-->
Review X2 Softlens Koko Black by Exoticon -  Halo, Teman semua! Aku lagi suka pake softlens belakangan ini. Karena Baby F lagi aktif b...
Dishub Sumsel Ingatkan Aturan Durasi Berkendara

Dishub Sumsel Ingatkan Aturan Durasi Berkendara

 


Halo, Teman-teman!

Sudah Bulan Desember nih! Aroma-aroma libur panjang sudah mulai tercium. ^^


Hampir semua orang sedang menyiapkan momen libur panjang akhir tahunnya masing-masing.


Sebut saja libur akhir semester bagi semua pelajar di Indonesia, juga libur natal, dan libur tahun baru.


Untuk hari-hari besar seperti natal dan tahun baru, tentu beragam tempat wisata mulai sounding beragam promo menarik. Hal itu dilakukan demi membujuk pengunjuk agar mau datang tentunya.


Nah, sudahkan kamu menentukan destinasi liburan akhir tahunmu?


Jika kamu sudah menentukan tujuan liburmu, pastikan perjalananmu juga sudah direncanakan dengan aman.


Saat perjalanan jauh dan berkendara dengan kendaraan pribadi, pastikan beberapa hal berikut:

  • Paham jadwal pulang dan pergi untuk mengantisipasi kemacetan
  • Paham batas diri, artinya mengenali kemampuan terkait skill maupun kesehatan 

Paham Batas Diri Saat Berkendara

Seperti yang diingatkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, bahwa cara mencegah kecelakaan salah satunya dengan menaati aturan durasi berkendara.

Hal itu sejalan dengan poin penting yang kubahas di atas.

Kita harus paham batasan diri. 

  1. Apakah kita cukup skillful untuk berkendara atau tidak; Jika dirasa ada medan yang sulit dilewati boleh minta bantuan dengan orang lain yang mungkin bisa.
  2. Apakah kesehatan kita mumpuni dan sanggup untuk jarak jauh atau tidak; Jika dirasa tidak sanggup maka kita butuh istirahat.





Dishub Sumsel mengingatkan tentang aturan durasi berkendara seperti yang tertera di atas.

Ternyata ada durasi maksimal harian untuk mengemudi, yakni 8 jam.

Untuk durasi mengemudi tanpa istirahat adalah 4 jam. Artinya, jika sudah menempuh waktu 4 jam, maka disarankan untuk menepi dan beristirahat.

Nah, waktu istirahat pun ada durasi minimalnya. Yaitu minimal beristirahat selama 30 menit setelah 4 jam mengemudi.


Jika kamu menggunakan alat transportasi umum, jangan sungkan untuk mengingatkan driver / supir bus maupun mobil sewa yang kamu tumpangi.

Dishub Sumsel, mengingatkan hal tersebut kepada para masyarakat. Sembari memperingati Hari Perhubungan Nasional atau Harhubnas Sumsel, masyarakat diminta untuk mengindahkan informasi ini demi keamanan berkendara.



So, pastikan kamu ingat aturan ini yaaaa.

Agar liburmu tetap aman dan nyaman. Selamat bersiap liburan!

Read more »
Festival Energi Sumsel by DESDM Provinsi Sumsel

Festival Energi Sumsel by DESDM Provinsi Sumsel


 

Tahukah, Teman - teman?

Pada akhir bulan November ini telah dilaksanakan sebuah Festival keren, yaitu Festival Energi Sumsel.


Kalian nanya? Kalian bertanya- tanya apa itu Festival Energi?


Ha Ha Ha.


Well,  kalau kalian belum tahu apa itu 'Festival Energi Sumsel' adalah sebuah kegiatan yang memiliki visi dan misi mulia.


Misinya adalah untuk mengedukasi  masyarakat luas tentang energi.


Tujuan dan Sasaran 

Jadi, adanya festival energi yang diselenggarakan oleh DESDM (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Sumatera Selatan atau disingkat Festival Energi Sumsel ini dalam rangka mewujudkan Misi ke- RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah),  yaitu:

Membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan, didukung sektor pertanian, insdustri, dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan,

dengan tujuan:

Meningkatkan perekonomian yang inklusif berbasis inovasi daerah.


Untuk mencapai tujuan meningkatnya peran sektor senergi dan sumber daya mineral secara berkelanjutan, DESDM memerinci 3 sasaran utamanya:


  1. Tercukupinya kebutuhan Energi Bahan Bakar dan Listrik bagi Masyarakat, yang dapat berlangsung dengan baik.
  2. Meningkatnya pengelolaan pertambangan minerba yang baik dan benar.
  3. Meningkatnya penerimaan sektor ESDM

Strategi dan arah kebijakan


Nah, disampaikan saat Festival Energi Sumsel juga bahwa strategi dan kebijakan yang dibuat untuk mengenai sasaran yang dituju dirumuskan sebagai berikut:

  1. Menyediakan dukungan penuh dan koordinasi intensif bersama Pertamina, PLN dan KESDM RI dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi bahan bakar dan listrik bagi masyarakat di Kabupaten/ Kota;
  2. Melaksanakan pengkajian, evaluasi dan pengawasan di daerah dalam rangka meningkatnya pengelolaan pertambangan minerba yang baik dan benar (tata ruang, lingkungan dan sosial);
  3. Melakukan koordinasi secara komprehensif dan terpadu bersama instansi terkait dalam rangka meningkatnya penerimaan sektor ESDM

Secara gamblang Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan ditampilkan pada tabel berikut ini:




Semoga strategi dan arah kebijakan yang telah dirumuskan ini bisa terwujud dan Festival Energi Sumsel menjadi tempat awal bertolaknya niat baik ini. 


Aaaaamiiiin.

Read more »
Eksotika Budaya Sriwidjaja Lagu Sumsel

Eksotika Budaya Sriwidjaja Lagu Sumsel

 

lagu sumsel


Hai, Teman- teman!


Siapa diantara kalian yang suka mendengarkan musik?


Kalau kamu adalah seseorang yang suka mendengarkan musik, berarti kita samaan nih!^^


Ada banyak manfaat dari aktivitas mendengarkan musik. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dapat menenangkan pikiran
  • Memberi energi pada tubuh
  • Mengelola rasa sakit

Bahkan secara khusus, jenis musik yang lembut konon dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah,serta melancarkan pernafasan.


Wow!


Aku pribadi tak menyangka bahwa musik bisa memberi pengaruh dan reaksi sedemikian rupa untuk kesehatan tubuh loh!


So far,  aku memang mengakui bahwa musik sangat bisa membuat suasana hati berubah tergantung memori yang melekat pada lagu tersebut.


Pernah ga sih kalian mendengar satu lagu dan membuat ingatan kalian menjelajah ruang waktu seolah kalian sedang berada di masa lalu. Tepatnya membuat kalian merasa bernostalgia dengan segala hal yang pernah kalian alami saat lagu itu kalian dengarkan.


Aku pernah! Sangat sering tepatnya.


Waktu aku  masih SMP, sebuah grup band sedang naik daun saat itu. Namanya Peterpan.

Kalian pasti kenal deh!

Nah, momen SMP-ku saat itu akan terasa terputar dalam sanubari bahkan suasananya sangat terasa ketika aku mendengar lagu Peterpan yang berjudul 'Mimpi yang Sempurna'.


Ajaib sekali kan?


Itulah magic musik bagiku. Memang sulit dijelaskan dengan kata-kata tapi kuharap kalian paham maksudku itu. He He He.


Nah, bagaimana dengan lagu daerah?

Lagu - lagu Sumsel


Apa yang kalian ingat tentang lagu - lagu daerah kalian?

Waktu masih SD, seringkali ujian praktek pelajaran muatan lokal kami saat itu adalah menyanyikan lagu daerah.


Saat itu kami diberi kebebasan untuk memilih lagu daerah manapun yang ada di Indonesia.


Tapi, aku dan teman-teman karibku selalu memilih lagu - lagu sumsel, khas daerah kami.


Sebut saja Siska. Temanku yang satu ini selalu kuingat sering menyanyikan lagu Sumsel yang berjudul "Petang lah Petang".


Ada lagi temanku yang bernama Eko. Eko sering menyanyikan lagu Sumsel yang berjudul 'Cuk Mak Ilang."


Aku sendiri suka menyanyikan lagu Sumsel yang berjudul "Dek Sangke".


Ada lagi temanku yang senang menyanyikan lagu Sumsel yang agak melow dan memiliki arti sedih. Judulnya "Dirut". Ia membawakan lagu itu penuh penghayatan dan nada yang sangat mendayu. Tak jarang kami turut terbawa suasana.


Dirut adalah sebuah lagu sedih yang berisi pesan seorang ayah pada anaknya, berisi juga tentang cerita penghianatan keluarga yang pilu.


Ah, jika ingat masa-masa SD itu aku bisa membayangkan setiap orang dengan lagu daerah yang sering mereka bawakan masing-masing.

Gending Sriwidjaja


Masa SMA, aku sudah mengenal mata pelajaran seni. 

Saat itu aku beruntung sekali karena sekolahku memiliki guru seni yang sangat berkualifikasi. 

Salam hormat untuk guruku, Bu Sarmiasih. Kami memanggilnya, Bu Asih.

Bu Asih memang jurusan Seni dan merupakan penggiat seni aktif. Terasa sekali penerapan ilmunya karena banyak sekali praktik yang membuat kami banyak berlatih.


Saat itu kami belajar tentang lagu indah yang menggambarkan Eksotika Budaya Sriwidjaja dan suasananya kala itu.


Judul lagunya adalah 'Gending Sriwidjaja'.


Menyayikan lagu Gending Sriwidjaya saat itu bukanlah pertama kalinya bagiku. 

Tapi, menyanyikannya dengan nada dan ketukan yang tepat saat itu menjadi momen pertama kali untukku.


Ada beberapa bagian nada yang sangat mempesona. 


Saat pertama kali mendengarnya dari contoh yang dilantunkan oleh Bu Asih, batinku seakan berkata,


Merdu dan indah sekali alunannya. Kok, aku baru tahu bahwa begitu cara menyanyikan bagian itu?



Aku takjub.

Kupikir selama ini nada yang kubawakan sudah benar, ternyata aku baru paham versi tepatnya setelah dibimbing Bu Asih.


Lagu -lagu Sumsel sangat bervariasi. Tak cuma dari bahasa daerahnya, tapi juga dari nada berdasarkan genrenya.


Di bangku kuliah, aku mengenal lagu Sumsel yang bergenre Hip-Hop atau RnB.


Bahasa yang dipakai pada keseluruhan lirik adalah bahasa asli Palembang. Cerita yang terkandung dalam lagu pun sangat dekat dengan keseharian.


Aku menjadi mudah senang dengan lagu itu. Penyanyinya adalah Ando McRapbit.


Yang kuingat saat mendengarkan lagu itu adalah memori dan suasana di kampus. Sungguh ajaib sekali bahwa musik bisa membawa kita melintasi ruang dan waktu.

 

Senangnya pemerintah provinsi Sumatra Selatan sangat menjaga kelestarian lagu-lagu Sumsel melalui DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang menerbitkan Perda terkait hal tersebut. Bentuk kepedulian DPRD Sumsel pada lagu-lagu Sumsel sendiri sangat kuat, maka sebagai masyarakat Sumsel, aku sangat mendukung dan tentunya akan ikut memberikan perhatian pada hal tersebut.


Bagaimana dengan lagu - lagu di daerah kalian?

Read more »
Pencegahan Penyakit Menular dan DPRD Sumsel

Pencegahan Penyakit Menular dan DPRD Sumsel

pencehahan penyakit menular

 

Hai, Teman-teman.

Apa kabarnya?


Kali ini aku mau membahas tentang Penyakit Menular. Seperti yang kalian lihat di banner postingan di atas atau mungkin dari judul artikelku kali ini.


Ya.


Penyakit menular adalah suatu hal yang hampir kita semua tahu atau tak asing lagi.


Ada banyak sekali penyakit menular di dunia ini.


Nah, sebelum kita bahas topik utama Penyakit Menular dan kaitannya dengan DPRD Provinsi Sumatera Selatan seperti yang kucantumkan pada judul, mari kita pahami dulu makna dari istilah 'Penyakit Menular' itu sendiri.


Menurut beragam referensi yang kubaca, dapat diambil satu kesimpulan untuk memaknai arti 'Penyakit Menular."


Penyakit menular adalah suatu penyakit yang dapat mengalami proses pemindahan (dari yang sakit kepada orang/ makluk lain di sekitarnya) melalui banyak objek perantara.


Teman-teman pasti masih sangat ingat dengan wabah dunia yang beberapa tahun belakangan sangat menggunjang negara kita bahkan tingkat dunia.


Ya. Benar sekali. Wabah penyakit Covid-19.


Covid (Corona virus disease) atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus korona adalah salah satu penyakit menular. Orang-orang dapat dengan mudah terjangkit virus ini dari orang lain yang sebelumnya sedang terjangkiti.


Proses penyebaran COVID-19 saat awal penyebarannya dulu sangatlah masif. Parahnya, karena dunia belum pernah mengalami hal ini, vaksin belum tersedia. Sehingga memakan banyak korban jiwa saat itu.


Pencegahan Penyakit Menular saat itu belum bisa diupayakan. Dari reaksi dan hal yang diamati selama penyakit tersebut menular ke sekitarnya, akhirnya dirumuskan beberapa upaya pencegahan. 


Untuk merumuskan hal tersebut saja sudah memakan banyak waktu, apalagi proses penyembuhan atau pengobatannya saat itu.


Alhamdulillah dunia medis semakin berkembang, seiring berjalannya waktu semakin banyak pengembangan dan muncullah vaksin demi mendukung program pencegahan agar wabah tidak semakin meluas.


Itulah sedikit kilas balik kita tentang penyakit menular yang menghebohkan bumi manusia. Walaupun sampai saat ini pemerintah masih mengupayakan vaksin demi pencegahan varian virus korona lainnya, setidaknya sudah ada aksi langsung yang dapat dilakukan sebagi upaya mencegah.



Pencegahan Penyakit Menular dan  DPRD Sumsel


Belajar dari masa-masa sulit awal pandemi, pemerintah Sumsel sendiri dengan sigap sudah merumuskan suatu Perda (Peraturan Daerah) Sumatera Selatan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular.


Berangkat dari pertimbangan utama bahwa setiap warga berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk penyakit menular yang mengancam dan mengganggu keselamatan kehidupan dan penghidupan masyarakat, maka DPRD mengeluarkan Perda yang mengatur segala hal terkaitnya.


Poin- poin utama dalam Perda tersebut terangkum dalam BAB utamanya, yaitu: 

  1. Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular.
  2. Tanggung Jawab, Wewenang, Hak dan Kewajiban.
  3. Pelaksanaan Protokol Kesehatan
  4. Pencegahan dan Pengendalian Wabah Penyakit Menular
  5. Partisipasi Masyarakat
  6. Pembiayaan
  7. Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum
  8. Monitoring dan Evaluasi
  9. Penghargaan
  10. Sanksi Administratif
  11. Ketentuan Penyidikan
  12. Sanksi Pidana
  13. Ketentuan Lain-lain
  14. Ketentuan Peralihan
  15. Ketentuan Penutup


Menurutku, Perda tentang Pencegahan Penyakit Menular yang diterbitkan sejak 2021 lalu ini penting sekali untuk diketahui oleh setiap lapisan masyarakat.


Karena semua aspek dibahas secara jelas di dalamnya.


Apalagi Bab 3 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan. Pada bab tersebut dijelaskan dengan rinci setiap lembaga atau bagian umum lainnya tentang bagaimana melaksanakan protokol kesehatan, bahkan untuk lingkungan pendidikan, maupun restoran.


So, saranku sih kalian harus download Perda Sumsel No. 1 Tahun 2021 ini yaaa.


Pastikan kita melakukan pencegahan penyakit menular dan mengikuti anjuran DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang sudah sangat proaktif memberikan referensi untuk dilakukan.




Tetap jaga Protokol Kesehatan ya, teman semua.

Salam.
Read more »
Dinkes Sumsel dan Anjuran untuk #SumselBergerak

Dinkes Sumsel dan Anjuran untuk #SumselBergerak

 

Sumsel Bergerak Maju untuk semua

Apakah kamu termasuk orang yang selalu rutin berolahraga?


Apakah kamu olahraga hanya jika kamu merasa ingin saja?


Apakah kamu olahraga ketika kamu berpikir 'ini saatnya diet'?



Aku pribadi termasuk dalam kelompok pertanyaan kedua dengan jawaban YA.


Kenapa ya kok olahraga itu susaaaaah dan beraaaat sekali dilakukan? Sebagian besar aktivitas olahraga membuatku malas bahkan sebelum memulainya.


Padahal secara umur dan pemikiran, aku sudah tahu teori tentang pentingnya berolahraga bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.


Tapi, entah mengapa semua pengetahuan itu terasa hambar karena aku malas mempraktekkannya.



Alasan Malas Olahraga


Ada banyak hal yang menjadi hambatan bagi seseorang untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:


Waktu terbatas

Terkadang ada keinginan untuk berolahraga seperti ikut klub senam atau pergi ke tempat fitnes, tapi apa daya. Waktu telah habis seharian bekerja. Pergi pagi - pulang malam.


Kurang lebih begitulah alasan pertama.


Ada Anak kecil

Waktu sih ada. Tapi masih punya anak balita. Belum bisa join senam bersama atau pun pergi ke tempat fitnes. Anak- anak tentu tak bisa ditinggal. Jika dibawa pun akan mengganggu saja. 

"Boro-boro bisa senam. Yang ada malah lama bujukin anak yang nangis."

Itu alasan kedua. 


Banyak Kerjaan di kantor

Pulang kerja masih ada waktu kok.  Tapi, masih ada banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. 

"Ini aja sampe dibawa pulang kerjaannya."

Lagi-lagi alasan ketiga.


Kecapekan jika berolahrag

Ada juga tipe orang yang tidak bisa menjadi capek. Tentu aktivitas olahraga akan menimbulkan rasa lelah/ capek. Untuk orang-orang tertentu tadi, mereka akan mengatakan bahwa olahraga akan membuat mereka terlalu capek.


Sakit dan tidak tertarik pada olahraga

Beberapa mungkin beralasan karena memang ada penyakit bawaan pada dirinya. Penyakit tersebut bisa jadi dapat memicu sakitnya. Untuk itu, menurutku hal tersebut adalah suatu hal yang berbeda.

Namun, jika kemudian beralaskan 'tidak tertarik' pada olahraga, sedih sekali rasanya.

Itulah alasan kelima.


Perlengkapan olahraga mahal

Perlengkapan olahraga mahal. Memang. Aku tak memungkiri bahwa memang semua perlengkapan olahraga itu mahal. 

Namun, kita masih tetap bisa memilih dari beragam opsi yang bisa kita usahakan.

Sehingga, jika menjadikan hal ini sebagai alasan keenam, maka itulah adanya.


Pernah ga kamu mendengar kutipan ini?

"Orang MALAS selalu memiliki seribu alasan untuk menunda. Orang SUKSES selalu punya seribu jalan untuk meraih cita-cita." (Merry Riana)


Itulah yang terjadi dengan ragam alasan di atas.

Akan terus ada dan bermunculan alasan-alasan lainnya karena memang malas. Seperti kutipan Merry Riana di atas.


Namun, ada juga seribu jalan jika memang mau melakukannya.

 

Sumsel bergerak dinkes
scr: Instagram @p2ptmkemenkesri


Senada dengan himbauan dan ajakan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dalam menyemarakkan #SumselBergerak chart postingan Kementerian Kesehatan RI di akun instagramnya itu menjadi jawaban untuk semua alasan tadi.


Jika dirasa olahraga itu mahal, maka jelas tertolak di sini.


Tidak mahal sama sekali.


Kita tak harus ke fitnes atau ikut klub senam. Kita bisa bergerak melakukan aktivitas fisik untuk berolahraga dengan ragam aktivitas sehari-hari. Contohnya berjalan, beres-beres rumah, dan bahkan menari.


Intinya adalah melakukan olahraga aktivitas fisik secara baik, benar, terukur, dan teratur.


Nah, apakah kita masih mau membuat alasan malas berolahraga lainnya?


Stop malas-malasan!


Mari kita dukung Sumsel Maju untuk Semua bersama Dinkes (Dinas Kesehatan).

Read more »
Ornamen Tanjak Sumsel, Jati Diri Budaya Wong Kito

Ornamen Tanjak Sumsel, Jati Diri Budaya Wong Kito

 

Peraturan Daerah Ornamen Tanjak Sumsel

Teringat saat masih menjadi mahasiswi rantau di Pulau Jawa.


Setiap bertemu dan berkenalan dengan orang yang ternyata satu daerah rasanya seperti oase di padang pasir.


Tak jarang akhirnya berakhir dengan bertukar nomor handphone dan berkumpul dalam komunitas.


Hal itulah yang terjadi saat aku berkuliah di Bumi Siliwangi. Aku bertemu dengan beberapa adik tingkat yang setelah beberapa saat mengobrol ternyata sama-sama berasal dari Sumatra Selatan.


Dari sana lah kemudian aku kenal FOMAS, sebuah komunitas mahasiswa yang sama-sama berasal dari Bumi Sriwijaya.


Tak hanya mahasiswa asal Kota Palembang, tapi semua bagian Sumsel lainnya berkumpul di FOMAS.


Ada banyak sekali program kerja dalam komunitas ini, salah satu diantaranya adalah pentas budaya.


FOMAS UPI Budaya Sumsel
dokumentasi pribadi: UPI, 2014.

Hari itu, tepat pada tanggal 8 Juni 2014, aku hadir ke acara Selayang Pandang dan dengan sangat bangganya mengabadikan momen bersama Putra- Putri Sriwijaya yang tampil mengisi acara.


Aku juga dengan sangat bangganya datang dan mengenakan outfit berbahan kain Blongsong khas budaya Sumsel.


Hal ini membuktikan betapa memang setiap ornamen budaya daerah adalah jati diri daerah tersebut. Apapun itu.


Jika kalian lihat fotoku tahun 2014 di atas, sebenarnya ada bagian pakaian adat yang belum lengkap. Yaitu ornamen kepala untuk laki-laki. Namanya tanjak.


Biar ada bayangan, ini aku spill lagi deh foto jadul.


Ornamen Tanjak Jati Diri Budaya Sumsel
dokumentasi pribadi: Karang Endah, 2016.


Nah, itu tuh di bulai Mei 2016 suamiku (cieeeeeee... suamiiii) pakai tanjak. Tanjak adalah penutup kepala khas Sumsel. Itu tuuuh yang dipakai di atas kepala suamiku itu. 


Kalau kamu tanya:

"Kenapa kamu pilih pakai baju adat asli? Bukannya sudah banyak baju adat modern?"


Well, keputusan seseorang untuk hari yang diharapkan menjadi momen sakral pertama dan terakhir kali tentu saja berdasarkan banyak faktor dan pertimbangan.


Semua pilihan adalah baik.


Untukku pribadi, aku lebih memilih menggunakan baju adat lama/ asli karena aku memang berangan-angan bahwa pernikahanku seperti cerita-cerita putri di legenda itu.


Yaitu aku ingin menggunakan baju adat lengkap dengan semua ornamen adat budayanya.


Rasanya senang dan bangga pokoknya.


Alhamdulillah impianku itu terkabul.

 



Ornamen Tanjak Sumsel


Tak hanya budaya dalam bentuk pakaian khas atau pakaian adat, ternyata aku baru tahu bahwa ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang Arsitektur Bangunan Gedung Berornamen Jati Diri Budaya.


Sebelumnya aku tidak terlalu aware dan paham soal aturan itu. 


Setelah membaca dan berbincang dengan teman-teman barulah aku tahu bahwa memang ada aturan terkait penggunaan ornamen jati diri budaya khususnya pada arsitektur bangunan gedung.


Pantas saja, kulihat gedung-gedung pemerintahan di Ibu Kota Provinsi Sumsel ini terlihat sangat berbudaya. 


Setelah kuperhatikan, memang mulai ada satu ciri khas yang tampak pada beberapa bangunan di lingkungan pemerintahan daerah Sumsel, yaitu bentuk ornamen Tanjak Sumsel yang dibuatkan sebagai bangunan suatu gedung. Beberapa yang kulihat dibuat untuk gapura atau gerbang masuk.


Mengapa tanjak?


Karena Tanjak  merupakan representatif dari Bumi Sriwijaya.


Motif pada tanjak tak hanya satu, melainkan sangat beragam. Sehingga, ornamen tanjak pada bangunan itu membuat tampilan gedung menjadi semakin cantik.


Bagiku, penggunaan tanjak sebagai ciri khas daerah Sumsel menjadikan bangunan tersebut sangat khas dan identik serta membudaya. 


Tak cuma itu, tampilan gedung-gedung itu menunjukan Jati Diri Budaya Sumatra Selatan.


Ornamen Tanjak Sumsel yang digunakan pada arsitektur bangunan sebenarnya tak melulu harus diaplikasikan dalam bentuk gerbang atau gapura, tapi juga bisa diaplikasikan pada dinding depan bangunannya.


Terbayang cantiknya bukan?


Dijamin makin betah ya para pegawainya kerja, trus masyarakat juga makin senang berkunjung.


Buat GenZ bisa sambil hunting foto-foto seru.


Asal ingat yaaaa....


Ikutlah melestarikan dan merawat serta menjaga bangunan-bangunan indah ini.


Foto- foto dan menyebarkan berita baik saaaangaaat boleh, karena bisa jadi ajang promosi keindahan daerah kita.


tapiiiiiii...


Jangan sekali-kali berbuat vandalisme ya!


It's a big NO-NO!


Kata warga salah satu kabupaten di Sumsel, yaitu warga Kabupaten Muara Enim sih:

"Dik pacak ngilok'i, Njage jadilah."

 

Artinya: Kalau ga bisa membuatnya jadi bagus, minimal bisa menjaganya.



Perda Sumsel No. 2 Tahun 2021


Kalian bisa membaca sendiri  Peraturan Daerah inisiatif DPRD Provinsi Sumatra Selatan ini loh.


Caranya: 

Silakan cari di laman peraturan.bpk.go.id dan ketik: Perda Sumsel No. 2 Tahun 2021.


Nanti langsung ketemu dan bisa baca langsung deh!


Yuk, sama-sama kita dukung Peraturan Daerah DPRD Sumatra Selatan tentang Ornamen Tanjak Sumsel ini.


Dukung sesuai porsi kita masing-masing, dengan usaha terbaik kita!

Read more »
Gratifikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Gratifikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

 

hijau tanpa gratifikasi

Aku masih ingat jaman-jaman baru lulus kuliah dan musim ikut Job Fair.

Ada banyak sekali dokumen yang harus disiapkan kala itu. Untuk membuat satu set lamaran kerja, yakni surat lamaran dan semua lampirannya, bisa dikatakan cukup menguras dompet.

Apalagi saat itu memang masih keadaan pengangguran. Belum ada modal sama sekali. Mau tak mau balik lagi deh minta modal ke ayah dan ibu. 

Ha Ha Ha.


Kalian pasti bertanya-tanya:

"Kok bisa sih bikin lamaran kerja malah menguras dompet?"


Well, suka atau tidak suka memang seperti itu pengalamanku.


Jadi, proses melengkapi semua persyaratan untuk melamar kerja itu R.I.B.E.T. Setidaknya itu yang kurasakan saat itu.


Bayangkan saja, jika sebuah perusahaan memberikan syarat tersedianya surat keterangan sehat, surat kelakuan baik, belum lagi foto (kalau sudah lamaran ke sekian, adaaaa aja kehabisan pas foto).


Semua pembuatan dokumen itu tentu butuh "uang pelicin". Itu yang terjadi dulu.


Sekarang nampaknya sudah jauh lebih baik. Aku lihat banyak tempat terutama bagian pemerintahan sudah terang-terangan memberikan himbauan tentang tidak boleh ada lagi hal-hal demikian.


Jujurly, aku sebenarnya tahu bahwa menyelipkan uang untuk memperlancar urusan itu bukan hal yang benar. Tapi, entah mengapa ekosistem jaman dulu itu mengisyaratkan bahwa hal tersebut adalah lumrah. Bahkan menjadi aneh ketika semua orang melakukannya dan kita tidak.


Seolah mendapat cap bahwa kita sedang merusak kebiasaan. Sehingga mau tak mau hal tersebut terjadi begitu saja seolah adalah hal yang biasa. 


Kalau kuingat kembali, selain karena 'kebiasaan' yang salah, belum berpengalamannya diriku dalam segala hal tentang proses melamar pekerjaan membuat dompet semakin jebol.


Karena kurang pengalaman itu, ada banyak sekali dokumen yang sebenarnya tidak dibutuhkan tapi malah kuurus dan kubuat dengan sistem yang salah itu.


Disebutlah gratifikasi.


Konyol sekali.


Waspada Gratifikasi = Korupsi


Kira-kira apakah kamu tahu hubungan gratifikasi dengan korupsi?


Tadinya kuanggap hal tersebut tak mengapa. 


Ada perasaan semacam:


"Ah, uang yang kuberi tak seberapa. Hitung-hitung rasa terima kasih. Aku tak keberatan kok. Dia kan sudah membantuku."


Nah, hati-hati yaaa.


Perasaan seperti itu yang kemudian menggiring kita untuk melakukan gratifikasi.


Padahal toh memberikan pelayanan tersebut sudah menjadi tugasnya. Negara pun sudah menjaminnya dengan memberikan upah yang sesuai.


Jadi, alih-alih merasa tidak enak atau berterima kasih dengan berlebihan namun bisa membuat pegawai itu terjerat hukum, baiknya kita sudahi kebiasaan itu ya.


Tahukah kamu? Dari situs aclc.kpk.go.id disebutkan bahwa gratifikasi yang tidak dilaporkan dalam waktu maksimal 30 hari dapat dianggap suap. Dari Undang-Undang tersebut, maka erat kaitannya gratifikasi termasuk dalam tindak korupsi. 


Duh, jangan sampai niat baik kita malah berpotensi menjatuhkan mereka yang bertugas.


Karena ada banyak sekali praktik demikian, sebuah survei menunjukan bahwa faktor terbesar yang membuat pertumbuhan bisnis di Indonesia terhambat adalah karena permasalahan korupsi. Nilai persentase surveinya sampai pada angka 13,8%.


Hal ini mengakibatkan nuansa bisnis di Indonesia menjadi kurang sehat. Beberapa diantaranya:

  • Terjadinya ketimpangan pendapatan
  • Munculnya harga tinggi namun kualitas rendah
  • Aktivitas ekonomi menjadi tidak efisien, dan lain sebagainya.


Lalu, apa yang bisa dilakukan?


Hal yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan peran Korporasi.


Korporasi adalah badan usaha atau badan hukum sangat besar yang sah, bisa terdiri dari beberapa perusahaan.


Peranan penting suatu Korporasi adalah dengan menyusun acuan standar dan melakukan kontrol terhadap apa yang terjadi di lapangan, serta melakukan tindak lanjutnya.


Korporasi dapat membuat suatu sistem pencegahan anti korupsi sehingga dapat mewujudkan dunia yang #HijauTanpaGratifikasi


Saat sistem tersebut dijalankan dengan prosedur yang tepat dan sesuai, insyaallah gratifikasi di Indonesia khususnya di Sumatra Selatan akan hilang selamanya.



Keadaan Sekarang


Kalau ada yang tanya:


"Apakah kamu masih sering berterima kasih dengan kebiasaan lama itu?"


Mohon maaf sudah tidak bisa.


Pemerintah  Provinsi Sumsel sudah berkomitmen untuk mewujudkan Sumsel Hijau tanpa Gratifikasi. Semua lini pemerintahan bahkan masyarakat sudah diedukasi terkait hal ini.


Beberapa kali aku mampir ke kantor pemerintahan karena suatu urusan, X-banner yang terpampang di sana menunjukan betapa semua sedang bersama-sama membangun Sumsel hijau tanpa gratifikasi.


Himbauan bahkan larangan melakukan kebiasaan lama itu terus digaungkan hampir di seluruh wilayah Sumsel ini.


Tak hanya itu, untuk membuktikan komitmen tersebut, Pemprov Sumatra Selatan pun membentuk Lembaga Inspektorat Provinsi Sumatra Selatan yang bertugas sebagai internal controller di lingkup pemerintahan daerah Sumatra Selatan.


Senaaang sekali rasanya.


Aku tak harus merasa sungkan lagi karena merasa mengacaukan kebiasaan.


Sumsel Maju untuk Semua!


Alhamdulillah.


Read more »
Beranda

BloggerHub Indonesia