Kamis, September 20, 2018

L.tru: Tru Story of Fenita Arie di Palembang


Sabtu lalu, 15 September 2018, aku senang sekali rasanya bisa hadir ke acara L.tru: Tru Story of Fenita Arie. Udah kenal dong ya sama nama di atas? Istrinya Arie Untung itu loh. Kakak cantik yang baik hati.

Kok bisa ya aku bilang gitu? Kaya yang kenal banget aja??? Hahaha.

Well, honestly aku adalah penggemar Keluarga Untung ini. Aku subscribe channel mereka dan sukaaa banget sama keluarga ini. Jadi, ketika diundang untuk hadir di acara L.tru dan dibilang ada kak Fenita ya langsung seneng.

Tapi, ga bisa langsung konfirmasi bisa hadir sih. Mengingat ada si kecil yang tak gendong kemana-mana 🎢🎡🎢🎢

Memang saat ini aku belum bisa maksimal hadir ke beragam acara.

Dipertimbangkan dulu kira-kira pas ga waktunya, sesuai ga acaranya kalo ada anak ikut, dan poin penting adalah: diijinkan atau tidak untuk si anak dan guardiannya ikut. Biasanya nenek atau papanya, barangkali aku ga bisa handle di perjalanan gitu.

Apalagi kalo pas si kecil ga ada yang jagain. Jadi, aku bakal tanya dulu apakah boleh bawa anak atau tidak. Jika tidak, maka aku terpaksa membatalkan undangannya.

Kusampaikan lah kemungkinan boleh bawa si kecil atau tidak pada Kak Witha yang mengundangku waktu itu. Ternyata boleh katanya.

"Boleh say bawa aja baby nya." 😊

Waah, syukurlah. Artinya aku bisa dateng dan ketemu idolaku di sana.

My little baby boy

Alhamdulillah. Jadi deh ketemu Kak Fenita dan teman blogger Palembang lainnya.

Oya, pas menuju ke venue acara di 1000 Rasa Coffee Shop and Restaurant, The Arista Hotel, kami sekalian menjajal naik LRT. Pas banget ada stasiun terdekat dengan Hotel Arista itu.

Baca:

PERTAMA KALI NAIK LRT DI PALEMBANG



Sampe di venue, mataku langsung tertuju pada booth yang sudah rapi berjejerkan produk-produk L.tru. Gamis- gamis kece, potongan atasan, inner, dan juga hijab.

Walaaaah...
Ini mah rejeki banget Mama Faraz ketemu idola trus cuci mata liat yang keren-keren nih! Kali aja ada yang cocok di hati kan ya...

Booth L.tru

Setelah itu aku langsung cari kursi yang kosong dekat teman-teman yang sudah datang. Sambil menunggu Kak Fenita hadir, kami pun chit-chat sambil ngemil deh!

Teman Blogger Palembang

Berhubung sudah makan sama Papa Faraz sebelum ke venue tadi, aku cuma ambil salad buah. Segeerrrrr!!!

Penyajian dari 1000 Rasa Coffee Shop and BlRestaurant ini emang TOP. Pas banget L.tru milih venue-nya. Bakal nyaman buat nyimak rangkaian acara pastinya.


Ga berapa lama kemudian, Cek Poppy MC kondang dari Palembang yang membawakan acara pun bilang: Kita sambut Kak Fenita Arie dan Mas Arie Untung!!! 

Wuiiih... riuh tepuk tangan dan kita semua berdiri mau lihat dengan jelas. Kebetulan sejak acara mau dimulai tadi, Faraz udah diajak Papanya main ke Play Ground di bawah. Aku bisa wara-wiri mengabadikan momennya.

Minta fotoin Tanti nih.

Emang cantik banget aslinya Kak Fenita ini. Apalagi berbalut pakaian L.tru dari atas sampe bawah yang jatuhnya pas banget. Cocok sama perawakan beliau. Tiba-tiba aku merasa minder. Ahhahaa...



Etapi tetap minta selfie juga laaah...
Kapan lagi jumpa idola. Walaupun hasilnya blury huhuhu. Maklum kan rame jadi gantian gitu. Ga enak lama-lama yang lain juga ngefans sama beliau. Alhamdulillah.


Tru Story of Fenita Arie

Saat sharing session Kak Fenita bercerita tentang titik balik hijrahnya memakai hijab. Ini cerita beliau sekaligus menjawab pertanyaan dari Mbak Suzannita, salah satu blogger Palembang yang juga hadir.

Ketika mengalir kisahnya, ada bagian aku merasakan dingin di sudut mata. Mrembes mili kalo kata mbahnya Faraz tuh. Pengalamannya sangat menyentuh.

Sharing session with Fenita Arie


Bahkan aku juga tersentil ketika Mas Arie Untung berpendapat tentang hijrahnya istri beliau itu. Dengan cerita sembari guyon ala Mas Arie, beliau menuturkan bahwa istrinya berprogres menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Pernah di larut malam dilihatnya, Kak Fenita sholat. "Wah, mau tahajjud nih," ceritanya. "Eh, ternyata 4 rakaat. Baru isya," lanjutnya sambil tertawa. Kami pun ikut tertawa.



Buk! Aku tersentak malu.
Aku banget itu. Kadang masih sering kelupaan dan menjelang tidur baru deh isya. Syukurnya Mas Arie malah makin terus mendukung setiap progres itu. Masyaallah! Kuterharu!

Jadi inget sama suamiku yang tak lelah mengajari untuk tidak menunda sholat juga. Barakallah.

Suatu pengalaman yang sangat memorable karena bisa berada di acara L.tru ini. Semacam dapat pesan bahwa harus lebih giat lagi ibadahnya. Bismillah.


L.tru Gaya Modern Berhijab

Yang makin seru adalah ketika Mas Untung bilang bahwa ia paham dan mengerti tentang istrinya yang modis. Ketika berhijab mungkin membuat mati gaya, L.tru memberikan jawabannya.

Koleksi terbaru L.tru


Ga akan mati gaya walaupun berhijab apalagi ada L.tru ini. Kalau kata Kak Fenita: cutting L.tru itu beda. Dia punya ciri sendiri dan enaknya tu bagus pas dipake.

Yes, aku setuju.
Waktu hadir di acara ini pun aku mengenakan salah satu gamis L.tru dan ngerasain sendiri semua yang dibilang tadi.

I'm wearing L.tru

Yang kupake ini cutting-nya simple. A line gitu dengan dua kantong di depan. Ini kantong beneran loh ya, bukan gaya-gayaan aja. Nah, aku seneng baju yang gini soalnya biar praktis kalo mau simpen Hp atau benda kecil lainnya.

Maklum buibu kan ya...
Hihihi...

Bahannya emang enak. Seharian aku pake loh. Dari jam 10 berangkat ke venue, trus abis acara aku masih pake dulu jalan ke gedung seberang venue.

Inner ninjanya juga L.tru. Bahannya adem dan ngaret gitu. Tapi ga yang ngetat juga. Jadi ga bikin telinga kaya kejepit. Enak dipake pokoknya.

Aku termasuk yang milih-milih kalo harus pake inner ninja. Dan pake inner L.tru ini asli cocok. Nyaman ga bikin kuping sakit atau leher kaya kebekap gitu. Trus bahannya ga bikin panas atau gatel. Bagus banget!

L.tru mengusung cara berpakaian santun yang tetap modis dan elegan. Dengan kaidah tertutup, longgar, dan nggak nerawang tapi tetap kekinian. Jadi, udah ga akan takut mati gaya dong ya???^^

Baju-baju L.tru baik set atasan dan bawahan, ataupun gamisnya tuh enak buat di mix and match alias dipadupadankan. Jadi kita tetap bisa menampilkan sisi personal kita. Selera pribadi tetap bisa stand out loooh.

Menurut Kak Fenita sendiri, produk-produk L.tru tuh cocok buat newbie. Karena beliau sendiri merasa nyaman mengenakannya.

Alhamdulillah-nya, udah resmi dibuka juga L.tru di Palembang. Lokasinya di Palembang Icon Mall (PI) lantai 1 No. 61

Label busana L.tru (baca: Γ©l.tru) ini tuh disambut hangat di beberapa kota lain yang lebih dulu. Sebut aja di Jakarta, Padang, Batam, dan juga Banjarmasin.

Senangnyaa L.tru udah ada di kota kesayangan. Alhamdulillah.

Semakin banyak peminat L.tru dari penjuru Indonesia ditanggapi positif oleh L.tru. Rencananya L.tru pun akan merambah kota-kota lainnya di Indonesia. Demi menyajikan beragam pilihan busana santun yang fresh serta modern.

Lihat nih, kami pake L.tru looh...


Kalo kamu di Palembang, kamu juga bisa intip koleksi lengkapnya di L.tru yaaa...

Cuss aja ke:
Palembang Icon Mall. Lantai 1 No. 61
Jalan POM IX, Ilir Barat I Palembang
Telp : (0711) 5649351
Whatsapp : 0813-7923-3664

Intip dari IG @ltruofficial | @ltrustore juga di webnya www.ltru.co.id juga bisa nih!^^

Yuk, berbusana santun bersama L.tru^^



Bonus Silaturahmi

Salah satu kejutan yang ga disangka dan ga diduga adalah aku ketemu sama mbak-mbak seperjuangan.

Kiri ke kanan: Mbak Debi, Mbak Iis, Aku, Mbak Indah


L.tru mempertemukan kami kembali. Senangnyaaaa...

Terakhir ketemu Mbak Debi itu setelah bubar jadi LO Sea Games tahun 2011. Kebayang kan??? Udah berapa tahun coba? 7 tahun, Masyaallah!^^

Trus, sama Mbak Indah juga. Terakhir kayanya tahun 2012 deh ya. Tapi udah sempat ketemu sekali di Bulan Februari lalu. Tetap aja rindu masih bersarang.

Mbak Iis, ini yang jadi narahubung nih. Duh, dunia emang ga selebar daun kelor. Mbak debi, Mbak Iis, dan Mbak Indah ini sekantor ternyata. Kalo sama mbak Iis kita kenal karena sama-sama hobi nulis.

Niatnya silaturahmi sama teman blogger Palembang sambilan ketemu idolaku, Kak Fenita, eh dikasih Allah bonus silaturahmi juga sama para mbak cantik ini.

Alhamdulillah.

Aku padamu L.tru πŸ’Œ

Selasa, September 18, 2018

Pertama Kali Naik LRT di Palembang


Wuih, di Palembang sekarang udah ada LRT loh. Udah pada tau kan ya? Atau malah pengen tau LRT itu apa ya? Hehehe. Kayanya sih udah pada tau lah yaaa. Ini adalah cerita tentang pertama kali naik LRT di Palembang.

Kemeriahan Asian Games 2018 kemarin masih terasa sekali. Nah, salah satu faktor yang bikin meriah itu adalah keberadaan LRT (Light Rail Transit). Yaitu sebuah kereta ringan yang beroperasi bersamaan dengan moda transportasi lainnya di kawasan perkotaan karena LRT punya jalurnya sendiri.

Di Indonesia, hanya Palembang dan Jakarta yang memiliki LRT. Itupun baru resmi dipergunakan sejak saat perhelatan Asian Games lalu. Alhamdulillah ya, kemajuan bertambah pesat. Berasa di luar negeri karena kita punya kereta dalam kota. Uhuy!!!

Saat Asian Games kemarin LRT digunakan sebagai moda transportasi para atlet, official, dan awak media. Kemudian ada waktu-waktu tertentu yang juga dibuka untuk umum bahkan hari gratis ber-LRT ria.

Animo masyarakat sangat besar. Maklum ini adalah yang pertama di Indonesia kan yaaa...

Sampai-sampai dibilang 'culture shock' karena kurangnya edukasi ber-LRT. Ditambah lagi penuhnya kereta karena semua ingin coba naik. Rada serem pas liat foto-foto yang beredar.

Keinginan untuk ikut coba naik LRT pertama kali pun jadi melempem. Soalnya pengen ajak Faraz juga hahaha.

Akhirnya, jodoh emang ga kemana. Perhelatan Asian Games telah usai, dan kita mewarisi moda canggih ini. Keren! Akhirnya, aku pun memberanikan diri coba-coba naik LRT. Mumpung di Palembang. Mumpung ada Pak Suami kan ya...

Jadi ada backup kalo 'lelah'. Faraz? Ya ikut dooong...


Persiapan Naik LRT

Sebelum memutuskan akan menjajal LRT, aku cari informasi tentang jadwalnya dari IG @lrtsumselofficial dan ternyata memang ada perubahan jadwal dari jadwal Asian Games lalu.


