitu bahasa tubuh Yuk Lia. Akhirnya kubolehkan Faraz mendekat dan sukses cium lembut nan menggemaskan tadi.

Lalu, aku ajak Faraz duduk di sebelahku. Nampaknya dia senang melihat Baby Naya. Hihihihi...

"Sini Faraz duduk sebelah mama kalo mau liat baby." kataku padanya.

Duduklah ia sambil senyum-senyum menatap adiknya itu. Aku beri kode pada Papahnya Faraz untuk mengabadikan momennya.

Cekrek!

#hari12
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES