Minggu, November 25, 2018

Masanya ZenFone Max Pro M1, Limitless Gaming!

Beberapa waktu lalu sempat ramai lagi beranda akun sosial media yang menunjukan foto serta ilustrasi permainan anak-anak 90-an. Ada permainan lompat tali (ye-ye), cak engkling, layang-layang, atau ala-ala paint ball masa kini yaitu senjata bambu. Bahkan sekedar main tebak isi buah manggis saja sudah seru sekali terasa. Melihatnya kembali memang membawa nuansa rindu pada masa yang telah lalu itu.

Sumber: Facebook 

Beragam permainan seperti itu digolongkan ke dalam jenis permainan tradisional. Tak perlu teknologi khusus, hanya berbekal peralatan/ benda di sekitar saja.

Lalu, apakah di masa kecilku belum ada permainan dengan sentuhan tekno?

Eits, jangan salah. Aku tahu ada banyak mesin permainan yang tersedia di beberapa pusat perbelanjaan. Menggunakan koin khusus agar mesin dapat berjalan. Di tempatku kami menyebutnya, Bom-Bom Car. Mobil-mobilan yang bergerak menggunakan tenaga listrik (kurasa).

Sesekali pada saat libur ketika aku masih SD, ayah dan ibu mengajak kami ke kota. Sembari menengok nenek, kami pun mampir ke mall untuk naik Bom-Bom Car.

Naik Bom-Bom Car di Taman Mini tahun 2012

Begitu lekat memori yang tersimpan tentang Bom-Bom Car ini. Hingga aku dewasa pun masih terkenang rasanya pertama kali menaiki mainan mobil ini. Terbayang ketika pertama kali aku takut jatuh. Atau ketika aku berteriak lantaran mobil kami menabrak dinding bahkan menabrak mobil lain yang berada dalam arena. Sungguh memori yang indah untuk diingat!

Oya, menginjak SMP barulah aku berkenalan pula dengan game digital lainnya. Nintendo, begitu kubaca di layar saat mesin permainan itu dinyalakan. Canggih sekali bagiku saat itu. Ada banyak permainan yang bisa dilakukan hanya dengan satu mesin. Dan yang paling menyenangkan adalah kita sebagai pengontrol tokoh/ hal yang tengah bergerak di layar kaca dalam permainan itu.

Hahaha...
Harap maklum, memang aku tak punya benda itu. Hanya sesekali aku main tendo kepunyaan sepupuku itu. Hingga akhirnya ayahku punya HP dikemudian hari. Ada game ular (snake) yang sukses membuatku betah berlama-lama duduk memelototi layar HP ayah, berharap agar ularku tak mati menatap dinding.

Kalau diingat memang seru peralihan game yang kurasakan. Dari yang terlibat langsung bergerak sana-sini di permainan tradisional, lalu kemudian dikemas apik dalam genggaman. Betapa majunya perkembangan teknologi.

Dalam setiap permainan, baik tradisional maupun digital, selalu ada nilai positifnya menurutku. Game petualangan seperti yang kumainkan menggunakan nintendo sepupuku itu, Harvest Moon namanya. Melatihku berfikir bagaiamana caranya agar setiap target dan tantangan yang ada dapat kukerjakan dengan baik. Bahkan aku membuat target tersendiri agar bisa memyelesaikan permainan tersebut.

Berfikir kritis, itulah yang terlatih saat bermain game. Begitu pula game tactical yang menuntut pemainnya untuk jeli dan berusaha mengatur strategi supaya menang. Semuanya membuat otak bekerja keras. Tak heran banyak gamers yang pandai kognitifnya. Aku melihat fenomena ini sendiri. Barangkali ada riset terkait itu, aku belum tahu.


Era bergulir menyajikan pembaharuan dalam segala aspek. Termasuk pada game. Semula aku hanya bermain 'snake' di layar HP kecil berwarna kekuningan, akhirnya era baru dimulai.

Game Snake. Sumber: id.techinasia.com 

Dari sekedar HP (Hand Phone) biasa, dimana game sebagai pelengkap semata kemudian tersedia sebaliknya. Disematkan dalam Smartphone kemudian gaming menjadi fungsi utamanya.

Bagiku pribadi, aku ingin sebuah smartphone khusus gaming yang performanya prima sehingga lancar main game, berdaya tahan kuat dari segi baterainya, tampilan di layarnya ga bikin sakit kepala, dan satu lagi adalah kalasitas penyimpanan baik memori maupun storage-nya besar. Jadi makin lancar buat nge-game. 

Kabar baiknya adalah aku sudah mencoba langsung sebuah smartphone yang dikhususkan untuk gaming itu. Bahkan fitur dan kualitasnya melebihi harapan yang kusebutkan tadi. Game digital online dalam genggaman yang lumayan sering kumainkan adalah yang tipe balap-balapan. Dibanding game lainnya, balap mobil ini lebih familiar untukku. Selain itu, sisi girly memang sangat melekat padaku. Aku suka game ini karena bisa customize mobil yang kita inginkan. Hahahaha... Alasan receh yang menyenangkan!

Game online HP yang kusenangi


Ialah Asus ZenFone Max Pro M1 yang telah membesut Smartphone khusus Gaming berteknologi terbaik.

Teknologi pada smartphone ini sangat membantu para penyuka game (gamers). Terbayang jika sebelumnya bermain harus ke lapangan dulu, harus mengumpulkan banyak orang dulu, atau harus ke pusat perbelanjaan dulu, beli koin dulu???

Waaah, bisa-bisa tak pernah berkesempatan main lagi jika masih begitu keadaannya.

Game dalam genggaman tak melulu membuat gamers jadi kurang pergaulan. Karena nyatanya, bermain dalam genggaman menggunakan smartphone khusus game apalagi, tetap bisa dilakukan bersama. Online!

Keren kan????
Selanjutnya sudah kuputuskan untuk memilih smartphone khusus game yang mumpuni agar aktivitas gaming semakin menyenangkan. Dari pengamatanku dan pengalamanku pribadi, ZenFone Max Pro M1 adalah jawabannya.



Pada sebuah kesempatan dalam acara Asus Blogger Gathering di Palembang, aku mencoba langsung nge-game menggunakan smartphone khusus gaming ini. Hanya ada satu kata yang bahkam sebenarnya belum cukup untuk mendeskripsikan pengalamanku itu: WOW!!!

Kenapa bisa ter-WOW begitu? Karena Asus berani dan berhasil memberikan kualitas terbaik dalam Smartphone gaming seri Max ini. Sebuah ponsel yang diciptakan menjadi lebih baik, lebih canggih, lebih pintar, powerfull, dengan harga yang terjangkau: sebuah poin yang super penting lainnya ketika aku mengharapkan smartphone khusus gaming.

Kenapa aku ingin ZenFone Max Pro M1? Karena fitur-fitur yang disediakannya bukan main canggihnya. Dan perlu diingat tentang harganya yang super murah untuk kualitas yang diberikan itu.

3 hal dari ZenFone Max Pro M1 yang sudah cukup menghipnotisku adalah processornya, layar full view-nya, dan baterainya. Tapi, lagi-lagi Asus memberikan lebih. Inilah fitur terbaik yang kita dapatkan saat menggunakan ZenFone Max Pro M1:

1. Nge-Game Lancar Tanpa Macet


Sebuah ponsel pintar (Smartphone) khusus game tentu dibuat sedemikian rupa agar dapat memuaskan para gamers saat menggunakannya. Itulah yang diberikan oleh ZenFone Max Pro M1 ini: performa terbaik di kelasnya.

Sumber: asus.com

Coba lihat tampilan luarnya dulu. Walaupun secara spesifikasi ZenFone Max Pro M1 ini menitikberatkan kepentingan gaming, namun tidak sedikit pun melupakan sisi artistik penampilannya. Elegan!

Sumber: asus.com


Untuk menyokong kepentingan utama smartphone khusus game, tentulah processor yang digunakan menjadi pertimbangan penting.



Pada ZenFone Max Pro M1 ini ditanamkan processor octa core paling baru milik Qualcomm Snapdragon SDM636. Ini adalah processor terbaik di kelasnya. Jauh lebih baik daripada seri sebelumnya, Snapdragon 625. Snapdragon 636 ini dikeluarkan oleh Qualcomm tahun 2017 lalu. Disebut sebagai chip processor kelas medium terbaik dengan fitur selayaknya chip kelas premium, gaitu Snapdragon 800. Jelas saja langsung berhasil memenangkan hati peminat game.

Dilihat dari nilai AnTuTu-nya sudah bisa diketahui bagaimana performa ZenFone Max Pro M1 ini. Keren kan?

Penggunaan chip processor Snapdragon 636 ini juga meminimalisir panas yang biasa disebabkan karena kerja berat HP.


2. Tampilan Layar Sempurna


Layar yang digunakan pada ZenFone Max Pro M1 ini sangat memanjakan mata. Tampilannya membuat grafis dari game yang dimainkan semakin ciamik. Yaitu display hampir 6 inci berasio 18:9 dengan bodinya yang hanya 5,5 inci.

Sumber: Asus


Artinya, ada upaya pemaksimalan dalam memenuhi kebutuhan tampilan yang oke. Dengan ukuran ponsel yang kecil, namun tampilan layarnya luas membuat enak mata memandang. Disebut juga dengan teknologi Infinity Display, yang memang menjadi trend smartphone tahun 2018 ini.

Display layar ZenFone Max Pro M1 ini tepatnya 5,99 inci. Padahal ukuran ponselnya sendiri hanya 5 inci seperti yang kusebutkan tadi. Memang sensasinya berbeda ketika aku mencoba langsung. Jauh lebih enak melihat layar yang terbentang luas seperti itu.

Bayangkan untuk bermain game. Puas bukan?

Bodinya sendiri berbahan metal dengan sisi-sisi yang melengkung tipis. Sangat enak digenggam. Coba tebak berapa bobotnya? Tak sampai 200 gram. Hanya 180 gram saja. Tilis dan enteng! Betul-betul nyaman untuk dibawa kemana saja dalam aktivitas keseharian.


3. Baterai Kuat untuk Nge-Game Seharian


Apalagi kalau bukan daya tahan baterai yang masuk dalam daftar pertimbangan para gamers memilih smartlhone gamenya. ZenFone Max Pro M1 ini punya kualifikasi begini:

Sumber: asus.com

Kapasitas baterai-nya adalah 5000mAH. Dotambah kemampuan fast charging dengan fitur quick charging 4.0 yang hanya butuh sekitar 1 jam 20 menit saja untuk full lagi dari semula yang hanya tersisa 4%.



Dipakai nge-game intens bisa tahan seharian. Dari hasil uji cobanya mencapai 13 jam-an. WOW!

Nah, kalo.main gamenya yanh santai kaya aku biasanya game di Line, si Pokopang paling bisa sampe besok-besoknya lagi tuh. Gimana ga jadi idaman coba? Hehehe...


4. Perlindungan Keamanan


Nah, ini adalah fitur penting- nggak penting. Bagiku penting karena walaupun 'hanya' untuk game, toh ponsel adalah benda pribadi yang perlu dijaga. 
Fitur pemindaian wajah (asus.com)

Keamanan menjadi salah satu fitur yang disediakan ZenFone Max Pro M1 ini. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya teknologi fingerprint saja, ada juga teknolagi pemindaian wajah (face scanner). 


5. Kapasitas Bikin Lega


Nah, ini bagian crusial selain processor dan baterai bagi smartphone gaming. Memori! Perlu yang besar agar makin prima menjalankan beragam grafis yang seringnya bekerja serentak.

ZenFone Max Pro M1 ini menyediakan pilihan memori. Mulai dari 3GB, 4GB, dan 6GB. Begitupun untuk pilihan internal storage-nya. Jadi, ada 3 pilihan Asus ZenFone Max Pro M1: 3/32 GB, 6/64 GB, dan 4/64 GB

Asyik main game balap saat meenjajal ZenFone Max Pro MI 1

RAM 3 GB jaja tuh sudah cukup, apalagi yang 6GB kan?
Jangan heran kalau aku puas-puasin nge-game pake ZenFone Max Pro MI 1 hari itu. Mumpung ada kesempatan kan ya, sekalian aku bisa membuktikan sendiri kecanggihan semua fiturnya.

Memori yang besar ini benar-benar bikin lega. Main game tanpa macet-macet pokoknya. Puas sekali rasanya.



6. Slot 3 Kartu


Sebagaimana smartphone masa kini yang rata-rata bisa menggunakan dua kartu. Begitu pula dengan ZenFone Max Pro M1. Kerennya adalah tersedia 3 slot kartu.

sumber: asus.com

Tidak hybrid seperti smartphone kebanyakan. Jadi, kita bisa menggunakan dua kartu provider dan kartu external storage (memori tambahan) secara bersamaan. Kemudian kedua kartu provider tadi bisa diatur untuk jaring 4G bersamaan pula. WOW!!! WOW!!! Untuk penambahan kapasitas memori sendiri bisa mencapai 2TB. Udah macam external hard disk yang gede itu kan?


7. Foto Bening


Nah, ZenFone Max Pro M1 juga tetap memanjakan pemiliknya dengan teknologi kamera yang tetap memesona. Walaupun fokusnya adalah untuk gaming, tapi hasil foto tetap bersih nan bening.

Tak ketinggalan tren, Smartphone gaming ini juga menerapkan 2 kamera di belakang. Masing-masing 13MP dan 5MP. Sehingga hasil bokeh pada foto pun tercipta. Dilengkapi pula dengan LED flash. Kedua kamera belakang ini ditempatkan secara vertikal. Membuat komposisi yang sedap dipandang mata juga.

Kamera belakang disusun vertikal


Khusus untuk ZenFone Max Pro M1 yang 6/64GB, baik kamera depan maupun belakangnya beresolusi 16GB. Mantaaaaap!

Sumber: asus.com


Yakin bersih nan bening deh hasil fotonya. Aplikasi kamera pada ZenFone Max Pro MI 1 ini sudah bawaan dari sananya. Yaitu Snapdragon Camera. Fiturnya kurang lebih serupa dengan aplikasi kamera pada umumnya sehingga mudah untuk dipahami.

Ada beberapa mode foto yang bisa ditangkap menggunakan kamera di HP ini. Antara lain, mode Auto, potrait/ bokeh, HDR, dan flower (macro). Sudah sangat lengkap bagi yang suka 'ngulik' fotografi.

Hasil foto dengan kamera depan ZenFone Max Pro M1 

8. Pure Android terbaru


Pada HP keluaran Asus biasanya menggunakan custom UI (User Interface) miliknya sendiri, yaitu ZenUI. Ini adalah HP Asus pertama yang menggunakan UI Pure Android 8.1 terbaru. Dikenal dengan Operation System Android Oreo.

Dengan menggunakan UI pure android ini, kapasitas ruang pada ZenFone Max Pro M1 semakin maksimal. Lantaran tidak ada aplikasi tambahan yang terinstal selain aplikasi basic pengguna HP. Jadi, sangat bersih.

Selain itu, pada sistem android oreo ini proses booting jadi lebih cepat. Jadi ketika HP dalam keadaan mati kemudian kita nyalakan, tak butuh waktu yang lama untuk menunggunya siap digunakan.

Serta beragam keunggulan OS (Operation System) Oreo lainnya. Yang jelas keamanan di Googls Play Store diklaim aman oleh Google langsung.



Dari beragam fitur unggulannya ini, pantas saja ZenFone Max Pro MI 1 ini diunggulkan dan jadi idaman. Walaupun aku bukan gamer berat, spesifikasinya jelas sangat hebat. Ibaratnya tuh ya: untuk kerja berat aja dia bisa maksimal apalagi kerja santai. Lagi juga, kalau kupunya ZenFone Max Pro MI 1 nanti pasti akan saaaangat berguna dan jadi idola. Kan orang rumah gamer sejati. Jelas ini adalah Smartphone gaming idaman keluarga banget deh!

Oya, untuk lebih jelasnya terkait fitur dan spesifikasi lainnya dari ZenFone Max Pro M1, bisa lihat di tabel ini:



Tenang saja, kita bisa punya smartphone ZenFone Max Pro MI 1 ini kok. Karena harganya mulai dari 2 jutaan saja dan sudah tersedia di pasaran Indonesia. WOW!!!

Inilah masanya ZenFone Max Pro M1, Limitless Gaming!

5 Fakta Tentangku, Alma Wahdie



Sudah sampai hari ke-enam tantangan 30 hari menulis. Ternyata benar-benar menantang. Nggak setiap saat aku bisa duduk menulis. Biasanya sih minimal seminggu sekali terbit satu artikel. Kalo boleh buka rahasia, itu ditulis secara menyicil. Hahahaa...

Untuk satu artikel biasanya butuh 3-4 hari. Setiap harinya dicicil pada jam tidur Faraz di siang hari. Bagaimana malamnya? Ya, kalau ada kewajiban mendekati tenggat barulah kulanjutkan. Selebihnya didominasi oleh pekerjaan rumah tangga yang memang tak disentuh saat lagi main bareng Baby F.

Well, berhubung doi udah anteng tidur, mari kita lanjutkan cerita santai hari ini. Berbekal tema: 5 Fakta tentang diri sendiri.

Wohooo!!!
Yang bikin sulit adalah memilih 5 saja. Karena faktanya ada banyak hal tentang diriku. Mungkin yang perlu diketahui adalah yang kusebutkan di bawah nanti.

Kenapa Teman-teman perlu tahu?
Biar makin enak aja kita berteman #eaaa

Maksudku, semacam kisi-kisi bahwa "Oh, Alma tuh begini yaaaa."

Untuk info aja sih. Syukur-syukur juga bermanfaat dalam hubungan silaturahmi kita. Meminimalisir kesalahpahaman bisa jadi. Langsung aja aku sebutkan 5 Fakta tentang Alma Wahdie:

1. Ambivert

Ya. Aku adalah seorang Ambivert. Kalau Teman-teman belum tau apa itu Ambivert bisa baca di sini. Secara singkat, Ambivert itu adalah gabungan antara Introvert dan Extrovert.

Jadi, kalau kadang kalian baru bertemu denganku lalu merasa kikuk, mohon maaf dan harap maklum ya. Aku butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan hati. Cieleee...

Pernah aku baca komentar (bukan untukku sih), "Ah, dia mah ramenya pas di dunia maya doang. Pas ketemu mana? Ga sesuai banget!"

Aku ya sedih bacanya. Soalnya kumaklum bahwa mungkin sesorang yang disebut itu adalah seorang Introvert. Artinya bukan karena ia tak ingin membaur, tapi ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ia tak mau juga menciptakan kekikukan seperti itu, tapi apa daya dia pun merasa tak nyaman.

Atau sebaliknya, Temanku pernah bilang: "Alma mah enak, mudah bergaul. Orangnya rame." Alhamdulillah sih. Tapi sebenarnya tidak begitu. Ada kondisi aku merasa tak nyaman berada di keramaian dan memilih untuk jadi pengamat lalu memutuskan kapan waktunya bicara dan merespon layaknya seorang Introvert.

Karena sebagai seorang Ambivert, aku seringkali kebingungan. Kalau kalian baca sumber artikel yang kusebut tadi, sedikit banyak akan paham. ^^

Intinya, plis jangan bingung dan jangan risau. Kalau tetiba merasa, eh Alma di chat renyah loh. Tapi pas ketemu kok kayak biasa-biasa aja. Atau bahkan kayak cuek gitu? Maaf bukan berarti sombong ya kalau tak belum berbaur. Beginilah adanya seorang Ambivert.

Fun fact-nya adalah aku seorang ambivert yang kadang kesulitan ketika muncul sifat Introvert dan extrovert-nya tapi sangaaaat suka berteman. ❤


2. Susah Mengingat Nama/ Wajah

Entah karena memang jaringan di otakku ada yang konslet, atau sudah pembawaannya seorang pelupa. Aku termasuk orang yang susah mengingat nama dan/atau wajah. Utamanya saat baru pertama kali berjumpa.

Sadar akan kekuranganku itu, aku mulai menemukan tips jitu untuk mengatasinya. Misalnya, saat menyimpan nomor kontak teman yang baru kujumpai, aku akan menuliskan embel-embel lokasi kami bertemu/ komunitas dimana kami saling terhubung/ bahkan nama anak dan pasangannya.

Well, lucky me, it works!

Contohnya, nama kenalanku (kemudian kami berteman akrab) dimana suami kami adalah rekan kerja, aku menuliskan kontaknya berikut nama suaminya, atau anaknya. Tergantung mana yang saat itu kujumpai dan berinteraksi denganku.

Mama Dafa - Mbak Eni UT
Te Lisa UT
Te Imel UT
Mbak Ping UT
Mbak Widi UT
Bicik Dona Blog
Mbak Flo Blog
Faisol Blog
dst. 

Ini cukup membantuku mengingat nama. Beruntungnya sekarang hampir semua kontak Hp terhubung dengan akun WhatsApp. Ada foto profilnya yang ikut membantuku mengenal wajah.

Tapi, untuk yang baru bertemu dan kenalan sekali tanpa simpan kontak atau tukar-tukaran info akun sosmed, biasanya susah untuk diingat.

Terjadi lagi untuk kesekian kalinya. Waktu itu aku berkenalan dengan calon tetangga baru nanti. Sedikit mengobrol bahwa ia berdagang ikan di pasar dan cerita ringan lainnya. Sebut nama juga bahkan.

Tragisnya, suatu pagi aku ke pasar dan beli ikan di lapaknya. Dia menyapa dengan ramah, kusambut begitu pula. Lalu ia membersihkan ikan yang kupesan sambil bertanya kapan aku akan menempati rumah di dekatnya itu. Masih dengan tersenyum aku menanggapi, namun mungkin nampak kerut di dahiku bahwa aku sedang berpikir siapa dia.

Kok bisa tahu aku akan pindah nanti? Itu yang ada di benakku.

Mungkin melihatku ragu menjawab lebih jauh, juga bahasa tubuh yang seolah tak mengenalinya, ia pun melanjutkan pekerjaannya dalam diam. Hingga akhirnya pesananku disodorkan aku baru teringat. Kemudian meminta maaf bahwa aku lupa.

Segaris senyum pun merekah di wajahnya. Katanya dia pikir bahwa dia kira salah menyapa orang. Lantaran aku yang nampak ogah-ogahan menjawab. Dan sedikit bingung (karena aku sambil berpikir mengingat siapa dia). Oalaaaah...

Untunglah ia berbesar hati memaklumiku dan memaafkan sikapku itu. So, Teman-teman kalau pernah aku bersikap begitu silakan ditegur ya. Bantu ingatkan aku karena otakku lemah soal beginian. Hehehe...


3. Malas Pakai Kacamata Padahal Rabun

Karena Baby F sudah semakin aktif, Alhamdulillah, aku pun mulai enggan berkaca mata. Sedikit-sedikit dia tarik dan jatuhkan kacamataku. Padahal, kondisi mataku tidak sehat.

Aku menderita rabun jauh. Minus 1,75 tepatnya. Tidak terlalu besar dibanding mungkin penderita rabun lainnya. Tapi cukup sering membuat kesalahpahaman karena aku tak bisa melihat jelas tanpa bantuan kacamata itu.

Pernah dari jauh temanku sudah sumringah tersenyum padaku. Tahu bagaimana kelanjutannya karena aku tak mengenalinya tanpa kacamata. Fiuh! Sempat dia marah karena merasa diabaikan.

Beruntung ia adalah teman yang sudah tahu bahwa aku rabun. Dia menghibur dirinya sendiri dengan memaklumi responku yang terkesan abai tadi. Tapi tetap bersungut menyayangkan aku tak mengenalinya.

Bayangkan jika terjadi dengan orang lain yang tak tahu keadaanku. Alamat dibilang cuek bin sombong mungkin saja. Untungnya sekarang aku memanfaatkan soflens, sehingga tetap bisa beraktivitas dengan Baby F tanpa ditarik-tarik dan melihat dengan jelas.

Walaupun ada kalanya aku tak bersoftlens, sehingga kesalahpahaman itu masih terjadi.


4. Menelepon Seperlunya

Setiap bulan aku beli paket data internet dan mendapatkan bonus telepon. Tapi, aku jarang menelepon. Mungkin karena kepribadianku yang Ambivert itu, kadang aku merasa canggung untuk bertelepon ria. Apalagi jika yang kutelepon adalah orang yang tak terlalu dekat denganku.

Jangankan mereka yang tak terlalu dekat, pada keluarga saja aku menelpon seperlunya. Hanya pada ibu aku agak lebih sering menelepon. Karena aku dekat padanya. Dengan adik-adik kandungku saja tak semuanya sering kutelepon. Hahaa...

Boro-boro dengan yang lain kan ya??? Lha wong dengan suami aja aku nelpon seperlunya aja. Aku lebih nyaman menuliskannya dalam chat WA (jaman now). Kalau dulu mah sms yaaa...

Entahlah. Aku bingung kalau menelepon mau bilang apa? Kesannya kebanyakan basa-basi: lagi apa? Sudah makan apa belum? Dan pertanyaan sejenisnya yang aku sendiri 'geli' jika ditanya begitu.

Jika rindu, sayang, dan beragam rasa di hati itu aku lebih suka mengekspresikannya dalam untaian doa. Berharap didengar-Nya. Bukan karena gengsi tak mau bilang atau jaim. Bukan. Jawabannya kembali lagi ke perasaan nyaman di hati.

Aku tak nyaman berlama-lama di telepon hanya untuk tanya basa-basi begitu. Seperlunya saja. Mungkin ketika aku merasa begitu, pribadi introvert-ku mendominasi.

Paling bisa aku berlama-lama menelepon sahabatku. Mungkin karena merasa dekat semakan, seatap, dalam kurun waktu yang ga sebentar, makanya aku merasa nyaman berbincang. Lagi pula semacam tahu sama tahu sehingga kami tak menanyakan pertanyaan template basa-basi seperti tadi. To the point aja!



5. Jujur Lidah

Ini julid alias jujur lidah dalam arti sebenarnya yaaa... Bukan julid yang berarti nyinyir. Big No-No!

Sudah kebiasaan karena lingkungan dan didikan nampaknya, aku tuh sangat jujur ketika menyampaikan apa yang kurasakan, menyampaikan pendapat/respon pada orang, menyampaikan keluhan, dll. Entah ini buruknya atau baiknya, hasilnya adalah sakit.

Iya, sakit. Ibarat kata orang tuh: omongannya pedas, tapi ya benar (ketika sudah diresapi baik-baik tanpa baper pastinya)

Kenapa tadi sempat kusebut entah baik atau buruk sifatku yang terlalu jujur dalam penyampaian itu? Karena beberapa teman merasa bahwa apa yang kusampaikan itu sangat bermanfaat sehingga berterima kasih padaku. Wow ga tuh?

Ketika mereka bercerita dan meminta respon, aku merespon dari beragam sisi. Kebiasaanku adalah mengajak mereka untuk membuka mata, melihat semua kemungkinan hingga yang terburuk sekalipun. Plus contoh dari pengalamanku biasanya. Sayangnya, tak semua orang tahan mendengarkan potensi buruk yang kuasumsikan begitu. Ada yang hanya ingin mendengar yang manis-manisnya saja lalu kemudian menangis dan 'libur' berinteraksi denganku.

Mungkin butuh waktu untuk meresapi nasehatnya. Karena biasanya kemudian hari datang kembali. Berterima kasih.

Sebenarnya, aku tak akan sejujur itu hingga membeberkan banyak kepahitan yang seringkali membuat sakit itu pada setiap orang. HANYA pada mereka yang kukenal dekat saja kok. Pada sahabatku dan adik-adikku saja biasanya. Itupun hanya ketika mereka meminta respon/pendapatku. Jika tidak, ya aku tak akan ber-jujur lidah begitu.

Toh, ke orang lain aku tak mungkin berani begitu. Salah satu alasannya ya karena aku Ambivert. Boro-boro ngurusin orang lain, untuk bisa berbincang santai aja syukur. Bingung? Plis jangan bingung yaaa...


Bonus: Selalu Bawa Air Minum

Meminjam istilah yang sering disebut Seli, teman sekamarku dulu, bahwa aku ini onta. Hahahaa...

Karena kuat minum, dikit-dikit haus. Jadilah kemana pun aku sedia air minum. Buat berjaga kalau saja di sekitaran sedang tak ada penjaja minuman.

Jangan heran kadang tasku berat. Karena ada botol air minum. Bahkan sudah bawa dari rumah, aku biasanha beli lagi. Hahaha...


Itulah rahasiaku: 5 Fakta tentang Alma.
Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan kali ini ya. Be yourself!

#BPN30DayChallenge2018
#bloggerperempuan
#Day6

Kamis, November 22, 2018

Arti Sebuah Nama [Blog]



Penting ga sih punya nama? Ya penting dong. Walaupun konon pujangga berkata: "Apalah arti sebuah nama".

Nama itu perlu. Selain untuk sapaan atau panggilan, dalam nama biasanya disematkan doa serta harapan. Termasuk untuk sebuah blog ini. Aku berikan ia sebuah nama.

Sebenarnya, nama blog-ku ini adalah yang kedua. Awal blog ini dibuat, aku masih asal-asalan menamainya. Lalu, kemudian saat aku memikirkan sebuah header yang apik, blog ini pun berganti nama baru. Hingga hari ini permanen seperti itu, Love and Share.

Nama pertama yang kuberikan untuk blog ini adalah Steaming Pot. Karena kusuka segala makanan yang dimasak dengan cara di-steam (kukus). Sementara Pot artinya bejana atau wadah. Jadi, maksudku adalah blog ini adalah wadahku menuangkan segala sesuatu yang kusuka.

Seiring berjalannya waktu, aku menemukan keindahan saat menuliskan setiap artikel di blog ini. Entah kapan tepatnya, aku sudah lupa, aku pun mengganti nama blog ini menjadi Love and Share.

Karena aku senang berbagi (share) hal yang kusuka (love). Kira-kira begitu artinya secara gamblang. Masih satu 'ruh' dengan Steaming Pot sebenarnya. Hanya saja nama Love and Share bisa langsung menggambarkan tujuan, doa, dan harapan yang kusematkan pada blog ini.

Selain karena aku suka berbagi, tentu saja aku juga berharap agar tulisanku ini disukai dan bermanfaat sehingga dibagikan terus-menerus. Semua doa dan harapan itu bersemayam dalam sebuah nama. Itulah arti dari nama blogku.

#BPN30DayChallenge2018
#bloggerperempuan#
#Day3

Raiku Anti Aging Series Melawan Tanda Penuaan Dini


Usiaku udah lewat kepala 2 tapi belum masuk kepala 3 juga. Jadi, sebenernya perlu ga pake skincare anti aging? Setelah riset baca sana dan sini, akupun memutuskan untuk coba pakai produk Skincare Raiku Anti Aging Series untuk melawan tanda penuaan dini.

Kan namanya juga 'anti' berarti untuk pencegahan dong ya. So, ga nunggu tua dulu baru dirawat. Lebih baik rawat dari sekarang biar penuaan kulit bisa diminimalisir. Bukan artinya ga akan menua loh yaaa...

Kita bisa banget punya kulit kencang, cerah, walaupun usia terus bertambah. Karena usia kulit itu sangat bergantung dari perawatan yang diterimanya.

Sadar akan hal itu, aku mulai merambah anti aging series ini. Mencegah itu jauh lebih mudah toh?


Raiku Anti Aging Series


Dalam satu set produk skincare Raiku ini sudah lengkap banget. Mulai dari produk cleansing, refreshing, moisturizer cream, juga serum.

1. Raiku Cleansing Cream
2. Raiku Cleansing Foam
3. Raiku Anti Aging Toner
4. Raiku Anti Aging Serum
5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream

Jadi, total ada 6 produk dalam satu set perawatan Raiku Anti Aging Series ini. Nah, aku bakal kasih tau detail produknya juga kesan kesan pemakaianku selama lebih dari 10 hari pertama.


1. Raiku Cleansing Cream


Sesuai judulnya, salah satu produk cleansing dari Raiku ini bertekstur krim. Ini dipakai sebagai rangkaian paling awal untuk membersihkan sisa-sisa make up dan juga kotoran yang mungkin masih menempel di kulit wajah sebelum akhirnya dicuci. Penggunaannya memerlukan kapas sebagai media hapusnya.


Saat dipakai rasanya langsung mencair di kulit. Aku ratakan sambil sedikit digosok di area yang kurasa agak banyak lapisan. Aku pakai ini untuk menghapus make up by the way.

Hasilnya, satu kapas full terangkat foundation, lipstick  dan eye makeup yang kugunakan. Aku pakai sedikit lagi di bagian pipi untuk memastikan semua sudah bersih. Di kapas kedua, benar-benar hampir tak ada noda lagi. Artinya semua kotoran dan residu makeup di wajahku sudah terangkat. Nice job!

Sensasi setelah pakai cleansing cream ini agak sedikit lengket rasa di kulit. Itulah sebabnya dalam rangkaian skincare Raiku Anti Aging Series ini dilanjutkan dengan cuci muka menggunakan produk selanjutnya.


2. Raiku Cleansing Foam


Tahap kedua yaitu masih menggunakan produk cleansing dari Raiku, yaitu Cleansing Foam. Penggunaannya adalah sama seperti sabun pembersih wajah pada umumnya. Boleh dibilang mirip tekstur sabun cair. Kental tapi nampak foamy jika terkena air.



Dua tahapan cleansing Raiku ini membuat kulit terasa ringan bahkan baru di tahapan ini. Seperti deep cleaning gitu kesannya.

Untuk pengaplikasian produk cleansing foam seperti ini, aku biasanya membasahi kulit wajah terlebih dahulu. Kemudian ambil produk secukupnya dan dibusakan di telapak tangan. Barulah dengan gerakan memutar aku ratakan di seluruh bagian kulit wajahku. Setelah beberapa menit disertai gerakan pijatan juga, baru aku bilas dengan air. Selanjutnya keringkan kulit wajah menggunakan handuk untuk masuk ke tahap berikutnya.


3. Raiku Anti Aging Toner


Toner Raiku Anti Aging Series ini bentuknya cair seperti toner pada umumnya juga. Yang kurasakan saat memakainya sejak pertama adalah produk ini sama sekali tidak ada aromanya.

Kalai biasanya produk toner itu ada aroma seperti citrus dan sedikit wewangian, Raiku Anti Aging Toner ini tidak sama sekali. So far, itu tidak mengganggu bahkan aku suka kok.

Untuk pengaplikasian toner sendiri, aku lebih suka dengan cara menuangkan produk secukulnya di telapak tangan. Lalu kemudian aku ratakan di seluruh bagian kulit wajah dengan cara menepuk lembut hingga produk meresap.

Aku kurang suka mengaplikasikan toner menggunakan kapas. Karena aku suka sensasi produk yang bisa kurasakan bahwa ia meresap. Jadi, aku tim tepuk-tepuk toner. Hehehe...


4. Raiku Anti Aging Serum


Yang kusuka dari produk Raiku Anti Aging Serum ini adalah kemasannya. Cute!

Ada banyak macam bentuk kemasan serum. Mulai dari bentukan pump, spray, atau botol biasa dan juga dengan media pipet seperti yang Raiku terapkan ini.


To be honest, aku lebih suka bentuk pipet begini. Karena aku bisa liat produknya yang di dalam botolnya dan juga rasanya lebih efisien ketika mengambil produk pake pipet ini. Thumbs up, Raiku!


Tekstur serum Raiku Anti Aging Series ini tuh kental. Seperti krim tapi konsistensinya lebih cair. Warnanya putih susu dan aromanya sangat light. Menurutku sih ya aroma susu yang lebih kentara.


5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream


Ini adalah bagian penting lainnya dari sebuah rangkaian produk perawatan kulit (skincare). Yaitu moisturizer cream!

Sesuai fungsinya masing-masing, moisturizer ini tersedia untuk siang dan malam hari. Kita lebih akrab menyebutnya dengan Day Cream dan Night Cream. Nah, Raiku sendiri menyebutnya dengan Morning Cream dan Night Cream.

Untuk Morning Cream-nya Raiku Anti Aging Series ini sudah dilengkapi dengan SPF 15. Jumlah yang sangat cukup untuk keseharian. Teksturnya adalah krim yang sedikit lebih padat dibanding night cream-nya.


Sementara pada night cream Raiku Anti Aging Series, teksturnya berbentuk krim yang sedikit lebih cair. Seperti ini:


Konsistensi tekstur kedua produk ini memberikan hasil yang berbeda pula di kulit. Kalau night cream rasanya basah di kulit, tapi kalau morning cream rasanya tidak terlalu basah.

Setelah menggunakan semua rangkaian produk Raiku Anti Aging Series ini, kita bisa lanjutkan dengan make up sehari-hari untuk siang dan langsung tidur untuk malam.

Kesan pemakaian pertama oke buatku. Tak ada break out dan aku terus lanjutkan. Selama pemakaian lebih dari 10 hari berikutnya, ada jerawat yang mampir karena berbarengan dengan jadwal tamu bulananku.

Jadi, aku tetap lanjutkan. Masalah kulitku antara lain adalah acne scars. Baik yang berupa dark spot maupun bopeng. Sejauh ini beberapa dark spot di kulit wajahku memudar. Kurasa kandungan kolagen pada produk Raiku Anti Aging Series ini bekerja dengan baik. So, aku suka!


❤❤ Lovely things about Raiku ❤❤

Produk Raiku Anti Aging Series ini sudah menerima label halal dari MUI. 

Kandungan dalam produk Raiku Anti Aging Series ini tidak ada paraben sama sekali (No Paraben).

Kandungan kolagen pada Raiku Anti Aging Series ini banyak sehingga efektif mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Beraroma susu yang sangat light, sehingga cocok untuk konsumen yang tidak suka wewangian. 

Kemasannya easy to go banget! Dan warna juga desainnya lucu. Bikin gemes.

That's why I like Raiku! 

Rabu, November 21, 2018

Tema Blog yang Suka Kubaca dan yang Suka Kutulis


Masuk hari kedua tantangan Menulis 30 Hari. Aku bakal ngobrolin soal tema blog yang kusukai. Tulisan ini akan kubagi menjadi dua. Yaitu tentang tema blog yang suka kubaca dan tema blog yang suka kutulis.

Lah? Kenapa beda?
Aku juga nggak tahu kenapa tema blog saat aku menulis dan membaca terbagi begitu.

Daripada bingung, aku langsung sharing aja ya...


Tema Blog yang Suka Kubaca

Membaca itu hobi dari duluuu banget. Sampai aku SMA masih sering dipanggil kutu buku. Mau itu buku pelajaran, koran, bahkan majalah trubus juga aku lahap habis.

Waktu SMA aku bersekolah di sekolah asrama. Setiap Sabtu aku pulang ke rumah tante. Biasanya aku suka duduk di warung kelontong miliknya. Sambil jaga warung nih ceritanya, aku baca semua koran yang ada di sana. Kebetulan Om-ku berlangganan. Kadang, kalau habis semua pernah kubaca, aku cari buku pelajaran sekolah adik sepupuku.

Biasanya buku PPKn, buku Bahasa Indonesia dan buku Agama yang sering jadi sasaranku. Soalnya banyak paragrafnya. Kan ga lucu baca buku Matematika yang penuh rumus toh? LOL

Nah, setelah melewati masa gagap teknologi akupun mulai membaca media online. Apa-apa carinya di Google. Dan akhirnya sering mendarat ke artikel dari web personal alias blog.

Kecuali untuk artikel resmi pemerintahan atau berita resmi, aku lebih memilih baca blog. Karena sisi personalnya itu membuat aku lebih percaya. Nah, tema-tema blog yang suka kubaca adalah tentang:

💚 Tema Parenting/Family. Aku senang membaca beragam informasi dari pengalaman yang dituliskan di blog tentang tema ini jauh sejak sebelum menikah. Rasanya semacam membaca panduan penting nan serius tapi dikemas secara pribadi.


Untuk blog tema ini, aku paling suka berlama-lama membacanya di Diary Mamii Ubii. Ini blog-nya Mbak Gesi. Selain cerita keseharian tentang dia bermain dan momong anak-anaknya, aku suka Mbak Gesi rajin berbagi materi bermainnya juga. Jadi, pembaca bisa unduh printable yang dia pake untuk main sama anaknya juga. Bisa langsung praktek gitu loh.

Terus juga ada cerita tentang kehidupan berkeluarga baik dari sisi Mbak Gesinya sendiri bahkan ada dari sisi suaminya, Mas Adit. Dan aku suka banget sama cara berbagi mereka melalui tulisan itu. Saaaangat personal dan mudah dicerna. Aku ya berharap juga tulisanku mudah dicerna kaya gitu. Hehehe...

💚 Tema Keuangan Rumah Tangga. Ada banyak sekali artikel tentang finansial. Tapi, yang paling suka kubaca adalah tulisannya Mbak Rinda di Rumah Barang Tinggalan. Bahasan yang njelimet dipaparkan sangat detail dengan upaya agar pembaca bisa paham. Itu yang kutangkap dari pembawaan tulisannya Mbak Rinda ini. Dan tujuannya ini berhasil telak.

Pertama kali baca salah satu artikelnya, aku maraton baca artikelnya yang lain juga. Bisa berlama-lama 'nongkrong' di blog ini. Isinya ilmu semua.

Blognya Mbak Rinda ini mengupas tuntas. Pokoknya jangan heran kalo isinya rata-rata lebih dari 1000 kata. Bahkan ga sungkan langsung menyarikan hasil bacaannya dengan bahasa praktis yang beliau sudah uji cobakan sendiri. Betul-betul personal dan terasa bahwa ini loooh emang udah dicoba langsung.

💚 Tema Travelling. Nah, kalau ini aku suka baca karena pengen tau cerita tentang suatu tempat. Blog yang kubaca yang mana? Mostly random aja. Jadi, ketika aku mau pergi ke suatu tempat, aku googling dulu. Kemudian milih artikel yang dari blog.

Sejauh ini, travel blogger yang selalu update aku tau Koh Deddy Huang, Kak Yayan 'Omnduttt'. Yang lainnya you name it, Ok? ^^



Tema Blog yang Suka Kutulis

Saat menuliskan tentang Tema Blog yang Disukai ini, aku baru sadar satu hal. Bahwa tema yang sering dan suka kubaca bukanlah niche blog-ku. Hahahaha...

Justeru, di blog Love & Share ini aku lebih suka dan lebih banyak menulis tentang:

💓 Tema Daily. Kebanyakan tulisanku berada dalam kategori 'sharing' yang kubuat. Isinya cerita pergi kesana-kesink, cerita berkumpul dengan teman-teman di acara ini-itu, dan beragam cerita hari-hari lainnya.

Loh? Itu mah masuknya ke travelling kali, Al.

Entahlah. Aku ga bisa serta-merta masukin tulisanku tentang pergi ke suatu tempat wisata lalu bilang itu adalah traveling. Karena bagiku ya itu cuma cerita kebetulan hari itu aku sedang pergi ke sana.

Jadi, bukan seperti travel yang disiapkan dengan seksama ke tempat yang jauh. Walaupun ada juga ceritaku main agak jauh sedikit ke pulau seberang. Tetap saja aku masukkan ke kategori sharing itu.

Karena ceritaku bukan tipikal yang traveller banget, melainkan cerita dari sisi keseharian saja. Ini aku yang kurang PD atau gimana ya? Hahaha...

💓 Tema Beauty. Tepatnya ketika aku mulai serius belajar menulis yang baik di blog, yaitu tahun 2016. Aku menulis tentang beauty stuff. Suka kecantikan gitu sudah dari dulu kok. Cuma, di tahun itu aku mulai semacam serius. Mulai melengkapi alat tempur per-beauty-an dan jajan ke toko kosmetik.

Baca:

TOKO MAHMUD BANDUNG BUAT YANG NYARI KOSMETIK DAN MAKE UP KIT MURAH!



Lalu, mulailah aku berbagi tentang produk-produk yang kupakai di blog ini. Ditambah lagi, aku pertama bergabung dengan komunitas beauty blogger juga. Beautiesquad namanya. Pertama kali aku memberanikan diri ikut challenge dandan. Wohoooo!!!

Saat itu aku sadar bahwa aku suka!


Fun Facts.

☺ Aku suka baca tema keuangan, tapi aku jarang tulis tentang keuangan. Alasannya karena aku merasa bukan speciality-ku di sana. Kecuali untuk materi yang aku pernah atau sudah dengar dari suatu seminar, sudah kubaca, sudah kupelajarilah intinya, barulah aku berani tuliskan.

Baca:

ASURASI BRILLIANCE HASANAH MAXIMA AJAK KITA BERWAKAF


Tapi, jatuhnya hanya sebagai review. Karena aku tidak sepenuhnya menuliskan hal praktis yang kujalani. Karena itu aku tidak percaya diri menulis tentang itu.

Bukan bagianku.


☺ Tema parenting sudah kubaca sejak gadis. Jatuhnya sebagai bekal untukku terapkan. Selama ini tidak menuliskan tentang parenting secara khusus karena alasan yang sama: belum praktek.

Nah, setelah menjadi orang tua dan mengalami berbagai hal berkaitan pengasuhan dan kehidupan berkeluarga, sedikit banyak aku sudah punya bahan untuk diceritakan. Siapa tahu membawa manfaat. Niatnya aku tuliskan di blog khusus agar tak membuat blog ini makin gado-gado. Hahahaha...

Makanya aku sudah buat blog Celoteh Mamak. Sayangnya, manajemen waktuku harus diperbaiki lagi. Masih bertumpuk draft di sana yang belum kusentuh lagi.


☺ Walaupun aku suka tema beauty, secara intensitas aku tidak pernah berlama-lama membaca artikel blog tentang beauty ini. Itulah sebabnya tak masuk dalam daftar tema blog yang suka kubaca di atas tadi.

Alasannya adalah karena aku lebih suka menonton video tentang beauty. Ada banyak sharing per-beauty-an di channel YouTube. Bahkan hampir semua beauty blogger saat ini telah melengkapi tulisannya dengan video baik di YouTube maupun di akun Instagram mereka.

Nah, alih-alih membaca tulisannya, aku lebih suka menonton langsung video mereka. Baik itu tentang review produk ataupun tutorial. Kenapa? Karena di video lebih ekspresif dan terasa personal.

Entah menurutku, ini menurutku loh yaaaa... Hampir semua artikel beauty di blog itu template-nya seragam. Sedikit menjelaskan produknya (bahkan sering over sampai ke sejarahnya yang jauuuuuh sekali bahasannya), dilanjutkan dengan informasi harga, bahan baku, dll dengan bentuk daftar atau ceklis.

Ini membuatku bosan. Terasa kurang bernyawa saja tulisannya. Tapi, dari sana aku jadi belajar untuk tidak menulis dengan template seragam yang standar seperti itu.

Baca:

REVIEW X2 SOFTLENS KOKO BLACK BY EXOTICON


Aku berharap pembaca blog-ku di kategori beauty ini tidak merasa bosan saat membaca ulasan dan ceritaku. Juga tetap bisa merasakan sisi personalku. Itukan yang membedakan blog dengan web resmi?

Jangan sampai kehilangan nyawa dalam setiap tulisan. Itu yang selalu kucoba untuk pertahankan. Karena aku menulis untuk berbagi ceritaku. Artinya dengan caraku.


Nah, kalau kamu Suka Tema Blog apa?

#BPN30DayChallenge2018
#bloggerperempuan
#Day2

Selasa, November 20, 2018

Kenapa Menulis Blog? Aku dan Blog, Cerita dalam Sepenggal Tulisan


Tulisan kali ini adalah tentang alasan mengapa aku menulis di blog. Aku dan Blog, Cerita dalam sepenggal tulisan adalah judul untuk artikelku ini. 

Oya, sebelum cerita tentang aku dan blog dimulai, aku mau kasih tahu bahwa ini adalah hari pertama aku ikut #BPN30DayChallenge2018 

Mulai hari ini hingga seterusnya selama 30 hari itu, insyaallah aku akan posting tulisan sesuai tema challenge. Nah, berhubung temanya adalah 'Mengapa Menulis Blog?' maka aku akan ceritakan sebuah sejarah. #eaaa

Aku pernah cerita bahwa pertama aku mulai ngeblog itu pada tahun 2009. Baca di sini: 



Aku sempat cerita banyak di sana. Tentang awal ngeblog, teman blog, dan lainnya. Pada akhirnya semua hal itu berakar pada  Suka Nulis

Berawal dari suka dan terbiasa menulis kisah hari-hari di buku diary. Akhirnya aku menulis blog. 

Kenapa blog? 
Adalah sebuah bentuk transformasi media saja sebenarnya. Dari media buku menjadi media digital secara daring seperti ini.


Pengisi Hari-Har

Waktu itu internet lagi booming. Aku belajar tentang sosmed. 2009 itu masih jaman hits-nya Fs, Friendster. Sementara Fb baru hendak berkenalan dengan warga Indonesia.  Lalu aku kenal blog juga.

Aku menulis untuk mengisi hari-hari. Kadang puisi kuterbitkan, lalu lirik lagu yang tengah kugemari, bahkan coretan keseharian dengan bahasa Inggris patah-patah. 

2009 menggenapkan tahun pertama aku kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Niatnya mau melatih Bahasa Inggris melalui tulisan. Sampai sekarang masih ada postingan itu. 

Mungkin teman-teman akan tertawa melihat banyaknya error yang kubuat. Hahhaa... 

Biarlah jadi rekam jejak di sini. Aku tak berniat menghapusnya. Begitu juga ketika aku tamat kuliah dan mulai kerja, blog ini kuisi dengan segala keseharianku. Termasuk posting materi dan pengumuman untuk siswa. 

Ketika akhirnya aku hijrah ke Bandung, blog jualah yang menemani keseharianku. Pergi main ke tempat wisata A, lalu kuceritakan di blog. Main bersama teman, kuceritakan di blog.



Baca:

TURIS LOKAL DI STONE GARDEN, PADALARANG- BANDUNG


Apa saja. 
Semua aku bagikan di blog ini. 
Blog mengisi hari-hariku. 


Penghasilan Pertama dari Blog

Tahun 2015 aku menyadari satu hal. Bahwa kesukaanku dalam menulis ini membawa rejeki. Tepatnya pada Januari, sebuah email kuterima. Tertulis di sana nama sebuah merek terkenal. 

Aku senang membaca isinya sekaligus bingung dengan beberapa istilah di dalamnya. 

Ada kata anchor text, backlink, do-follow permanent. Aku bingung sambil tanya mbah Google dan juga bertanya pada seorang kenalan.



Teh Tian, namanya. Kami bertemu ketika sama-sama ikut berpartisipasi dalam event Kelas Inspirasi Bandung 3. Ia mengenalkan diri sebagai blogger. Sempat saling add akun Fb yang kemudian padanya aku bertanya.
Beliau sangat ramah dan welcome pada semua pertanyaanku. Bahkan terus memotivasi untuk menulis. 

"Terus aja nulis. Kalo nanti dapat uang mah itu bonus," katanya. 

Selain menanyakan beragam istilah blog yang baru kukenal, setiap ada email penawaran kerja sama pun aku tanyakan terlebih dahulu ke Teh Tian.

"Teteh, Alma takut penipuan." kataku.
"Liat aja itu emailnya pake @ official brandnya nggak. Kalo iya berarti asli. Ga apa-apa tanya-tanya dulu juga," Teh Tian memberikan tips jitu untuk newbie ini.

Hatur nuhun pisan, Teteh. Barakallah.

Sebenarnya sekali itu saja aku bertemu Teh Tian, dan pernah sekali lagi bertemu tanpa sengaja di toko buku Toga Mas. Sedang beli alat mewarnai Neng Marwah katanya. Hari itu juga pertama kali kujumpa Neng Marwah yang cantik. Selama ini aku taunya dari Fb Teh Tian aja. Sampai sekarang aku sudah di tanah Sumatera belum berjumpa lagi dengan teteh bageur ini. Semoga jumpa lain kesempatan ya, Teh (berasa nulis surat nih).

Kembali lagi ke penghasilan pertamaku menulis di blog. Apakah itu? Kudapat voucher Rp250.000 dari brand yang memintaku menulis saat itu.

Senang bukan kepalang karena tak pernah kuberharap untuk menghasilkan pundi rupiah dari tulisanku. Alhamdulillah.

Inilah hobi yang bermanfaat. Mendapat berkat juga sahabat. 


Belajar Menulis

Sejak mendapat penghasilan pertama dari menulis blog, aku merasa malu. Kenapa malu? Aku malu karena merasa masih banyak hal yang belum kukuasai terkait blog ini.

Ingat perihal terminologi tadi? Untung ada Teh Tian yang berbaik hati mengajari dengan telaten.

Lalu aku mulai belajar menulis di blog. Belajar tentang membuat konten blog agar semakin baik dan tidak mengecewakan pihak yang mengajak kerjasama lagi nanti (aamin). Aku juga belajar sedikit tentang SEO, tentang template yang baik, termasuk memih font yang membuat pembaca betah berlama-lama.

Tahun itu kumulai bergabung dengan komunitas blogger pertama kali. Dari sana kubanyak belajar lagi. Dan bertemu banyak teman abik secara virtual melalui blog dan sosmed ataupun bertemu langsung.



Kenapa Menulis di Blog? 

Jika ada pertanyaan "Mengapa Menulis Blog?" bisa kurangkum sebagai berikut alasannya:


  1. Karena blog adalah mediaku menyalurkan hobi menulis, mengisi hari-hari
  2. Karena di blog aku bertemu dan berkenalan dengan teman baru yang penuh positivity
  3. Karena menulis blog membuka pintu rejeki bagiku
  4. Karena menulis di blog membuatku terus belajar setiap hari. 

Jadi, kenapa tidak menulis blog? ^^

#BPN30DayChallenge2018 
#bloggerperempuan
#Day1
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES