Bride -wonna be- Story: Persiapan Pernikahan (Part 2)

Alma Wahdie | Sunday, January 24, 2016 |

Design Pelaminan
Pelaminan ini adalah panggungnya raja dan ratu sehari. Buat aku sih penting banget :D
Di atas pelaminan ini hampir semua tamu undangan mau berbagi kebahagiaan dan doa restunya dengan berfoto bersama pengantin. So, tema dan susunan yang apik nan menarik perlu dooong.
Anggaplah ini adalah background buat foto-foto.

Sekarang ada banyak vendor yang menyediakan jasa sewa pelaminan yang bervariasi. Kamu tinggal pilih yang sesuai dengan maumu dan budget tentunya ehhehe...
Mencari vendor sewa ini pun ga susah lagi di jaman sekarang. INSTAGRAM  menjadi salah satu mesin telusur yang saya rekomendasiin. Tinggal pake tage (tanda pagar alias hashtag #) kamu ketik aja yang mau kamu cari, bahkan bisa sama nama lokasi tempat tinggalmu juga loh :)

Di instagram, kamu seperti liat katalog produk mereka, bisa liat review dari pengguna lainnya juga. Pokoknya cukup memudahkan lah^^


Make-up Artist
Sering denger MuA??? Make-up Artist? Okay, berarti kalian semua "gawl" hehee.. nggak ih becanda. MuA alias Make-up Artist alias perias, biasanya di kampung bilangnya "salon" padahal yang dirujuk adalah tukang riasnya hehehe..
Kalo di kampungku, kita suka pake kata salo dengan redaksi begini:

"Sudah dapat salon buat acara nanti?"
"Pake salon si A aja, bagus itu riasannya."

So, kata "salon" di sini merujuk pada perias atau dalam bahasa jaman sekarang MuA (Make-up Artist). Beberapa teman mungkin udah tau, tapi saya merasa ga semuanya tau betul kata "Artist" di sini. Maaf, bukannya menyepelekan, tapi karena saya belajar tentang ilmu bahasa, saya sih merujuknya ke budaya bahasa kita.

Coba deh, kalo denger kata "artis" biasanya kita merujuk ke bintang film, bintang iklan, atau katakanlah idola yang sering tampil di layar kaca alias public figure dalam dunia hiburan. Nah, karena konsep artis dalam kebiasaan kita itu begitu adanya, saya sih ga heran kalau ada beberapa teman yang mengartikan kata Make-up Artist itu sebagai orang yang merias para artis. Padahal, maksud kata MuA itu adalah sama saja dengan perias. Artist di sini maksudnya dalah seniman, jadi Maku-up Artist adalah seniman dalam bilang merias atau sama saja dengan perias kan???

Yah, pengaruh MEA dan jaman global kayanya memang perlu penggunaan istilah MuA untuk pemasaran, karena jaman sekarang targetnya lebih luas :) Boleh jadi hal itu diguankan karena ada calon pelanggan para MuA yang berbahasa Inggris, atau juga demi memudahkan mereka terindeks daam pencarian dalam mesin penelusuran internet dengan kata kunci mengglobal begitu.

So, semoga paham yaa...
Jangan sampe hanya ada kata "Artist" kita jadi serta merta asal tarik menggunakan layanan untuk momen ONCE IN LIFE kita. Memilih perias atau MuA sangat penting untuk hari pernikahan ini. Ga mau dong kalo ternyata nanti hasilnya tidak sesuai yang diharapakan???
Sudah banyak pengalaman dari pengatin-pengantin terdahulu yang menyesal karena kurang cermat memercayakan soal riasan ini.

Selain memercayakan riasan hari pernikahan kita pada ahlinya, kita juga perlu menjaga kesehatan kulit kita. Hal ini akan sangat membantu tentunya. Sehebat apapun kekuatan concealer alias dempul tetap akan beda sama yang dipake tipis^^
Jadi kalo kulit kita sehat, minimal bersih dari komedo, pori-pori kecil, trus ga banya blemish atau noda hitam bekas jerawat, akan lebih natural hasil make-up nya. Karena dipake tipis dan ga kerja keras mbak periasnya nutupin pake make-up ^^ Hasilnya, make-up optimal, lebih natural, dan glowing deh^^

Inget yah, make-up adalah salah satu cara untuk memberikan tambahan pada wajah, dengan menambah warna, shading, dll. Sementara, kulit kita layak kanvas tempat semua produk make-up itu diaplikasikan, jadi kalo kanvasnya kotor, harus kerja keras nutupinnya dulu baru bisa dihias, diwarna-warna :) Ngertikan maksudnya...

Jauh-jauh hari, coba rawat kulitmu, dan jadikan itu kebiasaan hidup biar kulitnya terus sehat dan cantik. Bermacam produk kesehatn kulit itu ditawarkan, semua itu cocok-cocokan yaa.
Kita ga bisa memukul rata sebuah pernyataan kalo belum pernah ada riset ilmiahnya.
Produk A belum tentu cocok sama saya, begitu juga produk B yang cocok sama saya belum tentu oke buat kamu. Intinya kita harus kenali jenis kulit masing-masing, dengan begitu barulah kita bisa menentukan jenis kosmetik apa yang kita perlukan.

Yang pasti! PASTIKAN TIDAK MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA yaa...
Harus pintar baca komposisi kandungan bahan, harus kritis cek ke BPOM, jangan sampe malah jadi jebakan. Be smart Bride wonna be yaaa :*


Photographer & Videographer
Ini yang terakhir dalam daftar persiapan versi saya. Tukang foto alias photographer bahasa kerennya, dama yang memvideokan alias tukan video hhaha (ini bahasa gampangnya yah, biar bermakna tulisan ini mudah dimengerti)^^

Beliau-beliau inilah yang juga berperan penting dalam acara pernikahan kita nanti. Simple tapi Past tense! ahhaha LOL. Penting buat memercyakan kedua hal ini pada orang/ tim yang tepat, karena setiap momen dalam acara kita nantinya itulah yang menjadi dokumentasi yang akan terus kita putar :) Saya sendiri pernah mengalami sesi foto yang NGGAK BANGET!!!

Saya sih bukan professional ya dalam dunia photograpy, tapi setidaknya tahu beberapa aturan dasar pengoperasian serta editing hasilnya. Ada vendor foto yang cukup terkenal di daerah saya, karena waktu yang buru-buru, kamipun memercayaan studio foto tersebut untuk mendokumentasikan beberapa foto indoor. Sampai proses pemotretan selesai, kami memilih foto yang ingin dicetak dan semuanya lumayan OK. Tapi ketika jadi hasilnya, editing yang dilakukan pihak studio foto itu Whooaaaaa.......... bikin pengen nangis banget lah!:'(

Cropping dan editing backgroundnya itu... BIG NO NO!!!

Dan sebelnya itu, kita ga boleh minta file mentah yang belum di crop dan dilakukan editing lainnya itu dengan alasan itu milik studio. BETE nggak tuh??? Ado foto yang menurut saya croppingnya ga pas jadi saya mau ambil file aslinya, tapi ga dikasih. Padahal kita bayar mahal loooh....

Nah, belajar dari pengalaman saya ini, kayanya penting buat teman-teman memastikan penentuan photographer dan videographer ini. Serta pastikan bahwa ada perjanjian yang membolehkan kamu memiliki segala jenis file yang berhasil mereka dokumentasikan itu (pokoknya bisa-bisa lah). Ini buat antisipasi kalau ada hal yang kurang maksimal dari pekerjaan mereka. Tapi, kalo kalian sudah memilih yang terbaik, makan hasilnya pasti memuaskan :)

-------------------

Itulah beberapa hal yang menurut saya penting untuk dipertimbangkan :)
Masih ada beberapa pernak-pernik lainnya yang juga menjadi bahasan blog yang mengulas persiapan pernikahan, seperti seragam keluarga, dll. Kalo saya pribadi sih, inilah hal pokoknya.
Semoga bermanfaatnya.


Catatan:
Sebenernya, disamping kesukacitaan menyiapkan pernak-pernik ini, kadang ada kalanya calon pengantin akan mengalami masa jenuh dan stress. hal itu bisa jadi karena adanya intervensi atau kerjaan lain yang membuat urusan menyenangkan ini menjadi sedikit ribet.
(aalaaah... ribet banget aku bilangnya yah ahhaa)

Maksudnya:
Kita ga benar-benar punya waktu full untuk mengurusnya karena masih ada konsen di pekerjaan lain (bisa kantor, studi, dll). Nah, ketika semua menumpuk dan waktu terus berjalan, sementara desakan dari pihak lain yang terus mempertanyakan progress pernik yang kita urus, whooaaa itu rasanya HAHAHAHA.

2 comments:

  1. Hooooaaahhh... betul tuch, aku pernah ngerasain nikah di bawah kejaran waktu. Jarak lamaran dan nikah yang mefet plus kerja. Alhamdulillah foto ma perias nya jos. Gak mahal tapi hasil gak murahan. Hoho... bukan wajah saja yg harus di rawat badan juga. Apa lagi kalau pakai basahan xixix...

    Btw makasih sudah berkunjung
    Www.ulimayang.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Uli, kebayang deh deg-degannya hihii..
      Syukurlah hasilnya memuaskan yah^^
      Betul... kudu perawatan luar dalam juga dong hehehee...

      Matur suwun

      Delete

Hola!
Tinggalin komentar dong, biar saling kenal^^
Terima kasih sudah mampir!

Go Get Yours!

https://www.shopback.co.id/?raf=Drt1dR