Kamis, Desember 13, 2018

Main ke Tanjung Enim Zoo and Jogging Track

Tanjung Enim Zoo and Jogging Track ini adalah spot main baru bagi warga Kota Tanjung Enim dan sekitarnya. Disponsori oleh PT. Bukit Asam, salah satu anak BUMN milik negara ini.

Eh, iya nih OOT dulu dari Zoo-nya, kujuga baru tau kalo PTBA ini udah jadi anak BUMN dengan induk holdingnya adalah PT. Inalum (selengkapnya di sini). So, jangan tiba-tiba protes ke aku wkkwkwkwk.

Well, balik lagi soal tempat main baru kami ini, Zoo and Jogging Track. Lokasinya di depan pintu keluar Masjid Jamik area PTBA itu. Persis di kiri jalan kalo dari keluar masjid.


Pintu masuknya dibuat gapura yang cantik sekali. Ala-ala pintu di Bali ga sih menurutmu? Hihihi...

Tiba-tiba Tanjung Enim rasa Bali nih!

Sejujurnya, tempatnya sangat adem karena pohon-pohon yang besar dan rimbun itu jadi penghalang cahaya matahari. Padahal hari ini tuh kami mampir setelah sholat dzuhur di Masjid Jamik. Kebayang sekitaran lewat dikit tengah hari gitu.



Dari luar pintu masuk masih terasa hawa panasnya hari ini. Tapi, ketika sudah di dalam, rasanya menguap entah kemana.

Sejenak terlupa dengan lantangnya cahaya mentari yang tadi terasa menusuk. Di Tanjung Enim Zoo and Jogging Track ini rasanya teduuuuh sekali.



Tracking yang disediakan pun memang menantang. Naik- turun betul-betul membuat kita melatih pernafasan. Struktur tanahnya yang memang perbukitan dimanfaatkan sebagai rute tracking. What a great idea!



Oya, seperti namanya, Zoo alias kebun binatang, di sini memang tersedia beberapa jenis binatang. Kebanyakan burung kalau kulihat.

Ketika melewati tanjakan pertama, kita bisa lihat sangkar burung Merak Putih. Cantik sekali mereka sepasang. Sayangnya, ketika momen yang kutunggu, saat pejantannya mengepakkan ekor tak kunjung tiba. Kami pun jalan dan melihat-lihat yang lainnya.

Ada sangkar burung dara yang dibuat seperti rumah pohon. Ada juga kelinci, rusa totol, angsa, dan lainnya.

Bisa dibilang bahwa ini adalah mini zoo lah yaaa...  Kalo lengkap beneran bisa jadi kebun binatang kota nih. Hehee ngarep.

Well, aku senang sekali bisa mampir ke sini walaupun ga eksplor ke segala penjurunya. Buat kamu yang main ke Tanjung Enim atau earga di sekitarnya bisa mampir nih  Yo ayo!!!

Minggu, November 25, 2018

Masanya ZenFone Max Pro M1, Limitless Gaming!

Beberapa waktu lalu sempat ramai lagi beranda akun sosial media yang menunjukan foto serta ilustrasi permainan anak-anak 90-an. Ada permainan lompat tali (ye-ye), cak engkling, layang-layang, atau ala-ala paint ball masa kini yaitu senjata bambu. Bahkan sekedar main tebak isi buah manggis saja sudah seru sekali terasa. Melihatnya kembali memang membawa nuansa rindu pada masa yang telah lalu itu.

Sumber: Facebook 

Beragam permainan seperti itu digolongkan ke dalam jenis permainan tradisional. Tak perlu teknologi khusus, hanya berbekal peralatan/ benda di sekitar saja.

Lalu, apakah di masa kecilku belum ada permainan dengan sentuhan tekno?

Eits, jangan salah. Aku tahu ada banyak mesin permainan yang tersedia di beberapa pusat perbelanjaan. Menggunakan koin khusus agar mesin dapat berjalan. Di tempatku kami menyebutnya, Bom-Bom Car. Mobil-mobilan yang bergerak menggunakan tenaga listrik (kurasa).

Sesekali pada saat libur ketika aku masih SD, ayah dan ibu mengajak kami ke kota. Sembari menengok nenek, kami pun mampir ke mall untuk naik Bom-Bom Car.

Naik Bom-Bom Car di Taman Mini tahun 2012

Begitu lekat memori yang tersimpan tentang Bom-Bom Car ini. Hingga aku dewasa pun masih terkenang rasanya pertama kali menaiki mainan mobil ini. Terbayang ketika pertama kali aku takut jatuh. Atau ketika aku berteriak lantaran mobil kami menabrak dinding bahkan menabrak mobil lain yang berada dalam arena. Sungguh memori yang indah untuk diingat!

Oya, menginjak SMP barulah aku berkenalan pula dengan game digital lainnya. Nintendo, begitu kubaca di layar saat mesin permainan itu dinyalakan. Canggih sekali bagiku saat itu. Ada banyak permainan yang bisa dilakukan hanya dengan satu mesin. Dan yang paling menyenangkan adalah kita sebagai pengontrol tokoh/ hal yang tengah bergerak di layar kaca dalam permainan itu.