Aku browsing-nya dini hari pas udah sampe di Stasiun Kertapati. Sambil menunggu waktu Subuh kami nyantai-nyantai di ruang tunggu stasiun. Yes, kami naik kereta api malam dari Muara Enim ke Palembang. Ini kali kedua loh. Sebelumnya pas masih hamil hehehe.

Baca:

HOTEL DI PALEMBANG BUAT STAYCATION: HADIAH ULTAH DARI SUAMI



Sekalian aku cari tau dulu nama-nama dan titik stasiunnya biar enak pas mau beli karcisnya, ya kan?

Menurut informasi yang kudapat dari artikel dan teman-teman, kita bisa bayar karcisnya pake e-money. Jadi, kalo kamu punya itu, pastiin ada saldo trus nanti tinggal di scan. Gitu.

Sayangnya e-money punyaku belum bersaldo dan dan masih dititipin. Ada satu lagi di mobil ayah buat bayar tol. Hahaa...

Tapi, tenang. Ga pake e-money tetap bisa naik LRT kok. Tinggal beli karcis di loket aja. Tarifnya Rp5000, kecuali ke Bandara SMB II Rp10.000.


Kami naik LRT dari stasiun DJKA (Opi Mall) menuju stasiun Bumi Sriwijaya (Stadion BS dekat Palembang Icon).

Untungnya waktu itu ga pake antre. Lagi ga rame. Padahal itu dah weekend loh, Hari Sabtu. Mungkin Minggu baru padat ya?


Udah dapet karcisnya, kita tinggal menunggu woro-woro alias pemberitahuan tentang kedatangan kereta. Jadi, kita akan tetap menunggu di ruang yang sama dengan lokasi loket karcis.

Sudah disediakan ruang tunggu yang nyaman sekali di sana. Rapi dan bersih. Toilet juga tersedia, bahkan ada ruang ibu dan anak (buat menyusui, ganti popok, dll).

Fasilitas di ruang ibu dan anak


Masih ada waktu sekitar 10 menit sebelum kereta datang. Aku ambil kesempatan ngintip sekitar. Nyoba ngintip ruang ibu dan dan anaknya. Begini lah tampilannya.

So far ya udah standar lah. Sayangnya ga ada AC padahal ga ada lubang ventilasi juga πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜” Ga cuma di sini sih, ada di Mall gede di Palembang aku pumping ASI, ruangannya non-AC dan tanpa lubang udara. Engap dan keringetan ngucur.

I wonder why???

Apa disangka ruang itu cuma buat ganti popok aja? Jadi disangka orang ga akan berlama-lama gitu? Trus, ga banyak orang yang pake kah jadi agak di'anak-tiri'kan??? Hmmm...

Sofa panjang, wastafel, matras buat ganti popok


Sayang banget pokoknya. So far, belum ngerasain ruang ibu dan anak yang comfy. Cuma pernah baca ceritanya Mbak Diba, di Bandara Soetta katanya nyaman banget. Bahkan ada Upang!

Upang ini terkenal banget dikalangan busui ya. Ini adalah alat buat steril barang-barang dengan teknologi canggih. Mantaps! Tapi aku sih belum coba. Ga pake Upang soalnya. Masih metode rebus aja. Hehehe.

Eh, jadi ngomongi Upang aja. Balik lagi soal LRT ya. Pas sampe stasiun ini aku ketemu Mbak Ira. Doi ini adalah salah satu blogger senior Palembang nih. Aku pribadi cuma kenal dari sosmed aja. Ketemu pun baru sekali hehehe...

Tapi, Mbak Ira ramah. Nampaknya doi lupa-lupa inget  hahaa. Ya maklum juga karena kan cuma sekali ketemu duluuu banget. Pas belum ada Faraz. Sekarang ketemu bawa Faraz.

Saatnya Naik LRT

Karcis udah di tangan. Aku ngobrol bentar sama Mbak Ira yang mungkin lagi nyoba nginget-nginget. Trus aku pamit nyamperin suami. Kasian juga duduk sendiri aja. Mbak Ira juga mungkin lagi ngerjain sesuatu.

Sambil nunggu itulah aku ngintipin fasilitas di stasiun dan ketemu ruangan ibu dan anak tadi. Kemudian berharap suatu hari udah dipasangin AC. Aaamiiin. 

Trus ga lupa foto-foto di dalam stasiun. Mumpung ada waktu dan mumpung sepi.




Ga terasa woro-woro udah kedengaran. Beberapa orang di ruang tunggu mulai merapat ke arah eskalator. Dan kulihat penumpang yang baru sampai lagi menuruni tangga manual.

Saatnya berangkat!!!
Excited banget karena baru pertama jadi penasaran hehee... Kalo di Singapura naik MRT yang ga berasa udah nyampe aja, aku penasaran kalo LRT gimana ya?

Suasana dalam LRT

Akhirnya nyobain LRT!!!
Hihihihi norak banget ya aku? Ga apa-apa asal tidak melukai orang lain. Halaaah.

Ini suasana di dalam LRT. Kami naik gerbong depan nih cerita. Simply karena asal naik yg kosong aja dan ga milih-milih (karena emang belum tau).

Pas baru naik banget aku motoin Pak Suami. 

"Mau ya difoto dulu. Buat dokumentasi di blog", gitu kubilang

Untungnya mau. Hihihi...
Terima kasih, Papah. 

Bersih dan rapi banget. Semoga terus terjaga.


Fleksibel penyambung antar gerbong (dikasih tau Papah)

Duduk di kursi prioritas karena bawa bayi


Senang sekali bisa menjajal LRT ini. Bisa lihat pemandangan kota Palembang dari atas. Kebetulan kita naik dari stasiun OPI, jadi bisa liat area JSC (Jakabaring Sport City) dari atas.

Oya, tapi memang lift-nya tidak beroperasi. Kami berjalan di walkway menuju stasiun di atas. Eh, betul itukah namanya? Jadi ini semacam rute manual tanpa lift/eskalator. Bentuknya lurus aja bukan bertingkat seperti tangga. Paham lah yaa...

Nah, pas sampai di stasiun tujuan yaitu Stasiun Bumi Sriwijaya, kami melewati jalan itu lagi. Tapi tidak sejauh saat di stasiun awal. Kulihat lift belum beroperasi juga. Mungkin beberapa waktu lagi karena memang moda ini masih terus dipersiapkan untuk lebih baik.

Semoga terus maju ya, Palembangku 😘


Catatan
Dilarang makan dan minum di dalam LRT ya. Soalnya kemarin dalam kereta ada ibu-ibu yang bawa bekal. Beliau keukeuh mau makan, ga akan bikin sampah katanya. Hiks.

Dipahami untuk dijalani yaaaa


Udah dapet warisan bagus gini sayang banget kalo tidak didukung oleh masyarakatnya. Jadi, ayo kita jaga agar LRT ini jadi moda yang nyaman selalu.

Walaupun mungkin memang tidak secepat MRT, tapi ini adalah sebuah langkah besar menuju kemajuan lainnya.

Dari Stasiun DJKA ke Stasiun Bumi Sriwijaya tadi kami tempuh selama kurang lebih 1 jam. 

Pastikan kamu tidak buru-buru atau dikejar waktu. Dan pilih jadwal yang aman. Jangan mepet. Meski kedatangan dan keberangkatan LRT selalu on time, baiknya kita sedia payung sebelum hujan kan?


Memang Faraz belum bisa menikmati pemandangan dari dalam LRT karena dia tidur. Tapi, Mamah dan Papahnya mewakili. Hahahaa...

Itulah ceritaku tentang pengalaman naik LRT pertama kali.

Terima kasih sudah mampir baca ya^^


Senin, September 17, 2018

NHW 7: Tahapan Menuju Bunda Produktif



NHW 7: Tahapan Menuju Bunda Produktif

Tak terasa sudah melewatkan minggu ke-7 karena NHW #7 sudah keluar dan harus dikerjakan. Materi minggu ketujuh ini penuh dengan informasi yang bikin kepala mengangguk-angguk. Lantaran memang penuh dengan wejangan dan lebih mengena ke praktek keseharian. Ditambah lagi dengan keterkaitan semua hal yang dijabarkan itu dengan materi-materi sebelumnya. Baru terasa kemana kaki ini mencoba melangkah.

NHW 7: Sumber Google Classroom Sumatera 3 (MIIP 6)

Sekilas nampaknya kok banyak sekali ya kerjaannya? Hihihii...
Tapi setelah diikuti setiap instruksinya malah jadi ketagihan. Langsung saja tanpa ba-bi-bu aku menuju link menuju tool online tes bakat sesuai yang disarankan dalam instruksi NHW, yaitu temubakat.com

Tampilannya homepage-nya mudah dimengerti. Berbekal penjelasan di soal NHW, aku pun ikuti tahapan tesnya. Berikut soal Nice Home Work (NHW) yang diberikan:

sumber: website temubakat.com via PC/Laptop

Homepage dari website ini sangat mudah dimengerti. Untuk mengikuti tes bakat, kita cukup mengklik tombol 'Ayo Cari Tahu!" itu. Kemudian kita akan diminta untuk mengisi formulir data sebagai pendaftar. 





Seperti gambar di atas untuk tampilan formulir isiannya. Untuk organisasi kutulis 'Ibu Profesional' sebagaimana diinstruksikan. Nah, bagian rekomendasi yang di bawah telah disepakati dari hasil diskusi di grup kelas, aku pun memilih 'guru saya; sebagai seseorang yang merekomendaikan untuk ikut tes tersebut. Kemudian, kita ikuti kalimat soal. Yaitu memilih 5 hingga 7 pernyataan yang tersedia. 



Perhatikan judul instruksi setiap soal yaaa...
Karena jangan kaget kalo opsinya sama^^ Mungkin begitulah cara pembuat tes memvalidasi jawaban kita dan menyesuaikan dengan indikator karakter. Nantinya indikator itu (yang kurasa) jadi acuan tergolong orang yang seperti apakah aku selaku peserta tes.


Fiuuuh...
Jadi ga sabar. Sebenarnya aku sudah ikut tesnya saat informasi NHW terbit beberapa hari lalu. Tapi agak membingungkan alias terkecoh dengan judul instruksi di tiap pernyataannya. Alhasil, aku pun memutuskan waktu yang tenang tanpa gangguan untuk bisa ikut tes ulang.

Dan ternyata betul- betul berpengaruh loooh...
Mengerjakan dengan tenang membuat kita lebih fokus. Memang hasil yang keluar menurutku cukup mewakili karakter dan keadaan serta aktivitasku saat ini.

Saat aku mengerjakan tes-nya tak lama kemudian hasil tes muncul. Ada pilihannya untuk mengunduh file tersebut juga. 

Tak lupa pula setelah kubaca hasil tes itu, kemudian mencoba mencari tahu bagaimana cara yang tepat untuk membaca hasil tes tersebut dalam bentuk file pdf. Nah, ini aku print screen dari lamannya langsung yaaa...


Seperti yang tampak pada grafik/ chart bahwa ada beberapa karakter yang mewakili kepribadianku serta peranan yang sangat cocok/ sesuai, sesuai, bisa namun kurang sesuai, dan sangat tidak sesuai. Dari hasil tes ini, dapat kita lihat mana saja hal yang merupakan kekuatan atau keunggulan diri kita. Begitu pula sebaliknya. Kira-kira begitu yang dapat diperoleh dari hasil tes ini.

Ada pula narasi singkat di bawah grafik tersebut yang menggambarkan penjelasan singkat tentang pribadi dan keunggulanku berdasarkan hasil tes. Sejauh ini bisa kubilang memang demikian adanya alias sesuai dengan apa yang kurasakan.

Wow! Keren sekali tool ini!
Seandainya sudah dari duluuuu sekali pakenya, mungkin bisa lebih mengeksplorasi keunggulan diri dan mengasah potensi yang mungkin ada namun belum terlalu tampak. Tapi toh tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar kaaan?

Tool penilaian diri ini bernama ST 30, singkatan dari Strength Typology. Menurut sumber dari laman web temubakat.com bahwa Assessment Tool ST 30 ini adalah Assessment tool dengan dimensi penilaian yang paling banyak di dunia. Dari sini kita bisa memilih peran yang akan digeluti sebelum akhirnya memilih jurusan yang akan ditekuni (untuk sekolah atau pun ranah kehidupan lainnya).

Andai lagi nih, ya.
Andai udah pake tool ini jaman lulus SMA. Minimal ga pusing ikut tes kemana-mana. Tinggal fokus ke tujuan yang paling sesuai dengan sifat dan keunggulan diri. Hmmmm....

Nah, mulai sekarang coba lihat kembali keunggulanmu, Al!!!
Tidak ada kata terlambat!!! (ceritanya menyemangati diri sendiri nih^^)


Bakat Peran

Sesuai dengan kaidah yang berlaku di tool tes ini, ada 30 bakat terkait peran seseorsng di dunia. Ketiga puluh hal itu dibagi berdasarkan 8 (delapan) bagian kelompok, yang disingkat menjadi STRENGiTeH (baca: STRENGTH).


  • Servicing (melayani orang)
  • Thinking (Otak kiri atas)
  • Reasoning (Otak Kiri Bawah)
  • Elementary (Motivasi diri inside)
  • Networking (Bekerja sama dengan orang)
  • Generating  Idea (Otak kanna/ intuitif)
  • Technical (Motivasi diri outside)
  • Headman (Mempengaruhi orang)


Diintip deh gimana itu hasilnya. Ternyata hasilnya terdiri dari bebarapa warna yang menunjukan mana saja yang cocok dan mana saja yang tidak. Lihat hasil tes peran bakat ini yuk!

Typologiku, hasil tes.


Bisa kita lihat ada warna hitam, merah, abu-abu, putih, dan oranye. Warna merah menunjukan bakat peran yang sangat sesuai dan sangat bersemangat dalam mengerjakannya. Warna putih menunjukan bahwa peran bakat tersebut biasa saja, dikarenakan mungkin belum pernah melakukan aktivitas di sini dan tidak ada yang istimewa dg sosial. sementara warna abu-abu menunjukan bahwa bakat peranku tidak sesuai dan akupun tidak bersemangat mengerjakannya. Lalu, warna hitam yang berarti sangat tidak populer. Terakhir, warna oranye yang menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan di bawah naungannya adalah yang sesuai dengan diriku dan kulakukan dengan bersemangat. hehehehe....

Seperti ini pengelompokannya kubuat:


Berdasarkan hasil tes ini aku bisa melihat di ranah merah, oranye, dan putih untuk kemudian aku perkuat kembali. Di kolom merah adalah potensi kekuatan bakat terbesar yang ada dalam diri saya, begitu keterangan dari hasil tesnya. Sehingga, bisa dilihat sebagai beikut:


Kelima potensi kekuatan ataupun keunggulan yang ada di dalam diriku ini menjadi Personal Branding yang bisa kuperkuat lagi. Seperti halnya creator,designer, dan educator yang memang merupakan bidang aktivitas yang kugeluti hingga saat ini. Jadi, bisa dibilang hasil tes ini sudah cukup mempresentasikan diriku sekitar 85%.

Keren kaaaan tool ini??? Kalian harus cobain juga deh! Ini bagus buat membantu fokus pengembangan diri kita agar bisa produktif sesuai minat dan bakat yang kita punya.

Selanjutnya, untuk mengonfirmasi kembali antara hasil tes ini dengan apa yang telah kulakukan dalam keseharian, maka kubuat dalam tabel kuadran seperti yang diajarkan di kelas:



Dari kuadran aktivitas yang kubuat dan setelah membaca hasil tes yang berupa pemetaan bakat tadi, juga dari review NHW sebelumnya, aku mengerti tentang pentingnya membuat catatan pekerjaan/ aktivitas secara detail. Seperti yang disampaikan oleh failitator di kelas kami, Mbak Mimi, bahwa semakin detail maka semakin baik. Karena nanti arahnya akan semakin terlihat. Apakah aktivitas kita tersebut bisa menguatkan potensi/ keunggulan kita atau malah sebaliknya.

Dari sini saya bisa memperbaiki, mana saja kegiatan yang harus saya tambah porsinya agar bisa membuat saya makin berkembang dan produktif, serta kegiatan mana yang harus dieliminasi karena tidak memberikan dampak yang berarti atau bahkan menghabiskan waktu semata.

Demikianlah yang saya peroleh dalam pengerjaan NHW kali ini.
Alhamdulillah, jadi punya ilmu lagi untuk mengenali diri lebih jauh.

Bismillahirrohmanirrohim.

Senin, September 10, 2018

NHW 6: Belajar Menjadi Manajer Handal


NHW 6: Belajar Menjadi Manajer Handal - Subhanallah yaaaa... Semakin ke sini, semakin terlihat arah pembelajaran di kelas Matrikulasi IIP ini. Tentu saja aku pribadi jadi semakin bersemangat. Kalo mau pinjam istilah zaman now tuh, bisa dibilang begini: semua materinya daging banget!!!

Minggu kemarin udah diaduk-aduk dengan 'Belajar Cara Belajar'. Itu adalah materi yang jadi titik balik aku dalam membersamai Faraz, bayi mungil yang imut dan lucu titipanNYA.

Ada konsep metode belajar yang baru didengar di sini. Dan setelah menelaah dan mencari tahu lebih banyak, dengan lugas akupun setuju dengan metode tersebut.

FBE alias Fitrah Based Education, begitu namanya. Awalnya semua serba kabur - blur. Gimana maksudnya itu pendidikan berbasis fitrah? Teknik mengajarnya bagaimana? Alhamdulillah sudah terjawab di NHW 5 lalu dan semakin diperjelas saat diskusi materi serta NHW 6 di minggu ini.


Beranjak dari materi dan NHW 5, saatnya mengerjakan NHW 6. Judul materi 6 ini menggairahkan para pembelajar di kelasku. Semangat berapi-api selalu terbersit ada. Semangat untuk jadi lebih baik. Bismillah.

Semoga semangat kami ini tak padam dan tetap menjadi pemacu belajar. Yaah, walaupun pada akhirnya tak semudah yang direncanakan. Huhuhu...

Baiklah! Mari kita mulai.
(1) Tugas pertama adalah menuliskan aktivitas paling penting dan paling tak penting. Hanya 3 saja yang dituliskan dan itu challenging. Karena semacam sudah naluri, yang ditulis maunya banyak. Hahaa...

Akhirnya setelah dipilah dan dipilih, berikut 3 aktivitas yang dimaksud:


(2) Kemudian, ditanya habis untuk kegiatan yang mana saja kah waktuku???

Hiks, jawabannya adalah terlalu berlebihan berlama-lama 'nongkrong di sosial media'. Sebenarnya karena memang pekerjaan menulisku itu terintegrasi dengan akun-akun sosmed. Alhasil memang semacam rutinitas untuk share hasil tulisan melalui akun-akun itu. Tapi, seringkali lalai karena lihat-lihat yang lain dulu. Huhuhu...

Dan satu lagi aktivitas yang menghabiskan waktuku adalah begadang. Biasanya kalo tidak terlalu lelah, aku mencicil pekerjaan rumah saat malam. Ketika anak sudah tidur pulas, aku pun mulai dengan cucian baju, piring, sapu, pel, dan lainnya. Dengan tujuan agar esoknya sudah aman dan aku bisa fokus membersamai si kecil dalam aktivitasnya. Tapi, memang kadang terasa lelah. Ada kalanya badan secara otomatis menghentikan rutinitas itu.


(3) Jadikan 3 aktivitas paling penting tadi sebagai aktivitas dinamis sehari-hari!

Artinya Sholat dan Ngaji, Urus suami dan anak, serta membaca dan menulis.

Untuk batasan karena aktivitas yang saya tulis itu masih sangat umum, maka saya membaginya sebagai berikut:


Berikutnya adalah (4) membuat kandang waktu. Sebenarnya ini sudah kulakukan. Mungkin formatnya berbeda baru kudapat di kelas MIIP ini saat sharing dengan tim pusat lalu. Betapa pelajaran berharga! Alhamdulillah.


Dan tugas berikutnya adalah (5) pertahankan kandang waktu. Yakni beraktivitas sesuai apa yang sudah dituliskan di sana. Jadi, aktivitas atau pekerjaan di luar dari apa yang tertera di kandang waktu jangan sampai mengacau. Oke siap. Bismillahirrahmanirrahim.


Kemudian dari kandang waktu itu dipecah menjadi (6) daftar kegiatan per hari. Biasanya aku menggunakan aplikasi to-do list untuk pekerjaan harian. Di aplikasi itu tinggal klik saja jika pekerjaan telah diselesaikan. Otomatis akan tercoret deh! Hal serupa juga kuterapkan dalam belanja. Selalu bawa catatan adalah kuncinya!

Yang ke (7) adalah mengamati apakah agenda yang telah dibuat ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. 

Dalam beberapa hari ini telah dicobakan. Hasilnya masih belum maksimal :(

Kalo pinjam istikah ibuku: terlalu banyak rencana. Hiks!

Insyaallah akan coba ditepati lagi dan sekiranya dalam beberapa hari ini belum bisa keep up, maka akan kurevisi (8)

Bismillah!!!
Semangat!!! Jangan lelah untuk belajar!!!

Ceritanya lagi menyemangati diri sendiri tuh. Hahaa...

Sabtu, September 08, 2018

Shylas Factory: Maika'i Face Mask (Review)


Shylas Factory: Maika'i Face Mask (Review)

Assalamualaikum. Aku mau cerita tentang masker alami dari Shylas Factory ya.
Namanya adalah Maika'i. Kaya jepang-jepang gitu ya hehhee...

Eits, tapi ini tuh produk lokal loh. Dari Pulau Dewata, Bali.

Sungguh indah di Pulau Bali
pulau Dewata menawan hati
Sayang, sayang waktu kupulang
Teringat slalu di pulau ini

Kalo nyebut Bali, lagu itu yang bakal pertama kali berputar-putar di otakku. Hehehe...

Ketauan ya ini angkatan berapa hayoo???

Well, ga usah lama-lama cerita karena aku mau sharing tentang pengalamanku pake masker ini.

Disclaimer dulu yaaa...
Di postingan ini adalah foto-foto pertama kali aku pake maskernya. Sementara tulisan ini dibuat sebulan setelahnya dengan pemakaian setiap seminggu sekali dalam satu bulan itu.

------ end of the disclaimer ------


Mari kita mulai!
Sperti yang kamu liat di foto sampul tulisan ini, masker maika'i ini bentuknya powder alias bubuk. Warnanya itu hijau ala bubuk green tea yang suka dibuat topping makanan. Hehhee...

Kebayang kaaan?
Aromanya juga green tea banget.
Seger. Kaya ada mintnya gitu dalam aromanya.

Beughhh...
Jadi laper karena jadinya terbayang toast pake pake topping green tea + susu kental manis. Ehehehheee....

Sesuai instruksi yang ada di bagian samping kemasan plastiknya, kita tinggal tambahkan air sampai berbentuk pasta.


Kalo udah berbentuk pasta, saatnya kita aplikasikan ke kulit wajah yaaa. Aku pake kuas masker dan mulai meratakan produknya seperti foto di bawah ini.

Pemakaian Maika'i

Waktu masih dalam keadaan basah, pasta maskernya benar-benar mengingatkanku pada roti bakar green tea. Nyam!

Kemudian, setelah sekitar 15 menitan maskernya mengering. Warnanya jadi lebih doff. Dan ala masker pasta ya. Ini tuh jadi keras dan rapuh alias gampang pecah/retak.

Langsung aku bilas wajahku dengan air.
Segerrrrr...

Ini foto dlm ruangan dan di malam hari

Gini nih tampilannya!
Berasa jadi lebih bersih sih padahal baru pemakaian pertama loh.

Mulai dari itu, seminggu sekali aku rajin maskeran pake masker maika'i ini.

So far yang aku rasain adalah kulit jadi kaya lebih bersih. Trus, ada calon jerawat (((calon))) yang akhirnya mengundurkan diri alias mengempes malu-malu.

Aih, padahal kempes aja ga usah malu!
Husss.. sanaaah jerawat hahaa...

Trus juga nih, selama nungguin maskernya kering, enak banget rasanya. Aroma mint dari produknya ini bikin kita seolah lagi ada aromaterapi. Mantep banget!

Cuma memang kita harus hati-hati waktu pertama kali buka kemasannya. Pastiin produknya dalam posisi di bawah. Atau kamu getok-getok aja dulu kemasannya

Soalnya antara tutup dan wadahnya itu ga ada penutup lagi, seperti plastik atau lembar aluminium gitu. Pas dibuka, rentan tumpah deh.

Overall, aku suka pake maskernya. Selain karena mengandung bahan alami, emang maskernya itu enak dipake plus hasilnya bagus di kulitku.

komposisi produk dan info kadaluarsa

Well, aku kasih nilai 8/10 yaaa...
Repurchase? I think yes!

Selamat mencoba yaaa...
Kamu bisa beli masker Maika'i ini di IG @shylas.factory plus kamu bisa intip produk lainnya dari Shylash deh!^^

Senin, September 03, 2018

NHW 5: Belajar Cara Belajar


NHW 5: Belajar cara belajar - Learning how to learn. Epik sekali ya judul materi kelima di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP) ini.

Gimana pula itu belajar cara belajar?
Hahahaa...

Itulah yang pertama kali berputar di kepalaku. Disambung dengan kicauan lain dalam kepala:

Memangnya yang sekarang ni bukan belajar?
Apa salah cara belajar sekarang ni?
Sudah bertahun-tahun ternyata salah cara belajar ni? Alamaaaaaak...

Lucu sekali memang ketika dipikirkan. Akhirnya setelah diskusi materi tentang ini, mulai mengerti arti judul bahasan ini.

Selanjutnya ikut terbuka pula mata hati dan pikiran.

Oooh... Begituuuuu....

Panjang muncungnya sambil manggut-manggut.

Setelah tahu bagaimana belajar cara belajar, tugas untuk NHW kali ini adalah membuat desain pembelajaran. Hohohoho...

Baiklah!

Untuk murid pertamaku yang kucinta dan kusayang dengan segenap jiwa raga, Faraz. Semoga Mama bisa mengajakmu belajar cara belajar ya. Sementara Mama pun masih belajar.

Sesuai dengan 3 hal yang harus dipelajari oleh pengajar dan muridnya, yaitu:


  1. Belajar hal yang beda
  2. Cara belajar yang beda
  3. Semangat belajar yang beda
Maka saya mulai desain ini. Strategi pembelajaran yang diusung adalah strategi meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.

Artinya, fokus pada keunggulan, bukan pada kelemahan.

Untuk saat ini, peran saya selaku pengajar adalah sebagai Pemandu. Usia murid saya masih di dalam kategori 0 - 8 tahun. Tepatnya baru 8 bulan. Hehehe...

Sebenarnya tak banyak yang bisa saya lakukan selain mengamati dan menstimulasinya.

Jadi, kegiatan belajar kami akan fokus di sana.

Kira- kira kira begini rancangan belajar yang berhasil kurumuskan: 

Selasa, Agustus 28, 2018

Aku Mau Beli Ini Itu di Akulaku


Pernah ga sih kamu ngerasain ketika butuh banget sama sesuatu (benda) tapi harus super sabar nunggu karena uang kamu belum cukup?

Aku pernah.

Kisahnya lumayan drama dan menyedihkan (bagiku) soalnya bikin mewek waktu itu. Hahaha.

Yaitu ketika Hp Android mulai muncul dalam kehidupan ini.

Waktu itu, sebelum Hp Android rame di pasaran dan dipake oleh orang-orang, semua masih pake smartphone di bawah benderanya Blackberry alias BB.

Dulu Hp BB itu barang elit. Ketika teman-teman kuliah yang biasanya kirim sms pemberitahuan tentang info kuliah (jadwal, deadline tugas, perubahan ujian, dll) beralih ke broadcast chat (BC) di Blackberry Messenger (BBM). Aku termasuk salah satu mahasiswa yang ketinggalan info.

KM (Ketua Mahasiswa) menjelaskan bahwa sekarang sudah pada pakai BB. Jadi ga boros pulsa karena udah 'dipaketin'. Lebih enak kirim pesannya di BBM, begitu katanya.

Aku bengong.
Patah hati karena merasa ditinggalkan.
Tapi memang begitulah keadaan.

Aih, andai aku punya BB.



Perlu beberapa semester berlalu hingga akhirnya aku pun punya BB itu. Untunglah, ketika itu masih ada teman yang berbaik hati meneruskan BC yang didapatnya melalu sms padaku.

Walau pernah juga karena keterbatasan keuangan selaku anak kos, sms tak kuterima. Habis pulsa, katanya.

Pulanglah aku ke kosan karena ternyata jadwal kuliah pindah di hari berikutnya. Untuk keadaan begitu masih aman rasanya.

Pernah pula keberuntungan belum berpihak padaku. Jadwal pengumpulan tugas akhir semester dimajukan. Jadi 3 jam lebih awal.

Jeleknya aku yang sering kali memanfaatkan 'The Power of Kepepet' pun kena batunya. Makalahku masih jauh dari setengah perjalanan. Sementara waktu pengumpulan jadi 3 jam lebih cepat daripada jadwal sebelumnya dan aku baru tahu 1 jam sebelum itu.

Ngos-ngosan hati dan pikiran sampai bingung mau berbuat apa.



Mandi dulu atau buka laptop dulu nih???

Alhasil, buka laptop dan terburu-buru meramu kata-kata untuk makalah berbekal rujukan yang 'sempat dibaca'. Lalu, berpakaian dan melesat ke kampus sebelum Pak Dosen menutup pintu ruangannya. Tanpa mandi.

Mungkin Tuhan kasihan padaku.
Dilihatnya aku begitu, diberilah aku sedikit rezeki ikut memeriahkan perhelatan Sea Games 2011 lalu. Beberapa minggu mendampingi atlet dan official nya, kuterima amplop coklat yang isinya cukup untuk membeli BB Tour 2. Itu nama smartphone pertamaku.

Bayangkan!
Butuh sabar karena memang aku tak punya alokasi dana untuk belanja Hp saat itu. Butuh beberapa semester baru aku bisa beli sendiri. Keuanganku masih ditopang orang tua. Yang mana uang bulanan dari mereka diperuntukan sebagai uang sekolah (makan, kos, SPP, dan buku).

Hikmahnya adalah aku mulai belajar menyicil setiap pekerjaan. Agar tak limbung disergap info dadakan.

Alhamdulillah.

Apakah drama selesai?

Sayang sekali ternyata BB tak lama berkibarnya. Saat aku merantau ke Pulau Jawa, aroma Hp Android sudah menyeruak.

BB-ku masih bertahan hingga semester ketigaku di sana. Lumayan lama sih. Tapi, sejarah seperti terulang kembali.

Yang tadinya setiap informasi melalui BC, perlahan melalui WA (Whatsapp).



Astaganaga!

Apa lagi itu? Cepatnya zaman ini berubah.
Makin maju artinya makin bagus. Sayangnya, kemampuanku tak kunjung maju. Hahahhaa...

Sabaaaaaar...

Kenapa tak install WA di BB-mu, Al?
Karena waktu itu belum ada WA buat BB.
Pun sebaliknya, belum ada BBM di Android.
Mereka masih berjalan masing-masing kala itu.


Beberapa waktu kemudian, WA akhirnya bisa dipasang ke perangkat BB. Tapi, memori BB-ku terlalu renta untuk bisa menampungnya.

Saat akhirnya bisa dipasang, ternyata WA butuh banyak lagi ruang untuk setiap pesan yang masuk (belum kenal clear chat dan trik membuat WA ringan kala itu).

Sudah 5 tahun pula BB Tour 2 itu menemani. Kadang perlu siap siaga bawa power bank agar ia tak mati mendadak.

Ya Allah, beri aku rezeki untuk bisa upgrade beli Android yaaa...

Duh, manusiaaa kurang mulu. Minta mulu. Akupun tersipu. Malu sama Allah.

Tapi butuh.

Sebenarnya ada cara buat bisa beli barang yang dibutuhkan itu agar terasa ringan. Yaitu dengan cara kredit.

Iya, kredit.

Pernah dengar kan?
Ini adalah salah satu metode jual- beli yang cukup membantu. Utamanya buat kasus seperti saya dulu itu.

Mau beli barang, tapi dananya terbatas. Mau tunggu sampai cukup, tapi sudah ga bisa nunggu terlalu lama. Penting dan mendesak nih ceritanya. Demi keberlangsungan mencari ilmu. Eaaaaa...

Beneran loh itu.
Sampe mewek dulu tuh karena seringnya ketinggalan bahkan ga dapet info. Cuma gara-gara orang dah ga isi pulsa lagi setelah beli paket data. Hiks.

Sistem kredit itu bisa meringankan kita yang terkendala dana. Cukup menyiapkan uang muka/ DP, lalu bayar sisanya setiap bulan.

Jadi lebih ringan toh?

Tapi, dulu itu kalo mau kredit kudu punya kartu kredit alias Credit Card (CC), gitu orang bilangnya. Dan untuk punya CC syaratnya ya gitu deh. Njelimet.

Apalagi masih mahasiswa yang keuangan belum tetap dan masih tutup-tambal kemana-mana. Jauh harapan bisa diterima buat CC. Kasiaaaan.

Nah, sekarang sudah enak.
Makin maju. Makin mudah akses apapun. Termasuk tentang pengajuan kredit untuk belanja. Bahkan belanja online.

Iya. On-li-ne.

Ga usah bingung-bingung deh! Sekarang ada aplikasi Akulaku.


Kalo belanja online kan udah jadi lifestyle kan ya. Jaman now sih ga usah capek pergi buat belanja. Tinggal pake Hp, Tablet, Laptop, atau komputer - pokoknya terkoneksi dengan jaringan internet. Aman.

Klik. Klik. Klik.
Beres.

Tinggal tunggu barang sampe.
Hemat ongkos plus ga capek juga deh!

Bayarnya gimana?
Transfer aja.


Nah, kalo dana buat belanjanya terbatas. Cuma ada buat uang muka aja, belanjanya ke Akulaku deh. Kamu bisa bawa pulang barang yang kamu mau, cuma dengan bayar uang muka yang GA SAMPE 50%

Bahkan sering ada Flash Sale. Enak ga tuh???


Akulaku ini adalah aplikasi yang memungkinkan kita untuk belanja online dengan sistem pembayaran kredit. Yang bikin keren adalah kita tidak harus punya kartu kredit alias si CC yang sulit buat didapetin itu.

Pengajuan kreditnya juga gampang banget. Jadi belanja gampang dan kekinian kaaaan...


Apa Untungnya Belanja Online?


Udah aku sebutin di atas ya tadi. Selain ga capek, hemat waktu juga ongkos karena ga perlu datang langsung, dengan belanja online kita juga bisa melihat komentar orang lain tentang produk yang mau kita beli. Sudah ada review-nya jadi enak milihnya.

Untungnya Belanja di Akulaku?


Bisa bayar dengan cara kredit. Uang pertama yang dikeluarkan ga bikin nyesek. Selanjutnya tinggal dibayar bertahap tiap bulan. Belanja jadi terasa ringan dan barang yang kita butuhkan sudah sampai di tangan. Yihaaa!!!


Perpaduan antara kemudahan belanja secara online serta kemudahan bayar secara kredit. MANTAP!


Cara belanja di Akulaku itu juga ga sulit. Teman-teman yang udah sering belanja online pasti piawai deh.

Caranya begini:


Yang bikin lebih mantap lagi adalah program seru dari Akulaku yang berlangsung dari tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Beli Ini-Itu di Akulaku

Akulaku menyelenggarakan HARPITNAS (Hari Pesta Kredit Nasional) sejak tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Di periode HARPITNAS itu, kita bisa bawa pulang barang impian kita hakita hanya dengan membayar Rp1.000 saja tiap hari!

Terhitung tanggal 20 Agustus kemarin, Akulaku juga menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan kredit limit kalian ditolak. Kompensasinya adalah uang cash dengan total hingga Rp888.000!

Kece beneeer!

Ini aku kasih liat aplikasinya ya...
Lagi banyak Flash Sale juga nih!



Seandainya dulu udah ada Akulaku.
Enaknyaaaa...

Ga ada drama salah jadwal dan ketinggalan info lagi deh. Pas butuh Hp yang sesuai jaman Now tinggal jual hp lama buat jadi DP beli Hp baru di Akulaku.

Sisanya mulai menabung buat bayar kreditan. Kan ambil kredit di Akulaku ga bikin nyesek. Insyaallah mah bisaaaa...

Duh senangnyaaa...
Pas sekarang udah ga jadi anak kos lagi apa masih perlu kreditan?

Perlu dong!
Sebagai emak-emak, sekarang malah harus makin pinter mengelola uangnya.

Udah ada pos pengeluaran masing-masing yang harus dipenuhi. Eh, tiba-tiba butuh teflon 2 sisi Happy Call. Soalnya belum punya, trus bakal sering bikin menu bakaran biar mengurangi minyak.

Cusss...
Dengan uang yang ada jadiin DP di Akulaku aja dulu. Kebetulan tadi liat di aplikasi Akulaku lagi ada diskon peratan dapur. Eh iya, lagi periode HARPITNAS pula nih.

Siapa tau emak bisa untung banyak: belanja kredit seribuan per hari.

Waaah, melek nih bola mata.
Udah dulu ya sharingnya. Aku mau meluncur ke aplikasi Akulaku-nya.

Kamu juga yaa...
Jangan ketinggalan momen HARPITNAS ini loooh.


Love and Share!



#HARPITNASKUY, #1000DapetSemua, #AkulakuKreditOnline, #JamanNow
COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES