Jumat, Oktober 12, 2018

Si Gadis Cilik yang Memanah Bareng Pak Jokowi di Opening Ceremony Asian Para Games


Sumber : Instagram Jokowi @jokowi

Siapa yang tidak menonton Opening Ceremony Asian ParaGames 2018? Yang nonton pasti tau dong sosok gadis cilik yang cantik dan memukau seluruh penonton yang ada di Gelora Bung Karno. Gadis cilik ini memanah bersama Bapak Presiden kita tercinta Pak Jokowi.

Bulan Karunia Rudianti gadis cilik yang cantik dan menggemaskan ini berusia 10 tahun. Gadis cantik ini yang memanah bersama Pak Jokowi bersama-sama memanah dan mengahncurkan patung dengan kata "Disability" menjadi kata "Ability". Ability yang berarti kemampuan, kemampuan disini menggambarkan kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang hebat yang berkontribusi di acara Asian Para Games 2018.

Balik lagi bahas tentang gadis cantik ini, Bulan Karunia. Sebelum menjadi pengisi acara Opening Ceremony Asian Para Games 2018, Bulan sudah cukup dikenal oleh banyak orang. Beberapa bulan yang lalu, Bulan sudah terkenal karena ia mengirim surat kepada Bapak Jokowi yang viral di bebrapa media sosial. Bulan Karunia merupakan siswi SD asal Pekanbaru.

Isi surat yang dkirim Bulan Karunia kepada Pak Presiden kita Jokowi yaitu untuk meminta kursi roda untuk dirinya. Ia meminta itu lantaran Bulan tidak memiliki kaki. Alasan Bulan meminta kursi roda supaya Bulan dapat beraktivitas dengan nyaman. Tidak lama dari suratnya yang viral itu, akhirnya Bulan mendapatkan kursi roda yang Ia inginkan dari Pak Presiden kita.

Bulan Karunia sangat mengidolakan Pak Jokowi. Katanya Pak Jokowi ini baik karena selalu menolong orang lain. Sudah dibuktikan sendiri dengan balasan dari surat yang Ia kirim ke Pak Jokowi dan Ia mendapatkan kursi roda. Semenjak saat itu Bulan Kurnia semakin mengidolakan Pak Jokowi. Bulan Karunia ingin mendapat kursi roda karena Ia sering menonton di TV kalau Pak Jokowi sering memberi anak-anak sepeda.

Bulan Karunia sesosok gadis yang selalu terlihat ceria. Dapat kita amati saat dia menjadi pengisi acara lalu di Opening Ceremony Asian Para Games, gadis manis yang selalu menebarkan senyum kepada semua orang yang melihatnya. Gadis cantik nan manis ini memiliki cita-cita yang tak banyak orang tahu lho. Dapat dilihat di postingan Instagram dia @bulankarn, Bulan Karunia ingin menjadi seorang model. Dengan keterbatasan fisiknya tak menghalangi cita-citanya itu. Bulan Karunia tetap bertekad dan impiannya tetap kuat. Bulan Karunia juga selalu menunjukan prestasinya dengan mendapat juara dikelasnya. Bulan Karunia juga diketahui pandai menggambar lho. Bulan Karunia menjadi sosok yang memiliki mental yang kuat dan dukungan banyak orang, kini Bulan tumbuh menjadi sosok yang sangat menginspirasi. Bulan berhasil membuktikan pada banyak orang bahwa kekurangan bukan alasan untuk tidak bermimpi.

Saat ini kegiatan yang Bulan Karunia lakukan adalah berlatih memanah. Bulan Karunia  ingin menjadi atlet panahan dan menjadi atlet nasional yang akan membawa nama Indonesia di kancah Asian Para Games kelak.

Wah sungguh mulia sekali ya cita-cita Bulan Karunia. Semoga cita-citanya bisa terwujud dan kita pasti akan menunggu hasilnya ya! Semangat Bulan.


Senin, Oktober 08, 2018

SAFI Skincare Halal yang Mesti dicoba

SAFI Skincare halal 

Halo, Teman-teman.
Kali ini aku mau ngeracun lagi. Buat yang udah follow-followan di Instagram (@almawahdie dan @alma.wahdie) pasti udah liat instastory juga postingan foto aku tentang SAFI ini.

Keseruanmya berasa banget apalagi ada kak Suhay Salim yang kece itu. Nuh, aku intipin sekelumit foto pas acara kemarin ya...

Beauty blogger dan influencer Palembang

Jumpa adik BGK Sumsel dan Manda

Well, buat tau lebih banyak tentang keseruannya nanti bisa nonton di channel YouTube-ku aja ya. Karena di sini aku excited banget mau sharing tentang produk-produk SAFI ini.


My SAFI ❤

Produk SAFI yang kupunya adalah yang seri White Expert. Terdiri atas cleanser, skin refiner, essence, day cream, dan CC cream. Setiap produknya ini mengandung Habbatus Sauda dan juga OxyWhite. Ini yang membuat kulit jadi sehat dan glowing katanya.

Sekitaran seminggu lebih dikit aku pake skincare ini buat ngeliat gimana hasilnya di kulit mukaku. So far, aku suka produknya. Mari kita bahas satu per satu ya.