Hahaha...
Harap maklum, memang aku tak punya benda itu. Hanya sesekali aku main tendo kepunyaan sepupuku itu. Hingga akhirnya ayahku punya HP dikemudian hari. Ada game ular (snake) yang sukses membuatku betah berlama-lama duduk memelototi layar HP ayah, berharap agar ularku tak mati menatap dinding.

Kalau diingat memang seru peralihan game yang kurasakan. Dari yang terlibat langsung bergerak sana-sini di permainan tradisional, lalu kemudian dikemas apik dalam genggaman. Betapa majunya perkembangan teknologi.

Dalam setiap permainan, baik tradisional maupun digital, selalu ada nilai positifnya menurutku. Game petualangan seperti yang kumainkan menggunakan nintendo sepupuku itu, Harvest Moon namanya. Melatihku berfikir bagaiamana caranya agar setiap target dan tantangan yang ada dapat kukerjakan dengan baik. Bahkan aku membuat target tersendiri agar bisa memyelesaikan permainan tersebut.

Berfikir kritis, itulah yang terlatih saat bermain game. Begitu pula game tactical yang menuntut pemainnya untuk jeli dan berusaha mengatur strategi supaya menang. Semuanya membuat otak bekerja keras. Tak heran banyak gamers yang pandai kognitifnya. Aku melihat fenomena ini sendiri. Barangkali ada riset terkait itu, aku belum tahu.


Era bergulir menyajikan pembaharuan dalam segala aspek. Termasuk pada game. Semula aku hanya bermain 'snake' di layar HP kecil berwarna kekuningan, akhirnya era baru dimulai.

Game Snake. Sumber: id.techinasia.com 

Dari sekedar HP (Hand Phone) biasa, dimana game sebagai pelengkap semata kemudian tersedia sebaliknya. Disematkan dalam Smartphone kemudian gaming menjadi fungsi utamanya.

Bagiku pribadi, aku ingin sebuah smartphone khusus gaming yang performanya prima sehingga lancar main game, berdaya tahan kuat dari segi baterainya, tampilan di layarnya ga bikin sakit kepala, dan satu lagi adalah kalasitas penyimpanan baik memori maupun storage-nya besar. Jadi makin lancar buat nge-game. 

Kabar baiknya adalah aku sudah mencoba langsung sebuah smartphone yang dikhususkan untuk gaming itu. Bahkan fitur dan kualitasnya melebihi harapan yang kusebutkan tadi. Game digital online dalam genggaman yang lumayan sering kumainkan adalah yang tipe balap-balapan. Dibanding game lainnya, balap mobil ini lebih familiar untukku. Selain itu, sisi girly memang sangat melekat padaku. Aku suka game ini karena bisa customize mobil yang kita inginkan. Hahahaha... Alasan receh yang menyenangkan!

Game online HP yang kusenangi


Ialah Asus ZenFone Max Pro M1 yang telah membesut Smartphone khusus Gaming berteknologi terbaik.

Teknologi pada smartphone ini sangat membantu para penyuka game (gamers). Terbayang jika sebelumnya bermain harus ke lapangan dulu, harus mengumpulkan banyak orang dulu, atau harus ke pusat perbelanjaan dulu, beli koin dulu???

Waaah, bisa-bisa tak pernah berkesempatan main lagi jika masih begitu keadaannya.

Game dalam genggaman tak melulu membuat gamers jadi kurang pergaulan. Karena nyatanya, bermain dalam genggaman menggunakan smartphone khusus game apalagi, tetap bisa dilakukan bersama. Online!

Keren kan????
Selanjutnya sudah kuputuskan untuk memilih smartphone khusus game yang mumpuni agar aktivitas gaming semakin menyenangkan. Dari pengamatanku dan pengalamanku pribadi, ZenFone Max Pro M1 adalah jawabannya.



Pada sebuah kesempatan dalam acara Asus Blogger Gathering di Palembang, aku mencoba langsung nge-game menggunakan smartphone khusus gaming ini. Hanya ada satu kata yang bahkam sebenarnya belum cukup untuk mendeskripsikan pengalamanku itu: WOW!!!

Kenapa bisa ter-WOW begitu? Karena Asus berani dan berhasil memberikan kualitas terbaik dalam Smartphone gaming seri Max ini. Sebuah ponsel yang diciptakan menjadi lebih baik, lebih canggih, lebih pintar, powerfull, dengan harga yang terjangkau: sebuah poin yang super penting lainnya ketika aku mengharapkan smartphone khusus gaming.

Kenapa aku ingin ZenFone Max Pro M1? Karena fitur-fitur yang disediakannya bukan main canggihnya. Dan perlu diingat tentang harganya yang super murah untuk kualitas yang diberikan itu.

3 hal dari ZenFone Max Pro M1 yang sudah cukup menghipnotisku adalah processornya, layar full view-nya, dan baterainya. Tapi, lagi-lagi Asus memberikan lebih. Inilah fitur terbaik yang kita dapatkan saat menggunakan ZenFone Max Pro M1:

1. Nge-Game Lancar Tanpa Macet


Sebuah ponsel pintar (Smartphone) khusus game tentu dibuat sedemikian rupa agar dapat memuaskan para gamers saat menggunakannya. Itulah yang diberikan oleh ZenFone Max Pro M1 ini: performa terbaik di kelasnya.

Sumber: asus.com

Coba lihat tampilan luarnya dulu. Walaupun secara spesifikasi ZenFone Max Pro M1 ini menitikberatkan kepentingan gaming, namun tidak sedikit pun melupakan sisi artistik penampilannya. Elegan!

Sumber: asus.com


Untuk menyokong kepentingan utama smartphone khusus game, tentulah processor yang digunakan menjadi pertimbangan penting.



Pada ZenFone Max Pro M1 ini ditanamkan processor octa core paling baru milik Qualcomm Snapdragon SDM636. Ini adalah processor terbaik di kelasnya. Jauh lebih baik daripada seri sebelumnya, Snapdragon 625. Snapdragon 636 ini dikeluarkan oleh Qualcomm tahun 2017 lalu. Disebut sebagai chip processor kelas medium terbaik dengan fitur selayaknya chip kelas premium, gaitu Snapdragon 800. Jelas saja langsung berhasil memenangkan hati peminat game.

Dilihat dari nilai AnTuTu-nya sudah bisa diketahui bagaimana performa ZenFone Max Pro M1 ini. Keren kan?

Penggunaan chip processor Snapdragon 636 ini juga meminimalisir panas yang biasa disebabkan karena kerja berat HP.


2. Tampilan Layar Sempurna


Layar yang digunakan pada ZenFone Max Pro M1 ini sangat memanjakan mata. Tampilannya membuat grafis dari game yang dimainkan semakin ciamik. Yaitu display hampir 6 inci berasio 18:9 dengan bodinya yang hanya 5,5 inci.

Sumber: Asus


Artinya, ada upaya pemaksimalan dalam memenuhi kebutuhan tampilan yang oke. Dengan ukuran ponsel yang kecil, namun tampilan layarnya luas membuat enak mata memandang. Disebut juga dengan teknologi Infinity Display, yang memang menjadi trend smartphone tahun 2018 ini.

Display layar ZenFone Max Pro M1 ini tepatnya 5,99 inci. Padahal ukuran ponselnya sendiri hanya 5 inci seperti yang kusebutkan tadi. Memang sensasinya berbeda ketika aku mencoba langsung. Jauh lebih enak melihat layar yang terbentang luas seperti itu.

Bayangkan untuk bermain game. Puas bukan?

Bodinya sendiri berbahan metal dengan sisi-sisi yang melengkung tipis. Sangat enak digenggam. Coba tebak berapa bobotnya? Tak sampai 200 gram. Hanya 180 gram saja. Tilis dan enteng! Betul-betul nyaman untuk dibawa kemana saja dalam aktivitas keseharian.


3. Baterai Kuat untuk Nge-Game Seharian


Apalagi kalau bukan daya tahan baterai yang masuk dalam daftar pertimbangan para gamers memilih smartlhone gamenya. ZenFone Max Pro M1 ini punya kualifikasi begini:

Sumber: asus.com

Kapasitas baterai-nya adalah 5000mAH. Dotambah kemampuan fast charging dengan fitur quick charging 4.0 yang hanya butuh sekitar 1 jam 20 menit saja untuk full lagi dari semula yang hanya tersisa 4%.



Dipakai nge-game intens bisa tahan seharian. Dari hasil uji cobanya mencapai 13 jam-an. WOW!

Nah, kalo.main gamenya yanh santai kaya aku biasanya game di Line, si Pokopang paling bisa sampe besok-besoknya lagi tuh. Gimana ga jadi idaman coba? Hehehe...


4. Perlindungan Keamanan


Nah, ini adalah fitur penting- nggak penting. Bagiku penting karena walaupun 'hanya' untuk game, toh ponsel adalah benda pribadi yang perlu dijaga. 
Fitur pemindaian wajah (asus.com)

Keamanan menjadi salah satu fitur yang disediakan ZenFone Max Pro M1 ini. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya teknologi fingerprint saja, ada juga teknolagi pemindaian wajah (face scanner). 


5. Kapasitas Bikin Lega


Nah, ini bagian crusial selain processor dan baterai bagi smartphone gaming. Memori! Perlu yang besar agar makin prima menjalankan beragam grafis yang seringnya bekerja serentak.

ZenFone Max Pro M1 ini menyediakan pilihan memori. Mulai dari 3GB, 4GB, dan 6GB. Begitupun untuk pilihan internal storage-nya. Jadi, ada 3 pilihan Asus ZenFone Max Pro M1: 3/32 GB, 6/64 GB, dan 4/64 GB

Asyik main game balap saat meenjajal ZenFone Max Pro MI 1

RAM 3 GB jaja tuh sudah cukup, apalagi yang 6GB kan?
Jangan heran kalau aku puas-puasin nge-game pake ZenFone Max Pro MI 1 hari itu. Mumpung ada kesempatan kan ya, sekalian aku bisa membuktikan sendiri kecanggihan semua fiturnya.

Memori yang besar ini benar-benar bikin lega. Main game tanpa macet-macet pokoknya. Puas sekali rasanya.



6. Slot 3 Kartu


Sebagaimana smartphone masa kini yang rata-rata bisa menggunakan dua kartu. Begitu pula dengan ZenFone Max Pro M1. Kerennya adalah tersedia 3 slot kartu.

sumber: asus.com

Tidak hybrid seperti smartphone kebanyakan. Jadi, kita bisa menggunakan dua kartu provider dan kartu external storage (memori tambahan) secara bersamaan. Kemudian kedua kartu provider tadi bisa diatur untuk jaring 4G bersamaan pula. WOW!!! WOW!!! Untuk penambahan kapasitas memori sendiri bisa mencapai 2TB. Udah macam external hard disk yang gede itu kan?


7. Foto Bening


Nah, ZenFone Max Pro M1 juga tetap memanjakan pemiliknya dengan teknologi kamera yang tetap memesona. Walaupun fokusnya adalah untuk gaming, tapi hasil foto tetap bersih nan bening.

Tak ketinggalan tren, Smartphone gaming ini juga menerapkan 2 kamera di belakang. Masing-masing 13MP dan 5MP. Sehingga hasil bokeh pada foto pun tercipta. Dilengkapi pula dengan LED flash. Kedua kamera belakang ini ditempatkan secara vertikal. Membuat komposisi yang sedap dipandang mata juga.

Kamera belakang disusun vertikal


Khusus untuk ZenFone Max Pro M1 yang 6/64GB, baik kamera depan maupun belakangnya beresolusi 16GB. Mantaaaaap!

Sumber: asus.com


Yakin bersih nan bening deh hasil fotonya. Aplikasi kamera pada ZenFone Max Pro MI 1 ini sudah bawaan dari sananya. Yaitu Snapdragon Camera. Fiturnya kurang lebih serupa dengan aplikasi kamera pada umumnya sehingga mudah untuk dipahami.

Ada beberapa mode foto yang bisa ditangkap menggunakan kamera di HP ini. Antara lain, mode Auto, potrait/ bokeh, HDR, dan flower (macro). Sudah sangat lengkap bagi yang suka 'ngulik' fotografi.

Hasil foto dengan kamera depan ZenFone Max Pro M1 

8. Pure Android terbaru


Pada HP keluaran Asus biasanya menggunakan custom UI (User Interface) miliknya sendiri, yaitu ZenUI. Ini adalah HP Asus pertama yang menggunakan UI Pure Android 8.1 terbaru. Dikenal dengan Operation System Android Oreo.

Dengan menggunakan UI pure android ini, kapasitas ruang pada ZenFone Max Pro M1 semakin maksimal. Lantaran tidak ada aplikasi tambahan yang terinstal selain aplikasi basic pengguna HP. Jadi, sangat bersih.

Selain itu, pada sistem android oreo ini proses booting jadi lebih cepat. Jadi ketika HP dalam keadaan mati kemudian kita nyalakan, tak butuh waktu yang lama untuk menunggunya siap digunakan.

Serta beragam keunggulan OS (Operation System) Oreo lainnya. Yang jelas keamanan di Googls Play Store diklaim aman oleh Google langsung.



Dari beragam fitur unggulannya ini, pantas saja ZenFone Max Pro MI 1 ini diunggulkan dan jadi idaman. Walaupun aku bukan gamer berat, spesifikasinya jelas sangat hebat. Ibaratnya tuh ya: untuk kerja berat aja dia bisa maksimal apalagi kerja santai. Lagi juga, kalau kupunya ZenFone Max Pro MI 1 nanti pasti akan saaaangat berguna dan jadi idola. Kan orang rumah gamer sejati. Jelas ini adalah Smartphone gaming idaman keluarga banget deh!

Oya, untuk lebih jelasnya terkait fitur dan spesifikasi lainnya dari ZenFone Max Pro M1, bisa lihat di tabel ini:



Tenang saja, kita bisa punya smartphone ZenFone Max Pro MI 1 ini kok. Karena harganya mulai dari 2 jutaan saja dan sudah tersedia di pasaran Indonesia. WOW!!!

Inilah masanya ZenFone Max Pro M1, Limitless Gaming!

5 Fakta Tentangku, Alma Wahdie



Sudah sampai hari ke-enam tantangan 30 hari menulis. Ternyata benar-benar menantang. Nggak setiap saat aku bisa duduk menulis. Biasanya sih minimal seminggu sekali terbit satu artikel. Kalo boleh buka rahasia, itu ditulis secara menyicil. Hahahaa...

Untuk satu artikel biasanya butuh 3-4 hari. Setiap harinya dicicil pada jam tidur Faraz di siang hari. Bagaimana malamnya? Ya, kalau ada kewajiban mendekati tenggat barulah kulanjutkan. Selebihnya didominasi oleh pekerjaan rumah tangga yang memang tak disentuh saat lagi main bareng Baby F.

Well, berhubung doi udah anteng tidur, mari kita lanjutkan cerita santai hari ini. Berbekal tema: 5 Fakta tentang diri sendiri.

Wohooo!!!
Yang bikin sulit adalah memilih 5 saja. Karena faktanya ada banyak hal tentang diriku. Mungkin yang perlu diketahui adalah yang kusebutkan di bawah nanti.

Kenapa Teman-teman perlu tahu?
Biar makin enak aja kita berteman #eaaa

Maksudku, semacam kisi-kisi bahwa "Oh, Alma tuh begini yaaaa."

Untuk info aja sih. Syukur-syukur juga bermanfaat dalam hubungan silaturahmi kita. Meminimalisir kesalahpahaman bisa jadi. Langsung aja aku sebutkan 5 Fakta tentang Alma Wahdie:

1. Ambivert

Ya. Aku adalah seorang Ambivert. Kalau Teman-teman belum tau apa itu Ambivert bisa baca di sini. Secara singkat, Ambivert itu adalah gabungan antara Introvert dan Extrovert.

Jadi, kalau kadang kalian baru bertemu denganku lalu merasa kikuk, mohon maaf dan harap maklum ya. Aku butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan hati. Cieleee...

Pernah aku baca komentar (bukan untukku sih), "Ah, dia mah ramenya pas di dunia maya doang. Pas ketemu mana? Ga sesuai banget!"

Aku ya sedih bacanya. Soalnya kumaklum bahwa mungkin sesorang yang disebut itu adalah seorang Introvert. Artinya bukan karena ia tak ingin membaur, tapi ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ia tak mau juga menciptakan kekikukan seperti itu, tapi apa daya dia pun merasa tak nyaman.

Atau sebaliknya, Temanku pernah bilang: "Alma mah enak, mudah bergaul. Orangnya rame." Alhamdulillah sih. Tapi sebenarnya tidak begitu. Ada kondisi aku merasa tak nyaman berada di keramaian dan memilih untuk jadi pengamat lalu memutuskan kapan waktunya bicara dan merespon layaknya seorang Introvert.

Karena sebagai seorang Ambivert, aku seringkali kebingungan. Kalau kalian baca sumber artikel yang kusebut tadi, sedikit banyak akan paham. ^^

Intinya, plis jangan bingung dan jangan risau. Kalau tetiba merasa, eh Alma di chat renyah loh. Tapi pas ketemu kok kayak biasa-biasa aja. Atau bahkan kayak cuek gitu? Maaf bukan berarti sombong ya kalau tak belum berbaur. Beginilah adanya seorang Ambivert.

Fun fact-nya adalah aku seorang ambivert yang kadang kesulitan ketika muncul sifat Introvert dan extrovert-nya tapi sangaaaat suka berteman. ❤


2. Susah Mengingat Nama/ Wajah

Entah karena memang jaringan di otakku ada yang konslet, atau sudah pembawaannya seorang pelupa. Aku termasuk orang yang susah mengingat nama dan/atau wajah. Utamanya saat baru pertama kali berjumpa.

Sadar akan kekuranganku itu, aku mulai menemukan tips jitu untuk mengatasinya. Misalnya, saat menyimpan nomor kontak teman yang baru kujumpai, aku akan menuliskan embel-embel lokasi kami bertemu/ komunitas dimana kami saling terhubung/ bahkan nama anak dan pasangannya.

Well, lucky me, it works!

Contohnya, nama kenalanku (kemudian kami berteman akrab) dimana suami kami adalah rekan kerja, aku menuliskan kontaknya berikut nama suaminya, atau anaknya. Tergantung mana yang saat itu kujumpai dan berinteraksi denganku.

Mama Dafa - Mbak Eni UT
Te Lisa UT
Te Imel UT
Mbak Ping UT
Mbak Widi UT
Bicik Dona Blog
Mbak Flo Blog
Faisol Blog
dst. 

Ini cukup membantuku mengingat nama. Beruntungnya sekarang hampir semua kontak Hp terhubung dengan akun WhatsApp. Ada foto profilnya yang ikut membantuku mengenal wajah.

Tapi, untuk yang baru bertemu dan kenalan sekali tanpa simpan kontak atau tukar-tukaran info akun sosmed, biasanya susah untuk diingat.

Terjadi lagi untuk kesekian kalinya. Waktu itu aku berkenalan dengan calon tetangga baru nanti. Sedikit mengobrol bahwa ia berdagang ikan di pasar dan cerita ringan lainnya. Sebut nama juga bahkan.

Tragisnya, suatu pagi aku ke pasar dan beli ikan di lapaknya. Dia menyapa dengan ramah, kusambut begitu pula. Lalu ia membersihkan ikan yang kupesan sambil bertanya kapan aku akan menempati rumah di dekatnya itu. Masih dengan tersenyum aku menanggapi, namun mungkin nampak kerut di dahiku bahwa aku sedang berpikir siapa dia.

Kok bisa tahu aku akan pindah nanti? Itu yang ada di benakku.

Mungkin melihatku ragu menjawab lebih jauh, juga bahasa tubuh yang seolah tak mengenalinya, ia pun melanjutkan pekerjaannya dalam diam. Hingga akhirnya pesananku disodorkan aku baru teringat. Kemudian meminta maaf bahwa aku lupa.

Segaris senyum pun merekah di wajahnya. Katanya dia pikir bahwa dia kira salah menyapa orang. Lantaran aku yang nampak ogah-ogahan menjawab. Dan sedikit bingung (karena aku sambil berpikir mengingat siapa dia). Oalaaaah...

Untunglah ia berbesar hati memaklumiku dan memaafkan sikapku itu. So, Teman-teman kalau pernah aku bersikap begitu silakan ditegur ya. Bantu ingatkan aku karena otakku lemah soal beginian. Hehehe...


3. Malas Pakai Kacamata Padahal Rabun

Karena Baby F sudah semakin aktif, Alhamdulillah, aku pun mulai enggan berkaca mata. Sedikit-sedikit dia tarik dan jatuhkan kacamataku. Padahal, kondisi mataku tidak sehat.

Aku menderita rabun jauh. Minus 1,75 tepatnya. Tidak terlalu besar dibanding mungkin penderita rabun lainnya. Tapi cukup sering membuat kesalahpahaman karena aku tak bisa melihat jelas tanpa bantuan kacamata itu.

Pernah dari jauh temanku sudah sumringah tersenyum padaku. Tahu bagaimana kelanjutannya karena aku tak mengenalinya tanpa kacamata. Fiuh! Sempat dia marah karena merasa diabaikan.

Beruntung ia adalah teman yang sudah tahu bahwa aku rabun. Dia menghibur dirinya sendiri dengan memaklumi responku yang terkesan abai tadi. Tapi tetap bersungut menyayangkan aku tak mengenalinya.

Bayangkan jika terjadi dengan orang lain yang tak tahu keadaanku. Alamat dibilang cuek bin sombong mungkin saja. Untungnya sekarang aku memanfaatkan soflens, sehingga tetap bisa beraktivitas dengan Baby F tanpa ditarik-tarik dan melihat dengan jelas.

Walaupun ada kalanya aku tak bersoftlens, sehingga kesalahpahaman itu masih terjadi.


4. Menelepon Seperlunya

Setiap bulan aku beli paket data internet dan mendapatkan bonus telepon. Tapi, aku jarang menelepon. Mungkin karena kepribadianku yang Ambivert itu, kadang aku merasa canggung untuk bertelepon ria. Apalagi jika yang kutelepon adalah orang yang tak terlalu dekat denganku.

Jangankan mereka yang tak terlalu dekat, pada keluarga saja aku menelpon seperlunya. Hanya pada ibu aku agak lebih sering menelepon. Karena aku dekat padanya. Dengan adik-adik kandungku saja tak semuanya sering kutelepon. Hahaa...

Boro-boro dengan yang lain kan ya??? Lha wong dengan suami aja aku nelpon seperlunya aja. Aku lebih nyaman menuliskannya dalam chat WA (jaman now). Kalau dulu mah sms yaaa...

Entahlah. Aku bingung kalau menelepon mau bilang apa? Kesannya kebanyakan basa-basi: lagi apa? Sudah makan apa belum? Dan pertanyaan sejenisnya yang aku sendiri 'geli' jika ditanya begitu.

Jika rindu, sayang, dan beragam rasa di hati itu aku lebih suka mengekspresikannya dalam untaian doa. Berharap didengar-Nya. Bukan karena gengsi tak mau bilang atau jaim. Bukan. Jawabannya kembali lagi ke perasaan nyaman di hati.

Aku tak nyaman berlama-lama di telepon hanya untuk tanya basa-basi begitu. Seperlunya saja. Mungkin ketika aku merasa begitu, pribadi introvert-ku mendominasi.

Paling bisa aku berlama-lama menelepon sahabatku. Mungkin karena merasa dekat semakan, seatap, dalam kurun waktu yang ga sebentar, makanya aku merasa nyaman berbincang. Lagi pula semacam tahu sama tahu sehingga kami tak menanyakan pertanyaan template basa-basi seperti tadi. To the point aja!



5. Jujur Lidah

Ini julid alias jujur lidah dalam arti sebenarnya yaaa... Bukan julid yang berarti nyinyir. Big No-No!

Sudah kebiasaan karena lingkungan dan didikan nampaknya, aku tuh sangat jujur ketika menyampaikan apa yang kurasakan, menyampaikan pendapat/respon pada orang, menyampaikan keluhan, dll. Entah ini buruknya atau baiknya, hasilnya adalah sakit.

Iya, sakit. Ibarat kata orang tuh: omongannya pedas, tapi ya benar (ketika sudah diresapi baik-baik tanpa baper pastinya)

Kenapa tadi sempat kusebut entah baik atau buruk sifatku yang terlalu jujur dalam penyampaian itu? Karena beberapa teman merasa bahwa apa yang kusampaikan itu sangat bermanfaat sehingga berterima kasih padaku. Wow ga tuh?

Ketika mereka bercerita dan meminta respon, aku merespon dari beragam sisi. Kebiasaanku adalah mengajak mereka untuk membuka mata, melihat semua kemungkinan hingga yang terburuk sekalipun. Plus contoh dari pengalamanku biasanya. Sayangnya, tak semua orang tahan mendengarkan potensi buruk yang kuasumsikan begitu. Ada yang hanya ingin mendengar yang manis-manisnya saja lalu kemudian menangis dan 'libur' berinteraksi denganku.

Mungkin butuh waktu untuk meresapi nasehatnya. Karena biasanya kemudian hari datang kembali. Berterima kasih.

Sebenarnya, aku tak akan sejujur itu hingga membeberkan banyak kepahitan yang seringkali membuat sakit itu pada setiap orang. HANYA pada mereka yang kukenal dekat saja kok. Pada sahabatku dan adik-adikku saja biasanya. Itupun hanya ketika mereka meminta respon/pendapatku. Jika tidak, ya aku tak akan ber-jujur lidah begitu.

Toh, ke orang lain aku tak mungkin berani begitu. Salah satu alasannya ya karena aku Ambivert. Boro-boro ngurusin orang lain, untuk bisa berbincang santai aja syukur. Bingung? Plis jangan bingung yaaa...


Bonus: Selalu Bawa Air Minum

Meminjam istilah yang sering disebut Seli, teman sekamarku dulu, bahwa aku ini onta. Hahahaa...

Karena kuat minum, dikit-dikit haus. Jadilah kemana pun aku sedia air minum. Buat berjaga kalau saja di sekitaran sedang tak ada penjaja minuman.

Jangan heran kadang tasku berat. Karena ada botol air minum. Bahkan sudah bawa dari rumah, aku biasanha beli lagi. Hahaha...


Itulah rahasiaku: 5 Fakta tentang Alma.
Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan kali ini ya. Be yourself!

#BPN30DayChallenge2018
#bloggerperempuan
#Day6

Kamis, November 22, 2018

Arti Sebuah Nama [Blog]



Penting ga sih punya nama? Ya penting dong. Walaupun konon pujangga berkata: "Apalah arti sebuah nama".

Nama itu perlu. Selain untuk sapaan atau panggilan, dalam nama biasanya disematkan doa serta harapan. Termasuk untuk sebuah blog ini. Aku berikan ia sebuah nama.

Sebenarnya, nama blog-ku ini adalah yang kedua. Awal blog ini dibuat, aku masih asal-asalan menamainya. Lalu, kemudian saat aku memikirkan sebuah header yang apik, blog ini pun berganti nama baru. Hingga hari ini permanen seperti itu, Love and Share.

Nama pertama yang kuberikan untuk blog ini adalah Steaming Pot. Karena kusuka segala makanan yang dimasak dengan cara di-steam (kukus). Sementara Pot artinya bejana atau wadah. Jadi, maksudku adalah blog ini adalah wadahku menuangkan segala sesuatu yang kusuka.

Seiring berjalannya waktu, aku menemukan keindahan saat menuliskan setiap artikel di blog ini. Entah kapan tepatnya, aku sudah lupa, aku pun mengganti nama blog ini menjadi Love and Share.

Karena aku senang berbagi (share) hal yang kusuka (love). Kira-kira begitu artinya secara gamblang. Masih satu 'ruh' dengan Steaming Pot sebenarnya. Hanya saja nama Love and Share bisa langsung menggambarkan tujuan, doa, dan harapan yang kusematkan pada blog ini.

Selain karena aku suka berbagi, tentu saja aku juga berharap agar tulisanku ini disukai dan bermanfaat sehingga dibagikan terus-menerus. Semua doa dan harapan itu bersemayam dalam sebuah nama. Itulah arti dari nama blogku.

#BPN30DayChallenge2018
#bloggerperempuan#
#Day3

Raiku Anti Aging Series Melawan Tanda Penuaan Dini


Usiaku udah lewat kepala 2 tapi belum masuk kepala 3 juga. Jadi, sebenernya perlu ga pake skincare anti aging? Setelah riset baca sana dan sini, akupun memutuskan untuk coba pakai produk Skincare Raiku Anti Aging Series untuk melawan tanda penuaan dini.

Kan namanya juga 'anti' berarti untuk pencegahan dong ya. So, ga nunggu tua dulu baru dirawat. Lebih baik rawat dari sekarang biar penuaan kulit bisa diminimalisir. Bukan artinya ga akan menua loh yaaa...

Kita bisa banget punya kulit kencang, cerah, walaupun usia terus bertambah. Karena usia kulit itu sangat bergantung dari perawatan yang diterimanya.

Sadar akan hal itu, aku mulai merambah anti aging series ini. Mencegah itu jauh lebih mudah toh?


Raiku Anti Aging Series


Dalam satu set produk skincare Raiku ini sudah lengkap banget. Mulai dari produk cleansing, refreshing, moisturizer cream, juga serum.

1. Raiku Cleansing Cream
2. Raiku Cleansing Foam
3. Raiku Anti Aging Toner
4. Raiku Anti Aging Serum
5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream

Jadi, total ada 6 produk dalam satu set perawatan Raiku Anti Aging Series ini. Nah, aku bakal kasih tau detail produknya juga kesan kesan pemakaianku selama lebih dari 10 hari pertama.


1. Raiku Cleansing Cream


Sesuai judulnya, salah satu produk cleansing dari Raiku ini bertekstur krim. Ini dipakai sebagai rangkaian paling awal untuk membersihkan sisa-sisa make up dan juga kotoran yang mungkin masih menempel di kulit wajah sebelum akhirnya dicuci. Penggunaannya memerlukan kapas sebagai media hapusnya.


Saat dipakai rasanya langsung mencair di kulit. Aku ratakan sambil sedikit digosok di area yang kurasa agak banyak lapisan. Aku pakai ini untuk menghapus make up by the way.

Hasilnya, satu kapas full terangkat foundation, lipstick  dan eye makeup yang kugunakan. Aku pakai sedikit lagi di bagian pipi untuk memastikan semua sudah bersih. Di kapas kedua, benar-benar hampir tak ada noda lagi. Artinya semua kotoran dan residu makeup di wajahku sudah terangkat. Nice job!

Sensasi setelah pakai cleansing cream ini agak sedikit lengket rasa di kulit. Itulah sebabnya dalam rangkaian skincare Raiku Anti Aging Series ini dilanjutkan dengan cuci muka menggunakan produk selanjutnya.


2. Raiku Cleansing Foam


Tahap kedua yaitu masih menggunakan produk cleansing dari Raiku, yaitu Cleansing Foam. Penggunaannya adalah sama seperti sabun pembersih wajah pada umumnya. Boleh dibilang mirip tekstur sabun cair. Kental tapi nampak foamy jika terkena air.



Dua tahapan cleansing Raiku ini membuat kulit terasa ringan bahkan baru di tahapan ini. Seperti deep cleaning gitu kesannya.

Untuk pengaplikasian produk cleansing foam seperti ini, aku biasanya membasahi kulit wajah terlebih dahulu. Kemudian ambil produk secukupnya dan dibusakan di telapak tangan. Barulah dengan gerakan memutar aku ratakan di seluruh bagian kulit wajahku. Setelah beberapa menit disertai gerakan pijatan juga, baru aku bilas dengan air. Selanjutnya keringkan kulit wajah menggunakan handuk untuk masuk ke tahap berikutnya.


3. Raiku Anti Aging Toner


Toner Raiku Anti Aging Series ini bentuknya cair seperti toner pada umumnya juga. Yang kurasakan saat memakainya sejak pertama adalah produk ini sama sekali tidak ada aromanya.

Kalai biasanya produk toner itu ada aroma seperti citrus dan sedikit wewangian, Raiku Anti Aging Toner ini tidak sama sekali. So far, itu tidak mengganggu bahkan aku suka kok.

Untuk pengaplikasian toner sendiri, aku lebih suka dengan cara menuangkan produk secukulnya di telapak tangan. Lalu kemudian aku ratakan di seluruh bagian kulit wajah dengan cara menepuk lembut hingga produk meresap.

Aku kurang suka mengaplikasikan toner menggunakan kapas. Karena aku suka sensasi produk yang bisa kurasakan bahwa ia meresap. Jadi, aku tim tepuk-tepuk toner. Hehehe...


4. Raiku Anti Aging Serum


Yang kusuka dari produk Raiku Anti Aging Serum ini adalah kemasannya. Cute!

Ada banyak macam bentuk kemasan serum. Mulai dari bentukan pump, spray, atau botol biasa dan juga dengan media pipet seperti yang Raiku terapkan ini.


To be honest, aku lebih suka bentuk pipet begini. Karena aku bisa liat produknya yang di dalam botolnya dan juga rasanya lebih efisien ketika mengambil produk pake pipet ini. Thumbs up, Raiku!


Tekstur serum Raiku Anti Aging Series ini tuh kental. Seperti krim tapi konsistensinya lebih cair. Warnanya putih susu dan aromanya sangat light. Menurutku sih ya aroma susu yang lebih kentara.


5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream


Ini adalah bagian penting lainnya dari sebuah rangkaian produk perawatan kulit (skincare). Yaitu moisturizer cream!

Sesuai fungsinya masing-masing, moisturizer ini tersedia untuk siang dan malam hari. Kita lebih akrab menyebutnya dengan Day Cream dan Night Cream. Nah, Raiku sendiri menyebutnya dengan Morning Cream dan Night Cream.

Untuk Morning Cream-nya Raiku Anti Aging Series ini sudah dilengkapi dengan SPF 15. Jumlah yang sangat cukup untuk keseharian. Teksturnya adalah krim yang sedikit lebih padat dibanding night cream-nya.


Sementara pada night cream Raiku Anti Aging Series, teksturnya berbentuk krim yang sedikit lebih cair. Seperti ini:


Konsistensi tekstur kedua produk ini memberikan hasil yang berbeda pula di kulit. Kalau night cream rasanya basah di kulit, tapi kalau morning cream rasanya tidak terlalu basah.

Setelah menggunakan semua rangkaian produk Raiku Anti Aging Series ini, kita bisa lanjutkan dengan make up sehari-hari untuk siang dan langsung tidur untuk malam.

Kesan pemakaian pertama oke buatku. Tak ada break out dan aku terus lanjutkan. Selama pemakaian lebih dari 10 hari berikutnya, ada jerawat yang mampir karena berbarengan dengan jadwal tamu bulananku.

Jadi, aku tetap lanjutkan. Masalah kulitku antara lain adalah acne scars. Baik yang berupa dark spot maupun bopeng. Sejauh ini beberapa dark spot di kulit wajahku memudar. Kurasa kandungan kolagen pada produk Raiku Anti Aging Series ini bekerja dengan baik. So, aku suka!


❤❤ Lovely things about Raiku ❤❤

Produk Raiku Anti Aging Series ini sudah menerima label halal dari MUI. 

Kandungan dalam produk Raiku Anti Aging Series ini tidak ada paraben sama sekali (No Paraben).

Kandungan kolagen pada Raiku Anti Aging Series ini banyak sehingga efektif mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Beraroma susu yang sangat light, sehingga cocok untuk konsumen yang tidak suka wewangian. 

Kemasannya easy to go banget! Dan warna juga desainnya lucu. Bikin gemes.

That's why I like Raiku! 

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES