Lai! Lai! Lai! Booth Klab Nihao di Pekan Literasi Asia Afrika 2015.

Alma Wahdie | Monday, February 23, 2015 |
Selamat malam, Teman- teman.
Dalam kesempatan ini, saya mau berbagi cerita saat teman- teman klab dan saya berpartisipasi pada MILANGKALA, Hari Ulang Tahun Sahabat Museum Asia Afrika. MILANGKALA bertepatan dengan hari pertama rangkaian Pekan Literasi Asia Afrika, Sabtu, February 14, 2015.

Dalam program literasi ini, semua orang bebas datang untuk membaca dan mengikuti rangkaian acara lainnya, seperti melihat penampilan seni dari beberapa pengisi acara, ikut kegiatan bedah buku dan diskusi film dokumenter serta mampir di stand- stand literasi negara tetangga (Korea, dll) bahkan ada stand yang mengajarkan serta mengenalkan kita dengan huruf braille. ada juga stand dari Pos Indonesia yang menyediakan jasa pembuatan perangko dengan gambar kita sendiri, juga stand dari kementerian luar negeri dengan begitu banyak buku di setiap sudut.

Disediakan pula sudut membaca untuk anak- anak. Tempatnya lesehan, sangat nyaman dengan karpet biru dan beberapa meja persegi di sisi kiri ruangan. Dibatasi oleh pagar bambu rendah sebagai penanda bagian ruangan yang digunakan sebagai pojok internet. Terdapat 4 buah PCs dengan Operation System Ubuntu. Anak- anak sekolah tampak riang dan santai menikmati buku bacaan masing- masing di pojok- pojok ruangan. Televisi ukuran besar diletakkan di tengah ruangan, tanpa suara namun animasi gambarnya mampu menceritakan ceritera dongeng fabel yang sedang dimainkan.

Sementara itu, di pelataran timur MKAA luar juga ada beberapa rak buku dan tenda dengan kursi- kursi panjang sehingga semua pengunjung dapat membaca dengan nyaman sambil menikmati rangkaian kegiatan diluar ini. Ada sebuah panggung kecil dengan berbagai penampilan silih berganti mulai dari pembacaan puisi dengan bahasa Perancis, menyanyi sambil bermain gitar, dan lain- lain. Penampilan dari masing- masing klab budaya yang bernaung dalam komunitas sahabat museum konperensi Asia afrika tadi. ada klab menggambar, young crafter, maghribi, esperanto, nihao, heiwa, global literacy, young announcer, Public educator Corps dan lain sebagainya. Selain menampilkan pertunjukan secara bergantian di panggung itu, setiap klab memiliki stand dan siap menjamu para pengunjung program pekan literasi ini.

Salah satunya adalah stand klab kami: KLAB NIHAO.
Welcome to our booth^^
Pengunjung tertarik mempelajari kaligrafi Cina (Shu fa)

Stand kami dihiasi dengan pernak- pernik khas negara bambu. Meriah dengan warna dominan kuning dan merah. Para anggota klab pun menggunakan pakaian bernuansa sama. Memang kami sudah janjian biar kompak^^

Kami menyediakan souvenir seperti gantungan lampion mini, gantungan karakter Cina, dan paper craft yang dijual per buah. Untuk souvenir, teman- teman bisa membawa pulang dengan harga Rp3000 dan kertasnya seharga Rp1000/ lembar. Dengan membeli kertas kerajinan ini, teman- teman langsung diajarkan cara membuat seni papercut yang identik digunakan sebagai aksesoris dalam budaya Tiongkok ini dan mendapatkan permen buah- buahan. Kami menyediakan gunting agar teman- teman dapat langsung mengikuti demo yang kami fasilitasi. Begitu pula dengan seni kaligrafinya. Kak eno, salahsatu tutor klab kami baru saja pulang dari Guilin, China. Sebuah oleh- oleh kain untuk berlatih menulis kaligrafi ini menjadi salahsatu ikon stand kami. Banyak pengunjung yang antusias belajar menulis kaligrafi di media ini. Memang unik medianya, sebuah kain khusus untuk berlatih menulis. Tintanya adalah air saja. Tentu berwarna hitam layaknya tinta tulis. Mengapa bisa demikian? karena kain yang dipergunakan adalah kain khusus dengan bagian bawah berupa bahan beludru merah. Dengan tinta air dan media kain ini, teman- teman dapat berlatih tanpa harus menghabiskan banyak kertas dan tinta. Kaligrafi yang sudah digoreskan pada media ini akan segera hilang karena angin. Jadi dapat segera ditulis ulang. Sungguh menyenangkan memang^^
Untuk pengunjung yang datang, kami juga menyuguhkan kue keranjang atau dikenal dengan dodol Cina serta permen buah- buahan secara cuma- cuma.

Ada banyak sekali pengunjung yang tertarik mampir ke stand kami, baik sekadar untuk melihat- lihat atau mencicip makanan, hingga berpartisipasi belajar menulis kaligrafi karakter Cina. Pengunjung juga ceria belajar seni papercut dengan demo singkat nan mudah dari kami. Senang rasanya berbagi keahlian walau kami bukanlah para ahli^^ Beberapa hari sebelumnya kami diajarkan oleh Tyas Lao she dan Eno Lao she tentang hal ini.

Ada dua orang kakak beradik, anak umur sekolah yang begitu antusias belajar seni papercut. Nampk senang sekali mereka saat membukan kreasi guntingan kertasnya dan menemukan pola- pola potongan indah dari lipatannya.

Whusss!!!
Seperti magic ketika dibuka, kertas memberikan kebahagiaan. Hasil kreasinya mengukirkan senyuman indah bagi kedua bersaudara itu. Kami semua ikut senang. Tak terkecuali pengunjung dewasa yang begitu bersemangat membuka hasil kreasi guntingannya.

Tak ada kata gagal, karena memang filosofinya adalah bersabar, berhati- hati, dan mengikuti aturan dalam mengerjakannya, maka apapun bentuk guntingannya keajaiban hasilnya. Hanya satu kata: INDAH.

Dua bersaudara menunjukan papercut kreasinya
Salahsatu pengunjung mengisi daftar kunjungan

Di atas meja stand klab Nihao juga dipajang beberapa mata uang asli negara Tiongkok, pembatas buku hasil seni papercut, gantungan kunci, amplop ang bao, sumpit, buku tentang Tiongkok, display katalog bentuk- bentuk papercut serta kaligrafi kata mutiara dengan karakter Cina.


Katalog Display seni papercut buatanku^^ menjadi salahsatu barang pameran



Tyas Lao she mengisi waktu pertunjukan klab Nihao dengan mengenalkan kegiatan klab pada para pengunjung



Kiri ke kanan: Yunir, Septian, saya (Alma)



Tian memberikan demo seni papercut kepada salahsatu pengunjung

Hasil papercut kreasi pengunjung ini sangatlah indah

Septian dan Tyas Lao she mendampingi pengunjung yang berhasil membuat karya papercut-nya sendiri

Li Lao she dan Eno Lao she sedang mendemokan menulis kaligrafi

Pengunjung belajar menulis kaligrafi

Novi mendampingi 2 pengunjung yang senang karena karya papercut-nya berhasil

Kak Eno, Kak Tyas, Yunir, saya (Alma), Habib, Septian
Di gambar pertama teman- teman akan melihat anggota klab nihao lainnya, yaitu Novi, Nonny, dan Fani. Inilah kami dari klab Nihao, Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika.

Terima kasih telah membaca^^
Jangan lupa share dan komentarnya ;-)

No comments:

Post a Comment

Hola!
Tinggalin komentar dong, biar saling kenal^^
Terima kasih sudah mampir!

Go Get Yours!

https://www.shopback.co.id/?raf=Drt1dR