1. Purifying Cleanser



Ini dia kemasan cleanser-nya. Sederhana seperti kemasan cleanser pada umumnya ya. Tapi aku suka banget sama perpaduan warna biru muda dan putih gitu. Kece!

Ukurannya 50ml. Keterangan produknya bisa kamu baca di bagian belakang kemasan ini. Kandungan Habbatus Sauda dan Oxy White (Oxygeb + bio white) inilah yang berperan dalam hal mencerahkan kulit sebagaimana claimnya.


Teksturnya halus dengan bentuk krim seperti difoto ini. Aku paling suka aromanya yang wangi tapi tidak menusuk hidung.

Cara pemakaiannya sama seperti kalau kamu pake cleanser biasanya. Yaitu basahi kulit muka lalu kemudian ambil produk secukupnya dan mulai memijat di area wajah.

Kalau aku, setelah muka dibasahi. Aku juga membuat busa dari produk di telapak tangan. Walaupun memang ini busanya tidak banyak. Setelah itu barulah dibilas kembali dengan air.


2. Skin Refiner



Skin refiner ini selayaknya toner menurutku. Pakainya cukup dengan menggunakan kapas. Tapi aku pribadi lebih suka menggunakannya dengan cara ditepuk-tepuk saja tanpa kapas.


Sensasi yang dirasain setelah pake ini, kulit terasa segar. Bentuknya cair dengan warna kebiruan. Aromanya refreshing.


3. Ultimate Essence



Nah, kalo esen itu layaknya serum. Aku pakai ini setelah skin refiner meresap. Ultimate Essence ini kusebut serum aja ya hehehe...



Bentuknya krim tapi super cepat menyerap. Bener-bener aqua based. Kemasannya model pump gitu. Jadi enak aja makenya.

Buat semuka aku biasa ambil satu kali pumping aja. Udah cukup merata. Karena aku termasuk tim pengguna produk yang efektif. Asal udah merata dan teraplikasi sampe menyerap ya udah cukup menurutku.


4. Illuminating Day Cream SPF15PA++




Aku tuh paling males pake day cream sebenernya. Setelah drama kulitku yang dulunya jerawatan mulai membaik. Aku lebih suka pakai serum dan langsung ke make up stuff. Kaya BB cream atau langsung foundation.

Malah lebih bersahabat sama night cream daripada si day cream. Karena ga tau kenapa kalo pake day cream rasanya kulit tuh berat (?). Well, mungkin karena ku belum nyobain yang lain.

Nah, Day Cream SAFI ini seperti day cream yang kupunya. Sudah mengandung SPF sebagai pelindung dari efek menyeramkan dari paparan matahari.

Tekstur Day Cream ini ya krim. Hehehe...
Tapi dia lebih thick dibanding produk SAFI berbentuk krim yang kusebutkan di atas tadi. Jadi kesannya kaya milky gitu.

Yang kusuka dari day cream SAFI ini adalah aromanya dan formulanya yang cepat menyerap  Jadi ga merasa greasy dan berat di muka.


5. CC Cream SPF 24PA++



CC cream SAFI. Oh My Goodness!
Ini tuh bagus banget apalagi buat make sehari-hari menurutku. Soalnya dia formulanya ringan tapi rich. Nah loh!

Ini formulanya bagus banget. Kalo soal naturalnya mah jangan ditanya lagi yaa... Karena emang mengandung bahan natural dan seri yang kupake ini yang ada Habbatus Saudah-nya.



Ini warna dan tekstur CC cream SAFI yang kupake. Kusuka karena warnanya mirip under tone kulitku, kuning.

Pas dipake langsung lumer jadi mudah untuk di-blend. Pertama kali nyobain, aku blend pake spons basah. Tapi, setelah sering dipake, aku menemukan cara yang lebih efektif menurutku.

Aku blend-nya pake jari aja langsung. Ini membuat coverage-nya jadi makin nampak. Maklum, kulitku lagi banyak freckles entah karena apa. Mungkin hormon emak-emak kah? *kode minta perawatan* LOL

***

Nah, kelima rangkaian produk SAFI White Expert ini yang kupake selama hampir 2 minggu terakhir.

Rate yang bisa kusimpulkan untuk kelima produk ini adalah 8/10

+ Kusuka formula dan kandungan alaminya
+ Kusuka produk yang Research-based (karena terpercaya) 
+ Kusuka karena kehalalannya sudah terverifikasi
+ Kusuka kemasannya. Simple dengan pemilihan warna yang cocok. Garis silver bingkai logonya membuat makin bagus
+ Ku paling suka kemasan essence 


- Aku ga telaten pake Day cream jadi mungkin akan skip buat pemakaian selanjutnya.
- Tutup kemasan Day creamnya kayak yang ga bisa rapat. Jadi aku takut tumpah berceceran


Catatan:
2 hari pertama pemakaian muncul jerawat di rahang kiri. Pertamanya kukira efek salah satu produk. Karena kutahu ada beberapa produk skincare yang begitu. Either sebagai proses 'sinkronisasi/penyesuaian' atau sebagai tanda 'ga cocok'. Udah deg-degan aku tuh. Tapi kuharus pastiin itu karena apa, jadi aku lanjutin pake sampai batas waktu maksimal biasa aku nyobain produk (2-8 minggu).

Ternyata, kurasa itu karena hormonal. Soalnya besoknya tamu bulanan dateng hahaha... Lega.

Hasil setelah pake SAFI selama kurang lebih 2 mingguan,  kurasa kulitku memang agak lebih cerah deh. So, aku bakal lanjutin pake ini sampe sampe sebulanan dan update lagi ya...

Foto 7 oktober 2018, Skincare SAFI + powder and brows

Itulah review penggunaan SAFI White Series yang kulakukan selama 2 minggu ini. Buat kalian. Yang mau coba bisa langsung cek websitenya dan ke drug store kenamaan juga ada.

Bagus banget udah ada skincare halal yang udah teruji gini. Thank you, SAFI ❤

Kamis, September 20, 2018

L.tru: Tru Story of Fenita Arie di Palembang


Sabtu lalu, 15 September 2018, aku senang sekali rasanya bisa hadir ke acara L.tru: Tru Story of Fenita Arie. Udah kenal dong ya sama nama di atas? Istrinya Arie Untung itu loh. Kakak cantik yang baik hati.

Kok bisa ya aku bilang gitu? Kaya yang kenal banget aja??? Hahaha.

Well, honestly aku adalah penggemar Keluarga Untung ini. Aku subscribe channel mereka dan sukaaa banget sama keluarga ini. Jadi, ketika diundang untuk hadir di acara L.tru dan dibilang ada kak Fenita ya langsung seneng.

Tapi, ga bisa langsung konfirmasi bisa hadir sih. Mengingat ada si kecil yang tak gendong kemana-mana 🎢🎡🎢🎢

Memang saat ini aku belum bisa maksimal hadir ke beragam acara.

Dipertimbangkan dulu kira-kira pas ga waktunya, sesuai ga acaranya kalo ada anak ikut, dan poin penting adalah: diijinkan atau tidak untuk si anak dan guardiannya ikut. Biasanya nenek atau papanya, barangkali aku ga bisa handle di perjalanan gitu.

Apalagi kalo pas si kecil ga ada yang jagain. Jadi, aku bakal tanya dulu apakah boleh bawa anak atau tidak. Jika tidak, maka aku terpaksa membatalkan undangannya.

Kusampaikan lah kemungkinan boleh bawa si kecil atau tidak pada Kak Witha yang mengundangku waktu itu. Ternyata boleh katanya.

"Boleh say bawa aja baby nya." 😊

Waah, syukurlah. Artinya aku bisa dateng dan ketemu idolaku di sana.

My little baby boy

Alhamdulillah. Jadi deh ketemu Kak Fenita dan teman blogger Palembang lainnya.

Oya, pas menuju ke venue acara di 1000 Rasa Coffee Shop and Restaurant, The Arista Hotel, kami sekalian menjajal naik LRT. Pas banget ada stasiun terdekat dengan Hotel Arista itu.

Baca:

PERTAMA KALI NAIK LRT DI PALEMBANG



Sampe di venue, mataku langsung tertuju pada booth yang sudah rapi berjejerkan produk-produk L.tru. Gamis- gamis kece, potongan atasan, inner, dan juga hijab.

Walaaaah...
Ini mah rejeki banget Mama Faraz ketemu idola trus cuci mata liat yang keren-keren nih! Kali aja ada yang cocok di hati kan ya...

Booth L.tru

Setelah itu aku langsung cari kursi yang kosong dekat teman-teman yang sudah datang. Sambil menunggu Kak Fenita hadir, kami pun chit-chat sambil ngemil deh!

Teman Blogger Palembang

Berhubung sudah makan sama Papa Faraz sebelum ke venue tadi, aku cuma ambil salad buah. Segeerrrrr!!!

Penyajian dari 1000 Rasa Coffee Shop and BlRestaurant ini emang TOP. Pas banget L.tru milih venue-nya. Bakal nyaman buat nyimak rangkaian acara pastinya.


Ga berapa lama kemudian, Cek Poppy MC kondang dari Palembang yang membawakan acara pun bilang: Kita sambut Kak Fenita Arie dan Mas Arie Untung!!! 

Wuiiih... riuh tepuk tangan dan kita semua berdiri mau lihat dengan jelas. Kebetulan sejak acara mau dimulai tadi, Faraz udah diajak Papanya main ke Play Ground di bawah. Aku bisa wara-wiri mengabadikan momennya.

Minta fotoin Tanti nih.

Emang cantik banget aslinya Kak Fenita ini. Apalagi berbalut pakaian L.tru dari atas sampe bawah yang jatuhnya pas banget. Cocok sama perawakan beliau. Tiba-tiba aku merasa minder. Ahhahaa...



Etapi tetap minta selfie juga laaah...
Kapan lagi jumpa idola. Walaupun hasilnya blury huhuhu. Maklum kan rame jadi gantian gitu. Ga enak lama-lama yang lain juga ngefans sama beliau. Alhamdulillah.


Tru Story of Fenita Arie

Saat sharing session Kak Fenita bercerita tentang titik balik hijrahnya memakai hijab. Ini cerita beliau sekaligus menjawab pertanyaan dari Mbak Suzannita, salah satu blogger Palembang yang juga hadir.

Ketika mengalir kisahnya, ada bagian aku merasakan dingin di sudut mata. Mrembes mili kalo kata mbahnya Faraz tuh. Pengalamannya sangat menyentuh.

Sharing session with Fenita Arie


Bahkan aku juga tersentil ketika Mas Arie Untung berpendapat tentang hijrahnya istri beliau itu. Dengan cerita sembari guyon ala Mas Arie, beliau menuturkan bahwa istrinya berprogres menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Pernah di larut malam dilihatnya, Kak Fenita sholat. "Wah, mau tahajjud nih," ceritanya. "Eh, ternyata 4 rakaat. Baru isya," lanjutnya sambil tertawa. Kami pun ikut tertawa.



Buk! Aku tersentak malu.
Aku banget itu. Kadang masih sering kelupaan dan menjelang tidur baru deh isya. Syukurnya Mas Arie malah makin terus mendukung setiap progres itu. Masyaallah! Kuterharu!

Jadi inget sama suamiku yang tak lelah mengajari untuk tidak menunda sholat juga. Barakallah.

Suatu pengalaman yang sangat memorable karena bisa berada di acara L.tru ini. Semacam dapat pesan bahwa harus lebih giat lagi ibadahnya. Bismillah.


L.tru Gaya Modern Berhijab

Yang makin seru adalah ketika Mas Untung bilang bahwa ia paham dan mengerti tentang istrinya yang modis. Ketika berhijab mungkin membuat mati gaya, L.tru memberikan jawabannya.

Koleksi terbaru L.tru


Ga akan mati gaya walaupun berhijab apalagi ada L.tru ini. Kalau kata Kak Fenita: cutting L.tru itu beda. Dia punya ciri sendiri dan enaknya tu bagus pas dipake.

Yes, aku setuju.
Waktu hadir di acara ini pun aku mengenakan salah satu gamis L.tru dan ngerasain sendiri semua yang dibilang tadi.

I'm wearing L.tru

Yang kupake ini cutting-nya simple. A line gitu dengan dua kantong di depan. Ini kantong beneran loh ya, bukan gaya-gayaan aja. Nah, aku seneng baju yang gini soalnya biar praktis kalo mau simpen Hp atau benda kecil lainnya.

Maklum buibu kan ya...
Hihihi...

Bahannya emang enak. Seharian aku pake loh. Dari jam 10 berangkat ke venue, trus abis acara aku masih pake dulu jalan ke gedung seberang venue.

Inner ninjanya juga L.tru. Bahannya adem dan ngaret gitu. Tapi ga yang ngetat juga. Jadi ga bikin telinga kaya kejepit. Enak dipake pokoknya.

Aku termasuk yang milih-milih kalo harus pake inner ninja. Dan pake inner L.tru ini asli cocok. Nyaman ga bikin kuping sakit atau leher kaya kebekap gitu. Trus bahannya ga bikin panas atau gatel. Bagus banget!

L.tru mengusung cara berpakaian santun yang tetap modis dan elegan. Dengan kaidah tertutup, longgar, dan nggak nerawang tapi tetap kekinian. Jadi, udah ga akan takut mati gaya dong ya???^^

Baju-baju L.tru baik set atasan dan bawahan, ataupun gamisnya tuh enak buat di mix and match alias dipadupadankan. Jadi kita tetap bisa menampilkan sisi personal kita. Selera pribadi tetap bisa stand out loooh.

Menurut Kak Fenita sendiri, produk-produk L.tru tuh cocok buat newbie. Karena beliau sendiri merasa nyaman mengenakannya.

Alhamdulillah-nya, udah resmi dibuka juga L.tru di Palembang. Lokasinya di Palembang Icon Mall (PI) lantai 1 No. 61

Label busana L.tru (baca: Γ©l.tru) ini tuh disambut hangat di beberapa kota lain yang lebih dulu. Sebut aja di Jakarta, Padang, Batam, dan juga Banjarmasin.

Senangnyaa L.tru udah ada di kota kesayangan. Alhamdulillah.

Semakin banyak peminat L.tru dari penjuru Indonesia ditanggapi positif oleh L.tru. Rencananya L.tru pun akan merambah kota-kota lainnya di Indonesia. Demi menyajikan beragam pilihan busana santun yang fresh serta modern.

Lihat nih, kami pake L.tru looh...


Kalo kamu di Palembang, kamu juga bisa intip koleksi lengkapnya di L.tru yaaa...

Cuss aja ke:
Palembang Icon Mall. Lantai 1 No. 61
Jalan POM IX, Ilir Barat I Palembang
Telp : (0711) 5649351
Whatsapp : 0813-7923-3664

Intip dari IG @ltruofficial | @ltrustore juga di webnya www.ltru.co.id juga bisa nih!^^

Yuk, berbusana santun bersama L.tru^^



Bonus Silaturahmi

Salah satu kejutan yang ga disangka dan ga diduga adalah aku ketemu sama mbak-mbak seperjuangan.

Kiri ke kanan: Mbak Debi, Mbak Iis, Aku, Mbak Indah


L.tru mempertemukan kami kembali. Senangnyaaaa...

Terakhir ketemu Mbak Debi itu setelah bubar jadi LO Sea Games tahun 2011. Kebayang kan??? Udah berapa tahun coba? 7 tahun, Masyaallah!^^

Trus, sama Mbak Indah juga. Terakhir kayanya tahun 2012 deh ya. Tapi udah sempat ketemu sekali di Bulan Februari lalu. Tetap aja rindu masih bersarang.

Mbak Iis, ini yang jadi narahubung nih. Duh, dunia emang ga selebar daun kelor. Mbak debi, Mbak Iis, dan Mbak Indah ini sekantor ternyata. Kalo sama mbak Iis kita kenal karena sama-sama hobi nulis.

Niatnya silaturahmi sama teman blogger Palembang sambilan ketemu idolaku, Kak Fenita, eh dikasih Allah bonus silaturahmi juga sama para mbak cantik ini.

Alhamdulillah.

Aku padamu L.tru πŸ’Œ

Selasa, September 18, 2018

Pertama Kali Naik LRT di Palembang


Wuih, di Palembang sekarang udah ada LRT loh. Udah pada tau kan ya? Atau malah pengen tau LRT itu apa ya? Hehehe. Kayanya sih udah pada tau lah yaaa. Ini adalah cerita tentang pertama kali naik LRT di Palembang.

Kemeriahan Asian Games 2018 kemarin masih terasa sekali. Nah, salah satu faktor yang bikin meriah itu adalah keberadaan LRT (Light Rail Transit). Yaitu sebuah kereta ringan yang beroperasi bersamaan dengan moda transportasi lainnya di kawasan perkotaan karena LRT punya jalurnya sendiri.

Di Indonesia, hanya Palembang dan Jakarta yang memiliki LRT. Itupun baru resmi dipergunakan sejak saat perhelatan Asian Games lalu. Alhamdulillah ya, kemajuan bertambah pesat. Berasa di luar negeri karena kita punya kereta dalam kota. Uhuy!!!

Saat Asian Games kemarin LRT digunakan sebagai moda transportasi para atlet, official, dan awak media. Kemudian ada waktu-waktu tertentu yang juga dibuka untuk umum bahkan hari gratis ber-LRT ria.

Animo masyarakat sangat besar. Maklum ini adalah yang pertama di Indonesia kan yaaa...

Sampai-sampai dibilang 'culture shock' karena kurangnya edukasi ber-LRT. Ditambah lagi penuhnya kereta karena semua ingin coba naik. Rada serem pas liat foto-foto yang beredar.

Keinginan untuk ikut coba naik LRT pertama kali pun jadi melempem. Soalnya pengen ajak Faraz juga hahaha.

Akhirnya, jodoh emang ga kemana. Perhelatan Asian Games telah usai, dan kita mewarisi moda canggih ini. Keren! Akhirnya, aku pun memberanikan diri coba-coba naik LRT. Mumpung di Palembang. Mumpung ada Pak Suami kan ya...

Jadi ada backup kalo 'lelah'. Faraz? Ya ikut dooong...


Persiapan Naik LRT

Sebelum memutuskan akan menjajal LRT, aku cari informasi tentang jadwalnya dari IG @lrtsumselofficial dan ternyata memang ada perubahan jadwal dari jadwal Asian Games lalu.


Aku browsing-nya dini hari pas udah sampe di Stasiun Kertapati. Sambil menunggu waktu Subuh kami nyantai-nyantai di ruang tunggu stasiun. Yes, kami naik kereta api malam dari Muara Enim ke Palembang. Ini kali kedua loh. Sebelumnya pas masih hamil hehehe.

Baca:

HOTEL DI PALEMBANG BUAT STAYCATION: HADIAH ULTAH DARI SUAMI



Sekalian aku cari tau dulu nama-nama dan titik stasiunnya biar enak pas mau beli karcisnya, ya kan?

Menurut informasi yang kudapat dari artikel dan teman-teman, kita bisa bayar karcisnya pake e-money. Jadi, kalo kamu punya itu, pastiin ada saldo trus nanti tinggal di scan. Gitu.

Sayangnya e-money punyaku belum bersaldo dan dan masih dititipin. Ada satu lagi di mobil ayah buat bayar tol. Hahaa...

Tapi, tenang. Ga pake e-money tetap bisa naik LRT kok. Tinggal beli karcis di loket aja. Tarifnya Rp5000, kecuali ke Bandara SMB II Rp10.000.


Kami naik LRT dari stasiun DJKA (Opi Mall) menuju stasiun Bumi Sriwijaya (Stadion BS dekat Palembang Icon).

Untungnya waktu itu ga pake antre. Lagi ga rame. Padahal itu dah weekend loh, Hari Sabtu. Mungkin Minggu baru padat ya?


Udah dapet karcisnya, kita tinggal menunggu woro-woro alias pemberitahuan tentang kedatangan kereta. Jadi, kita akan tetap menunggu di ruang yang sama dengan lokasi loket karcis.

Sudah disediakan ruang tunggu yang nyaman sekali di sana. Rapi dan bersih. Toilet juga tersedia, bahkan ada ruang ibu dan anak (buat menyusui, ganti popok, dll).

Fasilitas di ruang ibu dan anak


Masih ada waktu sekitar 10 menit sebelum kereta datang. Aku ambil kesempatan ngintip sekitar. Nyoba ngintip ruang ibu dan dan anaknya. Begini lah tampilannya.

So far ya udah standar lah. Sayangnya ga ada AC padahal ga ada lubang ventilasi juga πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜” Ga cuma di sini sih, ada di Mall gede di Palembang aku pumping ASI, ruangannya non-AC dan tanpa lubang udara. Engap dan keringetan ngucur.

I wonder why???

Apa disangka ruang itu cuma buat ganti popok aja? Jadi disangka orang ga akan berlama-lama gitu? Trus, ga banyak orang yang pake kah jadi agak di'anak-tiri'kan??? Hmmm...

Sofa panjang, wastafel, matras buat ganti popok


Sayang banget pokoknya. So far, belum ngerasain ruang ibu dan anak yang comfy. Cuma pernah baca ceritanya Mbak Diba, di Bandara Soetta katanya nyaman banget. Bahkan ada Upang!

Upang ini terkenal banget dikalangan busui ya. Ini adalah alat buat steril barang-barang dengan teknologi canggih. Mantaps! Tapi aku sih belum coba. Ga pake Upang soalnya. Masih metode rebus aja. Hehehe.

Eh, jadi ngomongi Upang aja. Balik lagi soal LRT ya. Pas sampe stasiun ini aku ketemu Mbak Ira. Doi ini adalah salah satu blogger senior Palembang nih. Aku pribadi cuma kenal dari sosmed aja. Ketemu pun baru sekali hehehe...

Tapi, Mbak Ira ramah. Nampaknya doi lupa-lupa inget  hahaa. Ya maklum juga karena kan cuma sekali ketemu duluuu banget. Pas belum ada Faraz. Sekarang ketemu bawa Faraz.

Saatnya Naik LRT

Karcis udah di tangan. Aku ngobrol bentar sama Mbak Ira yang mungkin lagi nyoba nginget-nginget. Trus aku pamit nyamperin suami. Kasian juga duduk sendiri aja. Mbak Ira juga mungkin lagi ngerjain sesuatu.

Sambil nunggu itulah aku ngintipin fasilitas di stasiun dan ketemu ruangan ibu dan anak tadi. Kemudian berharap suatu hari udah dipasangin AC. Aaamiiin. 

Trus ga lupa foto-foto di dalam stasiun. Mumpung ada waktu dan mumpung sepi.




Ga terasa woro-woro udah kedengaran. Beberapa orang di ruang tunggu mulai merapat ke arah eskalator. Dan kulihat penumpang yang baru sampai lagi menuruni tangga manual.

Saatnya berangkat!!!
Excited banget karena baru pertama jadi penasaran hehee... Kalo di Singapura naik MRT yang ga berasa udah nyampe aja, aku penasaran kalo LRT gimana ya?

Suasana dalam LRT

Akhirnya nyobain LRT!!!
Hihihihi norak banget ya aku? Ga apa-apa asal tidak melukai orang lain. Halaaah.

Ini suasana di dalam LRT. Kami naik gerbong depan nih cerita. Simply karena asal naik yg kosong aja dan ga milih-milih (karena emang belum tau).

Pas baru naik banget aku motoin Pak Suami. 

"Mau ya difoto dulu. Buat dokumentasi di blog", gitu kubilang

Untungnya mau. Hihihi...
Terima kasih, Papah. 

Bersih dan rapi banget. Semoga terus terjaga.


Fleksibel penyambung antar gerbong (dikasih tau Papah)

Duduk di kursi prioritas karena bawa bayi


Senang sekali bisa menjajal LRT ini. Bisa lihat pemandangan kota Palembang dari atas. Kebetulan kita naik dari stasiun OPI, jadi bisa liat area JSC (Jakabaring Sport City) dari atas.

Oya, tapi memang lift-nya tidak beroperasi. Kami berjalan di walkway menuju stasiun di atas. Eh, betul itukah namanya? Jadi ini semacam rute manual tanpa lift/eskalator. Bentuknya lurus aja bukan bertingkat seperti tangga. Paham lah yaa...

Nah, pas sampai di stasiun tujuan yaitu Stasiun Bumi Sriwijaya, kami melewati jalan itu lagi. Tapi tidak sejauh saat di stasiun awal. Kulihat lift belum beroperasi juga. Mungkin beberapa waktu lagi karena memang moda ini masih terus dipersiapkan untuk lebih baik.

Semoga terus maju ya, Palembangku 😘


Catatan
Dilarang makan dan minum di dalam LRT ya. Soalnya kemarin dalam kereta ada ibu-ibu yang bawa bekal. Beliau keukeuh mau makan, ga akan bikin sampah katanya. Hiks.

Dipahami untuk dijalani yaaaa


Udah dapet warisan bagus gini sayang banget kalo tidak didukung oleh masyarakatnya. Jadi, ayo kita jaga agar LRT ini jadi moda yang nyaman selalu.

Walaupun mungkin memang tidak secepat MRT, tapi ini adalah sebuah langkah besar menuju kemajuan lainnya.

Dari Stasiun DJKA ke Stasiun Bumi Sriwijaya tadi kami tempuh selama kurang lebih 1 jam. 

Pastikan kamu tidak buru-buru atau dikejar waktu. Dan pilih jadwal yang aman. Jangan mepet. Meski kedatangan dan keberangkatan LRT selalu on time, baiknya kita sedia payung sebelum hujan kan?


Memang Faraz belum bisa menikmati pemandangan dari dalam LRT karena dia tidur. Tapi, Mamah dan Papahnya mewakili. Hahahaa...

Itulah ceritaku tentang pengalaman naik LRT pertama kali.

Terima kasih sudah mampir baca ya^^


Senin, September 17, 2018

NHW 7: Tahapan Menuju Bunda Produktif



NHW 7: Tahapan Menuju Bunda Produktif

Tak terasa sudah melewatkan minggu ke-7 karena NHW #7 sudah keluar dan harus dikerjakan. Materi minggu ketujuh ini penuh dengan informasi yang bikin kepala mengangguk-angguk. Lantaran memang penuh dengan wejangan dan lebih mengena ke praktek keseharian. Ditambah lagi dengan keterkaitan semua hal yang dijabarkan itu dengan materi-materi sebelumnya. Baru terasa kemana kaki ini mencoba melangkah.

NHW 7: Sumber Google Classroom Sumatera 3 (MIIP 6)

Sekilas nampaknya kok banyak sekali ya kerjaannya? Hihihii...
Tapi setelah diikuti setiap instruksinya malah jadi ketagihan. Langsung saja tanpa ba-bi-bu aku menuju link menuju tool online tes bakat sesuai yang disarankan dalam instruksi NHW, yaitu temubakat.com

Tampilannya homepage-nya mudah dimengerti. Berbekal penjelasan di soal NHW, aku pun ikuti tahapan tesnya. Berikut soal Nice Home Work (NHW) yang diberikan:

sumber: website temubakat.com via PC/Laptop

Homepage dari website ini sangat mudah dimengerti. Untuk mengikuti tes bakat, kita cukup mengklik tombol 'Ayo Cari Tahu!" itu. Kemudian kita akan diminta untuk mengisi formulir data sebagai pendaftar. 





Seperti gambar di atas untuk tampilan formulir isiannya. Untuk organisasi kutulis 'Ibu Profesional' sebagaimana diinstruksikan. Nah, bagian rekomendasi yang di bawah telah disepakati dari hasil diskusi di grup kelas, aku pun memilih 'guru saya; sebagai seseorang yang merekomendaikan untuk ikut tes tersebut. Kemudian, kita ikuti kalimat soal. Yaitu memilih 5 hingga 7 pernyataan yang tersedia. 



Perhatikan judul instruksi setiap soal yaaa...
Karena jangan kaget kalo opsinya sama^^ Mungkin begitulah cara pembuat tes memvalidasi jawaban kita dan menyesuaikan dengan indikator karakter. Nantinya indikator itu (yang kurasa) jadi acuan tergolong orang yang seperti apakah aku selaku peserta tes.


Fiuuuh...
Jadi ga sabar. Sebenarnya aku sudah ikut tesnya saat informasi NHW terbit beberapa hari lalu. Tapi agak membingungkan alias terkecoh dengan judul instruksi di tiap pernyataannya. Alhasil, aku pun memutuskan waktu yang tenang tanpa gangguan untuk bisa ikut tes ulang.

Dan ternyata betul- betul berpengaruh loooh...
Mengerjakan dengan tenang membuat kita lebih fokus. Memang hasil yang keluar menurutku cukup mewakili karakter dan keadaan serta aktivitasku saat ini.

Saat aku mengerjakan tes-nya tak lama kemudian hasil tes muncul. Ada pilihannya untuk mengunduh file tersebut juga. 

Tak lupa pula setelah kubaca hasil tes itu, kemudian mencoba mencari tahu bagaimana cara yang tepat untuk membaca hasil tes tersebut dalam bentuk file pdf. Nah, ini aku print screen dari lamannya langsung yaaa...


Seperti yang tampak pada grafik/ chart bahwa ada beberapa karakter yang mewakili kepribadianku serta peranan yang sangat cocok/ sesuai, sesuai, bisa namun kurang sesuai, dan sangat tidak sesuai. Dari hasil tes ini, dapat kita lihat mana saja hal yang merupakan kekuatan atau keunggulan diri kita. Begitu pula sebaliknya. Kira-kira begitu yang dapat diperoleh dari hasil tes ini.

Ada pula narasi singkat di bawah grafik tersebut yang menggambarkan penjelasan singkat tentang pribadi dan keunggulanku berdasarkan hasil tes. Sejauh ini bisa kubilang memang demikian adanya alias sesuai dengan apa yang kurasakan.

Wow! Keren sekali tool ini!
Seandainya sudah dari duluuuu sekali pakenya, mungkin bisa lebih mengeksplorasi keunggulan diri dan mengasah potensi yang mungkin ada namun belum terlalu tampak. Tapi toh tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar kaaan?

Tool penilaian diri ini bernama ST 30, singkatan dari Strength Typology. Menurut sumber dari laman web temubakat.com bahwa Assessment Tool ST 30 ini adalah Assessment tool dengan dimensi penilaian yang paling banyak di dunia. Dari sini kita bisa memilih peran yang akan digeluti sebelum akhirnya memilih jurusan yang akan ditekuni (untuk sekolah atau pun ranah kehidupan lainnya).

Andai lagi nih, ya.
Andai udah pake tool ini jaman lulus SMA. Minimal ga pusing ikut tes kemana-mana. Tinggal fokus ke tujuan yang paling sesuai dengan sifat dan keunggulan diri. Hmmmm....

Nah, mulai sekarang coba lihat kembali keunggulanmu, Al!!!
Tidak ada kata terlambat!!! (ceritanya menyemangati diri sendiri nih^^)


Bakat Peran

Sesuai dengan kaidah yang berlaku di tool tes ini, ada 30 bakat terkait peran seseorsng di dunia. Ketiga puluh hal itu dibagi berdasarkan 8 (delapan) bagian kelompok, yang disingkat menjadi STRENGiTeH (baca: STRENGTH).


  • Servicing (melayani orang)
  • Thinking (Otak kiri atas)
  • Reasoning (Otak Kiri Bawah)
  • Elementary (Motivasi diri inside)
  • Networking (Bekerja sama dengan orang)
  • Generating  Idea (Otak kanna/ intuitif)
  • Technical (Motivasi diri outside)
  • Headman (Mempengaruhi orang)


Diintip deh gimana itu hasilnya. Ternyata hasilnya terdiri dari bebarapa warna yang menunjukan mana saja yang cocok dan mana saja yang tidak. Lihat hasil tes peran bakat ini yuk!

Typologiku, hasil tes.


Bisa kita lihat ada warna hitam, merah, abu-abu, putih, dan oranye. Warna merah menunjukan bakat peran yang sangat sesuai dan sangat bersemangat dalam mengerjakannya. Warna putih menunjukan bahwa peran bakat tersebut biasa saja, dikarenakan mungkin belum pernah melakukan aktivitas di sini dan tidak ada yang istimewa dg sosial. sementara warna abu-abu menunjukan bahwa bakat peranku tidak sesuai dan akupun tidak bersemangat mengerjakannya. Lalu, warna hitam yang berarti sangat tidak populer. Terakhir, warna oranye yang menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan di bawah naungannya adalah yang sesuai dengan diriku dan kulakukan dengan bersemangat. hehehehe....

Seperti ini pengelompokannya kubuat:


Berdasarkan hasil tes ini aku bisa melihat di ranah merah, oranye, dan putih untuk kemudian aku perkuat kembali. Di kolom merah adalah potensi kekuatan bakat terbesar yang ada dalam diri saya, begitu keterangan dari hasil tesnya. Sehingga, bisa dilihat sebagai beikut:


Kelima potensi kekuatan ataupun keunggulan yang ada di dalam diriku ini menjadi Personal Branding yang bisa kuperkuat lagi. Seperti halnya creator,designer, dan educator yang memang merupakan bidang aktivitas yang kugeluti hingga saat ini. Jadi, bisa dibilang hasil tes ini sudah cukup mempresentasikan diriku sekitar 85%.

Keren kaaaan tool ini??? Kalian harus cobain juga deh! Ini bagus buat membantu fokus pengembangan diri kita agar bisa produktif sesuai minat dan bakat yang kita punya.

Selanjutnya, untuk mengonfirmasi kembali antara hasil tes ini dengan apa yang telah kulakukan dalam keseharian, maka kubuat dalam tabel kuadran seperti yang diajarkan di kelas:



Dari kuadran aktivitas yang kubuat dan setelah membaca hasil tes yang berupa pemetaan bakat tadi, juga dari review NHW sebelumnya, aku mengerti tentang pentingnya membuat catatan pekerjaan/ aktivitas secara detail. Seperti yang disampaikan oleh failitator di kelas kami, Mbak Mimi, bahwa semakin detail maka semakin baik. Karena nanti arahnya akan semakin terlihat. Apakah aktivitas kita tersebut bisa menguatkan potensi/ keunggulan kita atau malah sebaliknya.

Dari sini saya bisa memperbaiki, mana saja kegiatan yang harus saya tambah porsinya agar bisa membuat saya makin berkembang dan produktif, serta kegiatan mana yang harus dieliminasi karena tidak memberikan dampak yang berarti atau bahkan menghabiskan waktu semata.

Demikianlah yang saya peroleh dalam pengerjaan NHW kali ini.
Alhamdulillah, jadi punya ilmu lagi untuk mengenali diri lebih jauh.

Bismillahirrohmanirrohim.
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES