Sabtu, Desember 02, 2017

Review Kafe Papi Frank di Prabumulih



Assalamualaikum, Teman- teman.
Aku mau sharing tentang tempat jajan dan nyantai yang nyaman banget di Kota Prabumulih.

Prabumulih adalah salah satu kota administratif di daerah Sumatera Selatan. Kalo dari Palembang butuh waktu 2,5 - 3 jam ke sana (di luar macet). Dari Palembang ke Prabumulih, kamu bakal ngelewatin kampungku. Bilang- bilang ya kalo mau ke Prabu, biar bisa mampir 😉

Prabu, begitu kami sering menyebutnya, adalah kota kecil yang ramai. Dibanding ibu kota kabupaten kampungku, Muara Enim, menurutku Prabu ini lebih maju.

Baca juga: Angkringan COD Tempat Nongkrong di Muara Enim

Fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit aja ada 4. Belum lagi klinik yang bertebaran. Di Prabu ini juga sedang dibangun Mall. Namanya Citimall, sama seperti di kota Lahat. Di Muara Enim mah nggak ada nggak tau bakal ada atau nggak.

Di sana juga ada outlet KFC loh. Gede lagi! Di mataku, kalo suatu tempat di Indonesia ada KFcnya berarti rame. Secara masyarakat kita kan akrab banget sama ayam goreng itu. Hohohoho...

Belum lagi pasar tradisional Prabumulih yang mulai dirapikan.  Ditata sedemikian rupa dengan desain los pasar yang ada jembatan penyeberangan dengan aksesoris patung nanas, ikon kota.

Bahkan kafe serta tempat nongkrong tematik yang mulai marak. Sebut saja tempat ngopi dan tempat makan santai yang instagramable.

Salah satunya ada Papi Frank.
Sebuah kafe yang membidik kawula muda Kota Prabumulih. Lokasinya dekat balai kota, relation di sisi kiri jalan kalo dari arah Palembang.

Waktu aku masih di pulau seberang, adekku kirim foto saat sedang jajan di sana. Tempatnya terlihat nyaman dan cantik.



Benar saja, saat aku ke sana tempatnya oke. Ada beberapa ruko yang disinyalir satu manajemen. Paling ujung ada salon dan tempat cuci mobil. Ruko kedua ada tempat yang kulihat tampaknya arena bermain anak dengan tema Barbie. Dan paling ujung ialah ruko yang ditempati Papi Frank.



Rukonya lebih besar. Mungkin gabungan 2- 3 pintu. Di bagian luar ada meja payung untuk pelanggan yang merokok nampaknya. Juga di lantai atas yang tangganya dari luar sebagai area makan terbuka.



Dengan animo para pemilik akun sosmed yang ingin memberikan "kepuasan" pada pengikutnya. Postingan akun yang berbasis foto seperti IG dan Pinterest tentulah menuntut tampilan apik, cantik, nan ciamik. *Pemborosan kata. Redundant! 😅

Akhirnya, tempat makan pun menyediakan ruang pengaktualisasian diri ini melalui tema- tema di pondokannya.

Ada kafe dengan tema retro, shabby yang imut- imut, warna pastel yang menenangkan, kebun, komik, super hero, dan lain sebagainya. Dengan memberikan tema berbeda untuk tampilan tempat makannya, para pebisnis ini memiliki poin plus, diantaranya:

Menjadi pusat perhatian. Tempat baru dengan tampilan yang unyu pastinya bakal membuat orang penasaran. Selain karena rasa ingin tahu, tema- tema tersebut bisa jadi materi untuk postingan di akun sosmed. Kalo sudah masuk sosmed, tampilan kafe yang lucu, menarik, trus di geo-tag lokasinya, kan jadi sounding!

Boom!
Inilah targetnya.

Kalo diposting di feed para influencer atau selebgram? Kebayang dong hemat berapa duit buat anggaran promosi? 👍👍👍


Masuk ke dalam kita langsung disambut kasir. Hihihi...

Saat pertama kali masuk  rasanya nyaman. Mungkin karena masih pagi siang dan belum banyak yang mampir. Kami masih merasakan udara segar tanpa asap rokok. Ruangannya juga bersih.

Sekarang banyak tempat makan sekalian tempat nongkrong yang kekinian ya?^^

Kalau dulu, tempat makan itu yang penting ada menu enak, meja dan kursi pastinya, dan lokasi strategis.


Gampangnya, tempat makan itu bakal rame kalo menunya enak, ditambah dengan lokasinya yang dekat pusat keramaian. Entah itu di dalam dan sekitaran mall, dekat sekolah ataupun kampus, bahkan di pinggir jalan yang mudak di akses.

Sekarang?
Standar menariknya suatu tempat nongkrong or makan juga bertambah lantaran maraknya pengguna media sosial alias Social Media (sosmed).

Sebut aja Instagram (IG), Facebook (Fb), Pinterest, Twitter, Path, dan banyak lagi lainnya. Hampir semua media sosial itu telah memfasilitasi penggunanya dengan fitur geo-tagging. Itu loooh yang buat check-in info kalo kita lagi di mana--- dengan siapa--- sekarang berbuat apa--- 🎤🎵🎶

Ups!
Malah nyanyi deh! 😁

Tapi beneran deh! Media sosial itu beneran kaya jadi ajang woro- woro. Dengan geo-taggingnya kita bisa tau si anu lagi makan di kafe itu tuh. Trus langsung klik aja nanti langsung diarahkan ke aplikasi peta di ponsel pintar masing- masing.

Daebaaaak!

Trus juga lagi apa, lagi merasa apa, ada semua tuh di Facebook (Fb). Aku paling suka pake fitur yg "feeling" di Fb itu. Seperti menambah makna pada postingan kita. Soalnya suka ada yang baper terus merasa tersindir biasanya. Padahal ga maksud.
Nah, fitur feeling ini menambah info kalimat yang diterbitkan kalo menurutku.

Makanya aku sendiri suka nulis feeling kalo lagi komentar postingan Fb, IG, dan lainnya dengan caraku. Begini misalnya:

"Oh My! Itu bajunya bagus banget. Belinya di mana nih? *love "

Hehehehe...
Soalnya ga ada fitur feeling kaya di Fb sih. Jadi ya tulis aja buat mengekspresikan diri. ^^

Kembali ke the Power of Social Media, para pelakon bisnis tentu tak mau menyia-nyiakan peluang yang ada dong.

Ada beberapa bagian dengan tema-tema khusus di bagian dalam kafe ini. Ada sofa dan meja besar yang cocok sekali buat rombongan, ada meja dengan kursi tinggi, juga lesehan.

Bagian mini bar juga diperlihatkan.
Jadi pelanggan bisa melihat ketika minuman atau makananya dibuat.



Buat penyuka tema shabby atau pastel berbunga-bunga ada juga nih! Temanya dapur rumahan dengan wallpaper bunga pink pastel. Lengkap beserta ornamen dapur dan chandelier unyu.


Tematik kafe ini memang harus dipikirkan konsepnya. Agar ga cepet basi dan membuat bosan. Tentu saja kualitas menu adalah yang utama. Rasa yang enak dan membuat orang jatuh cinta lah yang membuat pembeli mau repot- repot kembali lagi. Walaupun dengan keadaan tempat yang biasa saja.

Punya tempat jajan langganan yang makanannya ngangenin karena enak banget? Tapi tempatnya biasa aja, bahkan pinggir jalan pake gerobak dorong doang?

Pasti punya kan?
Memang rasa ga pernah bohong. *lha, kok kaya tagline "itu" ya? LOL

7 komentar:

  1. Sudah pernah ke Palembang tetapi belum pernah ke Papi Frank. Tempatnya kelihatan asyik tuh dan instagrammable hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh bang, 2 jam perjalanan. Aku kaget juga di kota kecil macam Prabumulih ada tempat nongkrong kece gini :D wooowww

      Hapus
  2. Wa'alaikumsalam..
    Menurutku ini cafe rapih dan bersih ya, aku rasa setiap orang yang datang akan betah. Terlebih untuk berlama-lama nongkrong, dapet ide pasti disini..he

    BalasHapus
  3. didekat mana itu mbak, prabu begitu masuk dari palembang ya mbak :D

    BalasHapus
  4. waaah, keren banget sih tempatnya. jadi pengen ke sana, lengkap ya ada komik segala, kayaknya nongkrongable banget tempatnya

    BalasHapus
  5. Biar para pekerja di prabumulih dan sekitarnya tetap nyaman tinggal di sana :)

    BalasHapus
  6. Wah ini kan kampung saya Mbak hahaha salam kenal nih dari orang Prabumulih

    BalasHapus

Hai! Terima kasih sudah mampir yaaa...
Mari tinggalkan jejak biar aku tahu kalau kamu udah ke sini ;)
Mana tau nanti aku mau main juga ke tempatmu!^^

COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES