Sabtu, Agustus 24, 2019

Tutorial Mudah DIY Rak Cantik dari Keranjang Buah

Tutorial diy rak baju

Assalamualaikum, Teman-teman.
Akhirnya aku bisa posting sebuah tutorial DIY  rak cantik nan elegan dari keranjang buah ini. Untuk kamu yang suka bikin-bikin sendiri alias model-model DIY (Do it Yourself), artikel ini akan sangat menyenangkan untuk jadi panduan praktekmu. Bisa juga buat kamu yang lagi cari ide recycle barang bekas, atau ide usaha misalnya? Bisa banget kalo mau jual rak beginian. Harganya murah meriah, hasilnya kokoh dan bagus. Ga kalah sama model rak ala IKEA. Wohohoohoho...

Sebelum aku jabarkan cara membuatnya, aku mau cerita dulu awal-mula akhirnya ada rak keranjang buah ini.

Disclaimer yaaaa:
Ini tuh bukan ide aku sepenuhnya. Melainkan recreate juga dari melihat karya sesorang yang dijual.


ALASAN DIBALIK KERANJANG



Bermula dari sebuah keinginan luhur untuk hidup minimalis. #eaaaaaaa...

Jadi, aku punya teman yang udah kayak kakak aku banget. Walaupun kami jarang bertemu, ga intens juga berinteraksi, tapi semua rasa itu selalu ada di hati. Sekalinya chat bisa haha-hihi sendiri, bisa manggut-manggut sendiri, bisa melow, bisa happy, pokoknya all out deh!

Intinya, keterbatasan waktu dan jarak itu bukan jadi alasan kedekatan. Kami dekat dengan cara kami sendiri. Tetap saling support dengan gaya kami sendiri. Misalnya ketika curhat tentang anak yang BB-nya seret, atau cuma ngomongin film yang lagi hype. Intinya hubungan kami tuh semacam quality over quantity. Ga sering tapi selalu bermakna. *tsaaaaaaah

Hingga suatu hari kita ngobrol sana-sini dan bahas topik minimalisme. Katanya ada sebuah buku yang membuat hidupnya more meaningful. Yang tadinya tiap pagi pusing liat rumah berantakan, akhirnya ga lagi.

Bener loh, Teman-teman.
Bagi Stay-at-home-Mom (SAHM) alias ibu yang bekerja di ranah domestik seperti kami ini, kerjaannya ya seputar rumah. Dari A sampai Z. Dan untuk tipe kami berdua ini memang yang agak "drama".

Kalo boleh kubilang, aku tuh agak perfeksionis. Tapi, belum nemu ritme yang pas untuk mengakomodir sifat itu. Ujung-ujungnya jadi penundaan tanpa akhir.

Singkatnya gini, aku mau bagus- mau rapi- tapi waktuku terasa kurang. Daripada ga maksimal akhirnya ga aku kerjain dulu ((((dulu)))). Soalnya aku ga mau kalo hasilnya ga oke. Atau aku kerjain demi ga bikin mataku sepet, tapi ga maksimal. Asal jadi. Dan itu malah bikin aku sebel sendiri.

Dengan ritme dari pagi ke pagi untuk semua pekerjaan yang seolah tak berjeda itu, wajar kalo SAHM kaya aku merasa jengah, letih, ujungnya rungsing dan ga happy deh.

Apalagi kalo pas ketemu hari yang aku maupun suami sama-sama minim energi positif. Bisa-bisa berabe deh!

Dia, Nok-ku itu bercerita bahwa paginya sudah ga sepet lagi. Katanya berkat praktek tentang kesederhanaan hidup ala Marie Kondo. Sampai di sini teman-teman pasti sudah angguk-angguk nih. Hehehe...

Siapa yang masih asing dengan nama Marie Kondo? Atau belum pernah dengar soal KonMari Method alias metode KonMari?

Kurasa 80% sudah ga asing lagi dengan itu. Aku juga udah sering liat hal-hal yang menyebut istilah KonMari itu berseliweran di timeline sosmedku.

Well, sekilas sih intinya susun-menyusun trus bikin rapi dan enak diliat. Dengan satu kunci utama: discarding. Alias pilah dulu sampe tersisa yang benar-benar kamu suka pake. Level sukanya ini penuh  perenungan pokoknya. Baiknya baca langsung buku Marie Kondo itu. Aku sampe pinjem buku Nok biar dapet feel-nya langsung sesuai sarannya. Dan bener deh. Langsung action!

Discarding hampir 80% baju. Akhirnya bikin happy trus juga bikin hidup lebih hidup. *Eeeeeeeh

Padahal belum discard perintilan lain kaya make up, perintilan dapur, dll. Nanti kita pilih hari yang pas untuk hal menyenangkan itu 💪💪💪


ASAL IDE 

Bermula pas aku susun baju-baju di lemari suami. Trus kan susah karena lemarinya bukan model drawer alias laci. Jadi emang ga pas sama konsep KonMari Method kan. Akhirnya aku pake kardus-kardus bekas.

Tapi, mataku ga suka liatnya. Jadi ga rapi malah. Eh, rapi sih tapi warnanya ga sinkron. Duh, apalah aku ini. Segitu aja sampe pusing.

Teringat lah aku sama keranjang buah di rumah ibuku. Beliau punya banyak keranjang buah pas beli untuk cuci-cuci daging pas acara masak-masak nikahanku.

Nah, sekarang keranjang itu dipake untuk tempat gelas-gelas yang ga dipake. Cantik tersusun rapi. Dipake juga buat susun buku. Bahannya kokoh dan elegan menurutku. Mungkin ini agak personal dan ada bias subjektif karena aku suka warna putih. Jadi, auto suka sama keranjang itu. Hahahaha...

Akhirnya aku telepon ibuku. Nanyain di mana dia dulu beli keranjang-keranjang itu. Ga lupa juga nanyain harganya. Dasar emang ya kalau child will always be child. Ibuku, dengan naluri keibuannya langsung nanyain buat apa aku butuh keranjangnya, butuh berapa banyak. Dan kemudian minggu depan ada banyak keranjang sudah nongkrong di dekat dapur.

Oh, Mom!
I love you! Tapi, aku akan tetap bayar dong. Kan judulnya beli ahhaha...

Walaupun sampe ini keranjang dah dibikin jadi rak, aku belum kasih uangnya. Soalnya aku bingung gimana ngasihnya. Ibuku itu biasanya suka ga mau. Huhuhu...

Nantilah kita pikirkan soal itu ya.

Kembali ke asal ide. Asalnya adalah dari keranjang yang dibeli ibu buat acara nikahan itu. Kemudian liat keranjangyang dibelikan dan dibawa ibu itu, yang udah nongkrong cantik di dapur itu. Karena selain beli keranjang yang satuan, ibu juga beli yang udah dirangkai jadi rak begitu. Dari sana aku kepikiran untuk buat juga.

Nah, jadi ini bukan ide murni kita ya. Singkatnya, ini adalah recreate atau ikut membuat ulang dengan model yang udah dicontohkan. Ngono gaees...


Cara Membuat Rak dari Keranjang Buah



Udah denger cerita-cerita dibalik rak keranjang buah ini kan? Saatnya kamu persiapkan alat dan bahan untuk membuat rak ini yuk!

Alat & Bahan:
👉 3 - 4 keranjang buah
👉 Pipa paralon pvc (sesuai ukuran lubang di sudut keranjang. Tiap keranjang beda ukuran. Baiknya diperiksa dan ukur dulu)
👉 Lem G
👉 Gergaji besi (buat potong pipa)
👉 Penutup pipa (untuk kaki rak)

Caranya:
Ukur tinggi jarak tiap keranjang sesuai keinginanmu. Aku maunya agak berjarak biar leluasa masukin baju di sana. Jadi, aku minta sekitar 25cm panjang kaki jarak tiap rak. Potong sesuai tingkat yang kamu inginkan. Mau bikin 2 tingkat atau 4 tingkat kayak punyaku? Berarti butuh 3 (tingkat)  x 4 (kaki). Yaitu 12 potong pipa ukuran 25cm.



Nah, untuk kaki bawahnya sesukamu juga. Aku mintanya ga terlalu tinggi. Cuma 10cm aja itu kira-kira. Kemudian pasang penutup pipa agar tegak rata dan enak dilihat juga.

Faraz and Friends berpose depan rak baru

Kalau sudah dipotong-potong pipanya sesuai keinginan, tinggal pasan dan dilem biar merekat kuat.

Udah gitu aja.
Jadi deh rak dari keranjang buahnya.

FYI, ini aku pake raknya buat baju loh yaaa...

Selamat mencoba!

Jumat, Juli 19, 2019

Bikin Parang Langsung ke Pandai Besi di Muara Enim

Pandai besi muara enim

Rumah mini yang kami tempati saat ini berlokasi di bantaran Sungai Lematang. Suasananya memanjakan mata bagiku. Hanya kadang tingginya rumput menghalangi. Pak suami biasanya dengans enang hati berolah raga sambil bersih-bersih halaman belakang. Sayangnya, perkakas kami belum lengkap.

Harap maklum lah yaaa...
Namanya juga baru tinggal di rumah sendiri. Segala apa belum ada. Ehehhee...
Dia berniat mau beli parang (bahasa Indonesianya apa ya?) ke pasar. Tapi setelah berbincang-bincang dengan tetangga kami, Pak Suami pun diajarinya untuk 'nempah' alias bikin minta tolong di pandai besi.

Bahan dasarnya bawa sendiri, yaitu berupa per mobil. Begitu tetanggaku itu mengajari. Beliau memang nampaknya paham soal itu. Alat yang selalu dipakainya saat berkerja tak lain dan tak bukan ya parang beserta pisau-pisau besi yang bagus.

Suamiku bilang, ada sebuah per tak terpakai di tempat kerjanya. Keesokan harinya akan dimintakan dan dibawa ke pandai besi.

Kuliat raut wajah suamiku senang sekali. Kutaksor dia sedang membayangkan parang hasil tempahan nanti.

Rabu, Juli 17, 2019

Borong Tahu Langsung ke Pabrik Tahu Muara Enim

Pabrik tahu muara enim

Siapa yang doyan makan tahu???
Aku adalah penggemar tahu dalam berbagai variannya. Tahu putih doyan banget. Tahu kuning (yang di-marinated pale kunyit) suka juga. Tahu goreng (yang buat tahu isi) juga doyan. Pokoknya tahu is my favorite!

Dasar emang rejeki sih. Dua tahun tinggal di kota Muara Enim ini akhirnya berkesempatan ke pabrik tahu langsung. Ceritanya sangat kebetulan.

Jadi, pas lagi jalan jajan baso di suatu malam (*eaaaa). Aku jumpa dengan adik kelasku jaman SD. Kebayang ga? Adik kelas pas SD loh yaaa...

Akunya emang kurang hapal kalo sekali lewat. Apalagi adikku itu rasanya udah manglingi banget deh. Kalo ga dia yang nyapain dan ngonfirmasiin duluan, mungkin aku akan nyelonong aja lewat.

Aku udah selesai makan baso dan jalan menuju meja kasir. Nah, Dek Ima ini baru pesan basonya. Duduknya dekat sekali dengam meja kasir itu.

Antar terdengar dan nggak, dia nanya ke aku: Mbak, mbak ini mbak uci kan?

Jarang banget ada yang tau nama panggilanku di rumah. Kalo ga teman SD, tetangga dekat rumah, dan keluarga rasanya hampir jarang sekali. Sejak SMP para guru memanggil nama depanku, Alma. Sejak itu nama uci hanya terdengar di rumah.

Akhirnya kami pun ngobrol dan bertukar nomor HP. Sejak saat itu komunikasi mulai terjalin kembali. Dek Ima ini sudah lama menetap di Muara Enim sini. Sudah 8 tahun katanya.

Wuiiih, dah tau dong seluk beluk daerah sini, batinku. Eaaalaah ternyata malah punya usaha produksi tahu dia.

Awalnya aku nggak ngeuh waktu dia bilang rumahnya di Muara lawai. Pesannya adalah sebut aja pabrik tahu. Kupikir rumahnya dekat pabrik tahu. Ternyata justru pabrik tahu itu adalah usaha keluarganya.

Aku baru tahu ketika suatu hari aku bikin status WhatsApp kepengen bikin tahu isi. Sementara tahu di pasar udah pada kosong. Ani, adiknya Ima membalas statusku itu: Sini mbak. Ada banyak tahunya.

Serius dong aku respon mau nitip beli. Aku masih belum tahu alias belum sadar kalo yang dimaksud ya di pabriknya itu. Hahaha...


Senin, Juli 15, 2019

Cara Sewa Hotel di Thailand

Sewa hotel di Thailand

Teman-teman yang suka travelling mana suaranya? Kalau kamu berencana untuk berkunjung ke Negeri Gajah Putih ini, siapkan juga rencana akomodasinya ya. Pertama-tama kamu coba cari tahu dulu cara sewa hotel di Thailand itu gimana. Nah, kali ini aku mau berbagi tentang cara sewa hotel di Thailand berdasarkan rekomendasi langsung dari temanku yang pernah tinggal dan kerja di sana.

Soalnya kan setiap tempat itu unik dengan kearifan lokal masing-masing. Baik itu kultur budayanya, cara berkomunikasinya, dan banyak lagi. Jangan sampai liburan seru yang direncanakan jadi gatot alias gagal total hanya karena kurang perencanaan tempat menginap selama di sana nanti.

---

Hal Yang Perlu Disiapkan

Perlu disiapkan urusan budgeting sebelum pergi berlibur kemana saja. Termasuk jika kita hendak ke Thailand ini.

Sesuaikan keuangan kita berdasarkan kurs terkini dari mata uang Thailand, yaitu THB (Thailand Bath). Saat ini 1 Bath senilai Rp453. Silakan disesuaikan deh.

Perlu juga dipikirkan tentang kendaraan mobilisasi selama di sana. Apakah akan menggunakan moda transportasi umum seperti kereta atau rental mobil.

FYI, bisa juga menggunakan layanan transportasi online selama di sana. Kalau pergi beramai-ramai bersama teman, bisa menggunakan opsi ini. Patungan aja kakaaaak.

---

Lokasi Hotel Asyik di Thailand

Berkunjung ke Thailand tentu sudah direncanakan untuk ke tempat-tempat wisata andalan di sana. Sebut saja kotanya yang ramai: Bangkok. Atau  arah selatannya Phuket dan Krabi. Juga spot pegunungannya di arah utara, Chiang Mai.

Dengan mengetahui lokasi yang akan dituju selama di Thailand, kita bisa memilih moda penginapan yang cocok.

Misalnya di Bangkok, akan banyak terdapat city hotel. Sementara di daerah Phuket dan/atau krabi ada banyak pula city hotel serta resort indah.

Di daerah Chiang Mai, lebih disarankan untuk menyewa villa sekalian. Lebih worth it! Kata temanku.

---

Cara Sewa Hotel di Thailand

Kalau sudah menentukan di lokasi mana di Thailand yang akan jadi spot menginap, biasanya aku akan cari-cari dulu hotelnya berdasarkan pilihan yang tertera pada daftar pilihan hotel di situs pencarian hotel. Aku pakainya Traveloka ya. Ini udah langganan banget pokoknya. Ga cuma bisa buat cari-cari dan booking hotel aja, tapi juga tersedia tiket perjalanan dengan moda pesawat, kereta api, bus, dan lainnya.



Pokoknya komplit banget pake Traveloka tuh. Pastiin kamu pasang versi paling baru dari aplikasi Traveloka ini yaaaa...

Nah, pake Traveloka bisa langsung ke website-nya atau dari aplikasi mobile-nya. Aku sih nyaraninnya buat langsung install aplikasinya aja. Kan udah pada pake Smartphone toh? Lagian kalo dari aplikasi harganya suka lebih miring. Banyak promonya! Hohoho.

Selain tawaran harga yang lebih menggoda, kita bisa gunakan fitur 'pay later' alias bayar belakangan. Nah ini pas banget untuk para traveller. Bikin kemana-mana ga pake ribet lagi.

Untuk sewa hotel di Thailand, kita bisa memanfaatkan banyak fitur dari Traveloka. Aku biasanya akan ketik nama lokasi yang dituju. Dari sana akan muncul banyak sekali pilihan yang bisa kita  lihat. Biar lebih gampang bisa diatur dari filter pencarian dan diurutkan sesuai dengan budget yang kita persiapkan.

Aku pribadi biasanya tak cuma membandingkan soal harga saja. Bakal aku kulik sampe dalem-dalamnya. Dilihat terlebih dahulu terkait fasilitas yang diperoleh dari hotel dengan rate yang telah tertera. Harus jeli juga nih. Karena beberapa menawarkan rate diluar menu sarapan.

Untuk perjalanan travel bersama keluarga, aku lebih sering memilih hotel yang sudah termasuk menu sarapannya untuk alasan kepraktisan saja. Tapi, kalo kamu suka kuliner dan ngerasa sarapan itu gampang, hal ini bisa dikesampingkan. Kulineran di pagi hari itu seru juga. Terutama jika lokasi hotelnya strategis dekat keramaian.

Proses sewa hotel di Thailand jadi lebih mudah, ga pake lama. Kalau sudah ketemu satu hotel yang sesuai dengan keinginan kita, tinggal lanjutkan mengisi data pemesan hingga proses konfirmasi pembayaran. Segampang itu.

Pembayaran pemesanan kita melalui Traveloka ini terbilang sangat midah dan banyak pilihan. Ada fitur bayar di hotel dan bayar nanti (Traveloka PayLater).

Tenaaaang. Walaupun ibarat kata kita diutangin sama Traveloka, ga usah khawatir dengan sistem penagihannya. Nagihnya ga pake otot kok. Sangat beretikalah ya pokoknya.

So, ga usah bingung kalo mau sewa hotel di Thailand. Udah langsung cuss buka aplikasinya aja ya...

Kamis, Juli 11, 2019

Main ke D'Poer Nenek Muara Enim

Tempat makan instagramable muara enim dapoer nenek


Lagi hits foto-foto bertebaran dengan latar belakang langit berpayung atau rangkaian bunga. Usut punya usut ternyata lagi ada tempat makan instagramable di Kota Muara Enim sini. Namanya Dapur Nenek. Sebuah tempat makan dengan pilihan duduk lesehan atuapun ala cafe/ kantin dengan beberapa tiitk foto yang cantik.

Tulisannya D'Poer Nenek.

Antara pengen ketawa karena inget gaya tulisan jaman FB masih kinyis-kinyis. Hahahha...
Coba tulis aja Dapoer gitu. Kan lebih normal tapi tetap eye-catching juga toh?

Entahlah. Mungkin cuma kau yang terganggu dengan gaya tulisannya itu. Sorry.

---

Lokasi Dapoer Nenek Muara Enim


Bermula di suatu sore saat suamiku lagi off kerja. Setelah beres-beres rumah, main sama anak, baca buku, makan-makan, kemudian aku nyeletuk:

"Pah, ke rumah nenek, Yok!"

Waktu itu aku belum terlalu tau nama benernya tuh dapur nenek. Ingetnya ada kata nenek aja pokoknya. Haaa.

Suamiku bingung. Karena tadi siang makcik dan pakcikku (nenek Faraz) habis main dari rumah kami. Dia bilang:

"Kan tadi sudah ketemu nenek?"


Sontak aja aku ketawa keras. Missed Communication.
Dia ga ngerti kalo aku bermaksud ngajak motoran- jjs (jalan-jalan sore) ke tempat makan yang lagi hits di Muara Enim. Setelah kujelaskan barulah ia mengerti dan ikut tertawa.

Aku ga tau sama sekali di mana lokasinya. Hanya berbekal "katanya" orang-orang di sosial media itu. Sempat aku cek di Instagram tapi hasil pencariannya terbatas. Setelah kusadari berikutnya adalah karena aku menggunakan kata kunci 'rumah nenek' yang jelas salah. Ahhahaha...

"Katanya dekat kliniknya dokter Bertha, Pah. Arah Islamic Center." Aku memberi komando.

Kami pun berangkat ke arah sana.

Psst... Jangan percaya dengan kata 'dekat klinik dokter Bertha' itu. Karena kenyataannya tak sedekat yang disebutkan. Masih jauh majuuuuuu lagi dari klinik itu. Untung lokasinya tepat di sisi jalan. Jadi mudah ditemukan.

---

First Impression


Saat sampai di lokasi yang dituju, aku langsung bilang WOWWWW...
Spot foto dan susunan tempat makan serta fasilitasnya oke nih. Blogger instinct pun keluar. Bukannya nyari daftar menu malah asyik pepotoan. Ups!

Tapi nampaknya para pengunjung lain tak masalah. Kurasa mereka juga sudah sibuk foto-foto pas sampai tadi. Memang tempat ini jual view dan suasana kuliat. Para karyawan pun tersenyum ramah melihat aktivitas foto-fotoku.

Setelah puas berkeliling, barulah aku menghampiri pojok kasir untuk mengambil lembaran daftar menu dan kertas nota untuk memesan. Kami memilih duduk di pondok-pondok lesehan biar lebih santai,

Pertama, aku pesan Tom Yum, Cap Cay, Tahu Goreng, dan Pempek Krispi untuk makanannya. Lalu pesan es teh manis (minuman sejuta umat) dan es cappucino kalo ga salah. Ahhahaa.. Sampe lupa dong.

Sayangnya, menu yang tersedia akhirnya cuma 2 minuman itu berikut Capcay, dan tahu gorengnya aja. Si Tom Yum dan Pempek krispinya abis. Daripada makan Capcay doang sekalian aja pesen nasi kata Pak Suami. Akhirnya pesen nasi deh ahahhaaa...

Gimana rasa makanannya? Menurutku sih B aja. Nothing special. Pilihan menunya juga rata-rata makanan berat. Menurutku, buat tempat yang notabenenya bakal rame didatangi karena spot foto cantik, mending D'poer Nenek ini menyediakan banyak pilihan menu cemilan.

Soalnya ga melulu orang datang untuk makanannya. Cuma suka nanggung kalo sampe trus ga pesen apa-apa kan ya? Sementara menu yang tersedia hampir 90% nasi. So, baiknya siapkan menu makan ringan ala-ala kafe nongkrong juga.

jadi bisa pesan berkali-kali sambil duduk nyantai nikmatin suasana.

Oya, di D'Poer Nenek ini ada fasilitas free karaoke juga. Udah asyik banget ini buat anak-anak ngumpul. Buat acara keluarga juga seru. Beneran coba manajemen D'Poer Nenek siapin menu nyantai yaaa...

Biar aku dateng lagi ehehhee...

---

Kesimpulan


Tempatnya OKE. Enak buat santai.
Makanannya kurang variatif menu cemilan/makanan ringan/jajannya
Bagus ada fasilitas karaoke
Spot foto cakep-cakep
Tempatnya bersih
Karyawannya ramah


Nah, yang di Muara Enim atau yang mau ke Muara Enim bisa lah mampir sini ya. Kalo mau seru reramean coba pesan paket nasi liwetan deh. Aku kemaren pengen pesen nasi tapi ya jam nanggung. Niatnya makan jajan aja. yang ringan-ringan gitu ehehhee...

Gimana? Tertarik mampir ke D'Poer Nenek???




Selasa, Juli 09, 2019

Berapa Biaya Renovasi Rumah?

rincian biaya renovasi rumah

Apakah kamu termasuk orang yang selalu mencatat pengeluaranmu?
Kalo aku sih iya.

Semua dicatat. Beli permen catat. Beli karet catat. Beli Kerupuk catat. Kirim uang catat.

Kok ya segitunya, Al? Iya. Karena aku lagi belajar mengatur ulang catatanku. Awalnya aku catat bagian penting-penting saja. Yang besar dan penting nampaknya. Urusan permen, karet gelang, dan pulsa tak terlalu dipikirkan.

Ternyata eh ternyata, justeru disanalah sering kejadian bocor halus.
Aku mulai makin peduli soal catatan ini setelah membaca paparan pengalaman teman blog-ku. Mbak Rinda.

Kalau kamu mau belajar banyak soal mengelola keuangan, bisa main ke IG-nya @rumahbarangtinggalan atau mampirlah baca tulisan-tulisannya yang aduhai sangaaaat detail sekali di sini.

Bismillah. Saat ini berbekal pengalaman beliau yang didokumentasikan melalui tulisan itu, aku pun belajar. Catat semua! Tujuannya untuk mengetahui pola keseharianku dan mengontrol pengeluaranku.

Sejauh ini self- healing sih.
Ketika honor-honor yang kudapat ikut kucatat sebagai pemasukan, kemudian aku bisa bebas menggunakannya bersama orang tuaku tanpa menunggu uang dari suami. Masyaallah rasanya senang!

Hingga akhirnya, rencana "bangun rumah" pun terlaksana.

Berbekal uang 10 juta, suami dan aku deg-degan takut kurang. Rencana awal hanya sampai pondasi saja. Nanti jika ada uang lagi baru dissihkan untuk melanjutkannya.

Bukannya ngoyo mau sok-sokan dibangun padahal duit hanya segitu, kami menganut sistem beguyur ala orang Sumsel ini. Alias bangun nyicil seadaanya - secukup uang yang ada dulu. Hehehe.

---

Kok, buru-buru langsung bangun tambahan 'ekor' rumah sih? Baru juga nempatin rumahnya 7 bulan kan ya? Soalnya rumah mini kami ini terletak di bantaran sungai. Yang kalau musim hujan bikin suamiku was-was ninggalin aku dan anak berdua di rumah. Takut air naik.

Memang sih agak jauh dengan sungai. Tapi karena bangunan developer ga cover nimbun juga, alhasil halaman rumah baik depan maupun belakang jadi tempat aliran air.

Pernah sekali pas hujan gede. Air naik sekitar 4 meter lagi ke rumah. Hiyyyy....

Setidaknya kalau di-DAM agak amanlah suasana hatinya pas ninggal anak istri kerja malam. Ditambah lagi dengan bangunan pondasi rumah yang membuat jarak makin jauh karena tinggi. Gitu.


Berapa Biaya Bangun Nambah atau Renovasi Rumahnya?


Harusnya besar sekali jika dikerjakan sampai selesai betul. Kalau kami sih mematok keadaan budget pribadi saja. Jadi, pembangunan dipastikan stop saat keuangan tidak memungkinkan lagi. Begitu saja patokannya.

Kami beri budget bangun DAM sungai san pondasi tambahan rumah dengan kisaran Rp15.000.000
Untuk biaya belanja bahan dan upah tukangnya sekaligus. Dalam prosesnya masih dibantu oleh ibu dan ayahku.

Kadang sengaja dia kasih uang: Ini untuk Faraz beli tanah timbunan, katanya. Tapi, suamiku bilang jangan dipakai dulu. Siapa tahu nanti ibu butuh unutk biaya sekolah kedua adikku yang masih kuliah. Pegang saja dulu anggap ibu nitip simpan.

Sehingga, sampai proses bangunan DAM dan pondasi rumah selesai, kupastikan angka yang kami keluarkan mendekati Rp18.000.000 ternyata. Hitungan kasar saja. Nanti aku coba tuliskan rinciannya ya. Akan ku-update lagi postingan ini. Aku mau cari dulu nota-nota belanjanya.

Minggu, Juli 07, 2019

Khawatir Anak Stunting? Ini yang Bisa Kamu Lakukan

yang dilakukan pada anak stunting


Kali ini aku mau bahas soal Stunting.
Buibu sepertinya sudah mulai akrab dengan istilah ini kan ya? Era milenial gini berbagai informasi nampaknya mudah didapatkan.

Contohnya aku nih.
Kenalan sama istilah 1000 Hari Pertama Kehidupan  yang dimulai sejak ibu mengandung janinnya. Ini aku taunya pas banget lagi hamil dulu. Sebenernya antara haus ilmu dan juga kena tsunami informasi akutu.

Baca sana- sini.

Follow akun ono-ini.

Sampe akhirnya pusing sendiri dan 'sedikit' panik. Mungkin kekhawatiran berlebih yang mendorong pada rasa panik itulah yang bikin aku sempat kena baby blues ringan kala itu. Phew!

What a tiring feeling inside!

Ingatkan aku biar bahasan di postingan ini ga melebar kemana-mana ya. Maklum, suka kebiasaan jadi ngomongin yang lain deh.

Oke. Mari kita fokus dulu soal stunting-nya.

Aku kan follow akun dokter Meta yang di Instagram itu tuh. Nah dari sana lah aku mulai kenal istilah stunting. Dan entah gimana juga, saat itu aku sering liat postingan kampanye cegah stunting itu. Baik di akun sosial media pemerintah maupun akun lainnya.

Kayak yang pas banget lah pokoknya lagi rame bahas stunting.

Terus, pas anakku umur 7 bulan gitu, aku ikut workshop yang diadakan oleh brand ternama. Workshopnya itu bagus banget. Ada ahli yang didatangkan langsung untuk itu. Ada dokter anak yang spesialisasinya tentang pencernaan. Ada juga bagian nutrisinya dan bonus kecenya ada psikolog cantik juga. Beliau punya misi untuk terapi para ibu biar happy.

In short, workshopnya saaaangat mengesankan.

Pada kesempatan itu, dibahas tentang pentingnya waspada soal stunting.

---

Stunting tuh apa sih?

Secara sederhana bisa dibilang sebagai keadaan gagal tumbuh. Jadi, indikator paling mudahnya adalah tinggi/panjang badan yangtidak sesuai dengan umurnya. Dimana hal itu berbanding lurus pula dengan bobot/ berat anak.

Saat dijelaskan begitu, aku mulai khawatir.

Lah, anakku gimana nih? Duh, naudzubillah semoga ga stunting yaaaa...

Aku mengkhawatirkan anakku berpotensi stunting karena pertumbuhannya melambat. Anakku itu lahir dengan berat dan panjang yang bagus. Menurut grafiknya malah masuk dalam kategori tinggi.
BB lahirnya 3,7kg dan PB lahirnya 50cm.

Progress pertumbuhannya menyenangkan karena selalu ada kenaikan. Anakku genduuuut. Tapi, hanya sampai umur 7 bulan. Semenjak genap 7 bulan berat badannya naik dikiiiiit banget.

Makanya ketika hadir mendengarkan penjelasan dokter di workshop itu, aku mulai deg-degan. Bahkan aku sempat konsultasi kembali dengan beliau setelah acara. Kemudian disarankannya untuk memberikan susu tambahan demi mengejar 'target' sebelum 1 tahun.

Rumusnya begini:

Berat badan bayi 1 tahun baiknya 3 kali berat lahirnya.

Artinya, pada umur 1 tahun nantinya anakku ideal berada pada angka 11.1kg. Nah, Bo dokter bilang, minimal banget dapet 10kg deh.

Maaaak, tau kan kalo naikin berat anak tuh PR banget? Ada yang senasip, Mak?

Anakku udah MPASI saat itu dan dia udah mulai picky karena observasi terus apa yang dikasihin mamanya. Kondisi saat itu berat anakku hampir 7 kilo. Pe-Er 3 kilo minimal untuk dicapai dalam 5 bulan terhidung sejak selesai workshop itu.

Ada sih rasa optimis. 5 bulan kan lama ya.
Tapi ternyata, sebulan bisa naek setengah kilo aja rasanya syukuuuuur banget.


Pada akhirnya, kami gagal mencapai berat minimal pertumbuhan normal yang ideal tadi. Pada usianya yang genap 1 tahun saat itu, anakku hanya berbobot 8.6kg saja. Sejak itu aku kasih dia susu pertumbuhan Nestle Lactogrow.

Masih jauh dari target minimal 10kg-nya. Dan akupun sedih.

Sayangnya, aku ga banyak gaul sama para emak lain waktu itu. Temanku anaknya sempat kurang BB-nya juga. Langsung konsultasi ke dokter dan mendapat saran booster dengan susu khusus yang memang diperuntukan sebelum 1 tahun. Namanya susu Infanutri kalo ga salah. Tapi pemberiannya harus dengan anjuran/ resepan dokter.

Katanya dalam seminggu bisa naik sekilo.

Ya ampuuuuuun....
Kenapa dulu ga pake susu yang itu akutu. Kenapa ga langsung konsul sejak 7 bulan dulu itu? Yah, memang penyesalan kan datangnya belakangan. Kalo didepan namanya pembukaan toh?
Krik. Krik. Krik.


---

17 Bulan BB Masih dibawah 10kg


Gimana ga makin panik kan ya?
Selama perjalanan dari umur 1 tahun itu, aku mulai kasih susu pertumbuhan ke anakku. Beberapa merk dicobakan. Katanya coba pakai Pediasure kalo buat nambah bobot. Ternyata kurang cocok. Fesesnya jadi keras. Susunya emang enak sih. Jadinya aku yang minum. Laaaaaaah......

Ganti susu lagi. Mari coba susu mahal yang katanya komplit nutrisinya. Kita pakai Bebelac Gold. Sempat habis sampai 6 kaleng lebih selama 2 bulan kurang. Berat badan tidak kunjung berubah.

Aku hampir menyerah.

Katanya ada yang lebih bagus lagi. Anak bayi yang ga bisa dapet ASI biasa pakai susu ini. Merk S26. Baiklah, kami belikan S26 Procal Gold untuknya. Habis beberapa kaleng besar juga karena rasanya enak dan nampaknya cocok karena tak ada masalah pada anakku.

Sampai umurnya 17 bulan, artinya 4 bulanan minum S26. Naik sih tapi ga banyak. Masih sangat kurang. Masih di bawah 10kg. Padahal target pencapaian sudah naik lagi. Dengan umur 17 bulan target dalam chart harusnya 13kg.

Duuuh...
Ini mah namanyangos-ngosan. Target sebelumnya blom sampe eh udah berubah patokan. Mama sedih. Papah khawatir juga. FYI, Papanya aku edukasi juga soal bahaya stunting karena kurang nutrisi itu. Jadi dia ikutan aware dan support program pencapaian BB ideal buat anaknya.


Kemudian, aku obrak-abrik lagi akun IG dokter Meta. Aku baca semua highlight-nya. Akhirnya mataku berbinar. Muncul lagi harapan ketika pada daftar dokter spesialis anak konsentrasi nutrisi ada juga di Palembang.

Ga pake lama langsung kucatat semua namanya. Kemudian perkepoan pun dimulai.

Setiap nama dokter yang dimaksud aku google. Aku cari dimana prakteknya, jadwalnya, rekam ilmiahnya, dan semuanya. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba bikin janji kunjungan ke dr. Julius Anzar, Sp.A(K)

Salah satu jadwal prakteknya ada di RSMH Palembang. Aku segera telepon ke Klinik GRHA RSMH itu. Udah bikin janji dan siap berangkat ke Palembang.


---

Visit Dokter Julius Anzar


Seperti biasa, ketika sampai di klinik akan ditimbang berat badan terkini juga panjangnya. Update data BB malah 8.5kg (nangis akuuu). Panjang badannya 75.5cm

Ketika konsultasi dengan dr. Julius, aku dijelaskan panjang lebar tentang grafik pertumbuhan, Bahwa dengan data anakku itu, jelas dia kurang sekali bobotnya. Sementara untuk tinggi badannya berada tepat di ujung garis kuning. ASTAGA!!!

Kemudian dokter memberi rujukan untuk tes darah. Melihat anakku yang aktif dan informasi pola makan serta susu tambahan yang kuberikan, dokter curiga tentang tidak ada penyerapan nutrisi.

Dokter mau bilang kalo anakku makan banyak pun ga ada yang nyangkut jadi massa ototnya. Nah, biar terbukti alasannya itu dimintalah kami ke laboratorium untuk ambil sampel darah anak.

Singkatnya, di sore hari yang sama, hasil tes darah sudah keluar. Status anakku adalah defisiensi zat besi. Saaaaaangat kurang dari ambang batas seharusnya. Pak dokter pun meresepkan zat besi untuk dikonsumsi selama 1 bulan penuh. Aku juga diajarkan untuk 'patuh' pada waktu makan agar anakku terbiasa lapar dan menjadi lahap makannya nanti.

Well, aku ikuti anjuran beliau selama sebulan penuh.
Dan pada kunjungan bulan berikutnya, kembali ditimbang dan diukur oanjangnya lagi.

Ada kenaikan tapi kejar-kejaran dengan target seharusnya.
Berat badan anakku naik. Tapi targetnya juga naik. Dan anakku ga mencapai itu. Begitu pula dengan tingginya. Aku saaangat khawatir jika itu stuntung.

Masih ada waktu hingga usianya 2 tahun. Harus betul-betul dimaksimalkan ikhtiar ini. Bismillah.

Kunjungan kedua dalam usianya yang ke 18 bulan, berat anakku berada diangka 87.6kg dengan tinggi 76.5cm. Jelas ada perubahan kan? tapi ga banyak. Huhuhuhuuuu....
Masih jauh dari target. Hingga akhirnya dokter menyarankan susu booster yang kaaaayaaa nutrisi berikut kandungan zat besinya. Sambil tetap minum zat besi yang diresepkan sebelumnya, susu anakku pun diganti lagi.

Sudah sebulan ini dia minum susu Nutren Junior juga dari Nestle. Tertulis pada kemasannya: Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus Untuk Dukungan Nutrisi Bagi Anak Beresiko Gagal Tumbuh, Gizi Kurang atau Gizi Buruk Usia 1-10 Tahun.

Bismillah masih sedang beikhtiar ini.
Semoga berat badan dan panjangnya naik secara signifikan dan bisa ngejar target sesuai umurnya. Doakan anakku lulus 2 tahun dalam 100 hari pertama kehidupannya tanpa dibayangi stunting ya...


---

Hal Yang Perlu Dilakukan


Segera Visit Dokter Spesialis Anak yang Fokusnya Bagian Nutrisi terdekat di kotamu jika kenaikan berat badan sangat lambat. Lebih baik jika sebelum 1 tahun agar lebih mudah penanganannya.

FYI, anak temanku yang sebelum setahun dulu kuran BB-nya itu udah konsul dokter. KEmudian diresepin Infanutri. Sampe sekarang BB-nya bagus sesuai grafik pertumbuha sebagaimana mestinya.


COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES