Sabtu, Desember 09, 2017

Kontur untuk Mempertegas Garis Wajah [BS Makeup Collaboration]



Assalamualaikum, Teman- teman.
Setelah sebelumnya aku ikut makeup collaboration perdana dalam rangka merayakan ulang tahun Beautiesquad (BS) lalu, ini adalah kolaborasi keduaku.

"Akhirnya, pecah telor!" 

Itu ungkapan khas orang Palembang ketika berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Harapannya, aku bisa terus ikut berkontribusi di agenda-agenda kece BS ini.

Nah, untuk kolaborasi makeup bulan Desember ini, temanya adalah: Makeup adalah Hak KamiTema ini diangkat dalam rangka memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) yang jatuh pada tanggal 10 Desember.




IDE KONSEP MAKEUP
Untuk tampian make up dalam kolaborasi ini, saya fokus ke sesuatu yang sangat ingin saya lakukan dari dulu. Yaitu  fokus di garis wajah. Idenya lebih ke menampilkan garis wajah dan mata. Harapannya final look: Tegas dan Dewasa.

Kenapa?

Soalnya saya selalu dikira anak SMP. Hahahaaha...
Selain itu, kontur dan makeup mata merupakan hal yang selalu membuat saya takjub. Saat sedang melihat menonton video tutorial, saya lebih suka memperhatikan bagian makeup mata dan kontur garis wajah. Rasanya fresh dan enak dilihat ketika garis-garis wajah itu dibuat tegas.

Bahkan tak jarang membuat tampilan sebelum dan sesudah makeup sangat berbeda alias bikin pangling. Pengaplikasian kontur di garis wajah dengan tepat bisa membuat hasil akhir makeup mengesankan. Begitu kesannya menurutku.

Tapi, aku sendiri tidak terlalu percaya diri untuk mengaplikasikannya di seluruh garis wajahku. Pengaplikasian kontur paling standar yang kulakukan adalah di bagian tulang hidung.
Should I try it this time?

Sedangkan make up mata, adalah sesuatu yang hingga saat ini masih menjadi PR besar.
Bentuk mataku yang asimetris; yang satu lumayan terbuka dengan garis kelopaknya, tapi yang satunya tanpa garis kelopak dan cenderung lebih slanted.
Keadaannya ini membuat pengaplikasian makeup mata lebih tricky. Aku belum menemukan makeup mata yang seperti apa yang kurasa cocok.
Jadi, sepanjang waktu ini lebih ke trial and error. Padahal, aku sangat penasaran dan ingin sekali mencoba make up mata smokey. Can I?

Nah, dalam rangka memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) ini, aku akan mencoba sesuatu yang baru. Semoga tidak menjadi bulan-bulanan karena hasilnya yang 'yaaaah... begitulah' LOL
Karena MAKE UP ADALAH HAK KAMI!!!

Yeayyy!!!

Misi:
1. Menegaskan garis wajah dengan mengaplikasikan kontur
2. Membuat make up smokey eyes

Wish me luck!


STEP BY STEP MAKEUP APPLICATION
Tahapan pengaplikasian makeup-ku kali ini sama seperti biasa. Diawali dengan skincare sebelum pengaplikasian makeup. Berikut tahapannya:

💜SKINCARE
Skincare ini penting sekali bagiku. Karena kalau ingat riwayat kulitku sebelumnya, aku tidak mau melewatkan tahapan penting ini.

Sebelum berkreasi dan asyik menggambar di wajah, aku membersihkannya terlebih dahulu. Pertama, aku cuci muka dan mengaplikasikan toner setelahnya. Skincare yang kupakai adalah rangkaian daily set Jafra untuk jenis kulit kombinasi berminyakku.

💜💜PRIMER
Setelah skincare wajib itu, aku menggunakan Make Over Hydration Serum sebagai Primer. Cukup sekali pump dan kuratakn ke seluruh permukaan wajah sambil ditepuk-tepuk setelahnya.

💜💜💜FOUNDATION + SET BEDAK
Ketika primer telah meresap, saatnya menggunakan foundation. Sebenarnya riwayat perjalanan kulitku menyikan beberapa scars berbentuk bopeng yang lumayan dalam. Ada yang bekas jerawat dulu, ada juga bekas cacar yang kudapat saat SMP. Bagian ini masih menjadi PR.

Foundation tak bisa serta merta menghalaunya. Walaupun menyisakan lubang bopeng yang agak dalam, untungnya kecil saja alias tak melebar. Jadi, masih aman setelah pengaplikasian foundation. Aku menggunakan Wardah Exluive Liquid Foundation Shade 03 (Sandy Beige).
Sebenarnya foundation ini agak sedikit gelap untuk tone kulitku. Aku sengaja menggunakannya karena ingin membuat kesan tegas di wajah saat full countour nanti.

Selain liquid foundation wardah, aku juga menggunakan PIXY BB Cream Bright Fix yang agak lebih terang dibanding wardah tadi sebagai concealer di bawah mata, dagu, dan bagian tengah dahi.
Baik foundie maupun concealernya kubaurkan dengan menggunakan brush agar hasil covernya bisa merata menutupi scars tadi. Menggunakan brush juga memudahkanku untuk build up coverage-nya tanpa takut terlalu tebal hasilnya.
Selesai meratakan foundie, aku pun membubuhkan bedak untuk membuatnya set di wajah. Bedak yang kupakai adalah PIXY UV Whitening Two Way Cake Cover Smooth Shade 04 (Natural Peach). Pengaplikasiannya sangat tipis menggunakan kabuki brush.

💜💜💜💜EYE MAKEUP + ALIS
Selanjutnya, aku beralih ke makeup mata. Ini yang lumayan menghabiskan waktu. Karena membuat smokey eyes look dengan modal berani nekad ini cukup challenging.
Aku mengaplikasikan Automatic Eyeliner Skincare Makeup CARING by BIOKOS di seluruh kelopak mata.

Literally, seluruh permukaan kelopak. Lalu kubaurkan dengan brush dan membubuhkan PIXY Eye Shadow (05) yang warna terangnya di bagian tengah kelopak. Kubaurkan kembali hingga memberikan warna abu-abu. Bagian bawah mata kuberikan warna coklat dari eye show tadi, juga warna hitam dan dibaurkan kembali.

Masih menggunakan eyeline Caring, aku menegaskan eye line bawah. Untuk line atas, kugunakan liquid liner My Darling karena mudah digunakan untuk pemula sepertiku. Juga cepat kering sehingga tidak takut merusak makeup sebelumnya.

Bentuk eye line atas kubuat sedikit bersayap. Honestly, aku merasa wing eye liner tidak pernah cocok untukku. Tapi kali ini aku ingin mencoba apa yang aku inginkan. *wink

Lanjut dengan white lining di line bawah mata menggunakan PIXY Line & Shadow putih. Juga di bagian sudut dalam mata kububuhkan warna putih ini. Akhirnya bagian akhir untuk make up mata ini adalah maskara.

Well, hampir seluruh rangkaian makeup mata ini sulit bagiku. Maskara salah satunya. Bulu mataku awalnya pendek, tapi aku coba treat dengan Petroleum Jelly dan lumayan membantu. Meskipun begitu tidak bisa serta-merta membuat pekerjaan eye makeup-ku jadi mudah. Tetap saja perjuangan. Hahahaha...

Kujepit dulu bulu matanya, dan kemudian kuaplikasikan Waterproof Mascara dari SILKYGIRL Eye Opener. Beberapa lapis untuk bulu mata atas, dan hanya selapis untuk bulu mata bawah.
Hasilnya mungkin tak terlalu mencolok. Selain karena aku tak menggunakan bulu mata palsu, aku juga kerepotan menggunakan maskara ini. Untung saja eye shadow gelap untuk mata tadi sedikit membantu.

Harusnya kalau aku ada stok bulu mata yang dramatis, akan lebih memuaskan kehendakku. Tak apalah! Untuk percobaan pertama, hasil ini sudah cukup mewakili tampilan smokey eyes yang kuinginkan.

Kemudian untuk alis, masih jadi kesukaanku pensil alisnya SULAMIT yang brown. Garis alisnya hanya mengikuti bentuk alisku saja. Seperti biasa aku membuat bingkai dari ujung alis ke depan. Lalu mengisi warnanya hingga setengah saja. Disikat dengan sikat alis menuju bagian luar agar tercipta gradasi dan tidak membuat alis jadi kaku berbentuk kotak simetris.

💜💜💜💜💜CONTOUR
Ini dia bagian lain yang menjadi misi kali ini!
Saya memulai dengan kontur tulang pipi, dilanjutkan ke dahi dan rahang, lalu sedikit di garis dagu juga hidung pastinya.

Menggunakan PIXY Highlight & Shading Perfecting Face Shape, bagian tulang pelipis, puncak hidung, dan atas bibir juga kuberi highlight untuk mendukung kontur tadi.

Kontur dan highlight dari PIXY ini bentuknya powder, jadi sangat mudah dibaurkan menggunakan kuas agak besar. Untuk shade konturnya aku suka. Warnanya pas dan sangat pigmented. Jadi, pakai sedikit sudah bagus hasilnya. Tapi, untuk highlight-nya kurang cetar. Perlu beberapa kali aplikasi barulah nampak shining.^^

💜💜💜💜💜💜LIPSTICK
Saat mengalikasikan primer di awal tadi, aku telah membubuhkan NIVEA lip butter aroma raspberry rose di bibir. Karena dari awal aku berencana akan menggunakan matte lipstick. Hasilnya akan lebih bagus saat bibir sudah lembab menurutku.

Untuk tampilan dengan kesan tegas ini, aku menggunakan Me Now Kiss Proof Matte Lipstick no.12 full di permukaan bibir. Agar hasilnya bold, karena shade Me Now yang ini warnanya coklat bibir (ah, gimana penjelasannya ini? LOL). Intinya hasilnya akan mendukung final look nanti menurutku. Let's see!

💜💜💜💜💜💜💜MAKEUP SPRAY
Biasanya aku pakai spray ini agar hasilnya tahan lama. Tapi, kali ini aku skip.
So, tidak ada makeup spray yang kugunakan untuk look ini.


Tadaaaaaa!!!
Inilah hasil akhir makeup yang selama ini sangat ingin kucoba.

Kesan tegas dan dewasa yang ingin kutampilkan ini kira-kira tersampaikan tidak ya?



Aku menggunakan jilbab paris warna merah agar kontras dengan eye makeup-ku. Ditambah dengan aksesoris di atasnya berupa rangkaian manik-manik berwarna silver dan biru.
Ini sebenarnya adalah belt. Hehehehe...

Tadinya aku hendak menggunakan bros bunga tepat di dahi.
Tapi kesannya kok jadi manis ala artis Indiahe, kan aku inginnya kesan tegas.^^
Akhirnya, belt ini jadi pilihan!

Bagaimana menurutmu?
Tercapaikah kedua misiku soal percobaan kontur dan smokey eyes itu?
Apakah konsep tampil tegas dan dewasa tercermin di hasil akhir makeup ini?

Hehehehe...
Please kindly share your opinion in the comment column below! *kiss

Terima kasih sudah mampir membaca yaaaa...
Teman-teman juga bisa ikut berkreasi menyalurkan hobi dan ikut beragam kolaborasi makeup bersama Beautiesquad loh! Cuss, kepoin akun sosial media BS agar tak ketinggalan info kece lainnya.

Lihat juga hasil makeup Sani untuk kolaborasi bulan ini ya.
Keren kan hasilnya?


Lihat juga kolaborasi teman BS lainnya di akun sosial media Beautiesquad.
Ini dia kolase fotonya!



Kamis, Desember 07, 2017

Mengenal HIV-AIDS Lebih Jauh #SayaBeraniSayaSehat



Assalamualaikum, Teman-teman.
Selamat Hari Kamis! Semangat jadi produktif dari hari ke hari yaaaa...

Setelah kemarin memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) yang jatuh pada tanggal 10 Desember dengan ikut Makeup Collaboration Beautiesquad, saya juga mau berbagi salah satu hari peringatan penting di bulan ini.

Tahukah teman sekalian bahwa tiap tanggal 1 Desember adalah peringatan Hari AIDS Sedunia? Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyelenggarakan sebuah kegiatan "Temu Blogger Kesehatan" dalam rangka memperingatinya. Salah satunya diselenggarakan di kota Palembang pada hari Senin, 4 Desember 2017. Acara ini diadakan di The Excelton Hotel lantai 2.

Beruntung sekali saya berkesempatan hadir memenuhi undangan ini. Ada banyak informasi penting yang membuka cakrawala pemikiran tentang apa itu HIV-AIDS.

Ternyata HIV dan AIDS itu adalah dua hal yang berbeda namun ada kaitan satu sama lain. Nanti kita bahas soal ini ya...



Setelah mendapat undangan via email beberapa hari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan diri. Menurut informasi yang diperoleh dari teman blogger Palembang, salah satu rangkaian acaranya ada Creative Writing. Selain berniat tahu lebih banyak tentang info kesehatan terkait HIV-AIDS, materi Creative Writing ini memberikan daya tarik tersediri bagiku yang juga ingin belajar banyak tentang menulis.

Persiapan dan rencana keberangkatan sudah disiapkan. Ijin suami dan ibunda pun sudah dikantongi. Maklum, sebagai bumil dengan usia kehamilan (uk) yang mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) tapi masih suka bepergian ini membuat keluarga geleng-geleng. Apalagi ini adalah calon anak pertamaku, dan cucu pertama bagi keluargaku. LOL

Berhubung Ayah dan adikku juga menulis di blogger dan mendapat undangan, jadilah kami berangkat bertiga hari itu.

Pukul 4.00 WIB ayah membangunkan kami untuk bersiap. Bagi para pembaca blog ini pasti sudah tahu bahwa aku adalah blogger Palembang coret. Dari tempat tinggalku ke kota Palembang membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk perjalanan ideal tanpa hambatan. Lain cerita kalau hari sedang tak bersahabat, 5 jam perjalanan bisa jadi waktu minimal yang akan kami tempuh. Bisa lebih lama? Bisa. Pernah beberapa kali kami terjebak macet berpuluh jam (hingga dini hari) lantaran beberapa truk batubara/kayu yang rusak di tengah jalan.

Well, let's say we are preparing our best to arrive on time to the venue of the day!

Walaupun bangun pukul 4, kami bertolak ke Palembang tepatnya pukul 5.30 WIB setelah sholat subuh dan sarapan terlebih dahulu. Ibuku juga membekali kami dengan 3 kotak nasi untuk berjaga jika lapar di jalan nanti.



Hahaha.. Ibu tahu sekali bumil cepat lapar. Sementara adikku memang belum makan karena bukan kebiasaannya makan terlalu pagi. Jadi, kotak nasi bekalnya dimakan ketika kami sudah setengah perjalanan ke Palembang.

Alhamdulillah perjalan pagi itu aman dan lancar. Tak ada macet bahkan kami bisa tiba lebih cepat daripada perkiraan waktu ideal.

Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di The Excelton Hotel. Beberapa teman blogger Palembang pun sudah tiba. Ada Mbak Diba, Fikri, dan Mbak Wawa yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk mengordiniir kami. *love

Kami berkumpul di lobby hotel dan naik ke lantai 2 bersama. Di depan ruangan acara sudah tampak meja yang menyediakan layanan tes HIV-AIDS secara cuma-cuma, juga banner acara yang langsung menjadi background kami berfoto.

Mumpung kumpul kan yaaa??? Foto dulu lah kita!^^



Ada juga meja lainnya untuk absen/registrasi undangan. Kami berbaris rapi mengisi daftar hadir dan kemudian mendapatkan kaos keren tentang kampanye peduli HIV-AIDS dan pencegahannya. Dengan suka cita kami pun mengenakannya. Sembari menunggu acara dimulai, saya dan teman lainnya ikut pula berbaris ikut tes HIV-AIDS yang disediakan panitia acara ini.



Petugas kesehatan yang berasal dari Puskesmas Sungai Baung Kota Palembang ini begitu cekatan memberikan konsultasi terkait HIV-AIDS kepada kami. Ada beberapa kuesioner pelayanan konsultasi yang diisi berikut surat kesediaan menjalani tes yang hasilnya bersifat rahasia itu. Kami hanya perlu menunjukan kartu identitas dan pelayanan pun diberikan.



Tadinya kupikir tes HIV-AIDS itu akan seperti tes narkoba yang dilihat dari air seni.
Hahaha... Saya betul-betul awam soal ini.

Ternyata tesnya melalui darah. Prosesnya seperti tes golongan darah itu loh. Jari kita dilukai sedikit dengan alat seperti pena berjarum, kemudian darahnya ditampung di media tes khusus untuk mengetahui adakah HIV. Seperti test pack yang ada indikator positif (+) dan negatif (-) itu.



Menurut ibu dokter yang mengetesku, hasilnya dapat diketahui jauh lebih cepat daripada test pack. Hanya butuh kurang lebih 5 menit saja nanti kami akan segera tahu hasilnya.
Bismillah! Semoga hasilnya sehat ya... (Jujur penasaran nih. Hehehe...)

Seperti yang diagendakan, acara pun dimulai. Para undangan berdiri untuk mengikuti senam bersama.
Setelahnya pemandu acara mengajak kami bermain online game tanya-jawab tentang HIV-AIDS.



Acara berlangsung meriah dan bersemangat. Sukses ice breaking, acara inti temu blogger kesehatan ini pun dimulai. Dilanjutkan dengan sharing materi tentang HIV-AIDS yang disampaikan oleh 3 orang narasumber yaitu materi tentang:

  1. Epidemi HIV/AIDS di Prov Sumatera Selatan oleh Kabag P2P Dinkes Prov Sumsel, Feri Yanuar, SKM, MKes
  2. Kebijakan nasional program HIV/AIDS dan Infeksi menular Seksual oleh dr. Endang Budi Hastuti, Kasubdit HIV AIDS
  3. Kenali penyakit perilaku dan hidup sehat dg GERMAS oleh Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Indra Rizon, SKM M.Kes
Dimoderatori oleh Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI, drg Widyawati, MKes




Apa Bedanya HIV dan AIDS?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.
Jadi, HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Setelah terjangkit virus tadi (HIV), kekebalan (daya imun) tubuh menurun dan menunjukan gejala-gejala akibat infeksi dari HIV. AIDS adalah dampak paling berat dari terinfeksinya virus HIV. Bisa dikatakan bahwa terinfeksi HIV belum tentu membuat orang terkena AIDS. Karena selama virus tersebut ditekan jumlahnya, peluangnya untuk menggerogoti sistem imun pun dapat diminimalisir.

Jadi, jika ditemukan adanya virus HIV kita bisa cegah pengembangbiakannya dengan terapi ARV. Artinya mengonsumsi ARV ini agar virus tak sempat berkembang biak. Sudah terbayang? HIV bukan akhir dunia dan teman yang mendapati virus ini di tubuhnya perlu kita support agar segera melakukan terapi ini.



HOAX Seputar HIV-AIDS

Tahukah kamu bahwa penyebaran virus ini sering kali dibalut berita HOAX?
Pernah dengar tentang tusuk gigi yang katanya bekas dipakai seseorang dengan HIV/AIDS dapat menularkan virus tersebut? Tentang bersentuhan yang juga menjadi penyebab menularnya HIV/AIDS? Atau tentang nyamuk yang menggigit sesorang dengan HIV kemudian hinggap dan menggigit yang sehat lalu virus tertular?

Guys, Itu berita HOAX alias tidak benar!!!

Tidak mudah untuk HIV bertahan di luar tubuh. Jadi kemungkinan untuk menular seperti berita hoax di atas itu tentu saja salah. Buruknya, malah memberikan pandangan negatif kepada teman yang terjangkit HIV itu. Alih-alih memberi dukungan kepada mereka, kita malah jadi menjauhinya karena berita hoax itu kan?

Jadi, baiknya kita tahu apa info yang bernar tentang itu.






Tentang ODHA

Ternyata ada banyak sekali hoax alias info yang salah tentang HIV AIDS. Tahukah kamu bahwa teman kita yang terjangkit HIV akan lebih senang jika disapa dengan sebutan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)  daripada penderita HIV? Ya, karena pada dasarnya kata penderita cenderung berisi energi negatif. ODHA dan kita semua tentu lebih senang jika mendapat dukungan bukan? Daripada menyematkan kata 'menderita' itu akan lebih baik jika dukungan yang diberikan. Toh, ternyata ada banyak teman ODHA kita yang berhasil bangkit untuk tetap menjalani hidup normal bahkan berprestasi dan menginspirasi.



Dalam kesempatan ini, para blogger Palembang yang hadir berkenalan dengan teman ODHA. Salah satunya adalah blogger kece asal kota kembang, Bandung. Namanya Teh Ayu Oktariani. Teh Ayu menceritakan tentang pengalaman hidupnya terkait HIV-AIDS. Dimulai dengan informasi darinya bahwa kebanyakan ODHA berlatar belakang Ibu Rumah Tangga yang notabene hidupnya telah memiliki pasangan sah, dan jauh dari hingar bingar kehidupan ala dunia malam yang sering kita dengar jika berhubungan dengan AIDS.

Ternyata, memiliki pasangan sah dan hidup sehat saja tidak cukup. Ada ibu rumah tangga yang terjangkit lantaran latar belakang pasangannya yang ternyata jauh sebelum menikah dengannya telah terjangkit. Well, dari sini kita bisa belajar tentang pentingnya mengetahui latar belakang calon pasangan kita. Demi kepentingan bersama, jangan takut untuk sama-sama mengecek keadaan diri. Berani untuk mengetes kesehatan bersama, sehingga tahu keadaan kesehatan kita. Selanjutnya kita bisa menentukan apakah diperlukan terapi/treatment dan langkah pencegahan lainnya.



Ingat TOP yaaaaa!!!



Tes HIV
Obati
Pertahankan/ Pengobatan

Sabtu, Desember 02, 2017

Review Kafe Papi Frank di Prabumulih



Assalamualaikum, Teman- teman.
Aku mau sharing tentang tempat jajan dan nyantai yang nyaman banget di Kota Prabumulih.

Prabumulih adalah salah satu kota administratif di daerah Sumatera Selatan. Kalo dari Palembang butuh waktu 2,5 - 3 jam ke sana (di luar macet). Dari Palembang ke Prabumulih, kamu bakal ngelewatin kampungku. Bilang- bilang ya kalo mau ke Prabu, biar bisa mampir 😉

Prabu, begitu kami sering menyebutnya, adalah kota kecil yang ramai. Dibanding ibu kota kabupaten kampungku, Muara Enim, menurutku Prabu ini lebih maju.

Baca juga: Angkringan COD Tempat Nongkrong di Muara Enim

Fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit aja ada 4. Belum lagi klinik yang bertebaran. Di Prabu ini juga sedang dibangun Mall. Namanya Citimall, sama seperti di kota Lahat. Di Muara Enim mah nggak ada nggak tau bakal ada atau nggak.

Di sana juga ada outlet KFC loh. Gede lagi! Di mataku, kalo suatu tempat di Indonesia ada KFcnya berarti rame. Secara masyarakat kita kan akrab banget sama ayam goreng itu. Hohohoho...

Belum lagi pasar tradisional Prabumulih yang mulai dirapikan.  Ditata sedemikian rupa dengan desain los pasar yang ada jembatan penyeberangan dengan aksesoris patung nanas, ikon kota.

Bahkan kafe serta tempat nongkrong tematik yang mulai marak. Sebut saja tempat ngopi dan tempat makan santai yang instagramable.

Salah satunya ada Papi Frank.
Sebuah kafe yang membidik kawula muda Kota Prabumulih. Lokasinya dekat balai kota, relation di sisi kiri jalan kalo dari arah Palembang.

Waktu aku masih di pulau seberang, adekku kirim foto saat sedang jajan di sana. Tempatnya terlihat nyaman dan cantik.



Benar saja, saat aku ke sana tempatnya oke. Ada beberapa ruko yang disinyalir satu manajemen. Paling ujung ada salon dan tempat cuci mobil. Ruko kedua ada tempat yang kulihat tampaknya arena bermain anak dengan tema Barbie. Dan paling ujung ialah ruko yang ditempati Papi Frank.



Rukonya lebih besar. Mungkin gabungan 2- 3 pintu. Di bagian luar ada meja payung untuk pelanggan yang merokok nampaknya. Juga di lantai atas yang tangganya dari luar sebagai area makan terbuka.



Dengan animo para pemilik akun sosmed yang ingin memberikan "kepuasan" pada pengikutnya. Postingan akun yang berbasis foto seperti IG dan Pinterest tentulah menuntut tampilan apik, cantik, nan ciamik. *Pemborosan kata. Redundant! 😅

Akhirnya, tempat makan pun menyediakan ruang pengaktualisasian diri ini melalui tema- tema di pondokannya.

Ada kafe dengan tema retro, shabby yang imut- imut, warna pastel yang menenangkan, kebun, komik, super hero, dan lain sebagainya. Dengan memberikan tema berbeda untuk tampilan tempat makannya, para pebisnis ini memiliki poin plus, diantaranya:

Menjadi pusat perhatian. Tempat baru dengan tampilan yang unyu pastinya bakal membuat orang penasaran. Selain karena rasa ingin tahu, tema- tema tersebut bisa jadi materi untuk postingan di akun sosmed. Kalo sudah masuk sosmed, tampilan kafe yang lucu, menarik, trus di geo-tag lokasinya, kan jadi sounding!

Boom!
Inilah targetnya.

Kalo diposting di feed para influencer atau selebgram? Kebayang dong hemat berapa duit buat anggaran promosi? 👍👍👍


Masuk ke dalam kita langsung disambut kasir. Hihihi...

Saat pertama kali masuk  rasanya nyaman. Mungkin karena masih pagi siang dan belum banyak yang mampir. Kami masih merasakan udara segar tanpa asap rokok. Ruangannya juga bersih.

Sekarang banyak tempat makan sekalian tempat nongkrong yang kekinian ya?^^

Kalau dulu, tempat makan itu yang penting ada menu enak, meja dan kursi pastinya, dan lokasi strategis.


Gampangnya, tempat makan itu bakal rame kalo menunya enak, ditambah dengan lokasinya yang dekat pusat keramaian. Entah itu di dalam dan sekitaran mall, dekat sekolah ataupun kampus, bahkan di pinggir jalan yang mudak di akses.

Sekarang?
Standar menariknya suatu tempat nongkrong or makan juga bertambah lantaran maraknya pengguna media sosial alias Social Media (sosmed).

Sebut aja Instagram (IG), Facebook (Fb), Pinterest, Twitter, Path, dan banyak lagi lainnya. Hampir semua media sosial itu telah memfasilitasi penggunanya dengan fitur geo-tagging. Itu loooh yang buat check-in info kalo kita lagi di mana--- dengan siapa--- sekarang berbuat apa--- 🎤🎵🎶

Ups!
Malah nyanyi deh! 😁

Tapi beneran deh! Media sosial itu beneran kaya jadi ajang woro- woro. Dengan geo-taggingnya kita bisa tau si anu lagi makan di kafe itu tuh. Trus langsung klik aja nanti langsung diarahkan ke aplikasi peta di ponsel pintar masing- masing.

Daebaaaak!

Trus juga lagi apa, lagi merasa apa, ada semua tuh di Facebook (Fb). Aku paling suka pake fitur yg "feeling" di Fb itu. Seperti menambah makna pada postingan kita. Soalnya suka ada yang baper terus merasa tersindir biasanya. Padahal ga maksud.
Nah, fitur feeling ini menambah info kalimat yang diterbitkan kalo menurutku.

Makanya aku sendiri suka nulis feeling kalo lagi komentar postingan Fb, IG, dan lainnya dengan caraku. Begini misalnya:

"Oh My! Itu bajunya bagus banget. Belinya di mana nih? *love "

Hehehehe...
Soalnya ga ada fitur feeling kaya di Fb sih. Jadi ya tulis aja buat mengekspresikan diri. ^^

Kembali ke the Power of Social Media, para pelakon bisnis tentu tak mau menyia-nyiakan peluang yang ada dong.

Ada beberapa bagian dengan tema-tema khusus di bagian dalam kafe ini. Ada sofa dan meja besar yang cocok sekali buat rombongan, ada meja dengan kursi tinggi, juga lesehan.

Bagian mini bar juga diperlihatkan.
Jadi pelanggan bisa melihat ketika minuman atau makananya dibuat.



Buat penyuka tema shabby atau pastel berbunga-bunga ada juga nih! Temanya dapur rumahan dengan wallpaper bunga pink pastel. Lengkap beserta ornamen dapur dan chandelier unyu.


Tematik kafe ini memang harus dipikirkan konsepnya. Agar ga cepet basi dan membuat bosan. Tentu saja kualitas menu adalah yang utama. Rasa yang enak dan membuat orang jatuh cinta lah yang membuat pembeli mau repot- repot kembali lagi. Walaupun dengan keadaan tempat yang biasa saja.

Punya tempat jajan langganan yang makanannya ngangenin karena enak banget? Tapi tempatnya biasa aja, bahkan pinggir jalan pake gerobak dorong doang?

Pasti punya kan?
Memang rasa ga pernah bohong. *lha, kok kaya tagline "itu" ya? LOL

Jumat, Desember 01, 2017

Halo, Desember! Kunanti Kado TerindahMU



Selamat datang, Desember!

Aku deg-degan.
Hari ini tanggal 1 Desember, hari Jum'at dan libur.
Kalau biasanya pagi-pagi ibu sudah pamit berangkat ngajar, hari ini tidak.

Beliau memanggil kami untuk sarapan kue gunjing buatannya. Pada tau kue gunjing ga?
Mirip apem teksturnya tapi rasanya berbeda. Khas tanah kelahiranku, tanah penghasil kopi arabika, Semendo. Pernah coba kopinya? Biasanya aku bawa ini sebagai oleh-oleh untuk teman atau guruku di tanah Jawa sana.

Kami penikmat kopi memang.
Ups! Terlalu jauh melebar ke kopi. Kita bahas dulu kue gunjing tadi.

Yup!
Kue gunjing buatan ibuku memang juara.
Lembut, manis, gemuk (kelapa). Enaklah jadi teman teh!

Cara membuat kue gunjing khas semendo enak
Kue gunjing buatan ibuku

Kue buatan ibuku sudah berinovasi dari segi tampilannya.
Kalian tau kue pukis? atau kue cubit yang bentuknya setengah lingkaran itu?
Nah, bentuk kue gunjing yang asli sama persis seperti itu. Cetakannya sama menurutku, hanya sedikit lebih besar. Buatan ibuku pagi ini berbeda. Beberapa hari sebelumnya ibu beli cetakan baru. Bentuknya beragam. Ada bentuk hati, bintang, bunga, segitiga, dan segi lima. Menarik kan?

Hari libur ini bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.
Lumayan quality time selain hari Minggu.

Kutebak jalanan ke Puncak dan ke Lembang padat merayap hari ini..
Pemandangan jalan yang padat ke atas sana biasa tersaji saat kami keluar beli sesuatu untuk sarapan dulu. Harpitnas alias Hari Kejepit Nasional katanya. Libur Jum'at berarti hitungannya 3 hari hingga Minggu. Tentu banyak yang tak mau menyiakannya toh? Hatiku tiba-tiba mengingat kota kembang.

Oh, Desember!


Hari libur ini ibu sudah punya agenda yang direncanakan sejak kemarin sore.
hendak ke pasar katanya kemarin. Putri, adikku akan ikut.

Aku? Tinggal.

Karena memang menurut ibu aku baiknya tak banyak bepergian (lagi). Walaupun terkadang aku merayu-rayu untuk dibolehkan pergi, kali ini tidak. Ke pasar mengajakku bukan ide yang bagus. Bisa dibayangkan aku hanya akan duduk menunggu di mobil dan itu membosankan. Jangan harap aku bisa membantu angkat-angkat. Walaupun aku mau, tentu tak dibolehkan. 😂

Lagi pula pasarnya dekat saja.
Kalau ke Palembang aku mau. Sekalian main. Ehehheehhee...

( Baca: Hamil 37 weeks Pergi Main Ke Palembang )

Akhirnya aku tinggal sementara Ayah, Ibu, dan Putri pergi ke pasar.
Setelah sarapan kue gunjing dan minum teh hangat aku melihat sekeliling.
Apa yang bisa aku lakukan?

Mulai dengan membereskan meja sisa sarapan tadi lalu mengelapnya.
Hendak kucuci piring kotor, ada nenekku yang melarang.

Well, ini yang dinamakan perlakuan istimewa selama hamil.
Terkadang aku senyum-senyum sendiri, tapi tak menyiakan kesempatan juga.
Aku cuma membantu hal-hal kecil yang menurut mereka wajar saja. Atau asyik menyiapkan perlengkapan baby.

( Baca: Menyiapkan Perlengkapan Bayi )



Kata teman-teman yang sudah berpengalaman: Nikmati saja.
Nanti setelahnya akan banyak waktu terjaga dan sibuk dengan berbagai pekerjaan.
Sekarang saatnya santai simpan tenaga untuk persalinan. Begitu kata beberapa temanku.

Okelah!
Kita nikmati dulu masa ini. Siapa tahu sebentar lagi akan rindu dengan perlakuan istimewa ini.

Setelah membantu beres-beres ringan, aku keluar rumah dan berjalan-jalan di jalan aspal.
Lumayan terapi kaki dan katanya memang baiknya jadi agenda rutin.

Sayang, aku kadang terlewat momen pagi yang sejuk seperti hari ini dan lebih memilih exercise menggunakan bola senam. Mudah dan menyenangkan.

Kuambil bolanya, sambil duduk mengetik dan melakukan gerakan senam hamil.
Aku bisa berolah raga sambil menulis deh!

( Baca: Menulis Sebagai Terapi )

Setelah 15 menit berjalan mondar-mandir di depan rumah, aku kembali ke kamar dan membereskannya. Selesai satu bagian!

Oh, sudah Desember!
Aku deg-degan.

Menurut dokter, tanggal 19 atau 20 bulan ini adalah HPL-ku.
Tapi tak menutup kemungkinan lebih cepat dan sebaliknya. Bu dokterku bilang, kalaupun baby mau keluar sekarang tak apa. Sudah cukup bulan katanya. Ditambah lagi, berat badan baby sudah hampir 'kegedean'. Keluar sekarang ya bagus, begitu katanya.

Aku sih berdoa agar baby sehat, persalinan lancar dan selamat.
Kapanpun itu, aku akan menunggu dengan usaha-usaha juga pastinya agar baby mudah keluar.
Contohnya exercise mudah tadi. Mau lebih cepat atau lebih lambat, kuserahkan padaNYA.

Aku deg-degan.

Karena ini pengalaman pertama juga.
Beberapa hari yang lalu ibu bertanya, "Sudah ngeraso sakit, Ci?"

Aku cengar-cengir sambil jawab,"Sakit yang kayak mano? Kalo pas tidur ya sakit ngadep kanan atau kiri. Hehehhe..."


Itu memang jawaban jujurku.
Aku bingung karena memang tak tahu sensasi sakit yang dimaksud.
Pernah kubaca-baca, katanya seperti mulas mau BAB. Ada lagi yang menuliskan rasanya seperti nyeri haid yang superrrrrr nyeri. Ada kiasan yang bilang: seperti putus urat 1000. Hiyyyyy!!!

Aku deg-degan tapi tak sabar juga ingin bertemu baby, kadoku.

Yang kurasakan mungkin bukan sakit.
Menurutku itu LINU.


Apa itu yang dimaksud??? Hahahaha...
I have no idea!

Bagian ini juga akan sebisa mungkin kunikmati saja.
Mana tahu nanti akan segera rindu rasanya linu itu.



Setelah ke pasar dan memasak menu untuk makan siang, Ibu, Ayah, dan Nenek berencana pergi ke Inderalaya. Hendak melihat rumahnya yang selesai dikontrak. Mau dibersihkan, kata Ayah.

Aku tinggal di rumah bersama Putri dan Arif, keponakanku.

Sembari menata hati yang penuh suka cita plus deg-degan, aku mencari-cari kegiatan.


Ah, aku mau melihat lagi isi hospital bag!
Barangkali ada yang belum kumasukkan.

FYI, hospital bag ini sudah disiapkan ibuku sejak bulan Oktober lalu.
Alasannya karena aku sering bepergian. Jadi, tas itu selalu dibawa kemana-mana.
Termasuk saat aku pergi ke acara blog di Palembang kemarin. Hehehe...


Di kamar tempat tas itu disimpan, aku mulai mencocokan kembali isi dan daftar barang bawaan.
Ada yang kurang! Aku belum memasukkan toiletries dan kaos kaki.
Baju suami juga belum masuk.

Aku pun mulai sibuk menyortir dan menyusun lagi.
Kegiatan seperti ini, yang ringan tapi bisa membuatku fokus dan sibuk sendiri menjadi hiburan juga loh. Kadang rasanya jenuh cuma diam di rumah saja. Maklum, jiwa petualang! LOL

Aku membereskan tas itu dan juga memilah baju-baju baby yang belum kucuci.
Tak terasa hari sudah siang. Arif sudah pulang dari masjid.
Ternyata sudah jam setengah satu.

Pantas juga kurasa lapar.

Aih, Desember!
Aku jadi salah tingkah.

Aku deg-degan dan cari-cari kesibukan.
Lucunya suasana hati ini 💦💦💦

Pasti benar nanti akan kurindukan suasana dan sensasinya.


Halo, Desember!
Kunanti kado terindahMU!



#MaternityLog

Kamis, November 30, 2017

Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya

Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya


Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya- Assalamualaikum, Teman semua!
Saya ingin berbagi pandangan pribadi sesuai judul postingan saya kali ini.

Dunia maya adalah sebutan lain untuk suatu lingkungan yang terjalin komunikasi baik satu maupun dua arah tanpa harus bertemu fisik. Itu yang kutangkap. Untuk pengertian yang lebih baku, saya mengutip wikipedia:

"Dunia maya (cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung)."

Dunia maya atau yang biasa disingkat menjadi 'dumay' bukanlah hal yang asing di kalangan masyarakat. Baik laki- laki maupun perempuan, tua atau muda, dan dari berbagai kalangan. Meminjam istilah kekinian: Anak zaman now sudah ga gaptek lagi.

Begitu pula dengan kaum hawanya. Tak ada perlakuan berbeda saat memasuki dunia maya. Semua orang bisa dan boleh saja ikut terlibat dan melibatkan diri di sini. Wanita muslim (muslimah) tak ketinggalan jua. Saya salah satunya.

Seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa dunia maya tidak membatasi siapa saja yang mau menjajaki dan terlibat di dalamnya.

Sejak di tingkat SMA saya mengenal dunia maya. Dimulai dengan mesin penelusuran mbah gugel yang menjadi sahabat saat membuat tugas praktikum dan pekerjaan rumah lainnya. Interaksi masih satu arah: saya mencari bahan materi pelajaran dan internet menyediakannya.

Kemudian, saya dikenalkan dengan salah satu situs jejaring yang tenar di masanya kala itu, Friendster (FS). Dari sana mulai terjadi hubungan timbal balik antar akun pengguna. Saya jadi tahu bahwa ada orang lain di sisi sana yang berinteraksi dengan saya tanpa harus bertemu; bahwa tulisan saya juga berpeluang dibaca oleh mereka. Secara tak langsung bibit-bibit eksis sudah tertanam. Akun FS dibuat semenarik mungkin dengan beragam efek dan background demi menarik orang lain.

Apakah hal tersebut salah? Saat itu kurasa semua masih baik-baik saja. Dan memang baik-baik saja. Kemudian ada banyak sekali situs jejring sosial yang kuikuti. Aku bahkan pernah membuat daftar-daftarnya dalam artikel di blog ini. Saat itu saya juga baru mengenal blog. Jangan tanya isinya apa dan punya tujuan/ misi apa dalam menuliskannya.

Lihat saja buktinya di sini: FUN N FLY IN THE WEB

Jangan kaget yaaa saat teman-teman mampir membaca tulisan itu. Isinya ditulis dengan bahas Inggris acakadul 😂 ditambah lagi dengan format bahasa alay (huruf besar dan kecil serta beragam singkatan). Sengaja tak saya hapus, karena tulisan-tulisan itu adalah rekam jejak pertama kali saya mengenal blog.

Sejauh itu, saya menulis untuk kepuasan sendiri. Lantaran memang hobi menulis dan masih jiwa anak muda labil jadilah tulisan pertama yang mengisi blog ini berbentuk demikian. *sorry

Hanya satu yang saya tetap pegang adalah: mengetahui bahwa akan ada orang yang MUNGKIN membaca tulisan ini. Entah satu atau dua, yang jelas saya sadar betul ketika tulisan diterbitkan di internet akan dengan mudah diakses siapapun. Berbekal kesadaran itu saya membatasi diri dengan niat menuliskan hal yang bersifat informasi diselingi tulisan ringan saya seperti lirik-lirik lagu yang saya suka dan puisi. Hehehehe...


Ketika Muslimah Ikut Andil di Dunia Maya 

Semakin hari saya terus belajar tentang dunia maya ini. Sebagai muslimah pun saya mulai memosisikan diri agar dapat terus menekuni hobi menulis ini namun tetap berusaha belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

Sejak mengenal dunia maya saat itu, bisa dikatakan saya cukup melek media. Bersosialita di akun-akun sosial media pun saya lakukan. Saya juga  pernah membuat akun di berbagai platform blog lantaran masih belum terlalu fokus dan paham fungsinya. Beberapa masih bisa diakses dan beberapa lainnya entahlah. Menyapa Kembali Rumah di Wordpress adalah salah satu artikel yang saya tulis di blog platform lain pada tahun 2009. Sama seperti ketika saya mulai menulis di sini. Lucunya, saya baru sadar bahwa saya pernah membuat akun blog di sana. Iseng- iseng pun saya menemukan beberapa blog lain yang tercecer tak bisa diakses lagi. Tak lain tak bukan karena saya sudah lupa kata kunci dan alamat email mana yang dipakai. Hahaha...

Niat hati ingin menghapus tapi apa daya. Biarlah! Biar ia jadi jejak ke-alay-anku pembelajaranku.

Setelah akhirnya makin mengenali dunia maya, saya pun belajar banyak hal. Tak hanya perkara kemungkinan tulisan kita dibaca orang, tapi juga tentang perkara sisi kehidupan kita lainnya yang akan dilihat. Dunia maya saat ini makin beragam sosial medianya. Sebut saja Instagram, Facebook, dan pemain lama seperti twitter, snapchat, dan lain sebagainya.

Semuanya tentu memiliki dua sisi sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an tentang penciptaan yang berpasang-pasangan. Kita bisa memilih untuk melihat dari sisi positif maupun sebaliknya.

Ada poin pokok yang bisa menjadi acuan kita, para muslimah saat ikut andil di dunia maya:

💜 INGAT MANFAAT. Sebenarnya ini berlaku pada semua sendi kehidupan kita. Tak hanya bersosialisasi di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Asas kebermanfaatan itu dapat menjadi pedoman kita saat memutuskan untuk berandil baik saat menulis blog, berinstagram, dan lainnya.

💜💜 INGAT PRASANGKA BAIK. Niat melakukan sesuatu karena ada manfaat sudah dijalankan, namun apakah kita sudah menjalankan perihal prasangka baik? Terkadang ada khilaf yang menyusup. Kita sadar bahwa menerbitkan tulisan A atau postingan B di akun sosial media karena ada tujuan baiknya. Entah itu tuntutan pekerjaan sebagai penulis, influencer, atau lainnya. Niat baik kita ini belum tentu dapat ditangkap atau berterima dengan orang lain. Yang tak mengerti bisa saja 'nyinyir'. Hal itu juga berlaku untuk postingan mereka yang kadang tak tertangkap maksudnya oleh kita.

Untuk itu, kita harus ingat tentang prasangka baik ini. Dengan harapan dan doa semoga orang lain pun memberikan prasangka baik untuk apa yang kita lakukan. Semacam give and take. Kita dulu yang lakukan, maka orang lain mungkin akan berlaku sama. So, jangan serta-merta menilai orang yaaa.... Ingat prasangka baik *wink


Itulah yang perlu kita ingat ketika ikut andil di dunia maya. Mengenai batasan agama, tentu saja sudah jelas untuk diikuti. Perihal muslimah ikut andil di dunia maya, KENAPA TIDAK? Ada banyak sisi positif yang bisa menjadi jalan amal dan dakwah. Ingat manfaat tadi salah satu poin pokoknya. Ngeblog seperti ini contohnya! #eaaaaa

Tetap semangat para muslimah!





#PostinganTematik
#BloggerMuslimahIndonesia


Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia

Selasa, November 28, 2017

Beautiesquad 101 | Ngopi Cantik #3 Edisi Spesial



Assalamualaikum, Teman- teman!
Hari ini aku mau sharing tentang agenda Ngopi Cantik Beautiesquad yang ketiga alias Ngopcan #3. Ini adalah kali kedua aku bergabung dalam kulwap ngopi cantik bareng teman-teman Beautiesquad (BS) loooh...

Baca ceritanya di sini:

TRIK SEO BLOG SUPER GAMPANG | NGOPI CANTIK #2



Aku memang agak ketinggalan kenal BS. Hiks.
Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan???

Buktinya aku ketinggalan agenda NgopCan perdananya dan aku bahkan baru tahu bahwa BS sempat sangat-sangat hits karena kolaborasinya dengan bran Inez yang bikin para beauty enthusiasts lirik-lirik manja. Jujur, saat itu aku bahkan belum kenalan sama BS. Kasiaaaaan...


🌟Kok akhirnya kenal?
Well, karena menulis itu adalah passionku, aku pun mulai berkenalan dengan teman yang satu minat ini. Bergabung dengan grup penulis blog alias blogger, saling mengikuti tulisan masing-masing, termasuk mengikuti akun sosial media satu sama lain. Uniknya, para blogger sangat kooperatif dan semacam ada etika tak tertulis yang tujuannya mendukung satu sama lain. Misalnya, saat aku mem-follow akun sesorang yang kulihat di biodatanya ada tulisan blogger atau tercantumm alamat blognya, maka ia pun akan mem-follow balik alias foll-back akunku. Seru kan?

Bemula dari saling follow akun sosial media dan berkunjung di blog masing-masing, kami pun mulai berinteraksi layaknya teman. Walaupun pada hakikatnya belum pernah bertemu satu sama lain. Ini adalah salah satu alasan kenapa aku betah menulis dan berjejaring sosial. Silaturahmi tanpa batas!


Begitu pula halnya dengan Beautiesquad ini. Aku yang suka eksplore main kuas pun jadi terjembatani. Kadang aku suka menulis tentang pengalaman skincare, beberapa review produk kosmetik, dan sebagainya. Nah, kulihat ada kelompok khusus yang berkumpul membahas ini, yaitu Beautiesquad. Aku pun segera meluncur ke akun media sosialnya, pertama kali aku ikut grup fb nya dan mulai ikut beberapa project bersama.

Rasanya jadi makin semangat karena berkumpul dengan teman-teman yang sehobi. Aku juga belajar banyak tentang hal beauty dari yang awalnya hanya berani untuk sendiri, aku pun akhirnya berani ikut agenda bulanan BS yaitu Makeup Collaboration. Khusus untuk merayakan Beautiesquad First Anniversary ini aku mulai membuka diri untuk tampil percaya diri.


Thanks to Beautiesquad karena mengenalkanku rasa percaya diri! *kiss
Lihat hasil Makeup-ku di sini:

PINKISH BIRTHDAY MAKEUP LOOK: 1 YEAR ANNIVERSARY COLLABORATION BEAUTIESQUAD


Setelah bergabung di grup fb, aku juga mengikuti akun-akun sosial media BS yang lainnya. Tak mau ketinggalan info postingan terbaru teman-teman dan update produk lainnya. BS keren lah!


🌟Di Ngopi Cantik #3 ngomongin apa?
Seperti judul di banner-nya itu, ini adalah edisi spesial ulang tahun pertamanya Beautiesquad. Temanya Beautiesquad 101. Setelah mendaftar untuk ikut agenda ini, tanggal 11 November pun NgopCan #3 diselenggarakan.

Buat yang belum tau, agenda Ngopi Cantik bareng Beautiesquad ini bentuknya kulwap alias Chit-Chat online melalui grup Whatsapp (WA). Bahasannya kali ini adalah All about Beautiesquad. Ini tuh salah satu materi yang ikut kupilih waktu admin IG BS bikin polling di Instastory.

Kenapa?
Simply karena aku memang baru seumur jagung kenal BS dan ingin tahu lebih banyak secara langsung dari para founder dan pengurusnya. Memang sih, saat diterima bergabung di grup fb aku juga udah baca-baca informasi yang tersedia di dokumennya. Tapi, kalo bisa interaksi dengan cara tanya jawab gitu kan lebih afdol. Hehehe...

In short, semua bahasan tentang BS hari itu bikin kami makin semangar berkreasi bersama karena merasa senang ada wadah seperti BS ini. Again, Thank you Beautiesquad!

Ngopi Cantik kali ini pembicaranya adalah Kak Vina.
Aku belum pernah bertemu langsung dengannya, tapi doi orangnya ramah dan informatif menurutku. Aku pernah beberapa kali (atau mungkin berkali-kali ya? LOL) tanya-tanya di sosial media.


Selain memberikan insight tentang Beautiesquad mulai dari visi-misi BS, Kak Vina juga memberitahukan tentang kepengurusan BS yang baru. Congratulation! Doi jadi seksi yang lebih sibuk dari sebelumnya. Hehehe... Semangkaaaaaa!!!


Di atas ini juga susunan kepengurusan BS yang baru. Namanya BS Officer nih!
Mereka semua adalah beauty blogger yang berdedikasi. Beberapa kali aku ikut project bareng BS semuanya tertata rapi bahkan hingga akhir evaluasi. Aku salut banget sama semua officer ini. Thank you, all! *hug

Nah, kalau para founder Beautiesquad, teman-teman BS pasti udah pada kenal kan ya?
Sebenernya aku pribadi udah follow akun sosial media para founder ini sebelum ikutan BS. Setelah tahu bahwa doi- doi kece ini adalah para pendirinya, aku pun ber- ooooooh panjang. KEREN!

Ga apa-apa kali ya aku ngebanggain udah follow duluan. Hahahaha...



🌟Beautiesquad (BS) itu apa?
Jadi, BS itu adalah komunitas yang isinya adalah beauty blogger dari berbagai daerah di Indonesia. BS bertujuan menyatukan para beauty blogger Indonesia untuk belajar dan berkembang bersama. Harapannya bisa jadi salah satu komunitas beauty blogger terbesar di Indonesia. Aaaamin.


🌟Awal terbentuknya gimana?
November 2016, Kak Virly (selaku founder utama) dan kedua founder lainnya, Nisa dan Liana ingin membuat sebuah group chat untuk beauty blogger. Sempat juga di post di group IBB waktu itu. Awalnya didirikan dengan nama Beauties saja, kemudian berganti menjadi Beautiesquad.


🌟Awal penetapannya?
Ditentukanlah tanggal 23 November 2016 sebagai hari jadi BS. Dimana agenda kolaborasi makeup pertama Beautiesquad diadakan. Temanya Smoky Eyes.

Awalnya, BS (singkatan Beautiesquad) menerima semua orang. Baik yang punya blog atau yang tidak, yang sekedar chat atau  mencari teman dan lain-lain. Dan akhirnya pada awal 2017, kepengurusan dibentuk serta memutuskan bahwa semua member harus memiliki blog agar sesuai dengan visi dan misi BS.


🌟Kerjasama pertama BS
Pertama kali, BS bekerjasama dengan brand Inez. Mome ini cukup membuat mata dunia blogger terpusat ke BS saat itu. Banyak yang ingin bergabung dengan BS. Untuk beberapa alasan, akhirnya para pengurus membuat group FB sebagai wadah agar semua Beauty Blogger dapat berkembang bersama. Kemudian, BS mulai gencar bekerjasama dengan brand – brand lain. Tak hanya fokus memberikan kesempatan kepada member inti Whatsapp, tapi juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada member Facebook untuk mendapatkan sponsor.

Kepengurusan BS juga melakukan reshuffle di pertengahan tahun yang kalian tau strukturnya sampai saat ini. Membuat beberapa program seperti Ngopi Cantik, Collab secara kontinyu, dan mengarahkan member Facebook Group agar sesuai standar blogger dan BS sendiri sehingga bisa masuk sebagai member WA inti.

Ada begitu banyak agenda BS  alias proker lainnya. Semuanya dilakukan agar para anggota BS pun dapat berkembang jadi lebih baik lagi.


🌟Jadi apa sih Visi-Misi BS?


Visi :

1. Menjadi pionir beauty micro influencer berkualitas di Indonesia

2. Menjadi wadah berkembang bersama para beauty blogger dan beauty influencer




Misi :

1. Menemukan talent-talent baru dan mengarahkan mereka menjadi beauty blogger yang berkarakter dan bertanggungjawab melalui agenda Ngopi Cantik yang digelar tiap dua bulan


2. Menjadi jembatan antara beauty micro influencer dengan brand


3. Menjadi wadah berkreasi para beauty blogger melalui makeup collab yang rutin digelar tiap bula


4. Menjadi referensi bagi para beauty enthusiasts ketika mencari apapun yang berhubungan dengan beauty melalui website kami (soon).



Well, aku bangga bisa jadi salah satu anggotanya.
Walaupun masih perlu banyak belajar, ada banyak teman yang mendukung untuk maju bersama di sini. Makasih ya, BS!

Happy anniversary!
Semoga makin kece dan oke!
Ada banyak project bareng lagi jugaaaa...

Yippie!

Nah, buat kamu yang mau tau lebih banyak lagi tentang Beautisquad, pastiin kamu pantengin akun sosmednya yaaa...



Kamis, November 23, 2017

Flash Blogging: Asian Games 2018 & Kemajuan Indonesia



...

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

...

Assalamualaikum, Teman- teman.
Masih ingat penggalan bait lagu di atas kan?

Jujur, lagu Tanah Air Beta ciptaan Bapak. Ismail Marzuki ini selalu sukses membuat suasana hati menjadi haru biru. Pun lagu- lagu nasional dan lagu daerah Indonesia lainnya selalu mengingatkanku suasana SD dahulu. Khidmat! Teringat perjuangan bangsa yang akhirnya merdeka dan membuatku berada di sini sekarang bebas menekatn tuts pada keyboard ini.

Pernah membayangkan apa jadinya jika saat ini kita belum merdeka?
Ah, mungkin aku bahkan tidak sedang duduk manis mendengarkan beragam sharing ilmu bermanfaat juga mungkin tak berkesempatan bertemu banyak orang hebat seperti saat ini.

Hari ini, Kamis, 23 November 2017 saya berkesempatan hadir ke acara yang diadakan KOMINFO, yaitu Flash Blogging yang juga merupakan agenda program yang mendukung Event besar Asian Games 2018 nanti. Bertemakan "Asian Games 2018 & Kemajuan Indonesia" para blogger di Kota Palembang berkumpul.



Sekilas Tentang Flash Blogging & SAIK 2017

sumber: IG @fauzan.hero


SAIK merupakan singkatan dari Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik. Acara ini merupakan perubahan dari acara Pekan Informasi Nasional yang dikordinasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO). SAIK 2017 kali ini diadakan di Hotel Novotel Palembang dan di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) untuk kegiatan pamerannya, sejak tanggal 21 s.d. 23 November 2017 (setneg.go.id). Jadi, hari ini adalah rangkaian akhir kegiatan SAIK.

Ada beberapa acara yang berlangsung dalam agenda SAIK 2017 ini. Ada KIM yang mengundang Forum Kelompok Informasi Masyarakat, Flash Blogging yang mengundang para blogger, dan banyak lagi yang lainnya.

Kebetulan hari ini saya datang bersama adik dan ayah saya yang juga hobi menulis di dunia maya. Kami berangkat kurang lebih pk. 06.30 WIB dari Desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang. Menempuh kurang lebih 2,5 jam ke kota Palembang. Sayang sekali kamu harus sedikit terlambat tiba di venue acara lantaran jalanan yang padat oleh mobil truk batubara dan pengangkut kayu tadi pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB kami pun akhirnya tiba.

Saya sedikit kesulitan mencari ruang yang dipakai untuk acara Flash Blogging ini karena memang di foto rundown acara dari teman tidak dituliskan nama ruangannya. Sempat naik ke lantai 2 Novotel dan mengantri masuk untuk agenda acara KIM. Hahhahaha... Saya salah tempat.

Untunglah Mbak Nina (bonadapa.com), teman bloggerku menghubungi dan berbaik hati menjemput kami di dekat tangga turun. Terima kasih Mbak Nina sayang...


Rangkaian Acara
Acara setelah para blogger berkumpul dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan Selamat datang  yang disampaikan oleh Kadiskominfo Provinsi Sumatera Selatan. Alhamdulillah berkesempatan hadir pula Ibu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik KOMINFO RI, Ibu Rosarita Niken Widiastuti.

Setelah sambutan beliau, para blogger berkesempatan pula foto bersama. Yeay!!!



Lanjut ke acara pemaparan tentang persiapan Asian Games yang disampaikan oleh Bpk. Bambang Supriyanto dari INASGOC. Beliau menyampaikan tentang progres pembangunan wisma atlit/ Athlete village yang sudah akan selesai sebentar lagi. Juga penjelasan detail tentang kapasitas ruangan, dsb. Lokasi athlete village sendiri dikatakan akan memudahkan para atlit dan officials karena dekat dengan venue cabor. (akses jalan kaki paling jauh 700m).



Yang disampaikan adalah yang berlokasi di Palembang karena seperti yang kita tahu, Asian Games 2018 ini dilaksanakan tak hanya di Kota Palembang saja. Berikut yang sempat saya tangkap dari pemaparan Pak Bambang:


  • 12 cabor (cabang olahraga) di Palembang: Bowling, canoe, rowing, takraw, shooting, spot climbing, tenis (soft-hard), triathlon, beach volley, roller sport (NEW: roller sport + Skate board)
  • 4 Cabor di Jabar: Men football, Mountain bike, Balap sepeda, paragliding
  • sisanya di DKI dan sekitar


Untuk cabang olahraga yang paling banyak pesertanya di kota Palembang adalah shooting/ menembak yang terdiri dari 35 negara peserta dan triathlon 27 negara.

Tak lupa untuk rumah ibadah, akses pengunjung difable dan juga fasilitas pengunjung berupa kendaraan yang siap mengantar ke antar venue. Kenapa ada shuttle? karena Asian Games 2018 ini mengusung program Go Green jadi tak semua kendaraan beremisi bisa memasuki area tertentu, begitu penjelasan dari Pak Bambang.

Dan untuk maskot acara ini ada 3 maskot. Inilah maskot untuk Asian Games 2018 nanti:

Kaka si Badak

Bhin Bhin Cendrawasih

Atung Rusa
Lucu dan menarik ya ketiga maskot untuk Asian Games 2018 ini.
Saya suka Atung nih! Kalau Teman- teman pilih yang mana?
Kita ancang-ancang beli souvenir ceritanya. Hehehehe...



Tim Komunikasi Presiden (TKP)
Yang tak kalah mengesankan adalah mendengar cerita tentang perkembangan Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Andoko yang lebih akrab disapa dengan Pak Ando. Beliau sempat bertanya tentang Aceh dan Papua. Saya maju ke depan karena ditanya 'apakah ada teman/saudara yang tinggal di Aceh?'. Pak Ando sangat ramah sekali.

Pak Ando yang ramah

Dari paparannya kita melihat banyak sekali kemajuan Indonesia saat ini.
Ada video testimoni dari saudara kita di sebuah desa nun jauh di Papua sana. Berpuluh atau bahkan mungkin beratus tahun lalu mereka hidup tanpa listrik. "Pakai pelita!" katanya. Syukurlah saat ini listrik telah dirasakan jua. MElihat videonya rasa haru kembali menyusup.

Kemerdekaan kita memang anugerah, tapi perjuangan belum usai dan kita harus terus berjuang.
Indonesia harus maju dan pelayanan publik harus bisa dirasakan di seluruh penjuru nusantara ini. Agar tak satu-dua kelompok saja yang merasa merdeka.

...

Di sana tempat lahir Beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

...

Foto bersama Cak Kardi Rinakit, salah satu Tim Khusus Presiden (kiri ke kanan: Dudung, Ayah, Aku, Cak Kardi, Putri)


Setelah paparan tentang betapa saat ini pemerintah mengusahakan pemerataan tadi, Pak Ando pun membacakan sebuah kutipan fenomenal:

"Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia!"

Tak lama kemudian, terdengar suara latar belakang musik yang gegap gempita. Pak Ando pun memberi aba-aba dan masuklah sosok mengagumkan pemilik kutipan itu, Bapak Sukardi Rinakit alias Cak Kardi!

Gemuruh tepuk tangan dan riuh rendah teriakan kami menyambut kehadiran beliau dengan sangat antusias. Memang beda rasanya ketika microphone dipegang langsung oleh beliau-beliau yang berpengalaman itu. Ada kharisma tersendiri ketika Pak Ando menjelaskan dengan santai dan tenang, pun ketika Cak Kardi langsung menyapa kami dan menyalami kami satu per satu, berkeliling hingga meja paling belakang. Ah, orang- orang hebat memang HEBAT!

Tak kalah berkharismanya, suara berat Cak Kardi plus logat jawanya yang khas membuatku fokus pada setiap alur ceritanya. Mengalir begitu saja ketika ia memberikan nasihat tentang cara menulis dan menjadi penulis yang baik.

Siapa yang tak kenal dengan beliau, yang merupakan orang dibalik kalimat-kalimat magis 3 Presiden di masanya (Gus Dur, SBW, dan Jokowi). Cerita pengalamannya mendampingi Pak Presiden dikemas dengan sangat ringan namun sarat ilmu praktis. Pesan beliau dari pengalaman-pengalamannya agar menjadi penulis yang mampu menulis dengan baik (yang mampu kutangkap) adalah:


  • Jadi blogger itu harus meminimalisir persepsi. Maksudnya adalah PERKAYA DATA agar memberikan info yang vaid. Persepsi boleh ada karena itu adalah jiwa blogger (taste).
  • Sehingga blogger SANGAT PERLU melalukan cek dan ricek sebelum menerbitkan tulisannya.
  • Jangan salah persepsi. Belum tentu yang kita kita itu benar terjadi (ada cerita tentang perjalanan beliau bersama Gus Dur tentang Durian^^)
  • Harus terus belajar menerima kekecewaan (karena manusia rentan patah). 

Yang terakhir itu, kalau boleh aku parafrasekan kurang lebih begini: apa yang kita persiapkan dan rencanakan tak selalu berjalan baik. Jika belum tercapai, jangan jadi patah arang dan berhenti sampai di sana. Lanjutkan!

Eaaaaa....
Benar begitu kah, Cak? *siapa tahu beliau mampir membaca tulisan ini^^




Enda Nasution, Bapak Blogger Indonesia

Enda Nasution, sebelah kanan.

Senang sekali bisa bertemu Bapak Blogger Indonesia, yaitu Mas Enda.
Beberapa hari sebelum hadir ke acara ini, teman-teman blogger Palembang sudah saling berbagi informasi, termasuk run down acara. Salah satu agendanya memang akan ada materi tentang blogging yang akan disampaikan langsung oleh Bapak Blogger Indonesia kita.

Lain dengan susunan acara sebelumnya yang hanya menyebutkan instansi pengisi materi, seperti Tim Kepresidenan (tanpa menyebut nama), bagian blogging ini istimewa. Kehadiran beliau ini jadi salah satu motivasiku untuk hadir ke acara Flash Blogging ini. Usia kehamilan yang sudah beberapa hari beranjak dari 9 bulan tak menyurutkan semangatku. Kubilang pada suami dan ibuku bahwa aku ingin sekali hadir dan ikut belajar di sana. Ada A Story Behind Flash Blogging ini. Nanti akan kuceritakan di postingan berbeda.

Intinya, akupun hadir hari ini! Yeaaayyy!!!Alhamdulillah!


Mas Enda menceritakan perjalanan blog di Indonesia. Syukurlah saat ini blog semakin menggema dengan beragam niche  yang memperkaya literatur di dunia maya. Sehingga keberadaan blog yang diampu oleh para blogger ini memang harus tetap berada dalam koridor yang baik sesuai visi misi blog itu sendiri. Satu yang pokok adalah menyajikan tulisan bermanfaat dan no tipu-tipu alias NO HOAX. Beliau memberikan informasi tentang beragam komunitas yang menjembatani dan menyuarakan hal itu. Beberapa diantaranya seperti yang beliau pelopori: BIJAK BERSOSMED.

Selain itu Mas Enda memberikan beberapa tips agar para blogger dapat memuliskan konten yang bagus. Berikut ini beberapa yang beliau sampaikan:

Konten blog yang bagus itu HARUS original, personal (ada personality unik dari setiap blogger), spesifik (info yang diberikan lebih detail terkait tempat, dll), berguna (info yang diperlukan pembaca) dibagikan, reaksi (pikirkan reaksi emosional yang ingin didapat dari pembaca).

Beberapa tips menulis di Blog:
Sangat penting menulis di online dengan bentuk piramida terbalik/ Inverted pyramid (Informasi utama di paling atas). Yaitu dengan susunan sebagai berikut: conclusion, explanation, details. 

Agar postingan dibagikan lebih banyak, tulislah hal dengan beberapa kriteria ini:
- interesting things (61%)
- important things (43%)
- funny things (43%)
- let others know what I believe in and who I really am (39%)
- recommend a product, service, movie, book, etc (30%)
 


Hal yang perlu digarisbawahi dari semua materi hari ini adalah: Blogger berkewajiban untuk ikut memfilter informasi kepada masyarakat. Baik pesan dari pihak penyelenggara, Kominfo, INASGOC, Tim Khusus Kepresidenan, dan Bapak Blogger Indonesia menyampaikan hal senada. Tentu saja selain karena hobi menulis, para blogger perlu melek internet. Dalam hal ini, para blogger harus sepenuhnya sadar tentang betapa tulisan yang diterbitkannya sedikit-banyak dapat memberi pengaruh loooh...

Minimal, setelah diterbitkan di internet akan banyak peluang tulisan tersebut dibaca banyak orang. Itulah mengapa, para blogger juga memiliki peranan penting dalam menyebarkan informasi saat ini.

Waaah, ternyata kita mengemban tugas penting loh yaaaa...
Semangat para blogger!!!


Road to Asian Games 2018 insyaallah para Blogger Palembang siap mendukung sesuai skill dan kapasitasnya. Yosh!

Apalagi kalau INASGOC juga melibatkan blogger langsung yaaa...
Semacam akses ke venue, athlete village, dan acara Asian Games lain pada saatnya nanti (Ini suara blogger yang disampaikan Koh Deddy Huang saat itu^^). Semoga ... Semoga...

Jadi betul bisa mendapat data seperti yang dibilang Cak Kardi toh? *wink-wink





COPYRIGHT © 2017 ALMA WAHDIE | THEME BY RUMAH ES