Turis lokal di Stone Garden, Padalarang- Bandung

Alma Wahdie | Saturday, April 18, 2015 |
Photo by: Bowmans
SDV Camera Pouch [SDV-7022] - Black

Halo,
Assalammualaikum, Teman- teman.
Kali ini saya mau berbagi pengalaman jalan- jalan di kawasan Jawa Barat.

Siapa tak kenal kota Bandung?
Kota kembang dengan cuaca dingin, dan boleh dibilang masa April ini masih ada sisa- sisa hujan. Kebayang gimana dinginnya???

Well, kota Bandung memang dikenal juga sebagai kota wisata. Ada banyak tawaran tempat rekreasi mulai dari wisata alam, kuliner, bahkan shopping centre- nya yang tersohor itu. Setiap weekend, beragam plat kendaraan dari luar Bandung wara- wiri di jalanan yang kebanyakan jalur sistem satu arah ini.

Plat B paling mendominasi. Tentu saja karena memang kota Bandung cukup dekat dengan ibu kota negara, Jakarta, ini. Pilihan berwisata ke Bandung menjadi nomor 1 bagi warga kota Jakarta, karena selain dekat, Bandung memiliki banyak pilihan seperti yang saya bilang tadi.

Teman- teman yang suka berwisata atau cukup lancar berselancar di dunia maya tentu telah mendengar beberapa daerah wisata di kota ini. Sebut saja pusat perbelanjaannya yang lengkap dan murah, yang menjadi destinasi turis lokal bahkan turis mancanegara, Pasar Baru.

This pic is taken by Bowmans
Pasar Baru memang telah tersohor di dunia luar sana. Pernah ada teman kami dari Swedia, Perancis, dan Amerika berkunjung saat itu, berbinar matanya melihat warna- warni kain cantik yang ditawarkan disini. Pun teman kami dari Malaysia yang sudah tak asing dengan pusat perbelanjaan ini. Pasar Baru menawarkan one- stop shopping center yang merangkul semua kalangan.

Ada juga Mall cantik nan asri Cihampelas Walk (CiWalk), Paris van Java, BIP, IP, TSM, Rumah Mode, beragam Factory Outlet di kawasan Dago serta Riau, dll. Begitu pula dengan wisata kulinernya, Jangan ragukan, Bandung tempatnya, mulai dari makanan tradisional hingga modern tersedia di sini. Wisata alam??? Banyaaaaak...

Ada CIC, Kampung Gajah, Floating Market, Taman Bunga Bogonia, Tebing Keraton, Curug Dago, Curug Cimahi,  De Ranch, Dago Pakar, dan yang lagi hits saat ini adalah wisata alam Taman Batu alias Stone Garden di Padalarang.

Tepatnya di desa Gunung Masigit, kawasan Cipatat, Bandung Barat di atas alam Gua Pawon. Masyarakat lebih mengenal gua Pawon terlebih dahulu ketimbang taman batu ini. Berawal dari ide kakak saya, Neni dan saya sendiri yang ingin jalan- jalan dalam waktu dekat dengan jarak yang dekat pula. LOL

Kakak saya yang lainnya, Nuni, yang merupakan anggota female backpacker menawarkan berwisata alam ke Stone Garden ini. Setelah ditanya- tanya ke teman backpacke-rnya, saya juga mencari tahu dari internet seperti apa gerangan tempat tersebut, kami akhirnya memilihnya menjadi tujuan wisata kami.

Di dalam kereta KRD Bandung raya tujuan Bandung- Padalarang
 
OK. Dari info teman kakak, dan website yang mengulas tempat ini, kami memutuskan untuk berwisata ke sana lantaran dekat dan cukup ditempuh beberapa jam saja dari Bandung. Lagipula kami dapat menggunakan alat transportasi massal yang murah meriah. xixixii

Berbekal info yang kami dapat, akhirnya kami tentukan hari wisata. Kami pilih hari Jum'at, 17 April 2014. Tadinya hanya kami bertiga saja yang akan pergi, yaitu kak Neni, kak Nuni, dan saya. Teringat satu teman kami yang juga suka berwisata alam, akhirnya di larut malam kami mengundangnya ikut serta. Akhirnya bertambah lah anggota wisata alam hari itu. Ada Bomans dan Meidi turut serta bersama kami.Teman kami, Bomans, ini berbakat dalam hal photography. Yeah! pucuk dicinta, ulam pun tiba. Suka wisata alam, suka poto juga. Jadilah kami para modelnya hahahahaa...
Keisengan teman- teman, poto- poto sama aku, padahal lg asyik tidur di kereta. hihihi
Photographer kita: Ludovikus Bowmans




Rute yang kami pilih adalah via KA lokal. Cukup mudah menuju tempat wisata ini.

  1. Beli tiket lokal dari Bandung- Padalarang (Bisa dari stasiun kota Bandung maupun stasiun Kiaracondong). Harga tiket saat kami berwisata hanya Rp4000/org. Memang pada tiket tulisannya "tanpa tempat duduk". Tenang saja karena biasanya selalu ada space atau menunggu sebentar hingga stasiun berikutnya. 
  2. Selama 40 menit perjalanan menuju stasiun Padalarang, kita bisa sambil men-charge HP ataupun Power Bank untuk keperluan nanti hihiii... maklum kita harus siapkan baterai penuh hahaa. Tapi saya memilih tidur XD
  3. Sampai di stasiun Padalarang, kita tinggal keluar pintu gerbang stasiun dan berjalan ke arah kanan sepanjang jalan poros. Tak jauh di depan ada pertigaan, dan di jalur sebelah kiri ada banyak angkot kuning menuju desa gn. masigit. Ongkosnya Rp5000/org saja.
  4. Sampai di Padalarang!!!
  5. Kita akan berhenti di pinggir jalan poros, pastikan sebelumnya pesan ke pak supir untuk berhenti di stone garden. Nampaknya sudah menjadi tempat wisata yang terkenal belakangan ini. Sehingga pak supir sudah paham betul tujuan kita. Ada plang nama dari kayu di sebelah kanan seberang jalan, bertuliskan "Stone Garden". Selanjutnya tinggal mengikuti jalan itu.





Photo by Nuni. We're waiting for Meidi
Mudah sekali bukan? Jalur pulang sama seperti tadi, tapi kita ambil jalan arah sebaliknya menuju stasiun lagi. Tenang, jalan di sini dua arah, jadi tidak memakan waktu berbeda antar pulang dan pergi. Begitu juga dengan rute dan jenis angkutannya; sama layaknya berangkat ke sini.

Karena, itu adalah hari jum'at, dan kami berangkat sedikit kesiangan, kami tiba di desa Gn. Masigit ini saat jemaah hendak sholat Jum'at. Maka, sambil menunggu Meidi yang akan sholat, kami memilih makan terlebih dahulu di warung nasi Sunda yang ada di dekat tempat penjualan oleh- oleh di pinggir jalan ini. Warung makan ini cukup terjangkau dan rasanya juga enak. Cukup dengan uang Rp10,000- Rp15,000 kita sudah makan siang lengkap dengan sayur dan lauknya. Hemmm... Alhamdulillah.


Sampai lah kita. Saatnya hiking!

Inilah jalanan yang harus kita lalui untuk menuju bukit taman batu tersebut. Kondisi jalan sedikit licin, karena tanah liat bercampur air. Bisa dibilang jalanan rusak lantaran memang inilah satu- satunya akses keluar- masuk mobil truk pengangkat tanah dan penambangan batu. Tips dari saya adalah, gunakan baju lengan  panjang untuk melindungi kulit kita, serta sepatu yang nyaman (jenis sepatu kets sangat dianjurkan atau bahkan sepatu khusus mendaki seperti yang dikenakan kak Nuni, berbaju merah, di depan ini). Intinya, alas kaki haruslah nyaman dn memudahkan kita melewati medan seperti tanah licin, berbatu, dan becek seperti ini.

On our way up to the hill- hiking- pic by Bowmans
Setelah melewati jalanan pembuka tadi, kita akan melewati beberapa lokasi penambangan batu dan pembuatan kapur. Kawasannya cukup landai sehingga tidak terlalu menguras tenaga. Perjalanan menuju Stone Garden ini sekitar setengah kilometer saja sebenarnya. Apalagi beramai- ramai, tak terasa sudah sampainya nanti. Jangan lupa bawa payung atau jas hujan, karena cuaca saat kami berwisata ini kerap kali tiba- tiba hujan.

From left to the right: Bowmans, Neni, Meidi, and Nuni. Here are my fams here

Picture in the frame^^ photo and idea by Bowmans
Setelah medan landai tempat pengolahan batu kapur tadi, kita masih harus melalu jalanan sedikit menanjak. Untungnya jalanan tetap kering sehingga tidak sulit untuk dilalui.

Sepanjang perjalanan, suasana perkebunan penduduk menjadi pemandangan yang sedap dipandang, menemani sunyinya perjalanan kami. Entah karena kami kesiangan sehingga tak nampak kelompok lain yang menuju puncak ini.

Terus saja kami menyusuri jalan menuju atas, hingga akhirnya kami temui beberapa pondokan penjual makanan serta minuman ringan. Ini adalah titik terakhir pasokan pangan, so pastikan air yang kita bawa cukup atau perlu ditambah di sini. Karena, di atas kita tidak akan menemui penjual lagi maka dari itu beli lah di sini atau persiapkan dari rumah.
Layaknya makanan di tempat wisata yang jauh dari keramaian, tentu harga jual lumayan tinggi. Saran saya untuk turis lokal wisata backpacker seperti kami ini, baiknya sudah menyiapkan segala kebutuhannya termasuk obat- obatan ringan sebagai persiapan.


Dan tadaaaaa...
Setelah melewati pos security, kita dikenakan pungutan biaya pemeliharaan situs seharga Rp3000/org saja. Kita berjalan sedikit lagi melalui undakan anak tangga yang terbuat dari bambu yang melekat di tanah--- lebih seperti penahan pijakan semata. Maka sampailah kita ke STONE GARDEN!!!
Subhanallah
Dari sini kita mengagumi ciptaan Tuhan dan kuasa-Nya atas alam semesta.
View Stone garden, taken by Me

Other side of the stone carpet. A picture by Bowmans

Hamparan tanah dengan bebatuan baik besar maupun kecil menjadi pemandangan utama tentunya. Sebagai mana namanya, yakni Taman Batu atau Stone Garden.

Melihatnya seolah berpikir,
"Apa yang terjadi hingga batu- batu ini berserakan?"
"Apakah ada raksasa marah layanya dalam legenda itu, hingga ia menendang gunung batu lalu hancur berhamburan?"
"Apakah ada bencana alam di masa lampau sehingga membuatnya berantakan?"
"Atau sebenarnya ini adalah sebuah gunung nan gagah, namun habis digerus industri pertambangan lalu ditinggalkan?"

Itulah yang sempat terlintas di  benakku saat itu. Membayangkan kemungkinan terakhir aku sedikit bergidik ngeri. Jika saja memang itu penyebabnya, Mashaallah. Atas kuasa-Nya masih berdiri kokoh, dan atas izin-Nya manusia dapat hidup bernaung pada manfaatnya. Kokohnya bebatuan ini membuatku bersyukur mendapat kesempatan melakukan wisata alam ini. Benar- benar indah bukan kepalang. Kita menghabiskan waktu mendaki dari batu yang bawah hingga ke atas.

Mengabadikan momen indah dengan pemandangan cantik padang bebatuan.

Girls team. There are only 5 people

Bang Boman kasih pinjam kameranya untuk aku belajar^^

Belajar memotret objek dibantu Boman

Syukur atas nikmat kesempatan, kesehatan.









Seperti di atas awan :)






Kak Neni, Kak Nuni, saya, dan Meidi







Pose dengan guru memotretku, Boman. XD

Itulah cerita 5 turis lokal dengan tujuan alternatif wisata alam di Bandung.
Semoga cerita pengalaman kami ini memberi manfaat bagi turis lainnya ^^
Oya, kalo kamu pake kamera pocket kaya aku, bisa nih pakein camera pouch SDV ini, bagus deh kualitasnya.
SDV Camera Pouch [SDV-7023] - Coffee

Terima kasih.
Wassalam.

6 comments:

  1. Kyknya byk akik Jg.. 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga...
      Jangan batu akik lagi, habislah alam ini nanti :(
      Bisa2 bencana alam hiks T_T

      Delete
  2. Replies
    1. Siippp...
      Mangga teh, serulah pokoknya^^
      Kalo naik motor juga bisa n ga cape hikingnya hihihi...

      Sekarang udah ada remark "stone garden"-nya juga loh.

      Jangan lupa poto di sana ya 😉

      Delete

Hola!
Tinggalin komentar dong, biar saling kenal^^
Terima kasih sudah mampir!

Go Get Yours!

https://www.shopback.co.id/?raf=Drt1dR