Rabu, November 14, 2018

Merasakan Lapis Kukus Tugu Malang: Oleh-oleh Kera Ngalam.


Kemarin malam aku begadang lalu dibawakan Lapis Kukus Tugu Malang. Aku menunggu adikku datang dari Malang. Info awal bahwa pesawat transit dari setelah penerbangan dari Malang, yang akan ditumpanginya mengubah jadwal keberangkatannya. Pukul 20.00 WIB baru akan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Artinya, baru akan tiba di rumah pada pukul 22.00 WIB. Jarak rumah kami dari ibukota harus ditempuh dalam 2 jam perjalanan normal.

Sayang beribu sayang, adikku harus menunggu lebih lama lagi di Bandara Soetta sana. Pesawatnya mundur lagi. Baru akan berangkat jam 22.00 WIB dari sana. Delayed.


Well, semacam rahasia umum sih.
Tapi yang penting sampai dengan selamat. Aaamin.

Landing di Palembang pukul 22.47 WIB. Belum ditambah waktu tunggu bagasi. Sampai di rumah sudah dini hari. Pukul 1.41 WIB. Masyaallah.

Baby F pun bangun saat Cicik-nya tiba. Sempat main-main hingga akhirnya tidur lagi puk setengah tiga. Kami pun ikut terlelap. Ayah dan ibu yang sedari sore menunggu di bandara pun nampak kelelahan.

Sampai esoknya baru kutahu ada jajanan enak bawaan sang adik. Nyaaaaam!


LAPIS KUKUS TUGU MALANG


Aku: Beli dimana nih, Dek?Adek: Belinya di outlet yang di Jalan SuHat alias Sukarno Hatta. Hehehe.

Nampak lezat kan?
Taburan kejunya rame! Bikin ngiler.
Itu untuk varian rasa Telo Keju.

Nah, satu lagi ada varian rasa Brownies Coklat. My fave! Karena kusuka coklat, kalo ada 2 varian begini ya aku jelas bakal nyomot yang coklat duluan. LOL

Kebetulan adikku beli 2 varian rasa ini. Jadi, aku bisa nyobain keduanya. Karena aku penasaran ada varian apa saja yang diproduksi oleh Lapis Kukus Tugu Malang ini, akhirnya aku intip akun sosial medianya.

Ternyata Telo Keju ini adalah varian terbarunya loooh...

Asyik!


VARIAN


Hasil intip-mengintip akun Instagram @lapistugumalang seperti yang tertera di kemasannya, aku pun tahu bahwan Lapis Kukus Tugu Malang ini punya 6 varian.

  1. Original 25k
  2. Coco Pandan 25k
  3. Talas Keju 28k
  4. Brownies Keju 28k
  5. Brownies Coklat 28k
  6. Telo Keju 25k
Nyaaaaam... 



KEMASAN



Kemasannya ini seperti kemasan kue lazimnya. Yaitu dus kertas yang dilaminating doff. Yang kusuka adalah pemilihan warna dominannya: hitam.

Warna dominan hitam ini membuat tampilannya terkesan elegan.

Lalu pemilihan bentuk huruf (font) pada Logo, tag line, dan informasi varian juga menarik.

Juga tata letak semua ornamen pendukungnya yang apik. Seperti foto dan grafik lainnya.


Di salah satu sisi kemasan Lapis Kukus Tugu Malang ini ada informasi wisata di Kota Malang. Sebut saja Omah Kayu Batu Malang yang jadi highlight pada kedua kemasan ini.

Bagus sekali Malang membungkus oleh-olehnya dengan bekerja sama menyuarakan potensi wisata di sana.

Thumbs up!



Saat dus kemasan dibuka, ada kertas roti yang menjadi alas sekaligus penutup lapis kukus ini. Sudah dicetak manis juga lengkap dengan informasi kontak dan akun sosial medianya pada kertas tersebut.

Tak lupa tersemat sebuah pisau plastik untuk memotong kue lapis kukus lezat ini. Udah ga perlu nyari-nyari pisau lagi kan?


CITA RASA


Pertama, aku bakal kasih tahu apa rasanya Lapis Kukus Tugu Malang varian Brownies Coklat. Karena ini adalah yang pertama kali kucomot kan yaaaa... Hihihi

Dari tampilan antar keduanya, Brownies coklat ini tidak terlalu mengembang seperti varian Telo Keju-nya.


Lihat?
Yang kuning ini adalah varian terbaru dari Lapis Tugu Malang.

Lebih tinggi alias lebih bervolume kan ya??? Mari kita bandingkan rasanya!

Telo keju ini rasanya kaya ubi jalar alias telo. Yaiyalah ya dari namanya aja udah tau. Manisnya pas dan kejunya banyak.

Tapi ga tau kenapa, menurutku kejunya nggak terlalu ngeju. Hehhehee...

Soal rasa itu memang relatif. Misal, aku penggemar coklat, jelas akan ada preferensi untuk memilih coklat dibanding varian lainnya.


Dan bagiku, varian rasa Coklat belum ada tandingannya. Rasanya pas ga terlalu manis. Bahkan pahitnya coklat masih agak terasa. Itu yang kusuka.

Kue lapis kukusnya full coklat dan toppingnya juga serutan dark coklat. Makin coklat kaaaaan? Mantap!

Kesimpulannya, kulebih suka yang varian rasa coklat dibandingkan varian rasa terbarunya Lapis Kukus Tugu Malang, Telo Keju.


Nah, kalo Baby F malah suka nyomotin keju topping Telo Keju ini. Hehehe...

So, kedua varian ini dapet poin 1:1 dari kami berdua. Mamanya suka yang coklat dan anaknya suka yang Telo Keju.

Lapis Kukus Tugu Malang ini enak banget buat oleh-oleh. Kemasannya bagus dan udah ada pisaunya. Trus, rasanya juga enak dengan harga yang ramah di kantong.

So, kalau kamu lagi ke Malang cicipin deh jajan kane kera ngalam ini. Maknyosssoooo!!!

Kamu tim Telo Keju apa tim Coklat hayooo????

Kamis, November 08, 2018

Festival Belanja Lazada 11.11 Momen Emak Jajan Happy


Kapan sih terakhir memberi hadiah untuk diri sendiri?

Ketika pertanyaan itu terbersit ternyata aku perlu waktu untuk menjawabnya.

Hmmm...Minggu lalu? Bulan lalu? Tahun lalu?

Waaah, sudah lama juga ternyata aku menghadiahi diri sendiri. Sejak 2 tahun berkeluarga ternyata prioritas berubah. Tentu ada pos lain yang rasanya lebih penting jika dibandingkan dengan menghadiahi diri sendiri.

Padahal loh ya, perlu loooh kita punya momen untuk membuat diri kita bahagia dengan hadiah-hadiah kecil barang setahun sekali minimal.

Foto ilustrasi (sumber: pixabay.com) 

Kalau dulu, pas masih single, aku suka menghadiahi diri sendiri dengan booking treatment di salon/spa. Menikmati pijatan dan aroma terapi dari ruangan spa. Juga aroma lembut rambut yang habis di-creambath. Full dari pagi hari hingga sore.

Pulangnya dari salon/ spa itu aku lanjutkan dengan duduk manis di restoran fast food kesukaan sambil menikmati Double Cheese Burger sambil blog walking membaca artikel teman-teman.

Esoknya, perasaan kembali fresh. Lanjut belanja sayur-mayur segar di pasar tradisional yang tak jauh dari kamar kontrakanku.

Membuat salad segar dan sandwich roti gandum cukup untuk menemaniku lanjut begadang mengerjakan tugas-tugas kuliah yang bejibun.

Sederhana tapi membuatku bahagia.
Hadiah kecil seperti itu cukup saja. Kalau sekarang hal yang bikin bahagia pun rasanya berubah. Lagi/lagi karena orientasi dan sudut pandang saat single dan 'double/triple/multiple' kan beda. Ciyeeee...


Festival Lazada 11.11

Zaman sekarang mau kasih hadiah ke diri sendiri ga repot harus pergi-pergi sendiri. Apalagi emak zaman now lebih suka jajan online. Ini maksudnya nunjuk diri sendiri Hahaha...

Kenapa lebih suka belanja online sih?

Ya suka doong...
Udah g perlu capek pergi ke toko. Belum lagi abis waktu milih-milih di tokonya kan?

Yang paling penting tuh, belanja di e-commerce alias online sering banget dapet diskon. Bisa dibilang sih harganya lebih bersahabat daripada belanja di toko offline.
Nah, kabar menyenangkannya adalah e-commerce kesayanganku, Lazada memasilitasi kebutuhan psikis tentang mengahdiahi diri sendiri
Pada Festival Lazada 11.11 bakal ada banyak harga super miring yang bisa bikin emak jajan happy. Diskon terbesar 24 jam!!! Lumayan banget buat beli sesuatu sebagai hadiah pada diri sendiri.

Udah banyak barang dalam wishlist di akun Lazada-ku yang siap dimasukkan dalam keranjang nih. Hohoho...

Ini dia beberapa produk yang udah masuk di wishlist-ku:


1. Ring Light



Ring light tuh udah jadi barang idamanku sejak aku suka bikin tutorial. Dan bikinnya suka minim cahaya karena biasanya dikerjain malem.

Makluuum, nunggu anak tidur dulu cyint!!!

So, dari dulu pengeeen banget punya ring light dan yang tripod-nya buat HP. Soalnya mostly aku foto dan rekam video dari HP sih.


2. Meja Dapur



Ini tuh pas banget. Meja idamanku banget pokoknya. Ga spacey dan multifungsi banget. Berhubung rumah kami itu super mini, jadi yang gini emang yang kuincer hehehe...

Dooong diskon dooong...
Gimana ga bikin happy kan ya???


3. Eva Mat



Eva mat tuh pengennya full di kamar Baby F. Sekalian yang ada gambar-gambar gini buat stimulasi bermainnya. Eva mat yang ini juga bisa jadi single puzzle soalnya bisa dilepas gitu.

Makanya udah masuk wishlish aja deh!

Ga sabar mau dipinang pas Festival Lazada 11.11 ini. Bentar lagi hehehe...


Tentang Menghadiahi Diri

Memberi hadiah pada diri sendiri bagiku adalah sebuah pemenuhan kebahagiaan psikis. Ini tuh penting ga penting statusnya.

Menjadi penting karena bisa menambah semangat, kebahagiaan, positivitas, dan lainnya  Intinya membuat banyak stimulus yang baik pada otak. Karena auto happy. Hehehe...

Menjadi tidak penting saat keuangan tidak mendukung untuk bisa menghadiahi diri dengan produk-produk idaman.

Tapiiiiii...
Beruntung ada Festival Lazada 11.11 tuap tahunnya. Silakan para emak seperti saya tandain kalendernya biar ga ketinggalan yaaaa...

Mari kita jajan happy di festival Lazada 11.11 Diskon terbesar 24 jam!!!


PIXY Concealing Base Sebagus Itukah?


Beberapa waktu terakhir ini aku lihat produk PIXY berseliweran. Hampir semua beauty enthusiasts yang ku-follow channel YouTube dan teman-teman di Instagram juga lagi rame ngomongin PIXY ini.

Yang membuatku tertarik untuk ikutan beli dan nyobain PIXY ini adalah karena komentar alias review positif mereka.

Aku tuh sampe bergumam:
"Iya sebagus itu?"

Karena memang harganya itu murah banget untuk produk dengan fungsi sama. Trus, komentar tentang tampilannya juga bikin penasaran. Dan yang paling bikin penasaran adalah hasil pemakaiannya.

Well, akhirnya pas lagi lewat konter make up aku pun berhenti dan langsung ke bagian sales PIXY. Padahal nih ya, rencananya bulan ini tuh aku mau beli eye shadow pallette. Fix kena racun PIXY nih aku. LOL

Harganya emang miring banget ini tuh.
Aku beli PIXY Concealing Base-nya ini cuma Rp32.000 aja. Sayang ini notanya ga nemu lagi. Padahal niatnya mau difotoin juga. Ahahaha...




Jadi, untuk Concealing Base PIXY ini ada 2 shade. Yaitu 1. Natural Beige dan 2. Sand Beige. Aku pilihnya yang nomor 2.

Sebenernya belum masuk sih ke tone kulit aku. Tapi, kubelum tau apakah ini akan oksidasi atau nggak. Kalo iya, berarti ada kemungkinan ga sama hasilnya antara pas baru selesai Make up sama setelah seharian dipake.


Kesan

Pertama dipake aku amazed karena concealing based PIXY ini gampang di-blend. Cuma, kalo biasanya pake liquid base aku tuh apply-nya pake brush, kali ini aku pake sponge basah.

Soalnya aku nyobainnya pas lagi di rumah ibuku. Sementara beauty blender-ku di rumah  Heheehe.



Ini bentuknya creamy stick gitu. Ini isi seluruhnya aku puter sampe keluar abis nih ya.

Kukira bakal padat dan kurang lumer. Ternyata aku salah dan udah sedikit underestimate. Maaf yaaa Concealing ...

Setelah kupake dan aku set pake TWC-nya PIXY diseri ini juga. Ternyata hasilnya bagus. Ini nih tampilan package TWC-nya. Bahasannya nanti setelah kita ngobrolin Concealing Base-nya dulu. Di postingan terpisah, OK?

Add caption


Memang ga full coverage-nya. Lebih ke kesan natural yang cerah. Sejujurnya, difoto di bawah ini, pertama kali aku pake concealing base dan TWC PIXY yang seri UV Whitening 4 Beauty Benefit ini.

Pertama kali seharian pakai concealing base PIXY (29/10/18)


Nah, dipemakaian pertama ini aku pengen tau apakah concealing base ini bisa di-build up sampe full coverage atau nggak. Jadi, di foto itu, pas pertama aku pake PIXY concealing base seharian, aku pake 4-5 layer. Ternyata tetap ga bisa sampe ke full coverage gitu. Maklum juga sih, tekstur kulitku ga rata karena ada scars bekas cacar dan jerawat.

Well, buat sehari-hari okelah nih PIXY UV Whitening 4 Beauty Benefit ini. Tapi, kurang pas kalo buat make up berat kaya yang buat make up malem atau pesta gitu.


Rate

Dari segi packaging-nya I love this produk. Bentuknya imut dan ga ngabisin tempat banget. Tapi, tulisannya kurasa bakal cepat hilang/pudar kaya produk pixy lainnya yang kupunya. (9/10)

Teksturnya bagus. Creamy yang mudah di-blend. Cuma kurang pas aja kalo ngaplikasiinnya pake brush. Menurutku sih, pake beauty blender atau kalo kepept banget bisa pake sponge basah kaya aku tadi hehee. (8/10)

Pemakaian seharian kedua (1/11/18) Lighting indoor


Kedua kalinya kupake seharian, ini 2 layer aja. Coveragenya lumayan. Kalo buat sehari-hari udah pas banget bagiku. (8/10)

So far setelah aku pake seharian sih, aku ga butuh touch up banget. Settingnya bagus di kulit. Dan ga terlalu oxidized. Dia tipe yang makin lama dipake jadinya makin bagus. Yes!!! (9/10)

Harga? Murce bangetlah buat sebuah produk yang two in one gini. Jadi, ini tuh concealer tapi bisa banget jadi base make up full alias foundation. So, nilai dari aku 9/10.

Pemakaian ketiga (8/11/18)

Menurutku ini concealing base-nya PIXY recommended banget buat make daily. Di foto terakhir ini aku cuma pake selapis alias satu layer aja. Udah cukuplah menurutku.

Buat anak kuliahan oke. Buat pergi arisan juga oke.  Ahhahaa....

Kalo shade yang tersedia itu terlalu gelap atau sebaliknya, kamu bisa siasati di bedak buat ngesetnya itu. Jadi, bisa pilih yang lebib terang kalo concealing-nya terlalu gelap dan gitu juga sebaliknya.

Gimana??? Tertarik buat nyoba juga???

Senin, November 05, 2018

1000 Hari Pertama Ananda adalah Kesempatan Emas



1000 Hari Pertama Ananda adalah sebuah kesempatan emas bagi para orang tua. 1000 hari pertama ini dimulai sejak 270 hari masa kehamilan, kemudian dilanjutkan 730 hari hingga anak berusia 2 tahun.

Mengapa 1000 Hari Pertama penting?
Tak lain, tak bukan karena itulah 1000 hari terbaik bagi tumbuh kembang anak kita. Pada rentang waktu 1000 hari inilah kita harus terus memantau, menjaga, dan menstimulasi anak agar terhindar dari Stunting.


Tentang Stunting

Beberapa waktu belakangan ini, Teman-teman mungkin sering mendengar istilah ini. Berdasarkan artikel dari depkes.go.id, Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama - dimulai sejak 1000 hari pertama.


sumber: pixabay.com

Gagal tumbuh yang bagaimana? Dari beragam artikel disebutkan beberapa kondisi anak yang mengalami gagal tumbuh/ stunting ini. Antara lain tubuh yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya dan keterlambatan dalam berfikir.

sumber: pixabay.com

Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang diinginkan. Untuk itulah 1000 Hari Pertama Ananda menjadi kesempatan emas untuk ibu dan bapak dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak-anaknya.


Stunting di Indonesia

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang diperoleh Dinas Kesehatan, kasus Stunting ini sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu lebih dari 20%.

Ini cukup mengkhawatirkan karena kita sepakat bahwa masa depan bangsa ini dipegang oleh generasi penerusnya. Apa yang terjadi jika keadaan generasi penerus ini justeru menyedihkan karena Stunting?

Maka dari itu, penting agar para orang tua untuk mengetahui penyebabnya agar dapat mengambil langkah tepat penanggulangan kasus ini.


Penyebab Stunting

Sumber: pixabay.com 

Penyebab Stunting, berdasarkan artikel informasi untuk masyarakat di laman depkes, adalah karena kekurangan gizi dan faktor ibu (pola asuh serta pola makan).

Faktor lain yang dapat menyebabkan Stunting pada anak adalah terjadinya infeksi pada ibu, kehamilan remaja, jarak kelahiran yang pendek, hipertensi, dan gangguan mental pada ibu.

Selain faktor lalai atau ketidaktahuan, rendahnya akses untuk makanan bergizi menjadi pemicu hal ini.


Perhatikan Asupan Gizi

Ibu hamil mulai menambah asupan vitamin untuk tubuhnya juga untuk membantu perkembangan janin di rahimnya.

Dalam trimester awal, pembentukan sel-sel penting sangat membutuhkan tambahan vitamin dan mineral tersebut. Namun, tidak berhenti di trimester awal saja. Sepanjang masa kehamilan semua organ tubuh janin berkembang.

Sumber: pixabay.com 

Pola makan sejak hamil pun menentukan. Asupan makanan bergizi dan beragam (kecuali yang tidak dianjurkan dokter atau bidan) perlu diatur.

Bahkan tak jarang, dokter pun memberikan tambahan nutrisi dan suplemen pada tiap trimesternya untuk mendukung progres perkembangan janin di tiap bulannya. Jadi, penting bagi para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya per bulan.


Perhatikan Pola Makan

Sumber: pixabay.com 

Pola makan yang dimaksud adalah sejak kehamilan seperti penjabaran di atas. Kemudian, perhatikan juga pola makan bayi setelah lahir.

Makanan dengan gizi seimbang yang memenuhi kaedah 'Piringku'.

Sumber: Medisindo.co.id

Sangat disarakan juga untuk membuat catatan penting tentang data lahir bayi kelak. Seperti berat badan lahir dan panjang badannya.

Hal ini penting karena akan menjadi acuan ibu dalam memantau tumbuh kembang anaknya.

Sejak kontrol pertama kehamilan di Bidan atau Puskesmas, para ibu akan mendapatkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di dalamnya terdapat borang atau formulir isian untuk data ibu semasa hamil. Ketika anak lahir, ada pula bagian untuk mencatat data anak berikut informasi grafik acuan kesehatannya.

Info dari dr. Fatima saat itu, bahwa ibu harus memantau tumbuh kembang anak dari berat badan, tinggi badan, dan prilakunya.

Berat badan anak usia 1 tahun, normal atau idealnya adalah tiga kali (3x) berat lahirnya. Dan untuk tinggi badan normal atau ideal anak usia 1 tahun adalah satu setengah kali (1,5x) panjang badannya saat lahir.

Di dalam buku KIA ini juga ada catatan informasi tentang berapa banyak penambahan berat badan anak ideal setiap bulannya. Berbekal informasi tersebut, pola makan dapat diatur atau diprogramkan dengan baik.


Perhatikan Pola Asuh

Sumber: pixabay.com 

Pola asuh ini masih berhubungan dengan perilaku menyediakan makanan bagi anak (bayi dan balita). Bahwa penting sekali agar para ibu ataupun calon ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan terkait informasi ini.

Edukasi tentang pentingnya IMD atau Inisiasi Menyusu Dini pada bayi yang baru lahir. Lalu, pemberian ASI Ekslusif berikut MP-ASI (makanan pendamping ASI) pada waktunya nanti perlu diketahui dengan baik.

Selain itu, minimal 4 kali memeriksakan kandungan semasa hamil pun perlu dipahami agar para ibu hamil dapat dipantau dengan baik.

Sumber: pixabay.com

Sejak menyadari kehamilan, hendaknya para ibu mulai memperhatikan asupan gizinya. Karena kita tahu bahwa ada satu nyawa lagi yang ikut bertumbuh di dalam rahim. Dimana ia butuh banyak asupan vitamin, mineral, dan beragam makanan sumber energi.

Untuk itu, ibu bidan dan dokter selalu membekali para ibu hamil dengan vitamin serta suplemen tambahan. Ditambah lagi dengan nasehat informasi kesehatan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi.


Perhatikan Sanitasi dan Akses Air Bersih

Hal penting yang seringkali dipandang sebelah mata adalah aspek kebersihan. Cuci tangan merupakan suatu hal yang masih perlu digalakkan.

Sumber: pixabay.com 

Masyarakat masih perlu banyak seruan dan edukasi tentang ini. Bahwa penting sekali mencuci tangan dengan bersih agar segala hal yang mungkin masuk dari mulut melalui tangan terjaga kebersihannya.

Pola Asuh, Pola Makan, dan Sanitasi ini menjadi pilar pencegahan Stunting sejak bayi dikandung. 1000 Hari Pertama Ananda kita jadikan kesempatan emas untuk menjaga dan menata pola makan/ pola asuh agar anak kita terhindar dari Stunting.

Pemahaman ibu selaku orang tua yang mengandung anaknya merupakan tonggak awal 1000 Hari Terbaik Ananda.




Referensi: 
Website Departemen Kesehatan Indonesia (depkes.go.id) 
Konsultasi langsung dengan dr. Fatima Safira Alatas, Ph. D, Sp. A(K) 

Minggu, November 04, 2018

Asurasi Brilliance Hasanah Maxima Ajak Kita Berwakaf


Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM) Sun Life mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih baik mengelola keuangannya dengan wakaf. Ini adalah salah satu produk syariah dari Sun Life Financial Indonesia.

Loh, kok saya tahu?



Well, jawabannya adalah karena saya beruntung bisa hadir dalam acara Kopdar Sun Life Asuransi Syariah: Brilliance Hasanah Maxima bersama Blogger Palembang di Logo House Fashion, Food, and Bar, Palembang.

Acaranya diselenggarakan pada hari Kamis, 1 November 2018. Dengan antusias saya hadir ke venue karena ingin belajar dan tahu lebih banyak terkait topik undangan yang saya terima. Tertulis pada pesan undangannya: Undangan Edukasi Syariah Wakaf.

Pucuk dicinta, ulampun tiba. 
Ketika kuingin tahu lebih banyak soal pengelolaan keuangan, eh ada momen bahasannya ini. Alhamdulillah. 

Dengan senang hati saya pun bersiap. Dari jauh hari sejak diterima undangan itu beberapa 'prosedur' pun dilaksanakan. Maklum, emak-emak yang kerjanya di rumah sama seorang bayi ini perlu jeda waktu untuk urus ini-itu. Hehhee...

Pertama, izin yang akhirnya resmi dikantongi. Lalu, kemudian harus atur strategi: adakah yang bisa asuh bayi saya barang sehari (siangnya aja sih)?

Syukurlah, niat belajar dimudahkan. Neneknya Baby F dengan senang hati mau 'dititipin'. Karena memang kami jarang bertemu, momen seperti ini malah ditunggu-tunggu sang nenek. Kumaklum pasti para nenek tuh rindu sama cucunya. Apalagi ibuku sendirian di rumah, dan ini baru cucu semata-wayangnya.

Semua happy, mari kita hadiri^^
Jarak dari Karang Endah ke Palembang itu sebenarnya sama saja dengan teman-teman yang ada di dalam kota. Apalagi sudah ada Bus DAMRI yang nyaman.


Saya tiba di Logo House, Palembang itu sekitar pukul 10 lewat. Sudah ada Mbak Suzannita dan teman lainnya di lantai 3 sana. Tapi, aku kepo-kepo dulu sama bar dan display Logo di lantai 1 sana.  Hehhee...

Bertemu dengan Bu Rita dan Bimo, lalu bersama kami ke lantai 3 untuk bergabung dengan teman lainnya yang telah hadir lebih dulu.



Acara dimulai sekitar pukul 11 setelah makan cemilan pizza dan tempe goreng ala Pizza Bar di Logo House. Dibuka dengan ciamik oleh MC lalu dilanjutkan dengan materi edukasi syariah oleh Pak Norman, Chief Sharia Business Sun Life Financial Indonesia.


Pembawaan Pak Norman ini asyik sekali. Tadinya kukira materi hari ini akan sedikit membosankan karena ini materi penting (yang kesannya pasti serius). Kerennya, Pak Norman bisa sharing panjang lebar materi penting nan serius ini tanpa kesan membosankan sedikit pun. Bahkan penuh gelak tawa dan door prize dadakan dari dompetnya. Hahaha. Thanks, Pak.

Sebagai emak newbie, yang mulai merasakan peliknya mengatur keuangan setiap pos bulanan, aku merasa supeeeer beruntung. Soalnya aku memang cari-cari info soal investasi. Belajar ini-itu biar lebih baik lagi mengelola keuangan dan kemudian tercerahkan setelah tahu ada produk All in One gini (sebutan ala aku nih yaaa).



Apa sih Sun Life? Mirip-mirip sama yang anti noda itu nih kayaknya.

Eits, kalo kamu baru denger tentang Sun Life, berarti kamu ga sendirian. Aku pun kudet banget baru tahu Sun Life ini. Soalnya Sun Life Financial tuh bukan pemain baru loh. Sudah ada sejak tahun 1995. Artinya udah 23 tahun loooh di Indonesia Raya ini.

Dan ini adalah anak perusahaan yang dimiliki seutuhnya oleh Perusahaan Sun Life Financial yang base-nya di Kanada. Umurnya sudah lebih dari 100 tahun dooong. 

Hebat nih, pikirku.
Bisa bertahan sejauh itu jelas karena performanya. Artinya nasabah tetap setia. Tak lain dan tak bukan jelas karena integritasnya nih.

Produk asuransinya sangat beragam. Mulai dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan rencana pensiun. Nah, sekarang ada produk terbarunya untum kategori syariah. Yaitu Produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima.



Produk ABHM ini adalah produk asuransi berbasis syariah lengkap yang bisa membantu masyarakat menjalankan ibadah wakaf secara berkala.

Eh? Wakaf dari Asuransi??? Maksudnya gimana? Wakaf tuh ya tanah yang diwakafkan. Misalnya buat bangun masjid. Gituuuu...

Kalo kamu berpikir kalo wakaf hanyalah tanah saja, maka kita sama (lagi). Ga harus tanah ternyata. Dengan uang yang 'ditabung/disimpan' melalui produk asuransi juga bisa.

Pernah nggak berpikiran untuk nabung uang yang niatnya ibadah wakaf? Mungkin ada tapi jarang kan ya? Rata-rata atau biasanya nabung buat ibadah seperti haji dan umroh.

Coba pikir kenapa? Ya mungkin karena berpikiran wakaf itu berbentuk sebidang tanah aja (biasanya). Jadi, seringnya berwakaf itu tunggu punya tanah -yang ga dipake-

Hmmm... 
Kalo kita alokasikan betul-betul sebenernya bagis banget kan ya? Wakaf kan sebuah amalan jariyah yang pahalanya insyaallah mengalir hingga nanti walau yang berwakaf sudah ga ada lagi. Aaamiiin.

Melihat positivity program dalam produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima ini mataku sudah berbinar-binar. Bakal panjang pillow talk malam ini nih.

Selama kita membayar iuran bulanan produk ABHM ini, nilainya jadi sedekah loh. Karena iuran bulanan dari setiap pemegang polis ini digunakan untuk program kebaikan pada berbagai aspek (pendidikan, kesehatan, dsb?). Coba cari tau deh perbedaan antara zakat, wakaf, dan infak. Biar makin tercerahkan. Hehee... 

Dengan fitur PASTI, KINI, dan NANTI Asuransi Brilliance Hasanah Maxima ini boleh diperhitungkan. Untuk pengelola aset wakaf (nazhir) yang dipercayakan oleh Sun Life untuk mendistribusikan wakaf para pemegang polis adalah nazhir terpercaya di Indonesia. Antara lain Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, Yayasan Daarut Tauhid, serta 174 lembaga wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI). 

Pasti terpercaya toh? Makin berbinarlah aku. Ada banyak manfaat dan hikmah berwakaf. Maka dari itu, kita jangan sampai ketinggalan dan terus berlomba-lomba dalam kebaikan. 

Keren juga nih Asuransi Brilliance Hasanah Maxima Sun Life memfasilitasi kita untuk beribadah dengan pasti dan terencana gini.

So, teman-teman yang tertarik untuk tahu lebih banyak seperti aku, boleh banget segera meluncur ke websitenya Sun Life. Yuk, kita rencanakan ibadah kita agar pasti terencana sembari mengelola keuangan yang ada.

Paket komplit dong yaaaaaa... 


Jumat, Oktober 26, 2018

Review X2 Softlens Koko Black by Exoticon

Review softlens koko black marble x2

Review X2 Softlens Koko Black by Exoticon - 

Halo, Teman semua!
Aku lagi suka pake softlens belakangan ini. Karena Baby F lagi aktif banget, jadi aku udah ga bisa pake kacamata lagi. Soalnya doi bakal excited tiap liat aku pake kacamata dan berusaha buat narik alias nyopotin kacamataku. Akhirnya, setelah kenalan sama X2 Softlens aku nemu cara biar bisa tetap melihat jelas tanpa takut dicomot-comot lagi deh! Yaitu X2 Softlens Koko Black Big Series.

FYI, Softlens Koko Black Big Series ini adalah salah satu produk terbaru dari Exoticon. Seru banget kan ya bisa nyobain langsung. Apalagi ini range-nya ada yang sesuai keadaan mataku (- 0.100). Yippie!!!



Oya, aku secinta itu sama softlens dari X2 tuh. Dari yang series X2 Bio Glaze,

Baca: 

REVIEW X2 BIO GLAZE SOFTLENS, ANTI KERING. ALMAWAHDIEXEXOTICON


Juga series X2 Bio Color, a+ Big Series, 

Baca: 

X2 BIG EYES FT. X2 BIO COLOR! KUSUKA X2 SOFTLENS!


Yang Bella, dan nambah lagi kesukaanku sekarang yaitu Koko Black! Si Koko Black ini tuh adalah rangkaian Big series. Diameternya 14-an milimeter juga. Jadi makin bikin aku suka.



Seri Softlens Koko Black ini tuh ada 4 varian. Yaitu Gothic, Jet Black, Marble, dan Stone. Teman-teman bisa liat gambar di bawah ini untuk tau detail setiap variannya.



Nah, yang kupunya adalah Softlens Koko Black Marble. Aku excited banget dari kurir dateng ngasihin softlens ini. Awalnya cuma bikin unboxing aja trus jadi ga sabar mau nyobain langsung. Hahahaha...

Soalnya, aku emang belum pernah beli softlens yang warnanya item. Rata-rata sih ya tone-nya coklat gitu. Entah kenapa ga kepikiran aja buat pake softlens item alias hitam gitu. Mikirnya sih gini: "lah, kalo item jadi biasa aja dong? Ga ada bedanya sama ga pake softlens."

Ternyata eh ternyata, aku salah. Justeru malah makin natural pas dipakenya. Daaaan ga boring sama sekali soalnya ada motifnya yang bikin bola mata tuh kaya ada kilat-kilat gimana gitu. Dan pake softlens hitam si Koko Black ini sukses bikin mataku nampak besar. Hore !!!


Ini udah bakal jadi kesukaan aku banget selain a+ series yang kupunya itu. Soalnya bikin mata bagus dan tetap natural. Jadi enak buat dipake sehari-hari.


Menurut aku, si Koko Black ini nyaman banget dipakenya. Aku cerita tadi tuh kan ya, bang kurir dateng dan aku semangat unboxing.

Selang 3 jam kemudian, pas anak bujangku tidur langsung dieksekusi deh. Kupake softlens Koko Black ini sambil create Halloween Makeup. Pas banget aku lagi main tantangan sama temen blogger-ku, Cik Dona buat bikin makeup bertema Halloween. Hohoho...


Sebelum bikin look Halloween itu, aku pake si Koko Black ini. Dari motifnya itu aku udah jatuh cinta. Jauh sebelum akhirnya kupake sampe malem. Baru dicopot sebelum tidur. By the way, aku create make up look-nya itu jam setengah 4 sore gitu. So, aku pake Kokok Black Marble ini sekitar 6 jam.

Kesan pertama: Fabulous!

Jadi makin ga sabar buat pake pas aktivitas di luar rumah. Hehehe...

Review softlens koko black marble by x2

Tadaaaa...
Ini dia tampilan Koko Black Big Series di mataku. Suka banget akutu. Sesuka itu sampe rasanya ga mau dilepas dooong. Soalnya mataku jadi ala mata korea yang gede gitu. #halu

Oh ya, ini tuh eye-makeup buat tema Halloween tadi loh ya. Cuma, lipstick-nya aku ganti biar ga serem. Hahhaa...

Well, to sum up, aku bakal mendeklarasikan BAHWA AKU CINTA X2!!!

Beneran ga peres ini mah. Karena produk softlens X2 itu ga pernah mengecewakan aku. Bahkan aku udah ngintip produk lainnya yang pengen aku beli. Hahhaa...

Kamu bisa beli softlens ini di X2 Softlens. Juga di official online store-nya (spexsymbol.com). Cek Instagramnya yaaa... Kamu bisa langsung klik IG-nya nanti aku tag dan mention di feed IG aku. Udah follow kan??? @almawahdie loh yaaaa...

Thank you, Dearest X2 *kiss

Thanks for reading, Guys!
Love and Share!

Review softlens koko black marble x2

Jumat, Oktober 12, 2018

Si Gadis Cilik yang Memanah Bareng Pak Jokowi di Opening Ceremony Asian Para Games


Sumber : Instagram Jokowi @jokowi

Siapa yang tidak menonton Opening Ceremony Asian ParaGames 2018? Yang nonton pasti tau dong sosok gadis cilik yang cantik dan memukau seluruh penonton yang ada di Gelora Bung Karno. Gadis cilik ini memanah bersama Bapak Presiden kita tercinta Pak Jokowi.

Bulan Karunia Rudianti gadis cilik yang cantik dan menggemaskan ini berusia 10 tahun. Gadis cantik ini yang memanah bersama Pak Jokowi bersama-sama memanah dan mengahncurkan patung dengan kata "Disability" menjadi kata "Ability". Ability yang berarti kemampuan, kemampuan disini menggambarkan kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang hebat yang berkontribusi di acara Asian Para Games 2018.

Balik lagi bahas tentang gadis cantik ini, Bulan Karunia. Sebelum menjadi pengisi acara Opening Ceremony Asian Para Games 2018, Bulan sudah cukup dikenal oleh banyak orang. Beberapa bulan yang lalu, Bulan sudah terkenal karena ia mengirim surat kepada Bapak Jokowi yang viral di bebrapa media sosial. Bulan Karunia merupakan siswi SD asal Pekanbaru.

Isi surat yang dkirim Bulan Karunia kepada Pak Presiden kita Jokowi yaitu untuk meminta kursi roda untuk dirinya. Ia meminta itu lantaran Bulan tidak memiliki kaki. Alasan Bulan meminta kursi roda supaya Bulan dapat beraktivitas dengan nyaman. Tidak lama dari suratnya yang viral itu, akhirnya Bulan mendapatkan kursi roda yang Ia inginkan dari Pak Presiden kita.

Bulan Karunia sangat mengidolakan Pak Jokowi. Katanya Pak Jokowi ini baik karena selalu menolong orang lain. Sudah dibuktikan sendiri dengan balasan dari surat yang Ia kirim ke Pak Jokowi dan Ia mendapatkan kursi roda. Semenjak saat itu Bulan Kurnia semakin mengidolakan Pak Jokowi. Bulan Karunia ingin mendapat kursi roda karena Ia sering menonton di TV kalau Pak Jokowi sering memberi anak-anak sepeda.

Bulan Karunia sesosok gadis yang selalu terlihat ceria. Dapat kita amati saat dia menjadi pengisi acara lalu di Opening Ceremony Asian Para Games, gadis manis yang selalu menebarkan senyum kepada semua orang yang melihatnya. Gadis cantik nan manis ini memiliki cita-cita yang tak banyak orang tahu lho. Dapat dilihat di postingan Instagram dia @bulankarn, Bulan Karunia ingin menjadi seorang model. Dengan keterbatasan fisiknya tak menghalangi cita-citanya itu. Bulan Karunia tetap bertekad dan impiannya tetap kuat. Bulan Karunia juga selalu menunjukan prestasinya dengan mendapat juara dikelasnya. Bulan Karunia juga diketahui pandai menggambar lho. Bulan Karunia menjadi sosok yang memiliki mental yang kuat dan dukungan banyak orang, kini Bulan tumbuh menjadi sosok yang sangat menginspirasi. Bulan berhasil membuktikan pada banyak orang bahwa kekurangan bukan alasan untuk tidak bermimpi.

Saat ini kegiatan yang Bulan Karunia lakukan adalah berlatih memanah. Bulan Karunia  ingin menjadi atlet panahan dan menjadi atlet nasional yang akan membawa nama Indonesia di kancah Asian Para Games kelak.

Wah sungguh mulia sekali ya cita-cita Bulan Karunia. Semoga cita-citanya bisa terwujud dan kita pasti akan menunggu hasilnya ya! Semangat Bulan.


COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES