How to start writing?

Alma Wahdie | Monday, March 02, 2015 | |
Hari ini masih membahas tentang writing, Teman.
Tapi sebelum masuk pada topik tulisan ini, saya mengajak teman- teman pembaca untuk menuliskan beberapa masalah yang dihadapi saat akan mulai menulis, saat sedang menulis, atau hal lain pada proses menulis. Silahkan tuliskan hal tersebut pada kolom komentar di bawah postingan ini ya...

Terima kasih.

------------------------------------------------------------------------

Pada postingan kali ini, saya akan membagi trik agar tulisan kita dapat terorganisir dengan baik.
Trik ini akan sangat berperan untuk penulis pemula seperti saya.
Selayaknya penulis lain dan alasan pentingnya menulis seperti yang pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, menulis akan membantu kita mengingat sesuatu.

Jadi, agar kita ingat ide mana saja yang akan kita masukan dalam tulisan kita, maka tuliskan!
Loh??? kok bolak- balik??? Iyaaa ^^

Ide yang ada dalam mind kita tentulah banyak sekali, namun terkadang ada ide yang menurut kita relevan ternyata malah membawa para pembaca kita kesulitan menangkap apa yang kita maksudnya alias melebar bahkan keluar topik. Ini juga menjadi kendala saya pribadi dalam menulis ilmiah. Ada banyak hal yang menurut saya berkaitan tapi ternyata kurang mendukung ide utama yang saya utarakan. Hal ini membuat tulisan saya menjadi sulit dipahami lantaran menimbulkan topik besar lainnya. Maka dari itu, perlu didaftar ide- ide mana saja yang dapat menjadi bagian pengembangan ide pokok tulisan kita ini.

Ada beberapa cara untuk menuliskan ide- ide tersebut.
  1. Membuat daftar nomor
  2. Membuat peta ide (mind mapping)
  3. Membuat diagram pohon
Apapun bentuknya, intinya adalah mengurutkan ^^ alias membuat outline untuk tulisan kita.
Contoh:
Topik besar: Wisata di tanah melayu besemah: Semende
Dari topik besar ini, kita fokuskan lagi dengan cara menuliskan daftar urutan ide pendukung lainnya.

A. Daftar nomor:
  1. Wisata alam di tanah melayu besemah: Cuhup Tenang, Gemughak, dan Bukit ijang (Misal dalam tulisan ini 3 lokasi wisata alam ini yang hendak kita tuliskan. Jika ada tambahan lagi silahkan)
  2. Wisata kuliner di tanah melayu besemah: Lemang, Bak gulai liling, sambal masam deghian (tempoyak), dan kince (Boleh ditambahkan)
Pada paragraf pembuka berikan kalimat- kalimat pembuka agar sampai pada topik yang mengarahkan pada pembagian wisata, yakni wisata alam dan wisata kuliner (sebutkan nama lokasi wisata dan makanan khas daerah yang telah didaftar tadi). Paragraf berikutnya masing- masing membahas satu- persatu tentang lokasi dan makanan yang didaftar. Untuk memudahkan buat lagi daftar ide yang akan disampaikan.
  1. Cuhup tenang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  2. Gemughak: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  3. Bukit Ijang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  4. Lemang: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  5. Bak gulai liling: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  6. Sambal Masam deghian (tempoyak): Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  7. Kince: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
Dengan begitu, tulisan kita akan terarah dan tidak keluar dari bahasan utama kita. Pastikan pada paragraf penutup ada kalimat yang merangkum pemaparan paragraf isi hasil pengembangan ide paragraf pembuka tadi. Tulisan yang baik dapat dideteksi oleh pembacanya pada saat membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Dapat dikatakan juga bahwa beberapa pembaca yang sudah expert akan tertarik membaca tulisan kita hanya jika mereka dapat menemukan ide utama kita. Itulah mengapa, paragraf pembuka yang mengarahkan pembaca pada isi tulisan kita sangat penting sama halnya dengan paragraf penutup yang merangkum isi tulisan kita. Pembaca akan tertarik membaca keseluruhan tulisan kita jika mereka merasa ada info lebih lanjut dari topik utama kita yang terangkum dari paragraf penutup yang dibacanya dengan cepat (scanning/ skimming).

Walaupun mungkin pembaca tidak tertarik membaca keseluruhan tulisan kita lantaran ide yang kita tuliskan sedang tidak sesuai dengan literatur yang sedang dicarinya, namun dengan organisasi tulisan yang baik ini, kita telah  menyumbang pengetahuan tanpa membuat pembaca kesulitan menangkap ide kita hanya dengan membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Itu artinya, kita berhasil sebagai penulis.


Selain dengan daftar nomor, saya juga telah  membagi cara lainnya dengan pemetaan ide (mind mapping), dan diagram pohon. Intinya sama saja dengan daftar nomor ini, yaitu mengurutkan ide mana saja yang akan kita sampaikan, namun bentuk pengurutannya berbeda. Teman- teman dapat memilih sesuai dengan bentuk mana yang lebih teman sukai karena hal ini bergantung pada gaya belajar kita juga. Beberapa teman dengan gaya belajar visual biasanya memilih bentuk pengurutan ide dengan mind mapping atau diagram pohon untuk memudahkannya.

contoh mind mapping. sumber: google.com

contoh diagram pohon. sumber: google.com

Demikianlah beberapa cara yang dapat membantu kita untuk memulai menulis. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa komentarnya ya^^

------------------------------------------------------------------------------

Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini daftar hal- hal yang membuatmu berat atau kesulitan saat menulis. Terima kasih :-)

5 comments:

  1. Replies
    1. Thank you, Buddy.
      Kalo Dawa gimana? Ada kesulitan saat menulis?
      Boleh share sama Miss :)

      Delete
  2. Aku kadang pakai mindmap kadang pakai list,, akhir2 ini lebih sering pakai list krn draftingnya di kertas kecil..
    :D

    ReplyDelete

Hola!
Tinggalin komentar dong, biar saling kenal^^
Terima kasih sudah mampir!

Go Get Yours!

https://www.shopback.co.id/?raf=Drt1dR