Senin, Agustus 13, 2018

NHW #2: Indikator Ibu Profesional



Assalamualaikum.
Kali ini saya mau berbagi tentang Nice Home Work (NHW) pekan kedua.

Setiap hari bahasan diskusi di WAG Matrikulasi Ibu Profesional semakin seru. Selain sesi STOD dan tamu spesial dari jajaran Ibu Profesional Pusat tentunya.

Baca:

STAR OF THE DAY PERDANA DI KELAS SUMATERA 3 MIIP BATCH 6



Pekan kedua ini bahasannya adalah tentang menjadi Ibu Profesional. Ada banyak sekali bahasannya. Dari materi itu, kami dikenalkan pula dengan daftar acuan atau indikator perempuan profesional.

Seperti semboyan di IIP ini: Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Hal itu menjadi salah satu indikator untuk dibilang profesional. Apakah keluarga bangga dengan kita?

Well, I'm in the process of learning

Semoga setiap usaha saya itu dinilai sebagai sesuatu yang positif dan menjadi kebanggaan suami, anak, orang tua, dan saudara. Aaamiin.

Ada 3 indikator profesionalisme perempuan seperti yang disampaikan oleh Tim Matrikulasi IIP di kelas. Berikut ranah tolok ukurnya:

  1. Sebagai Individu
  2. Sebagai Istri
  3. Sebagai Ibu

Tugas NHW #2 ini adalah membuat indikator profesionalime diri sendiri. Yang kira-kira mampu dijalankan dan mampu membawa kita maju ke arah tujuan menjadi profesional itu.

Berdasarkan kaidah indikator yang baik, yaitu memenuhi kriteria SMART (specific, measurable, achievable, realistic, and timebond), maka berikut indikator saya:


SEBAGAI INDIVIDU, saya bisa:
  • beribadah tepat waktu. Minimal untuk hang wajibnya.
  • khatam Al-Qur'an dengan teratur membacanya minimal 1 lembar per hari.
  • membuat konten untuk blog. Minimal 1 postingan per minggu.
  • membaca buku minimal 1 buku per bulan.
  • membaca artikel pendidikan minimal 1 artikel per minggu.
  • meluangkan waktu untuk merawat tubuh (scrubbing, maskeran, luluran, creambath). Minimal dikerjakan sendiri di rumah sebulan sekali.

Secara garis besar, indikator profesional saya sebagai individu adalah bisa mengakomodasi waktu untuk melakukan hal yang saya sukai, saya geluti, dan saya butuhkan dengan baik.



SEBAGAI ISTRI, saya bisa:
  • membuatkan sarapan suami setiap hari.
  • memasak makanan kesukaan suami minimal sebulan sekali (by request). Karena biasanya saya masak dengan daftar menu yang sudah saya buat sendiri.

Indikator umumnya adalah saya mampu menggandeng suami saya sebagai seorang pasangan, partner kerja, teman, dan adiknya setiap saat.



SEBAGAI IBU, saya bisa:
  • bermain sambil belajar setiap waktu dengan anak saya.
  • membuat makanan kesukaannya (by request) minimal seminggu sekali.
  • membacakan 1 buah cerita pengantar tidurnya setiap malam.

Secara umum, indikator keprofesionalan saya sebagai ibu adalah saat saya bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak sembari melakukan hal yang menyenangkan bersama setiap saat.


Kira-kita begitulah indikator yang saya buat untuk menjadi perempuan profesional. Jika nanti saya terlalu melenceng dalam perjalanannya, catatan ini yang akan jadi pengingatnya.


Kalau dilihat, nampaknya masih timpang antara cerminan capaian menjadi profesional di tiga ranah itu.

Saya cenderung banyak menuliskan indikator sebagai individu. Mungkin karena saya sudah melihat dan merencanakan hal apa saja yang akan saya kerjakan, akan saya kembangkan, dan lainnya. 

Sementara untuk ranah sebagai istri dan sebagai ibu, nampaknya saya masih bingung. Apa lagi ya???

Sebagai istri ya beginilah saya di rumah.
Memasak menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan semua urusan domestiknya. Karena begitulah yang saya tahu. Karena saya happy mengerjakannya. Hobi saya ya masak. Kalo saya suka bilang ke suami, "Dapur itu kerajaan saya."

Hahaha...

Lha wong salah naro sendok aja mamak rewel haha...

Apakah teman-teman punya perspektif lain tentang menjadi istri? 

Dan sebagai ibu, saya juga mungkin masih bingung. Sejauh ini saya selalu berusaha menjadi teman terbaik untuk bayi 7 bulan saya ini. Bermain dengannya sambil sesekali menyelipkan pembelajaran, menyuapinya, membaca bersama. Itulah yang saya lakukan.

Sependek pengetahuan dan pemahaman saya, saya sudah melakukan seperti apa yang seorang istri dan ibu lakukan. Maka dari itu, saya terus melakukannya dan mencoba menjadi lebih baik dalam hal itu.

Apakah betul begitu caranya berperan sebagai istri dan sebagai ibu? Apakah teman-teman punya pengalaman lain?

Maka dari itu, beberapa hal yang saya lakukan sebagai individu itulah yang menjadi semacam 'me time' bagi saya. Sebuah kesempatan saya untuk mengenal diri saya lebih jauh dan obat dikala saya merasa jenuh dengan rutinitas yang terkesan menoton.

Bukan.
Bukan saya ga happy tentang peranan lainnya. Jelas saya happy dengan bayi imut saya. Saya juga happy dengan suami saya yang baik dan santun. Hanya saja memang manusiawi terkadang kita perlu keluar sedikit dari zona nyaman itu.

So, peranan saya sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu ini melengkapi satu sama lain. Alhamdulillah.

Terlepas kadang mamak butuh hiburan yaaa... 

Kadang sebatas keluar rumah, duduk di taman. Atau sekedar ke swalayan cuci mata rasanya cukup menepis penat. Hahaha...

Receh sekali memang saya ini. Tak apa toh?
Tinggal butuh konsistensi dan kebersamaan agar tidak jomplang. Agar tidak merasa berjuang sendiri. Karena sejatinya keluarga adalah SALING.


Puisi yang kutulis. Judulnya: Salinglah!


Indikator yang saya buat ini bisa saja bertambah dari waktu ke waktu. Nanti akan saya update setiap saya merasa ada hal lain yang harus saya capai untuk menjadi profesional.

Saat ini, segitu aja ya...


Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga bisa konsisten. Aaamiin.

Ketika lelah merasa sendiri, kalimat Pak Dodik yang dikutip saat pembelajaran di kelas MIIP Batch 6 ini juga jadi motivasiku.

"_Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik_"

Jumat, Agustus 10, 2018

Menghemat Bahan Bakar Minyak di Perjalanan

Cara Menghemat Bahan bakar minyak


Menghemat bahan bakar minyak di perjalanan? Gimana caranya menghemat bahan bakar minyak? Memangnya bisa?

Kadang muncul pertanyaan begitu ya di hati kita. Secara namanya juga dipake buat jalan, pasti bahan bakar minyaknya mau ga mau bakal kepake dong.

Tapi, bukan ga mungkin loh. Kita bisa aja menghemat bahan bakar minyak selama di perjalanan. Hal utama yang harus kita tau adalah gimana cara menghemat bahan bakar minyak itu dulu.

Ada beberapa hal yang bikin pemakaian bahan bakar minyak alias BBM boros. Misalnya kondisi mesin mobil ya. Tiap mesin punya kemampuan berbeda dalam hal penggunaan bahan bakar minyaknya. Selain itu kalo mesinnya agak kurang terawat juga bisa mempengaruhi performanya.

Selain itu, cara berkendara kita juga bisa jadi penentu hemat atau tidaknya bahan bakar minyak di kendaraan kita.

Sering ngebut dan ngerem mendadak? Ini jadi salah satu hal yang menyebabkan bahan bakar minyak boros loooh...

Coba cari tau tentang eco-driving deh!
Cara menggunakan kendaraan dengan eco-driving bisa membantu kita menghemat bahan bakar minyak hingga 2 literan. Lumayan banget kan????^^


Pilih juga bahan bakar minyak yang sesuai dengan mesin kendaraan kamu ya.

Ingat! Mahal belum tentu cocok. Hohoho...
Jadi memang pakai yang sesuai dengan specs istilahnya. Kalo emang bahan bakarnya solar ya jangan pake bensin.

Ya iyalah, Aaaaal....


Hahhaaha...


Ini beneran ngaruh banget loooh.
Waktu itu kondisi ban mobil ayahku udah yang kaya ngasih kode minta ganti gitu.

Terus akhirnya, diganti secara bertahap. Maklum ini urusan dompet juga soalnya. Ternyata mahal juga ya beli ban mobil. Hahhaa...

Tapi, memang performanya ga bohong deh. Setelah ganti dua ban belakang, mobilnya jadi lebih smooth gitu. Enak dipake.

Kalo kupikir, dia ngaruh jadi bikin laju mobil lancar. Imbasnya ke kinerja mesin yang ga terlalu berat kaaan. Ujung-ujungnya ya ga makan minyak. Hemat deh!

Berasa banget pas bikin totalan belanja bbm bulanan itu. Bisa lah buat nambahin beli-beli gula dan kopi. Prinsip: dapur tetap harus ngebul yes. Hohooho...

Nah, gitu deh beberapa cara menghemat bahan bakar minyak yang kubaca. Setelah dipraktekan asli bikin senyum-senyum kareba dompet agak tertolong.

Yeay!!!

Kalo kamu ada cara lain buat menghemat bahan bakar minyak boleh share di kolom komentar yaaa...



Rabu, Agustus 08, 2018

X2 Big Eyes ft. X2 Bio Color! Kusuka X2 Softlens!


Halo!
Lagi-lagi aku mau kasih review tentang softlens. Aku masih setia pake X2 Softlens dari Exoticon. Kali ini aku cobain X2 Softlens seri Big Eyes a+ dan Bio Color. Untuk yang X2 Big Eyes a+, aku pake yang tone Hazel. Sementara yang X2 Bio Color, aku pake yang Blue. Apa bedanya dengan X2 Bio Glaze yang pernah aku review kemaren?

