It's time to write it down!

Alma Wahdie | Monday, March 02, 2015 |
Halo...
Selamat sore, Teman- teman.

 -----------------------------------------------------


Ini hari kedua di bulan Maret tahun 2015^^ dan ini posting pertama saya untuk bulan ini.
Bulan Maret itu selalu istimewa buat saya. Tanya kenapa???
Jawabannya pasti dimulai dengan "karena" LOL
Ada banyak alasan yang membuatnya menjadi istimewa.

Istimewa karena, bulan Maret 2 tahun lalu mengantar saya ke SMPLL, so saya punya kesempatan ketemu teman- teman sejawat yang super. Ada Bunda Sefti, ada Mbak Citra and Mbak Wayan, ada Pak Kepsek nan baik hati, ada para pengurus yayasan yang ramah dan berdedikasi tinggi untuk yayasan, dan ketemu dengan teman- teman kecilku: anak- anak SMPLL alias LL-JHS. Bulan Maret 2013 itu juga pertama kali saya tertarik dengan semua hal berbau riset, tertarik ikut konferensi paparan hasil riset, serta awal jejak saya hingga sampai di kota kembang ini.

Itulah beberapa alasan yang membuat bulan Maret saya menjadi sangat istimewa.


 -----------------------------------------------------

Teman- teman, sejumlah paragraf di atas tadi adalah contoh sebuah tulisan sederhana. Sore ini saya mau berbagi tentang mudahnya 'menulis'. Sebelumnya pernah saya posting tentang cara memulai untuk menulis disini: Write it up!

Tentu saya berbagi di sini bukan karena saya adalah expert menulis, melainkan karena saya sendiri sedang berlatih menulis. Banyak landasan tentang betapa pentingnya menulis. Beberapa riwayat mencatat betapa pendahulu kita pun menekankan hal ini.

... mengutip perkataan Sayidina Ali, ”Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
Dan pernyataan Imam Syafii bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya. Begitulah ilmu bila tidak ditulis.
Seorang sahabat Said bin Jubair menyatakan bahwa ia menulis hadits Rasulullah kadang di tangan dan kulit sepatunya. Bapaknya menasehatkan,
”Hafalkanlah. Terutama tulislah. Bila engkau lupa, maka tulisanmu akan membantumu.”... sumber: www.hidayatullah.com
Experts dalam bidang menulis juga mendukung riwayat pentingnya menulis seperti di atas. Emilia (2010, p.161) menyatakan, "Writing is central to education." Hal ini menunjukan bahwa menulis itu penting baik untuk menunjang diri kita sendiri seperti: membantu kita mengingat, melatih kemampuan menulis kita, menjadi media pengembangan ide kita, dan lain sebagainya serta untuk sebuah hal yang besar seperti dalam dunia pendidikan. Banyaknya tulisan dapat membantu pendidikan kita. Tulisan yang ada menyumbang literature untuk tulisan lainnya seperti yang saya lakukan sekarang. Sumber yang saya kutip memberi arti pada tulisan yang saya buat. Maka dari itu, mari kita membudayakan menulis!

Bagaimana memulai menulis telah saya bagikan sebelumnya. Pastikan Teman- teman telah membaca postingan tersebut ya^^
Selanjutnya, tentu saja beraksi. Tulis! Tulis! dan Tulis!

Ada 3 hal dari pengalaman saya yang lumayan ampuh untuk diterapkan.
  1. Tentukan topik alias ide untuk tulisannya
  2. Cari literature untuk pengembangan ide
  3. Tuliskan penutup pamungkas
Hahhaa....
Sebenarnya tergantung jenis tulisan apa yang sedang kita tulis juga tentunya. Dalam hal ini, saya menekankan sebuah esai (baik esai biasa maupun esai akademik). Intinya ada 3 paragraf minimal yang kita perlukan sesuai poin- poin yang saya sebutkan tadi. Paragraf keduanya dapat dikembangkan sebanyak- banyaknya dan inilah yang membuat panjang- pendeknya esai kita.

"...Tujuan dari essay sendiri adalah untuk mendorong pelajar [serta penulis lainnya] mengembangkan ide serta konsep yang dihasilkan sendiri dari hasil analisa mereka ke dalam bentuk tulisan..." sumber: ef.co.id

 Mari kita langsung bongkar contoh tulisan di atas:

Paragraf 1:
Ini hari kedua di bulan Maret tahun 2015^^ dan ini posting pertama saya untuk bulan ini.
Bulan Maret itu selalu istimewa buat saya. Tanya kenapa???
Jawabannya pasti dimulai dengan "karena" LOL
Ada banyak alasan yang membuatnya menjadi istimewa. 
Ini adalah paragraf pembuka yang mengarahkan pembaca pada ide tulisan kita. Disini saya menuliskan tentang keistimewaan bulan Maret. Pembaca juga diarahkan untuk masuk ke paragraf pengembangan ide/ topik yang saya pilih ini dengan kalimat terakhir tentang alasan istimewa tersebut. Dalam hal ini, topik dikenalkan pada pembaca dan pengembangan topik diarahkan.
Paragraf 2:
Istimewa karena, bulan Maret 2 tahun lalu mengantar saya ke SMPLL, so saya punya kesempatan ketemu teman- teman sejawat yang super. Ada Bunda Sefti, ada Mbak Citra and Mbak Wayan, ada Pak Kepsek nan baik hati, ada para pengurus yayasan yang ramah dan berdedikasi tinggi untuk yayasan, dan ketemu dengan teman- teman kecilku: anak- anak SMPLL alias LL-JHS. Bulan Maret 2013 itu juga pertama kali saya tertarik dengan semua hal berbau riset, tertarik ikut konferensi paparan hasil riset, serta awal jejak saya hingga sampai di kota kembang ini.

Setelah pembaca diarahkan pada pengembangan topik/ ide, paragraf berikutnya ini menjabarkan alasan yang membuat bulan Maret istimewa seperti yang disampaikan pada paragraf pembukanya. Pada tulisan sederhana ini, saya hanya menyebutkan saya hal- hal yang menjadi alasan mengapa bulan Maret begitu berkesan bagi saya sehingga menjadi istimewa. Teman- teman masih dapat mengembangkannya dengan menceritakan dengan rinci hal- hal yang disebutkan tadi pada paragraf selanjutnya secara berurutan.
Paragraf 3:
Itulah beberapa alasan yang membuat bulan Maret saya menjadi sangat istimewa. 
Saya menutup tulisan sederhana ini dengan menuliskan kalimat penutup yang merangkum hal- hal yang saya sampaikan sebelumnya dengan sangat sederhana. Teman- teman tentu dapat mengembangkan paragraf penutup ini lebih baik lagi. Intinya adalah paragraf ini merupakan paragraf yang menyimpulkan apa- apa yang telah disampaikan pada paragraf sebelumnya dengan mensintesiskan poin yang diarah pada paragraf pembuka. Jadi, jika pada paragraf pembuka teman membawa topik inti dan mengarahkan pada tiga hal yang mendukung pengembangan topik tersebut, maka akan ada tiga paragraf yang menjabarkannya lalu ditutup dengan paragraf kesimpulan.

---------------------------------------------------------------------

Apakah sekarang Teman- teman melihat kemudahan menulis?
Tentu, karena topik contoh tulisan sederhana tadi adalah pengalaman pribadi saya sendiri.
Teman- teman, dapat memulainya dengan topik terdekat seperti ini juga.

Bagi saya, inti menulis adalah menyampaikan ide.
Untuk itu, pembaca menjadi raja disini sehingga penulis dituntut untuk memudahkan pembaca yang membaca hasil tulisannya. Bagaimana agar pembaca dapat menangkap ide tulisan kita tanpa kesulitan yang berarti?
Beberapa caranya adalah dengan memperhatikan organisasi, pilihan kata, dan aturan penulisan (EYD pada bahasa Indonesia, dan aturan penulisan lainnya).
Organisasi atau urutan ide tulisan kita seperti yang saya tuliskan di atas. Organisasi atau urutan sebuah tulisan yang baik kurang lebih dengan tiga paragraf utama: pembuka, isi, dan penutup seperti contoh. Cara kedua adalah dengan memperhatikan pilihan redaksi kata pada tulisan kita. Hal ini berasosiasi dengan target pembaca kita serta jenis tulisan kita. Pilihan kata pada novel tentu berbeda dengan pilihan kata pada tulisan ilmiah/ tulisan akademik, juga dengan tulisan pada personal blog. Aturan penulisan atau EYD pada bahasa Indonesia juga perlu diperhatikan agar memudahkan pembaca mengikuti alur penyampaian ide kita. Agar dapat terampil menulis sesuai kaidah aturan yang berlaku, tentulah kita harus banyak membaca dan mempraktekan alias menulis!

Maka dari itu, inilah saatnya untuk berlatih bersama. Saya berlatih dengan menuliskan ide yang ada melalui laman blog ini. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca: Teman- temanku.
Terima kasih telah membaca^^
---------------------------------------------------------------------------
Reference:
Emilia, E. (2010). Teaching Writing Developing Critical Learners. Bandung: Rizqi Press.

2 comments:

Hola!
Tinggalin komentar dong, biar saling kenal^^
Terima kasih sudah mampir!

Go Get Yours!

https://www.shopback.co.id/?raf=Drt1dR