Baca:

REVIEW X2 BIO GLAZE SOFTLENS, ANTI KERING. ALMAWAHDIEXEXOTICON


Kamu klik aja link di atas itu kalo mau tau tentang X2 Bio Glaze-nya yaaa...

Di postingan kali ini aku mau bahas tentang dua seri X2 softlens seperti yang aku sebutin tadi.

Ini sekilas aku kasih liat gimana tampilannya las aku pake ya...

Foto yang kiri aku pake X2 Big Eyes a+ Hazel dan yang kanan aku pake yang X2 Bio Color blue.

Gimana???
Oke gaaaa???

Lanjut yaaa...
Kita bagi dua dulu. Pertama kita bahas yang X2 Big Eyes a+


Jadi, aku dapetnya yang warna coklat, Hazel. Pas banget sama seleraku.

Hahaha... Iya. Aku main aman.
Karena pernah pake yang warna selain hitam dan coklat kok ya ga PD. Makanya selalu pake warna aman ini kalo beli softlens.

Seperti produk softlens dari Exoticon lainnya, produk X2 Big Eyes a+ ini udah terdaftar di Kemenkes RI juga ya.

Seri X2 Big Eyes a+ ini untuk masa pemakaian 6 bulan. Diameternya lumayan gede, yaitu 14.5mm. Segitu udah bagus banget buat mata kecilku. Udah langsung berasa bedanya pas pake pake softlens ini.

Klaimnya softlens ini punya kenyamanan yamg lebih lama saat dipake karena kaya oksigen dan ga bikin kering (55% water).

Pertama pake rasanya perih. Kayanya terbalik sih hahaha...

Soalnya ini tuh tipis dan aku suka bingung mana bagian dalam dan luar. Tapi berikutnya aman udha ga perih lagi.


Bagus ya tone Hazel ini.
Dan aku bener-bener ngerasin sensasi Big Eyes-nya. Sayang aku masih belom piawai make up mata. Jadi ya gitu aja.

Ngelesnya gini: Inilah pemakaian softlens sehari-hari.

Eaaa...
Kan kalo daily kita ga pake fake lashes yes ^^

Next, ayo intip X2 Bio Color Blue yang kudapet.


Nah ini dia!
X2 Bio Color ~ Blue!!!

Ini cantik banget tone-nya.
Walaupun diawal aku agak khawatir gimana tampilannya pas dipake. Secara kan aku ga PD main warna terang.

Kalo dari kemasannya, X2 Bio Color ini sama persis kaya kemasan X2 Bio Glaze. Di dalam packagingnya udah langsung dapet softlens casenya.

Diameter softlens X2 Bio Color ini sama seperti yang Big Eyes a+ yaitu 14.5mm.

Trus ini juga buat pemakaian selama 6 bulan aja. Sama-sama klaim kenyamanan saat dipakai untuk waktu yang lama dan kaya oksigen. Tapi, yang X2 Bio ini cuma 45% kandungan airnya.

Desainnya bagus. Baik X2 Big Eyes a+ dan X2 Bio Color ini sama-sama terdiri dari 2 tone warna. Selain warna lensanya, ada pinggiran/tepiannya yang berwarna gelap (hitam).

Pas aku pake dan ngaca, VOILA!!!

YAAAA AMPUUUN BAGUS BANGEEET!!!

Se-SENANG itu aku pas ngaca. Karena buat pertama kali aku ngerasa cocok sama warna terang. Apalagi biru gini. Hehee...

Entah karena desainnya atau warna birunya yang pas ke warna kulit aku. Pokoknya aku sukaaa sekali pas ngaca.



Kaya gini tampilannya pas dipake.
Biru tapi ga bikin norak.

Eh gimana?

Biru tapi dalem.

Laaaah???


Hahaa...
Ga bisa dijelasin lah. Intinya aku suka birunya karena pas dipake aku jadi cakep hahaa...

Pas diupload ke IG story aja mendulang decak kagum (cieee bahasanya) karena 'manglingi' katanya.

Papanya Faraz aja suka pas liat aku pake X2 Bio Color Blue ini.

Duuuh, jadi nambah peralatan tempur buat ngedate minggu besok. Hahaha...


Well, makasih banyak ya X2 Softlens 😘

Kalo kalian lebih suka liat aku pake yang Big Eyes apa yang Bio Color hayoooo???

Selasa, Agustus 07, 2018

Atlet Sepak Bola Wanita Asal Palembang Ikut Berjuang di Asian Games 2018 loooh...



Count down menuju Opening Ceremony (OC) Asian Games makin bikin aku deg-degan. Kenapa? Soalnya ikut bangga akhirnya Indonesia dipercaya lagi untuk jadi tuan rumahnya. Setelah pertama kali di tahun 1962 dulu. Belum lagi makin bangga karena ada beberapa atlet asal Palembang yang ikut berjuang. Salah satunya adalah atlet sepak bola wanita asal Palembang yang akan berjuang di Asian Games 2018 ini.

Sebelum kita kenalan sama Ayuk cantik itu, yuk kita ngobrolin Asian Games dulu.


Di bulan yang sama, Agustus, Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games IV tahun 1962. Jauuuh banget aku mah belum lahir. Hehehe...

Waktu itu ada 12 negara peserta yang berjuang untuk 13 cabang olahraga (cabor).

Kerennya lagi, Indonesia berhasil jadi runner-up loooh!

Mengumpulkan 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Joss!!!


Nah, untuk Asian Games 2018 ini sebenarnya bukan Indonesia yang tadinya bakal jadi tuan rumah.

Berikut fakta menariknya!
Bahwa Indonesia mengajukan diri untuk jadi tuan rumah. Karena tuan rumah terpilih, yaitu Vietnam mundur.

Dan seharusnya bukan diselenggarakan di tahun 2018. Namun, karena tahun 2019 Indonesia menyelenggarakan Pemilu. Maka, jadwal Asian Games dimajukan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.

Tahun ini ada 40 cabor yang dipertandingkan dan diikuti oleh 12000 atlet. Awak media yang ikut memberitakan pun ada sekitar 5000an.

Wow!!!
Sudah mulai terbayang keseruannya kaaaan...


Duh, makin deg-degan.


Venue pertandingan untuk Asian Games 2018 ini akan dilangsungkan di dua kota besar di Indonesia. Yaitu di Jakarta dan di Palembang.

Kebetulan aku warga Sumatera Selatan nih. Makin bangga lah yaaa Palembang ikut jadi tempat ramenya Asian Games 2018.

Teman-teman udah pernah ke Palembang belum??? Kuy, main ke Palembang sambil nonton Asian Games 2018.

Buat yang belum tau, nih di atas udah aku kasih liat 8 Fakta unik tentang Kota Palembang.

Hayoooo...
Mupeng ga main ke Palembang?^^

Memang untuk event olahraga apalagi tingkat Internasional seperti ini, Palembang hampir selalu ikut serta berpartisipasi menyediakan venue. Karena Palembang punya Jakabaring Sport City.


Apa itu Jakabaring Sport City?

Ini adalah spot olahraga di Palembang.
Lokasinya strategis di pusat kota, wilayah Jakabaring. Nama lokasi itu yang melekat di nama spots centre ini.

Kota lain juga punya kok pusat olahraga. Trus apa bedanya Jakabaring Sport City?

Sepanjang yang kutau, JSC ini dibangun dengan standar internasional untuk tiap bagiannya. Jadi memang layak untuk digunakan tiap pertandingan internasional. Udah sesuai standar gitu deh poinnya.

Ada stadion sepak bola Gelora Sriwijaya, venue voli pantai, menembak, sepatu roda, lempar lembing, dayung, kayak, akuatik, tenis lapangan, dan baaaanyaaak lagi.

Terus, JSC itu terintegrasi dengan fasilitas lainnya yang dibutuhin para atlet dan pengunjung. Ada kampung atlet (dulu disebutnya wisma atlet), 5 rumah ibadah, dan diperindah dengan taman-tamannya yang menghijau plus instagramable.

Hohoohooo...

Dan lagiiii...
Spesial untuk Asian Games ini, area JSC terintegrasi dengan LRT (Light Rapid Transit). Yaitu kereta atas gitu. Langsung dari Bandara SMB II sampai stasiun akhirnya di JSC itu.

Jadi akses ke sana emang udah mantap lah!

Udah makin tau lah ya tentang Asian Games dan Venue yang di Palembangnya.

Sekarang, ayo kita kenalan sama Ayuk Debi Puspita Rani!

Ayuk adalah panggilan untuk kakak perempuan dalam Bahasa Palembang.




Ayuk Debi ini adalah Atlet Sepak Bola Wanita Asal Palembang. Doi bakal ikut berjuang membawa nama Indonesia di ajang Asian Games 2018 ini.

Yuk Debi ini masih muda loooh...
Umurnya baru 21 tahun.

Karena penasaran, aku cari tau deh tentang Yuk Debi. Lahir di Palembang, 22 Juni 1997. Waah, baru saja berulang tahun beberapa bulan lalu.

Yuk Debi ini adalah mahasiswi UNSRI (Universitas Sriwijaya) FKIP prodi Penjas. Di dalam tim sepak bola wanita ini, doi bertugas sebagai kiper handal.

Bersama tim sepak bola wanita Persimura, Yuk Debi berhasil menjaga gawang dari ancaman lawan dalam ajang Piala Pertiwi 2017 lalu.

Katanya, dia memang suka sepak bola
sejak SD. Mengaku tidak ikut sekolah bola, tapi bergabung dengan tim Villa Star Palembang yang kemudian akhirnya terpilih masuk tim Persimura itu.

Hebat ya, Ayuk Debi!
Aku jadi makin ikut bangga. Soalnya satu almamater nih. Hehehe...


Semua pilihan yang ada di dunia ini selalu berpasangan. Termasuk pilihan jadi atlet. Tentu ada suka dan dukanya.

Pertama, para atlet harus terus konsisten menjaga kesehatan agar terus prima. Belum lagi jadwal latihannya, pola makannya, dan banyak lagi yang lainnya.

Beberapa atlet juga harus rela berjauhan dengan keluarga ketika jadwal pertandingan mengharuskan mereka untuk berjuang. Melewatkan liburan lebaran misalnya.

Tapi, tentu ada juga sukanya.
Salah satunya bisa mengharumkan nama keluarga dan bangsa.

Keren banget kan yaaa...
Ayo kita dukung bersama atlet kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini!!!

Ini juga jadi salah satu cerminan warga Indonesia yang baik tentunya.


Semangat berjuang para atlet Indonesia!
Kami bangga padamu!!!

Minggu, Agustus 05, 2018

Mizzu Blush Girl in Action: Blush Me Up!


Assalamualaikum.
Masih dengan hype abis acara 1st Anniversary @palembangbeautyblogger kemarin. Aku juga bawa oleh-oleh imut dari Mizzu Cosmetics looh.

Yaitu Blush On Powder seri Blush Me Up.
Yes, aku adalah hantu blush on. Hahaha..

Aku sukaaaa sekali pake blush on.
Ibarat make up tanpa blush on tuh kaya sayur kurang garem. Eaaaa...

Selain bikin penampilan jadi segar alias fresh, blush on juga bisa kasih efek stay young forever loooh.

Inget banget waktu aku masih tomboy banget. Padahal udah dewasa lah yaaa... Udah kuliah waktu itu. Jangan tanya gimana penampilanku. Boro-boro kenal blush on, bedakan aja syukur. LOL

Waktu itu temen sekelasku ada yang suka pake blush on. Panggilannya Eci. Aku perhatiin soalnya. Cakep!


Sebagai sesama cewek aja aku suka liat wajahnya merona fresh gitu. Sayangnya aku tuh tomboy yang pemalu. Haelaaah...

Iya. Aku malu buat nanya-nanya gimana caranya biar cakep merona gitu.

Ternyata efek dari blush on. Sampe-sampe aku pernah nanyain ke doi tentang blush on apa yang dia pake. Trus aku beli juga. Walaupuuuuuun... Ga kupake sampe kuliah semester akhir. Ahahaha...


Kenapa?
Soalnya aku ga PD dan ga ngerti.

Kalo diinget sekarang sih, rasanya nyesel. Coba dipake daripada kadaluarsa aja gitu. #TimAntiRugi

Well, usah dikenang yang telah lalu.
Sekarang udah jadi mamak-mamak dan mulai kenalan sama skincare, make up, and stuff menjelang pernikahan.

Hasilnya? Ya gini. Jadi hantu blush on deh!

Trus, punya Blush Me Up dari Mizzu gini siapa yang ga seneng ye kan?

Langsung deh aku mainkan kuas. Hohoho.

Aku kasih tau dulu penampilan si mungil imut ini ya...


Ini kemasannya.
Aksen garis-garis jadi highlight packaging Mizzu ini. Kesannya Pop Art banget. Aku suka.

Kotaknya persegi empat yang sangat presisi. Jadi, enak aja diliatnya.

Trus, ini tuh disegel rapi. Jadi kita bisa tau nih kemasan bener-bener baru atau nggak.


Yang kupunya ini shadenya yang Rosy Tint nomor 802.

Untuk tanggal kadaluarsanya bisa liat di kotak dusnya yaa...

Saran aku sih, kita tulis lagi aja pake spidol permanen di packaging blush on ini. Biar kalo nanti dusnya udah dibuang kita ga lupa deh.

Ini compact banget.
Powdery dan matte. Ga bling-bling.
Isinya 4,5 gram aja.


Selain tampilan dus depan yang kece dengan aksen garis-garis gitu, bagian dalam dus juga kece.

Ada motif garis-garis juga. Segelnya juga oke punya. Simple dan tetap ada signature dari Mizzu.

Intip kemasan blush-onnya itu deh!
Aksen garis dan letak tulisannya bikin garis itu makin menarik.


Nah, ini dia shade Rosy Tint itu.
Pinky tapi gak yang terang banget. Kaya ada dusty-nya gitu pigmentnya.

Makanya menurutku ini cocok buat warna kulit apapun. Kan biasanya kita bilang, warna pink untuk yg kulitnya terang. Nah, menurutku yang kulitnya gelap masih akan oke aja pake rosy tint blush me up Mizzu ini. Cobain deh!

Ayo kita liat swatchnya di kulit tangan bagian dalamku.


Gini warnanya!

Ini aku cuma sekali ulas dan udah keluar warnanya. Pigmented bangetlah si Mizzu ini. Kece!!!

Hasilnya matte (no shimmer).

Oya, kenapa aku swatchnya di bagian tangan ini? Karena ini warna yang bisa dibilang sama dengan warna kulit wajah kita loh.

Jadi, kalo pas di konter make up dan kamu mau nyobain testernya. Bisa coba swatch di tangan bagian dalam ini. Biar bisa liat warna produknya.

Blush on Mizzu ini harganya terjangkau banget. Dengan kualitas yang oke gini, worth it banget buat kamu miliki.

Ukurannya yang unyu ini bikin enak dibawa pas bepergian. Masukin di dompet kecil aja bisa looh.


Ini aku cobain langsung dan hasilnya bikin wajah terlihat segar bercahaya.

Setuju ga?

Cusss, cobain sendiri deh! 😘

NHW #1: Menuntut Ilmu di Universitas Kehidupan


Assalamualaikum.
Aku akan melanjutkan postingan beraroma IIP (Institut Ibu Profesional) atau MIIP (Matrikulasi Institut Ibu Profesional) yaa ...

Jadi, selain tulisan keseharian dan beauty, blogku ini akan sering posting tentang IIP and stuff.

Kalo sebelumnya aku cerita tentang awal mula bergabung dan harapanku.

Baca: Siap Belajar di IIP

Juga berbagi ilmu yang kuperoleh disesi pertama lalu.

Baca: Materi #1

Dan keseruan agenda perdana SOTD (Star of The Day).

Baca: Apa itu SOTD?

Kali ini aku akan menuliskan NHW (Nice Home Work) alias PR. Hehehe...

Lah? Ada PR segala?
Iya dong. Kan ini lagi sekolah ceritanya. Wk.

Ini adalah NHW 1. Karena materi pertama adalah tentang Adab Menuntut Ilmu, maka PRnya seputaran hal itu juga.

src: NHW #1 Google Classroom MIIP Batch 6 Sumatera 3

Bismillahirrahmanirrahim.

Semoga setiap tulisanku tentang MIIP Journey ini bisa bermanfaat. Begitu juga sharing untuk setiap NHW hingga kelas selesai nanti. Segenap hati aku curahkan untuk pembelajaran ini.

Baiklah.
Aku bakal coba jawab keempat pertanyaan itu dengan sepenuh hati. Biar nanti jadi pengingat dan penyemangat dalam setiap langkah. Aamiiin.


Satu jurusan ilmu yang akan saya tekuni di Universitas Kehidupan ini adalah Jurusan Wanita Sholeha.

Woow!!!
Hebat banget kan ya bisa bikin jurusan sendiri. Hehehe...

Setelah merenung dan memikirkan jawaban pertanyaan NHW 1 selama (((hampir ))) satu minggu. Itulah jurusan yang paling tepat mewakili harapan dan tujuanku.

Jangan tanya mengapa lama sekali bersemedi merenungkan jawaban-jawaban ini.

Karena sejatinya berat.
Merumuskan sebuah tujuan yang jelas dan fokus.

Ditambah lagi, betul-betul berat karena menjadi wanita sholeha itu mencakup peranan sebagai anak sholeha bagi orangtua dan/atau mertua, sebagai istri sholeha, juga sebagai ibu sholeha.

Bagiku, sholeha artinya mampu menjalankan peranan hidupnya. Saat menjadi anak, mampu berbakti, menjaga saudara/saudari. Saat menjadi istri dan ibu pun demikian adanya. Siap siaga mengurus suami dan anak-anak, mengatur keperluan rumah dan mendidik anak-anak, menjaga martabat keluarga, memenuhi gizinya.

Banyak sekali.
Kalau diurutkan takkan cukup halaman ini.
#lebayyy

Jadi, Jurusan Wanita Sholeha adalah jurusan yang saya pilih di Universitas Kehidupan ini.

Ini juga yang menjadi guideline hidup saya. Karena ini adalah cita-cita. Kalau kadang terasa berat, mentok, alias stuck. Inilah cara untuk kembali menata hati dan pikiran: ingat cita-cita ini. Bismillah.


Alasan terkuatku untuk menekuni ilmu menjadi wanita sholeha ini adalah karena aku cinta padaNYA dan semua titipanNYA (orangtua, saudara, suami, dan anak ini).

Inginku bahagia di dunia dan di akhirat.

Tentu saja ingin semua orang bukan?
Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk bahagia di dunia dan akhirat itu. Para ulama sudah memberi tahu, mengajarkan banyak hal baik agar menjadi hamba yang mulia.

Dan kupilih salah satu caranya. Yaitu menjadi sholeha insyaallah.

Kalau ingat cita-cita ini, aku sebenarnya sedih. Karena rasanya kok jauh panggang dari api. Masih jauh aku tertinggal. Tapi aku mau belajar.

Duh, jadi mewek sambil ngetik nih.

Pokoknya kalo udah bahas cita-cita ini aku ga bisa nahan aliran anak sungai di ujung mata ini. Untung aja ini bukan kertas. Bisa habis basah dan rusak tak terbaca tulisan panjang ini. Hahaha...

Kembali lagi ke alasan utama atau alasan terkuatku adalah DIA yang Maha Agung.

Aku ingin hadirku didunia ini membawa manfaat. Menjadi amalan jariyah orang tuaku karena telah membesarkan dan mendidikku, menjadi amalan jariyah suamiku karena telah mendidik dan menjagaku pula.

Aku ingin menjaga kepercayaanNYA atas titipan anak yang insyaallah sholeh ini. Maka dari itu, aku tak mau menyiakan kesempatan belajar untuk jadi ibu sholeha yang piawai merawatnya dalam segala hal.

Dalam mendidiknya, menjaganya, semuanya.

Kalau dulu aku belajar agar menjadi pintar, membuat orang tua bangga dan bahagia, menjadi panutan adik-adikku.

Saat ini aku belajar juga untuk suami dan anak-anakku. Yang kesemuanya itu bermuara pada Rabbiiy Izzati.

Itulah alasanku.



Jurusan telah kupilih.
Alasan sebagai pasak bumi agar aku tau arah kembali sudah diresapi.

Aku butuh strategi.
Agar untuk belajar sesuai jurusan dan bidang keilmuan yang telah kupilih ini.

Pertama, meminta izin dan ridho pada kedua orang tua, suami, dan anak. Agar pembelajaran ini lancar kuikuti. Setelah terlebih dahulu meminta izin padaNYA tentu saja.

Kedua, berkumpul dengan kelompok-kelompok positif agar tetap menjaga ritme belajar ini.

Penting sekali untuk terus berada dalam lingkaran yang baik nan positif. Baik di lingkungan offline maupun online. Karena saat ini media memungkinkan kita untuk berjejaring dan terkoneksi dengan beragam lingkaran sosial.

Kita sendiri harus pandai memilah dan memilih mana yang baik untuk kita. Berasa di lingkungan yang baik cenderung meningkatkan potensi diri.

Contohnya dalam komunitas sehobi. Banyak hal yang bisa dipelajari sembari bersilaturahmi. Itu yang kudapatkan.

Ketika energi positif dalam tubuh dijaga, akan banyak hal baik yang bisa kita lakukan. Begitu pula untuk menyelesaikan misi belajar menjadi wanita sholeha ini.

Mengurus rumah tangga itu banyak sekali cabangnya. Bukan hanya persoalan dapur, dan anak-anak saja. Tapi luaaaaas sekali. Sebagai wanita, sebagai istri, sebagai ibu.

Bisa dibilang seperti manager. Semua diurus. Sementara keimanan naik turun. Ketika lelah melanda rasanya berat melangkah maju.

Duh, curhat deh!

Untuk itu, strategi tadi diperlukan. Harus ada hal yang bisa membuatku terus bisa berpikir positif. Salah satunya dengan berjejaring dengan komunitas positif tadi.

Strategi lainnya adalah terus belajar. Dari mana saja. Kapan saja. Dengan siapa saja.

Kadang dari anak bayiku aku belajar hal baru. Kadang ia pula mengingatkanku pada cita-cita ini. Seketika rasa lelah muncul, teringat betapa Allah percaya untuk menitipkan makhluk suci ini. Rasanya rugi kalau aku tidak upgrade diri, tidak belajar lebih banyak lagi.

Untuknya pula aku berusaha memantaskan diri menjadi seorang ibu terbaiknya.

#mewek lagi sambil ngetik. Duuuh...

Kok rasanya ngerjain NHW ini kaya lagi menulis surat untuk Tuhan ya...

Plek tumpah ruah rasa di hati.
Masyaallah.


Mohon maaf ya pembaca budiman. Tulisan ini akan panjaaaang sekali. Hahhaa...


Kurang lebih begitulah strategiku untuk menuntut ilmu menjadi wanita sholeha di Universitas Kehidupan ini: izin, berkumpul dengan yang positif, belajar dari mana saja- kapan saja- siapa saja.


Setelah kemarin mendapatkan pencerahan dari materi pertama tentang Adab Dalam Menuntut Ilmu, aku menarik kesimpulan bahwa:

Ketika seseorang itu beradab, maka ia mudah memeroleh ilmu.


Itu salah satu pembelajaran yang kudapat.

Karena adab adalah cerminan dari keimanan. Adab adalah cara seseorang bertingkah laku.

Dari materi 1 yang disusun oleh Tim Institut Ibu Profesional kemarin begini urutannya:

Iman - Adab - Ilmu - Amal

Nah, untuk belajar di jurusanku ini ada beberapa sikap yang perlu selalu kuingat, kutingkatkan, dan/atau kuperbaiki terkait adab dalam belajar (menuntut ilmu).

Yaitu adab pada diri sendiri. Agar sentiasa bergegas dalam menuntut ilmu. Di kelas MIIP ini, ada beberapa kali aku ketinggalan dan tidak on time. Untuk itu akan kuperbaiki lagi. Agar bisa duduk di barisan depan bersama teman-teman dan menyerap ilmu dengan baik.

Kemudian menuntaskan pembelajarannya. Dengan cara mengulanginya dan bersungguh-sungguh menerapkan (mengamalkannya). Juga beberapa hal terkait adab kepada guru dan sumber ilmu.
Walaupun dalam kelas online.

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga pembelajaran kedepannya semakin lancar dan mampu mengamalkannya.
Aaamiiin.



Sabtu, Agustus 04, 2018

Strength in Beauty with Ultima II The Collagen Expert

Strenght in Beauty with Ultima II The Collagen Expert


Assalamualaikum.
Sepertinya udah beberapa purnama absen di kategori beauty. Soalnya aku lagi concern mantengin efek dari beberapa hasil dari persemedianku. Eaaaa...

Judulnya boleh Bahasa Inggris ya sesekali. Tenang aja aku bakal langsung ngomongin isi dari judul postingan kali ini.

Strength in Beauty with Ultima II The Collagen Expert!

Dari kalimat sepanjang itu ada 2 hal yang aku highlight sih. Yaitu Ultima II dan Collagen. Kalau kalian langsung spot apa dari judul ini???  Ayooo... jawab di komen ya^^

Yes!
Buibuk Bui para wanita sejagat raya kayanya kalo denger kata kolagen langsung berbinar-binar deh matanya.

Kenapa?
Karena kolagen ini adalah salah satu unsur penting yang bisa memberikan keajaiban buat kulit. Kulit kenyal siapa yang ga mau kan???


Sampai-sampai, beberapa waktu lalu heboh menu sup kolagen demi menopang kebutuhan kolagen tubuh. Intinya buat apa coba? Buat tampil sehat cantik. Gitu.

Alhasil, rame deh yang jajan sup kolagennya. Dan emang enak laaah...

Makan trus jadi cantik!
Bahagia banget kaaaan...


Hahaha...


Tapi perlu diingat buibuk. Bahwa kesehatan dan kecantikan, apalagi yang berhubungan dengan kulit itu adalah hasil dari sebuah proses ya. Jadi, pastiin kita sudah memberikan yang terbaik untuk kulit kita dulu.

Kulit itu garda terdepan tubuh. Dia yang duluan terpapar debu, dan polusi lainnya. Juga sinar UV yang kejam itu. Jadi emang bener-bener perlu dirawat dengan ekstra nan telaten.

Nah, pas acara 1st Anniversary Palembang Beauty Blogger kemarin, aku bawa oleh-oleh buat kulit tersayang.


Ini salah satu makanan yang baik untuk kulit kita. Ultima II The Collagen Expert!

Face and Neck Serum & Moisturizer lotion Ultima II

Jadi ini adalah skincare Ultima II. Yang berwarna peach itu adalah Face and Neck serum. Sementara yang hijau mint itu adalah moisturizer lotionnya.

Ukuran serumnya 5ml dan moisturizernya 7ml. Sebelum aku cobain di kulit wajah, aku coba di punggung tangan dulu. Ini biasa aku lakuin buat tau tekstur dan ngeliat gimana penyerapannya di kulit. Apakah lama atau tidak.

First impression aku untuk masing-masing produk ini:

Face and Neck serum:
🌟Warnanya bening dan tidak terlalu cair. Tapi tidak juga berbentuk gel karena ini water based.

🌟 Oleh sebab itu, serumnya cepat 'ngeblend' di kulit. Langsung menyerap setelah beberapa kali diusap. Juga tidak lengket.


Moisturizer Lotion:
🌟Warnanya hijau mint seperti packaging-nya.

🌟 Tidak lengket.

🌟 Cepat menyerap walaupun perlu beberapa kali usap (dibanding serum tadi)

🌟 Aromanya segar. Wangi.


Kemudian ada satu lagi produk Ultima II yang aku coba. Yaitu translucent powder yang shade light.


Ini juga yang travel size kayanya. So cute mungil gitu. Jadi enak buat dibawa-bawa.

Isinya 5 gram.




Delicate Translucent Face Powder with Moisturizer

🌟Packagingnya imut banget dan elegan. Ga banyak aksen sana-sini, tapi tetap cantik.

🌟 Ada spongenya. Tapi aku aplikasiinnya pake brush kecil aja.

🌟 Cuma tutupnya aja. Karena bahannya semacam pantulan kaca gitu jadi kalo abis dipegang, sidik jari keliatan banget nempelnya. Harus rajin dilap hehehe...


🌟Shadenya light. Pertama di kulit terlihat jomplang. Tapi setelat diratain bagus kok. Lumayan bikin permukaan kulit halus.

🌟Bagus banget buat ngeset foundie atau bb/cc cream. Warnanya ga terlalu terang. Pas!

🌟Kalaupun ga pake pake foundie atau bb/cc cream, translucent powder Ultima II ini oke aja langsung dipake. Ada warnanya tapi ga bikin jomplang juga.

Kesannya natural dan pori2 masih bisa nafas. Bagus buat sehari-hari menurutku.


Ketiga produk Ultima II ini bagus buat kulit agar tidak kering dan kusam. Hasil akhirnya bikin kulit kenyal, segar dan bercahaya.

Kamu bisa cek di web dan akun resminya di www.ultimaii.com untuk info lebih banyak lagi yaa...

Nah, ini video kalo kamu mau liat pas aku aplikasiin face and neck serum juga moisturizer lotionnya. Terakhir aku set pake translucent powder deh. Bagus buat sehari2. Make up ringan dan cerah.

Aku pakein alis n lipen yes, biar ga kabur orang liatnya hahaa...



Terima kasih sudah mampir, baca dan nonton videonya...

Jangan lupa menjejak yaaa...


Love and Share!


COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES